Anda di halaman 1dari 126

LAPORAN AKTUALISASI

PROFESI PENJAGA TAHANAN

OPTIMALISASI PENGGELEDAHAN BADAN DAN BARANG


WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN MASUK LINGKUNGAN BLOK
DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB KANDANGAN

OLEH :
M. RIZKAN NAFARIN
NIP. 19951207 201712 1 001
NDH. 17

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN


BADAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA DAERAH
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN IX
POLA KEMITRAAN DENGAN KEMENTERIAN
HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
BANJARBARU
2018

i
LEMBAR PERSETUJUAN

JUDUL : OPTIMALISASI PENGGELEDAHAN BADAN DAN BARANG


WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN MASUK LINGKUNGAN
BLOK DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB KANDANGAN

PENULIS : M. RIZKAN NAFARIN

UNIT KERJA : RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB KANDANGAN


KALIMANTAN SELATAN

Telah disetujui oleh Mentor dan Coach untuk diseminarkan


pada hari Selasa 23 Oktober 2018
di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah
Provinsi Kalimantan Selatan

Banjarbaru, 22 Oktober 2018

Mengetahui dan menyetujui,

COACH MENTOR

ROFIAH, S.Sos., M.Cs LISNA KARTIKA SARI, S.H


NIP. 19740424 199403 2 006 NIP. 19710323 200112 2 001

ii
LEMBAR PENGESAHAN

JUDUL : OPTIMALISASI PENGGELEDAHAN BADAN DAN BARANG


WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN MASUK LINGKUNGAN
BLOK DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB KANDANGAN
PENULIS : M. RIZKAN NAFARIN
NIP : 19951207 201712 1 001
NDH. PESERTA : 17
JABATAN : PENJAGA TAHANAN
UNIT KERJA : RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB KANDANGAN
KALIMANTAN SELATAN

Telah diseminarkan dan disahkan


pada hari Selasa tanggal 23 Oktober 2018
di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah
Provinsi Kalimantan Selatan

Banjarbaru, 23 Oktober 2018

COACH MENTOR

ROFIAH, S.Sos., M.Cs LISNA KARTIKA SARI, S.H


NIP. 19740424 199403 2 006 NIP. 19710323 200112 2 001

PENGUJI

Dr. ABDUL HARIS, S.Sos., S.H., M.Si


NIP. 19780619 199810 1 001

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
rahmat, karunia serta hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Rancangan
Aktualisasi dengan judul “Optimalisasi Penggeledahan Badan dan Barang
Warga Binaan Pemasyarakatan Masuk Lingkungan Blok di Rumah
Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan” tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari rancangan Aktualisasi ini adalah sebagai syarat
untuk menyelesaikan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan (Pelatihan Dasar)
Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Gelombang III Angkatan IX Tahun
2018.
Dalam proses penulisan laporan ini tidak lepas dari bantuan dan
motivasi dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih
kepada:
1. Bapak Drs. H. Muhammad Nispuani, M.AP Selaku Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kalimantan Selatan.
2. Bapak Dr. Ferdinand Siagian, S.H., M.M Selaku Kepala Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan.
3. Bapak Dr. Abdul Haris, S.Sos., S.H., M.Si selaku Kepala Sub Bidang
Kompetensi Jabatan Pimpinan Daerah dan Prajabatan Provinsi
Kalimantan Selatan dan penguji terima kasih atas saran dan
masukannya.
4. Bapak Harman S.Ag, M.Si selaku Kepala Rutan Kelas IIB Kandangan ,
terima kasih atas arahan, masukannya.
5. Ibu Rofiah, S.Sos., M.Cs selaku Coach terima kasih atas masukan,
inspirasi, motivasi, dan bimbingannya.
6. Ibu Lisna Kartika Sari, S.H sebagai Mentor terimakasih atas bimbingan,
arahan serta dukungannya dalam menyelesaikan rancangan aktualisasi
ini.

iv
7. Bapak/Ibu Widyaiswara dan Pengasuh yang telah memberikan
tambahan pengetahuan, wawasan, dan pembinaan, baik dalam hal sikap
maupun perilaku selama mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar
Golongan II Angkatan IX Tahun 2018;
8. Segenap Panitia penyelengara Pendidikan dan Pelatihan Dasar
Golongan II Angkatan VII, VIII, IX dan X Tahun 2018 yang telah
membantu dan mengatur penyelengaraan Latsar.
9. Kedua orang tua saya H. Muliadi dan Ibu Hj. Syarkiah yang selalu
mendoakan dan memberikan dukungannya secara penuh.
10. Isteri saya Nita Hardiyanti dan anak pertama saya Muhammad Lathif
Adzdzikry serta anak kedua saya Amara Navisha Medina yang konsisten
memberikan semangat dan harapan agar terus maju.
11. Segenap Keluarga Besar Rutan Kelas IIB Kandangan atas
dukungannya.
12. Teman-teman Latsar Golongan II Angkatan IX Tahun 2018 yang tidak
bisa disebutkan satu persatu, terima kasih atas kerjasama dan
kekompakannya.

Penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari kesempurnaan, maka


dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak. Semoga
laporan ini dapat bermanfaat dan dapat digunakan sebaik mungkin sehingga
akan berguna dan bermanfaat.

Penulis

M. Rizkan Nafarin

v
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………..……….…i
HALAMAN PERSETUJUAN……………………………………………….….……....ii
HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………….……….….iii
KATA PENGANTAR……………………………………………………………….…..iv
DAFTAR ISI………………………………………………………………………...…..vi
DAFTAR TABEL………………………………………………………………...…....viii
DAFTAR GAMBAR……………………………………………………………..…......ix
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah ....................................................................... 1
B. Tujuan ................................................................................................... 4
C. Isu Strategis .......................................................................................... 5
D. Ruang Lingkup .................................................................................... 10
BAB II GAMBARAN UMUM ............................................................................. 12
A. Gambaran Umum Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan ..... 12
B. Visi dan Misi ........................................................................................ 13
C. Tugas dan Fungsi ............................................................................... 17
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI .............................................................. 18
A. Landasan Teori dan Konsep ............................................................... 18
B. Rancangan Aktualisasi........................................................................ 30
BAB IV CAPAIAN AKTUALISASI DAN HABITUASI ........................................ 65
A. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi ...................................................... 65
B. Kriteria Keberhasilan ......................................................................... 104
C. Deskripsi Core Issue dan Strategi Pemecahannya ........................... 108
D. Proses Penerapan Inisiatif dan Gagasan Kreatif .............................. 111

vi
BAB V PENUTUP .......................................................................................... 114
A. Kesimpulan ....................................................................................... 114
B. Saran ................................................................................................ 115
DAFTAR PUSTAKA…………...…………………………………………………...xii
LAMPIRAN

vii
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Kriteria Penetapan Metode AKPL ...................................................... 6


Tabel 1.2 Seleksi Isu Aktual Menggunakan Metode AKPL ................................ 7
Tabel 1.3 Kriteria Penetapan Metode USG Dengan Skor Likert ........................ 8
Tabel 1.4 Seleksi Isu Aktual Menggunakan Metode USG .................................. 9
Tabel 1.5 Daftar Kegiatan Aktualisasi .............................................................. 10
Tabel 2.1 Pegawai Rutan ................................................................................. 16
Tabel 3.1 Identifikasi Isu pada Unit Kerja ......................................................... 32
Tabel 3.2 Rancangan Aktualisasi ..................................................................... 33
Tabel 3.3 Jadwal Rencana Pelaksanaan Aktualisasi ....................................... 61
Tabel 3.2 Matrix Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi ......................... 63
Tabel 4.1 Evaluasi Keberhasilan .................................................................... 104

viii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan ........................... 12


Gambar 2.2 Struktur Organisasi Rutan Kelas IIB Kandangan ......................... 15
Gambar 4.1 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan ...................... 67
Gambar 4.2 Penempelan Poster Aturan Penggeledahan ................................ 68
Gambar 4.3 Pemasangan Spanduk Barang Terlarang Masuk Blok ................. 68
Gambar 4.4 Membuat Laporan Hasil Penempelan Poster dan Spanduk ......... 68
Gambar 4.5 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan ...................... 71
Gambar 4.6 Melakukan Penyuluhan tentang Aturan Penggeledahan .............. 71
Gambar 4.7 Melakukan Penyuluhan tentang Barang Terlarang Masuk Blok ... 71
Gambar 4.8 Melaporkan Hasil Penyuluhan pada Kepala KPR ........................ 72
Gambar 4.9 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan ...................... 74
Gambar 4.10 Melakukan Penggeledahan Barang Titipan ................................ 75
Gambar 4.11 Menyerahkan Barang Titipan pada WBP ................................... 75
Gambar 4.12 Melaporkan Hasil Penggeledahan Barang Titipan ..................... 75
Gambar 4.13 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan..................... 78
Gambar 4.14 Menyiapkan alat untuk Penggeledahan ..................................... 78
Gambar 4.15 Melakukan Penggeledahan Badan selesai Jam Kunjungan ....... 79
Gambar 4.16 Melakukan Penggeledahan Barang selesai Jam Kunjungan ..... 79
Gambar 4.17 Melaporkan Hasil Penggeledahan Badan & Barang WBP ......... 79
Gambar 4.18 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan..................... 82
Gambar 4.19 Menyiapkan alat untuk Penggeledahan ..................................... 82
Gambar 4.20 Melakukan Penggeledahan Badan selesai Kurve Luar .............. 83
Gambar 4.21 Melakukan Penggeledahan Tempat Sampah ............................ 83
Gambar 4.22 Melaporkan Hasil Penggeledahan Kurve Luar ........................... 83
Gambar 4.23 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan..................... 86
Gambar 4.24 Menyiapkan alat untuk Penggeledahan ..................................... 86

ix
Gambar 4.25 Melakukan Penggeledahan Badan Tamping Dapur ................... 86
Gambar 4.26 Melakukan Penggeledahan Bahan Makanan ............................. 87
Gambar 4.27 Membuat laporan Hasil Penggeledahan Bahan Makanan ......... 87
Gambar 4.28 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan..................... 89
Gambar 4.29 Menyiapkan alat untuk Penggeledahan ..................................... 90
Gambar 4.30 Meminta Izin pada WBP untuk Melakukan Penggeledahan ....... 90
Gambar 4.31 Melakukan Penggeledahan Badan selesai Kegiatan Bengker ... 90
Gambar 4.32 Membuat laporan Hasil Penggeledahan .................................... 91
Gambar 4.33 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan..................... 93
Gambar 4.34 Menyiapkan alat untuk Penggeledahan ..................................... 94
Gambar 4.35 Meminta WBP untuk Berbaris di depan Kamar .......................... 94
Gambar 4.36 Melakukan Razia Kamar Hunian ................................................ 94
Gambar 4.37 Mengamankan Barang Terlarang saat Razia ............................. 95
Gambar 4.38 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan..................... 95
Gambar 4.39 Menyiapkan alat untuk Penggeledahan ..................................... 98
Gambar 4.40 Melakukan Penggeledahan Badan Tahanan Baru ..................... 98
Gambar 4.41 Melakukan Penggeledahan Barang Tahanan Baru .................... 98
Gambar 4.42 Memberikan laporan Hasil Penggeledahan pada Kepala KPR .. 99
Gambar 4.43 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan................... 101
Gambar 4.44 Menyiapkan alat untuk Penggeledahan ................................... 101
Gambar 4.45 Melakukan Penggeledahan Badan selesai dari BAPAS ........... 102
Gambar 4.46 Melakukan Penggeledahan Barang selesai dari BAPAS ......... 102
Gambar 4.47 Memberikan laporan Penggeledahan pada Kepala KPR ......... 102

x
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas.Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme. Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik. Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Golongan I danII.Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015.Komitmen Mutu. Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi. Modul Pendidikan dan


Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta: Lembaga Administrasi
Negara.

Undang – undang Republik Indonesia Nomor 5tahun 2014 Tentang Aparatur


Sipil Negara

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan 2017. Buku Saku Petugas Pengamanan


Blok Pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara

Profil Rutan Kelas IIB Kandangan Tahun 2018. Sub Divisi Pengelolaan Rutan
Kelas IIB Kandangan

https://cambridge-dictionary.com/strip-search-mean (diakses tanggal 27 Juli


2018 pukul 16.40)

https://www.kpk.go.id/2015/anti-korupsi/nilai-nilai-terpilih/ (diakses tanggal 26


Juli 2018 pukul 16.40)

https://www.slideshare.net/mbabudik/kepmen-th-1985-tentang-organisasi-dan-
tata-kerja-lembaga-pemasyarakatan (diakses tanggal 28 Juli 2018
pukul 16.40)

xi
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Penggeledahan merupakan salah satu kegiatan yang sangat


penting dilakukan oleh petugas penjaga tahanan agar terciptanya situasi
yang aman, tertib dan kondusif serta terhindar dari masuknya barang-
barang terlarang yang dapat membahayakan petugas maupun warga
binaan di dalam lembaga pemasyarakatan, pentingnya penggeledahan ini
merupakan tujuan pemasyarakatan yaitu memberikan jaminan keamanan
dan perlindungan hak asasi manusia pada warga binaan di Lembaga
Pemasyarakatan.
Penggeledahan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah
“memeriksa”, yaitu mencari sesuatu (narkoba, senjata tajam, handphone
dan barang yang dilarang masuk kedalam blok) untuk di sita. Dan
berdasarkan Cambridge dictionary “strip searching is the act of searching
for illegal items behind on or in the body/the thing do by the police in which
authorities force the person to find any illegal items such as drugs, weapon,
etc’. Maka secara umum dapat di artikan bahwa penggeledahan adalah
pemeriksaan oleh petugas untuk mencari barang terlarang untuk di sita.
Dengan adanya penggeledahan ini tidak hanya melakukan pemeriksaan
,tapi bisa juga sekaligus untuk melakukan penyitaan terhadap barang-
barang yang dilarang. Untuk kepentingan keamanan, petugas penjaga
tahanan dapat melakukan penggeledahan badan atau penggeledahan
barang-barang menurut tata cara yang ditentukan dalam Standar
Operasional Prosedur pada Peraturan Menteri Kementerian Hukum dan
HAM no 33 tahun 2015.
Penjaga tahanan berfungsi sebagai pelaksana kebijakan serta garda
terdepan dalam tugas pemasyarakatan haruslah megedepankan

1
2

profesionalisme , petugas pemasyarakatan juga harus menjalankan


tugas sebagai pelayanan publik dan perekat pemersatu bangsa. Penjaga
tahanan sebagai salah satu sumber daya manusia mempunyai peranan
strategis dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan
Pemasyarakatan. Sosok Penjaga tahanan diharapkan mempunyai
integritas, profesional, netral, bebas dari intervensi politik dan harus bersih
dari praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
Penjaga Tahanan yang termasuk dari Pegawai Negeri Sipil
merupakan profesi yang sampai saat ini paling banyak diminati oleh
masyarakat Indonesia. Kejadian ini dapat dilihat dari banyaknya jumlah
pelamar saat dibukanya formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil
(CPNS) dengan motivasi berbeda disetiap individunya. Saat ini PNS
merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN),berdasarkan Undang-
undang No.5 Tahun 2014 yang dimaksud dengan ASN adalah profesi bagi
Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
(PPPK) yang bekerja pada instansi pemerintah.
Lemahnya pengawasan terhadap barang-barang masuk kedalam
lingkungan blok membuat barang terlarang seperti HandPhone, Senjata
tajam, dan Narkoba mudah masuk, dengan maraknya barang terlarang
beredar dilingkungan blok pemasyarakatan membuat citra sebagai Penjaga
Tahanan kurang baik di masyarakat. Ketidakpuasan masyarakat terhadap
kinerja pelayanan oleh petugas pemasyarakatan ssering kita dengar, baik
itu tidak disiplinnya petugas, kurang ramahnya pelayanan, masih ada tarif
pungutan liar yang ditetapkan dalam pelayanan, serta adanya perbedaan
cara melayani antara orang.
Oleh sebab itu pemerintah melalui Lembaga Administrasi Negara
(LAN) menjawab ketidakpuasan tersebut dengan menciptakan ASN yang
memiliki kompetensi unggul dan selaras dengan dinamika perkembangan
zaman melalui pendidikan dan pelatihan (Diklat) prajabatan. Melalui
Peraturan Kepala LAN-RI No.24 Tahun 2017 tentang Pedoman
3

Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon PNS Golongan I dan II


menetapkan kurikulum pelatihan secara klasikal dan kompeten.

Struktur Kurikulum yang digunakan pada saat pelatihan dasar


CPNS terbagi menjadi 4 agenda, antara lain :
a. Agenda Sikap Perilaku Bela Negara : Wawasan Kebangsaan dan nilai-
nilai Bela Negara, Analisis Isu Kontemporer, Kesiapsiagaan Bela
Negara.
b. Agenda Nilai – Nilai Dasar CPNS : Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi.
c. Agenda Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI : Manajemen ASN,
Pelayanan Publik, Whole of Government.
d. Agenda Habituasi : Agenda pembelajaran ini meliputi pembekalan
peserta dengan konsepsi dan tahap aktualisasi, penyusunan dan
penyajian rancangan aktualisasi, pelaksanaan aktualisasi ditempat
kerja dan penyajian hasil aktualisasi di tempat kerja dengan menyajikan
berbagai bukti belajar yang relevan.

