Anda di halaman 1dari 2
1 FASE PERKEMBANGAN FITROH ANAK Ust. Abul Abbas Thobroni # Mudir Pon-Pes Nidaus Salam Pekalongan
1
1

FASE PERKEMBANGAN FITROH ANAK

Ust. Abul Abbas Thobroni # Mudir Pon-Pes Nidaus Salam Pekalongan # Pendidikan Berbasis Fitroh

Setiap kesempurnaan pasti membutuhkan proses, setiap keberhasilan pasti membutuhkan tahapan, dan setiap masa panen pasti membutuhkan fase-fase perkembangan.

Ibarat seorang petani yang menanam biji pohon harus melalui banyak fase sampai tiba masa panen untuk memetik buahnya. Dan kita sudah mengetahui bahwa setiap fase dan tahapan yang dilalui oleh pohon tersebut pasti memiliki cara dan sistem perawatan yang berbeda- beda.

Demikian juga mendidik anak, banyak fase dan tingkatan yang harus dilalui sampai tiba masa panen yaitu AQIL BALIGH yaitu fase katika anak kita sudah baligh ia bagaikan pohon yang terus mengeluarkan buah-buahan berupa bermanfaat baik kepada dirinya sendiri, agama, dan semua manusia.

Dalam mencapai keberhasilan tidak ada kaedah SEMAKIN CEPAT SEMAKIN BAIK akan tetapi kaedah yang berlaku adalah SEMAKIN TEPAT SEMAKIN BAIK. Maksudnya sikap ketergesaan memanen hasil akan berakibat gagalnya panen, berbeda halnya dengan orang yang tepat melalui fase- fase perkembangan maka pasti ia akan meraih keberhasilan.

Sebagaimana kaedah ulama kita

( هنامرحب بقوع دقف هناوا لبق لجعتسا نم )

"Siapa yang tergesa-gesa mendapatkan hasil sebelum waktunya, maka akibatnya ia akan dihalangi mendapatkan hasil"

Kita dapatkan bahwa Allah tidak mentaqdirkan sebuah keberhasilan kecuali dengan proses dan tahapan yang harus dilalui. Padahal Allah maha hebat dan kuat, jika Allah ingin menciptakan keberhasilan langsung maka sangat bisa bahkan cukup dengan mengucapkan "kun" pasti akan terjadi.

Allah menciptakan nabi Adam dalam banyak fase. Allah menciptakan manusia dari air mani, gumpalan darah, gumpalan daging, tulang, kemudian dibungkus dengan daging. Allah menciptakan alam semesta dalam 6 hari. Allah mentaqdirkan kemenangan bagi para Nabi dengan fase peperangan demi peperangan sampai terkadang seorang Nabi bertanya "Kapan datang pertolongan Allah".

Maka kesuksesan akan diraih bagi orang yang sabar menjalankan semua proses dan tahapan dengan tepat dan tidak tergesa-gesa.

A. Tahapan Anak Fase tahapan yang dilalui oleh anak ada 4 fase pertumbuhan, yaitu Tufuliyah, Tamyiz, Murohaqoh, Baligh. Dan ini diambil dari hadits bahwa Rosulullah bersabda:

ءانبأ مهو اهيلع مهوبرضاو نينس عبس ءانبأ مهو ةلاصلابً مكدلاوأ اورم عجاضملا يف مهنيب اوقرفو رشع

"Perintahkan anak kalian untuk sholat ketika anak berusia 7 tahun, dan pukullah mereka untuk sholat ketika umur 10 tahun dan pisahkan tempat tidur mereka"

Pada kesempatan ini kita akan menyebutkan pendidikan di fase Tufuliyah supaya pendidikan kita tepat.

