Anda di halaman 1dari 11

CRITICAL BOOK REPORT

MK PENDIDIKAN SENI TARI


PRODI S1 PGSD-FIP

SKOR NILAI :

PENDIDIKAN SENI TARI-DRAMA


Kamtini S.Pd M.Pd & Dra. Delinar Adlin, M.Pd

NAMA MAHASISWA : Devita Sari Lubis


NIM : 1171111012
DOSEN PENGAMPU : Kamtini S.Pd M.Pd
MATA KULIAH : Pendidikan Seni Tari

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
SEPTEMBER 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik
dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan crtitical book review dengan baik.
Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan
kita mengenai Pendidikan Seni Tari - Drama. Saya juga menyadari bahwasanya makalah ini memiliki banyak
kekurangan . maka dari itu penyusun berharap adanya saran demi perbaikan makalah yang telah saya buat
ini untuk kedepannya. Mengingat tidak ada yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Medan, September 2019

Devita Sari Lubis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................................................... 2


DAFTAR ISI ................................................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................................. 4
A. Rasionalisasi Pentingnya CBR .......................................................................................................... 4
B. Tujuan penulisan CBR ....................................................................................................................... 4
C. Manfaat CBR ..................................................................................................................................... 4
D. Identitas Buku ................................................................................................................................... 4
BAB II RINGKASAN ISI BUKU ...................................................................................................................... 5
BAB III PEMBAHASAN.................................................................................................................................. 9
BAB IV PENUTUP ....................................................................................................................................... 10
A. Kesimpulan ...................................................................................................................................... 10
B. Saran............................................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................................................... 11

3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Rasionalisasi Pentingnya CBR
Sering kali kita bingung memilih buku referensi untuk kita baca dan pahami. Terkadang kita
memilih tiga buku, namun kurang memuaskan hati kita. Misalnya dari segi analisis bahasa,
pembahasan tentang Pendidikan Seni Tari - Drama. Oleh karena itu, penulis membuat Critical
Book Report ini untuk mempermudah pembaca dalam memilih buku referensi, terkhusus pada
pokok Pendidikan Seni Tari – Drama di sekolah dasar
B. Tujuan penulisan CBR
Mengkritisi tentang Pendidikan Seni Tari - Drama
C. Manfaat CBR
 Untuk menambah wawasan tentang Pendidikan Seni Tari - Drama

 Untuk mengetahui tentang Pendidikan Seni Tari - Drama

D. Identitas Buku
1. Judul : Pendidikan Seni Tari - Drama
2. Edisi : -
3. Pengarang / Editor : Kamtini,S.Pd M.Pd. & Dra. Delinar Adlin, M.Pd
4. Penerbit : Unimed Press
5. Kota terbit : Medan
6. Tahun terbit : 2019
7. ISBN : -

4
BAB II
RINGKASAN ISI BUKU

BAB 1 “Konsep Pendidikan Seni Tari – Drama Dan Pelaksanaan Di Sekolah Dasar”
A. Landasan Konseptual Bidang Studi Pendidikan Kesenian
Pendidikan Kesenian berperan untuk menumbuhkan dan mengembangkandaya apresiasi seni,
kreativitas, serta kepekaan indrawi dan emosi, serta memelihara keseimbangan mental peserta didik. Bagi
peserta didik yang memiliki bakat seni, pendidikan kesenian juga dapat berperan dalam mengembangkan
bakat dan membentuk keterampilan vokasional.
Dengan demikian pendidikan kesenian merupakan pendidikan ekspresi kreatif yang estetik, dan
membentuk kepribadian manusia seutuhnya, seimbang baik secara lahir maupun batin, jasmani maupun
pribadi, konteks sosial budaya Indonesia. Karena itu, pendidikan melalui seni merupakan konsep yang tepat
untuk diterapkan dalam pembelajaran SD.

B. Seni Tari Drama Sebagai Media Pendidikan di SD


Untuk mencapai perkembangan maksimal dari jasmani dan rohani anak, media yang dapat
dimanfaatkan adalah seni tari-drama. Seni tari-drama hadir dalam kurikulum SD untuk memperoleh
pengalaman-pengalaman seni.