Tahapan in class dibagi menjadi tiga agenda yaitu Agenda Sikap


Perilaku Bela Negara; Agenda Nilai – Nilai Dasar CPNS; dan Agenda
Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI. Tahapan off campus
dimaksudkan untuk mengaktualisasikan nilai dasar profesi di tempat kerja
melalui pembimbingan oleh coach dan mentor dalam agenda Habituasi.
Dalam hal ini Penulis mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS tersebut di
Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan.
4

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

a. Tujuan umum dari Aktualisasi dan Habituasi di Rumah Tahanan


Negara Kelas IIB Kandangan untuk menjalankan tugas Penjaga
Tahanan sebagai Pelaksana Kebijakan Publik; Pelayan Publik; dan
Perekat dan Pemersatu Bangsa dan untuk menerapkan nilai-nilai
dasar ASN yaitu ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi).
b. Terwujudnya Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan bebas
dari senjata tajam, handphone, dan narkoba.
c. Salah satu syarat kelulusan Diklat Prajabatan golongan II
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018
2. Tujuan Khusus
a. Tujuan Khusus dari kegiatan Aktualisasi dan Habituasi di Rumah
Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan adalah untuk pengoptimalan
penggeledahan barang terlarang agar tidak bisa masuk blok.
b. Penggeledahan barang yang dilalukan secara profesional dan
sesuai dengan Standar Operasional Prosedur.
c. Menjadi Penjaga Tahanan yang berintegritas tinggi dan bebas dari
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
5

C. Isu Strategis

Permasalahan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan


yaitu masih belum terpenuhinya hak-hak warga binaan membuat ketidak
kondusifan di dalam blok, dan sulit tercapainya tujuan dari
Pemasyarakatan yang menjamin keamanan warga binaan

di lembaga Pemasyarakatan, permasalahan tersebut akan dapat


di eliminir dengan petugas-petugas penjaga tahanan yang dimiliki,
secara garis besar isu strategis dapat dirumuskan seperti berikut :
1. Kurang optimalnya razia pada kamar warga binaan pemasyarakatan.
2. Kurang optimalnya pengawasan terhadap warga binaan
pemasyarakatan saat pembagian jatah makanan.
3. Kurang optimalnya pengawasan dan pembinaan nterhadap warga
binaan pemasyarakatan.
4. Kurang optimalnya penggeledahan badan dan barang warga binaan
pemasyarakatan masuk lingkungan blok.
5. Kurang optimalnya pengontrolan keadaan keamanan sarana
prasarana.

Identifikasi isu utama yang akan diangkat penulis menggunakan


metode AKPL (Aktual, Kekhayalakan, Problematis, Kelayakan). Adapun
kriteria penetapannya sebagai berikut:
6

Tabel 1.1 Kriteria Penetapan Metode AKPL

METODE
SKALA Indikator
AKPL

1 Belum pernah terjadi

2 Jarang terjadi

Aktual 3 Cukup sering terjadi

4 Sering terjadi

5 Sangat sering terjadi

1 Tidak menyangkut hajat hidup orang banyak

2 Sedikit menyangkut hajat hidup orang banyak

Kekhayalakan 3 Cukup menyangkut hajat hidup orang banyak

4 Menyangkut hajat hidup orang banyak

5 Sangat menyangkut hajat hidup orang banyak

1 Pengaruh yang ditimbulkan sangat kecil

2 Pengaruh yang ditimbulkan kurang besar

Problematik 3 Pengaruh yang ditimbulkan cukup besar

4 Pengaruh yang ditimbulkan besar

5 Pengaruh yang ditimbulkan sangat besar

1 Tidak layak

2 Kurang layak

Kelayakan 3 Cukup layak

4 Layak

5 Sangat layak
7

Dari identifikasi isu utama maka didapatkan hasil perhitungan


menggunakan metode AKPL dengan Skor Likert sebagai berikut:

Tabel 1.2 Seleksi Isu Aktual Menggunakan Metode AKPL

No Isu A K P L Total Rangking

Kurang optimalnya razia pada


1 kamar warga binaan 4 3 3 3 13 II
pemasyarakatan
Kurang optimalnya
2 pengawasan terhadap warga 2 3 2 2 9 V
binaan pemasyarakatan saat
pembagian jatah makanan
Kurang optimalnya
3 pengawasan dan pembinaan 3 2 4 3 12 III
terhadap warga binaan
pemasyarakatan.
Kurang optimalnya
penggeledahan badan dan
4 barang warga binaan 5 4 4 5 18 I
pemasyarakatan masuk
lingkungan blok.
5 Kurang optimalnya
pengontrolan keadaan
3 2 2 3 10 IV
keamanan sarana dan
prasarana
8

Dari isu yang telah diidentifikasi menggunakan metode AKPL


maka didapatkan tiga isu yang mempunyai nilai tertinggi dan kemudian
akan diseleksi kembali menggunakan metode USG (Urgency,
Seriousness, Growth) guna mendapatkan isu utama yang paling
membutuhkan untuk diperbaiki dengan segera. Apapun kriteria penilaian
USG dijabarkan dalam tabel berikut:

Tabel 1.3 Kriteria Penetapan Metode USG Dengan Skor Likert

Metode Skala Indikator


USG

1 Tidak penting

2 Kurang penting

Urgency 3 Cukup penting

4 Penting

5 Sangat penting

1 Akibat yang ditimbulkan tidak serius

2 Akibat yang ditimbulkan kurang serius

Seriousness 3 Akibat yang ditimbulkan cukup serius

4 Akibat yang ditimbulkan serius

5 Akibat yang ditimbulkan sangat serius

1 Tidak berkembang

Growth 2 Kurang berkembang

3 Cukup berkembang

4 Berkembang

5 Sangat berkembang
9

Setelah dilakukan analisa menggunakan metode USG maka


didapatkan penilaian seperti tabel 1.4 berikut:

Tabel 1.4 Seleksi Isu Aktual Menggunakan Metode USG

No Isu U S G Total Rangking

Kurang optimalnya razia pada


1 kamar warga binaan 3 3 2 8 III
pemasyarakatan

Kurang optimalnya
penggeledahan badan dan
2 barang warga binaan 5 5 4 14 I
pemasyarakatan masuk
lingkungan blok.

Kurang optimalnya pengawasan


3 dan pembinaan terhadap warga 4 2 3 9 II
binaan pemasyarakatan.

Dari Setelah dilakukan analisa dengan menggunakan tekhnik


APKL dan USG, maka isu utama yang diperoleh adalah :
“Kurang optimalnya penggeledahan badan dan barang warga
binaan pemasyarakatan masuk lingkungan blok.”
Latar belakang pengambilan isu tersebut dikarenakan masih
seringnya adanya barang yang dilarang masuk kedalam blok pada
Rumah tahanan negara kandangan seperti senjata tajam, handphone
dan Narkoba ditemukan sehingga menggganggu kelancaran dan
ketertiban keamanan petugas maupun warga binaan.
10

D. Ruang Lingkup

Ruang lingkup Kegiatan aktualisasi ini adalah mencakup aspek


tentang tata cara penggeledahan yang berdasar Standar Operasional
Prosedur dengan didasari prinsip Nilai-nilai dasar, Kode Etik, Komitmen
Mutu, Integritas serta bertanggung jawab sesuai dengan tugas, dengan
cara menggeledah badan, serta memeriksa mencegah, dan menyeleksi
setiap barang-barang masuk pada pintu blok di Rumah Tahanan Negara
Kelas IIB Kandangan.
Ruang lingkup kegiatan terdiri dari :

Tabel 1.5 Daftar Kegiatan Aktualisasi

Nama Kegiatan Sumber


No
(1) (2) (3)

Melakukan sosialisasi melalui informasi


grafis berupa : poster dan spanduk
tentang aturan penggeledahan dan Inisiatif
1
barang-barang yang dilarang masuk
lingkungan blok
Melakukan penyuluhan pada warga
binaan pemasyarakatan tentang aturan Inisiatif
2 penggeledahan dan barang-barang
yang dilarang masuk lingkungan blok
Melakukan penggeledahan barang
titipan dari pihak keluarga Warga Binaan SKP
3 Pemasyarakatan pada saat jam
kunjungan
Melakukan penggeledahan badan dan
barang Warga Binaan Pemasyarakatan SKP
4
setelah selesai jam kunjungan.
Melakukan penggeledahan badan dan
barang Warga Binaan Pemasyarakatan
SKP
5 setelah selesai kegiatan kurve luar
(tugas diluar lingkungan rutan)
11

Melakukan penggeledahan bahan


6 SKP
makanan yang masuk lingkungan blok.

Melakukan penggeledahan badan dan


barang Warga Binaan Pemasyarakatan
7 SKP
setelah selesai kegiatan di bengkel kerja
(bengker).

Melakukan kegiatan razia pada kamar


8 SKP
Warga Binaan Pemasyarakatan.

Melakukan penggeledahan badan dan


9 SKP
barang tahanan baru.

Melakukan penggeledahan badan dan


barang Warga Binaan Pemasyarakatan
10 SKP
dari Balai Pemasyarakatan (Bapas)
Amuntai.
BAB II

GAMBARAN UMUM

A. Gambaran Umum Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan berada diwilayah


kabupaten Hulu Sungai Selatan kecamatan Kandangan. Dan Terletak di
tengah kota yang beralamat di. Jl. M. Johansyah No. 37 Kandangan
dengan tata letak geografis berada diantara Kantor DPRD Kandangan
dan Terminal kota Kandangan merupakan salah satu Rumah Tahanan
tertua yang didirikan pada Zaman Belanda (sekitar tahun 1898 M).

Gambar 2.1 Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan

Rumah Tahanan Kelas Negara IIB Kandangan adalah salah satu


Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan yang bernaung dibawah
Direktorat jendral Pemasyarakatan Departemen Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia yang mempunyai fungsi yaitu Menyiapkan

12
13

Warga Binaan Pemasyarakatan agar dapat beritegrasi secara


sehat dengan masyarakat, sehingga dapat berperan kembali sebagai
anggota masyarakat yang bebas dan bertanggung jawab (Pasal 3 UUD
No.12 Th.1995 tentang pemasyarakatan).
Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan di bangun ulang
pada tahun 2002. Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan
seacara resmi di rehab total, sebelum terselesai perehapan tersebut
terjadi musibah kebakaran yang menghabiskan bangunan tersebut.
Pada tahun 2003 Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan di
rehab dengan bentuk bangunan 2 lantai.
Rumah Tahanan Negara Kandangan ini dibangun dengan
kapasitas maksimal 92 orang Warga Binaan Pemasyarakatan, dibagi
dalam 4 blok yaitu blok Anak, blok Napi, blok Tahanan, dan blok Wanita.
Dan sekarang penghuni terakhir pada Rutan Kandangan yaitu kurang
lebih 300 penghuni yang melebihi kapasitas yang ada.

B. Visi dan Misi

Visi dan Misi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan adalah:
1. Visi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan
“Memulihkan kesatuan hubungan hidup, kehidupan Warga Binaan
Pemasyarakatan sebagai indivindu, anggota masyarakat, dan mahkluk
Tuhan Yang Maha Esa”
2. Misi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan
Melaksanakan perawatan tahanan, pembinaan dan pembimbingan
Warga Binaan Pemasyarakatan dalam rangka penegakan hukum,
pencegahan dan penanggulangan kejahatan serta pemajuan dan
perlindungan hak asasi.
14

3. Tujuan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan

a. Membentuk WBP agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari


kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana
sehingga dapat di terima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat
aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar
sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab.
b. Memberikan jaminan perlindungan hak asasi tahanan yang di tahan
di Rutan dalam rangka memperlancar proses penyidikan, penuntutan
dan pemeriksaan di sidang pengadilan.
4. Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah kerangka hubungan satuan-satuan


organisasi yang didalamnya terdapat pejabat, tugas, serta wewenang yang
masing-masing mempunyai peranan tertentu dalam kesatuan yang utuh.

Struktur organisasi yang baik harus mempunyai syarat-syarat sehat


dan efisien. Sehat artinya dapat menjalankan perannya dengan tertib, dan
efisien artinya dapat menjalankan perannya masing-masing dalam satuan
organisasi dan dapat mencapai perbandingan terbaik antara usaha dan
kerja. Berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman RI No. M.04-PR.07.03
Tahun 1985 tentang organisasi dan tata kerja Rumah Tahanan Negara,

struktur organisasi Rumah Tahanan adalah

1. Kepala Rutan
2. Sub Seksi Pengelolaan Rutan
3. Sub Seksi Pelayanan Tahanan
4. Kesatuan Pengamanan Rutan
15

Struktur Organisasi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan

Kepala Rutan Kandangan


Harman S.Ag., SH., M.Si

KA. KPR KA. SUBSI LOLA KA. SUBSI YANTAN


H. Arjudin Sri Nani Salbiaty Lisna Kartika Sari S.H

Staf Staf Pelayanan


Pengelolaan Tahanan
Staf KPR P2U

Regu 1 Regu 2 Regu 3 Regu 4

Gambar 2.2. Struktur Organisasi Rutan Kelas IIB Kandangan

Jumlah pegawai di Rutan Kelas IIB Kandangan sampai dengan tahun


2018 adalah sebanyak 56 orang, dengan rincian berikut:
16

Tabel 2.1 Pegawai Rutan Kelas IIB Kandangan Tahun 2018

Status Jumlah
No. Jabatan
Kepegawaian (orang)
(1) (2) (3) (4)
1 Kepala Rutan Kelas IIB Kandangan PNS 1
2 Ka. Sub.Bagian Lola PNS 1
3 Ka. Subsi Yantan PNS 1
4 Ka KPR PNS 1
5 Penatausahaan PNS 1
6 Pengolahan Data Laporan Kamtib PNS 2
7 Regestrator Permasyarakatan PNS 2
8 Pengelola data Kepegawaian PNS 1
9 Pengelola dan Pengolah Makanan PNS 2
10 Bendahara Penerima Satker PNS 1
11 Pengolah SDP PNS 1
12 Satuan Pengamanan Tahanan/ Napi PNS 2
13 Pengolah Data Kesehatan PNS 1
14 Komandan Jaga Permasyarakatan PNS 4
15 Penjaga Pintu Utama (P2U) PNS 4
16 Pengadministrasi Layanan Kunjungan PNS 1
17 Petugas/Anggota Jaga PNS 12
18 Penyusul Laporan Keuangan PNS 1
19 Bendahara Pengeluaran PNS 1
20 Perawat Pertama CPNS 1
21 Penjaga tahanan CPNS 16
17

C. Tugas dan Fungsi

1. Organisasi

a. Tugas
1. Melakukan Pemeriksaan Keamanan dan Tata Tetib Rutan
2. Melakukan Pengelolaan Rutan
3. Melakukan Pelayanan Tahanan
b. Fungsi
Menyiapkan Warga Binaan Pemasyarakatan untuk dapat berintregrasi
secara sehat dengan masyarakat, sehingga dapat berperan kembali
sebagai anggota masyarakat yang bebas dan bertanggungjawab.

2. Unit Kerja Kesatuan Pengamanan Rutan


a. Tugas
“Menciptakan keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan”
b. Fungsi
1. Melakukan administrasi keamanan dan ketertiban Rutan
2. Melakukan penjagaan dan pengawasan terhadap tahanan
3. Melakukan pemeliharaan keamanan dan ketertiban Rutan
4. Melakukan penerimaan, penempatan dan pengeluaran tahanan
serta memonitor
5. Membuat laporan an berita acara pelaksanaan pengamanan dan
ketertiban
BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

A. Landasan Teori dan Konsep


1. Nilai-Nilai Dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi)
Berdasarkan pada kelima nilai dasar ANEKA yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi yang
harus diterapkan dan ditanamkan pada Aparatur Sipil Negara (ASN)
maka perlu diketahui indikator-indikator dari kelima kata dasar tersebut
yaitu:
a. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang
harus dicapai. Akuntabilitas merujuk kepada kewajiban setiap
individu, kelompok, atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab
yang menjadi amanahnya. Amanah seorang PNS adalah
menjamin terwujudnya nilai- nilai publik.
Akuntabilitas tidak akan mungkin terwujud apabila tidak ada
alat akuntabilitas. Alat akuntabilitasnya berupa perencanaan
strategus (Strategic Plans), kontrak kinerja, dan laporan kinerja
Dalam menciptakan lingkungan kerja akuntabel, ada
beberapa nilai dasar yang harus diperhatikan yaitu:
a) Kepemimpinan;
b) Transparansi;
c) Integritas;
d) Tanggung jawab;
e) Keadilan;
f) Kepercayaan;

18
19

g) Keseimbangan;
h) Kejelasan;
i) Konsistensi

b. Nasionalisme
PNS yang memiliki Nasionalisme yang kuat adalah PNS yang
memahami dan memiliki kesadaran mengimplementasikan nilai-
nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugasnya sebagai Pelaksana
Kebijakan Publik, Pelayan Publik, dan Perekat dan Pemersatu
Bangsa. PNS harus mampu mengaktualisasikan wawasan
kebangsaan dan jiwa nasionalisme dalam menjalankan profesinya
sebaga pelayan publik yang berintegritas.
Nilai-nilai Pancasila tersebut adalah
Sila 1: Ketuhanan Yang Maha Esa

1) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya


dan ketakwaannya terhadap Tuhan YME.
2) Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan
YME, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-
masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan
beradab.
3) Mengembankan sikap hormat menghormati dan
bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut
kepercayan yang berbeda-beda terhadap Tuhan YME.
4) Membina kerukunan hidup di antara sesame umat
beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME.
5) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME adalah
masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia
dengan Tuhan YME.
6) Mengembangkan sikap saling menghormati
kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan
20

kepercayaannya masing-masing.
7) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan
terhadap Tuhan YME kepada orang lain.

Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab


1) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan
harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan YME.
2) Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan
kewajiban asasi setiap manusia, tanpa memebeda-bedakan
suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin,
kedudukan sosial, warna kulit, dan sebagainya.
3) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
4) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa
selira.
5) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang
lain.
6) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
7) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
8) Berani membela kebenaran dan keadilan.
9) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari
seluruh umat manusia.
10) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan
bekerjasama dengan bangsa lain.

Sila 3: Persatuan Indonesia

1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta


kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai
kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan
golongan.
2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan Negara dan
21

bangsa apabila diperlukan.


3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan
bertanah air Indonesia.
5) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kepada
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka
Tunggal Ika.
7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan
bangsa.

