Anda di halaman 1dari 19

1.

Pengertian Etika, Moral Dan Akhlak standart moral adalah norma atau aturan
dan munkar
Etika secara bahasa berasal dari kata ethos yang tumbuh dan berkembang di
yang mengandung arti kebiasaan, cara masyarakat. Etika merupakan pemikiran Cakupan Berlaku Terikat oleh waktu
berfikir (Zubaidi, 2011). Sedangkan secara dan pandangan filosofis tentang tingkah
umum dan dan tempat, serta
terminologi, dalam Encyclopedia Britanica laku, sedangkan moral merupakan aturan
dinyatakan sebagai filsafat moral, yaitu yang menjadi pegangan seseorang atau universal, adat kebiasaan
studi tentang sifatdasar dari konsep sekelompok masyarakat dalam mengatur
tidak terikat yang berlaku
baikdan buruk, benar dan salah (Nata, tingkah lakunya. Dalam khazanah Islam,
2002).Sedangkan Ahmad Amin (1983) ilmu yang mengkaji perbuatan manusia waktu dan
mengartikan etika sebagai ilmu yang yang bersifat baik atau buruk disebut
tempat
menjelaskan apa tujuan yang harus dicapai, dengan istilah akhlak.
serta cara apa yang seharusnya dilakukan Dengan demikian, anggapan yang
1. Kedudukan Dan Ruang Lingkup
manusia dalam perbuatannya. mempersamakan arti akhlak dengan etika
Akhlak Dalam Islam
Sementaraitu, moral dari segi terminologis, dan moral sesungguhnya tidak tepat, sebab
2. Kedudukan Akhlak dalam Islam
bisa digunakan untuk menetukan batas- terdapat sejumlah perbedaan prinsip di
batas dari kehendak, pendapat atau antara ketiganya. Perbedaannya sebagai
Akhlak merupakan fondasi dasar karakter
perbuatan yang secara layak dapat berikut :
diri manusia.Hal ini sesuai fitrah manusia
dikatakan benar, salah, baik atau
yang menempatkan posisi akhlak sebagai
buruk.Moral merupakan istilah yang
Aspek Akhlak Etika dan moral pemelihara eksistensi manusia.Akhlaklah
digunakan untuk member batasan terhadap
yang membedakan karakter manusia
aktivitas manusia berdasarkan nilai baik Sumber Kebenaran Kebudayaan yang
dengan makluk lainnya.Manusia tanpa
atau buruk.
wahyu (al- dilandasi oleh hasil akhlak akan kehilangan derajat sebagai
Jika pengertian etika dan moral
hamba Allah yang paling terhormat.
dihubungkan, dapat disimpulkan bahwa Qur’an dan pemikiran manusia
Sebagaimana firmanNya dalam surat At
etika dan moral memiliki obyek yang
hadis) Tiin : 4-6
sama, yaitu membahas perbuatan manusia
“sesungguhnya kami telah menciptakan
dari aspek nilainya baika tau buruk. Obyek Benar dan Baik dan buruk
manusia dalam bentuk yang sebaik-
Namun demikian dalam beberapa hal, etika
salah, haq (tidak selalu sama baiknya. Kemudian kami kembalikan dia
dan moral memiliki perbedaan. Etika
ketempat yang serendah-rendahnya,
menentukan nilai baik atau buruk dan bathil, dengan penafsiran
kecuali orang-orang beriman dan
perbuatan manusia dengan menggunakan
serta ma’ruf menurut akhlak) mengerjakan amal saleh, maka bagi
standart akal pikiran atau rasio. Sedangkan
mereka pahala yang tiada putus-putusnya”.
Akhlak dalam Islam memiliki nilai yang  Berbakti kepada orang tua benda tak bernyawa yang merupakan
mutlak, karena persepsi antara akhlak baik Berbakti kepada kedua orang tua ciptaan Allah. Dalam Alquran dijelaskan
dan buruk memiliki nilai yang dapat merupakan salah satu amal saleh yang bahwa untuk mencegah terjadinya dampak
diterapkan dalam kondisi apapun mulia, bahkan perbuatan ini sangat utama kerusakan dilingkungan kita, maka kita
disisi Allah SWT.Orang tua merupakan dalam berfikir dan berbuathendaknya
1. Ruang Lingkup Akhlak Islam orang yang sangat berjasa dalam hidup kita berpegang pada prinsip ihsan yaitu
Akhlak Islam dapat dibagi menjadi karena telah mengasuh, merawat, dan perbuatan yang selalu berorientasi pada
3 yaitu : mendidik kita mulai dari sebelum lahir yang paling baik, benar dan selalu
a) Akhlak kepada Allah SWT sampai dewasa dengan cinta dan kasih mengharapkan keridhoan Allah.
Akhlak kepada Allah prinsipnya sayang yang tulus.Oleh karena itu, Islam
merupakan penghambaan diri secara total mengecam anak yang durhaka kepada C. proses Pembentukan Akhlak
kepada-Nya.Sebagai makluk yang orang tua. Dalam kenyataanya, manusia selalu
dianugerahi hati dan akal, seorang muslim ingin mengarah pada perbuatan baik bukan
wajib menempatkan diri pada posisi yang  Menghormati yang Tua, Menyayangi perbuatan buruk. Tetapi karena adanya
tepat, yakni sebagai penghamba, dan yang Muda nafsu dan godaaan, manusia sangat mudah
menempatkan Allah sebagai Zat Yang Islam mengajarkan agar kaum tua menerima hal – hal negative yang ada pada
Maha Kuasa.Beberapa bentuk perbuatan senantiasa menyayangi dan memberikan lingkungan. Aklak yang baik dapat
akhlak terpuji kepada Allah : pendidikan yang positif terhadap kaum dibentuk dengan asumsi bahwa akhlak
 Menaati perintah Allah dan menjauhi muda. Sebaliknya kaum muda seharusnya yang baik tidak ada dengan sendirinya,
larangan-Nya bersikap hormat pada kaum tua. tetapi dapat terbentuk karena keinginan
 Mensyukuri nikmat-nikmat-Nya  Menghormati Tetangga dan usaha pembinaan pada diri sendiri.
 Tawakal Islam juga mengajarkan akhlak yang perlu
dibina dalam lingkungan
b) Akhlak kepada Rasullulah SAW tetangga.Tetangga merupakan lingkungan Proses pembinaan akhlak dapat dilakukan
Implementasi dari mengikuti perilaku yang terdekat dengan tempat tinggal dengan hal – hal sebagai berikut:
Rasul Allah SAW berarti menempatkan dimana kita berada, yang merupakan pihak 1. Pembiasaan
beliau sebagai manusia pilihan Allah, yang lebih cepat dapat memberikan Al Ghazali mengatakan bahwa kepribadian
membenarkan kerasulannyadan risalah pertolongan apabila terjadi kesulitan. manusia dapat menerima segala bentuk
yang dibawanya, serta menjadikan beliau 4. Akhlak Terhadap Lingkungan pembinaan melalui kebiasaan. Kebiasaan
sebagai panutan dalam menjalani Akhlak terhadap dalam pembinaan akhlak dapat dengan
kehidupan. lingkungan merupakan perbutan atau adab cara membiasakan diri untuk melakukan
c) Akhlak kepada sesama manusia kita memperlakukan hewan, tumbuhan dan hal – hal yang baik dan menjauhkan diri
dari hal – hal negative yang tidak baik dan sehingga dirinya terkontrol untuk berhadapan dengan makhromnya yang laki
tidak bermanfaat. menghindari perbuatan buruk atau maksiat, – laki adalalah seluruh badannya kecuali
Kebiasaan dapat menumbuhkan pada diri dan lebih banyak berbuat baik yang muka, leher, kepala, dan kedua kakinya.
kita melakukan hal – hal tanpa adanya berakhlak.
