Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Sekarang ini perkembangan teknologi semakin pesat diberbagai Negara khususnya


dibidang transportasi, perkembangan ini muncul karena manusia menggunakan akalnya untuk
menemukan sebuah masalah yang dihadapinya untuk menciptakan kenyamanan, semakin
banyaknya kebutuhan akan pemuas kebutuhan baik kebutuhan Primer maupun Sekunder
semakin banyak pula pemikiran manusia yang akan muncul untuk menemukan hal-hal baru
yang belum ada sebelumnya.
Alat tranportasi salah satu kemajuan teknologi yang sangat berpengaruh dalam
kelancaran manusia bertransportasi, baik itu menggunakan mobil pribadi, taksi, bis, pesawat
terbang, kapal laut dll, yang mana ini adalah hasil dari pemikiran akal manusia untuk
mempermudah seseorang mencapai tujuan yang jaraknya jauh. Disamping mempermudah
perkembangan alat transportasi ini juga tentu menimbulkan dampak yang bersifat negatif karena
tak selamanya perkembangan tehnologi mengagumkan faktanya tidak dapat dipungkiri alat
transportasi sangat berpengaruh dalam pencemaran udara dan bahan bakaranya yang semakin
berkurang.
Semakin dikurasnya bahan bakar dari alam ini tentu sangat berdampak pada generasi
kedepannya yang tidak dapat merasakan minyak bumi ini karena bahan bakar atau minyak bumi
merupakan hasil alam yang tidak dapat diperbaharui kemudian dalam hal ini perlu sebuah upaya
mengatasi dampak dampak yang ditimbulkan oleh alat tranportasi baik dampaknya terhadap
alam atau lingkungan. Karena semakin banyaknya kendaraan khususnya di daerah Palangka
Raya, sehingga tim penulis tertarik untuk mengupas tentang masalah ini.

B. IDENTIFIKASI MASALAH

Dalam hal ini penulis berusaha membahas beberapa masalah yakni sebagai berikut :
1. Bagaimana perkembangan alat transportasi di masa lalu dan sekarang?
2. Bagaimana perkembangan kendaraan bermotor yang ada di indonesia?
3. Apa dampak yang ditimbulkan alat tranportasi terhadap lingkungan sekitar?
C. TUJUAN PENULISAN

Dalam pembuatan makalah ini penulis bertujuan untuk menambah kerangka ilmu
mengenai perkembangan alat tranportasi dari perubahannya yang jauh berbeda
perkembangannya sekarang dengan munculnya alat transportasi modern sekarang memberikan
gambaran betapa manusia mampu menciptakan sebuah alat yang tidak ada sebelumnya dan
kemunculannya sangat bermanfaat bagi manusia, tapi dibalik manfaat positif juga ada dampak
negatifnya bagi lingkungan dan masyarakat setermpat. Sehingga hal ini menjadi pokok pikiran
tim penulis agar pengaruh kemunculannya dapat menjadi referensi ilmu yang berguna dan
bermanfaat, serta sebagai bahan informasi kepada yang lain mengenai perkembangan alat
transportasi, dampak dan upayanya. Bagaimana cara agar bersama-sama kita mencari solusi
terbaik untuk lingkungan sekitar tempat kita tinggal.
D. MANFAAT PENULISAN

Untuk memberikan wawasan, pengetahuan dan pembelajaran tentang perkembangan alat


transportasi bagi kehidupan manusia, sejarah dari berbagai sarana trasnportasi serta revolusi-
revolusi besar yang ditemukan dalam proses perkembangan alat transportasi. Dengan
mengetahui perkembangan alat tranportasi, seseorang mengetahui bagaimana dinamika
pemikiran manusia yang tidak terbatas khususnya dalam segi perkembangan teknologi
transportasi.
BAB II
PEMBAHASAN dan ANALISIS DATA

