Anda di halaman 1dari 37

Perhatikan pernyataan berikut!

1. Masyarakat memprotes pembangunan tower di lingkungan padat penduduk.


2. Bencana kekeringan sering melanda masyarakat Gunung Kidul, Jawa Tengah.
3. Disorganisasi keluarga menyebabkan kenakalan remaja.
4. Turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar menyebabkan naiknya harga barang impor.
5. Lembaga kesehatan menyosialisasikan dampak merokok bagi kesehatan masyarakat.

Objek kajian Sosiologi ditunjukkan oleh pernyataan pada angka...

A. 1),2), dan 3)
B. 1),2), dan 4)
C. 1),3), dan 5)
D. 2),4), dan 5)
E. 3),4), dan 5)

Jawaban : C
Angka 2) tidak tepat karena merupakan kajian ilmu Geografi, sedangkan angka 4) merupakan
kajian ilmu ekonomi

2. Seorang sosiolog melakukan penelitian mengenai pola interaksi dan kebudayaan masyarakat
pekerja tambang batu bara di Kalimantan. Berdasarkan kegiatan peneliti tersebut, Sosiologi
memiliki fungsi ...

A. menyelesaikan sengketa tambang


B. membangun komunitas masyarakat
C. menelusuri kegiatan pekerja tambang
D. mengkaji hubungan sosial masyarakat
E. mengkaji hubungan masyarakat dengan alam

Jawaban : D
Pilihan A tidak tepat karena menunjukkan fungsi Sosiologi sebagai solusi masalah sosial. Pilihan
B dan C tidak tepat karena menunjukkan Sosiologi sebagai perencanaan dan pembangunan sosial.
Pilihan E tidak tepat karena tidak relevan dengan soal.

3. Ketika berangkat sekolah Bagas melihat temannya mengalami kecelakaan tunggal. Bagas segera
membawa temannya ke rumah sakit terdekat. Berdasarkan ilustrasi tersebut, faktor yang
memengaruhi interaksi sosial adalah ...

A. sugesti
B. empati
C. simpati
D. motivasi
E. identifikasi

Jawaban : B
Pilihan A tidak tepat karena ilustrasi soal tidak menunjukkan sikap menerima pendapat orang lain
tanpa pikir ulang. Pilihan C tidak tepat karena ilustrasi soal tidak menunjukkan perasaaan
ketertarikan seseorang terhadap orang lain berkaitan dengan penampilan dan pelakunya. Pilihan D
tidak tepat karena ilustrasi soal tidak menunjukkan adanya dorongan baik dari dalam maupun luar
diri seseorang untuk melakukan tindakan. Pilihan E tidak tepat karena ilustrasi soal tidak
menunjukkan keinginan menjadi sama (identik) dengan pihak lain.

4. Semua peserta didik SMA X selalu berdoa sesuai keyakinan masing-masing sebelum memulai
pelajaran. Kebiasaan tersebut dilakukan setiap pagi agar mendapatkan kemudahan dalam kegiatan
pembelajaran. Unsur yang memengaruhi keteraturan sosial berdasarkan ilustrasi tersebut ialah ...

A. pola perilaku
B. tertib sosial
C. kebiasaan
D. keajekan
E. order

Jawaban : D
Pilihan A tidak tepat karena tidak menunjukkan pola hubungan yang tepat dan ajek dalam interaksi
sosial yang menjadi model bagi anggota masyarakat atau kelompok. Pilihan B dan E tidak tepat
karena ilustrasi soal tidak menunjukkan pelaksanaan hak dan kewajiban. Pilihan C tidak tepat
karena kebiasaan bukan merupakan unsur pembentuk keteraturan sosial.

5. Interaksi sosial dapat terjadi antar individu, individu dan kelompok, kelompok dan individu,
serta antar kelompok. Interaksi sosial antar kelompok dan kelompok ditunjukkan oleh pertanyaan
...

A. Pak guru menasihati Arya karena sering terlambat sekolah


B. Ketua regu pramuka memberi aba-aba kepada anggota kelompoknya
C. Mia minum teh sambil bercengkerama dengan ibunya didepan rumah
D. Komandan polisi memimpin upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia
E. Polisi bersama satpol PP menertibkan kawasan hiburan malam

Jawaban : E
Kerjasama antara polisi dan satpol PP menunjukkan salah satu kelompok menjadi subjek dan
kelompok lain menjadi objek dalam interaksi sosial.

6. Pihak managemen PT Berlian Jaya menunjuk seorang akuntan untuk memeriksa kondisi
keuangan perusahaan. Jajaran direktur dan para staf menyetujui pengangkatan staf akuntan
tersebut. Bentuk kerja sama berdasarkan ilustrasi tersebut adalah ...
A. joint venture
B. bargaining
C. kompromi
D. kooptasi
E. koalisi

Jawaban : D
Kooptasi adalah bentuk kerjasama yang dilakukan dengan menyepakati pimpinan yang ditunjuk
untuk mengendalikan jalannya organisasi / kelompok.

7. Beberapa orang ingin bekerja diluar negeri dengan harapan memperoleh gaji lebih besar
daripada bekerja di negeri sendiri. Kondisi ini memotivasi beberapa orang untuk bekerja diluar
negeri dengan berbagai cara. Dampak negatif gejala sosial tersebut adalah ...

A. jumlah tenaga kerja asal Indonesia sedikit


B. lapangan kerja dalam negeri terbuka lebar
C. devisa dan pendapatan negara akan meningkat
D. budaya lokal tersebar di mancanegara
E. aksi perdagangan manusia meningkat

Jawaban : E
Pilihan jawaban A tidak tepat karena tidak relevan dengan soal, sedangkan pilihan B, C, dan D
merupakan dampak positif dari ilustrasi soal.

8. Perhatikan ciri-ciri berikut!

1. Mengarahkan seseorang pada kemajuan


2. Bersifat lokal dan etnosentris
3. Tidak dapat diterapkan dalam masyarakat yang memiliki sistem sosial berbeda
4. Mengarahkan untuk mencapai cita-cita bersama
5. Hanya berlaku untuk sekelompok orang di wilayah tertentu

Ciri-ciri nilai disintegratif ditunjukkan oleh pernyataan pada angka ...

A. 1), 2) dan 3)
B. 1), 3), dan 5)
C. 2) , 3), dan 4)
D. 2), 3), dan 5)
E. 4), 3), dan 5)

Jawaban : D
Angka 4) dan 1) tidak tepat karena merupakan ciri-ciri nilai integratif.

9. Pada awal tahun ajaran peserta didik baru wajib mengikuti kegiatan Masa Orientasi Peserta
Didik (MOPD). Kegiatan tersebut biasanya diselenggarakan oleh OSIS. Melalui kegiatan tersebut,
peserta didik dapat mengenal lingkungan, teman, dan guru-guru baru. Peserta didik juga
dikenalkan dengan berbagai peraturan yang berlaku. Selain itu, peserta didik diharapkan memiliki
sikap tertib dan disiplin dalam mematuhi peraturan. Media sosialisasi yang digunakan untuk
menanamkan nilai dan norma berdasarkan uraian tersebut adalah...

A. kelompok bermain
B. lingkungan kerja
C. media massa
D. keluarga
E. sekolah

Jawaban : E

10. Redo merupakan mahasiswa tingkat akhir yang belum menyelesaikan skripsinya. Ia menjadi
pemalas sejak mengenal Joni yang sering mengajaknya nongkrong dan mabuk-mabukan.
Akibatnya, skripsinya terbengkalai dan Redo terancam drop out. Dampak sosialisasi berdasarkan
ilustrasi tersebut adalah ...

A. mengubah kebiasaan buruk seseorang


B. mempererat interaksi sosial antarindividu
C. menyebabkan seseorang berperilaku menyimpang
D. membantu individu beradaptasi dengan lingkungan
E. merusak norma kesopanan yang berlaku dalam masyarakat

Jawaban : C
Pilihan A tidak tepat karena pergaulan Redo justru mengubah kebiasaan baiknya. Pilihan B dan D
tidak tepat karena bukan merupakan fokus pertanyaan soal. Pilihan E tidak tepat karena perilaku
menyimpang yang tampak pada soal termasuk pelanggaran norma agama dan norma hukum.

11. Perhatikan ilustrasi berikut!

Masyarakat Jawa Barat memiliki ragam seni dan budaya. Untuk menjaga kelestarian budaya,
pemerintah daerah Jawa Barat memasukkan mata pelajaran muatan lokal di sekolah dasar hingga
sekolah menengah atas. Adapun materi yang diajarkan diantaranya tarian tradisional, lagu daerah,
dan bahasa daerah.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, sosialisasi yang dilakukan pemerintah bertujuan agar generasi muda
...

A. menjaga integrasi antar kelompok


B. memahami nilai-nilai budaya daerah
C. menjaga hubungan sosial masyarakat
D. menjaga perilaku sesuai harapan pemerintah
E. menjagam keteraturan hidup dalam masyarakat

Jawaban : B
Berdasarkan ilustrasi tersebut, sosialisasi berfungsi sebagai sarana pewarisan budaya. Masyarakat
terutama generasi muda diharapkan selalu menyesuaikan diri dengan nilai dan norma adat istiadat.