Sila 4: Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam


Permusyawaratan Perwakilan
1) Sebagai warga Negara dan warga masyarakat, setiap
manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan
kewajiban yang sama.
2) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
3) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan
untuk kepentingan bersama.
4) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh
semangat kekeluargaan.
5) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan
yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
6) Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab
menerima dan melaksanakan hasil keputusan
musyawarah.
7) Di dalam musyawarah diutamakan kepentungan bersama
diatas kepentingan pribadi dan golongan.
8) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat sesuai hati
nurani yang luhur.
22

9) Keputusan yang diambil harus dapat diper-


tanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan YME,
menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai
kebenaran dan keadilan, mengutamakan persatuan dan
kesatuan demi kepentingan bersama.
10) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang
dipercayai untuk melakukan persmusyawaratan.

Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

1) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang


mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan
kegotongroyongan.
2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4) Menghormati hak orang lain.
5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat
berdiri sendiri.
6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang
bersifat pemerasan terhadap orang lain.
7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang
bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan
dengan atau merugikan kepentingan umum.
9) Suka bekerja keras.
10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang
bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan
kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
23

c. Etika Publik
Etika publik adalah refleksi tentang standar atau norma yang
mentukan baik-buruk, benar-salah perilaku, tindakan dan
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Nilai-nilai dasar dari etika publik sebagaimana tercantum
dalam Undang-Undang ASN, yakni sebagai berikut:
a. Memegang teguh ideologi Pancasila;
b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia tahun 1945 serta pemerintahan yang sah;
c. Mengabdi kepada negara dan rakyat Indonesia;
d. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak;
e. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;
f. Menciptakan lingkungan kerja yang nondiskriminatif;
g. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang luhur;
h. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada
publik;
i. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah;
j. Memberikan layanan kepada publik secara jujur,
tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna,
dan santun;
k. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi;
l. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerja sama;
m. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong
kinerja pegawai;
n. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan;
o. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan;
24

d. Komitmen Mutu
Bidang appun yang menjadi tanggung jawab pegawai negeri
sipil, semua mesti dilaksanakan secara optimal agar dapat
memberi kepuasan kepada stakeholders. Aspek utama yang
menjadi targer stakeholders adalah layanan yang komitmen
pada mutu, melalui penyelenggaraan tugas secara efektif,
efisien, dan inovatif.
Efektivitas menunjukkan ketercapaian target yang telah
direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.
Efisiensi merupakan tingkat ketepatan realisasi penggunaan
sumber daya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan, sehingga
tidak terjadi pemborosan sumber daya, penyalahgunaan alokasi,
penyimpangan prosedur, dan mekanisme yang keluar alur. Inovasi
muncul karena adanya dorongan kebutuhan organisasi
perusahaan untuk beradaptasi dengan tuntutan perubahan yang
terjadi di sekitarnya.
Nilai-nilai dasar dari komitmen mutu adalah sebagai berikut:
1. Efektivitas dan efisiensi;
2. Inovasi;
3. Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan customers atau
clients;
4. Memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga
dan memelihara agar customers/clients tetap setia;
5. Menghasilkan produk/jasa yang berkualitas tinggi, tanpa cacat,
tanpa kesalahan, dan tidak pemborosan;
6. Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik berkaitan
dengan pergeseran tuntutan kebutuhan customers/clients
maupun perkembangan teknologi;
7. Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam
25

pemecahan masalah dan pengambilan keputusan;


8. Melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui
berbagai cara, antara lain: pendidikan, pelatihan,
pengembangan ide kreatif, kolaborasi, dan benchmark.

e. Anti Korupsi
Korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan luar biasa, salah
satu alasannya adalah karena dampaknya yang luar biasa
menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi,
keluarga, masyarakat, dan kehidupan yang lebih luas.
Nilai-nilai dasar anti korupsi adalah sebagai berikut:
1. Jujur
Kejujuran didefinisikan sebagai sebuah tindakan maupun
ucapan yang lurus, tidak berbohong dan tidak curang.
2. Peduli
Adalah mengindahkan atau memperhatikan terhadap
lingkungan sekitar ataupun pekerjaan serta tanggung jawab.
3. Mandiri
Mandiri artinya tidak bergantung pada orang lain dalam hal
tugas dan tanggung jawab.
4. Disiplin
Merupakan ketaatan dan kepatuhan kepada peraturan ataupun
kode etik yang berlaku.
5. Tanggung jawab
Adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu baik itu
resiko maupun tugas yang diberikan dengan melakukan usaha
yang maksimal.
6. Kerja keras
Yang dimaksud kerja keras adalah kemauan yang terkandung
ketekunan, keberanian dan keteguhan untuk mencapai sebuah
26

target.

7. Sederhana.
Gaya hidup sederhana diartikan perilaku hidup seseorang
dengan mengutamakan prioritas kebutuhan diatas
keinginannya.
8. Berani.
Bentuk sifat yang tercermin dari keberanian ialah membela
kebenaran, berani mengakui kesalahan dan berani untuk
berubah menjadi lebih baik.
9. Adil
Adalah menempatkan sesuatu sesuai tempatnya, tidak berpihak
dan tidak diskriminatif saat mengemban tugas maupun
membuat sebuah kebijakan.

2. Peran dan Kedudukan PNS dalam Negara Kesatuan Republik


Indonesia
Dalam melaksanakan tugasnya, PNS wajib mengetahui peran
dan kedudukannya dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI) agar dapat memahami peran dan kedudukan PNS dalam NKRI.
a. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk
menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar,
etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik
korupsi, kolusi, dan nepotisme. Berikut beberapa konsep yang ada
dalam UU No.5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
1) Berdasarkan jenisnya, Pegawai ASN terdiri atas:
a) PNS, merupakan pegawai berstatus tetap dan memiliki
Nomor Induk Pegawai (NIP).
b) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),
27

merupakan pegawai dengan perjanjian kerja sesuai


kebutuhan instansi dalam jangka waktu tertentu.
2) Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur Negara
yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan
instansi pemerintah dan serta harus bebas dari pengaruh
dan intervensi semua golongan dan politik.
3) Kedudukan ASN berada di pusat, daerah, dan luar negeri.
Namun demikian merupakan satu kesatuan.
4) Fungsi pegawai ASN adalah:
a) Pelaksana Kebijakan Publik
b) Pelayan Publik
c) Perekan dan Pemersatu Bangsa
5) Pegawai ASN bertugas:
a) Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat
Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang- undangan.
b) Memberikan pelayanan publik yang profesional dan
berkualitas.
c) Mempererat persatuan dan kesatuan NKRI.
Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan
baik, dapat meningkatkan produktivitas, menjamin kesejahteraan
ASN dan akuntabel, maka setiap ASN diberikan hak. Setelah
mendapatkan haknya maka ASN juga berkewajiban sesuai dengan
tugas dan tanggung jawabnya.

b. Whole of Government
Whole of Governement atau disingkat WoG adalah sebuah
pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan
upaya- upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor
dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai
28

tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan


pelayanan publik. Oleh karenanya WoG juga dikenal sebagai
pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan
sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang
relevan.
Praktek WoG dalam Pelayanan Publik:
a) Berdasarkan Jenis
a) Pelayanan yang bersifat administratif
b) Pelayanan jasa
c) Pelayanan barang
d) Pelayanan regulative
b) Berdasarkan Pola
a) Pelayanan Teknis Fungsional
b) Pelayanan Satu Atap
c) Pelayanan Satu Pintu
d) Pelayanan Terpusat
e) Pelayanan Elektronik
c) Prasyarat Best Practice dan penerapan WoG
a) Budaya dan filosofi
b) Cara Kerja yang Baru
c) Akuntabilitas dan insentif
d) Cara baru Pengembangan Kebijakan, Mendesain
Program dan pelayanan Collegate approach

c. Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan
dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan bagi setiap warga Negara
dan penduduk atas barang, jasa, dan atau pelayanan
29

administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan


publik.

Unsur penting dalam pelayanan adalah:


1) Unsur pertama, adalah organisasi penyelenggara pelayanan.
2) Unsur kedua, adalah penerima layanan (pelanggan) yaitu orang
atau masyarakat atau organisasi yang berkepentingan.
3) Unsur ketiga, adalah kepuasan yang diterima oleh penerima
layanan (pelanggan).

Ada 12 unsur pelayanan publik, yaitu:


1) Kepentingan umum
2) Kepastian hukum
3) Kesamaan hak
4) Keseimbangan hak dan kewajiban
5) Keprofesionalan
6) Parsitipatif
7) Persamaan perlakuan atau tidak diskriminatif
8) Keterbukaan
9) Akuntabilitas
10) Fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan
11) Ketepatan waktu
12) Kecepatan, kemudahan dan keterjangkauan

Dimensi pelayanan publik yaitu:


1. Ketepatan waktu
2. Akurasi
3. Kesopanan dan keramahan
4. Tanggung jawab
5. Kelengkapan
30

6. Kemudahan
7. Variasi model
8. Pelayanan pribadi
9. Kenyamanan

B. RANCANGAN AKTUALISASI

Rancangan kegiatan dibuat sebagai pedoman dalam pelaksanaan


tugas di unit kerja dan merupakan tugas yang harus dilaksanakan pada
saat latsar dan aktualisasi dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2018 sampai
dengan tanggal 20 Oktober 2018. Pedoman pembuatan rencana kegiatan
aktualisasi di ambil dari Tugas dan fungsi (Tupoksi), tugas dari pimpinan
dan inisiatif. Identifikasi rencana aktualisasi dilaksanakan dengan
mengimplementasikan nilai-nilai dasar ANEKA, serta sesuai dengan
Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) penjaga tahanan merupakan tugas utama
harus dijalankan oleh penjaga tahanan. SKP penjaga tahanan ini
berkaitandengan ruang lingkup seseorang penjaga tahanan dalam
mengerjakan tugasnya sehari-hari dan mencerminkan kompetensi yang
dimiliki oleh penjaga tahanan tersebut.

Sasaran Kerja Pegawai (SKP) penjaga tahanan meliputi :


1. Melaksanakan Apel Warga Binaan Pemasyarakatan
2. Membuat Laporan Blok dan Mengawasi Lingkungan
3. Melaksanakan pengontrolan keadaan keamanan sarana dan prasarana
4. Melaksanakan penggeledahan barang masuk Lingkungan Blok
5. Melakukan tugas kedinasan lainnya
31

Bersumber dari SKP penjaga tahanan pada point pertama diatas yaitu

melakukan penggeledahan badan dan barang yang masuk lingkungan blok ,

berikut kegiatan yang akan saya lakukan :

1. Melakukan sosialisasi melalui informasi grafis berupa : poster dan


spanduk tentang aturan penggeledahan dan barang-barang yang
dilarang masuk lingkungan blok
2. Melakukan penyuluhan pada warga binaan pemasyarakatan tentang
aturan penggeledahan dan barang-barang yang dilarang masuk
lingkungan blok
3. Melakukan penggeledahan barang titipan dari pihak keluarga Warga
Binaan Pemasyarakatan pada saat jam kunjungan
4. Melakukan penggeledahan badan dan barang Warga Binaan
Pemasyarakatan setelah selesai jam kunjungan.
5. Melakukan penggeledahan badan dan barang Warga Binaan
Pemasyarakatan setelah selesai kegiatan kurve luar.
6. Melakukan penggeledahan bahan makanan yang masuk lingkungan
blok.
7. Melakukan penggeledahan badan dan barang Warga Binaan
Pemasyarakatan setelah selesai kegiatan di bengkel kerja (bengker).
8. Melakukan kegiatan razia pada kamar Warga Binaan Pemasyarakatan.
9. Melakukan penggeledahan badan dan barang tahanan baru.
10. Melakukan penggeledahan badan dan barang Warga Binaan
Pemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Amuntai.
32

Tabel 3.1 Identifikasi Isu pada Unit Kerja

Tahapan Isu Unit Kerja


UPT Rutan kelas IIB Kandangan

Identifikasi Isu 1. Kurang optimalnya razia pada kamar


warga binaan pemasyarakatan.
2. Pengawasan yang kurang optimal saat
pembagian jatah makanan terhaap warga
binaan pemasyarakatan.
3. Kurang optimalnya pengawasan dan
pembinaan terhadap warga binaan
pemasyarakatan.
4. Kurang optimalnya penggeledahan badan
dan barang warga binaan
pemasyarakatan masuk lingkungan blok.
5. Pengontrolan yang kurang optimal
terhadap sarana dan prasarana
Isu yang diangkat Kurang optimalnya penggeledahan badan
dan barang warga binaan pemasyarakatan
masuk lingkungan blok di Rumah Tahanan
Negara Kelas IIB Kandangan

Gagasan Pemecah Optimalisasi penggeledahan badan dan


Isu barang masuk lingkungan blok di Rumah
Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan
A. Rancangan Kegiatan
Rancangan aktualisasi digunakan sebagai rencana penerapan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu), visi-misi organisasi, nilai organisasi yaitu PASTI (Profesional, Akuntabel,
Sinergi, Transparan dan Inovatif), pelayanan publik, dan manajemen ASN serta Whole of Government (WoG) yang
menerapkan pola koordinasi antar petugas jaga.

Tabel 3.2 Rancangan Aktualisasi


Kontribusi Penguatan
Keterkaitan Subtansi Mata Terhadap Visi-
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Nilai
Pelatihan Misi Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Melakukan a. Berkoordinasi a. Koordinasi Saya akan membuat desain Dengan Mencetak Kegiatan
sosialisasi dengan Kepala terlaksana tentang tata cara poster serta melakukan
melalui Regu jaga penggeledahan barang dan spanduk tentang pencetakan
informasi grafis b. Menyiapkan bahan b. Spanduk dan badan dengan penuh aturan selebaran serta
berupa : poster dan alat yang poster tercetak tanggung jawab dan penggeledahan spanduk tentang
dan spanduk diperlukan untuk mandiri (anti korupsi) dan barang-barang aturan
tentang aturan Memberikan dalam menyusun aturan yang dilarang penggeledahan
penggeledahan sosialisai tentang tersebut serta melakukan masuk lingkungan dan barang yang
dan barang- aturan koordinasi dan blok hal ini tidak
barang yang penggeledahan komunikasi (etika publik) berkontribusi pada diperbolehkan
dilarang masuk dan barang-barang kepada kepala regu Misi Rumah masuk
lingkungan blok yang dilarang pengamanan sebelum Tahanan Negara lingkungan blok
masuk lingkungan melakukan penempelan Kelas IIB oleh WBP
blok poster dan spanduk Kandangan : memiliki nilai –
c. Melakukan kegiatan c. Poster dan tentang aturan dan barang pembinaan dan nilai yang dapat
penempelan dan spanduk apa yang tidak pembimbingan dijadikan
pemasangan aturan tertempel diperbolehkan masuk

33
1 2 3 4 5 6 7
1. penggeledahan dan lingkungan blok. kemudian Warga Binaan bahan untuk
barang yang mencetak aturan tersebut Pemasyarakatan habituasi
dilarang masuk menjadi sebuah poster dan dalam rangka selanjutnya
lingkungan blok yang kemudian ditempelkan penegakan hukum sesuai dengan
d. Melaporkan hasil d. Laporan di blok seefektif dan penegakan nilai-nilai
penempelan seefisien (komitmen hukum, organisasi, yaitu
tentang aturan mutu) mungkin guna pencegahan dan Profesional,
penggeledahan memaksimalkan penanggulangan akuntabel dan
dan barang-barang ketersediaan sarana dan kejahatan serta inovatif
yang dilarang prasarana yang ada. Serta pemajuan dan
masuk lingkungan mempertanggungjawab- perlindungan hak
blok kan(akuntabilitas) kegiatan asasi.
e. Mendokumentasi- e. Dokumentasi melalui foto dan laporan
kan kegiatan foto

2. Melakukan a. Berkoordinasi a. Koordinasi Saya akan melakukan Dengan Kegiatan


penyuluhan dengan Kepala Terlaksana penyusunan naskah tata memberikan melakukan
pada warga Regu jaga cara penggeledahan barang penyuluhan pemberian
binaan b. Menyiapkan bahan b. Naskah/ print dan badan dengan penuh tentang aturan arahan tentang
pemasyarakatan dan alat yang out tata tertib tanggung jawab penggeledahan aturan
tentang aturan diperlukan untuk (akuntabilitas) dan dan barang-barang penggeledahan
penggeledahan Memberikan mandiri (anti korupsi) yang dilarang dan barang yang
dan barang- penyuluhan tentang dalam menyusun aturan masuk lingkungan tidak
barang yang aturan tersebut serta melakukan blok hal ini diperbolehkan
dilarang masuk penggeledahan koordinasi dan berkontribusi pada masuk
lingkungan blok dan barang-barang komunikasi (etika publik) Misi Rumah lingkungan blok
yang dilarang kepada kepala regu Tahanan Negara oleh WBP
masuk lingkungan pengamanan sebelum Kelas IIB memiliki nilai –
blok melakukan kegiatan Kandangan nilai yang
Melaksanakan

34
1 2 3 4 5 6 7
2. c. Melaporkan hasil c. Laporan terisi pengarahan tentang aturan pembinaan dan dapat dijadikan
penyuluhan dan barang apa yang tidak pembimbingan bahan untuk
tentang aturan diperbolehkan masuk Warga Binaan habituasi
penggeledahan lingkungan blok. Lalu Pemasyarakatan selanjutnya
dan barang-barang memberikan penyuluhan dalam rangka sesuai dengan
yang dilarang sebagai upaya perbaikan penegakan hukum, nilai-nilai
masuk lingkungan (komitmen mutu) pada organisasi, yaitu
blok warga binaan Profesional,
d. Mendokumentasi- d. Dokumentasi pemasyarakatan secara akuntabel,
kan kegiatan adil dan beradab inovatif.
(nasionalisme)