C. Fungsi Seni Tari Drama di SD


1. Fungsi seni tari – drama di SD untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak
2. Fungsi seni tari – drama di SD untuk membina perkembangan estetik
3. Fungsi seni tari – drama di SD untuk menyempurnakan kehidupan

D. Memahami Pengalaman Seni Tari – Drama Anak


Calon guru SD harus bisa mencari cara dan sikap tertentu demi kemajuan siswa SD dlam periode
yang berbeda satu dengan yang lainnya. Terutama gurulah yang akan terlibat dengan pengalaman seni tari
– drama. Tiap individu siswa dengan minat dan kebutuhan yang berbeda-beda ditingkat SD.
Jika guru memahami kebutuhan fisik, emosional, mental dan estetik anak, guru akan menemukan
bagaiaman kegiatan seni memnuhi minat intelektual, mengembangkan percaya diri dan melengkapinya

5
dengan rasa tertib aturan atau disiplin. Guru yang kreatif akan menggunakan potensi anak demi
pengembangan kegiatan seni di Sekolah Dasar.
E. Profil Guru yang Dibutuhkan Untuk Membimbing Seni Tari – Drama di SD
Profil yang dibutuhkan seorang guru yang bersikap baik sebagai seorang “teman”, yang dalam
perlakuannya lebih banyak membimbing daripada menunjukan atau memberi perintah.

BAB 2 “ Pemahaman Seni Tari – Drama ”


A. Pengertian Tari – Drama
Menurut Curt Sachs, bahwa tari adalah gerak yang ritmis (Soedarsono). Definisi ini dapat
dimanfaatkan dalam pelaksanan pelajaran tari – drama adalah unsur yang keberadaannya menunjang
elemen dasar tari – drama.
1. Unsur Utama Tari – Drama : Unsur utama tari adalah gerak, sedangkan unsur utama drama adalah
naskah
2. Unsur Penunjang Tari – Drama : Make up/ tata rias, tata busana, tata iringan, tata lampu, panggung
dan tema.

B. Jenis Tari – Drama


1. Jenis tari menurut fungsinya : Tari untuk keperluan upacara, tari hiburan, tari pertunjukan, tari
sebagai sarana pendidikan,
2. Jenis tari – drama berdasarkan bentuk penyajiannya : Bentuk karena faktor tubuh penari,
berdasarkan jumlah dan posisi.
3. Jenis tari berdasarkan pola garapan : Jenis tari berdasarkan pola garapannya dibagi menjadi dua
yaitu, tari tradisional dan tari kreasi.
4. Jenis tari – drama berdasrkan Tema/Isi : Tari erotis, tari mimistis dan teori totemistis, tari heroik, tari
dramatik.

BAB 3 “Karakteristik Seni Tari Anak”


A. Karakteristik Gerak Anak
Secara keselurahan dapat dikatakan bahwa karakteristik fisik anak usia sekolah dasar adalah :
1. Sederhana
2. Bersifat maknawi dan bertema

6
3. Gerak anak menirukan gerak keseharian
4. Gerak anak menirukan gerakan binatang.

B. Karakteristik Tari – Drama Anak


Karakteristik tari anak dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu karakteristik tari anak kelas rendah
dan kelas tinggi.
1. Karakteristik Tari Anak Kelas Rendah
a. Tema : Dari apa yang pernah anak lihat, dapat dijadikan suatu tema pada suatu tarian yang
akan diajarkan pada anak.
b. Bentuk Gerak : Gerakan sederhana dan lincah, serta memiliki daya kreativitas tinggi pula.
c. Bentuk Iringan : Iringan musik yang ringan dan menggambarkan kesenangan dan kegembiraan.
d. Jenis Tari : Susunan-susunan gerak yang dibuat menjadi gerkan yang lincah, sederhana, dan
iringannya mudah di pahami.

2. Karakteristik Tari Anak kelas Tinggi


a. Tema : Gerakan dapat bersifat sosial
b. Bentuk Gerak : Anak SD kelas tinggi sudah memiliki keberanaian dan mengekspresikan gerakan
yang telah dilakukannya dalam bentuk tarian.
c. Bentuk Iringan : Iringan musik gembira dan sedih.
d. Jenis Tari : Jenis tari yang menggambarkan kepahlawanan dan yang menggambarkan
kehidupan sosial.

BAB 4 “Apresiasi Seni Tari”


A. Unsur-unsur Kaidah Seni Tari
1. Wiraga
Penguasaan teknik gerak dan penguasaan ruang serta ungkapan gerak
2. Wirama
Pengaturan tempo dan ritme yang erat sekali hubungannya dengan irama.
3. Wirasa
Aspek yang bersifat rohaniah.