12. Peraturan yang telah dibuat oleh pihak berwenang merupakan salah satu sarana pengendalian
sosial. Apabila terdapat anggota masyarakat yang melanggar peraturan akan mendapatkan sanksi.
Pemberian sanksi tersebut termasuk jenis pengendalian sosial represif yang bertujuan ...

A. mengembalikan keserasian yang pernah terganggu


B. mengendalikan mayarakat dengan kekerasan
C. membentuk pola interaksi baru dalam masyarakat
D. menciptakan kaidah baru dalam masyarakat
E. mencegah terjadinya disintegrasi sosial

Jawaban : A

Pengendalian represif merupakan pengendalian yang dilakukan setelah terjadi penyimpangan


sosial.

13. Perhatikan contoh perilaku menyimpang berikut.

1. Beberapa pemuda mabuk dan menjambret pengendara sepeda motor di jalan.


2. Seorang bendahara melakukan penggelapan uang perusahaaan.
3. Para tamu undangan pernikahan menikmati makanan dengan posisi berdiri.
4. Penipuan oleh suatu organisasi berkedok penyalur bantuan bencana alam.
5. Sena terlambat datang ke sekolah karena bangun kesiangan.

Perilaku menyimpang berupa tindak kriminal ditunjukkan oleh angka ...

A. 1),2), dan 3)
B. 1),2), dan 4)
C. 2),3), dan 4)
D. 2),4), dan 5)
E. 3),4), dan 5)

Jawaban : B
Angka 3) dan 5) merupakan contoh penyimpangan primer.
14. Sofi merupakan seorang penyanyi terkenal di desanya. Setiap tampil di panggung, ia
mengenakan pakaian minim. Masyarakat menganggap pakaian yang dikenakan Sofia tidak sesuai
nilai dan norma sosial. Oleh karena itu, masyarakat menggunjing Sofia. Fungsi pengendalian sosial
dalam kasus tersebut adalah ...

A. mempertebal keyakinan terhadap nilai dan norma


B. menanamkan nilai dan norma secara berulang-ulang
C. menjatuhkan hukuman terhadap pelaku penyimpangan sosial
D. menanamkan rasa malu kepada pelaku penyimpangan sosial
E. menciptakan sistem hukum untuk mengatur perilaku masyarakat

Jawaban : D

15. Perhatikan piramida stratifikasi sosial berikut!

Latar belakang terbentuknya stratifikasi sosial pada piramida adalah ...

A. kebudayaan
B. kekuasaan
C. pendidikan
D. keturunan
E. kekayaan

Jawaban : B

16. Salah satu pengaruh diferensiasi sosial dalam masyarakat yaitu munculnya etnosentrisme.
Pernyataan berikut yang menunjukkan pengaruh tersebut adalah ...

A. Risa membanding-bandingkan kebudayaanp daerahnya dengan kebudayaan daerah lain.


B. Dito selalu memihak kelompoknya tanpa mempertimbangkan saran kelompok lain.
C. Kepala desa X menanamkan sikap menghormati masyarakat lain.
D. Doni mematikan musik ketika tetangga sedang melakukan pengajian.
E. Komunitas tari Bhirawa tidak menerima anggota berkulit hitam.

Jawaban : A
Pilihan B tidak tepat karena menunjukkan sikap primordialisme. Pilihan C dan D tidak tepat karena
menunjukkan sikap toleransi. Pilihan E tidak tepat karena menunjukkan sikap rasisme.

17. Stasus sosial seseorang yang diperoleh melalui ascribed status yaitu ...

A. Liliana meraih medali emas dalam Olimpiade karena giat berlatih.


B. Hartanto menjadi krang kaya karena sukses menjadi pengusaha.
C. Bara dihormati masyarakat sekitar karena cucu presiden.
D. Yoyon berhasil memperoleh jabatan manager prestasi kerjanya.
E. Kezia berhasil memenangi kompetisi dan bergelar Puteri Indonesia.

Jawaban : C
Ascribed status merupakan status sosial yang diperoleh melalui kelahiran.

18. Perhatikan pernyataan berikut!

1. Pertemuan keluarga besar Situmorang


2. Ikatan pedagang pasar Indonesia
3. Kelompok arisan RT 7 di Margoyudan
4. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
5. Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI)

Kelompok sosial gessellschaft ditunjukkan oleh angka ...

A. 1),2), dan 3)
B. 1),2), dan 4)
C. 1),3), dan 5)
D. 2),4), dan 5)
E. 3),4), dan 5)

Jawaban : D
Angka 1) dan 3) tidak tepat karena merupakan contoh gemeinschaft (peguyuban).

19. Jabatan sebagai kepala desa lebih dihormati karena bertugas mengatur dan mengarangkan
pembangunan desa agar lebih baik. Sementara itu, warga desa dinilai lebih rendah posisinya karena
berperan melaksanakan perintah terkait proses pembangunan desa. Perbedaan tersebut
menunjukkan terdapat hubungan antara ...
A. kewenangan dan status sosial
B. kewenangan dan ekonomi
C. kewajiban dan tugas kerja
D. penghasilan dan keahlian
E. pendidikan dan ekonomi

Jawaban : A
Secara umum, kewenangan merupakan kekuasaan menggunakan sumber daya untuk mencapai
tujuan organisasi. Sementara itu, status sosial adalah tempat atau posisi seseorang dalam suatu
kelompok sosial. Seseorang yang memiliki kewenangan dapat memerintahkan orang lain untuk
melakukan sesuatu sesuai keinginannya. Predikat sebagai kepala desa atau warga menunjukkan
status sosial.

20. Masyarakat pedalaman di Indonesia seperti suku Baduy Dalam dan suku Anak Dalam
umumnya tertutup terhadap masyarakat diluar kelompoknya. Mereka berbeda dengan suku-suku
lain sehingga menyebabkan struktur sosial masyarakat Indonesia bersifat heterogen. Faktor
penyebab terjadinya kondisi tersebut adalah ...

A. memiliki sumber kehidupan sendiri


B. tinggal di daerah dataran rendah
C. kekuasaan bersumber pada kewibawaan
D. pemimpin tidak tabu terhadap hal-hal asing
E. perbedaan adat istiadat karena isolasi alam

Jawaban: E

21. Rendi menjadi yatim piatu sejak berumur lima tahun. Neneknya sudah tidak mampu mengasuh
Rendi sehingga menitipkannya di panti asuhan. Setahun kemudian, Rendi diangkat sebagai anak
oleh keluarga pengusaha kaya. Rendi disayangi, dididik, dan disekolahkan oleh keluarga barunya.
Saluran mobilitas sosial yang digunakan Rendi adalah ...

A. lembaga keluarga
B. organisasi ekonomi
C. lembaga pendisikan
D. angkatan bersenjata
E. lembaga keagamaan

Jawaban : A
Salah satu saluran mobilitas adalah lembaga keluarga. Mobilitas sosial pada soal terjadi melalui
pengasuhan anak angkat dari panti asuhan.

22. Perusahaan mengadakan tes kenaikan jabatan bagi karyawan yang memiliki prestasi. Kenaikan
jabatan karyawan akan berpengaruh terhadap peran dan tanggung jawab dalam perusahaan. Bagi
karyawan yang berhasil mencapai nilai yang telah ditentukan, ia akan menduduki jabatan lebih
tinggi. Kebijakan perusahaan tersebut memiliki hubungan dengan social climbing karena ...

A. mendayagunakan karyawan fresh graduate yag memiliki disiplin tinggi.


B. mengangkat status sosial seseorang melalui kenaikan jabatan.
C. memberi penilaian secara subjektif kepada setiap karyawan.
D. membatasi keikutsertaan karyawan dari divisi tertentu.
E. mengurangi karyawan yang sudah tidak produktif.

Jawaban : B
Social climbing atau mobilitas sosial vertikal naik merupakan gerak perpindahan status dan
kedudukan seseorang menuju status dan kedudukan lebih tinggi. Di kategorikan sebagai mobilitas
sosial vertikal naik karena mengangkat status sosial seseorang.

23. Suatu masalah disebut masalah sosial apabila berdampak terhadap kehidupan masyarakat luas.
Pernyataan yang menunjukkan permasalahan sosial adalah ...

A. Asap pabrik yang pekat dapat menyebabkan gangguan pernapasan.


B. Pelaku tabrak lari berhasil ditangkap setelah ban mobilnya ditembak polisi.
C. Reni mengambil uang di lemari tanpa sepengetahuan orang tuanya.
D. Siska terpaksa berbohong kepada kakaknya karena takut dimarahi.
E. Ardi menjadi pemurung sejak ayah dan ibunya bercerai.

Jawaban : A
Pilihan B dan C bukan permasalahan sosial karena tidak berdampak bagi masyarakat luas. Pilihan
D dan E tidak tepat karena termasuk masalah pribadi.

24. Warga merasa terganggu akibat penggunaan lapangan futsal tidak mengenal waktu dan tidak
menggunakan peredam suara. Pada malam hari suara dan teriakan pemain futsal mengganggu
warga yang sedang beristirahat. Upaya tepat yang dilakukan warga untuk mengatasi permasalahan
sosial tersebut adalah ...