A. Perkembangan Alat Transportasi Di Dunia


Teknologi transportasi adalah teknologi yang mampu mendukung pemindahan
manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah
kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk
memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Istilah “teknologi” berasal
dari “techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi
dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya
adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan
akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih
ampuh anggota tubuh, panca indera dan otak manusia.
Menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai”
keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam
setiap bidang kegiatan manusia.
Perkembangan transportasi dalam sejarah bergerak dengan sangat perlahan,
berevolusi dengan terjadi perubahan sedikit-demi sedikit, yang sebenarnya diawali
dengan perjalan jarak jauh berjalan kaki pada jaman paleolithic. Sejarah manusia
menunjukkan bahwa selain berjalan kaki juga dibantu dengan pemanfaatan hewan yang
menyeret suatu muatan yang tidak bisa diangkat oleh manusia dan penggunaan rakit di
sungai. Beberapa rekaman mengenai transportasi terekam dalam relief yang dipahat
dibatu pada daerah Mesir Kuno dan daerah sekitarnya seperti ditunjukkan dalam gambar.
1. Perkembangan transportasi sebelum jaman industrialisasi
Transportasi diawali dengan penemuan roda pada sekitar 3500 tahun sebelum
masehi yang digunakan untuk mempermudah memindahkan suatu barang. Pada
tabel berikut ditunjukkan perkembangan didalam transportasi dari jaman ke jaman.
Tetapi sebelumnya tentu ada pergerakan manusia ke Benua Australia yang
diperkirakan terjadi 40.000 sampai 45.000 tahun yang lalu menggunakan suatu
bentuk transportasi maritim.
Tahun Temuan
3500 SM Penemuan roda sebagai cikal bakal transportasi modern
3500 SM Kapal pertama kali dikembangkan
2000 SM Kuda digunakan manusia untuk transportasi
0770 M Sepatu kuda digunakan untuk pertama kali
1492 M Leonardo Davinsi membuat lebih dari 100 gambar rancangan pesawat
terbang
1620 M Cornelis Drebbelmembuat kapal selam pertama
1662 M Blaise Pascal menciptakan bus angkutan umum pertama yang ditarik
kuda melayani trayek tetap, berjadwal dan penerapan sistem tarif
1769 M Mobil pertama yang digerakkan dengan mesin uap
1783 M Kapal uap praktis pertama dikembangkan oleh Marquis Claude
Francois de Jouffroy d’Abbans yang menggunakan roda kayu
1790 M Sepeda pertama kali ditemukan dan digunakan
Dari gambaran diatas jelas terlihat dalam kehidupan manusia kuda merupakan
salah satu moda transportasi yang paling penting, dan penggunaannya masih tetap
saja masih kita lihat dalam kehidupan modern kita. Kuda banyak tercatat dalam
sejarah dalam bentuk tunggangan ataupun kereta kuda yang banyak ditemukan
dalam relief-relif yang merupakan fakta sejarah.
2. Perkembangan Transportasi setelah jaman industrialisasi
Perkembangan transportasi setelah jaman industrialisasi berjalan dengan sangat
cepat, inovasi berkembang sangat cepat demikian juga penggunaan transportasi
berjalan dengan sangat cepat, dimulai dengan penerapan mesin uap untuk angkutan
kereta api dan kapal laut, kemudian disusul dengan ditemukannya mesin dengan
