Anda di halaman 1dari 14

MENENTUKAN AREA PRIORITAS

Area/unit kerja High risk High cost High volume Problem Prone Total Urutan Prioritas
Farmasi 9 7 9 8 33 I
Laboratorium 9 9 4 8 30 II
Gawat darurat 10 6 6 7 29 III
Pendaftaran 6 9 8 5 28 IV
Rawat inap 6 7 5 7 25 VI
Kamar Bersalin 10 4 6 7 27 V
Lampiran 4.

FORM FAILURE MODE & EFFECT ANALYSIS

Unit Kerja FARMASI


Proses yang dianalisis
Tim FMEA Nama : Arif Mahendra Peran : Koordinator
Ketua Arif Mahendra
Anggota Komang Sariase
Ernawati

Petugas pencatat (notulis) Ernawati

I. Gambarkanalur proses yang akandianalisis:


II. Identifikasifailure modes:

No Tahapan Proses Failure Modes


1 Petugas Mengidentifikasi Obat Kadaluarsa / Rusak Tanggal kadaluarsa Obat Blur
2 Petugas Memisahkan Obat Kadaluarsa / Rusak Ruang Penyimpanan Obat Bertambah
3 Petugas Membuat Pelaporan Obat Kadaluarsa Petugas Tidak membuat Laporan Obat kadaluarsa
4 Petugas Melakukan Pemusnahan Obat Kadaluarsa Petugas Tidak Pernah Melakukan Pemusnahan Obat Kadaluarsa
5 Petugas Membuat Berita Acara Pemusnahan Obat Kadaluarsa Petugas Tidak Membuat Berita Acara Pemusnahan Obat
III. Tujuanmelakukananalisis FMEA:

IV. Identifikasiakibatjikaterjadifailure modeuntuktiap-tiapfailure mode:

No Tahapan Proses Failure Modes Akibat


1 Petugas Mengidentifikasi Obat Kadaluarsa / Tanggal kadaluarsa Obat Blur Salah Pemisahan Obat Kadaluarsa
Rusak
2 Petugas Memisahkan Obat Kadaluarsa / Ruang Penyimpanan Obat Bertambah Penyimpanan Obat Kadaluarsa dan yang
Rusak masih baik menjadi satu tempat
3 Petugas Membuat Pelaporan Obat Petugas Tidak membuat Laporan Obat Obat Kadaluarsa Tidak Teroganisir
Kadaluarsa kadaluarsa dengan baik
4 Petugas Melakukan Pemusnahan Obat Petugas Tidak Pernah Melakukan Obat Kadaluarsa Berotensi Terpakai
Kadaluarsa Pemusnahan Obat Kadaluarsa Kembali
5 Petugas Membuat Berita Acara Pemusnahan Petugas Tidak Membuat Berita Acara Tidak ada bukti Obat Kadaluarsa yang
Obat Kadaluarsa Pemusnahan Obat telah Dimusnahkan
V. Identifikasikemungkinanpenyebabdaritiapfailure mode, dandeskripsikanupaya-upaya yang sudahdilakukan (kalauada) untukmengatasifailure
mode:

No Tahapan Proses Failure Modes Akibat Penyebab Upaya yang telah


dilakukan
1 Petugas Mengidentifikasi Tanggal kadaluarsa Obat Salah Pemisahan Obat Kemasan Obat Rusak Petugas Memeriksa
Obat Kadaluarsa / Rusak Blur Kadaluarsa Pada proses Distribusi
Laporan Penerimaan
Obat
2 Petugas Memisahkan Obat Ruang Penyimpanan Obat Penyimpanan Obat Tempat Penyimpanan -Petugas Telah
Kadaluarsa / Rusak Bertambah Kadaluarsa dan yang Obat Masih Tergabung Memberi Label Obat
masih baik menjadi satu dengan Perkakas Kadaluarsa dalam Box
tempat Puskesmas Tersendiri
3 Petugas Membuat Petugas Tidak membuat Obat Kadaluarsa Tidak Petugas Tidak Patuh -
Pelaporan Obat Kadaluarsa Laporan Obat kadaluarsa Teroganisir dengan baik Terhadap SOP
4 Petugas Melakukan Petugas Tidak Pernah Obat Kadaluarsa Masih Banyak Prioritas -
Pemusnahan Obat Melakukan Pemusnahan Berotensi Terpakai Pekerjaan
Kadaluarsa Obat Kadaluarsa Kembali Kefarmasian Lainnya
5 Petugas Membuat Berita Petugas Tidak Membuat Tidak ada bukti Obat Belum Pernah -
Acara Pemusnahan Obat Berita Acara Pemusnahan Kadaluarsa yang telah dilakukan
Kadaluarsa Obat Dimusnahkan Pemusnahan Obat

VI. Lakukanpenghitungan RPN (Risk Priority Number), denganmenggunakanmatriks sebagai berikut:


Tahapan Proses Failure Akibat S Penyebab O Upaya yang telah dilakukan D RPN
Modes (Severty) (Occurrence) (Detectability) (Risk
Priority
Number)
Petugas Tanggal Salah 2 Kemasan Obat 1 Petugas Memeriksa 1 2
Mengidentifikasi kadaluarsa Pemisahan Rusak Pada proses Laporan Penerimaan Obat
Obat Kadaluarsa Obat Blur Obat Distribusi
/ Rusak Kadaluarsa