B. TUFULIYAH ( ةيلوفطلا ) "Masa kanak kanak" yaitu umur 0 - 7 tahun Masa Tufuliyah terbagi menjadi 2 macam:

a. Tufuliyah Sughro yaitu masa menyusui ketika umur

0 - 2 tahun ( ةعاضرلا )

b. Tufuliyah Kubro yaitu masa bermain ketika umur 3 -

7 tahun ( ةناضحلا )

C. Sunnah - Sunnah Ketika Anak Umur 0 - 7 Tahun

1. Bersyukur kepada Allah akan karunia anak

2. Adzan di telinga kanan dan Iqomah di telinga kiri

3. Memberikan nama yang baik

Bersyukur kepada Allah akan karunia anak 2. Adzan di telinga kanan dan Iqomah di telinga kiri
4. Mendo'akan anak entah ketika hendak hubungan intim, ketika hamil, atau ketika melahirkan 5. Mentahnik
4. Mendo'akan anak entah ketika hendak hubungan intim, ketika hamil, atau ketika melahirkan 5. Mentahnik

4. Mendo'akan anak entah ketika hendak hubungan intim, ketika hamil, atau ketika melahirkan

5. Mentahnik anak

6. Aqiqoh

7. Menyusui sampai genap 2 tahun

8. Mengkhitan (sunat) anak

9. Mencukur rambut

10. Sayang kepada anak dengan cara mencium, memeluk, dan lainnya.

D. Pendidikan di Fase Tufuliyah

1. Tumbuhkan Mahabatullah (Cinta kepada Allah) karna fase ini adalah fase di mana anak akan membangun rasa Cinta dan Bahagia, oleh sebab itu jadikan Allah dan Rosul Nya sebagai pusat kecintaan anak kita.

2. Kokohkan Rububiyah (keTuhanan) Allah yaitu bahwa Allah lah sang pencipta, sang pemberi, sang pengatur alam semesta. Maka di fase ini dekatkan anak dengan alam semesta dan biarkan ia meraba, merasa, dan bersentuhan langsung dengan ciptaan Allah sehingga ia bisa bangga dengan Allah sampai mengakui "Allah sangat hebat"

3. Kuatkan egosentris anak karena anak di fase ini akan membangun kepercayaan diri, jati diri, dan mempertahankan hak miliknya.

4. Gambarkan perkara - perkara yang ghoib dalam hati anak baik Surga, Malaikat, Rosul, dan lainnya karena di fase ini imajinasi anak sangat kuat sehingga apa saja yang ia dengar dan lihat bagi dia adalah alam nyata.

5. Orang tua harus bisa membersamai anak supaya orang tua menjadi teman dan sahabat bermainnya. Orang tua harus bisa menjadi tempat curhat anak untuk mengeluarkan semua isi hatinya.

6. Kuatkan bahasa ibu sampai anak bisa menyampaikan isi hati dan pikirannya dengan utuh.

7. Kehadiran sosok ayah ibu dalam pendidikan anak dengan target setelah masa Rodho'ah (yaitu di atas 3 tahun) anak harus sudah mengetahui jati dirinya laki atau wanita.

8. Memberikan keteladanan dengan sikap dan nasehat sesuai dengan kadar akal dalam adab.

9. Pembersihan hati dengan menjaga lingkungan dari dosa

10. Bangkitkan bakat dengan banyak aktifitas yang memperkaya wawasan kemudian mendokumentasikannya

E. Penyimpangan Pendidikan yang Bisa Mencederai Fitroh Anak Pada Usia 0 - 7 Tahun

1.

Memaksakan syariat baik sholat, al Qur'an, dan lainya sejak dini.

2.

Pendidikan kognitif seperti calistung

3.

Membanding-bandingkan dengan anak lain karna setiap anak adalah unik (special limited edition)

4.

Menyamakan anak dengan orang dewasa dalam pendidikan

5.

Terlalu galau dan cemas akan masa depan anak perkara ini yang merusak tawakal dan keimanan kita kepada taqdir.

6.

Konsentrasi kepada kekurangan dan kegelapan anak

7.

Anak dijadikan obsesi orang tua sehingga banyak orang tua merampas masa bermain anak.

8.

Mengajarkan bahasa asing sebelum bahasa ibu, tuntas ini yang mengakibatkan mental block atau kesulitan mengekspresikan gagasan dan perasaan.

9.

Ketimpangan gender seperti kedua orang tua tidak hadir dalam pendidikan atau salah satu dari keduanya atau luka fitroh seksualitas.

10.

Mengajarkan anak untuk sosial karena bisa merusak ego anak.

satu dari keduanya atau luka fitroh seksualitas. 10. Mengajarkan anak untuk sosial karena bisa merusak ego
satu dari keduanya atau luka fitroh seksualitas. 10. Mengajarkan anak untuk sosial karena bisa merusak ego