paksaan. Hal ini karena hal – hal yang D. AKTUALISASI AKHLAK DALAM Masalah Mahram ini telah Allah jelaskan
dilakukan secara terus menerus tidak terasa KEHIDUPAN pada firmanNya Q.S An-Nur:31 yang
sebagai suatu paksaan. Bentuk – bentuk aktualisasi akhlak dalam artinya
1. Keteladanan kehidupan sehari – hari adalah sebagai “…… dan janganlah mereka
Prinsip keteladanan efektif dilakukan berikut: menampakkan perhiasannya kecuali pada
karena manusia cenderung meniru apa 1. Menutup Aurat suami mereka, atau ayah mereka, atau
yang adaa pada lingkungannya. Akhlak Aurat adalah anggota badan yang harus ayah suami mereka, atau putra – putra
yang baik tidak dapat terbebtuk hanya dijaga dan ditutupi sehingga tidak mereka, atau putra – putra suami mereka,
dengan intruksi atau anjuran, tetapi juga menimbulkan hal – hal yang memalukan. atau saudara – saudara laki – laki mereka,
diperlukan contoh yang baik dan nyata dari Batas – batas aurat antara laki – laki dan atau putra – putra saudara laki – laki
diri sendiri dan orang lain perempuan sangatlah berbeda. Batas aurat mereka, atau putra – putra saudara
dilingkungannya. perempuan juga berbeda tergantung perempuan mereka, atau perempuan –
1. Refleksi Diri dengan siapa dia berhadapan. Secara perempusn islam, atau budak – budak yang
Refleksi diri dapat dilakukan dengan umum perbedaan itu dapat disimpulkan mereka miliki, atau pelayan – pelayan
merenungkan perbuatan yang telah kita sebagai berikut: lelaki yang tidak memiliki
perbuat pada kurun waktu tertentu dalam 1. Aurat perempuan ketika berhadapan keinginan(terhadap perempuan), atau
hubungannya dengan Allah atau sesama. dengan Allah saat shalat adalah anak – anak yang tidak mengerti aurat –
Dengan perenungan ini dapat diharapkan seluruh tubsuh kecuali muka dan aurat perempuan. Dan janganlah mereka
adanya kesadaran untuk memperbaiki diri. telapak tangan. memukulkan kakinya agar diketahui
Dalam refleksi diri ini, kita sebagai 2. Aurat perempuan dengan perhiasan yang mereka sembunyikan, dan
individu harus sadar bahwa kita sebagai makhramnya, dalam hal ini ada dua bertaubatlah sekalian kamu kepada Allah,
manusia memiliki banyak kekurangan dari pendapat, yaitu: hai orang – orang yang beriman supaya
pada kelebihan. ü Imama Syafi’I berpendapat bahwa aurat kamu beruntung”.
Ibnu Sina menyatakan bahwa, jika perempuan apabila bersama dengan 1. c. Aurat – aurat perempuan
seseorang ingin dirinya menjadi orang makhramnya adalah antara pusar sampai dangan Orang yang Bukan
yang berakhlak baik, hendaknya dia lutut. Makhramnya
mengetahui kekurangannya dan membatasi ü Ulama Malikiah dan Hanabiah Para Ulama berbeda pendapat tentang
diri untuk untuk tidak berbuat dosa, berpendapat bahwa aurat perempuan ketika masalah apakah wajah, kedua telapak
tangan, dan kedua telapak kaki termasuk
aurat. Ada beberapa pendapat tentang hal Menutup Aurat Demi Kemaslahatan 2.Menolak Pornografi Dan Pornoaksi
tersebut, yaitu: Manusia : Porne (perempuan jalang), graphien
ü Wajah dan kedua telapak tangan bukan 1. Merupakan Faktor Penunjang dari (menulis).Pornografi adalah bahan tulisan
aurat, ini adalah pendapat kebanyakan Kewajiban Menahan Pandangan. maupun gambaran yang dirancang dengan
ulama, antara lain, Imam Malik, Ibnu Q.S An-Nur : sengaja dan semata-mata untuk tujuan
Hazm, 31-32 membangkitkan nafsu syahhwat
ü Wajah, kedua telapak tangan dan kedua “Katakanlah kepada orang laki-laki Pornografi dan pornoaksi dapat memicu
telapak kaki bukan aurat. Ini adalah yang beriman : “hendaklah mereka terjadinya zina dan tindakan agresif
pendapat Ats-Tauri, dan Al Muzani dan Al menahan pandangannya, dan memelihara seksual. Penelitian Hilton (2009)
HAnafiah. kemaluannya; yang demikian itu adalah menemukan bahwa kecanduan pada
ü Seluruh badan perempuan adalah aurat, lebih suci daripada mereka, sesungguhnya pornografi bermuara ke perubahan sirkuit
ini adalah pendapat Imam Ahmad, Daud allah maha mengetahui apa yang mereka otak. Ganggan tersebut membuat pengirim
Al Zhahiri. perbuat. Katakanlah pada wanita yang pesan kimiawi pada otak terganggu,
ü Hanya wajah saja yang tidak termasuk beriman; “hendaklah mereka menahan sehingga mempengaruhi kekuatan daya
aurat, ini adalah pendapat Imam Ahmad, pandangannya, dan kemaluannya, dan belajar dan memori.
Daud Al- Dzahiri janganlah mereka menampakkan
Batasan Aurat Laki-Laki perhiasannya, keculi yang (biasa) nampak Fatwa No. 287 Tentang Hukum Pornografi
ü Mazhab Hanafi : mulai bawah daripadanya...” Dan Pornoaksi
pusar sampai dibawah lutut 1. Menggambarkan secara tidak
ü Mazhab Maliki : aurat berat 1. Faktor Penunjang dari Larangan langsung atau tidaklangsung, tingkah
(kemaluan dan dubur), aurat ringan (selain Berzina yang sangat Terkutuk. laku secara erotis, baik dengan tulisan,
kemaluan dan dubur) Q.S Al-Isra’ : 32 gambar, suara,reklame, iklan maupun
ü Mazhab Syafi’i : antara pusar dan “Dan janganlah kamu mendekati zina; ucapan baik melalui media cetak
lutut. Baik dalam sholat, thawaf, dengan sesungguhnya zina itu adalah sesuatu maupun elektronik yang dapat
sesama jenis, maupun laan jenis yang perbuatan yang keji dan suatu jalan yang membangkitkan nafsu hukumnya
bukan mahramnya buruk”. haram.
ü Mazhab Hambali : antara pusar dan 2. Membiarkan aurat terbuka atau
lutut 1. Menutup Aurat Hukumnya Wajib memakai pakaian ketat dengan
ü Jumhur Fuqaha’ : antara pusar Karena alasan Sadduz maksud untuk diambil gambarnya,
sampai lutut Dzara’i (menutup pintu / peluang kepada baik untuk dicetak maupun
dosa yang lebih besar) divisualisasikan adalah haram.
3. Memperbanyak, mengedarkan, menimbulkan berbagai macam akibat mendorong manusia pada perbuatan yang
menjual, memberi dan melihat atau negatif. baik, sehingga pada akhirnya dari individu
memperlihatkan gambar orang, baik 1. Dampak Penyalahgunaan Narkoba yang baik, masyarakat yang baik akan
cetak atau visual yang terbuka Bagi Tubuh : dapat diwujudkan.
auratnya atau berpakaian ketat yang * Gangguan pada sistem syaraf
dapat membangkitkan nafsu syahwat * Gangguan pada jantung dan
adalah haram. pembuluh darah
* Gangguan pada kulit
3. Menjauhi Pergaulan Bebas * Gangguan pada paru-paru
Pola pergaulan yang lepas kontrol dan * Penggunaan narkoba overdosis
tidak mengindahkan norma-norma agama.
Yang terbukti membawa dampak penyakit 1. Dampak Penyalahgunaan Narkoba
mematikan, seperti HIV/AIDS. Bagi Psikis/Jiwa :
“barang siapa yang percaya kepada allah * Hilang kepercayaan diri, apatis,
dan hari akhir, maka janganlah ia penghayal dan penuh curiga
bersama ditempat dengan perempuan yang * Agitatif (ganas dan bertingkah laku
tidak ada bersamanya seorang muhrimnya brutal)
karena yang ketiganya diwaktu itu adalah * Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal,
setan”(H.R. Ahmad ) dan tertekan
4.Menghindari Penyalahgunaan * Menyakiti diri, perasaan tidak aman,
Narkoba memicu keinginan utk melakukan bunuh
Narkotika adalah zat/obat yang berasal diri
dari tanaman, bik sintesis maupun semi * Sering tegang dan gelisah
sintesis yang menyebabkan pengaruh bagi “Setiap zat yang dapat menghilangkan
penggunanya berupa hilangnya rasa sakit, akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak
rangsangan semangat, halusinasi atau memabukkan” (Majmu’ Al-Fatawa:204)
timbulnya efek ketergantungan bagi “Dan janganlah kamu menjatuhkan
pemakainya. Jenis narkoba : heroin, ganja, dirimu sendiri kedalam kebinasaan” (Q.S.