pembakaran dalam. Penemuan selanjutnya yang sangat mempengaruhi sistem
transportasi adalah dengan dikembangkannya mesin turbin gas, yang kemudian
menjadi turbo jet yang digunakan pada pesawat terbang. Di transportasi laut
penemuan yang spectakuler adalah dengan pengembangan bahan bakar nulir, banyak
digunakan untuk kapal selam. Pada Tabel berikut ditunjukkan perkembangan sistem
transportasi.
Tahun Temuan
1801 Lokomotif uap pertama yang ditemukan oleh Richard Trevithick yang
kemudian disempurnakan oleh George Stephensen
1858 Jean Lenoir mengembangkan mobil pertama yang digerakkan dengan
mesin dengan pembakaran dalam
1867 Sepeda motor pertama yang digerakkan dengan bahan bakar
1879 Werner von Siemens merancang dan mengembangkan kereta api listrik
yang pertama
1885 Bens membuat kendaraan produksi pertama
1899 Ferdinan von Zeppelin menerbangkan pesawat balon udara pertama
1903 Orville dan Wilbur Wright pada tanggal 17 Desember membuat
penerbangan pertama dengan pesawat sederhana
1908 Henry Ford menerapkan sistem produksi ban ban berjalan untuk
pembuatan mobil secara massal
1926 Roket berbahan bakar cair pertama diluncurkan
1932 Pemerintah jerman membangun Autobahn(Jalan bebas Hambatan)
pertama
1939 Pesawat terbang jet pertama Jerman diterbangkan atas dasar desain turbin
yang dibuat Hans von Ohain tahun 1936
1942 Helicopter yang didesain dan diproduksi oleh Igor Sikorsky
1947 Pesawat supersonik pertama diterbangkan
1953 Kapal yang degerakkan dengan nuklir pertama diluncurkan
Permasalahan yang kemudian timbul dengan perkembangan transportasi diera
industrialisasi adalah jumlah penggunaan energy yang luar biasa dimana hampir
seluruh moda angkutan menggunakan energi fosil. Pembakaran energi fosil pada
transportasi modern pada gilirannya akan mengeluarkan emisi gas buang dimana
sebagian besar dari emisi gas buang tersebut berupa gas rumah kaca yang pada
gilirannya mengakibatkan pemanasan global. Oleh karena itu belakangan ini
diupayakan untuk mencari enerji alternatif yang tidak mencemari lingkungan,
mengalihkan transportasi kepada transportasi yang ramah lingkungan.
Transportasi udara baru berkembang pada zaman industrialisasi dimana tercatat
dalam sejarah Orville and Wilbur Wright pada tanggal 17 Desember 1903, berhasil
membuat penerbangan pertama, perkembangan transportasi udara kemudian
berkembang pesat, dan sekarang ini digunakan untuk transportasi jarak menengah
dan panjang. Keunggulah utama transportasi udara adalah kecepatan tinggi,
sehingga waktu bertransportasi menjadi lebih pendek, namun biaya dan penggunaan
bahan bakarnya tinggi sehingga hanya feasible untuk penumpang dan barang dengan
nilai tinggi ataupun dibutuhkan dalam waktu yang cepat.
Beberapa teknologi transportasi yang sudah berkembang di Indonesia dan
diantaranya transportasi darat di Pulau Jawa, yang menjadi pusat perkembangan
peradaban Nusantara sejak abad ke-4, jalur perhubungan yang berkembang adalah
jalur darat, transportasi air di Indonesia sebagai negara bahari perahu dan kapal
merupakan alat transportasi dan komunikasi penting sejak awal peradaban
Nusantara, transportasi udara di Indonesia terkait dengan sejarah kemerdekaan.

