Anda di halaman 1dari 8

JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Artikel Penelitian
Volume 02 Nomor 01 Mei 2019 Halaman 269-275

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI


PADA LANSIA

Relationship Of Knowledge Levels With The Case Of Hypertension In Elderly

Maryam Suaib1, Cheristina2, Dewiyanti3


STIKes Kurnia Jaya Persada Palopo
Email:m2mawrds@gmail.com

ABSTRAK
Dampak dari penyakit hipertensi para lansia dapat memicu terjadinya resiko serangan jantung, stroke, dan
gagal ginjal. Tekanan darah yang terus meningkat mengakibatkan beban kerja jantung yang berlebihan sehingga
memicu kerusakan pada pembuluh darah, gagal ginjal, jantung, kebutaan dan gangguan fungsi kognitif pada lansia.
Penelitin ini bertujan untuk mengetahui adakah hubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada
lansia di Desa Minanga Tallu Kecamatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara Utara Tahun 2018.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yang bersifat cross sectional yang bertujuan
untuk mengungkapkan korelasi antara variabal bebas dan terikat). Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia
hipertensi yang ada di Desa Minanga Tallu Kecamatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara Utara sebanyak 45 orang.
Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu sebagian dari lansia hipertensi yang ada di Desa Minanga Tallu
Kecamatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara Utara sebanyak 31 orang.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Minanga Tallu Kecamatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara Utara
pada bulan September 2018. Hasil analisis statistik diperoleh nilai p = 0,002 < α = 0,05, berarti H0 ditolak dan Ha
diterima sehingga ada hubungan pengetahuan dengan kejadian hipertensi pada lansia.
Kata kunci : pengetahuan, Hipertensi, Lansia

ABSTRACT
The impact of hypertension in the elderly can trigger the risk of heart attack, stroke and kidney failure.
Increased blood pressure results in excessive workload of the heart which triggers damage to blood vessels, kidney
failure, heart disease, blindness and impaired cognitive function in the elderly.
This research aims to find out whether there is a relationship between the level of knowledge and the
incidence of hypertension in the elderly in Minanga Tallu Village, Sukamaju District, North North Luwu Regency in
2018.). The design used in this study is a cross sectional approach which aims to reveal the correlation between free
and bound variables. The population in this study were all elderly hypertension in Minanga Tallu Village, Sukamaju
District, North North Luwu Regency, 45 people. The samples in this study are some of the elderly hypertension in
the village of Minanga Tallu, Sukamaju District, North North Luwu Regency as many as 31 people.
This research was conducted in Minanga Tallu Village, Sukamaju Subdistrict, North North Luwu Regency
in September 2018. The results of the statistical analysis obtained a value of p = 0.002 <α = 0.05, meaning that H0
was rejected and Ha was accepted so that there was a relationship of knowledge with the incidence of hypertension
in the elderly.
Keywords: knowledge, hypertension, elderly

PENDAHULUAN seluruh dunia diperkirakan sebanyak 994


juta orang dengan usia rata-rata 60 tahun,
Lanjut usia adalah seseorang yang
yang mengalami hipertensi pada tahun 2014
telah mencapai usia 60 (enam puluh) tahun
sebanyak 621 juta, tahun 2015 sebanyak 645
ke atas. Menurut data World Health
juta, tahun 2016 sebanyak 703 juta dan
Organization (WHO), jumlah lansia di
tahun 2017 sebanyak 758 juta.

