Anda di halaman 1dari 5

Ketika Dhira Jatuh Cinta

Pernah jatuh cinta?


Gue pernah.

Jatuh cinta itu menurut gue sesuatu yang dulu ketika gue lagi ga suka sama siapa-
siapa, selalu pengen gue rasain lagi gimana rasanya.
Tetapi pas di kasih sama Allah untuk ngerasainnya, gue jadi cemen dan memilih untuk
menghindar.

Buat gue yang ga mau pacaran, ketika gue suka sama seseorang adalah suatu cobaan
yang cukup berat, karena gue ga bisa sembarangan bilang, "Hey, gue suka sama elo.
Mau jadian sama gue ga?"
Jadi yang bisa gue lakukan adalah menahan perasaan ini dalam hati, berusaha mati-
matian bersikap biasa aja ketika dia ada, menahan pandangan supaya ga terus-terusan
kebablasan ngeliatin seseorang yang belum halal, berulang-ulang istighfar dalam hati
untuk mengusir setan yang terus menggonggong keras untuk menggoda gue karena
mencium 'aroma'nya dia di sana sini, "Guk, guk, Dhira dia ada di sana. Guk guk, liat
deh dia keren banget hari ini. Guk, guk, ya ampun Dhir..kamu ga mau liat senyumnya
dia walau sekilas? Rugi, loh!" Devils are always barking like a hyperactive dog. Baca
Ayat Kursi, biar kabur semua. Berisik banget, Masya Allah.

Cobaan berikutnya, ketika mereka ga berhasil ngegoda gue adalah dengan menggoda
dengan cara licik, yaitu di hubung-hubungkan dengan agama."Dhir, denger ga tadi. Dia
BACA Al-Qur'an looh. Suaranya bagus ya? Cocok tuh, jadi imam shalat setiap hari.
Bayangin COBA!" Berusaha mati-matian buat ga ngebayangin, para syaiton-syaiton ini
ga keabisan akal. "Ga usah bayangin kamu pacaran sama dia, bayangin aja klo dia jadi
suami kamu. Susah-seneng bareng, ada yang merhatiin kamu, ada yang ngejagain
kamu, di rumah nanti ga sendirian. Bayangin coba bayangin. Pasti asik banget kan??"

Parah. Ngebayangin pacaran aja udah dosa. Ini mereka nyuruh gue bayangin dia klo
dia jadi suami gue. Ini salah banget. Ini lebih bahaya di bandingkan bayangin klo gue
sama dia pacaran. Kalau gue masih nolak ngebayangin, mereka membisikkan sesuatu
seolah-olah ngebayangin hal itu adalah suatu hal yang benar dalam agama, "Kan ini
bayanginnya nikah sama dia. Boleh dong? Yang ga boleh itu bayangin kamu sama dia
pacaran. Pacaran kan dosa, nikah itu justru berpahala kan? Pasti bolehlah bayangin
kamu suatu saat nikah sama dia, tinggal serumah sama dia..."

Menurut gue, ini adalah cara licik maha dasyat Iblis dan cucu-cucunya menggoda para
manusia yang memutuskan gamau pacaran. Oke, gue ga pacaran. Tapi ngebayangin
gue seolah-olah sudah menikah dengan dia sang lelaki idaman adalah suatu hal yang
salah total. Gue akuin, gue sering kalah dalam hal godaan yang ini. Tapi, Allah selalu
ngingetin gue kalau itu salah. Kata hati gue menolak, terus ngingetin bolak balik, "Dhira
itu salah. Istighfar buruan istighfar"
Berakhir di atas sajadah, menangis sejadi-jadinya, mengadu sama Allah. "Setan-setan
itu jahat. Ya Allah tolong lindungi aku..."

Godaan lain adalah ketika para setan itu nggak ada henti-hentinya berusaha
menghubungkan suatu peristiwa yang sebenernya ga ada hubungannya. Misalnya,
"Dhir, itu coba inget-inget lagi deh. Kok bisa ya, ketemuan gitu padahal ga janjian loh.
Sering banget kayak gitu. Setiap kamu lagi ga sengaja inget dia, pasti dia tiba-tiba
nongol. Pasti ini udah di atur sama Allah sebagai pertanda kalau kamu suatu saat nikah
sama dia."