3. Melakukan a. Berkoordinasi a. Koordinasi a.Saya akan melakukan Manfaat Melakukan


penggeledahan dengan Kepala terlaksana koordinasi dengan Kepala Melakukan penggeledahan
barang titipan Regu Pengamanan Regu Pengamanan penggeledahan barang titipan dari
dari pihak untuk melakukan dengan penuh tanggung barang titipan dari pihak keluarga
keluarga Warga penggeledahan jawab (akuntabilitas) pihak keluarga Warga Binaan
Binaan barang titipan dari untuk melakukan Warga Binaan Pemasyarakatan
Pemasyarakata pihak keluarga penggeledahan barang Pemasyarakatan pada saat jam
n pada saat jam Warga Binaan titipan dari pihak keluarga pada saat jam kunjungan
kunjungan. Pemasyarakatan Warga Binaan kunjungan. memberikan
pada saat jam Pemasyarakatan pada berkontribusi pada penguatan nilai
kunjungan. saat jam kunjungan, saya Misi Rumah organisasi
akan menggunakan Tahanan Negara Profesional,
b. Mempersiapkan dan b. Sarung bahasa Indonesia yang Kelas IIB akuntabel dan
menggunakan alat- tangan, baik dan benar agar Kandangan : transfaran.
alat pendukung masker seluruh petugas mengerti Melaksanakan
tersedia dan tugas yang diberikan serta
sebagai pemersatu
bahasa (Nasionalisme)

35
1 2 3 4 5 6 7
3 penggeledahan metal detector diharapkan tidak adanya perawatan
seperti; sarung berfungsi konflik tahanan,
tangan, masker dan pembinaan dan
metal detector. b. Dalam hal pembimbingan
c. Melakukan mempersiapkan dan Warga Binaan
penggeledahan c. Penggeledahan menggunakan alat-alat Pemasyarakatan
barang titipan untuk terlaksana pendukung dalam rangka
Warga Binaan penggeledahan seperti; penegakan
Pemasyarakatan. sarung tangan, masker, hukum,
d. Memberikan dan metal detector, saya pencegahan dan
laporan kepada d. Laporan terisi akan melakukannya penanggulangan
Kepala Regu dengan tujuan untuk kejahatan serta
Pengamanan meningkatkan pemajuan dan
tentang hasil efektivitas dan efisiensi perlindungan hak
penggeledahan (komitmen mutu) dalam asasi.
barang titipan proses penggeledahan
Warga Binaan dimana dengan adanya
Pemasyarakatan. alat-alat tersebut
e. Memberikan barang tentunya akan
titipan kepada e. Barang titipan memudahakan proses
Warga Binaan diberikan penggeledahan.
Pemasyarakatan. c. Tidak menerapkan
perbedaan suku dan ras
saat menggeledah.
Mempunyai nilai
Nasionalisme
(Pancasila sila Ke-2
(adil dan beradab)

36
1 2 3 4 5 6 7
3 d. Dalam hal melakukan
penggeledahan barang
titipan Warga Binaan
Pemasyarakatan pada
saat jam kunjungan,
saya akan
melakukannya dengan
teliti serta tidak
melakukan pungutan
liar terhadap barang
titipan agar mencegah
barang terlaramg masuk
kedalam blok. Anti
Korupsi (jujur).
e. Saat memberikan
laporan kepada Kepala
Regu Pengamanan
tentang hasil
penggeledahan, saya
akan melaporkan hasil
kegiatan agar
mendapat evaluasi
Perbaikan Kinerja oleh
kepala Regu
Pengamanan
Akuntabilitas (t.jawab).

37
1 2 3 4 5 6 7
3
f. Memberikan barang
titipan tersebut kepada
Warga Binaan
Pemasyarakatan dengan
ramah dan sopan.
(Etika Publik).

4. Melakukan a. Berkordinasi a. Koordinasi a. Melakukan koordinasi Manfaat Melakukan


penggeledahan dengan Kepala terlaksana dengan Kepala Regu melakukan penggeledahan
badan dan Regu Pengamanan Pengamanan untuk penggeledahan badan dan
barang Warga untuk melakukan melakukan badan dan barang barang Warga
Binaan penggeledahan penggeledahan barang Warga Binaan Binaan
Pemasyarakata badan dan barang yang masuk ke Pemasyarakatan Pemasyarakatan
n setelah Warga Binaan lingkungan blok setelah setelah selesai setelah selesai
selesai jam Pemasyarakatan selesai jam kunjungan, jam kunjungan jam kunjungan
kunjungan. setelah selesai jam saya akan berkontribusi pada memberikan
kunjungan. melakukannya dengan Misi Rumah memberikan
b. Mempersiapkan dan b. Sarung sopan dan tidak Tahanan Negara penguatan nilai
menggunakan alat- tangan, memaksakan kehendak Kelas IIB organisasi
alat pendukung masker pribadi serta Kandangan : Profesional,
penggeledahan tersedia dan mengutamakan Melaksanakan akuntabel dan
seperti; sarung metal detector musyawarah. pembinaan dan transparan
tangan, masker dan berfungsi Mempunyai nilai pembimbingan
metal detector.

38
1 2 3 4 5 6 7
4 c. Meminta izin c. Izin b. Nasionalisme Warga Binaan
kepada Warga penggeledahan (Pancasila sila Ke-4 Pemasyarakatan
Binaan dilaksanakan (Permusyawaratan) dalam rangka
Pemasyarakatan c. Dalam hal penegakan hukum,
untuk melakukan mempersiapkan dan pencegahan dan
penggeledahan menggunakan alat-alat penanggulangan
badan dan barang pendukung yang kejahatan serta
d. Melakukan d. Penggeledahan diperlukan saat pemajuan dan
pengeledahan terlaksana penggeledahan seperti; perlindungan hak
badan dan barang sarung tangan, masker, asasi.
Warga Binaan dan metal detector, saya
Pemasyarakatan akan menyesuaikan
e. Memberikan e. Laporan terisi keperluan dan jumlah
laporan kepada barang yang diperlukan
Kepala Regu sesui pegawai yang ada
Pengamanan agar ideal saat
tentang hasil melakukan
penggeledahan penggeledahan.
Memiliki nilai Komitmen
Mutu
d. Dalam hal meminta izin
kepada Warga Binaan
Pemasyarakatan pemilik
barang untuk melakukan
penggeledahan barang

39
1 2 3 4 5 6 7
4. e. Dalam hal melakukannya
dengan bahasa yang
sopan serta
menjelaskan secara
singkat bahwa tindakan
ini merupakan bagian
dari SOP yang harus
dilakukan kepada Warga
Binaan Pemasyarakatan
pemilik barang. Memiliki
nilai Etika Publik
(Memelihara dan
menjunjung tinggi
standar etika yang
luhur)
f. Dalam hal melakukan
penggeledahan badan
dan barang yang masuk
ke lingkungan Warga
Binaan Pemasyarakatan,
saya akan
melakukannya dengan
penuh tanggung jawab
g. yaitu menggeledah
secara teliti dan sesuai
SOP. Akuntabilitas
(Tanggung jawab).

40
1 2 3 4 5 6 7
h. Saat memberikan
laporan kepada Kepala
Regu Pengamanan
tentang hasil
penggeledahan, saya
akan melaporkan sesuai
dengan keadaan yang
sebenarnya. Anti
Korupsi (Jujur).

5. Melakukan a. Berkordinasi dengan a. Koordinasi a. Melakukan koordinasi Manfaat Melakukan


penggeledahan Kepala Regu terlaksana dengan Kepala Regu Melakukan penggeledahan
badan dan Pengamanan untuk Pengamanan untuk penggeledahan badan dan
barang Warga melakukan melakukan badan dan barang barang Warga
Binaan Pe- penggeledahan penggeledahan barang Warga Binaan Binaan
masyarakatan badan dan barang Pemasyarakatan Pemasyarakatan Pemasyarakatan
setelah selesai Warga Binaan setelah selesai kegiatan setelah selesai setelah selesai
kegiatan kurve Pemasyarakatan kurve luar, saya akan kegiatan kurve luar kegiatan kurve
luar. setelah selesai melakukan koordinir berkontribusi pada luar memberikan
kegiatan kurve luar. sesama petugas dalam Misi Rumah penguatan nilai
b. Mempersiapkan dan b. Sarung tangan pembagian tugas secara Tahanan Negara organisasi
menggunakan alat- ,masker dan Adil agar tidak adanya Kelas IIB Profesional,
alat pendukung metal detector perbedaan pada setiap Kandangan : akuntabel dan
penggeledahan berfungsi petugas. Mempunyai Melaksanakan transparan
seperti; sarung nilai Nasionalisme pembinaan dan
tangan, masker dan (Pancasila sila Ke-5 pembimbingan
metal detector. (Keadilan)

41
1 2 3 4 5 6 7
5. c. Meminta izin kepada c. Izin b. Dalam hal Warga Binaan
Warga Binaan dilaksanakan mempersiapkan dan Pemasyarakatan
Pemasyarakatan menggunakan alat-alat dalam rangka
untuk melakukan pendukung penegakan hukum,
penggeledahan penggeledahan seperti; pencegahan dan
badan dan barang. sarung tangan, masker, penanggulangan
d. Melakukan d. Penggeledahan dan metal detector, saya kejahatan serta
penggeledahan terlaksana akan melakukannya pemajuan dan
badan dan barang dengan tujuan untuk perlindungan hak
Warga Binaan meningkatkan asasi.
Pemasyarakatan efektivitas dan
setelah selesai efisiensi dalam proses
kegiatan kurve luar. penggeledahan dimana
e. Memberikan laporan e. Laporan terisi dengan adanya alat-alat
kepada Kepala Regu tersebut tentunya akan
Pengamanan memudahakan proses
tentang hasil penggeledahan. Memiliki
penggeledahan nilai Komitmen Mutu
badan dan barang (Efektivitas dan
Warga Binaan efisiensi)
Pemasyarakatan c. Dalam hal meminta izin
kepada Warga Binaan
Pemasyarakatan setelah
selesai kegiatan kurve
luar., saya akan
melakukannya dengan
bahasa yang sopan
serta menjelaskan
secara singkat bahwa
tindakan ini merupakan
bagian dari SOP yang
harus dilakukan kepada
42
1 2 3 4 5 6 7
5. d. Warga Binaan
Pemasyarakatan pemilik
barang. Memiliki nilai
Etika Publik
(Memelihara dan
menjunjung tinggi
standar etika yang
luhur).
e. Dalam hal melakukan
penggeledahan badan
dan barang
Pemasyarakatan setelah
selesai kegiatan kurve
luar., saya akan
melakukannya dengan
sungguh-sungguh
sesuai dengan tugas,
serta menjaga
Kepercayaan atas
amanat yang diberikan
pimpinan. Akuntabilitas
(Kepercayaan).
f. Saat memberikan
laporan kepada Kepala
Regu Pengamanan
tentang hasil
penggeledahan, saya
akan melaporkan sendiri
tanpa menyerahkan
tanggungjawab saya

43

1 2 3 4 5 6 7
5. g. kepada orang lain, dan
mengerjakan tugas saya
secara Mandiri. (Anti
Korupsi)

6. Melakukan a. Berkordinasi a. Koordinasi a. Sebelum melakukan Manfaat Melakukan


penggeledahan dengan Kepala terlaksana penggeledahan bahan Melakukan penggeledahan
bahan makanan Regu Pengamanan makanan yang masuk penggeledahan bahan makanan
yang masuk untuk melakukan lingkungan blok saya bahan makanan yang masuk
lingkungan blok. penggeledahan melakukan koordinasi yang masuk lingkungan blok
bahan makanan dan komunikasi (etika lingkungan blok memberikan
yang masuk publik) kepada kepala berkontribusi pada penguatan nilai
lingkungan blok. regu pengamanan. Misi Rumah organisasi
b. Mempersiapkan b. Sarung saya akan melakukan Tahanan Negara Profesional,
dan menggunakan tangan, koordinir sesama Kelas IIB akuntabel dan
alat-alat pendukung masker petugas dalam Kandangan : transparan
penggeledahan tersedia dan pembagian tugas Melaksanakan
seperti; sarung metal detector secara Adil agar tidak perawatan
tangan, masker dan berfungsi adanya perbedaan tahanan,
metal detector. Pengawasan pada setiap petugas. pembinaan dan
terlaksana Mempunyai nilai pembimbingan
Nasionalisme Warga Binaan
(Pancasila sila Ke-5 Pemasyarakatan
(Keadilan) dalam rangka

44
1 2 3 4 5 6 7
6. c. Melakukan c. Penggeledahan b. Dalam hal penegakan hukum,
penggeledahan terlaksana mempersiapkan dan pencegahan dan
bahan makanan menggunakan alat-alat penanggulangan
yang masuk pendukung kejahatan serta
lingkungan blok. penggeledahan seperti; pemajuan dan
d. Memberikan d. Laporan terisi sarung tangan, masker, perlindungan hak
laporan kepada dan metal detector, saya asasi.
Kepala Regu akan melakukannya
Pengamanan dengan tujuan untuk
tentang hasil meningkatkan
penggeledahan efektivitas dan
bahan makanan efisiensi dalam proses
yang masuk penggeledahan dimana
lingkungan blok. dengan adanya alat-alat
tersebut tentunya akan
memudahakan proses
penggeledahan.
Memiliki nilai Komitmen
Mutu (Efektivitas dan
efisiensi)
c. Dalam hal melakukan
penggeledahan bahan
makanan yang masuk
lingkungan blok, saya
akan melakukannya
dengan penuh
tanggung jawab yaitu
menggeledah secara
teliti

45
1 2 3 4 5 6 7
6. dan sesuai SOP.
Akuntabilitas
(Tanggung jawab).

d. Saat memberikan
laporan kepada Kepala
Regu Pengamanan
tentang hasil
penggeledahan, saya
akan melaporkan sesuai
dengan keadaan yang
sebenarnya(Jujur)..
(Anti Korupsi )

e. Meletakkan bahan
7. Melakukan a. Berkordinasi a. Koordinasi a. Sebelum melakukan Manfaat Melakukan
penggeledahan dengan Kepala terlaksana penggeledahan badan melakukan penggeledahan
badan dan Regu Pengamanan dan barang Warga penggeledahan badan dan
barang Warga untuk melakukan Binaan badan dan barang barang Warga
Binaan penggeledahan Pemasyarakatan Warga Binaan Binaan
Pemasyarakata badan dan barang setelah selesai kegiatan Pemasyarakatan Pemasyarakatan
n setelah Warga Binaan di bengkel kerja setelah selesai setelah selesai
selesai kegiatan Pemasyarakatan (bengker) kegiatan di bengkel kegiatan di
di bengkel kerja setelah selesai Saya akan kerja (bengker) bengkel kerja
(bengker). kegiatan di bengkel berkoordinasi dengan berkontribusi pada (bengker)
kerja (bengker) Kepala Regu Misi Rumah memberikan
Pengamanan dan Tahanan Negara
petugas regu jaga ,

46
1 2 3 4 5 6 7
7. b. Mempersiapkan dan b. Sarung koordinasi dan Kelas IIB penguatan nilai
menggunakan alat- tangan, komunikasi (etika Kandangan : organisasi
alat pendukung masker publik) Melaksanakan Profesional,
penggeledahan tersedia dan perawatan akuntabel dan
seperti; sarung metal detector b. Dalam hal tahanan, transparan
tangan, masker dan berfungsi mempersiapkan dan pembinaan dan
metal detector. menggunakan alat-alat pembimbingan
c. Meminta izin c. Izin pendukung Warga Binaan
kepada Warga dilaksanakan penggeledahan seperti; Pemasyarakatan
Binaan sarung tangan, masker, dalam rangka
Pemasyarakatan dan metal detector, penegakan hokum
untuk melakukan saya akan pencegahan dan
penggeledahan melakukannya dengan penanggulangan
badan tujuan untuk kejahatan serta
dan barang meningkatkan pemajuan dan
d. Melakukan d. Penggeledahan efektivitas dan perlindungan hak
penggeledahan terlaksana efisiensi dalam proses asasi.
badan dan barang penggeledahan dimana
Warga Binaan dengan adanya alat-alat
Pemasyarakatan tersebut

47
1 2 3 4 5 6 7
7. e. Memberikan laporan e. Laporan terisi tentunya akan
kepada Kepala memudahakan proses
Regu Pengamanan penggeledahan. Memiliki
tentang hasil nilai Komitmen Mutu
penggeledahan (Efektivitas dan
badan dan barang efisiensi)
Warga Binaan
Pemasyarakatan
setelah selesai c. Dalam hal meminta izin
kegiatan di bengkel kepada Warga Binaan
kerja (bengker) Pemasyarakatan
setelah selesai kegiatan
di bengkel kerja
(bengker), saya akan
melakukannya dengan
bahasa yang sopan
serta menjelaskan
secara singkat bahwa
tindakan ini merupakan
bagian dari SOP yang
harus dilakukan kepada
Warga Binaan
Pemasyarakatan.

48
1 2 3 4 5 6 7
7. Memiliki nilai Etika
Publik (Memelihara
dan menjunjung
tinggi standar etika
yang luhur).
d. Dalam hal melakukan
penggeledahan badan
dan barang Warga
Binaan
Pemasyarakatan
setelah selesai
kegiatan di bengkel
kerja (bengker), saya
akan melakukannya
dengan teliti dan penuh
tanggungjawab
(akuntabilitas) sesuai
tupoksi sebagai
penjaga tahanan.
e. Saat memberikan
laporan kepada Kepala
Regu Pengamanan
tentang hasil
penggeledahan, saya
akan melaporkan
tepat waktu agar tidak
menyebabkan
manipulasi data. Anti
Korupsi (Disiplin).

