Anda di halaman 1dari 2

Nama : Winarni Jhon

NIM : 19712251004
Pendidikan Dasar Pasca Sarjana 2019 1 A
Tugas : Analisis singkat terkait literasi dan politik serta kebangsaan

Ringkasan berita 1 yang berjudul “Tito Ungkap Penyebab Kerusuhan Wamena, Dari Isu
Rasis hingga Penyusup “
Kapolri Jenderal Pol Tito mulai mengidentifikasi penyebab kerusudan yang terjadi di
Wamena, Papua. Data awal mengarah pada dugaan adanya berita bohong atau hoax yang
tersebar di kalangan pelajar SMA. Tito menjelaskan, isu yang beredar di kalangan siswa bahwa
ada seorang guru yang menyebut anak didiknya dengan sebutan kera. Namun, setelah didalami,
guru tersebut sebetulnya mengucapkan kata keras. Isu yang beredar yaitu guru tersebut bersifat
rasis sehingga menimbukan demonstrasi hingga berujung kerusuhan melibatkan lempar batu,
pembakaran sejumlah bangunan di depan kantor Bupati Wamena.

Ringkasan berita 2 yang berjudul “ Penyebar Hoax di Wamena Belum Terungkap,


Kapolda Papua; Masih Dicari”
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan pihaknya tengah melakukan
pengejaran terhadap pelaku penyebar berita bohong terkait kerusuhan di Wamena. Ia juga
menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan berita hoaks.

Analisis literasi, politik dan kebangsaan

Berdasarkan beberapa berita di atas, terdapat kesamaan informasi yang di dapatkan yaitu
adanya berita bohong atau hoax yang menyebabkan terjadinya kerusuhan anarkis di wamena,
Papua sehingga banyak warga yang terluka, kehilangan tempat tinggal, tempat usaha, rusaknya
fasilitas umum pemerintah, siswa tidak dapat belajar dengan nyaman dll. Pihak- pihak yang
terprovokasi oleh berita hoaks merupakan akibat dari kurangnya pengetahuan dan informasi
mengenai isu yang terjadi serta kurangnya kemampuan dalam memahami dan menganalisis
informasi yang diperoleh. Keadaan ini dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk melakukan
provokasi dan mengumpulkan massa untuk melakukan tindakan anarkis kepada pemerintah.
Timbullah isu bahwa adanya “pemerintahan yang buruk”, “pemerintah pilih kasih”, “Papua anak
emas sekaligus anak tiri Indonesia”. Jika keadaan seperti ini terus berlanjut, dikhawatirkan
kejadian “Timor-timor lepas dari wilayah Indonesia 2” akan terulang kembali. Hal seperti ini
sangat berbahaya bagi stabilitas suatu negara khusunya negara yang kaya akan sumber daya alam
dan budayanya seperti Indonesia. Pemakaian hoaks dengan muatan isu SARA, harus menjadi
kewaspadaan masyarakat agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Kemampuan
memproduksi hoaks yang jauh lebih banyak dan cepat disbanding upaya pencegahan dan
pemberantasannya harus diantisipasi dengan dengan pembekalan literasi digital dan literasi non-
digital, sehingga masyarakat mampu membedakan hoaks dan tidak mudah terpancing provokasi
yang dapat mengobarkan konflik. Seperti misalnya, masyarakat lebih berhati-hati dalam
membaca berita yang tidak memiliki sumber yang jelas, tidak bertindak tergesa-gesa dalam
mengambil suatu tindakan, tidak mudah terprovokasi oleh pihak lain serta menambah
pengetahuan dan informasi mengenai permasalahan di lingkungan di sekitar seperti misalnya isu
politik.

Oleh karena itu, ada hubungan antara literasi, politik dan kebangsaan dalam suatu negara.
Menurut Bernard Crick (2006), literasi politik adalah pemahaman praktis tentang konsep-konsep
yang diambil dari kehidupan sehari-hari dan bahasa, merupakan upaya memahami seputar isu
politik, keyakinan para kontestan, bagaimana kecenderungan mereka mempengaruhi diri sendiri
dan orang lain. Literasi politik sangat diperlukan untuk mengatasi masalah hoaks yang terjadi di
Wamena, Papua. Masyarakat yang tidak dibelaki dengan pengatahuan dan sumber yang cukup,
tidak mampu membedakan informasi atau berita yang diperolehnya benar atau salah sehingga
mereka lebih mudah diprovokasi dan dimanfaatkan oleh pihak lain. Sebaliknya, masyarakat yang
memiliki pemahaman literasi politik, tidak akan mudah terpengaruh oleh sebuah hoaks dan
ujaran kebencian serta masyarakat akan memiliki kemampuan dan kesadaran dalam membaca
situasi yang terjadi. Dari pihak pemerintah, diperlukan tindakan preventif dan tindakan lebih
lanjut agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan tidak menyebar ke daerah maupun kota
lainnya di Indonesia.