opium (candu), morfin, heroin (putauw) Al-Baqarah :195)
kokain, amfetamin, alkohol. Narkotika dan Nasution (2000) tujuan dari semua ajaran
obat yang disalah gunakan dapat islam adalah untuk mencegah manusia dari
perbuatan buruk, dan selanjutnya
Manusia yang hidup di atas planet ramah lingkungan turut menyumbang satu keseimbangan dunia dan akhirat, ilmu
bumi ini berada dilingkungan yang tidak kerusakan lingkungan masa kini. dan iman.[2]
ada batasnya, lingkungan ini berbeda satu Pendidikan Islam membawa misi Dalam falsafah negara Indonesia
sama lainnya dalam beberapa hal. Yaitu mencerdaskan kehidupan manusia melalui yaitu Undang-Undang Dasar 1945, pada
letak geografisnya, dataran, iklim, proses asas-asas spiritual dengan bersumber pada pasal 33 ayat 3 menegaskan bahwa “Bumi
geologi dan tanahnya, sumber daya alam, Al-Qur’an dan hadis. Islam telah dan air dan kekayaan alam yang
serta flora dan faunanya. Unsur-unsur itu menetapkan bahwa pendidikan tidak dapat terkandung di dalamnya dikuasai oleh
semuanya bisa mempengaruhi lingkungan terpisahkan dari kehidupan manusia yang negara dan dipergunakan untuk sebesar-
manusia sebagaimana manusia itu sendiri kegiatannya mewajibkan baik laki-laki besar kemakmuran rakyat.”. Makna
pada saat yang sama mampu maupun perempuan dengan tanpa sebenarnya yang terkandung bahwa negara
mempengaruhi unsur-unsur tersebut.[1] memandang usia. Pendidikan sebagai diberikan hak penuh mengelolah sumber
Manusia dan lingkungan adalah dua sebuah kebutuhan hidup menuntut daya alam untuk kesejahteraan rakyat
unsur yang saling terkait dan tak dapat perubahan-perubahan yang terjadi yang dengan tanpa melakukan tekanan-tekanan
terpisahkan. Manusia dinilai sebagai aktor didasarkan pada tujuan hakiki baik secara yang melebihi batas kebutuhannya
utama dalam kerusakan lingkungan yang konseptual dan operasionalnya sehingga sehingga mengalami perubahan struktur
diasumsikan memiliki akar keserakahan, posisi yang diharapkan memperoleh kualitas ekologis. Namun seiring dengan
ketidakpuasan, dan tidak kemampuan problem solving dalam perkembangan global, tuntutan kebutuhan
bertanggungjawab, menjadikan alam berbagai tantangan, termasuk tantangan pragmatis yang dipengaruhi oleh paham
lingkungan sebagai obyek nilai, ekonomi kerusakan ekologi−lingkungan. liberal dan kapitalisme menjauhkan
dan kebutuhan hidup pragmatis. Potret Tujuan yang ingin diicapai oleh Al- makna-makna pesan yang seharusnya pro
kerusakan ekologi ini melalui eksploitasi Qur’an adalah membina manusia guna ekologi.
alam yang serampangan, hingga mampu menjalankan fungsinya sebagai Persoalan tersebut semestinya
menyebabkan terbatasnya sumber daya hamba Allah dan khalifahnya. Manusia dihadapi oleh aspek keagamaan melalui
alam, global warming (pemanasan global), yang dibina oleh makhluk yang memiliki citra pendidikan yang berbasis pendidikan
bencana alam, kepunahan ekosistem baik unsur-unsur material (jasmani) Islam dengan orientasinya membawa pada
darat dan laut, menurunnya kualitas dan inmaterial (akal dan jiwa). Pembinaan arah keadilan dan kesejahteraan manusia
lingkungan hingga menjadi sebuah akalnya menghasilkan ilmu. Pembinaan sebagai entitas yang hidup disekitar
ancaman pada system kehidupan (life jiwa menghasilkan kesucian dan etika, lingkungan. Pendidikan lingkungan hidup
system) manusia itu sendiri. Disisi lain sedangkan pembinaan jasmaniahnya sebagai salah satu strategi memerlukan
pengaruh dan paham materialisme dan menghasilkan keterampilan. Dengan stimulus lingkungan sosial sehingga
kapitalisme global serta pemanfaatan penggabungan unsur-unsur tersebut, pencapaian dalam pengurangan resiko dari
tekhnologi yang tidak tepat guna dan terciptalah makhluk dwidimensi dalam kualitas alam lingkungan dapat berdampak
nyata melalui upaya pendidikan tersebut. Pendidikan lingkungan adalah dua suatu kesatuan yang di dalamnya meliputi
Oleh karena itu persoalan-persoalan suku kata yang memiki makna yang berbagai jenis makhluk hidup baik
lingkungan yang diarahkan pada wilayah berbeda, pendidikan dapat diartikan tumbuhan, hewan dan manusia, dan atau
pendidikan Islam sangat urgen dalam sebagai usaha atau kegiatan yang meliputi merupakan tempat dimana manusia dan
kajian-kajian guna memperoleh pola bimbingan, pembinaan, pengajaran sesama manusia demikian pula makhluk
solutif karena pendidikan lingkungan dan sehingga seseorang atau individu dapat hidup lainnya saling berinteraksi.
pendidikan Islam memiliki signifikansi mengetahui dan memahami sesuatu serta Lingkungan hidup yang di dalamnya
keterkaitan. mempraktekkannya dalam kehidupannya terstruktur komponen yaitu manusia, tanah,
Tulisan ini mencoba mengemukakan secara nyata. Sedangkan lingkungan hidup air, hewan dan tumbuhan merupakan
model pendidikan lingkungan dalam beberapa pakar mendefinisikan seperti benda dari satuan yang ada disamping
khazanah pendidikan Islam sebagai salah Harun M. Husein mengemukakan bahwa udara dan api.
satu pandangan solutif terhadap masalah tempat, wadah, atau ruang yang ditempati Pendidikan lingkungan hidup dapat
ekologi−lingkungan. Oleh karena itu oleh makhluk hidup yang berhubungan dan dipahami sebagai suatu kegiatan yang
dalam mengeksplorasi integratif hal saling mempengaruhi satu sama lain, baik dilakukan untuk memberikan dorongan,
tersebut maka diketengahkan tiga rumusan antara makhluk-makhluk itu dengan alam bimbingan kepada seseorang atau
masalah pokok yaitu: (1) Bagaimana sekitarnya.[3] Lingkungan hidup adalah kelompok dalam upaya penyadaran dan
paradigma pendidikan Islam dan etika jumlah semua benda yang hidup dan yang tanggung jawab etis terhadap pelestarian
lingkungan?, (2) Bagaimana tinjauan tidak hidup serta kondisi yang ada dalam dan kelansungan lingkungan hidupnya.
problematika lingkungan?, (3) Bagaimana ruang yang kita tempati.[4] Dalam Dengan melalui pendidikan lingkungan
model pendidikan lingkungan yang Undang-Undang Perlindungan dan hidup maka seseorang dapat lebih
berbasis pendidikan Islam?. Dari hasil Pengelolaan Lingkungan Hidup Nomor 32 memahami eksistensinya sebagai manusia
eksplorasi tersebut tentunya diharapkan Tahun 2009 dijelaskan bahwa lingkungan yang membutuhkan lingkungan dan
dapat memberikan informasi dan hidup adalah kesatuan ruang sumber serta sandaran hidupnya sehingga
pemahaman terhadap berbagai pihak dengan semua benda, daya, keadaan, dan dapat mengambil peranan upaya
khususnya dalam etika-etika lingkungan, makhluk hidup, termasuk manusia dan pencegahan dan mengkomunikasikan
sekali gus mengambil peran otokritik dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu secara koheren kepada entitas individu atau
solutif serta menempatkan diri di sela-sela sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kelompok lainnya.
kekosongan ruang dalam dinamika dan kesejahteraan manusia serta makhluk
polemiknya lingkungan hidup masa kini. hidup lain.[5] C. Paradigma Pendidikan Islam dan
Dari beberapa pengertian tersebut Etika Lingkungan
B. Definisi Pendidikan dan Lingkungan dapat dipahami bahwa lingkungan hidup Istilah education, dalam bahasa
Hidup adalah tempat atau ruang yang memuat Inggris yang berasal dari bahasa
Latin educere berarti memasukkan sesuatu, seseorang (peserta didik) dapat sebagai salah satu media pendidikan
barangkali memasukkan ilmu ke kepala mengarahkan kehidupannya sesuai dengan memberikan pengaruh luar biasa terhadap
seseorang. Jadi disini ada tiga hal yang ideologi Islam. Melalui pendekatan ini, perkembangan kehidupan seseorang, disisi
terlibat; ilmu, proses memasukkan dan ia akan dapat dengan mudah membentuk lain dapat meningkatkan keimanannya
kepala orang, kalaulah ilmu itu memang kehidupan dirinya sesuai dengan nilai-nilai melalui penelahaan terhadap tanda
masuk di kepala. Dalam bahasa Arab ajaran Islam yang diyakininya.[7] kebesaran Tuhan (Allah SWT) melalui
digunakan beberapa istilah dalam Pendidikan Islam dirancang tidak tanda-tanda kosmos. Sebagaimana Nabi-
pendidikan Islam, seperti ta’alim, tarbiyah, hanya dalam menentukan corak hitam atau nabi dan rasul terdahulu alam memberikan
dan ta’dib. Ketiga istilah dipergunakan putih kehidupan seseorang, namun warna terhadap pola kehidupan dengan
untuk pengertian yang sama, namun ada mengarahkan pula dalam bingkai memahami kebesaran Tuhannya.