49
1 2 3 4 5 6 7
8. Melakukan a. Melakukan a. Koordinasi a. Dalam hal melakukan Manfaat Melakukan
kegiatan razia koordinasi dengan terlaksana koordinasi dengan melakukan kegiatan razia
pada kamar Kepala Regu Kepala Regu kegiatan razia pada kamar
hunian Warga Pengamanan lainnya Pengamanan lainnya pada kamar hunian hunian Warga
Binaan dalam hal melakukan untuk melaksanakan Warga Binaan Binaan
Pemasya- razia kamar Warga kegiatan razia pada Pemasyarakatan Pemasyarakatan
rakatan. Binaan kamar hunian Warga berkontribusi pada memberikan
Pemasyarakatan. Binaan Misi Rumah penguatan nilai:
b. Mempersiapkan dan b. Sarung Pemasyarakatan, saya Tahanan Negara Akuntabel,
menggunakan alat- tangan, akan melakukannya Kelas IIB sinergi dan
alat pendukung masker dengan tujuan untuk Kandangan : transparan
penggeledahan tersedia dan meningkatkan kerja Melaksanakan
seperti; masker, metal detector sama antara petugas perawatan
sarung tangan dan berfungsi karena dengan adanya tahanan,
metal detector. koordinasi dan pembinaan dan
c. Meminta agar c. WBP berbaris musyawarah yang baik pembimbingan
seluruh penghuni dengan Kepala Regu Warga Binaan
kamar hunian Pengamanan lainnya Pemasyarakatan
berbaris di maka kegiatan razia dalam rangka
lingkungan blok dan kamar dapat dilakukan penegakan hukum,
meminta agar kepala secara optimal dan pencegahan dan
kamar hunian untuk keberhasilan kegiatan penanggulangan
tetap tinggal. akan lebih mudah kejahatan
d. Menggeledah segala d. Penggeledahan diraih. Nasionalisme serta pemajuan
barang yang ada di terlaksana (Pancasila sila ke- dan perlindungan
sekitar lingkungan 4(Permusyawaratan). hak asasi.
kamar hunian. b. Dalam hal
mempersiapkan dan
menggunakan alat-alat
pendukung
penggeledahan seperti;
sarung tangan, masker
50
1 2 3 4 5 6 7
8. e. Mengamankan dan metal detector,
segala barang yang saya akan
tidak sesuai dengan melakukannya
ketentuan dan dengan tujuan untuk
menyerahkan mengoptimalkan
seluruh hasil efektivitas dan
penggeledahan efisiensi kegiatan
kepada Kesatuan razia kamar karena
Pengamanan Rutan. dengan adanya alat
penggeledahan
yang memadai
maka dapat
dipastikan kedua hal
tersebut dapat
dicapai lebih mudah.
Komitmen Mutu
(Efektivitas dan
efisiensi)
c. Dalam hal meminta
agar seluruh
penghuni kamar
hunian berbaris di
lingkungan blok dan
meminta agar
kepala kamar
hunian untuk tetap
tinggal, saya akan
melakukannya
dengan sikap yang
sopan namun tetap
51
1 2 3 4 5 6 7
8. e. Barang tegas agar
diamankan memudahkan kerja
dan sama antara
dilaporkan petugas dan Warga
Binaan
Pemasyarakatan
serta mempermudah
proses razia kamar
hunian. Etika Publik
(Memelihara dan
menjunjung tinggi
standar etika yang
luhur)
d. Dalam hal
menggeledah
segala barang yang
ada di sekitar
lingkungan kamar
hunian, saya akan
meminta tolong
kepada kepolisan
jika ditemukan
Narkoba serta
melakukannya
dengan rasa

52
1 2 3 4 5 6 7
8. penuh tanggung
jawab dalam
mengemban tugas
yaitu dengan cara
melakukan
penggeledahan setiap
barang dengan teliti
dan tidak asal-asalan
agar hasil razia dapat
diraih secara optimal.
Akuntabilitas
(Tanggung jawab)
e. Dalam hal
mengamankan segala
barang yang tidak
sesuai dengan
ketentuan dan
menyerahkan seluruh
hasil penggeledahan
kepada Kesatuan
Pengamanan Rutan,
saya akan
melakukannya dengan
mengutamakan sikap
jujur yaitu benar-benar
menyerahkan seluruh
hasil penggeledahan
dan tidak menutup-
nutupi hasil
penggeledahan serta
53
1 2 3 4 5 6 7
8. melakukan perbuatan
curang serta
bertanggungjawab atas
barang sitaan. Anti
Korupsi (Jujur &
bertanggungjawab)
9. Melakukan a. Berkordinasi a. Koordinasi a. Melakukan koordinasi Manfaat Melakukan
penggeledahan dengan Kepala terlaksana dengan Kepala Regu melakukan penggeledahan
badan dan Regu Pengamanan Pengamanan untuk penggeledahan badan dan
barang tahanan untuk melakukan melakukan badan dan barang barang tahanan
baru. penggeledahan penggeledahan badan tahanan baru baru memberikan
badan dan barang dan barang Tahanan berkontribusi pada penguatan nilai:
tahanan baru. Baru, saya akan Misi Rumah Akuntabel,
b. Mempersiapkan dan b. Sarung melakukan koordinir Tahanan Negara profesional dan
menggunakan alat- tangan, dengan pimpinan agar Kelas IIB transparan
alat pendukung masker kegiatan yang Kandangan :
penggeledahan tersedia dan dilakukan jelas Etika Melaksanakan
seperti; sarung metal detector Publik (Menghargai perawatan
tangan, masker dan berfungsi Komunikasi dan tahanan,
metal detector. Konsultasi). pembinaan dan
c. Meminta izin c. Izin b. Dalam hal pembimbingan
kepada tahanan dilaksanakan mempersiapkan dan Warga Binaan
baru untuk menggunakan alat-alat Pemasyarakatan
melakukan pendukung dalam rangka
penggeledahan penggeledahan seperti; penegakan hukum,
barang dan badan sarung tangan, masker, pencegahan dan
dan metal detector, penanggulangan
. kejahatan serta

54
1 2 3 4 5 6 7
9. d. Melakukan d. Penggeledahan c. saya akan pemajuan dan
pengeledahan terlaksana melakukannya perlindungan hak
badan dan barang dengan tujuan untuk asasi.
tahanan baru. meningkatkan
e. Memberikan e. Laporan terisi efektivitas dan
laporan kepada efisiensi dalam
Kepala Regu proses
Pengamanan penggeledahan
tentang hasil dimana dengan
penggeledahan adanya alat-alat
f. Memasukkan f. Tahanan tersebut tentunya
tahanan baru ke dimasukan akan memudahakan
dalam kamar proses
mapenaling. penggeledahan.
Memiliki nilai
Komitmen Mutu
(Efektivitas dan
efisiensi)
d. Dalam hal meminta
izin kepada
Tahanan baru, saya
akan melakukannya
dengan bahasa
yang sopan serta
menjelaskan secara
singkat bahwa

55
1 2 3 4 5 6 7
9. tindakan ini merupakan
bagian dari SOP yang
harus dilakukan
kepada Warga Binaan
Pemasyarakatan
pemilik barang.
Memiliki nilai Etika
Publik (Memelihara
dan menjunjung
tinggi standar etika
yang luhur).
e. Dalam hal melakukan
penggeledahan badan
dan barang Tahanan
baru saya akan
melakukannya dengan
sesuai prosedur serta
Berani menolak
tindakan suap
menyuap dari tahanan
baru kepada petugas.
Anti korupsi(Berani)
f. Saat memberikan
laporan kepada Kepala
Regu Pengamanan
tentang hasil

56
1 2 3 4 5 6 7
9. penggeledahan, saya
akan melaporkan sesuai
dengan keadaan yang
sebenarnya. Anti
Korupsi (Jujur).
g. Kegiatan memasukkan
Tahanan baru ke kamar
Mapenaling, saya akan
Menjaga keselamatan
dan keamanan tahanan
baru dari Napi/Tahanan
lainnya untuk bentuk
pelayanan terhadap
Tahanan baru. Etika
Publik

10. Melakukan a. Berkordinasi a. Koordinasi a. Melakukan koordinasi Manfaat Melakukan


pemeriksaan dengan Kepala terlaksana dengan Kepala Regu melakukan pemeriksaan
badan dan Regu Pengamanan Pengamanan untuk pemeriksaan badan dan
barang Warga untuk melakukan melakukan badan dan barang barang Warga
Binaan penggeledahan penggeledahan badan Warga Binaan Binaan
Pemasyarakatan badan dan barang dan barang Warga Pemasyarakatan Pemasyarakatan
setelah selesai Warga Binaan Binaan setelah selesai dari setelah selesai
dari Bapas Pemasyarakatan Pemasyarakatan Bapas Amuntai dari Bapas
Amuntai. setelah selesai dari setelah selesai dari berkontribusi pada Amuntai
Bapas Amuntai. Bapas Amuntai, saya Misi Rumah memberikan
b. Mempersiapkan dan b. Sarung akan meminta Izin dan Tahanan Negara penguatan nilai:
menggunakan alat- tangan, arahan dari pimpinan. Kelas IIB Profesional,
alat pendukung masker Mempunyai nilai Kandangan : akuntabel,
penggeledahan tersedia Melaksanakan sinergi

57
1 2 3 4 5 6 7
10. seperti; sarung dan metal Etika Publik perawatan
tangan, masker dan detector (Menghargai tahanan,
metal detector. berfungsi Komunikasi dan pembinaan dan
c. Meminta izin c. Izin Konsultasi). pembimbingan
kepada Warga dilaksanakan b. Dalam hal Warga Binaan
Binaan mempersiapkan dan Pemasyarakatan
Pemasyarakatan menggunakan alat-alat dalam rangka
untuk melakukan pendukung penegakan hukum,
penggeledahan penggeledahan seperti; pencegahan dan
barang dan badan. sarung tangan, penanggulangan
d. Melakukan d. Penggeledah- masker, dan metal kejahatan serta
pengeledahan an terlaksana detector, saya akan pemajuan dan
badan dan barang melakukannya dengan perlindungan hak
Warga Binaan tujuan untuk asasi.
Pemasyarakatan. meningkatkan
e. Memberikan e. Laporan terisi efektivitas dan
laporan kepada Dokumentasi efisiensi dalam proses
Kepala Regu penggeledahan dimana
Pengamanan dengan adanya alat-
tentang hasil alat tersebut tentunya
penggeledahan. akan memudahakan
proses penggeledahan.

58
1 2 3 4 5 6 7
10. Memiliki nilai
Komitmen Mutu
(Efektivitas dan
efisiensi)
c. Dalam hal meminta izin
kepada Warga Binaan
Pemasyarakatan
setelah selesai dari
Bapas Amuntai, saya
akan melakukannya
dengan bahasa yang
sopan serta
menjelaskan secara
singkat bahwa tindakan
ini merupakan bagian
dari SOP yang harus
dilakukan kepada
Warga Binaan
Pemasyarakatan
pemilik barang.
Memiliki nilai Etika
Publik (Memelihara
dan menjunjung
tinggi standar etika
yang luhur).
d. Dalam hal melakukan
penggeledahan badan
dan barang Warga
Binaan
Pemasyarakatan
setelah selesai dari
Bapas Amuntai, saya
59
1 2 3 4 5 6 7

akan melakukannya
dengan penuh
tanggung jawab yaitu
menggeledah secara
teliti dan sesuai SOP.
Akuntabilitas
(Tanggung jawab).
e. Saat memberikan
laporan kepada Kepala
Regu Pengamanan
tentang hasil
penggeledahan, saya
akan melaporkan
sesuai dengan
keadaan yang
sebenarnya. Anti
Korupsi (Jujur).

60
Tabel 3.3 Jadwal Rencana Pelaksanaan Rancangan Kegiatan Aktualisasi

NO KEGIATAN PELAKSANAAN TEMPAT

1 2 3 4

Melapor dan meminta izin kepada Kepala


Rutan Kelas IIB
A PERSIAPAN Rutan kelas II B Kandangan untuk 1 Agustus 2018
Kandangan.
melaksanakan kegiatan Aktualisasi

Melakukan sosialisasi melalui informasi grafis


berupa : poster dan spanduk tentang aturan Rutan Kelas IIB
1. 8 Agustus 2018
penggeledahan dan barang-barang yang Kandangan.
dilarang masuk lingkungan blok
Melakukan penyuluhan pada warga binaan
pemasyarakatan tentang aturan Rutan Kelas IIB
2. 11 Agustus 2018
penggeledahan dan barang-barang yang Kandangan.
dilarang masuk lingkungan blok
B PELAKSANAAN Melakukan penggeledahan barang titipan dari 2 Agustus – 20 Oktober Rutan Kelas IIB
3. pihak keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan 2018 Kandangan.
pada saat jam kunjungan

Melakukan penggeledahan badan dan barang 2 Agustus – 20 Oktober Rutan Kelas IIB
4.
Warga Binaan Pemasyarakatan setelah selesai 2018 Kandangan.
jam kunjungan.
Melakukan penggeledahan badan dan barang 2 Agustus – 20 Oktober Rutan Kelas IIB
5. Warga Binaan Pemasyarakatan setelah selesai 2018 Kandangan.

61
1 2 3 4

kegiatan kurve luar (tugas diluar lingkungan 2 Agustus – 20 Oktober Rutan Kelas IIB
rutan) 2018 Kandangan.

Melakukan penggeledahan bahan makanan 2 Agustus – 20 Oktober Rutan Kelas IIB


6.
yang masuk lingkungan blok. 2018 Kandangan.

Melakukan penggeledahan badan dan barang 2 Agustus – 20 Oktober Rutan Kelas IIB
7. Warga Binaan Pemasyarakatan setelah selesai 2018 Kandangan.
2. PELAKSANAAN kegiatan di bengkel kerja (bengker).
Melakukan kegiatan razia pada kamar Warga Rutan Kelas IIB
8. 26 September 2018
Binaan Pemasyarakatan. Kandangan.

Melakukan penggeledahan badan dan barang 2 Agustus – 20 Oktober Rutan Kelas IIB
9.
tahanan baru. 2018 Kandangan.

Melakukan penggeledahan badan dan barang 2 September - 20 Oktober Rutan Kelas IIB
10 Warga Binaan Pemasyarakatan dari Balai 2018 Kandangan.
Pemasyarakatan (Bapas) Amuntai.

Evaluasi pelaksanaan aktualisasi 23 Oktober 2018 BPSDMD Kalimantan


3. EVALUASI Selatan

2 Agustus – 20 Oktober Rutan Kelas IIB


Penyusunan laporan.
2018 Kandangan.

62
Tabel 3.4 Matrik Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi Bulanan

Agustus September Oktober


No Kegiatan
I II III IV I II III IV I II III IV

1 2 3

1 Melapor dan meminta izin kepada Kepala Rutan kelas II


B Kandangan untuk melaksanakan kegiatan Aktualisasi
Melakukan sosialisasi melalui informasi grafis berupa :
2 poster dan spanduk tentang aturan penggeledahan dan
barang-barang yang dilarang masuk lingkungan blok

Melakukan penyuluhan pada warga binaan


3 pemasyarakatan tentang aturan penggeledahan dan
barang-barang yang dilarang masuk lingkungan blok

Melakukan penggeledahan barang titipan dari pihak


4 keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan pada saat jam
kunjungan

Melakukan penggeledahan badan dan barang Warga


5
Binaan Pemasyarakatan setelah selesai jam kunjungan.

Melakukan penggeledahan badan dan barang Warga


6 Binaan Pemasyarakatan setelah selesai kegiatan kurve
luar.

63
1 2 3

Melakukan penggeledahan bahan makanan yang masuk


7
lingkungan blok.

Melakukan penggeledahan badan dan barang Warga


8 Binaan Pemasyarakatan setelah selesai kegiatan di
bengkel kerja (bengker).

Melakukan kegiatan razia pada kamar Warga Binaan


9
Pemasyarakatan.

Melakukan penggeledahan badan dan barang tahanan


10
baru.

Melakukan penggeledahan badan dan barang Warga


11 Binaan Pemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan
(Bapas) Amuntai.
12 Evaluasi pelaksanaan aktualisasi

Keterangan :
: Dikerjakan

: Tidak dikerjakan

64
BAB IV

CAPAIAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

A. PELAKSANAAN KEGIATAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

Pelaksanaan kegiatan aktualisasi “Optimalisasi penggeledahan


badan dan barang warga binaan pemasyarakatan masuk lingkungan blok di
rumah tahanan negara kelas IIB Kandangan” dimulai dari tanggal
1 Agustus sampai 20 Oktober 2018 dilakukan dengan 10 (sepuluh)
kegiatan, sebagai berikut :
1. Melakukan sosialisasi melalui informasi grafis berupa : poster dan
spanduk tentang aturan penggeledahan dan barang-barang yang
dilarang masuk lingkungan blok.
2. Melakukan penyuluhan pada warga binaan pemasyarakatan tentang
aturan penggeledahan dan barang-barang yang dilarang masuk
lingkungan blok.
3. Melakukan penggeledahan barang titipan dari pihak keluarga Warga
Binaan Pemasyarakatan pada saat jam kunjungan.
4. Melakukan penggeledahan badan dan barang Warga Binaan
Pemasyarakatan setelah selesai jam kunjungan.
5. Melakukan penggeledahan badan dan barang Warga Binaan
Pemasyarakatan setelah selesai kegiatan kurve luar (tugas diluar
lingkungan rutan).
6. Melakukan penggeledahan bahan makanan yang masuk lingkungan
blok.
7. Melakukan penggeledahan badan dan barang Warga Binaan
Pemasyarakatan setelah selesai kegiatan di bengkel kerja (bengker).
8. Melakukan kegiatan razia pada kamar Warga Binaan Pemasyarakatan.
9. Melakukan penggeledahan badan dan barang tahanan baru.
10. Melakukan penggeledahan badan dan barang Warga Binaan
Pemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Amuntai.

65
66

Berikut penjelasan rinci mengenai pelaksanaan kegiatan aktualisasi


tersebut yaitu :

Kegiatan 1 : Melakukan sosialisasi melalui informasi grafis berupa : poster


dan spanduk tentang aturan penggeledahan dan barang-barang yang
dilarang masuk lingkungan blok.

Tanggal : 4 Agustus 2018

A. Tahapan Kegiatan
1. Berkoordinasi dengan kepala regu pengamanan.
2. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk memberikan
sosialisasi berupa informasi grafis berupa : poster dan spanduk
tentang aturan penggeledahan dan barang – barang yang dilarang
masuk lingkungan blok.
3. Melakukan kegiatan penempelan dan pemasangan aturan
penggeledahan dan barang - barang yang dilarang masuk
lingkungan blok
4. Melaporkan hasil penempelan tentang aturan penggeledahan
badan serta barang yang dilarang masuk lingkungan blok.
5. Mendokumentasikan kegiatan.