B. Perkembangan Alat Transportasi di Indonesia


1. Perkembangan Alat Transportasi (Darat) Di Indonesia
a. Mobil
Kendaraan bermotor pertama hadir di Indonesia (Hindia Belanda) tahun
1893. Orang pertama yang memiliki kendaraan bermotor di Indonesia adalah
orang Inggris, John C Potter, yang bekerja sebagai Masinis Pertama di Pabrik
Gula Oemboel, Probolinggo, Jawa Timur. Potter memesan langsung sepeda
motornya ke pabriknya, Hildebrand und Wolfmuller, di Muenchen, Jerman.
Potter pun satu-satunya orang yang menggunakan kendaraan bermotor di
Indonesia pada saat itu.
Industri otomotif Indonesia dimulai tahun 1920 ketika General Motors
(GM) mendirikan pabrik perakitan Chevrolet di Tanjoeng Priok (halaman 89),
lalu pada tahun 1955, Pemerintah Indonesia mendatangkan mobil dari luar negeri
untuk mendukung pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika di Gedung Merdeka,
Bandung, Jawa Barat, 18-24 April. Mobil-mobil itu adalah Plymouth Belvedere,
Opel Kapitan, dan Opel Kadett.
Toyota Kijang bak terbuka dipamerkan di paviliun Toyota di arena
Jakarta Fair pada tahun 1975, dan Toyota Kijang generasi pertama diluncurkan
tahun 1977, bertahan hingga empat tahun. Pada tahun 1981, lahir pula Toyota
Kijang generasi kedua, dan pada tahun 1986 lahir Toyota Kijang generasi ketiga,
sedangkan Toyota Kijang generasi keempat muncul tahun 1996.
b. Sepeda motor
Sepeda motor itu tiba pada tahun 1893, satu tahun sebelum mobil pertama
milik Sunan Solo (merk Benz tipe Carl Benz) tiba di Indonesia. Hal itu
menjadikan J.C. Potter sebagai orang pertama di Indonesia yang menggunakan
kendaraan bermotor. Selain itu, ada hal yang menarik apabila kita mengamati
tahun kedatangan sepeda motor tersebut. Sedang sepeda motor pertama di dunia
(Reitwagen) lahir di Jerman pada 1885 oleh Gottlieb Daimler dan Wilhelm
Maybach tetapi belum dijual untuk umum. Tahun 1893, sepeda motor pertama
yang dijual untuk umum dibuat oleh pabrik sepeda motor Hildebrand und
Wolfmüller di Muenchen, Jerman.
Sepeda motor lain terlihat pada tahun 1902 yang juga digunakan untuk
menarik wagon yaitu sepeda motor Minerva buatan Belgia. Mesin Minerva saat
itu juga dipesan dan digunakan pada merk motor lain sebelum bisa membuat
mesin sendiri, diantaranya adalah Ariel Motorcycles di Inggris.
PT Astra Honda Motor (AHM) merupakan pelopor industri sepeda motor
di Indonesia. Didirikan pada 11 Juni 1971 dengan nama awal PT Federal Motor,
yang sahamnya secara mayoritas dimiliki oleh PT Astra International. Saat itu,
PT Federal Motor hanya merakit, sedangkan komponennya diimpor dari Jepang
dalam bentuk CKD (completely knock down). Pabrik sepeda motor Yamaha
mulai beroperasi di Indonesia sekitar tahun 1969, sebagai suatu usaha perakitan
saja, semua komponen didatangkan dari Jepang, baru pada tanggal 6 Juli tahun
1974 berdiri secara resmi PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.
c. Kereta Api
Perjalanan panjang kereta api di Indonesia dimulai dari jaman penjajahan
Belanda Tahun 1840 sampai dengan saat ini 2010, kita rasakan bersama belum