beberapa ahli yang berpendapat seperti al- kesadaran baik kesadaran bertauhid, Firman Allah yang
Attas yang dikutip oleh Hasan berkesadaran bahwa seseorang memiliki bersifat qauliyah yakni Al-qur’an dan
Langggulung, bahwa ta’lim hanya berarti hubungan vertikal kepada khaliknya, hadis shaih sebagai landasan sekali gus
pengajaran, jadi lebih sempit dari berkesadaran dalam memelihara sumber pokok pendidikan Islam, demikian
pendidikan. Dengan kata hubungannya dengan sesama manusia pula firman Allah yang
lain ta’lim hanyalah sebahagian dari sebagai insan yang sama dihadapan Tuhan, bersifat qauniyah yan terkait ciptaannya
pendidikan. Sedangkan kata tarbiyah, yang demikian pula berkesadaran dalam sebagai tanda kekuasaan dan kebesaran-
lebih luas digunakan sekarang di negara- berinteraksi dan memeliharan makluk Nya, ini membawa pada pengertian bahwa
negara Arab, terlalu luas. Sebab kata lainnya−atau alam lingkungannya. Arah kehidupan manusia yang salah satunya
tarbiyah juga digunakan untuk binatang pendidikan Islam yang memasyarakatkan berorientasi pada aspek pendidikan dan
dan tumbuhan dengan pengertian kesadaran manusia terhadap untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut
memeliharan, membela, menternak dan lingkungannya adalah aspek yang banyak mengacu pada sumber pokok keduanya,
lain-lain lagi. Sedangkan pendidikan yang dipraktekkan baik dalam forum-forum demikian halnya pada sifat qauniyah-Nya.
diambil dari education itu hanya untuk mimbar keislaman, forum seminar ilmiah Pendidikan Islam yang memiliki
manusia saja. Ta’dib, lebih tepat sebab hingga sosialisasi publik hal ini prinsip integral tak hanya membicarakan
tidak terlalu sempit sekedar mengajar saja, mengindikasikan betapa pentingnya persoalan metafisik, tetapi meliputi skala
dan tidak meliputi makhluk-makhluk lain dituntut kesadaran manusia dalam makro yaitu alam semesta−kosmologi.
selain dari manusia. Jadi ta’dib sudah memeliharan hubungannya dengan Oleh karena itu dalam pandangan Islam
meliputi kata ta’lim dan tarbiyah.[6] kosmos. Jika dikaitkan dengan pendidikan terhadap jagad raya ini segala fenomena
Ramayulis dan Syamsul Nizar keseharian maka alam lingkungan sangat alam ini adalah hasil ciptaan Allah dan
berpendapat bahwa pendidikan Islam berperan dan memberikan corak tunduk pada hukum-hukum mekenismen-
adalah suatu system yang memungkinkan pendidikan terhadap seseorang, lingkungan Nya sebagai sunnatullah, untuk itu
manusia harus dididik agar mampu memiliki pandangan yang tidak terbatas Dan Dia telah menundukkan
menghayati dan mengamalkan nilai-nilai untuk kemuliaan dirinya tetapi orientasi untukmu apa yang di langit dan apa yang
dalam hukum Allah tersebut. Manusia kemuliaannya adalah memuliakan manusia di bumi semuanya, (sebagai rahmat)
harus mampu mengorientasikan hidupnya lainnya, memuliakan makhluk hidup, serta daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang
kepada ketaatan dan kekuasaan yang memuliakan lingkungan sumber daya alam demikian itu benar-benar terdapat tanda-
berada di balik penciptaan alam raya serta (memuliakan alam−kosmos) dimana tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang
mengaktualisasikan melalui tingkah laku sebagai basis kehidupannya. Pendidikan berfikir. (QS.Al-Jatsiyah[45]:13.[11]
dan memfungsionalkan dengan merupakan kendaraan menuju terciptanya
perbuatan.[8] Hakikat pendidikan adalah keimanan dan kesadaran ilmiah sehingga
penyerapan informasi pengetahuan yang proses yang dilalui oleh menusia bersifat Dengan jelas ayat tersebut
sebanyak-banyaknya dan pengkajian yang dinamis dengan system yang utuh sehingga menginginkan manusia untuk merenungi
mendalam serta uji coba dan penerapannya tekad implementasi membawa pada ciptaan Allah yang berupa alam semesta.
dalam kehidupan manusia sehari-hari. perwujudan pendidikan melalui basis Memperlakukan alam lingkungan untuk
Pendidikan Islam harus tujuan pendidikan. pemanfataan sumber daya alamnya dengan
dikembangkan kearah penguasaan Studi ekologi manusia dalam cara-cara yang adil dengan tetap
pengajaran yang berhubungan dengan konteks pendidikan tidak lepas dari mengedepankan prinsip melindungi tanpa
fisika, kimia, biologi, astronomi, zologi, peranan manusia dan ekosistemnya yang berbuat kerusakan. Disamping itu manusia
vulkanologi, tentang kelautan, ilmu bumi, melibatkan unsur, subjek, audien, materi, sebagai khalifah (sebagai pemimpin di
agrobisnis, perbankan dan sebagainya. proses, media, tujuan dan efek. Manusia muka bumi) memiliki tugas dan tanggung
Pendidikan yang berkaitan dengan semua merupakan ciptaan Allah yang terbesar dan jawab mengurusi bumi dalam artian
itu diseimbangkan dengan pendidikan teristimewa diantara makhluk lainnya, menjaga kestabilan alam lingkungan
akidah akhlak, yaitu tentang keimanan, dan sehingga ia mampu mewujudkan perbuatan dengan mengedepankan kemakmuran.
ketauhidan, ikhtiar dan tawakkal, yang paling tinggi pula.[10] Manusia Perintah untuk tidak berbuat kerusakan di
silaturrahmi antar sesama manusia atau sebagai unsur kosmos dilengkapi dengan muka bumi ini firman Allah SWT dalam
publik relation, komunikasi massa, indra dan instrument untuk memahami Al-Qur’an Surat Al-A’raf menjelaskan
perpajakan, infaq, sedekah, hibah, hakikat keberlangsungan dan kelestarian yang artinya:
kewarisan dalam Islam dan sebagainya.[9] lingkungan sebagai obyek Dan janganlah kamu membuat
Oleh karena itu pendidikan Islam mengekspresikan system kehidupannya. kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah)
yang berkembang adalah bermaksud Pandangan Islam tentang alam memperbaikinya dan Berdoalah kepada-
memanusiakan manusia atau dengan kata dapat dilihat friman Allah dalam Surat Al- Nya dengan rasa takut (tidak akan
lain memuliakan manusia. Dalam konteks Jatsiyah [45]:13 yang artinya yaitu: diterima) dan harapan (akan dikabulkan).
ini manusia yang mulia tentunya pula Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat
kepada orang-orang yang berbuat menghubungkan agama sebagai dimensi saja. Problematika lingkungan banyak
baik. (QS. Al-A’raf [7]:56[12] etik dengan persoalan ekologi dalam upaya menuai simpati masyarakat dunia, hal ini
mengambil pelajaran dari krisis ekologi dapat dilihat dengan banyaknya digalakkan
Dalam ayat lain manusia dilarang yang terjadi, menjadi sangat urgen karena kegiatan-kegiatan upaya pencegahan dan
membuat kerusakan dimuka bumi (QS. Al- agama seringkali dipandang sebagai ajaran meminimalisir bentuk kerusakan
Qashash [28]:77, larangan terhadap yang hanya memberikan petunjuk- lingkungan. Fokus-fokus perhatian tersebut
manusia melakukan perusakan terhadap petunjuk kehidupan yang realistis dan menandakan betapa rumit dan
tumbuhan, manusia dan lingkungan normatif. kompleksnya permasalahan lingkungan
(QS.Al-Baqarah [20]:205, pentingnya hidup yang cukup mempengaruhi
menjaga keseimbangan (lingkungan atau D. Tinjauan Problematika Lingkungan kehidupan masyarakat dunia, ditambah
kosmos) (QS.Ar-Rahman [55]:6-9. Al-Qur’an telah menjelaskan banyaknya kepentingan pihak-pihak
Quraysh Shihab mengemukakan tentang kerusakan alam yang diperbuat terutama negara-negara maju yang terus
bahwa dalam pandangan agama, manusia oleh manusia, dan sebagai bagian dari mengembangkan kepentingan industrinya
dituntut untuk mampu menghormati kerusakan tersebut diperlihatkan pada ditengah diterjangan arus globalisasi masa
proses-proses yang sedang tumbuh dan mereka agar mereka dapat mengintrospeksi kini.