Realita jatuh cinta adalah semua hal yang terjadi biasa aja terasa menjadi berlebihan
dan seolah-olah berhubungan antara gue dan dia.
Realita yang sebenarnya adalah ketika gue ga suka sama dia, hal-hal yang kayak gitu
ga berasa ada hubungan apa-apa antara gue dan dia. Semua berjalan biasa aja, ga
ada yang perlu di lebay-lebay-in.

Setan itu maha dasyat godaannya. Hati-hati buat yang mutusin gamau pacaran kayak
gue.

Hal yang bisa gue lakuin ketika gue udah frustasi karena jatuh gedebak-gedebuk
karena cinta adalah terus menerus inget sama Allah, curhat sama Allah. Karena hanya
Allahlah yang tahu perasaan sesungguhnya gue itu kayak gimana. Perasaan yang sulit
di ceritakan dan diungkapkan dengan detail kepada orang lain.

Nggak jarang, gue selalu masukin nama dia dalam doa gue. Memohon sama Allah,
"Kalau memang dia si pangeran itu, jodoh saya, maka dekatkanlah dan segerakan kami
menikah dengan melewati jalan-Mu yang terindah, sesuai cara-Mu yang tak terduga.
Tapi kalau memang bukan dia pangeran yang Engkau siapkan untukku, maka tolong
jaga aku Ya Allah. Hilangkan perasaan ini pelan-pelan. Karena aku hanya mau
memberikan cintaku seutuhnya kepada suamiku nanti. Bukan di bagi-bagi dengan lelaki
yang pernah aku suka."

Jatuh cinta itu cobaan bagi yang belum menikah, khususnya wanita. Karena dia
dilamar, bukan melamar hehe. Apalagi kalau pria yang melamar bukanlah pria yang
diincar. Makin berat rasanya.

Terlebih kalau cintanya masih menepuk angin, belum bertepuk tangan. Masih cinta satu
arah, belum dua arah. Sakit rasanya, capek sekali keliatannya...

Pertanyaan yang sama terus berulang : "Jadi, kapan kita 'jadian' karena menyatu oleh
ikatan pernikahan?"

Maka, ketika pertanyaan itu seperti tak kunjung ada jawabannya...


Hal yang bisa gue lakuin untuk menghindari dosa adalah cukup dengan mencintai Allah
sang pemilik cinta itu sendiri. Berdoa terus, curhat terus sama Sang Pemilik Cinta. Kan
katanya, "Bila meminta sesuatu kepada Allah, mintalah dengan keyakinan bahwa
doamu akan terkabul..." Allah kan berdasarkan prasangka hambanya. Jadi, sebut aja
namanya dalam doa. Kali aja sama Allah di kabulin. Who knows? Allah knows the best,
bro! hehe

Jadi, akhirnya gue semakin mantap memutuskan :


Biarlah Allah yang memilihkan jalan...
Biarlah Allah yang menghilangkan perasaan ini pelan-pelan kepada pangeran yang
diciptakan bukan untuk gue, tapi untuk wanita lain.

Satu hal yang pasti, gw selalu membayangkan Allah bilang begini ke gw:
"Dhira, pangeranmu yang sudah Ku persiapkan untukmu, pasti datang tepat waktu.
Sekarang dia sedang menaiki kuda hitam gagahnya menuju kearahmu. Medan yang
Aku persiapkan untuknya memang cukup sulit. Terjal dan berliku. Maka, ketika dia
sudah susah payah melewati jalur itu dan sampai di depanmu. Terimalah dia dengan
sepenuh hati. Karena dari sekian banyak pangeran yang ada di dunia ini, dialah
pangeran terbaik yang Aku siapkan untukmu."

Jadi, pangeranku pasti datang tepat waktu.