B. Output / hasil
1. Koordinasi terlaksana
2. Spanduk dan poster tercetak
3. Poster dan spanduk tertempel
4. Laporan terisi.
5. Dokumentasi foto

C. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan


1. Sebelum melakukan kegiatan sosialisasi terlebih dahulu
berkoordinasi dan komunikasi pada kepala regu pengamanan
adalah bentuk etika publik (menghargai komunikasi).
67

2. Membuat desain dan mencetaknya dalam bentuk spanduk ataupun


poster dilakukan secara mandiri dan penuh tangggung jawab
merupakan nilai anti korupsi (tanggung jawab).
3. Setelah dicetak poster dan spanduk kemudian ditempelkan pada
mading blok serta ruang kunjungan tamu dengan seefektif dan
efisien mungkin. Ini merupakan bentuk komitmen mutu
(efektifitas dan efisiensi).
4. Hasil laporan kegiatan penempelan aturan penggeledahan badan
serta barang yang dilarang masuk blok disampaikan kepada
kepala regu pengamanan dan juga kesatuan pengamanan rutan
(KPR) dengan penuh tanggung jawab. Ini mengandung nilai
akuntabilitas (tanggung jawab).
5. Seluruh uraian kegiatan ini kemudian dapat disaksikan oleh
pegawai rumah tahanan kelas IIB Kandangan, tamu kunjungan
serta warga binaan pemasyarakatan secara terbuka dan
didokumentasikan dalam bentuk foto. Ini mengandung nilai
akuntabilitas (transfaransi).

Gambar 4.1 Berkoordinasi dengan kepala regu pengamanan.


68

Gambar 4.2 Penempelan Poster Aturan Penggeledahan

Gambar 4.3 Pemasangan Spanduk Barang Terlarang

Gambar 4.4 Membuat Laporan hasil Penempelan


69

D. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Nilai organisasi


Pada tahapan Melakukan sosialisasi melalui informasi grafis berupa
mencetak serta melakukan penempelan poster dan pemasangan
spanduk tentang aturan penggeledahan dan barang-barang yang
dilarang masuk lingkungan blok hal ini mendukung misi rumah
tahanan negara kelas IIB Kandangan yaitu melaksanakan pembinaan
dan pembimbingan warga binaan pemasyarakatan dalam rangka
penegakan hukum, pencegahan dan penanggulangan kejahatan serta
pemajuan hak asasi.

E. Penguatan Nilai Organisasi


Kegiatan ini juga mengandung penguatan nilai organisasi yaitu
profesional dimana dikerjakan sesuai dengan tupoksi penjaga
tahanan, akuntabel yakni dipertanggungjawabkan dalam bentuk
laporan dan Inovatif yaitu mendesain dan mencetak poster maupun
spanduk yang bertujuan untuk mensosialisasikan tentang aturan
penggeledahan dan barang-barang yang dilarang masuk lingkungan
blok

Kegiatan 2 : Melakukan penyuluhan pada warga binaan pemasyarakatan


tentang aturan penggeledahan dan barang-barang yang dilarang masuk
lingkungan blok.

Tanggal : 8 Agustus 2018

A. Tahapan Kegiatan
1. Berkoordinasi dengan kepala regu pengamanan.
2. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk memberikan
penyuluhan tentang aturan penggeledahan dan barang – barang
70

yang dilarang masuk lingkungan blok.


3. Melaporkan hasil penyuluhan tentang aturan penggeledahan dan
barang yang dilarang masuk lingkungan blok.
4. Mendokumentasikan kegiatan

B. Output / hasil
1. Koordinasi terlaksana.
2. Naskah/print out tata tertib.
3. Laporan terisi
4. Dokumentasi foto

C. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan


1. Sebelum melakukan kegiatan sosialisasi terlebih dahulu
berkoordinasi dan komunikasi pada kepala regu pengamanan
adalah bentuk etika publik (menghargai komunikasi).
2. Membuat naskah tentang aturan penggeledahan dan barang yang
dilarang masuk lingkungan blok secara mandiri dan dengan penuh
tangggung jawab merupakan nilai anti korupsi (tangggung
jawab).
3. Hasil laporan kegiatan penyuluhan tentang aturan penggeledahan
badan serta barang yang dilarang masuk blok disampaikan kepada
kepala regu pengamanan dan juga kesatuan pengamanan rutan
(KPR) dengan penuh tanggung jawab. Ini mengandung nilai
akuntabilitas (tanggung jawab).
4. Seluruh uraian kegiatan ini kemudian dapat disaksikan oleh
pegawai rumah tahanan kelas IIB Kandangan, tamu kunjungan
serta warga binaan pemasyarakatan secara terbuka dan
didokumentasikan dalam bentuk foto. Ini mengandung nilai
akuntabilitas (transfaransi).
71

Gambar 4.5 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan

Gambar 4.6 Melakukan penyuluhan aturan penggeledahan

Gambar 4.7 Melakukan penyuluhan barang – barang terlarang


72

Gambar 4.8 Melaporkan hasil penyuluhan pada Kepala KPR

D. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Nilai organisasi


Pada tahapan Melakukan penyuluhan pada warga binaan
pemasyarakatan tentang aturan penggeledahan dan barang-barang
yang dilarang masuk lingkungan blok hal ini mendukung misi rumah
tahanan negara kelas IIB Kandangan yaitu melaksanakan pembinaan
dan pembimbingan warga binaan pemasyarakatan dalam rangka
penegakan hukum, pencegahan dan penanggulangan kejahatan serta
pemajuan hak asasi.

E. Penguatan Nilai Organisasi


Kegiatan ini juga mengandung penguatan nilai organisasi yaitu
profesional dimana dikerjakan sesuai dengan tupoksi penjaga tahanan,
akuntabel yakni dipertanggungjawabkan dalam bentuk laporan dan
Inovatif yaitu penyuluhan tentang aturan penggeledahan dan barang-
barang yang dilarang masuk lingkungan blok sehingga warga binaan
pemasyarakatan mengetahui dan memahami hal tersebut.
73

Kegiatan 3 : Melakukan penggeledahan barang titipan dari pihak keluarga


Warga Binaan Pemasyarakatan pada saat jam kunjungan.

Tanggal : 16 Agustus, 11 September dan 4 Oktober 2018

A. Tahapan Kegiatan
1. Berkoordinasi dengan kepala regu
2. Mempersiapkan dan menggunakan alat – alat pendukung
penggeledahan seperti : sarung tangan, masker dan metal
detector.
3. Melakukan penggeledahan barang titipan untuk warga binaan
pemasyarakatan.
4. Memberikan laporan kepada kepala regu pengamanan tentang
hasil penggeledahan barang titipan warga binaan pemasyarakatan.
5. Memberikan barang titipan kepada warga binaan pemasyarakatan.

B. Output / hasil
1. Koordinasi terlaksana.
2. Sarung tangan, masker, tersedia dan metal detector berfungsi.
3. Penggeledahan terlaksana.
4. Laporan terisi.
5. Barang titipan diberikan.

C. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan


1. Sebelum melakukan kegiatan penggeledahan barang titipan
terlebih dahulu berkoordinasi dan komunikasi pada kepala regu
pengamanan adalah bentuk etika publik (menghargai
komunikasi).
2. Menggunakan metal detector dalam melakukan penggeledahan
barang titipan diharapkan lebih maksimal dalam waktu
pelaksanaan serta kemudahan bagi petugas karena dapat
mendeteksi benda-benda dari bahan besi, logam dan sejenisnya
agar tidak masuk lingkungan blok. Ini sesuai dengan nilai
74

komitmen mutu (efektivitas dan efisiensi).


3. Saat melakukan penggeledahan barang titipan, petugas
melaksanakan penggeledahan tanpa membeda – bedakan suku,
ras , agama dan sebagainya sesuai dengan nilai nasionalisme
pada sila ke-2 (kemanusiaan yang adil dan beradab).
Penggeledahan juga dilakukan dengan teliti dan tidak melakukan
pungutan liar pada keluarga warga binaan pemasyarakatan. Hal ini
sesuai dengan nilai anti korupsi (jujur).
4. Hasil laporan kegiatan penggeledahan barang titipan disampaikan
kepada kepala regu pengamanan dan juga kesatuan pengamanan
rutan (KPR) dengan penuh tanggung jawab. Ini mengandung nilai
akuntabilitas (tanggung jawab).
5. Setelah barang titipan diperiksa dan lolos (tidak terdapat barang
terlarang), maka petugas memberikan barang tersebut pada warga
binaan pemasyarakatan dengan sikap yang ramah dan sopan ini
merupakan nilai etika publik (memberikan layanan secara
santun)

Gambar 4.9 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan


75

Gambar 4.10 Melakukan penggeledahan barang titipan

Gambar 4.11 Menyerahkan barang titipan WBP

Gambar 4.12 Melaporkan hasil penggeledahan barang titipan


76

D. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Nilai organisasi


Pada tahapan melakukan penggeledahan barang titipan dari pihak
keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan pada saat jam kunjungan hal
ini mendukung misi rumah tahanan negara kelas IIB Kandangan yaitu
melaksanakan pembinaan dan pembimbingan warga binaan
pemasyarakatan dalam rangka penegakan hukum, pencegahan dan
penanggulangan kejahatan serta pemajuan hak asasi.

E. Penguatan Nilai Organisasi


Kegiatan ini juga mengandung penguatan nilai organisasi yaitu
profesional dimana dikerjakan sesuai dengan tupoksi penjaga
tahanan, akuntabel yakni dipertanggungjawabkan dalam bentuk
laporan dan transparan yaitu melakukan penggeledahan barang
disaksikan oleh petugas dan juga tamu kunjungan sehingga tidak ada
pihak – pihak yang merasa dirugikan.

Kegiatan 4 : Melakukan penggeledahan badan dan barang warga binaan


pemasyarakatan setelah selesai jam kunjungan.

Tanggal : 16 Agustus, 11 September dan 4 Oktober 2018

A. Tahapan Kegiatan
1. Berkoordinasi dengan kepala regu pengamanan.
2. Mempersiapkan dan menggunakan alat – alat pendukung
penggeledahan seperti : sarung tangan, masker dan metal
detector.
3. Meminta izin kepada warga binaan pemasyarakatan untuk
melakukan penggeledahan badan dan barang.
4. Melakukan penggeledahan badan dan barang warga binaan
77

pemasyarakatan
5. Memberikan laporan kepada kepala regu pengamanan tentang
hasil penggeledahan.

B. Output / hasil
1. Koordinasi terlaksana.
2. Sarung tangan, masker, tersedia dan metal detector berfungsi.
3. Izin penggeledahan dilaksana-kan.
4. Penggeledahan terlaksana.
5. Laporan terisi.

C. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan


1. Sebelum melakukan kegiatan penggeledahan badan dan barang
terlebih dahulu berkoordinasi dan komunikasi pada kepala regu
pengamanan adalah bentuk etika publik (menghargai
komunikasi).
2. Menggunakan metal detector dalam melakukan penggeledahan
barang titipan diharapkan lebih maksimal dalam waktu
pelaksanaan serta kemudahan bagi petugas karena dapat
mendeteksi benda-benda dari bahan besi, logam dan sejenisnya
agar tidak masuk lingkungan blok. Ini sesuai dengan nilai
komitmen mutu (efektivitas dan efisiensi).
3. Sebelum melakukan kegiatan petugas meminta izin terlebih
dahulu untuk menggeledah menggunakan bahasa yang sopan dan
tutur santun. Ini merupakan nilai dari etika publik (menjunjung
tinggi standar etika luhur).
4. Saat melakukan penggeledahan badan dan barang warga binaan
pemasyarakatan, petugas melaksanakan penggeledahan tanpa
membeda – bedakan suku, ras , agama dan sebagainya sesuai
dengan nilai nasionalisme pada sila ke-2 (kemanusiaan yang
adil dan beradab). Penggeledahan juga dilakukan dengan teliti
dan bertanggungjawab sesuai dengan tupoksi dan aturan
78

penggeledahan. Hal ini sesuai dengan nilai akuntabilitas


(tanggung jawab).
5. Hasil laporan kegiatan penggeledahan badan dan barang warga
binaan pemasyarakatan disampaikan kepada kepala regu
pengamanan dan juga kesatuan pengamanan rutan (KPR) dengan
sebenar – benarnya. sesuai dengan hal yang ditemukan. Ini
merupakan nilai dari anti korupsi (jujur).

Gambar 4.13 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan

Gambar 4.14 Menyiapkan alat untuk penggeledahan


79

Gambar 4.15 Melakukan penggeledahan badan WBP

Gambar 4.16 Melakukan penggeledahan barang WBP

Gambar 4.17 Melaporkan penggeledahan badan & barang


80

D. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Nilai organisasi


Dalam tahapan melakukan penggeledahan badan dan barang warga
binaan pemasyarakatan setelah selesai jam kunjungan. Hal ini
mendukung misi rumah tahanan negara kelas IIB Kandangan yaitu
melaksanakan pembinaan dan pembimbingan warga binaan
pemasyarakatan dalam rangka penegakan hukum, pencegahan dan
penanggulangan kejahatan serta pemajuan hak asasi.

E. Penguatan Nilai Organisasi


Kegiatan ini juga mengandung penguatan nilai organisasi yaitu
profesional dimana dikerjakan sesuai dengan tupoksi penjaga
tahanan, akuntabel yakni dipertanggungjawabkan dalam bentuk
laporan dan transparan yaitu melakukan penggeledahan badan dan
barang disaksikan oleh petugas dan juga warga binaan
pemasyarakatan sehingga tidak ada pihak – pihak yang merasa
dirugikan.

Kegiatan 5 : Melakukan penggeledahan badan dan barang Warga Binaan


Pemasyarakatan setelah selesai kegiatan kurve luar (tugas diluar lingkungan
rutan).

Tanggal : 14 September dan 17 Oktober 2018

A. Tahapan Kegiatan
1. Berkoordinasi dengan kepala regu pengamanan.
2. Mempersiapkan dan menggunakan alat – alat pendukung
penggeledahan seperti : sarung tangan, masker dan metal
detector.
3. Meminta izin kepada warga binaan pemasyarakatan untuk
melakukan penggeledahan badan dan barang.
4. Melakukan penggeledahan badan dan barang warga binaan
pemasyarakatan
81

5. Memberikan laporan kepada kepala regu pengamanan tentang


hasil penggeledahan

B. Output / hasil
1. Koordinasi terlaksana.
2. Sarung tangan, masker, tersedia dan metal detector berfungsi.
3. Izin penggeledahan dilaksana-kan.
4. Penggeledahan terlaksana.
5. Laporan terisi.

C. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan


1. Sebelum melakukan kegiatan penggeledahan badan barang
terlebih dahulu berkoordinasi dan komunikasi pada kepala regu
pengamanan adalah bentuk etika publik (menghargai
komunikasi).
2. Menggunakan metal detector dalam melakukan penggeledahan
barang titipan diharapkan lebih maksimal dalam waktu
pelaksanaan serta kemudahan bagi petugas karena dapat
mendeteksi benda-benda dari bahan besi, logam dan sejenisnya
agar tidak masuk lingkungan blok. Ini sesuai dengan nilai
komitmen mutu (efektivitas dan efisiensi).
3. Sebelum melakukan kegiatan petugas meminta izin terlebih
dahulu untuk menggeledah menggunakan bahasa yang sopan dan
tutur santun. Ini merupakan nilai dari etika publik (menjunjung
tinggi standar etika luhur).
4. Saat melakukan penggeledahan badan dan barang warga binaan
pemasyarakatan, petugas melaksanakan penggeledahan tanpa
membeda – bedakan suku, ras , agama dan sebagainya sesuai
dengan nilai nasionalisme pada sila ke-2 (kemanusiaan yang
adil dan beradab). Penggeledahan juga dilakukan dengan teliti
dan bertanggungjawab sesuai dengan tupoksi dan aturan
penggeledahan. Hal ini sesuai dengan nilai akuntabilitas
82

(tanggung jawab).
5. Hasil laporan kegiatan penggeledahan badan dan barang warga
binaan pemasyarakatan disampaikan kepada kepala regu
pengamanan dan juga kesatuan pengamanan rutan (KPR) dengan
mandiri tanpa bantuan petugas lain. Ini terkandung dalam nilai anti
korupsi (mandiri)

Gambar 4.18 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan

Gambar 4.19 Menyiapkan alat untuk penggeledahan


83

Gambar 4.20 Melakukan penggeledahan badan WBP

Gambar 4.21 Melakukan penggeledahan tempat sampah

Gambar 4.22 Melaporkan hasil penggeledahan kurve luar


84

D. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Nilai organisasi


Pada tahapan melakukan penggeledahan badan dan barang warga
binaan pemasyarakatan setelah selesai kurve luar. Hal ini
mendukung misi rumah tahanan negara kelas IIB Kandangan yaitu
melaksanakan pembinaan dan pembimbingan warga binaan
pemasyarakatan dalam rangka penegakan hukum, pencegahan dan
penanggulangan kejahatan serta pemajuan hak asasi.

E. Penguatan Nilai Organisasi


Kegiatan ini juga mengandung penguatan nilai organisasi yaitu
profesional dimana dikerjakan sesuai dengan tupoksi penjaga
tahanan, akuntabel yakni dipertanggungjawabkan dalam bentuk
laporan dan transparan yaitu melakukan penggeledahan badan dan
barang disaksikan oleh petugas dan juga warga binaan
pemasyarakatan sehingga tidak ada pihak – pihak yang merasa
dirugikan.

Kegiatan 6 : Melakukan penggeledahan bahan makanan yang masuk


lingkungan blok..