terhadap apa saja yang ada. Etika agama diri, dalam Surat Ar-Ruum: 41 yang Tingkat keparahan lingkungan
terhadap alam mengantarkan manusia artinya: mencapai titik drastis ketika manusia
untuk bertangggung jawab sehingga ia Telah nampak kerusakan di darat memasuki babak baru kehidupan yang
tidak melakukan perusakan atau dengan dan di laut disebabkan karena perbuatan bernama era “modern”. Manusia telah
kata lain “setiap perusakan terhadap tangan manusi, supaya Allah merasakan memiliki kemampuan akal untuk
lingkungan harus dinilai sebagai perusakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) mengelolah alam melalui tekhnologi
pada diri manusia sendiri. Hal ini tidak perbuatan mereka, agar mereka kembali canggih, melakukan eksploitasi tanpa batas
sejalan dengan sikap sementara tekhnoratis (ke jalan yang benar). (QS. Ar-Ruum [30] demi memanfaatkan sumber daya alam
yang memandang alam semata-mata : 41).[14] hanya memenuhi kebutuhan hidupnya.
sebagai alat untuk mencapai tujuan Paradigma manusia modernis yang telah
konsumtif manusia.[13] Manusia dan alam adalah dua mengalami pergeseran, alam yang
Manusia sebagai bagian dari entitas yang entah ungkapan apa yang menaklukkan manusia, kini manusia yang
ekologi tidak dapat melepaskan diri dari cocok untuk mengintegratifkan kedua menaklukkan alam mengakibatkan
kajian-kajian lingkungan sebab manusia ciptaan Tuhan tersebut. Paradigma tersebut manusia melakukan kerusakan lingkungan
merupakan unsur yang membawa tidak dapat diingkari bahwa bumi mekanis yang besar-besaran tanpa ada
pengaruh terbesar pada aspek kualitas dan alam bukan suatu produk inmateri pertimbangan hari esok akna bagaimana.
lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, yang tak semestinya dieksploitasi begitu
Menurut Nadjamuddin Ramly, bencana; (4). Kebijakan, lembaga, dan bentuk-bentuk kegiatan yang bersifat
paling tidak ada empat hal penting yang penyelenggaraan; (5). Sumber daya pesisir konservatif pada sumber daya alamnya.
menjadi problem bersama yang harus dan ekosistem terumbu karang.[16] Oleh karena itu lingkungan sumber daya
segera diselesaikan dalam waktu sesegera Mujiono Abdillah mengutip M.T. alam, lingkungan dan manusia memiliki
mungkin. Keempat permasalahan tersebut Zen.ed mengemukakan bahwa masa arti penting dan merupakan satu rangkaian
yaitu: Pertama, maraknya illegal loging di kontemporer modern ini lingkungan sudah yang saling mempengaruhi. Peranan
Indonesia dan beberapa negara lain, telah menjadi masalah besar, problem manusia sebagai fungsional ekologis
menunjukkan kian kritisnya permsalahan lingkungan sudah setua umur dunia membawa kecenderungan pada dua aspek
ini. Penggundulan hutan secara memang sangat kompleks, akan tetapi jika yaitu: Pertama, aspek potensi eksploitatif
serampangan dan tidak mengindahkan diteliti secara seksama sebenarnya yang berujung pada mencemari dan bahkan
norma-norma hukum maupun moral dan bersumber pada 5 aspek yaitu: Aspek memusnahkan lingkungan. Kedua, aspek
agama, telah menjadi sumber petaka yang dinamika kependudukan, eksploitasi konservatif sebagai bentuk dan tingkat
amat mengerikan. Kedua, lemahnya sumber daya alam dan lingkungan, kesadaran manusia terhadap
penegak hukum yang membuat para pertumbuhan ekonomi, perkembangan lingkungannya.
cukong kayu dan koruptor lingkungan sains dan tekhnologi, dan benturan Menurut Mujiono Abdillah,
dengan lihai dan mudah ‘membabat’ hutan terhadap lingkungan.[17] kesadaran lingkungan nampaknya terdapat
dan mencuri kekayaan alam beberapa tingkat. Dimulai dari tingkat
kita. Ketiga, masalah global waming atau E. Pendidikan Islam Sebagai Basis kesadaran ilmiah ekolologis yang bersifat
pemanasan bumi secara global, merupakan Pendidikan Lingkungan individual, kesadaran komunal sosial,
masalah lain dari lingkungan hidup yang 1. Agama Islam sebagai Pendekatan kesadaran politik pendidikan dan hukum,
cukup mendatangkan keprihatinan dari Kesadaran Lingkungan kesadaran kultural dan kesadaran spiritual.
banyak pihak, terutama dari kaum Salah satu pendekatan yang Kesadaran spiritual merupakan kesadaran
environmentalis. Persoalannya justru dianggap penting dalam upaya puncak tertinggi. Pengembangan kesadaran
disebabkan oleh pelaku menciptakan kesadaran akan pentingnya lingkungan dengan pendekatan agama
manusia. Keempat, lemahnya pemahaman kelestarian lingkungan adalah pendekatan Islam dapat dilakukan setidaknya dengan
terhadap masalah lingkungan hidup.[15] agama Islam. Kesadaran dua dimensi, yaitu dimensi teologi (aqidah)
Menurut World Bank (2010), lingkungan (environment dan dimensi syari’ah. Dimensi teologi
sumber permasalahan lingkungan utama di awareness) adalah bentuk sikap stabil yang menfokuskan kajiannya pada system
Indonesia dapat terangkum sebagai didukung oleh perasaan jiwa yang kuat keyakinan Islam berkaitan dengan
berikut: (1). Pemanasan global dan sehingga seseorang atau kelompok lingkungan Islam. Adapun dimensi
perubahan Iklim; (2). Pengelolaan hutan masyarakat (komunitas), bangsa memiliki syari’ah melahirkan fikih lingkungan
dan aliran air; (3). Penanggulangan perhatian terhadap lingkungannya melalui dengan titik berat perumusan panduan
operasional hidup berwawasan lingkungan lingkungan. Dengan ungkapan lain, kehidupan manusia. Sebab fakta spiritual
dengan bingkai norma hukum wajib, kerusakan, pencemaran, dan pemusnahan menunjukkan bahwa Allah SWT telah
haram, mubah, makruh dan sunnah.[18] lingkungan merupakan memberikan fasilitas daya dukung
Konsep teologis Islam sebagai fenomena antropogenik bukan teogenik. lingkungan bagi kehidupan manusia. Oleh
konsep dasar pembangunan yang utuh dan Maksudnya, penyebab dominan timbulnya karena itu secara yuridis fiqhiyah
menyeluruh, mewujudkan optimalisasi permasalahan lingkungan adalah berpeluang menyatakan bahwa dalam
pembangunan yang berwawasan akumulasi dari serangkaian prilaku perspektif hukum Islam status hukum
lingkungan. Pembangunan sebagai salah manusia yang menentang sunnah pelestarian lingkungan hukumnya adalah
satu aspek yang mempengaruhi lingkungan atau kontra ekologis.[19] Hal wajib. Hal ini didasarkan pada dua
keseimbangan ekosistem, pada dasarnya ini terdapat dalam Surat Ar-Rum ayat 9 pendekatan yakni pendekatan ekologis dan
perlu ditempatkan pada nilai-nilai yang artinya: pendekatan spiritual fiqhiyah Islamiyah.