A. memberikan hukuman kepada pemilik tempat futsal


B. menyegel tempat futsal agar tidak dapat digunakan
C. melakukan demonstrasi terhadpa pemilik tempat futsal
D. membuat kesepakatan waktu penggunaan tempat futsal
E. memantau aktivitas pemilik dan pengguna lapangan futsal

Jawaban : D
Pilihan A dan B tidak tepat karena upaya tersebut dapat dilakukan apabila pemilik dan pengguna
tempat futsal melanggar peraturan yang telah disepakati. Pilihan C dan E tidak tepat karena upaya
tersebut belum tentu dapat mengatasi masalah pada soal.
25. Setiap anggota masyarakat diwajibkan membuang sampah ditempat yang telah disediakan.
Ketentuan ini diberlakukan seiring meningkatnya penderita penyakit menular dan sering terjadi
banjir akibat warga membuang sampah sembarangan, terutama di saluran air. Pemerintah daerah
juga memberi sanksi berupa denda bagi warga masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
Penetapan kebijakan tersebut menunjukkan upaya pemerintah mengantisipasi masalah sosial.
Berdasarkan uraian tersebut, parameter masalah sosial ditentukan oleh ...
A. banyaknya pelanggaran nilai dan norma sosial dalam masyarakat
B. adanya pihak yang menetapkan sebagai masalah sosial
C. adanya pihak yang menimbulkan permasalahan sosial
D. besarnya pelanggaran nilai dan norma sosial
E. banyaknya perhatian dari masyarakat

Jawaban : B
Berdasarkan pengamatan pemerintah daerah, meningkatnya kasus penyakit menular dan banjir
disebabkan oleh perilaku membuang sampah secara sembarangan. Fenomena tersebut
dikategorikan masalah sosial karena menyebabkan peningkatan penderita penyakit menular dan
sering terjadi banjir.

26. Bentrok antar suporter sepak bolatim Baruna Jaya dan tim Jalak Hitam awalnya diselesaikan
dengan cara dialog. Oleh karena saling mengejek saat menyaksikan pertandingan sepak bola,
konflik terjadi kembali. Akibatnya, panitia penyelenggara sepak bola meredam konflik agar tidak
semakin membesar. Proses akomodasi yang digunakan dalam penyelesaian konflik tersebut adalah
...

A. arbitrase dan rekonsiliasi


B. mediasi dan rekonsiliasi
C. negosiasi dan arbitrase
D. negosiasi dan mediasi
E. toleransi dan arbitrase

Jawaban : D
Proses akomodasi dilakukan dua kali. Pertama yaitu negosiasi, terjadi saat kedua tim suporter
sepak bola melakukan dialog bersama. Kedua yaitu mediasi, terjasi karena melibatkan panitia
penyelenggara spak bola sebagai penengah dalam proses penyelesaian konflik.

27. Partai ABC mendeklarasikan dukungannya kepada salah satu calon presiden. Tindakan
tersebut menyebabkan beberapa kader tidak setuju. Mereka mengusulkan untuk segera
melaksanakan musyawarah nasional (Munas) partai guna menentukan arah kebijakan poartai.
Dalam hal ini, ketua partai mengambil sikap tetap akan melaksanakan munas sesuai jadwal.
Dampak positif konflik bagi partai ABC adalah ...

A. mwningkatkan solidaritas antar anggota kelompok


B. membantu menghidupkan kembali normadan nilai-nilai baru
C. memunculkan kompromi karena memiliki kekuatan seimbang
D. memunculkan pribadi yang kuat dan tahan terhadap berbagai konflik
E. melumpuhkan roda organisasi karena rusaknya sistem organisasi partai

Jawaban : A
Pilihan B, C, dan D tidak tepat karen tidak sesuai ilustrasi soal. Pilihan E tidak tepat karena
menunjukkan dampak negatif konflik.

28. Dalam suatu perusahaan pemilik modal dan pengusaha membutuhkan banyak karyawan untuk
menjalankan usahanya. Setelah melakukan pekerjaannya karyawan menerima gaji/upah dari
perusahaan. Kondisi tersebut menunjukkan antara pengusaha dan karyawan terjadi integrasi sosial
berdasarkan uraian tersebut adalah ...

A. kohesi
B. koersif
C. normatif
D. harmoni
E. fungsional

Jawaban : E
Pilihan A dan D tidak tepat karena bukan sifat integrasi, melainkan bentuk integrasi. Pilihan B
tidak tepat karena integrasi koersif merupakan hasil kekuatan yang mengikat individu atau
masyarakat secara paksa. Pilihan C tidak tepat karena integrasi normatidpf merupakan integrasi
yang terjadi karena kesepakatan nilai, norma, cita-cita bersama, dan rasa solidaritas.

29. Kepolisian menjadi salah satu lembaga hukum yang diperlukqn masyarakat untuk mengatur
tatanan kehidupan agar lebih harmonis. Apabila terjadi penyimpangan hukum dalam masyarakat,
lembaga hukum diharapkan dapat memulihkan kondisi seperti sediakala. Fungsi lembaga hukum
berdasarkan uraian tersebut adalah ...

A. menyeimbangkan nilai dan norma dalam kehidupan masyarakat


B. melakukan teror terhadap pelaku penyimpangan sosial
C. memberikan ras aman dalam kehidupan bermasyarakat
D. meningkatkan kesejahteraan masyarakat
E. mempersiapkan masa depan negara

Jawaban : C

30. Perhatikan pernyataan berikut!

1. kesamaan kepentingan dan ideologi


2. perbedaan iklim daerah
3. perbedaan kondisi geografis antardaerah
4. isolasi geografis yang dialami suatu wilayah
5. kesamaan pendapat antar kelompok
Penyebab terbentuknya masyarakat multikultural ditunjukkan oleh angka...

A. 1),2), dan 3)
B. 1),2), dan 4)
C. 2),3), dan 4)
D. 2),4), dan 5)
E. 3),4), dan 5)

Jawaban : C

Angka 1) dan 5) tidak tepat karena bukan termasuk faktor penyebab terbentuknya masyarakat
multikultural

31. Perhatikan manfaat berikut!

1. Antar kelompok sosial saling menghormati


2. Setiap kelompok menjunjung tinggi toleransi
3. Antarkelompok memiliki kesadaran tinggi untuk berintegrasi
4. Mengurangi konsensus antarkelompok salam masyarakat
5. Menyamakan buadaya yang dianut antar kelompok

Manfaat masyarakat Indonesia menjunjung tinggi multikulturalisme ditunjukkan oleh angka ...

A. 1),2), dan 3)
B. 1),2), dan 4)
C. 2),3), dan 4)
D. 2),4), dan 5)
E. 3),4), dan 5)

Jawaban : A
Angka 4) tidak tepat karena multikulturalisme mendorong antarkelompok dapat bekerja sama
sehingga terjalin konsensus. Angka 5) tidak tepat karena multikulturalisme berarti menghormati
perbedaan kebudayaan, bukan menyamakan kebudayaan antar kelompok.

32. Kemajemukan dalam masyarakat mendorong terjainya pertukaran budaya. Dalam masyarakat
majemuk tiap-tiap kelompok saling mempelajari budaya kelompok lain. Meskipun demikian, tiap-
tiap kelompok tidak kehilangan jati diri kebudayaannya. Wujud hubungan antarkelompok tersebut
yaitu ...

A. Pertemuan akbar pengurus OSIS SMA/SMK se-Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan


B. Percampuran budaya Tionghoa dan Jawa dlam festival grebeg Sudirodi Semarang
C. Pertwmuan atlet-atlet dari berbagai daerah dalam acara PON XIX di Jawa Barat
D. Pengajian rutin Minggu pagi yang diselenggarakan di masjid Istiqlal, Jakarta
E. Pembentukan Komunitas Mahasiswa Papua yang meranyau di Yogyakarta

Jawaban : B
Kalimat kuncinya "tiap-tiap kelompok masyarakat tidak kehilangan jati diri kebudayaannya".
Kalimat tersebut merujuk pada pencampuran sua unsur kebudayaan atau lebih menjadi bagian
kebudayaan suatu kelompok tanpa menghilangkan ciri khas kebudayaan asli.

33. Teknologi informasi mendorong persebaran budaya populer si seluruh dunia. Banyak remaja
Indonesia mengadaptasi budaya tersebut. Akibatnya, remaja lebih mengunggulkan budaya populer
daripada budaya lokal. Kondisi tersebut terjadi karena ...

A. remaja sekadar mengikuti tren global tanpa menyaring terlebih dahulu


B. remaja terlalu berpegang teguh pada kebudayaan daerahnya
C. remaja bersikap preventif terhadap konten informasi yang beraasal dari luar negeri
D. remaja Indonesia tertinggal dalam menguasai teknologi informasi dari negara lain
E. remaja menolak mengikuti budaya populer yang bertentangan dengan budaya lokal

Jawaban : A

34. Perhatikan faktor-faktor berikut!

1. Bencana alam
2. Penemuan baru
3. Pengaruh kebudayaan masyarakat luas
4. Pertentangan dalam masyarakat
5. Perubahan jumlah penduduk

Faktor internal penyebab perubahan sosial di tunjukkan oleh angka ...