Tanggal : 28 Agustus dan 14 Oktober 2018

A. Tahapan Kegiatan
1. Berkoordinasi dengan kepala regu pengamanan.
2. Mempersiapkan dan menggunakan alat – alat pendukung
penggeledahan seperti : sarung tangan, masker dan metal
detector.
3. Melakukan penggeledahan bahan makanan yang masuk
lingkungan blok.
4. Memberikan laporan kepada kepala regu pengamanan
85

B. Output / hasil
1. Koordinasi terlaksana.
2. Sarung tangan, masker, tersedia dan metal detector berfungsi.
3. Penggeledahan terlaksana.
4. Laporan terisi.

C. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan


1. Sebelum melakukan kegiatan penggeledahan bahan makanan
terlebih dahulu berkoordinasi dan komunikasi pada kepala regu
pengamanan adalah bentuk etika publik (menghargai
komunikasi).
2. Menggunakan metal detector dalam melakukan penggeledahan
barang titipan diharapkan lebih maksimal dalam waktu
pelaksanaan serta kemudahan bagi petugas karena dapat
mendeteksi benda-benda dari bahan besi, logam dan sejenisnya
agar tidak masuk lingkungan blok. Ini sesuai dengan nilai
komitmen mutu (efektivitas dan efisiensi).
3. Penggeledahan dilakukan dengan teliti dan bertanggungjawab
sesuai dengan tupoksi dan aturan penggeledahan. Hal ini sesuai
dengan nilai akuntabilitas (tanggung jawab).
4. Hasil laporan kegiatan penggeledahan bahan makanan
disampaikan kepada kepala regu pengamanan dan juga kesatuan
pengamanan rutan (KPR) dengan sebenar – benarnya. sesuai
dengan hal yang ditemukan. Ini merupakan nilai dari anti korupsi
(jujur).
86

Gambar 4.23 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan

Gambar 4.24 Menyiapkan alat untuk penggeledahan

Gambar 4.25 Melakukan penggeledahan badan WBP


87

Gambar 4.26 Melakukan penggeledahan bahan makanan

Gambar 4.27 Membuat laporan hasil penggeledahan

D. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Nilai organisasi


Dalam tahapan melakukan penggeledahan bahan makanan masuk
lingkungan blok. Hal ini mendukung misi rumah tahanan negara kelas
IIB Kandangan yaitu melaksanakan perawatan tahanan, pembinaan
dan pembimbingan warga binaan pemasya-rakatan dalam rangka
penegakan hukum, pencegahan dan penanggulangan kejahatan serta
pemajuan hak asasi.
88

E. Penguatan Nilai Organisasi


Kegiatan ini juga mengandung penguatan nilai organisasi yaitu
profesional dimana dikerjakan sesuai dengan tupoksi penjaga
tahanan, akuntabel yakni dipertanggungjawabkan dalam bentuk
laporan dan transparan yaitu melakukan penggeledahan bahan
makanan disaksikan oleh petugas dan juga warga binaan
pemasyarakatan yang ditunjuk sebagai tamping dapur (tahanan
pendamping) sehingga tidak ada pihak – pihak yang merasa dirugikan.

Kegiatan 7 : Melakukan penggeledahan badan dan barang Warga Binaan


Pemasyarakatan setelah selesai kegiatan di bengkel kerja (bengker).

Tanggal : 3 September 2018

A. Tahapan Kegiatan
1. Berkoordinasi dengan kepala regu pengamanan.
2. Mempersiapkan dan menggunakan alat – alat pendukung
penggeledahan seperti : sarung tangan, masker dan metal
detector.
3. Meminta izin kepada warga binaan pemasyarakatan untuk
melakukan penggeledahan badan dan barang.
4. Melakukan penggeledahan badan dan barang warga binaan
pemasyarakatan.
5. Memberikan laporan kepada kepala regu pengamanan

B. Output / hasil
1. Koordinasi terlaksana.
2. Sarung tangan, masker, tersedia dan metal detector berfungsi.
3. Izin penggeledahan dilaksana-kan.
4. Penggeledahan terlaksana.
5. Laporan terisi
89

C. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan


1. Sebelum melakukan kegiatan penggeledahan badan dan barang
warga binaan pemasyarakatan terlebih dahulu berkoordinasi dan
komunikasi pada kepala regu pengamanan adalah bentuk etika
publik (menghargai komunikasi).
2. Menggunakan metal detector dalam melakukan penggeledahan
barang titipan diharapkan lebih maksimal dalam waktu
pelaksanaan serta kemudahan bagi petugas karena dapat
mendeteksi benda-benda dari bahan besi, logam dan sejenisnya
agar tidak masuk lingkungan blok. Ini sesuai dengan nilai
komitmen mutu (efektivitas dan efisiensi).
3. Sebelum melakukan kegiatan petugas meminta izin terlebih
dahulu untuk menggeledah menggunakan bahasa yang sopan dan
tutur santun. Ini merupakan nilai dari etika publik (menjunjung
tinggi standar etika luhur).
4. Penggeledahan dilakukan dengan teliti dan bertanggungjawab
sesuai dengan tupoksi dan aturan penggeledahan. Hal ini sesuai
dengan nilai akuntabilitas (tanggung jawab).
5. Hasil laporan kegiatan penggeledahan badan dan barang warga
binaan pemasyarakatan disampaikan kepada kepala regu
pengamanan dan juga kesatuan pengamanan rutan (KPR) tepat
pada waktunya. Ini merupakan nilai dari anti korupsi (disiplin).

Gambar 4.28 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan


90

Gambar 4.29 Menyiapkan alat untuk penggeledahan

Gambar 4.30 Meminta izin WBP untuk penggeledahan

Gambar 4.31 Melakukan penggeledahan badan WBP


91

Gambar 4.32 Membuat laporan hasil penggeledahan

D. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Nilai organisasi


Dalam tahapan melakukan penggeledahan badan dan barang warga
binaan pemasyarakatan setelah selesai kegiatan di bengkel kerja
(bengker). Hal ini mendukung misi rumah tahanan negara kelas IIB
Kandangan yaitu melaksanakan pembinaan dan pembimbingan
warga binaan pemasyarakatan dalam rangka penegakan hukum,
pencegahan dan penanggulangan kejahatan serta pemajuan hak
asasi.

E. Penguatan Nilai Organisasi


Kegiatan ini juga mengandung penguatan nilai organisasi yaitu
profesional dimana dikerjakan sesuai dengan tupoksi penjaga
tahanan, akuntabel yakni dipertanggungjawabkan dalam bentuk
laporan dan transparan yaitu melakukan penggeledahan badan dan
barang disaksikan oleh petugas dan juga warga binaan
pemasyarakatan sehingga tidak ada pihak – pihak yang merasa dirugikan.
92

Kegiatan 8 : Melakukan kegiatan razia pada kamar Warga Binaan


Pemasyarakatan.

Tanggal : 27 September 2018

A. Tahapan Kegiatan
1. Berkoordinasi dengan kepala regu pengamanan.
2. Mempersiapkan dan menggunakan alat – alat pendukung
penggeledahan seperti : sarung tangan, masker dan metal
detector.
3. Meminta agar seluruh penghuni kamar hunian berbaris dan
meminta agar kepala kamar hunian untuk tetap tinggal.
4. Menggeledah segala barang yang ada dikamar dan sekitar
lingkungan kamar.
5. Mengamankan segala barang yang tidak sesuai dengan ketentuan
dan menyerahkan seluruh hasil penggeledahan kepada Kesatuan
Pengamanan Rutan (KPR).

B. Output / hasil
1. Koordinasi terlaksana.
2. Sarung tangan, masker, tersedia dan metal detector berfungsi.
3. Seluruh penghuni berbaris.
4. Penggeledahan terlaksana.
5. Barang terlrang diamankan

C. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan


1. Untuk meningkatkan kerjasama antar petugas dan kepala regu
pengamanan, diperlukan koordinasi dan dilakukan dengan cara
musyawarah diharapkan mencapai rencana pelaksanaan razia
dan pembagian tugas. Ini sesuai dengan nilai nasionalisme (sila
ke-4 kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam pemusyawaratan perwakilan).
2. Menggunakan metal detector dalam melakukan penggeledahan
93

barang titipan diharapkan lebih maksimal dalam waktu


pelaksanaan serta kemudahan bagi petugas karena dapat
mendeteksi benda-benda dari bahan besi, logam dan sejenisnya
agar tidak masuk lingkungan blok. Ini sesuai dengan nilai
komitmen mutu (efektivitas dan efisiensi).
3. Ketika meminta seluruh penghuni kamar berbaris petugas
menggunakan bahasa yang sopan dan tutur santun sehingga
terjalin kerjasama yang baik dalam hal razia kamar hunian. Ini
merupakan nilai dari etika publik (menjunjung tinggi standar
etika luhur).
4. Penggeledahan dilakukan dengan teliti dan bertanggungjawab
sesuai dengan tupoksi dan aturan penggeledahan. Hal ini sesuai
dengan nilai akuntabilitas (tanggung jawab).
5. Dalam hal mengamankan semua barang yang tidak sesuai dengan
ketentuan dan peraturan. Petugas bersikap jujur dengan
menyerahkan semua barang terlarang kepada kesatuan
pengamanan rumah tahanan dan bertanggungjawab. Ini
merupakan cerminan dari anti korupsi (jujur dan tanggung
jawab)

Gambar 4.33 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan


94

Gambar 4.34 Menyiapkan alat untuk penggeledahan

Gambar 4.35 Meminta WBP untuk berbaris didepan kamar

Gambar 4.36 Melakukan razia kamar hunian


95

Gambar 4.37 Mengamankan barang terlarang saat razia

D. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Nilai organisasi


Dalam tahapan melakukan kegiatan razia pada kamar Warga Binaan
Pemasyarakatan. Hal ini mendukung misi rumah tahanan negara kelas
IIB Kandangan yaitu melaksanakan pembinaan dan pembimbingan
warga binaan pemasyarakatan dalam rangka penegakan hukum,
pencegahan dan penanggulangan kejahatan serta pemajuan hak
asasi.

E. Penguatan Nilai Organisasi


Kegiatan ini juga mengandung penguatan nilai organisasi yaitu
profesional dimana dikerjakan sesuai dengan tupoksi penjaga
tahanan, akuntabel yakni dipertanggungjawabkan dalam bentuk
laporan dan transparan yaitu melakukan razia kamar warga binaan
pemasyarakatan disaksikan oleh petugas dan juga kepala kamar
hunian sehingga tidak ada pihak – pihak yang merasa dirugikan.
96

Kegiatan 9 : Melakukan penggeledahan badan dan barang tahanan baru.

Tanggal : 4 Oktober 2018

A. Tahapan Kegiatan
1. Berkoordinasi dengan kepala regu pengamanan untuk melakukan
penggeledahan badan dan barang tahanan.
2. Mempersiapkan dan menggunakan alat – alat pendukung
penggeledahan seperti : sarung tangan, masker dan metal
detector.
3. Meminta izin kepada tahanan baru untuk melakukan
penggeledahan badan dan barang.
4. Melakukan penggeledahan badan dan barang tahanan baru.
5. Memasukan tahanan baru kedalam kamar mapenaling (masa
pengenalan lingkungan)
6. Memberikan laporan kepada kepala regu pengamanan

B. Output / hasil
1. Koordinasi terlaksana.
2. Sarung tangan, masker, tersedia dan metal detector berfungsi.
3. Izin penggeledahan dilaksana-kan.
4. Penggeledahan terlaksana.
5. Tahanan dimasukan.
6. Laporan terisi.

C. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan


1. Sebelum melakukan kegiatan penggeledahan badan dan barang
tahanan baru terlebih dahulu berkoordinasi dan komunikasi pada
kepala regu pengamanan adalah bentuk etika publik
(menghargai komunikasi).
2. Menggunakan metal detector dalam melakukan penggeledahan
barang titipan diharapkan lebih maksimal dalam waktu
pelaksanaan serta kemudahan bagi petugas karena dapat
97

mendeteksi benda-benda dari bahan besi, logam dan sejenisnya


agar tidak masuk lingkungan blok. Ini sesuai dengan nilai
komitmen mutu (efektivitas dan efisiensi).
3. Sebelum melakukan kegiatan petugas meminta izin terlebih
dahulu untuk menggeledah menggunakan bahasa yang sopan dan
tutur santun. Ini merupakan nilai dari etika publik (menjunjung
tinggi standar etika luhur).
4. Penggeledahan dilakukan dengan teliti dan bertanggungjawab
sesuai dengan tupoksi dan aturan penggeledahan. Petugas juga
berani dalam menolak segala bentuk suap saat menemukan
barang terlarang masuk lingkungan blok. Hal ini sesuai dengan
nilai anti korupsi (berani).
5. Ketika memasukan tahanan baru kedalam kamar mapenaling,
petugas menunjukan sikap yang ramah dan bahasa yang sopan.
Ini terkandung pada nilai etika publik (memberikan layanan
secara santun).
6. Hasil laporan kegiatan penggeledahan bahan makanan
disampaikan kepada kepala regu pengamanan dan juga kesatuan
pengamanan rutan (KPR) dengan sebenar – benarnya. sesuai
dengan hal yang ditemukan. Ini merupakan nilai dari anti korupsi
(jujur).

Gambar 4.38 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan


98

Gambar 4.39 Menyiapkan alat untuk penggeledahan

Gambar 4.40 Melakukan penggeledahan badan tahanan baru

Gambar 4.41 Melakukan penggeledahan barang tahanan baru


99

Gambar 4.42 Memberikan laporan penggeledahan pada KPR

D. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Nilai organisasi


Dalam tahapan melakukan penggeledahan badan dan barang
tahanan baru. Hal ini mendukung misi rumah tahanan negara kelas IIB
Kandangan yaitu melaksanakan pembinaan dan pembimbingan
warga binaan pemasyarakatan dalam rangka penegakan hukum,
pencegahan dan penanggulangan kejahatan serta pemajuan hak
asasi.

E. Penguatan Nilai Organisasi


Kegiatan ini juga mengandung penguatan nilai organisasi yaitu
profesional dimana dikerjakan sesuai dengan tupoksi penjaga
tahanan, akuntabel yakni dipertanggungjawabkan dalam bentuk
laporan dan transparan yaitu melakukan penggeledahan badan dan
barang tahanan baru disaksikan oleh petugas dan tahanan baru
sehingga tidak ada pihak – pihak yang merasa dirugikan.
100

Kegiatan 10 : Melakukan Penggeledahan badan dan barang Warga Binaan


Pemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Amuntai.

Tanggal : 18 Oktober 2018

A. Tahapan Kegiatan
1. Berkoordinasi dengan kepala regu pengamanan.
2. Mempersiapkan dan menggunakan alat – alat pendukung
penggeledahan seperti : sarung tangan, masker dan metal
detector.
3. Meminta izin kepada warga binaan pemasyarakatan untuk
melakukan penggeledahan badan dan barang.
4. Melakukan penggeledahan badan dan barang warga binaan
pemasyarakatan.
5. Memberikan laporan kepada kepala regu pengamanan.

B. Output / hasil
1. Koordinasi terlaksana.
2. Sarung tangan, masker, tersedia dan metal detector berfungsi.
3. Izin penggeledahan dilaksana-kan.
4. Penggeledahan terlaksana.
5. Laporan terisi.

C. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan


1. Sebelum melakukan kegiatan penggeledahan badan dan barang
warga binaan pemasyarakatan terlebih dahulu berkoordinasi dan
komunikasi pada kepala regu pengamanan adalah bentuk etika
publik (menghargai komunikasi).
2. Menggunakan metal detector dalam melakukan penggeledahan
barang titipan diharapkan lebih maksimal dalam waktu
pelaksanaan serta kemudahan bagi petugas karena dapat
mendeteksi benda-benda dari bahan besi, logam dan sejenisnya
agar tidak masuk lingkungan blok. Ini sesuai dengan nilai
101

komitmen mutu (efektivitas dan efisiensi).


3. Sebelum melakukan kegiatan petugas meminta izin terlebih
dahulu untuk menggeledah menggunakan bahasa yang sopan dan
tutur santun. Ini merupakan nilai dari etika publik (menjunjung
tinggi standar etika luhur).
4. Penggeledahan dilakukan dengan teliti dan bertanggungjawab
sesuai dengan tupoksi dan aturan penggeledahan. Hal ini sesuai
dengan nilai akuntabilitas (tanggung jawab).
5. Hasil laporan kegiatan penggeledahan bahan makanan
disampaikan kepada kepala regu pengamanan dan juga kesatuan
pengamanan rutan (KPR) dengan sebenar – benarnya. sesuai
dengan hal yang ditemukan. Ini merupakan nilai dari anti korupsi
(jujur).

Gambar 4.43 Berkoordinasi dengan Kepala Regu Pengamanan

Gambar 4.44 Menyiapkan alat untuk penggeledahan


102

Gambar 4.45 Melakukan penggeledahan badan WBP dari BAPAS

Gambar 4.46 Melakukan penggeledahan barang WBP dari BAPAS

Gambar 4.47 Memberikan laporan penggeledahan pada KPR


103

D. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi Nilai organisasi


Pada tahapan melakukan penggeledahan badan dan barang warga
binaan pemasyarakatan setelah selesai dari Balai Pemasyarakatan
(Bapas) Amuntai. Hal ini mendukung misi rumah tahanan negara
kelas IIB Kandangan yaitu melaksanakan pembinaan dan
pembimbingan warga binaan pemasyarakatan dalam rangka
penegakan hukum, pencegahan dan penanggulangan kejahatan serta
pemajuan hak asasi.

E. Penguatan Nilai Organisasi


Kegiatan ini juga mengandung penguatan nilai organisasi yaitu
profesional dimana dikerjakan sesuai dengan tupoksi penjaga
tahanan, akuntabel yakni dipertanggungjawabkan dalam bentuk
laporan dan transparan yaitu melakukan penggeledahan badan dan
barang disaksikan oleh petugas dan warga binaan pemasyarakatan
sehingga tidak ada pihak – pihak yang merasa dirugikan.