7
B. Komposisi Tari
Tari sebagai bentuk seni, maka perlu kiranya mengetahui tentang pengethuan komposisi yang
disebut dengan koreografi. Pengetahuan ini harus diketahui, dipahami, dan dijalankan. Terutama bagi penata
tari yang indah dan menarik. Terdapat beberapa elemen komposisi tari yang harus diketahui, yaitu gerak
tari, iringan musik, tema, tata busana, tata rias, tempat pentas, dan tata lampu

BAB 5 “Pengalaman Pembelajaran Seni Tari”


A. Produksi Seni Tari – Drama Anak
Materi roduksi seni tari – drama memberikan kesempatan untuk berekspetasi, berimajinasi, melalui latihan
dalam produksi seni tari – drama.
Eksplorasi melalui :
1. Lingkungan Alam
2. Binatang
3. Buku Cerita Anak
4. Lingkungan Anak
Improvisasi Melalui :
1. Properti
2. Suara Lingkungan
3. Suara Musik
4. Bermain Peran
B. Produksi Seni Tari – Drama Pemeranan
Dalam produksi seni tari – drama, pencipta akan memperoleh pengalaman berproduksi dalam
membuat naskah, bermain peran, dan bergerak. Pada penciptaan karya seni tari – drama untuk annak SD
haruslah disesuaikan dengan karakteristik anak. Sehingga anak akan mudah melakukan aktifitas tersebut.

8
BAB III
PEMBAHASAN

A. Pembahasan Isi Buku


Pada Bab I terdapat judul Konsep Pendidikan Seni Tari – Drama dan Pelaksanaan di Sekolah
Dasar. Pada bab I masih membahas konsep awal, landasan, media, fungsi, dan profil guru
yang dibutuhkan untuk membimbing seni-tari drama di sekolah dasar.
Pada Bab II terdapat judul Pemahaman Seni Tari-Drama. Pada bab ini membahas tentang
pengertian dan jenis dari Tari-Drama.
Pada bab III terdapat judul Karakteristik Seni Tari Anak . pada bab ini membahas tentang
karakteristik pada gerak anak dan tari-drama anak.
Pada Bab IV terdapat judul Apresiasi Seni Tari. Pada bab ini membahas tentang unsur-unsur
kaidah seni tari anak, komposisi tari dan kelompok.
Pada Bab V terdapat judul Pengalaman Pembelajaran Seni Tari. Pada bab ini membahas
tentang produksi seni tari-drama anak dan pemeranan.

B. Kelebihan dan Kelemahan


 Dari aspek tata bahasa, buku tersebut dalam tata bahasa sudah tidak ada kalimat
atau kata-kata yang menggunakan bahasa yang sulit dimengerti
 Untuk tampilan covernya sudah menarik, akan tetapi tampilan pada isi buku kurang
menarik misalnya, pada gambar hanya menyantumkan sedikit gambar dan pada
gambar tidak bewarna sehingga membuat kurang menarik
 Dari aspek layout dan tata letak, serta tata tulis, termasuk penggunaan font yang
sudah bagus.
 Dari aspek materi nya sudah bagus dalam menjelaskan nya.

9
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pendidikan Kesenian berperan untuk menumbuhkan dan mengembangkandaya apresiasi seni,
kreativitas, serta kepekaan indrawi dan emosi, serta memelihara keseimbangan mental peserta
didik. Bagi peserta didik yang memiliki bakat seni, pendidikan kesenian juga dapat berperan dalam
mengembangkan bakat dan membentuk keterampilan vokasional.
Calon guru SD harus bisa mencari cara dan sikap tertentu demi kemajuan siswa SD dlam periode
yang berbeda satu dengan yang lainnya. Terutama gurulah yang akan terlibat dengan pengalaman
seni tari – drama. Tiap individu siswa dengan minat dan kebutuhan yang berbeda-beda ditingkat SD.

B. Saran

Buku ini sangat cocok untuk dijadikan bahan ajar di perguruan tinggi sehingga dapat diterapkan
ketika kelak masuk kedalam duni kesenian.

10
DAFTAR PUSTAKA

Kamtini & Delinar, A. (2019). Pendidikan Seni Tari-Drama. Medan : Unimed Press.
Soedarsono. (1978). Pengantar Pengetahuan dan Komposisi Tari. Yogyakarta: ASTI.

11