A. 1),2), dan 3)
B. 1),2), dan 4)
C. 1),3), dan 5)
D. 2),4), dan 5)
E. 3),4), dan 5)

Jawaban : D
Angka 1) dan 3) merupakan faktor eksternal penyebab perubahan sosial, yaitu faktor perubahan
sosial berasl dari luar masyarakat.

35. Masyarakat yang sebelumnya menggunakan kayu bakar untuk keperluan mengolah makanan
mulai beralih menggunakan gas elpiji. Pemanfaatan gas elpiji sebagai bahan bakar membawa
perubahan sosial. Akan tetapi, keterbatasan distribusi gas elpiji mendorong peneliti menciptakan
biogas untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar gas di daerah perdesaan. Berdasarkan ilustrasi
tersebut dapat disimpulkan bahwa ...

A. penemuan baru memengaruhi perubahan di berbagai kota


B. beberapa penemuan baru mendorong penemuan baru lainnya
C. beberapa penemuan mendorong satu jenis perubahan tertentu
D. beberapa penemuan baru menyebabkan beragam perubahan di berbagai bidang
E. penemuan baru menyebabkan perubahan menjalar dari satu lembaga ke lembaga lain

Jawaban : E

36. Perusahaan listrik negara menjalankan program listrik prabayar yang disebut listrik pintar.
Sistem ini memungkinkan pengguna melakukan pembayaran dan pembelian listrik menggunakan
voucher. Kemudahan menggunakan listrik prabayar membuat program ini diminati oleh
masyarakat. Dampak positif perubahan sosial tersebut bagi masyarakat adalah ...

A. membantu masyarakat kelas bawah mengakses listrik secara gratis


B. meringankan biaya listrik yang dibebankan oleh perusahaan listrik
C. mendorong investor menanamkan modal di perusahaan listrik
D. memudahkan masyarakat mengatur dan menghemat penggunaan listrik
E. mendorong masyarakat menggunakan listrik secara bebas

Jawaban : D

37. Kemajuan di wilayah perkotaan mendorong masyarakat perdesaan melakukan urbanisasi.


Kondisi tersebut menyebabkan berbagai permasalahan di perkotaan. Salah satu permasalahan
tersebut yaitu meningkatnya jumlah sampah di perkotaan. Akibatnya, sampah menggunung di
setiap sudut kota. Upaya tepat yang dilakukan masyarakat untuk mengatasi permasalahan akibat
perubahan tersebut adalah ...

A. memperbanyak petugas kebersihan dan pertamanan


B. menerapkan sistem 4R dalam mengelola sampah
C. membangun tempat pengolahan sampah secara terpadu
D. mengadakan demonstrasi ke pemerintah pusat
E. melakukan sosialisasi tentang kebersihan lingkungan
Jawaban : B
Pilihan A, C, dan E tidak tepat karena merupakan upaya penanganan sampah yang dilakukan
pemerintah. Pilihan D tidak tepat karena tindakan tersebut bukan upaya efektif.

38. Di satu sisi globalisasi berdampak positif bagi perubahan sosial budaya masyarakat. Akan
tetapi, di sisi lain perubahan sosial budaya yang cepat berdampqk negatif bagi masyarakat.
Dampak negatif globalisasi di bidang sosial budaya bagi masyarakat adalah ...

A. masyarakat mengalami kebingungan menentukan budaya ideal


B. masyarakat menjadi tergantung kepada investasi asing
C. industri dalam negeri kalah bersaing dengan industri asing
D. ideologi asing mengancam ideologi bangsa Indonesia
E. pasar dalam negeri didominasi oleh produk asing

Jawaban : A
Pilihan B, C, dan E merupakan contoh dampak negatif globalisasi dibidang ekonomi. Piliham D
tidak tepat karena merupakan dampak negatif globalisasi di bidang politik.

39. Globalisasi menyebabkan masyarakat mengadaptasi budaya baru seperti budaya budaya
populer. Pengaruh globalisasi tersebut dalam masyarakat ialah ...

A. Pemerintah mengadaptasi sistem ujian secara online dari megar maju pada pelaksanaan ujian
CPNS
B. Masyarakat perdesaan menjadi TKI diluar negeri untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga
C. Masyarakat gemar menyaksikan serial drama Turki dan India yang tayang di televisi lokal
D. Hasil pertanian dari negar lain menginvasi pasar tradisional dan pasar modern dalam negeri
E. Masyarakat mengikuti pemberitaan pelaksanaan ibagpdah haji di Mekah melalui Televisi

Jawaban : C

40. Negara-negar ASEAN bergabung membentuk agenda pasar bebas ASEAN yang disebut
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). MEA merupakan perwujudan globalisasi dibidang
ekonomi. Melalui MEA, setiap negara ASEAN dapat melakukan kegiatan ekonomi lintas negara
dengan mudah. Berdasarkan pernyataan tersebut, dampak positif globalisasi bagi Indonesia adalah
...

A. masyarakat Indonesia dapat meningkatkan ekspor sehingga devisa negar meningkat


B. produk dari negara-negara ASEAN mudah masuk dan dipasarkan di Indonesia
C. budaya sari negara lain dipelajari dan digemari oleh masyarakat Indonesia
D. tenaga kerja dari negar lain ikut mengisi lapangan pekerjaan di tanah air
E. investor asing mengeksploitasi berbagai sumber daya di tanah air

Jawaban : A
41. Seorang mahasiswa Antropologi melakukan penelitian mengenai budaya sedekah bumi di
wilayah pesisir. Ia mengumpulkan sumber data berupa literatur dan cerita rakyat yang berkaitan
dengan budaya tersebut. Peneliti berupaya menceritakan latar belakang dan nilai-nilai yang
diwariskan melalui budaya sedekah bumi. Dengan demikian, jenis penelitian yangntepat
digunakan oleh peneliti ialah ...

A. historis
B. deskriptif
C. eksploratif
D. eksplanatif
E. fenomenologi

Jawaban : A
Penelitian deskriptif bertujuan memberikan gambaran mengenai fenomena tertentu. Penelitian
eksploratif bertujuan menemukan sesuatu yang baru. Penelitian eksplanatif bertujuan menjelaskan
variabel-variabel yang memiliki kecenderungan tertentu karena muncul sebagai akibat adanya
variabel bebas. Penelitian fenomenologi merupakan penelitian yang berusha menjelaskan suatu
fenomena berdasarkan pemahaman/hasil pemikiran informan/objek penelitiannya.

42. Hanun ingin melakukan penelitian tentang fenomena "om telolet om".Hanum membutuhkan
data kualitatif untuk menyusun penelitiannya. Data kualitatif terkait fenomena tersebut adalah ...

A. jumlah klakson telolet yang diproduksi setiap bulan


B. klasifikasi jempnis bus yang menggunakan klakson telolet
C. jumlah bus pariwisata yang menggunakan klakson telolet
D. data statistik mengenai tingkat kecelakaan bus di jalan raya
E. jumlah anak yang turun ke jalan menunggu bus setiap hari

Jawaban : B
Pilihan A, C, D, dan E dapat dikategorikan sebagai data kuantitatif

43. Perhatikan laporan penelitian berikut?

1. Daftar pustaka
2. Daftar isi
3. Gambar
4. Pengesahan
5. Izin penelitian

Bagian akhir laporan penelitian ditunjukkan oleh angka ...


A. 1),2), dan 3
B. 1),2), dan 4)
C. 1),3), dan 5)
D. 2),4), dan 5)
E. 3),4), dan 5)

Jawaban : C
Angka 2) dan 4) tidak tepat karena terletak pada bagian awal laporan penelitian.

44. Guru mengarahkam peserta didik melakukam penelitian sederhana secara berkelompok.
Peserta didik bebas memilih topik yang sudah disediakan. Kelompok Anton sepakat memilih topik
fenomena Korean Wave yang digemari teman-temannya di sekolah. Anton mengenal anggota-
anggota komunitas pecinta Korea di sekolahnya. Selain itu, komuntas tersebut berada di
lingkungan sekolah sehingga memudahkan kelompok Anton melakukan penelitian.Topik yang
dipilih kelompok Anton cukuo baik untuk diteliti karena ...

A. memiliki kegunaan praktis


B. menarik minat pemeliti
C. sesuai bidang ilmu
D. mudah dilakukan
E. data tersedia

Jawaban : E

45. Perhatikan gambar berikut!

Teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti berdasarkan gambar ialah...

A. statified sampling
B. random sampling
C. incidental sampling
D. quota sampling
E. cluster sampling
Jawaban : A

46. Seorang guru melakukan penelitian dengan judul "Pengaruh Motivasi dan Kedisiplinan Belajar
terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas XII SMA Nusa Bangsa". Prestasi belajar pada judul
tersebut menunjukkan ...

A. data primer
B. variabel terikat
C. variabel bebas
D. subjek yang diteliti
E. variabel intervening

Jawaban : B

47. Perhatikan tabel berikut!

Tahap pengolahan data berdasarkan tabel tersebut ialah ...