10 (sepuluh) kegiatan aktualisasi telah dilaksanakan dengan baik


berdasakan nilai ANEKA (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, dan anti
korupsi) dan seluruh hasil kegiatan dilaporkan pada ketua regu
pengamanan dan kepala kesatuan regu pengamanan rutan (Ka.KPR)
tertuang dalam buku laporan harian yang ditanda tangani ketua regu
pengamanan , diteruskan pada kepala Rutan Kelas IIB Kandangan
berdasarkan hirarki organisasi dan hal ini diketahui oleh
mentor/pembimbing selama masa habituasi. Kebermanfaatan aktualisasi
dirasakan dengan menerapkan visi-misi Rutan kelas IIB Kandangan serta
nilai organisasi Kementerian Hukum dan HAM.
B. KRITERIA KEBERHASILAN
Keberhasilan pelaksanaan aktualisasi tempat kerja dapat diukur dengan menggunakan matrik kriteria
keberhasilan yang memuat jenis kegiatan, sasaran, indikator yang diukur melalui perbandingan antar target dan
realisasi kinerja. Adapun keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini dapat dilihat dalam tabel dibawah ini.

Tabel 4.1 Evaluasi Keberhasilan

Tingkat Kinerja
Kegiatan Sasaran Indikator (ukuran
Keberhasilan Satuan Ukuran Target Realisasi %

1. Melakukan sosialisasi Warga binaan Terlaksananya penempelan Kegiatan 1 1 100


melalui informasi grafis pemasyarakatan poster dan pemasangan
berupa : poster dan spanduk spanduk tentang aturan
tentang aturan penggeledahan dan
penggeledahan dan barang-barang yang
barang-barang yang dilarang masuk lingkungan
dilarang masuk lingkungan blok
blok

2. Melakukan penyuluhan Warga binaan Terlaksananya penyuluhan Kegiatan 1 1 100


pada warga binaan pemasyarakatan tentang aturan
pemasyarakatan tentang penggeledahan dan
aturan penggeledahan dan barang-barang yang
barang-barang yang dilarang masuk lingkungan
dilarang masuk lingkungan blok
blok

104
Tingkat Kinerja
Kegiatan Sasaran Indikator (ukuran
Keberhasilan Satuan Ukuran Target Realisasi %

3. Melakukan penggeledahan Barang titipan Terlaksananya


barang titipan dari pihak Warga binaan penggeledahan barang
keluarga Warga Binaan pemasyarakatan titipan Kegiatan 1 1 100
Pemasyarakatan pada saat
jam kunjungan

4. Melakukan penggeledahan Badan dan Terlaksananya


badan dan barang Warga barang Warga penggeledahan badan dan
Binaan Pemasyarakatan binaan Kegiatan 3 3 100
barang
setelah selesai jam pemasyarakatan
kunjungan.

5. Melakukan penggeledahan Badan dan Terlaksananya


badan dan barang Warga barang Warga penggeledahan badan dan 3 100
Kegiatan 3
Binaan Pemasyarakatan binaan barang
setelah selesai kegiatan pemasyarakatan
kurve luar (tugas diluar
lingkungan rutan)

105
Tingkat Kinerja
Kegiatan Sasaran Indikator (ukuran
Keberhasilan Satuan Ukuran Target Realisasi %

6. Melakukan penggeledahan Bahan makanan Terlaksananya


bahan makanan yang penggeledahan bahan
masuk lingkungan blok. makanan. Kegiatan 2 2 100

7. Melakukan penggeledahan Badan dan Terlaksananya


badan dan barang Warga barang warga penggeledahan badan dan
Binaan Pemasyarakatan binaan barang. Kegiatan 2 2 100
setelah selesai kegiatan di pemasyarakatan
bengkel kerja (bengker).

8. Melakukan kegiatan razia Seluruh kamar Terlaksananya razia kamar


pada kamar Warga Binaan warga binaan hunian.
Pemasyarakatan. Kegiatan 1 1 100
pemasyarakatan

106
Tingkat Kinerja
Kegiatan Sasaran Indikator (ukuran
Keberhasilan Satuan Ukuran Target Realisasi %

9. Melakukan penggeledahan Badan dan Terlaksananya


badan dan barang tahanan barang warga penggeledahan badan dan
baru. binaan barang Kegiatan 1 1 100
pemasyarakatan

10. Melakukan penggeledahan Badan dan Terlaksananya


badan dan barang Warga barang warga penggeledahan badan dan Kegiatan 1 1 100
Binaan Pemasyarakatan binaan barang
dari Balai Pemasyarakatan pemasyarakatan
(Bapas) Amuntai.

Semua kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan target yang telah ditetapkan (100 %). Dan 10 kegiatan yang
telah dilaksanakan berdasarkan uraian tugas yang mencakup semua nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA) sehingga seluruh kegiatan telah terlaksana dengan baik.

107
108

C. DESKRIPSI CORE ISU DAN STRATEGI PEMECAHANNYA

1. Deskripsi Core Isu

Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi Lembaga


Pemasyarakatan merupakan unsur pelaksana teknis kewilayahan yang
memiliki wilayah kerja tertentu dalam melaksanakan tugas yang
dilimpahkan oleh Direktorat Jendral Pemasyarakatan dibawah Kementerian
Hukum dan HAM untuk melaksanakan pembinaan kepada pelanggar
hukum, agar sekembalinya warga binaan pemasyarakatan dapat
berperilaku sebagai anggota masyarakat yang baik dan berguna bagi
dirinya, masyarakat serta negara. Membina pribadi dan budi pekerti warga
binaan pemasyarakatan agar membangkitkan kembali rasa percaya dirinya
dan dapat mengembangkan fungsi sosialnya dengan rasa tanggung jawab
untuk menyesuaikan diri dalam masyarakat.

Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi Lembaga


Pemasyarakatan tersebut menemui beberapa kendala atau isu. Dari
beberapa isu yang ada di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan,
saya mengambil 5 (lima) isu priorItas yaitu :

1. Kurang optimalnya razia pada kamar warga binaan pemasyarakatan.


2. Kurang optimalnya pengawasan terhadap warga binaan
pemasyarakatan saat pembagian jatah makanan.
3. Kurang optimalnya pengawasan dan pembinaan terhadap warga
binaan pemasyarakatan.
4. Kurang optimalnya penggeledahan badan dan barang warga binaan
pemasyarakatan masuk lingkungan blok.
5. Kurang optimalnya pengontrolan keadaan keamanan sarana dan
prasarana.

Saya mengangkat isu utama yaitu “Kurang optimalnya


penggeledahan badan dan barang warga binaan pemasyarakatan
masuk lingkungan blok” karena disetiap kegiatan penggeledahan badan
dan barang warga binaan pemasyarakatan setiap melewati pos jaga blok
109

merupakan salah satu upaya pencegahan terjadinya gangguan keamanan


dan ketertiban didalam blok hunian warga binaan pemasyarakatan di rumah
tahanan negara (rutan).

Permasalahan kurang optimalnya penggeledahan badan dan barang


warga binaan pemasyarakatan masuk lingkungan blok, dengan masih
seringnya terdapat benda-benda yang dilarang untuk masuk kedalam blok
hunian, seperti senjata tajam, alat komunikasi, dan obat-obatan yang
mengandung unsur memabukkan. Dimana semua itu dapat berakibat
menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban didalam blok hunian
warga binaan pemasyarakatan. Dengan upaya yang dilakukan dalam
pemeriksaan dan ketelitian dalam menggeledah keluar masuknya penghuni
dan barang bawaannya pada saat melewati pos jaga blok di Rumah
Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan diharapkan terciptanya Blok hunian
warga binaan pemasyarakatan yang aman, nyaman dan kondusif tidak ada
lagi barang-barang yang dilarang masuk kedalam blok hunian warga binaan
pemasyarakatan.

Alasan utama saya mengambil isu tersebut adalah karena langsung


berhubungan dengan tugas pokok dan fungsi saya sebagai Penjaga
Tahanan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan, dan apabila
kegiatan pemeriksaan dan ketelitian dalam menggeledah keluar masuknya
penghuni dan barang bawaannya pada saat melewati pos jaga blok sudah
berjalan dengan baik dan benar maka hal tersebut tentunya dapat
membantu tercapainya misi organisasi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB
Kandangan yaitu “Melaksanakan perawatan tahanan, pembinaan dan
pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan dalam rangka
penegakan hukum, pencegahan dan penanggulangan kejahatan serta
pemajuan dan perlindungan hak asasi.”
Dalam penentuan isu utama dari 5 (lima) isu prioritas diatas
dilakukan proses eliminasi bertahap yaitu tahap pertama menggunakan
metode AKPL (Aktual, Kekhalayakan, Problematic, Kelayakan) dari metode
eliminasi tersebut isu utama tersebut memang benar terjadi dan merupakan
110

masalah yang cukup kompleks dam masuk akal untuk dimunculkan inisiatif
pemecahan masalah isu tersebut.

Begitu pula pada saat melakukan prosese eliminasi menggunakan


metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) isu ini sangat penting karena
merupakan tahap awal dan ujung tombak dari semua kegiatan yang
dilaksanakan dalam ruang lingkup Rumah Tahanan Negara Kelas IIB
Kandangan.

Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa upaya penggeledahan


badan dan barang warga binaan pemasyarakatan masuk lingkungan blok
merupakan kegiatan yang sangat penting dalam menunjang keamanan,
kenyaman dan ketertiban didalam blok hunian warga binaan
pemasyarakatan pada Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan,
karena hal tersebut saya sebagai penulis ingin mengangkat isu tersebut.

2. Strategi Mengatasi Kendala


1) Kendala Internal dan Strategi Mengatasinya.
Secara umum kegiatan aktualisasi ini dapat berjalan sesuai
dengan tahapan-tahapan yang telah dijadwalkan dan tidak ada
kendala yang terlalu sulit atau menghambat dilapangan. Namun
terdapat kesulitan yaitu masih ada rekan kerja yang belum optimal
melakukan penggeledahan badan dan barang warga binaan
pemasyarakatan masuk lingkungan blok, dikarenakan masih
kurangnya kesadaraan akan pentingnya kegiatan tersebut.
Untuk mengatasi hal tersebut penulis mengkomunikasikan
secara lisan kepada rekan kerja untuk terus menerus menerapkan
hal tersebut, agar terciptanya blok hunian yang aman, nyaman dan
bebas dari barang-barang berbahaya yang dilarang untuk masuk
kedalam blok hunian, dengan melakukan penggeledahan badan dan
barang warga binaan pemasyarakatan masuk lingkungan blok,
dengan memberikan contoh bagaimana kegiatan yang baik dan
benar.
111

2) Kendala Eksternal dan Strategi Mengatasinya.


Sedangkan untuk kendala eksternal dalam penggeledahan
badan dan barang warga binaan pema-syarakatan masuk
lingkungan blok dikarenakan keluarga / pengunjung yang selalu ada
saja berusaha membawakan atau memasukan barang-barang yang
dilarang untuk masuk kedalam, dengan berbagai cara.
Untuk mengatasi hal tersebut pemeriksaaan di pintu
pengamanan utama selalu diperketat dan dimaksimalkan dan
memberi sanksi tegas kepada keluarga yang mencoba memasukan
barang-barang yang dilarang untuk masuk kedalam blok hunian
warga binaan pemasyarakatan.

D. PROSES PENERAPAN INISIATIF DAN GAGASAN KREATIF

Kreativitas merupakan sebuah proses yang dapat dikembangkan


dan ditingkatkan. Yang dimaksud dengan kreativitas dalam hal ini adalah
menghadirkan suatu gagasan baru. Kreativitas itu merupakan sebuah
proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Kita harus
mengetahui bahwa kreativitas tiap-tiap orang berbeda-beda, kemampuan
seseorang dalam bakat, pengetahuan, dan lingkungan juga dapat
mempengaruhi kreativitas.
Menurut Goman (1991), Inovasi merupakan penerapan secara praktis
gagasan kreatif. Inovasi tercipta karena adanya kreativitas yang
tinggi.Kreativitas adalah kemampuan untuk membawa sesuatu yang
baru ke dalam kehidupan.
Randsepp, menyebutkan ciri-ciri tentang pemikiran kreatif sebagai
berikut :
1) sensitif terhadap masalah-masalah,
2) mampu menghasilkan sejumlah ide besar,
3) fleksibel,
4) keaslian
5) mau mendengarkan perasaan,
112

6) keterbukaan pada gejala bawah sadar,


7) mempunyai motivasi,
8) bebas dari rasa takut gagal,
9) mampu berkonsentrasi, dan
10) mempunyai kemampuan memilih.
Seorang PNS yang memliki daya pengembangan kreativitas yang
tinggi akan dapat merombak dan mendorongnya di dalam
pengembangan lingkungan kerjanya menjadi berhasil. Karena
dengan kreativitas seorang dapat :
1) meningkatkan efisiensi kerja,
2) meningkatkan inisiatif,
3) meningkatkan penampilan,
4) meningkatkan mutu produk, dan meningkatkan keuntungan.
Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam penggeledahan badan
dan barang warga binaan pemasyarakatan masuk lingkungan blok :

a) Sosialisasi melalui informasi grafis berupa : poster dan


spanduk tentang aturan penggeledahan dan barang-
barang yang dilarang masuk lingkungan blok merupakan
bagian dalam meningkatkan inisiatif kerja serta membantu
menjaga keamanan rutan dari barang yang dilarang masuk
b) Penyuluhan pada warga binaan pemasyarakatan tentang
aturan penggeledahan dan barang-barang yang dilarang
masuk lingkungan blok juga bentuk inisiatif yang
memberikan dampak pengetahuan pada warga binaan
pemasyarakatan sehingga mereka tahu dan sadar akan
barang terlarang masuk lingkungan blok.
c) Pemeriksaan dan ketelitian penggeledahan badan dan
barang warga binaan pemasyarakatan masuk lingkungan
blok dapat ditingkatkan dengan didukung oleh petugas
yang berkualitas dan profesioanl, memiliki pengetahuan
dan pengalaman.
113

d) Optimalnya penggeledahan badan dan barang warga


binaan pemasyarakatan masuk lingkungan blok juga dapat
ditingkatkan dengan memberikan sarana dan prasarana
penunjang dengan segala perlengkapannya.
e) Pentingnya sosialisasi dan pelatihan kepada petugas
anggota jaga mengenai penggeledahan badan dan barang,
agar selalu dilakukan perbaikan kedepannya.
BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional adalah ASN yang
bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga menghasilkan pelaynan publik
yang berkulitas. Sebagai seorang ASN dalam hal ini adalah penjaga
tahanan, perlu mengaplikasikan dan menerapkan nilai-nilai dasar profesi
demi terwujudnya proses pelayanan publik yang berkualitas. Melalui
kegiatan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) disertai
Manajemen ASN dan Whole of Goverment akan mampu meningkatkan
kualitas kinerja peserta pelatihan dasar dalam menjalankan tugas dan
fungsi di instansi tempat bekerja. Hal ini membuktikan bahwa sebagai ASN
yang profesional akan memiliki integritas dalam mewujudkan pelayanan
publik yang berkualitas.
Berdasarkan kegiatan aktualisasi yang telah direncanakan yaitu
Optimalisasi penggeledahan badan dan barang warga binaan
pemasyarakatan masuk lingkungan blok di rumah tahanan negara kelas IIB
Kandangan yaitu : 1) Melakukan sosialisasi melalui informasi grafis berupa :
poster dan spanduk tentang aturan penggeledahan dan barang-barang
yang dilarang masuk lingkungan blok. 2) Melakukan penyuluhan pada
warga binaan pemasyarakatan tentang aturan penggeledahan dan barang
-barang yang dilarang masuk lingkungan blok. 3) Melakukan
penggeledahan barang titipan dari pihak keluarga Warga Binaan
Pemasyarakatan pada saat jam kunjungan. 4) Melakukan penggeledahan
badan dan barang Warga Binaan Pemasyarakatan setelah selesai jam
kunjungan. 5) Melakukan penggeledahan badan dan barang Warga Binaan
Pemasyarakatan setelah selesai kegiatan kurve luar (tugas diluar
lingkungan rutan). 6) Melakukan penggeledahan bahan makanan yang
masuk lingkungan blok. 7) Melakukan penggeledahan badan & barang
Warga Binaan Pemasyarakatan setelah selesai kegiatan di

114
115

bengkel kerja (bengker). 8) Melakukan kegiatan razia pada kamar Warga


Binaan Pemasyarakatan. 9) Melakukan penggeledahan badan dan barang
tahanan baru. 10) Melakukan penggeledahan badan dan barang Warga
Binaan Pemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Amuntai.
Semua kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan target yang telah
ditetapkan (100 %). Dan 10 kegiatan yang telah dilaksanakan berdasarkan
uraian tugas yang mencakup semua nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA) sehingga seluruh
kegiatan telah terlaksana dengan baik. Serta dari hasil laporan rekap
bulanan aktualisasi dan habituasi tidak ditemukan barang – barang
terlarang saat penggeledahan. Sehingga 10 (sepuluh) kegiatan tersebut
dapat menjawab issue : Kurang optimalnya penggeledahan badan dan
barang warga binaan pemasyarakatan masuk lingkungan blok.

B. SARAN
Saran-saran yang berkaitan dengan kegiatan aktualisasi ini
diharapkan bisa memberi bahan masukan, di antaranya :
1. Penerapan nilai dasar ANEKA diharapkan berkelanjutan dan tidak hanya
pada saat pelatihan dasar saja, sehingga terwujudnya ASN yang bersih
dan berintegritas.
2. Kegiatan aktualisasi yang telah dilakukan dan berkontribusi positif pada
institusi sebaiknya diterapkan oleh seluruh pegawai.
3. Agar kegiatan aktualisasi didokumentasikan pada media informasi
berupa mading / x-banner sehingga masyarakat mengetahui dan ikut
memberikan saran atau komentar untuk meningkatkan pelayanan.
4. Agar pelayanan terhadap masyarakat dapat tercipta dengan prima, maka
nilai dasar ANEKA sebaiknya terus disosialisasikan pada semua
pegawai dan dievaluasi secara berkelanjutan.

Anda mungkin juga menyukai