mencapai pada tahap yang membanggakan. Infrastruktur yang beroperasi
semakin lama semakin turun jumlah maupun kualitasnya dan belum pernah ada
upaya untuk melakukan modernisasi. Hal ini secara signifikan menyebabkan
penurunan peran dari moda ini dalam konteks penyelenggaraan transportasi
nasional. Padahal dari sisi efisiensi energi dan rendahnya polutan (karbon) yang
dihasilkan, moda kereta api sangat unggul dibandingkan dengan moda yang lain.
Artinya jika diselenggarakan dengan baik dan tepat, moda ini pasti mampu
menjadi leading transportation mode khususnya sebagai pembentuk kerangka
atau lintas utama transportasi nasional.
Secara historis penyelenggaraan kereta api dimulai sejak zaman
Pemerintah kolonial Hindia Belanda (1840-1942), kemudian dilanjutkan pada
masa penjajahan Jepang (1942- 1945) dan setelah itu diselenggarakan oleh
Pemerintah Indonesia (1945 – sekarang). Pada pasca Proklamasi Kemerdekaan
(1945-1949) setelah terbentuknya Djawatan Kereta Api Republik Indonesia
(DKARI) pada tanggal 28 September 1945 masih terdapat beberapa perusahaan
kereta api swasta yang tergabung dalam SS/VS (Staatsspoorwagen/Vereningde
Spoorwagenbedrijf atau gabungan perusahaan kereta api pemerintah dan swasta
Belanda) yang ada di Pulau Jawa dan DSM (Deli Spoorweg Maatschappij) yang
ada di Sumatera Utara, masih menghendaki untuk beroperasi di Indonesia.
Berdasarkan UUD 1945 pasal 33 ayat (2), angkutan kereta api dikategorikan
sebagai cabang produksi penting bagi negara yang menguasai hajat hidup orang
banyak, oleh karena itu pengusahaan angkutan kereta api harus dikuasai negara.
Maka pada tanggal 1 Januari 1950 dibentuklah Djawatan Kereta Api (DKA) yang
merupakan gabungan DKARI dan SS/VS.
Pada tanggal 25 Mei 1963 terjadi perubahan status DKA menjadi
Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) berdasarkan PP No. 22 Tahun 1963.
Pada tahun 1971 berdasarkan PP No. 61 Tahun 1971 terjadi pengalihan bentuk
usaha PNKA menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Selanjutnya pada
tahun 1990 berdasarkan PP No. 57 tahun 1990, PJKA beralih bentuk menjadi
Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka), dan terakhir pada tahun 1998
berdasarkan PP No. 12 Tahun 1998, Perumka beralih bentuk menjadi PT.KA
(Persero). Dalam perjalanannya PT. KA (Persero) guna memberikan layanan
yang lebih baik pada angkutan kereta api komuter, telah menggunakan sarana
Kereta Rel Listrik di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang (Serpong) dan
Bekasi (Jabodetabek) serta pengusahaan di bidang usaha non angkutan
penumpang membentuk anak perusahaan PT. KAI Commuter Jabodetabek
berdasarkan Inpres No. 5 tahun 2008 dan Surat Menneg BUMN No. S-
653/MBU/2008 tanggal 12 Agustus 2008.
Dari sejarah transformasi kelembagaan, dapat disarikan bahwa penyelenggaraan
perkeretaapian dimulai dari swasta (pada jaman Belanda), nasionalisasi republik,
perusahaan negara (BUMN), dan sekarang dengan regulasi yang mendorong
keterlibatan swasta dalam penyelenggaraan infrastruktur (Perpres No. 67 Tahun
2005), perkeretaapian diarahkan untuk dapat diselenggarakan oleh swasta.