A. pengkodean
B. pengeditan
C. tabulasi
D. reduksi
E. display

Jawaban : C
Pilihan A tidak tepat karena data tidak menunjukkan skor/kode. Pilihan B tidak tepat karena data
sudah tersaji sehingga tidak termasuk tahap pemeriksaan data. Pilihan D dan E tidak tepat karena
merupakan proses pengolahan data pada penelitian kualitatif.
48. Seorang peneliti melakukan penelitian kualitatif mengenai fenomena perdagangan anak
dibawah umur. Peneliti memperoleh informan kedua dan ketiga dari informan kunci yang
diwawancarai sebelumnya. Teknik pengambilan informan yang digunakan peneliti tersebut adalah
...

A. cluster sampling
B. random sampling
C. stratified sampling
D. snowball sampling
E. purposive sampling

Jawaban : D

49. Perhatikan data hasil ujian akhir semester berikut!

Berdasrkan data tersebut, tahapan pengolahan data yang perlu dilakukan peneliti untuk
menghasilkan analisis data ialah ...

A. mencari selisih angka setiap kelas


B. menentukan teknik sampling
C. menghitung tendwnsi sentral
D. menghitung jumlah populasi
E. mencari angka tertinggi

Jawaban : C

50. Perhatikan ilustrasi berikut!

Seorang peneliti ingin mengungkap perilaku mengonsumsi minuman keras di kalangan pelajar.
Peneliti mengamati cara informan memperoleh minuman keras, yaitu dengan ikut mengunjungi
lokasi penjual minuman keras. Peneliti juga mengamati lokasi tempat informan biasa
mengonsumsi minuman keras. Saat melakukan observasi peneliti tidak terlibat dalam kegiatan
dalam kegiatan informan. Peneliti hanya mengamati kehiatan informan dari kejauhan.
Keunggulan teknik observasi berdasarkan ilustrasi tersebut ialah ...

A. identitas dan kehidupan pribadi informan dapat dilindungi


B. data di lapangan dapat dikumpipulkan secara serentak
C. peneliti dapat menggali persepsi informan secara mendalam
D. peneliti dapat memperoleh informasi khusus dan fakta lapangan
E. waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan data relatif singkat

Jawaban : D
INTERAKSI SOSIAL

1. Pengertian Interaksi Sosial


Interaksi sosial dalah suatu hubungan social yang dinamis antara orang perorangan, antara
individu dan kelompok manusia, dan antar kelompok manusia.

2. Proses Interaksi Sosial


Interaksi sosial terjadi karena faktor kebutuhan yang timbul dari dalam diri manusia mencakup
kebutuhan dasar, kebutuhan sosial dan kebutuhan integratif, serta naluri untuk hidup
berkelompok atau bersama orang lain.

3. Syarat Terjadinya Interaksi Sosial


Ada 2 syarat terjadinya interaksi sosial:
a. Kontak sosial, berdasarkan cara komunikasi terbagi menjadi 2: Kontak langsung & Tidak
langsung. Sedangkan berdasarkan proses komunikasi dibedakan menjadi 2: Kontak Primer &
Kontak Sekunder
b. Komunikasi, yaitu tafsiran seseorang terhadap perilaku orang lain yang diwujudkan dengan
pembicaraan, gerak gerik, sikap, maupun perasaan tertentu.

4. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

a. Kerjasama, yaitu bergabungnya sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama.


Meliputi:
1.Bargaining, perjanjian tukar menukar barang dan jasa antar 2 organisasi atu lebih
2. Kooptasi, proses penerimaan unsure-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik
dalam suatu organisasi
3. Koalisi, merupakan kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang memiliki tujuan sama
4. Joint Venture, adalah kerjasama dalam pengusahaan proyek tertentu dengan system bagi hasil
5. Kerukunan, mencakup gotong royong dan tolong menolong.
b. Akomodasi, yaitu usaha untuk menciptakan keseimbangan dalam interaksi antara individu
maupun kelompok yang berkaitan dengan pelaksanaan nilai dan norma sosial dalam masyarakat.
Atau usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan agar tercapai kestabilan kembali.
Akomodasi sebenarnya suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan
pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
c. Asimilasi, merupakan proses social yang ditandai dengan adanya usaha untuk mengurangi
perbedaan yang terdapat diantara individu atau kelompok dan usaha mempertinggi kesatuan
tindak, sikap, serta proses mental untuk mencapai kepentingan dan tujuan bersama.
d. Akulturasi, proses penyatuan berbagai unsur kebudayaan asing yang diterima, diolah, tanpa
menghilangkan kepribadian kebudayaan itu sendiri, sehingga menjadi suatu bentuk kebudayaan
baru.
e. Persaingan, merupakan suatu proses sosial yang ditandai dengan adanya persaingan antar
individu maupun kelompok dalam mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan dengan
cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka tanpa menggunakan ancaman dan
kekerasan.
f. Kontravensi, suatu bentuk proses sosial yang berada diantara persaingan dan pertikaian serta
ditandai dengan adanya gejala ketidakpastian mengenai diri seseorang, keraguan terhadap
kepribadian, dan perasaan tidak suka yang disembunyikan bahkan kebencian pada seseorang.
g. Pertentangan, adalah suatu proses sosial yang dilakukan oleh seseorang maupun kelompok
untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara menantang pihak lawan melalui ancaman atau
kekerasan.
Bentuk Interaksi a, b, c, d, adalah interaksi yang bersifat Asosiatif, sedangkan e, f, g,
bersifatDisosiatif.

5. Faktor Pendorong Interaksi Sosial


a. Imitasi, yaitu proses peniruan tingkah laku orang lain untuk diterapkan pada seseorang yang
meniru tingkah laku tersebut.
b. Sugesti, adalah suatu pendapat, saran, pandangan atau sikap yang diberikan pada seseorang
dan diterima tanpa disertai daya kritik.
c. Identifikasi, merupakan suatu kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk
menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan).
d. Simpati, adalah suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Dalam proses
ini perasaan memegang peranan yang sangat penting.

NILAI & NORMA SOSIAL


Nilai Sosial
Dapat diartikan sebagai sesuatu yang baik, yang didinginkan, dicita-citakan, dan dianggap
penting oleh warga masyarakat dan dijadikan dasar dalam menentukan apa yang baik, bernilai
atau berharga.
Jenis-jenis Nilai Sosial
Menurut Notonegoro:
1. Nilai Material: sesuatu yang berguna bagi kehidupan masyarakat.
2. Nilai Vital, segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat hidup dan melakukan
kegiatan sehari-hari
3. Nilai Spiritual, Segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
Ciri-ciri Nilai Sosial:
1. Dipelajari melalui sosialisasi
2. Disebarkan dari satu individu ke individu yang lain
3. merupakan hasil interaksi antar warga masyarakat
4. mempengaruhi perkembangan diri seseorang
5. pengaruh nilai tersebut berbeda pada setiap anggota masyarakat
6. berbeda antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain
7. bagian dari usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya
8. cenderung berkaitan antara yang satu dengan yang lain dan membentuk kesatuan nilai.
Fungsi Nilai Sosial:
1. Sebagai pelindung
2. Penunjuk arah dan pemersatu
a. memberikan alat untuk menetapkan harga sosial dari suatu kelompok
b. mengarahkan masy. Dlm berpikir dan bertingkahlaku
c. penentu terakhir manusia dlm memenuhi peranannya
d. sebagai alat solidaritas dikalangan anggota kelompok
e. sebagai pengontrol perilaku masyarakat.
3. Motivator

Norma Sosial
Merupakan ketentuan yang berisi perintah maupun larangan yang ditetapkan berdasarkan
kesepakatan bersama.
Menurut Robert MZ.Lawang: Norma adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu
Jenis-jenis Norma Sosial:
1. Cara (usage), bentuk perbuatan yang menonjol dalam hubungan antar individu
2. Kebiasaan (folkways), merupakan perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama
3. Tata Kelakuan, merupakan sifat2 yang hidup dalam kelompok yang dilaksanakan sebagai
pengawas bagi anggotanya.
4. Adat Istiadat, merupakan pola perilaku yang diakui sebagai hal yang baik dan dijadikan
hokum tidak tertulis dengan sanksi yang berat.
Norma Pokok:
1. Norma Agama
2. Norma Kelaziman
3. Norma Kesusilaan
4. Norma Kesopanan
5. Norma Hukum
Fungsi Norma Sosial:
1. Sebagai faktor perilaku yang memungkinkan seseorang untuk menentukan lebih dulu
bagaimana tindakannya akan dinilai oleh orang lain
2. sebagai aturan yang mendorong seseorang atau kelompok untuk mencapai nilai-nilai social
3. sebagai unsur pengendali dalam hidup bermasyarakat.

Peranan Nilai & Norma Dalam Proses Sosialisasi:


Memberi bekal pedoman kepada individu atau seseorang agar berperilaku sesuai dengan nilai
dan norma yang ada dalam masyarakat, sehingga individu dapat hidup dengan baik dalam
masyarakat.

SOSIALISASI
Pengertian sosialisasi:
a. Bruce J Cohen:
Sosialisasi adalah proses dimana manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam
masyarakatnya, untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitas untuk berfungsi, baik
sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok.
b. Peter L Berger
Sosialisasi adalah proses pada seorang anak yang sedang belajar menjadi anggota masyarakat
c. Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah suatu proses dimana anggota masyarakat yang baru mempelajari norma-norma
dan nilai-nilai masyarakat, dimana dia menjadi anggotanya.

