Anda di halaman 1dari 4

AKUNTANSI MANAJEMEN

NAMA : LAVENIA V Y REPPI

NIM : 17061102056

KELAS : 5B/1

Latihan 6.6

PT. Mitra Karya adalah produsen filling cabinet yang berlokasi di Surabaya. Kapasitas
produksi perusahaan ini dalam satu tahun sebesar 4.000 unit filling cabinet.

Untuk menghasilkan produk volume tersebut, biaya tetap total yang dikeluarkan
terdiri dari:

• Biaya overhead tetap sebesar Rp.320.000.000


• Biaya pemasaran tetap sebesar Rp.110.000.000
• Biaya administrasi & umum sebesar Rp.290.000.000

Sedangkan biaya variable yang dibutuhkan oleh setiap unit produk terdiri dari:

• Biaya bahan baku sebesar Rp.250.000 per unit produk


• Biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp.50.000 per unit produk
• Biaya overhead variabel sebesar Rp.60.000 per unit produk
• Biaya pemasaran variabel sebesar Rp.40.000 per unit produk

Pada tahun 2013, perusahaan menjual produknya dengan harga Rp.1.000.000 per unit,
dan pada tahun 2014 perusahaan tidak berencana menaikkan harga jual produknya.

Data volume penjualan perusahaan pada tahun-tahun sebelumnya adalah sebagai


berikut:

Volume
Tahun Penjualan
2008 2.126
2009 2.374
2010 2.725
2011 2.942
2013 3.167
Berdasarkan data dan keterangan tersebut, buatlah anggaran laba PT. Mitra Karya untuk
tahun 2014 dengan metode pragmatis dan menggunakan volume penjualan historis
sebagai landasan perhitungan!

Jawaban ::

Volume
Tahun Tahun ke Penjualan Xi Xi.Yi Xi2

2008 0 2.126 -2 (4.252) 4

2009 1 2.374 -1 (2.374) 1

2010 2 2.725 0 0 0

2011 3 2.942 1 2.942 1

2013 4 3.167 2 6.334 4

13.334 2.650 10

a = 13.334 : 5 = 2.666,8

b = 2.650 : 10 = 265

x=3

Penjualan tahun 2014 Y = a+ b.x

= 2.666,8 + 265 (3)

= 3.461,8 unit

Karena volume penjualan yang harus dicapai dengan metode tersebut adalah 3.461,8 unit,
maka harus dibulatkan menjadi 3.462 unit. Volume penjualan sebesar 3.462 unit tersebut
akan dijadikan titik tolak dalam menyusun anggaran laba perusahaan untuk tahun 2014.

Berdasarkan proyeksi penjualan tahun 2014 tersebut, perusahaan dapat menyusun


anggaran laba tahun 2014 sebagaimana berikut ini:
Anggaran Laba Tahun 2014 (Metode Pragmatis)

Penjualan 3.462.000.000

Harga Pokok Penjualan:

Biaya Bahan Baku 865.500.000

Biaya Tenaga Kerja Langsung 173.100.000

Biaya Overhead 527.720.000

Biaya Produksi 1.566.320.000

Persediaan Awal Barang Jadi 0

Persediaan Total Barang Jadi 1.566.320.000

Persediaan Akhir Barang Jadi 0

Harga Pokok Penjualan (1.566.320.000)

Laba Kotor 1.895.680.000

>> Biaya Operasi:

Biaya Pemasaran 248.480.000

Biaya Administrasi & umum 290.000.000

(538.480.000)

Laba Usaha Dianggarkan 1.357.200.000

Dari table tersebut terlihat bahwa dengan bertitik tolak pada volume penjualan yang
ditetapkan sebesar 3.462 unit untuk tahun 2014, perusahaan akan memperoleh laba usaha
sebesar Rp.1.357.200.000.

Anggaran laba tersebut terdiri dari berbagai unsur yang saling terkait, mulai
anggaran penjualan hingga anggaran biaya produksi dan anggaran biaya operasi, dengan
perincian sebagai berikut:
- Penjualan = Rp. 1.000.000 x 3.462
= Rp. 3.462.000.000

- Biaya Bahan Baku = Rp. 250.000 x 3.462

= Rp. 865.500.000

- Biaya Tenaga Kerja = Rp. 50.000 x 3.462


= Rp. 173.100.000

- Biaya Overhead = Biaya OH tetap + Biaya OH Variabel


= Rp. 320.000.000 + ( 3.462 unit x Rp. 60.000)
= Rp. 527.720.000

- Biaya Pemasaran = Rp. Pemasaran Tetap + Pemasaran Variabel


= Rp. 110.000.000 + ( 3.462 unit x Rp. 40.000)
= Rp. 248.480.000

- Biaya Administrasi = Rp. 290.000.000.