Anda di halaman 1dari 2

4.

1 KESIMPULAN
Kasus Enron Corporation telah menunjukkan bagaimana auditor melanggar kode
etik profesi akuntan publik, dmana auditor memanipulasi laporan keuangan sehingga
laporan tersebut mencerminkan kinerja perusahaan yang sangat baik. Akan tetapi, fakta
sebenarnya dilapangan, menunjukkan bahwa perusahaan telah berada diujung ambang
kebangkrutan. Hutang perusahaan cukup besar yang disembunyikan dengan menggunakan
entitas yang memiliki tujuan khusus. Hal ini terjadi akibat ketidakindependenan auditor
dalam pelaksanaan audit atas laporan keuangan klien, karena adanya konflik kepentingan
antara pengungkapan yang objektif dan mempertahankan klien potensial. Hal ini merupakan
sebuah ketidakjujuran dan kebohongan yang disebabkan oleh dilema etika yang dialami
kantor akuntan publik. Auditor yang terlibat juga melanggar kode etik profesional sebagai
akuntan independen karena dengan sengaja memusnahkan dokumen-dokumen penting yang
merupakan bukti audit yang relevan serta menciptakan laporan audit yang menyesatkan.
Perilaku tidak etis ini kemudian akhirnya menuju kehancuran perusahaan korporat terebut
dan menyisakan kerugian bagi berbagai pihak hingga mempengaruhi bursa perekonomian
global di samping proses peradilan dan tuntutan hukum.

4.2 SARAN
Agar kasus serupa dengan kasus Enron Corporation tidak terulang kembali dalam
perusahaan yang dapat merugikan berbagai pihak yang terlibat, maka perusahaan diharapkan
dapat menempatkan sumber daya manusia, terutama pihak manajemen yang akan
memegang kendali dalam perusahaan, tidak hanya memperhatikan segi kemampuannya saja,
tetapi juga memperhatikan pula kepribadiannya dalam etika bisnis, agar dalam
pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan prinsip etika dan peraturan yang berlaku.
Kasus skandal Enron Corporation dapat dijadikan pelajaran berharga bagi dunia
bisnis di seluruh dunia. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan agar tidak terjebak dalam
kasus seperti Enron Corporation antara lain sebagai berikut:
a. Menjunjung tinggi nilai-nilai spiritualitas dan etika agar setiap perilaku senantiasa
berpijak untuk kebaikan semua.
b. Tidak melakukan hal yang dapat merugikan orang banyak untuk memperkaya diri sendiri.
c. Kantor Akuntan Publik (KAP) seharusnya menjunjung tinggi kejujuran dan
profesionalitas, mematuhi kode etik menggunakan prinsip akuntansi berterima umum,
independen terhadap segala hasil audit, dan menjaga integritas profesi serta tidak terlibat
dalam manajemen internal sebuah perusahaan.