Proses Sosialisasi:
Melalui empat tahap:
1. Persiapan : anak mulai belajar mengambil peranan orang di sekelilingnya.
2. Meniru : anak tidak hanya mengetahui pernan yang harus dia jalani, tetapi juga mengetahui
peranan yang harus dilakukan orang lain.
3. Siap Bertindak : Anak dianggap mampu mengambil peranan yang dijalankan orang lain
dalam masyarakat luas
4. Menerima Norma: Anak telah siap menjalankan peranan sebagai manusia seutuhnya.
Bentuk Sosialisasi:
Berdasarkan prosesnya,
1. Sosialisasi Primer : Sosialisasi tahap awal yang berlangsung di lingkungan terdekat,
seperti Keluarga.
2. Sosialisasi Sekunder: Sosialisasi tahap selanjutnya yang berlangsung diluar lingkungan
keluarga.
Berdasarkan tempat berlangsungnya,
1. Sosialisasi Formal: berlangsung melalui lembaga-lembaga formal menurut ketentuan yang
berlaku
2. Sosialisasi Informal: berlangsung melalui interaksi secara informal atau kekeluargaan,
seperti teman, atau kelompok sosial lain.
Media (Agen) Sosialisasi:
1. Keluarga
2. Sekolah
3. Media Massa
4. Teman sepermainan
Tujuan sosialisasi:
1. Memberikan keterampilan yang dibutuhkan seseorang dalam kehidupan ditengah-tengah
masyarakat
2. Menanamkan nilai-nilai pada seseorang dan kepercayaan pokok yang ada di masyarakat
3. Mengembangkan kememapuan seseorang untuk berbicara atau berkomunikasi dengan baik
4. Mengembangkan kemampuan seseorang mengendalikan dirinya sesuai dengan fungsinya
sebagai bagian dari masyarakat.
Dengan sosialisasi diharapkan individu dapat:
1. Menyesuaikan perilaku yang diharapkan dan dianggap baik oleh masyarakat
2. Mengenal dirinya dan mengembangkan segala kemampuan dengan lingkungan social
3. Mampu menjadi anggota masyarakat yang baik
4. Memperoleh konsep tentang dirinya.
PERILAKU MENYIMPANG & PENGENDALIAN SOSIAL
Pengertian Perilaku Menyimpang:
Adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial.

Robert MZ Lawang: perilaku menyimpang adalah tindakan yang menyimpang dari norma-
norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial.

Menurut Lemert, Penyimpangan dibedakan menjadi dua:


1. Penyimpangan primer; dilakukan oleh seseorang secara temporer, dan pelakunya masih
dapat diterima secara sosial
2. Penyimpangan sekunder; penyimpangan yang dilakukan secara berulang-ulang bahkan
menjadi kebiasaan dan ciri khas dari pelakunya.

Faktor yang mempengaruhi perilaku menyimpang:


1. Faktor Internal:
a. Intelegensi
b. Kondisi fisik
c. Kondisi psikis (kejiwaan)
d. Kepribadian
e. Usia
f. Jenis Kelamin
g. Kedudukan seseorang dalam keluarga
2. Faktor eksternal
a. Faktor sosial ekonomi
b. Kondisi politik
c. Faktor budaya
d. Kehidupan rumah tangga
e. Pendidikan di sekolah
f. Pergaulan
g. Media massa

Jenis Perilaku Menyimpang:


1. Tindak Kejahatan atau Kriminal;spt pembunuhan, perampokan, pencurian, pemalsuan,
penganiayaan, pemerkosaan, penculikan, dll.
2. Penyimpangan seksual; Sodomi, transeksual,masokisme, homoseks, incest, scoptophilia,
transvestite, kumpul kebo, necrophilia, perzinahan, pelacuran, dsb.
3. Pemakaian dan peredaran obat terlarang dan alkoholisme
4. Penyimpangan gaya hidup: spt arogansi (kesombongan), sikap eksentrik, konsumerisme,
dll.
5. Tawuran atau perkelahian antar pelajar.

Berdasarkan sifatnya, perilaku menyimpang dibedakan menjadi penyimpangan Positif &


penyimpanganNegatif.
Berdasarkan jumlah pelakunya, dibedakan menjadi penyimpangan Individu &
penyimpangan Kelompok.
Perilaku Menyimpang Sebagai Hasil sosialisasi Tidak Sempurna:
Tidak semua agen sosialisasi mampu menjalankan fungsinya dengan baik, sehingga proses
sosialisasi juga tidak berhasil baik. Dalam kerangka ini perilaku menyimpang disebabkan oleh
proses sosialisasi yang tidak sempurna.

Perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi nilai sub kebudayaan menyimpang:


Penyimpangan ini dipicu oleh proses sosialisasi dari kelompok atau golongan masyarakat yang
memiliki nilai atau kebudayaan menyimpang, seperti kelompok pencopet, penjudi, koruptor, dll.

PENGENDALIAN SOSIAL

Merupakan suatu sistem yang mendidik, mengajak bahkan memaksa warga masyarakat untuk
berperilaku sesuai dengan nilai dan norma-norma social agar kehidupan masyarakat tertib dan
teratur.

Fungsi Pengendalian sosial adalah sebagai pencegah dan pereda ketegangan sosial yang
diakibatkan penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang,

Sifat Pengendalian sosial:


1. Preventif; dilakukan sebagai pencegahan (sebelum penyimpangan terjadi)
2. Represif; dilakukan sebagai pereda/penyelesaian (setelah penyimpangan terjadi)
Cara Pengendalian Sosial:
1. Cara Persuasif; membujuk, menasehati, atau mengajak secara halus.
2. Koersif; dilakukan dengan kekerasan fisik atau ancaman.
Lembaga Pengendalian sosial:
1. keluarga
2. Lembaga Penegak Hukum; pengadilan, kejaksaan, kepolisian..
3. Lembaga Pendidikan
4. Lembaga kemasyarakatan; RT, RW, dll
5. Lembaga Keagamaan

Peran Lembaga Pengendalian Sosial:


1. Menanamkan norma-norma pada masyarakat
2. Memberikan sanksi bagi pelaku penyimpangan.

Bentuk Pengendalian sosial:


1. Gosip
2. Teguran
3. Hukuman
4. Pendidikan
5. Agama

STRATIFIKASI SOSIAL
Merupakan Pembedaan masyarakat secara bertingkat (vertikal) ke dalam lapisan-lapisan tertentu.

Dasar Stratifikasi:
Adanya sesuatu yang dihargai dan dianggap penting oleh masyarakat tertentu, seperti kekuasaan,
kehormatan, kekayaan, pengetahuan, dsb.
Bentuk-bentuk stratifikasi sosial:
1. Sistem Kasta
2. Sistem Kelas
Sifat Stratifikasi sosial:
1. Stratifikasi Terbuka
2. Stratifikasi Tertutup

Pembagian Stratifikasi sosial:


1. Berdasarkan kriteria Ekonomi, hal-hal yang menentukan:
a. Jenis aktifitas e. Tipe tempat tinggal
b. Ekonomi f. jenis rekreasi
c. Jenis pendapatan g. jabatan dlm organisasi
d. Tingkat Pendidikan
2. Berdasarkan kriteria sosial, dilihat dari status/kedudukan
seseorang dalam masyarakat.
Status dibedakan menjadi dua: Status Obyektif dan Status
Subyektif
Status juga dapat dibedakan menurut cara memperolehnya:
a. Ascribed Status: Status yang diperoleh secara otomatis,
spt jenis kelamin dan kebangsawanan.
b. Achieved Status: Status yang diperoleh karena kerja
keras dan prestasi
c. Assigned Status: Status yang diperoleh karena
penghargaan

DIFERENSIASI SOSIAL
Merupakan pembedaan masyarakat ke dalam kelompok-kelompok secara horizontal.
Diferensiasi sosial meliputi:
a. Diferensiasi berdasarkan Ras
b. Diferensiasi berdasarkan Suku Bangsa
c. Diferensiasi berdasarkan Agama
d. Diferensiasi berdasarkan jenis kelamin
e. Diferensiasi berdasarkan Klan/Marga
f. Diferensiasi berdasarkan profesi

KONFLIK SOSIAL
Merupakan suatu proses dimana dua orang atau kelompok berusaha untuk saling
menyingkirkan/melenyapkan dan atau membuat orang lain tidak berdaya.
Faktor Penyebab Konflik Sosial:
1. Perbedaan kepribadian
2. Perbedaan pendirian
3. Perbedaan kepentingan
4. Perubahan sosial
Bentuk-bentuk Konflik:
1. Konflik antar pribadi
2. Konflik antar kelas sosial
3. Konflik Rasial/antar suku/etnis
4. Konflik Politik
5. Konflik Internasional
Akibat Konflik:
1. Bertambah kuatnya rasa solidaritas antar anggota
2. Timbulnya keretakan kesatuan kelompok
3. Terjadi huru hara
4. Terjadi pergeseran/perubahan nilai budaya
5. Terganggunya ketertiban dalam masyarakat
Penyelesaian konflik:
Dikenal dengan istilah Akomodasi, yang meliputi:
1. Koersi; bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan dengan paksaan. Salah satu
pihak berada dalam kondisi yang lebih lemah dibandingkan dengan pihak lawan. Koersi dapat
bersifat fisik maupun psikis.
2. kompromi; masing-masing pihak yang terlibat konflik saling mengurangi tuntutannya
agar tercapai suatu penyelesaian bersama.
3. Arbritase; Cara mencapai kompromi dengan meminta bantuan pihak ketiga yang dipilih
oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang kedudukannya lebih tinggi dari pihak yang bertikai.
4. Mediasi; Cara menyelesaikan konflik dengan meminta bantuan pihak ketiga yang
bersikap netral dan bertindak sebagai penasihat tanpa memiliki wewenang untuk mengambil
keputusan.
5. Konsiliasi; Usaha mempertemukan keinginan-keinginan pihak yang bertikai untuk
mencapai persetujuan bersama.
6. Toleransi; Bentuk akomodasi tanpa adanya persetujuan formal dalam wujud saling
menghargai, menghormati, dan tidak saling curiga.
7. Stalemate; Masing-masing pihak yang terlibat konflik karena kekuatannya seimbang,
terhenti pada suatu titik tertentu untuk tidak melakukan pertentangan
8. Ajudikasi: Bentuk penyelesaian konflik melalui pengadilan.