2. Perkembangan Alat Transportasi Laut


Kapal kayu Pinisi telah digunakan di Indonesia sejak beberapa abad yang lalu,
diperkirakan kapal pinisi sudah ada sebelum tahun 1500an. Menurut naskah Lontarak
I Babad La Lagaligo pada abad ke 14, Pinisi pertama kali dibuat oleh Sawerigading,
Putera Mahkota Kerajaan Luwu untuk berlayar menuju negeri Tiongkok hendak
meminang Putri Tiongkok yang bernama We Cudai. Sawerigading berhasil ke negeri
Tiongkok dan memperisteri Puteri We Cudai. Setelah beberapa lama tinggal di
negeri Tiongkok, Sawerigading kembali kekampung halamannya dengan
menggunakan Pinisinya ke Luwu. Menjelang masuk perairan Luwu kapal diterjang
gelombang besar dan Pinisi terbelah tiga yang terdampar di desa Ara, Tanah Beru
dan Lemo-lemo. Masyarakat ketiga desa tersebut kemudian merakit pecahan kapal
tersebut menjadi perahu yang kemudian dinamakan Pinisi.
Perusahaan pelayaran pertama didirikan di Indonesia pada tahun 1890 oleh
pemerintah colonial Belanda yaitu perusahan pelayaran KPM (Koninkelijitke
Paketvaart Maattscappi) dan merupakn satu-satunya perusahaan yang oleh
pemerintah Belanda diberikan hak mnopoli di Bidang pelayaran di Indonesia
disamping kewenangan administrasi pemerintahsampai batas tertentu yang berkaitan
dengan pelayaran saat itu.
Sejarah berdirinya PT PELNI bermula dengan dikeluarkannya Surat Keputusan
Bersama (SKB) antara Menteri Perhubungan dan Menteri Pekerjaan Umum tanggal 5
September 1950 yang isinya mendirikan Yayasan Penguasaan Pusat Kapal-kapal
(PEPUSKA).
Latar belakang pendirian Yayasan PEPUSKA diawali dari penolakan pemerintah
Belanda atas permintaan Indonesia untuk mengubah status maskapai pelayaran
Belanda yang beroperasi di Indonesia, N.V. K.P.M (Koninklijke Paketvaart
Matschappij) menjadi Perseroan Terbatas (PT). Pemerintah Indonesia juga
menginginkan agar kapal-kapal KPM dalam menjalankan operasi pelayarannya di
perairan Indonesia menggunakan bendera Merah Putih. Pemerintah Belanda dengan
tegas menolak semua permintaan yang diajukan oleh pemerintah Indonesia.
Dengan modal awal 8 (delapan) unit kapal dengan total tonage 4.800 DWT
(death weight ton), PEPUSKA berlayar berdampingan dengan armada KPM yang
telah berpengalaman lebih dari setengah abad. Persaingan benar-benar tidak
seimbang ketika itu, karena armada KPM selain telah berpengalaman, jumlah
armadanya juga lebih banyak serta memiliki kontrak-kontrak monopoli.
Akhirnya pada 28 April 1952 Yayasan Pepuska resmi dibubarkan. Pada saat yang
sama didirikanlah PT PELNI dengan berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Perhubungan Nomor M.2/1/2 tanggal 28 Februari 1952 dan No. A.2/1/2 tanggal 19
April 1952, serta Berita Negara Republik Indonesia No. 50 tanggal 20 Juni 1952.
Sebagai Presiden Direktur Pertamanya diangkatlah R. Ma'moen Soemadipraja (1952-
1955).