fundamental agama khususnya Islam, Dan apakah mereka tidak Secara ekologis pelestarian lingkungan
karena pembangunan pada umumnya Mengadakan perjalanan di muka bumi dan merupakan keniscayaan ekologis yang
didasarkan pada pertimbangan ekonomi memperhatikan bagaimana akibat (yang tidak dapat ditawar oleh siapa pun dan
dan ekologi. Dalam pembangunan, sumber diderita) oleh orang-orang sebelum kapan pun, oleh karena itu, pelestarian
daya alam dan lingkungan sebagai basis mereka? orang-orang itu adalah lebihkuat lingkungan tidak boleh tidak harus
ekonomi dan aspek kebutuhan manusia, dari mereka (sendiri) dan telah mengolah dilakukan oleh manusia. Sedangkan secara
maka ekologi penting sebagai dasar bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih spiritual fiqhiyah Islamiyah Allah SWT,
pertimbangan manusia. Aktivitas manusia banyak dari apa yang telah mereka ternyata memiliki kepedulian ekologis
dalam pengelolaan sumber daya alam dan makmurkan. dan telah datang kepada yang paripurna.[21]
lingkungan melalui eksploitasi berlebihan mereka Rasul-rasul mereka dengan Berangkat dari uraian pendekatan
mengarahkan kondisi lingkungan pada membawa bukti-bukti yang nyata. Maka kesadaran lingkungan tersebut, maka
kerusakan yang bahkan akan membawa Allah sekali-kali tidak Berlaku zalim dalam mewujudkan gerakan lingkungan
ancaman pada system kehidupan kepada mereka, akan tetapi merekalah dapat ditelaah beberapa prospek langkah
manusia (human life system). yang Berlaku zalim kepada diri yaitu:
Agama Islam sebagai rahmatan sendiri. (QS. Ar-Ruum [30] : 9).[20] Pertama, Kecenderungan manusia
lilalamin, memberikan tinjauan dan spirit yang modernisme memandang
melalui nash Al-Qur’an. Al-Qur’an dengan Dalam dimensi syari’ah dalam hal lingkungan−alam (kosmos) tidak lagi
tegas menyatakan bahwa ekploitasi sumber ini fiqih pelestarian lingkungan, Islam bernilai melainkan hanya untuk
daya alam dan lingkungan yang dilakukan memberikan panduan yang cukup jelas kemanfaatan kehidupan ekonomis yang
oleh generasi tempo dulu benar-benar bahwa sumber daya alam dan lingkungan bermaterialis, maka pentingnya kesadaran
menjadi penyebab terjadinya kerusakan merupakan daya dukung lingkungan bagi masyarakat manusia dalam beragama dan
memaknai kandungan nilai-nilai spiritual budaya dan kesadaran lingkungan hidup merusak fungsi ekosistem tertentu adalah
lingkungan−alam (kosmos) sebagai hal melalui pembinaan yang bersifat integratif tindakan yang tidak bertanggung jawab,
yang mendasari terciptanya kesadaran dengan topik-topik problem sosial. tidak saja secara vertical kepada sang
lingkungan. Sayyed Hossein Nasr, Pentingnya diintegratifkan ini membawa pencipta tetapi juga secara horizontal
dalam “The Ecounter of Man pada aspek individu atau kelompok yang kepada alam, manusia dan makhluk hidup
Nature” sebagaimana dikutip oleh Nur tidak hanya fokus pada satu topik solutif lainnya harus menjadi landasan bagi
Kholis Setiawan, berpendapat bahwa dalam problem-problem social, tetapi lebih semua untuk mempertahankan
membangun etika lingkungan tanpa pada upaya solutif yang secara kehidupan.[24]
wawasan spiritual terhadap kosmos adalah berkesinambungan.
tidak mungkin sekaligus tidak berdaya Kelima, Untuk menanggulangi agar 2. Konsep Pengelolaan Lingkungan
guna. kerusakan alam tidak semakin merajalela. dalam Islam
Kedua, kutipan yang sama dari Harus ada upaya mengganti Pandangan manusia tentang ekologi
Gary Gardner berpendapat bahwa para pandangan antroposentris dengan lingkungan sebagai basis eksploitasi yang
pemerhati dan aktivis lingkungan perlu pandangan kosmologis. Nadjamuddin kecederungannya memiliki asumsi
menjalin kerjasama dengan kaum Ramly bahwasanya manusia sebagai pragmatis eksploitatif, menuntut para ahli
agamawan yang memiliki pengaruh besar bagian dari alam. Oleh karena itu, merumuskan kerangka paradigma tentang
terhadap masyarakat. Ia berharap agar visi antropocosmik ini harus dikedepankan eksploitatif terhadap lingkungan yang lebih
manusia modern tidak lagi meminggirkan untuk menggeser berasas pada tradisi Islam. Paradigma dan
agama dalam kehidupan global, dan visi antroposentrisme, oleh karena itu, gerakan muncul dari keinginan untuk
memulai visi dan sikap baru dengan dalam antropocosmic manusia tidak dapat survive dari kehancuran lingkungan.
menggandeng kaum agamawan dalam bertindak semaunya terhadap alam dan Paradigma yang terbentuk tentunya akan
menyelamatkan bumi.[22] tidak dapat menggunakan segala yang ada menjabarkan misi pelestarian lingkungan,
Ketiga, para pemimpin (penguasa) di alam dengan seenaknya untuk tuntutan yang demikian tidak hanya
penting mengarahkan dan memberikan kepentingan ekonomisnya. Manusia saat mengarah pada aspek individu namun lebih
ruang bagi masyarakat dalam pengelolaan ini perlu mengembangkan sebuah teologi pula pada aspek kolektif manusia.
sumber daya alam, lingkungan yang lingkungan hidup yang menjadikan alam J. Sundriyanto mengemukakan
berbasis ekologis konservatif dengan sebagai sahabat dan media untuk secara umum terdapat empat macam
mengedepankan standar kebutuhan dan mengabdi pada Tuhan.[23] paradigma tentang etika ekologi yaitu:
berasaskan pada nilai-nilai spiritualitas Tanggung jawab melalui prinsip- a. Etika egosentris. etika lingungan ini
Islam. prinsip agama dalam melestarikan memberikan memberikan penekanan pada
Keempat, bagi pendidik dalam lingkungan perlu diterjemahkan kedalam kepentingan individu. Apa yang baik bagi
Islam penting menekankan aspek-aspek etika kehidupan secara universal. Bahwa individu adalah baik bagi masyarakat.
Etika ini mendapat pijakan filosofisnya sehat. Seperti halnya manusia, semua dalam Islam akan mengarahkan materi
filsafat politik Thomas Hobbes bahwa benda dalam kosmos mempunyai tanggung kajiannya terhadap lingkungan yang
manusia pada dasarnya bersifat kompetitif. jawab moralnya sendiri. Etika ekosentris berpijak pada sumber dan nilai ajaran
Dalam logika egosentris, alam diberikan ini bersifat holistic lebih dari mekanistik agama Islam. Konsep etika lingkungan
kepada semua orang dan setiap orang harus dan metafisik. Salah satu yang mendasari dalam Islam, setidaknya didasarkan pada
bersaing untuk mendapatkan sumber- perspektif holistik ini adalah manusia dan lima prinsip yaitu:Tawhid, khilafah,
sumber alam tersebut. Di sini manusia non-manusia adalah satu. Dalam perspektif amanah, halal dan haram. Hal ini dapat
sebagai pelaku rasional memperlakukan ini tidak ada dualisme, tetapi manusia dan dijabarkan:
alam menurut insting-insting natural. alam merupakan bagian dari system 1) Tawhid
b. Etika homosentris. Etika ini menggaris organik yang sama.[25] Tawhid adalah poros dimana segala
bawahi model-model kepentingan sosial d. Etika ekofeminis. Etika model ini aktivitas kehidupan harus berpusat
dan pendekatan pelaku-pelaku lingkungan mendasarkan diri pada kasih sayang, padanya. Islam memandang bahwa alam
yang melindungi kesejahteraan kepedulian, kesetaraan, dan tanggung (lingkungan hidup) bersifat
masyarakat. Sebuah masyarakat harus jawab terhadap kehidupan lain dalam suatu menyatu (holistik) dan saling berhubungan
bertindak untuk kesejahteraan semua relasi setara dan harmonis dalam yang komponennya adalah Sang Pencipta
orang. Relasi manusia dengan alam komunitas ekologi.[26] alam dan makhluk hidup (termasuk
didasarkan pada sejauh mana dapat manusia). Hal ini artinya konsep yang
mendatangkan keuntungan sebanyak- Islam mempuyai konsep yang berkaitan dengan penyelamatan dan
banyaknya bagi manusia. Alam maupun sangat jelas tentang pentingnya konservasi, konservasi lingkungan (alam) itu menyatu
masyarakat digambarkan dalam pengertian penyelamatan, dan pelestarian lingkungan. dan tidak terpisahkan dengan konsep
organis-mekanistik. Oleh karena sifatnya Konsep Islam tentang lingkungan ini keesaan Tuhan (tawhid), syariah, dan
yang utilitarian, etika homosentris ini juga ternyata sebagian telah diadopsi dan akhlak. setiap tindakan atau prilaku
mengarah kepada pengurasan sumber daya menjadi prinsip ekologis yang manusia yang berhubungan dengan orang
alam, dengan dalih kebaikan dan dikembangkan oleh para ilmuan lain atau makhluk lain atau lingkungan
kepentingan masyarakat. lingkungan. Prinsip-prinsip ekologi ini hidupnya harus dilandasi keyakinan
c. Etika ekosentris. Etika model ini telah pula dituangkan dalam bentuk tentang keesaan dan kekuasaan Allah SWT
mendasarkan diri pada kosmos, menurut beberapa kesepakatan dan konvensi dunia yang mutlak[28]
etika ini, lingkungan secara keseluruhan yang berkaitan dengan lingkungan, akan Orientasi pendidikan tauhid disini
dipandang bernilai pada dirinya sendiri. tetapi konsep Islam yang sangat jelas diarahkan manusia (kelompok atau
Hal yang terpenting adalah tetap tersebut belum dimanfaatkan secara nyata individu) pada kesadaran lingkungan
bertahannya semua yang hidup dan non- dan optimal.[27] Konsep-konsep Islam dengan asas keyakinan bahwa alam
hidup sebagai komponen ekosisten yang disini sebagai prinsip etika lingkungan lingkungan dan manusia adalah ciptaan
Tuhan yang sama, terstruktur dalam ardy) (QS.Al-Baqarah [2]:30). Tugas (istiklaf atau tugas-tugas kekhalifahan).