INTERSEKSI
Merupakan persilangan keanggotaan warga masyarakat dalam suatu kelompok sosial.
Persilangan terjadi antar suku, agama, ras, dll.

KONSOLIDASI
Merupakan penguatan keanggotaan warga masyarakat dalam suatu kelompok sosial, meliputi
kesatuan atau perhimpunan dalam suku, agama, dll.

Interseksi dan konsolidasi memiliki pengaruh yang cukup besar untuk mendorong terciptanya
Integrasi Sosial. Integrasi sosial adalah Penyatuan berbagai unsur dalam masyarakat sehingga
menjadi satu kebulatan yang utuh.
MOBILITAS SOSIAL

Merupakan perpindahan seseorang/kelompok dari satu lapisan sosial ke lapisan sosial lain.

Jenis Mobilitas:
1. Mobilitas Vertikal; pergerakan/perpindahan
individu/kelompok dari satu lapisan ke lapisan lain yang
tidak setingkat. Dibedakan menjadi dua:
a. Mobilitas Sosial Naik (Sosial Climbing)
b. Mobilitas sosial Turun (Social Sinking)
2. Mobilitas Horizontal; perpindahan individu/kelompok dari
satu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang
sederajat.
Selain itu mobilitas juga dibedakan menjadi:
1. Mobilitas Antargenerasi; mobilitas yang terjadi antar 2 generasi atau lebih. Mis. Kakek,
ayah, Anak.
2. Mobilitas Intragenerasi; mobilitas yang terjadi dalam satu generasi. Mis. Kakak, adik.
Faktor Pendorong Mobilitas:
1. Faktor Status Sosial
2. Faktor Ekonomi
3. Faktor Situasi Politik
4. Faktor Kependudukan
5. Keinginan untuk melihat daerah lain
Faktor Penghambat Mobilitas:
1. Perbedaan Ras dan Agama
2. Terjadinya diskriminasi kelas
3. Pengaruh sosialisasi yang kuat
4. Kemiskinan
5. Perbedaan jenis kelamin
Cara Mobilitas:
1. Perubahan Standar hidup
2. Perubahan tempat tinggal
3. Perubahan Tingkah laku
4. Perubahan nama
5. Perkawinan
6. Bergabung dengan organisasi tertentu
Saluran Mobilitas:
1. Organisasi pemerintahan
2. Angkatan Bersenjata
3. Lembaga Keagamaan
4. Organisasi Politik
5. Lembaga Pendidikan
6. Lembaga Ekonomi
7. Organisasi Keahlian, dsb.

KELOMPOK SOSIAL

Merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama.


Kriteria kelompok sosial:
1. Setiap anggota kelompok menyadari bahwa ia merupakan bagian dari keompok yang
bersangkutan
2. ada hubungan timbal balik antar anggota kelompok
3. ada faktor yang dimiliki bersama yang menjadi pengikat atau pemersatu
4. berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku
5. bersistem dan berproses

Faktor yang mendasari terbentuknya kelompok sosial adalah kodrat manusia sebagai
makhluk sosial yang selalu ingin hidup bersama orang lain.

Proses terbentuknya kelompok


Kelompok terbentuk melalui berkumpulnya sejumlah orang yang berkerumun, selanjutnya
berkelompok karena memiliki ikatan persamaan kepentingan, nasib, persepsi, tujuan, atau
profesi. Dalam kelompok terjadi interkasi dan bersepakat mengenai norma-norma yang mereka
buat sendiri.

Fase perkembangan kelompok:


1. Fase terbentuk
2. Fase tersusun
3. Fase terfokus
4. Fase dewasa

Bentuk-bentuk kelompok:
1. Kelompok teratur, terdiri dari:
a. In Group dan Out Group
b. Primary Group dan Secondary Group
c. Gemeinschaft (Paguyuban) & Gesselschaft (patembayan)
2. Kelompok tidak teratur
a. Kerumunan (Crowd)
b. Publik

MASYARAKAT MULTIKULTURAL

Merupakan suatu kelompok masyarakat yang terdiri dari beraneka ragam kebudayaan.

Ciri-ciri Masyarakat Multikultural:


1. Terbagi-bagi dalam kelompok-kelompok yang satu sama lain memiliki sub kebudayaan
berbeda
2. Memiliki struktur sosial yang terbagi dalam beberapa lembaga non komplementer
3. Kurang mengembangkan consensus terhadap nilai yang bersifat dasar
4. Relatif sering mengalami konflik
5. Integrasi sosial
6. Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok tertentu terhadap kelompok yang lain

Sebab terjadinya masyarakat multikultural:


1. Perbedaan struktur geologi
2. Posisi Silang/Strategis
3. Bentuk wilayah yang terpecah-pecah
4. Sejarah
5. Akumulasi Budaya

Permasalahan dalam masyarakat multikultural:


1. Konflik antarsuku
2. Konflik antaragama
3. konflik antargolongan
4. Konflik vertikal
5. Lunturnya identitas budaya Indonesia

Perilaku dalam masyarakat multikultural:


Multikulturalisme dan perubahan kebudayaan erat kaitannya dengan sikap toleransi dan empati
sosial. Toleransi dan empati mendorong terjadinya komunikasi dalam masyarakat. Toleransi
akan mengurangi pertentangan dan empati akan menimbulkan sikap saling merasakan perasaan
orang lain.

PERUBAHAN SOSIAL

Merupakan semua bentuk perubahan yang terjadi dalam masyarakat dalm bentuk struktur sosial,
lembaga-lembaga sosial, system sosial, dan berbagai aktifitas sosial masyarakat.

Bentuk Perubahan Sosial:


Berdasarkan kecepatannya,
1. Evolusi
2. Revolusi
Berdasarkan prosesnya:
1. Perubahan yang bersifat Periodik
2. Perubahan yang bersifat non periodic
Berdasarkan perencanaan:
1. Perubahan terencana
2. Perubahan tidak terrencana

Faktor Penyebab Perubahan Sosial:


1. Faktor internal:
a. Bertambah dan berkurangnya penduduk
b. Penemuan baru
c. Pertentangan dalam masyarakat
d. Terjadinya pemberontakan atau revolusi
2. Faktor Eksternal:
a. Bencana alam
b. Peperangan
c. Pengaruh kebudayaan lain

Faktor Pendorong perubahan sosial:


1. kontak dengan kebudayaan lain
2. system pendidikan formal yang maju
3. sikap menghargai hasil karya orang lain
4. system terbuka dalam lapisan masyarakat
5. penduduk yang heterogen
6. ketidakpuasan masyarakat pada bidang kehidupan tertentu
7. orientasi ke masa depan
8. toleransi terhadap hal yang menyimpang

Faktor penghambat perubahan sosial:


1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
3. sikap masyarakat yang tradisional
4. adanya kepentingan yang tertanam dengan kuat
5. rasa takut terjadinya kegiyahan pada integrasi sosial
6. prasangka terhadap hal-hal yang baru dan asing
7. hambatan yang bersifat ideologis
8. adapt atau kebiasaan

Dampak Positif perubahan sosial:


1. Demokratisasi
2. Globalisasi
3. Modernisasi

Dampak Negatif:
1. Westernisasi
2. Sekularisme
3. Konsumerisme
4. Hedonisme

LEMBAGA SOSIAL

Menurut Soerjono Soekanto:


Adalah kumpulan norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam
kehidupan masyarakat.

Major Polak:
Merupakan suatu kompleksitas atau system peraturan dan adapt istiadat yang mempertahankan
nilai-nilai penting.

Ciri-ciri lembaga sosial menurut Gillin & Gillin:


1. mempunyai tingkat kekelan tertentu
2. mempunyai tujuan
3. mempunyai perangkat untuk mencapai tujuan
4. mempunayi lambing atau symbol
5. mempunyai tradisi tertulis dan tidak tertulis
6. berbentuk organisasi pola pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktifitas
masyarakat.