Petugas Ruang Penyimpanan 5 Tempat 8 -Petugas Telah Memberi 4 160


Memisahkan Penyimpanan Obat Penyimpanan Label Obat Kadaluarsa
Obat Kadaluarsa Obat Kadaluarsa Obat Masih dalam Box Tersendiri
/ Rusak Bertambah dan yang Tergabung dengan
masih baik Perkakas
menjadi satu Puskesmas
tempat

Petugas Petugas Obat 2 Petugas Tidak 3 4 24


Membuat Tidak Kadaluarsa Patuh Terhadap
Pelaporan Obat membuat Tidak SOP
Kadaluarsa Laporan Obat Teroganisir
kadaluarsa dengan baik

Petugas Petugas Obat 7 Masih Banyak 8 4 224


Melakukan Tidak Pernah Kadaluarsa Prioritas
Pemusnahan Melakukan Berotensi Pekerjaan
Pemusnahan Terpakai Kefarmasian
Obat Kadaluarsa Obat Kembali Lainnya
Kadaluarsa

Petugas Petugas Tidak ada 2 Belum Pernah 10 1 20


Membuat Berita Tidak bukti Obat dilakukan
Acara Membuat Kadaluarsa Pemusnahan Obat
Pemusnahan Berita Acara yang telah
Obat Kadaluarsa Pemusnahan Dimusnahkan
Obat

VII. Tetapkan threshold untukmemilihfailure mode yang akandiselesaikandan, tetapkanfailure modeapasaja yang akandiselesaikan. (Gunakan
Diagram Pareto)

No Failure modes: RPN KumulatiF Persentase kumulatif Keterangan


(urutkan dari RPN tertinggi ke
terendah)
Petugas Tidak Pernah Melakukan 224 224 52.1 %
Pemusnahan Obat Kadaluarsa
Ruang Penyimpanan Obat 160 384 89.3 %
Bertambah
Petugas Tidak membuat Laporan 24 408 94.9 %
Obat kadaluarsa
Petugas Tidak Membuat Berita 20 428 99.5 %
Acara Pemusnahan Obat
Tanggal kadaluarsa Obat Blur 2 430 100 %
Titik potong pada
persentase kumulatif
80 %

VIII. Diskusikandanrencanakankegiatan/tindakan yang perludilakukanuntukmengatasifailure modestersebut,


tetapkanpenanggungjawabdankapanakandilakukan:

Tahapan Failure Akibat S Kemungkinan O Upayakendaliygsdhdilakuk D RP Kegiatan yang Penanggungjawa Wakt


Proses Modes sebab an N direkomendasika b u
n
Petugas Petugas Obat Masih Banyak - Petugas Audit Internal Agust
Melakukan Tidak Kadaluars Prioritas memprioritask Apoteker us
Pemusnahan Pernah a Pekerjaan an
Obat Melakukan Berotensi Kefarmasian pemusnahan
Kadaluarsa Pemusnaha Terpakai Lainnya Obat
n Obat Kembali Dibanding
Kadaluarsa Pekerjaan
Lainnya
Petugas Ruang Penyimpa Tempat - - Disiapkan Ka. Tu Juli
Memisahkan Penyimpan nan Obat Penyimpanan gudang khusus
Obat an Obat Kadaluars Obat Masih Perkakas
Kadaluarsa / Bertambah a dan Tergabung Puskesmas
Rusak yang dengan - Memisahkan
masih Perkakas Perkakas
baik Puskesmas Puskesmas
Dengan
menjadi
Penyimpanan
satu
Obat Di
tempat Gudang
Puskesmas
-
IX. Pelaksanaankegiatandanevaluasi:
Laksanakankegiatan, danlakukanevaluasidenganmenghitungulang RPN

Tahapan Failure Akibat S Kemungkinansebab O Upayakendali D RPN Kegiatan yang Penanggungjawab Kegiatan S O D RPN
Proses Modes Yang direkomendasikan yang
sudahdilakukan dilakukan

X. usun SOP barusesuaidenganhasilanalisisdanpelaksanaan FMEA:

1. Petugas mengidentifikasi obat yang sudah rusak atau kedaluwarsa.


2. Petugas memisahkan obat kedaluwarsa atau rusak dari penyimpanan obat lainnya.

3. Petugas Memberikan Pelabelan dan Pemisahan Ruang Obat Kadaluarsa/Rusak

4. Petugas membuat pelaporan obat kedaluwarsa atau rusak kepada Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan.

5. Petugas meminta arahan tentang tata cara pemusnahan obat kedaluwarsa atau rusak.

6. Petugas membuat catatan jenis dan jumlah obat yang rusak atau kedaluwarsa untuk dikirim kembali ke gudang farmasi kota.

7. Petugas melakukan pemusnahan obat kedaluwarsa atau rusak dengan cara :

1. Untuk obat dengan bentuk sediaan padat, seperti tablet harus digerus.

2. Obat dalam bentuk kemasan harus dikeluarkan dari dalam kemasan terlebih dahulu dan digerus.

3. Obat dalam bentuk sediaan cair, harus dikeluarkan dari botolnya.

4. Obat dalam bentuk sediaan semi padat seperti salep harus dikeluarkan dari tube nya

5. Obat injeksi dihancurkan

6. Obat psikotropika yang kedaluwarsa atau rusak dikirim ke Dinas Kesehatan Kota.

Petugas membuat berita acara pemusnahan obat. Berita acara tersebut dibuat tembusan kepada kepala dinas kesehatan kota,
BPOM, dan arsip puskesmas.
Rekomendasi
1. Kebijakan Pendelegasian Tugas Apoteker