Kalau bukan orang lain, pasti kamu :)

Hannover, 27 November 2013,


Postingan ini di buat di kamar terpencil kastil apartemen lantai sebelas,
dari sang puteri yang menunggu di jemput oleh sang pangeran pemberani,
Puteri Dhira namanya.
Posted by Nadhira Arini at 05:11
Nasihat untuk yang jatuh cinta

Anak saya yang pertama, Nadhira Arini Nur Imamah (Dhira), sedang jatuh cinta. Saya
tahu karena ungkapan hatinya ia tuliskan di blog pribadinya [baca disini]. Selain itu,
saya juga BBM-an dengannya sehingga saya sudah tahu juga siapa lelaki yang
dicintainya. Wajah lelaki itu perpaduan antara wajah saya dan anak lelaki kedua saya,
ganteng. Hehehe…

Setelah mengetahui hal itu akhirnya saya menasihati Dhira. Sengaja saya tuliskan
nasihatnya disini dengan harapan bisa menginspirasi banyak orang.

Anakku, saat kau jatuh cinta, kau tetap tak boleh pacaran. Biarkan kau tetap terbungkus
rapi dan kulit lembutmu hanya boleh disentuh oleh suamimu. Ketahuilah bila kau jatuh
cinta dengan seseorang, belum tentu itu jodohmu. Maka tetap mintalah kepada yang
Maha Tahu untuk diberi jodoh terbaik bagimu.

Ketahuilah, wanita yang hebat itu yang menyayangi anak-anaknya dan itu dibuktikan
dengan mencarikan ayah yg tepat buat anaknya. Ayahmu ini berharap, kau termasuk di
dalamnya. Anakku, apa yg kau harapkan belum tentu kau dapatkan. Ingatlah rencana
Allah adalah rencana terbaik dibandingkan rencana terbaik seluruh penduduk bumi
sekalipun.

Agar kau diberi “pangeran” terbaik tugasmu hanya memantaskan diri dan minta kepada
Allah. Semakin kau sering mengadu dan dekat kepada Allah maka Dia akan
mengirimkan “pangeran” terbaik untukmu. Jangan ragu, Dialah yang Maha Tahu jodoh
terbaikmu. Bila sebelum Subuh kau selalu menangis kepada-Nya, tak mungkin Dia tega
memberi “pangeran” yang tak bermutu kepadamu.

Walau kau jatuh cinta, jangan serahkan hatimu kepada lelaki itu, karena boleh jadi
menurut Allah dia bukan “pangeranmu”. Tetaplah serahkan hatimu kepada Allah dan
setelah Allah kirim “pangeran” kepadamu, baru serahkan hatimu kepada “pangeran” itu.
Air matamu di hadapan Allah dan kesabaranmulah yang membuat Allah mengirimkan
“pangeran” terbaik untukmu.
Bukti bahwa kau wanita hebat, kau tetap lebih sering mengingat Allah dibandingkan
lelaki yang kau jatuh cintai. Bila Allah yang dihatimu, Dia akan kirimkan “pangeran”
original kepadamu. Namun bila kau menjauh, Allah akan kirim pangeran KW-3 bahkan
mungkin KW-10 kepadamu. Dan itu akan menyiksa hidupmu dan berkuranglah rasa
banggaku kepadamu.

Anakku, lelaki yang cocok buat anak-anakmu adalah yang berani datang menemui
ayahmu untuk melamarmu dan bukan yang pandai memainkan perasaanmu. Percuma
bila ada lelaki yang kau cintai tetapi dia tak punya nyali bertemu dengan ayahmu.

Saat ini ayahmu hanya bisa berdoa agar Allah mengirimkan “pangeran” terbaik
untukmu. Dan semoga yang dikirim oleh Allah adalah lelaki yang telah membuat kau
jatuh cinta.

Terakhir, Ingatlah selalu kebiasaan di keluarga kita: Allah dulu, Allah lagi dan Allah
terus. Semoga kau menjadi kekasih Allah sehingga kau dikirimi kekasih terbaik menurut
Allah dan juga menurutmu. Anakku, bapak percaya padamu dan sepenuh hati
mencintaimu…