system yang saling mempengaruhi. Upaya kepemimpinan manusia adalah sebagai Itulah ketiga unsur yang saling kait berkait,
pendidikan lingkungan dengan konsep pemegang amanah (menjaga hukum- sedangkan unsur keempat yang berada
kesadaran tauhid dapat menjadikan hukum Tuhan). Hal ini dapat disebut diluar adalah yang memberi penugasan itu
individu memaknai alam lingkungan yang sebagai prinsip kepemilikan, manusia yakni Allah SWT. Dalam hal ini yang
patut diperhatikan dan dilestarikan, disini diperuntukkan mengurusi bumi atau ditugasi harus memperhatikan kehendak
tidak hanya bisa dipraktekkan dalam dengan kata lain bumi diperuntukkan untuk yang menugasinya.[30]
lingkungan pendidikan secara formal tetapi manusia. Kepemilikan dalam artian bahwa 3) Halal dan Haram
terlebih melalui dakwah informal. bumi adalah kepunyaan Allah SAW yang Halal dan haram merupakan konsep
Pendidikan lingkungan melalui konsep diperuntukkan bagi hidup manusia dan dua sisi yang berbeda, ada yang
ketauhidan sangat penting karena tentunya dimensi kesadaran manusia dalam diperbolehkan dan ada yang tidak
persoalan ekologi yang global adalah menggunakan tetap menjadi prioritas diperbolehkan, hal ini sebagai suatu
persoalan moral yang menggelobal. utama. Hal ini didasarkan pada ayat Al- pembatas yang kuat yang mempengaruhi
2) Khilafah (Khalifah) dan Amanah qur’an yang artinya, “Dialah Allah yang tindakan manusia untuk tidak melakukan
Dalam konsep khilafah, manusia menciptakan untuk kamu segala apa yang perusakan terhadap tatanan ekosisten dan
tidaklah bebas begitu saja dari Tuhan, ada di bumi. (QS. Al-Baqarah [2]: 29). kehidupan manusia yang teratur.
tetapi harus bertanggung jawab kepada Disisi lain prinsip tanggung jawab manusia Pendidikan lingkungan hidup dengan
Tuhan atas segala aktivitasnya. Bumi terhadap kerusakan lingkungan adalah menekankan konsep halal dan haram dapat
beserta isinya adalah amanah dari Tuhan sebuah dimensi keharusan yang memuat membawa manusia pada kesadaran
yang harus dijaga dan dipelihara. Manusia kesadaran yang cinta akan lingkungan. bertindak terhadap alam lingkungannya.
dapat menggunakan amanah ini untuk Kekhalifahann ini mempunyai tiga Dalam pendangan Nur Kholis
kepentingannya, tetapi tidak memiliki hak unsur yang saling kait berkait, kemudian Setiawan, lingkungan alam ini dikontrol
mutlak terhadap segalanya. Amanah harus ditambah unsur keempat yang berada di oleh dua instrument, yakni halal dan
dijaga dan kemudian dikembalikan kepada luar, namun amat sangat menentukan haram. Halal bermakna segala sesuatu
pemiliknya. Manusia bertanggung jawab kekhalifahan dalam pandangan Al-Qur’an. yang baik, menguntungkan, menentramkan
atas segala penyimpangan dan Ketiga unsur pertama hati, atau yang berakibat baik bagi
penyalahgunaan terhadap amanah tersebut, yaitu; Pertama, manusia yang dalam hal seseorang, masyarakat atau lingkungannya.
dan jika ini terjadi, maka ia harus ini dinamai khalifah. Kedua, Alam raya, Sebaliknya, segala sesuatu yang jelek,
menerima resiko baik di dunia maupun di yang ditunjuk oleh ayat ke-21 Surah Al- membahayakan atau merusak seseorang,
akhirat.[29] Baqarah sebagai bumi. Ketiga, Hubungan masyarakat dan lingkungannya adalah
Khilafah adalah kepemimpinan antara manusia dengan alam dengan segala haram. Jika konsep tawhid, khilafah,
manusia di muka bumi (khalifatullah fil isinya, termasuk dengan manusia amanah, halal dan haram ini digabungkan
dengan konsep keadilan, keseimbangan, Berikut dapat dijabarkan teknik pendidikan kepada setiap orang baik pemimpin
keselarasan, dan kemaslahatan, maka tersebut: maupun anggota dalam masyarakat,
terbangunlah kerangka yang lengkap dan a. Pendidikan Melalui Teladan atau keluarga, lembaga pendidikan, hingga
komperehansif tentang etika lingkungan Keteladanan (Education Through instansi pemerintahan. Pendekatan dalam
dalam perspektif Islam.[31] Modeling) keteladanan dapat melalui upaya
Salah satu teknik pendidikan yang personalitas, hingga anjuran atau ajakan
3. Integratif Pendidikan Lingkungan dianggap efektif dalam pendidikan Islam dalam melakukan pelestarian suatu
Hidup dalam Pendidikan Islam adalah pendidikan keteladanan. Teknik lingkungan hendaknya dimulai dari yang
Alam lingkungan merupakan media pendidikan ini dinilai sebagai teknik yang mengajurkan sehingga turut mempengaruhi
belajar bagi manusia, karenanya, guna mudah dilakukan namun didalamnya individu dalam kalangan komunitasnya.
mengintegatifkan pendidikan lingkungan menuntut seseorang (individu) untuk b. Pendidikan Melalui
dalam pendidikan Islam, maka dapat mewujudkan unsur komitmen dan Nasehat (Education Through Advice)
diuraikan beberapa teknik integratif yaitu tanggung jawab penuh secara ikhlas. Di dalam jiwa terdapat pembawaan
melalui teknik-teknik pendidikan. Suri teladan adalah tekhnik yang untuk terpengaruh oleh kata-kata yang di
Muhammad Quthb[32] mengemukakan paling baik, dan oleh karena itu dengar. Pembawaan itu biasanya tidak
tekhnik pendidikan ini menjadi enam mendasarkan pendidikan di atas dasar tetap, dan oleh karena itu kata-kata harus
bagian yang dapat digunakan dalam demikian. Seorang anak seorang anak diulang-ulangi. Nasehat yang berpengaruh,
pendidikan lingkungan hidup yaitu, harus memperoleh teladan dari keluarga membuka jalannya kedalam jiwa secara
“tekhnik pendidikan melalui keteladanan, dan orang tua agar semenjak kecil sudah langsung melalui perasaan. Ia
melalui nasehat, melalui hukuman, melalui menerima norma-norma Islam yang menggerakkannya dan menggoncangkan
cerita-cerita, dan melalui pembiasaan”. berjalan berdasarkan konsepsi yang tinggi. isinya selama waktu tertentu. oleh karena
Dalam mengintegratifkan manusia harus memperoleh suri teladan itu dalam pendidikan, nasehat saja tidaklah
pendidikan lingkungan dalam teknik yang dari dalam masyarakat untuk cukup bila tidak dibarengi dengan teladan
pendidikan ini terhadap individu atau suatu membina mereka dengan sifat dan adat- dan perantara yang memungkinkan teladan
kelompok masyarakat maka dapat dicapai istiadat yang dikehendaki Islam.[33] itu diikuti dan diteladani. Nasehat yang
pemahaman terhadap bentuk-bentuk Dalam pendidikan lingkungan jelas dan dapat dipegang adalah nasehat
peristiwa dan problem lingkungan yang hidup teknik pendidikan melalui yang dapat menggantungkan perasaan dan
terjadi sehingga dapat tercipta kesadaran keteladanan dapat dikatakan sebagai suatu tidak membiarkan perasaan itu jatuh ke
lingkungan dan menemukan langkah- bentuk langkah praktis terhadap individu dasar bawah dan mati tak bergerak. Suatu
langkah positif pencegahan dan pelestarian tertentu atau komunitas masyarakat. keteladanan yang baik, maka nasehat akan
lingkungan secara berkesinambungan. Keteladanan dan kesadaran terhadap sangat berpengaruh di dalam jiwa dan
pelestarian lingkungan hidup dituntut tidak akan menjadi sesuatu yang sangat
besar dalam pendidikan rohani. Seterusnya Integratif pendidikan lingkungan mengakibatkan ia senang, benci atau
teladan itu dari segi lain mutlak diperlukan, hidup dalam konsep pendidikan seperti ini merasa kagum. Islam menyadari sifat
hal itu karena di dalam jiwa itu terdapat hampir sama dengan model pendidikan alamiah manusia untuk menyenangi cerita
berbagai dorongan yang asasi dan terus pada umumnya, yaitu pendidikan melalui itu dan menyadari pengaruhnya yang besar
menerus memerlukan pengarahan dan hukuman yang pada dasarnya tidak terhadap perasaan. Oleh karena itu Islam
pembinaan. Ini memerlukan adanya diperbolehkan, karena masih memiliki mengeksploitasi cerita itu untuk dijadikan
nasehat. Kadang-kadang ada orang yang implikasi terhadap nasehat dan keteladanan salah satu teknik pendidikan.[36]
bisa langsung mengerti nasehat yang baik, sebagai alternatif, hal ini sangat cenderung Teknik pendidikan melalui cerita
tetapi ada pula yang cepat mengerti kalau berlaku dalam lembaga pendidikan baik dalam pendidikan lingkungan hidup dapat
hanya nasehat saja.[34] formal, non formal dan lembaga dilakukan dengan mengeksplorasi terhadap
c. Pendidikan Melalui pendidikan informal. Namun dalam muatan-muatan peristiwa dan problematika
Hukuman (Education Through kondisi dan realitas tertentu hukuman lingkungan yang terjadi baik pada masa
Punishment) dapat diwujudkan terhadap seseorang atau lampau dan masa kini yang dapat
Bila teladan tidak mampu dan kelompok yang dalam artian ini yang membawa pada aspek kerugian manusia
begitu juga nasehat, maka waktu itu harus melakukan praktek terhadap perusakan (bencana alam). Upaya pendidikan seperti
diadakan tindakan tegas yang dapat lingkungan sehingga kestabilan dan ini efektif digunakan dalam lembaga
meletakkan persoalan di tempat yang kualitas lingkungan mengalami penurunan. pendidikan ditingkat dasar, dalam wadah
benar. Tindakan tegas itu adalah hukuman, d. Pendidikan Melalui Cerita (Education masyarakat pada umumnya melalui
kecenderungan-kecenderungan pendidikan Through Stories) mimbar khutbah, ceramah, dan majelis
modern sekarang memandang tabu Cerita mempunyai daya tarik yang taklim. Teknik pendidikan ini dapat pula
hukuman itu, memandang tidak layak menyentuh perasaan. Apa daya tarik itu melalui sosialisasi pencegahan kerusakan
disebut-sebut. Hukuman sesungguhnya dan bagaimana pengaruhnya terhadap jiwa, lingkungan, dan sosialisasi gerakan hijau
tidaklah mutlak diperlukan. Ada orang- belum ada seorang pun yang mengetahui lingkungan.