Tipe-tipe Lembaga Sosial:


1. Berdasarkan perkembangannya:
a. Crescive institutions. Lembaga yang tidak sengaja tumbuh
dari adapt istiadat masyarakat
b. Enacted institutions. Lembaga yang sengaja dibentuk
untuk kepentingan tertentu
2. Berdasarkan sistem nilai yang diterima masyarakat:
a. Basic Institutions. Lembaga yang digunakan untuk
mempertahankan dan memelihara tata tertib dalam
masyarakat
b. Subsidiary Institutions. Lembaga sosial yang berkaitan
dengan hal-hal yang kurang penting.
3. Dari segi penerimaan masyarakat
a. Social sanctioned institutions. Lembaga yang diterima
masyarakat. spt; sekolah, perusahaan, perbankan dan
koperasi
b. Unsanctioned Institutions. Lembaga yang ditolak
masyarakat, spt; perjudian, perampokan, dll
4. Dari faktor penyebarannya
a. General Institutions. Lembaga yang dikenal oleh hampir
seluruh masyarakat di dunia. Spt; agama, IPTEK
b. Restricted Institutions. Lembaga yang dianut oleh
masyarakat tertentu. Spt; agama Islam, Kristen, Hindu, dll

5. Dari sudut fungsinya:


a. Operative Institutions. Lembaga yang berfungsi
menghimpun tata cara yang diperlukan untuk mencapai
tujuan lembaga. Spt; Lembaga industri
b. Regulative Institutions. Lembaga yang bertujuan
mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak
menjadi bagian mutlak dari lembaga itu sendiri. Contoh;
Lembaga Hukum

Fungsi Lembaga Sosial:


1. Memberikan pedoman pada anggota masyarakat bagaimana seharusnya bertingkah laku
2. Menjaga keutuhan masyarakat
3. Memberikan pedoman kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial

Lembaga sosial juga memiliki fungsi:


1. Manifes (Nyata)
2. Latent ( Terselubung)

Lembaga Sosial yang ada dalam masyarakat:

1. Lembaga/pranata Keluarga.
Merupakan kesatuan kelompok terkecil dalam masyarakat.
Memiliki fungsi Nyata:
a. Biologis/Reproduksi. Mengatur hubungan seksual untuk memperoleh keturunan
b. Edukasi. Mengatur tanggungjawab untuk merawat dan mendidik anak
c. Sosial. Mengatur hubungan kekeluargaan dan kekerabatan
d. Afeksi. Mencurahkan kasih saying kepada anggota keluarga yang lain.
Fungsi Tersembunyi:
a. Ekonomi. Mengatur dan memenuhi kebutuhan rumah tangga
b. Pengendali sosial dari tindakan menyimpang
c. Pewarisan gelar dan marga
d. Proteksi. Melindungi anggota keluarga

2. Lembaga/Pranata Ekonomi
Adalah bagian dari pranata sosial yang bertalian dengan pengaturan bidang ekonomi, seperti
masalah produksi, distribusi, serta konsumsi barang dan jasa.

3. Lembaga/Pranata Politik
Merupakan institusi atau pranata yang mempunyai kegiatan dalam suatu Negara yang berkaitan
dengan proses untuk menentukan dan melaksanakan tujuan Negara.
Fungsi pranata politik:
a. Memelihara ketertiban dalam wilayahnya
b. Menjaga keamanan dari berbagai ancaman dan serangan pihak luar
c. Melaksanakan kesejahteraan umum, menyelenggarakan perencanaan dan pelayanan
pemenuhan kebutuhan publik.

4. Lembaga/Pranata Pendidikan
Fungsi Nyata:
a. Mempersiapkan anggota masyarakat dalam mencari nafkah
b. Mengembangkan bakat/potensi yang dimiliki seseorang untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya
c. Melestarikan kebudayaan dengan mewariskan kepada generasi berikutnya
d. Melatih keterampilan sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki seseorang.

Fungsi Latent/tersembunyi:
a. Menunda kedewasaan anak
b. Menjadi saluran mobilitas sosial
c. Memelihara integrasi dalam masyarakat

5. Lembaga/Pranata Agama
Kedudukan agama terletak padfa ajaran yang dipandang sacral oleh pemeluknya. Melalui wahyu
atau kitab suci memberi petunjuk kepada manusia dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.

Unsur-unsur Agama:
c. Kepercayaan
d. Symbol agama
e. Praktek keagamaan
f. Ummat beragama
g. Pengalaman beragama

Fungsi Agama:
1. Berfungsi sebagai petunjuk untuk mengatasi segala kesulitan yang diakibatkan oleh
ketidakpastian dan keterbatasan manusia
2. Sebagai pengukuhan nilai-nilai yang bersumber pada kerangka acuan sakral sehingga
norma dan sanksinya pun sakral
3. Menciptakan suatu ikatan bersama dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan ummat
4. fungsi sosialisasi individu dalam mengenal nilai dan norma yang dianutnya.

PENELITIAN SOSIAL

Langkah-langkah Penelitian Sosial:


1. Menyusun Rancangan Penelitian
a. Perumusan masalah
b. Memilih objek penelitian
c. Melakukan studi pendahuluan
d. Merumuskan anggapan dasar/hipotesis
e. Memilih metode penelitian
2. Pelaksanaan Penelitian
a. Mengumpulkan data
Data Kualitatif, yaitu data yang bukan berupa angka
Data kuantitatif, data yang berupa angka
Data Primer, data yang diperoleh langsung dari objek
Penelitian
Data Sekunder, data yang diperoleh secara tidak langsung
misalnya melalui studi kepustakaan, dokumen resmi,
atau media lain.
b. Analisis Data
c. Menarik Kesimpulan
3. Pembuatan Laporan Penelitian

Komponen Dalam Rancangan Penelitian:


1. Topik dan Judul Penelitian
Hal yang harus diperhatikan dalam memilih judul:
a. Singkat, padat, dan jelas
b. Bersifat aktual
c. Menarik untuk diteliti
d. Bermanfaat
e. Bersifat Realistis
2. Latar Belakang Masalah
Alasan yang melatarbelakangi pemilihan tema atau topik
Penelitian
3. Rumusan Masalah dan Hipotesis
Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan
4. Landasan Teori
Merupakan paparan teori yang digunakan dalam
permasalahan penelitian. Dikenal juga dengan istilah studi
kepustakaan/tinjauan pustaka.
5. Definisi Konsep dan Definisi Operasional
Definisi Konsep merupakan definisi variabel-variabel yang
akan diteliti
Definisi Operasional merupakan bagian atau sub-sub dari
Definisi konsep.
6. Populasi dan Sampel
Populasi adalah Objek penelitian secara keseluruhan
Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan
teknik tertentu.

Teknik Menentukan Sampel:


a. Purposive sampling, tehnik pengambilan sampel yang
didasarkan pada tujuan tertentu
b. Proporsional Sampling, sampel yang dipilih bersifat
representatif atau mewakili gambaran yang ada pada
populasi
c. Snowball sampling, tehnik penetapan sample yang jumlah
sampelnya berkembang dari sedikit menjadi semakin banyak.
d.Random sampling, tehnik menentukan sample secara acak
e. Stratified Random sampling, pengembangan dari tehnik random, tetapi sudah
mempertimbangankan tingkatan/strata yang ada dalam populasi
f. Ordinal Random sampling. Pengambilan sample secara ordinal atau mengambil perwakilan
dari populasi dengan interval tertentu.
g. Area Random sampling, tehnik yang digunakan apabila populasinya tersebar secara tidak
menentu pada banyak wilayah.

Tehnik Pengumpulan Data:


1. Tehnik angket/kuisioner
2. Tehnik wawancara/interview
3. Tehnik Observasi
4. Tehnik Studi Kepustakaan
5. tehnik Analisis Media Massa

Penyajian Data Penelitian:


1. Inventarisasi dan Pengeditan Data (Editing)
a. memeriksa kembali lembar pertanyaan
b. memeriksa kelengkapan identitas responden
c. memeriksa lembar jawaban responden
2. Memberi Kode (Coding)
Mengklasifikasikan jawaban responden sehingga mudah diolah
Menurut kode-kode tertentu
3. Klasifikasi
Pengelompokan data sesuai dengan karakteristiknya masing-
Masing
4. Tabulasi Data
Pengolahan data dengan cara memasukkan kedalam table.
a. Tabulasi langsung
b. Lembaran Kode (Code sheet)
c. Tabulasi Frekuensi
d. Tabulasi silang

Pengolahan Data Penelitian:


1. Pengolahan data Statistik
a. Distribusi Frekuensi
b. Ukuran Pemusatan (Tendensi Sentral)
- Mean (Rerata)
- Modus (Nilai yang paling sering muncul)
- Median (Nilai tengah)
c. Mengukur derajat hubungan antar variable (Korelasi)

2. Pengolahan Data non Statistik


a. Reduksi Data, mengkategorikan data hasil penelitian ke dalam
beberapa pola atau kategori
b. Penyajian Data, data disjaikan ke dalam matriks sesuai
dengan pola atau kategori yang telah ditentukan sebelumnya.
c. Penarikan Kesimpulan

Jenis Korelasi data:


1. Hubungan Simetris
2. Hubungan Timbal Balik
3. Hubungan Asimetris
s