3. Perkembangan Alat Transportasi Udara


Pesawat terbang jenis Antoinette diangkut ke Surabaya menggunakan kapal laut.
18 Maret 1911 Gijs Kuller (orang Belanda) mendemonstrasikan pesawat tersebut
terbang di Pasar Turi Surabaya, menjadi penerbangan pesawat bermotor pertama di
Indonesia. Demonstrasinya dilanjutkan ke Semarang, Yogya dan Medan. Beberapa
waktu kemudian Batavia dan Solo menyusul.
Jan Hilgers (Orang Belanda keturunan Indonesia) mendemonstrasikan pesawat
Fokker Skin terbang di Surabaya. P.A Koezminski (orang Rusia) juga
mendemonstrasikan pesawat Bleriot XIa terbang di Batavia. Keduanya melanjutkan
demonstrasi di Semarang. Fokker Skin jatuh di Semarang 2 Maret 1913, kecelakaan
pesawat terbang pertama di Indonesia. Jan Hilgers selamat. Beberapa
penerbangannnya tidak mulus, tidak cocok dgn iklim tropis di Indonesia:
Melihat adanya prospek yang baik bagi penerbangan sipil maupun militer di
Indonesia, maka pada tanggal 1 Oktober 1924 sebuah pesawat jenis Fokker F-7 milik
maskapai penerbangan Belanda mencoba melakukan penerbangan dari Bandara
Schippol Amsterdam ke Batavia (sekarang Jakarta). Penerbangan yang penuh
petualangan tersebut membutuhkan waktu selama 55 hari dengan berhenti di 19 kota
untuk dapat sampai di Batavia dan berhasil mendarat di Cililitan yang sekarang
dikenal dengan Bandar Udara Halim Perdanakusuma.
Pada tanggal 1 November 1928 di Belanda telah berdiri sebuah perusahaan
patungan KNILM (Koninklijke Nederlandsch Indische Luchtvaart Maatschappij)
yang terbentuk atas kejasama Deli Maatschappij, Nederlandsch Handel
Maatschappij, KLM, Pemerintah Hindia Belanda dan perusahaan-perusahaan dagang
lainnya yang mempunyai kepentingan di Indonesia. Dengan mengoperasikan pesawat
jenis Fokker-F7/3B, KNILM membuka rute penerbangan tetap Batavia-bandung
sekali seminggu dan selanjutnya membuka rute Batavia-Surabaya (pp) dengan transit
di Semarang sekali setiap hari. Setelah perusahaan ini mampu mengoperasikan
pesawat udara yang lebih besar seperti Fokker-F 12 dan DC-3 Dakota, rute
penerbangan pun bertambah yaitu Batavia-Palembang-Pekanbaru-Medan bahkan
sampai ke Singapura seminggu sekali.
Dengan suksesnya penerbangan pertama Belanda ke Jakarta, masih diperlukan
lima tahun lagi untuk dapat memulai penerbangan berjadwal. Penerbangan tersebut
dilakukan oleh perusahaan penerbangan KLM (Koninklijke Luchtvaart
Maatschappij) menggunakan pesawat Fokker F-78 bermesin tiga yang dipakai untuk
mengangkut kantong surat. Kemudian pada tahun 1931 jenis pesawat yang dipakai
diganti dengan jenis Fokker-12 dan Fokker-18 yang dilengkapi dengan kursi agar
dapat mengangkut penumpang.
Pada tanggal 25 Desember 1949, Dr. Konijnenburg, mewakili KLM menghadap
dan melapor kepada Presiden Soekarno di Yogyakarta bahwa KLM Interinsulair
Bedrijf akan diserahkan kepada pemerintah sesuai dengan hasil Konferensi Meja
Bundar (KMB) dan meminta presiden memberi nama bagi perusahaan tersebut
karena pesawat yang akan membawanya dari Yogyakarta ke Jakarta nanti akan dicat
sesuai nama itu. Menanggapi hal tersebut, Presiden Soekarno menjawab dengan
mengutip satu baris dari sebuah sajak bahasa Belanda gubahan pujangga terkenal,
Raden Mas Noto Soeroto di zaman kolonial, Ik ben Garuda, Vishnoe's vogel, die zijn
vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden ("Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu
yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi diatas kepulauanmu") Maka pada
tanggal 28 Desember 1949, terjadi penerbangan bersejarah pesawat DC-3 dengan
registrasi PK-DPD milik KLM Interinsulair yang membawa Presiden Soekarno dari
Yogyakarta ke Kemayoran,Jakarta untuk pelantikan sebagai Presiden Republik
Indonesia Serikat (RIS) dengan logo dan nama baru, Garuda Indonesian Airways,
pemberian Presiden Soekarno kepada perusahaan penerbangan pertama ini.
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dalam perkembangannya tehnologi alat transportasi memberikan sumbangan yang besar


pada kenyamanan bertransportasi seperti tersedianya mobil, sepeda motor, pesawat terbang,
kereta api, kapal laut dll. Yang dulunya perjalan menuju keluar negeri memerlukan waktu yang
lama namun sekarang hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja untuk sampai ketempat
tujuan.
B. SARAN

Keistemewaan manusia adalah kemampuan akalnya yang tak terbatas dalam


menciptakan sesuatu yang belum ada sebelumnya seperti alat tranportasi yang sekarang ini
beragam, namun hal itu harus juga memikirkan dampak yang akan terjadi pada alat yang
diciptakan, sehingga manfaatnya berguna baik bagi manusia maupun alam.
DAFTAR PUSTAKA

 Hariyanto,Tri, Detik-detik Ujian Nasional Geografi, PT. Intan Pariwara, Klaten: 2010
 Mwawardi dan Ir. Nur Hidayati, IAD-ISD-IBD, CV. Pustaka Setia, Bandung:2002.
 Purnama, Heri, Ilmu Alamiah Dasar, PT Renika Cipta, Jakarta : 1997.