orang yang baginya teladan dan nasehat secara pasti. Pembaca atau pendengar e. Pendidikan Melalui
saja sudah cukup, tidak perlu lagi dihukum sebuah cerita tidak dapat tidak bersikap Kebiasaan (Education Through
dalam hidupnya, tetapi manusia itu tidak kerjasama dengan jalan cerita dan orang- Customs)
sama seluruhnya diantara mereka ada yang orang yang terdapat di dalamnya. Sadar Kebiasaan, kedudukannya sangat
perlu dikerasi sekali-sekali. Namun atau tidak, ia telah menggiring dirinya istimewa dalam kehidupan manusia. Ia
pendidikan dengan hukuman harus untuk mengikuti jalan cerita, menghemat−banyak sekali kekuatan
diimbangi dan disempurnakan dengan menghayalkan bahwa ia berada dipihak ini manusia−karena sudah menjadi kebiasaan
pendidikan yang berbentuk ajaran- dan itu, dan sudah menimbang-nimbang yang sudah melekat dan spontan−agar
ajaran.[35] posisinya dengan posisi tokoh cerita, yang kekuatan itu dapat dipergunakan buat
kegiatan-kegiatan dilapangan lain seperti F. Konsepsi Strategi Pendidikan dan tersendiri yang terkait upaya pendidikan
untuk bekerja, memproduksi dan mencipta. Kebijakan Terhadap Lingkungan dan pelestarian lingkungan hidup atau
Bila pemberian seperti itu tidak diberikan Hidup perumusan ilmu pelestarian lingkungan
Tuhan kepada manusia, maka tentu Problematika lingkungan, tidak hidup yang terintegral dengan kajian ajaran
mereka−sebagaimana sudah kita hanya dapat dipandang satu sisi melalui Islam.
katakan−akan menghabiskan hidup mereka penyelesaiannya yang bersifat pemahaman d. Kegiatan-kegiatan yang bernuangsa
untuk belajar berjalan, berbicara dan namun tentunya pula penting ekstrakurikuler pada lembaga pendidikan
berhitung. Islam mempergunakan diintegratifkan ke dalam upaya dukungan- penting lebih mengarah pada kegiatan yang
kebiasaan itu sebagai salah satu teknik dukungan kebijakan terhadap tindakan berbasis pelestarian lingkungan dengan
pendidikan. Lalu ia mengubah seluruh (gerakan lingkungan) yang tentunya mengintegratifkan misi organisasi dengan
sifat-sifat baik menjadi kebiasaan, ditopang oleh hukum Islam, adat maupun aspek nilai-nilai Islam.
sehingga jiwa dapat menaikkan kebiasaan hukum nasional. Hal ini dapat pula e. Pentingnya penyusunan program
itu tanpa terlalu payah, tanpa kehilangan diformulasikan sekaligus disimpulkan kegiatan yang berbasis pelestarian
banyak tenaga, dan tanpa menemukan kedalam beberapa konsep strategis yang lingkungan hidup di institusi pemerintahan
banyak kesulitan.[37] menunjang konsep-konsep sebelumnya formal dan swasta.
Pembiasaan merupakan strategi yaitu: 2. Pendekatan strategis makro,
yang tepat pula dalam pendidikan, 1. Konsep strategis mikro, adapun a. Perlunya mengintensifkan penegakan
pendidikan lingkungan lingkungan hidup konsep tersebut yaitu: hukum, dengan mengintegrasikan hukum
melalui kebiasaan−pembiasaan akan a. Penanaman nilai-nilai Islam (konsep- nasional dengan hukum Islam. Upaya
melahirkan individu beraktivitas konsep Islam) pendidikan lingkungan penyelamatan lingkungan melalui
lingkungan yang menghormati asas-asas hidup dalam kegiatan-kegiatan di lembaga- penegakan hukum terhadap aktor-aktor
lingkungan secara rutin dan berkelanjutan. lembaga pendidikan, baik pada lembaga yang menyalahgunakan dan merusak
Pendidikan lingkungan hidup hendaknya pendidikan formal, non formal, media tatanan lingkungan akan memberikan efek
dapat dibiasakan sejak dini dengan massa, dan lembaga-lembaga sosial lainya. jerah, namun disini diperlukan komitmen
menekankan prinsip-prinsip pembiasaan b. Pendidikan lingkungan hidup tepatnya pemerintah, penegak hukum dan
positif, baik secara indvidu, kelompok, diorientasikan pada masa kini terkhusus masyarakat untuk mewujudkannya.
bergotong royong melalui gerakan terpadu generasi usia dini dan usia sekolah dengan b. Pentingnya dilakukan pengkajian ulang
seperti pencegahan erosi (reboisasi), menekankan konsep ketauhidan. terhadap konsep-konsep pengelolaan
membiasakan diri dan orang lain c. Dalam pendidikan formal, tidak hanya sumber daya alam dengan cara mengubah
menciptakan kondisi lingkungan yang penting diintegratifkan materi muatan lokal pola pikir atau minsed paragdigm dengan
tetap stabil. dengan kurikulum pendidikan nasional menjadikan etika dan hukum Islam sebagai
tetapi lebih pada perumusan kurikulum dasar pengelolaan sumberdaya alam yang
berbasis kelestarian lingkungan. Ali Yafie
menambahkan bahwa perlu ada upaya
sistematis untuk membangun kesadaran
lingkungan hidup, mengubah kerangka
pandangan yang akan berimplikasi pada
perlakuan kita kepada alam. Alam adalah
bagian dari kehidupan, dan alam itu sendiri
hidup.[38]
c. Gerakan-gerakan lingkungan akhir-akhir
ini yang banyak dicetuskan oleh para
aktivis lingkungan sangat marak dalam
lembaga pendidikan dan masyarakat, yang
terkadang dipandang sebelah mata.
Gerakan-gerakan yang timbul dan banyak
terorganisir semisal LSM pemerhati
lingkungan penting kiranya mendapat
bimbingan, perhatian dan dorongan dari
berbagai pihak lapisan masyarakat dan
khususnya pemerintah. Jika ditinjau dari
aspek peranannya, sungguh sangat
memiliki potensial dalam upaya pelestarian
lingkungan sebab tidak sedikit diantaranya
yang terjun lansung ke lapangan dalam
berbagai penelitian, inventarisasi, maupun
konservasi lingkungan.
lingkungan dan pendidikan Islam
(yang terintegratif).