269 | Jurnal Fenomena Kesehatan, Volume 02 No 01 Mei 2019


Berdasarkan data proyeksi terganggu dan angka harapan hidup lansia
penduduk, pada tahun 2017 penduduk lansia juga akan menurun. Lanjut usia dapat
di Indonesia sebanyak 23,66 juta jiwa, yang dinyatakan memiliki tingkat kejadian
mengalami hipertensi yaitu tahun 2014 hipertensi yang baik, bila suatu kondisi yang
sebanyak 16,71 juta, tahun 2015 sebanyak menyatakan tingkat kepuasan secara batin,
16,93 juta, tahun 2016 sebanyak 17,64 juta fisik, sosial, serta kenyamanan dan
dan tahun 2017 sebanyak 18,01 juta. kebahagiaan hidupnya (Kustanti, 2012)
Jumlah penduduk di Provinsi Berdasarkan latar belakang tersebut,
Sulawesi Selatan pada tahun 2017 sebanyak peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
752.628 jiwa adalah penduduk lanjut usia, tentang Hubungan Tingkat Pengetahuan
yang mengalami hipertensi yaitu tahun 2014 dengan Kejadian Hipertensi Lansia di Desa
sebanyak 521 ribu, tahun 2015 sebanyak Minanga Tallu Kecamatan Sukamaju
563 ribu, tahun 2016 sebanyak 597 ribu dan Kabupaten Luwu Utara Utara.
tahun 2017 sebanyak 605 ribu.
Jumlah lansia di Kabupaten Luwu
METODE PENELITIAN
Utara Utara sebanyak 30.819 jiwa, yang
Desain yang digunakan dalam penelitian
mengalami hipertensi yaitu tahun 2014
ini adalah pendekatan yang bersifat cross
sebanyak 23,32 ribu, tahun 2015 sebanyak
sectional yang bertujuan untuk
23,76 ribu, tahun 2016 sebanyak 24,02 ribu
mengungkapkan korelasi antara variabal
dan tahun 2017 sebanyak 24,35 ribu.
bebas dan terikat, artinya variabel bebas dan
Adapun jumlah lansia di wilayah kerja
terikat pada obyek penelitian diukur atau
Kecamatan Sukamaju tahun 2017 sebanyak
dikumpulkan secara simultan (dalam waktu
6.793 jiwa, yang mengalami hipertensi yaitu
yang bersamaan).
tahun 2014 sebanyak 4.478 jiwa, tahun 2015
Untuk memperoleh informasi dari
sebanyak 4.752 jiwa, tahun 2016 sebanyak
responden peneliti menggunakan alat
4.905 jiwa dan tahun 2017 sebanyak 5.103
pengumpul data berupa kuisioner yang
jiwa. Sedangkan jumlah lansia di Desa
disusun sendiri oleh peneliti, yang terdiri
Minanga Tallu tahun 2018 sebanyak 128
dari 3 bagian yaitu: data demografi
jiwa, yang mengalami hipertensi yaitu tahun
responden, tingkat pengetahuan dan
2014 sebanyak 131 jiwa, tahun 2015
kejadian hipertensi. Pada bagian pertama
sebanyak 162 jiwa, tahun 2016 sebanyak
terdiri dari data demografi lansia yang
189 jiwa dan tahun 2017 sebanyak 221 jiwa.
meliputi umur dan jenis kelamin. Bagian
Lansia yang mengalami hipertensi sebanyak
kedua berupa kuisioner tingkat pengetahuan
45 orang.
yang menggunakan Skala Gutmann dengan
Dampak dari penyakit hipertensi
pilihan jawaban benar (skor 1) dan jawaban
para lansia dapat memicu terjadinya resiko
salah (skor 0), kemudian skor yang
serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal.
diperoleh diklasifikasikan menjadi 2, yaitu
Tekanan darah yang terus meningkat
pengetahuan baik jika total skor > 50%, dan
mengakibatkan beban kerja jantung yang
pengetahuan kurang jika total skor ≤ 50%.
berlebihan sehingga memicu kerusakan pada
Sedangkan bagian ketiga berupa kuesioner
pembuluh darah, gagal ginjal, jantung,
kejadian hipertensi yang menggunakan
kebutaan dan gangguan fungsi kognitif pada
lembar observasi dengan pilihan jawaban
lansia. Penyakit kardiovaskular akibat
terkontrol dan tidak terkontrol.
hipertensi dapat menyebabkan masalah pada
Sebelum melakukan pengumpulan data
kejadian hipertensi lanjut usia, sehingga
terlebih dahulu peneliti meminta izin kepada
kejadian hipertensi para lanjut usia akan
Kepala Desa Minanga Tallu untuk

270 | Jurnal Fenomena Kesehatan, Volume 02 No 01 Mei 2019


melakukan penelitian di desa tersebut. Laki-laki 10 32,3
Setelah mendapat izin, peneliti menyebarkan Perempuan 21 67,7
instrumen data kepada lansia yang dijadikan
Total 31 100
sebagai responden. Dimana pada saat
pengisian kuisioner, peneliti menjelaskan Distribusi Responden Berdasarkan
petunjuk pengisian data yang kurang Umur di Desa Minanga Tallu Wilayah
dimengerti. Kuisioner yang telah diisi, Kecamatan Sukamaju Tahun 2018
kemudian dikumpulkan dan dicek oleh menunjukkan bahwa responden yang
peneliti untuk diolah dan dianalisis. berumur 60-65 tahun sebanyak 22 orang
Dalam melakukan analisis, khususnya (71%) dan berumur > 65 tahun sebanyak 9
terhadap data penelitian akan menggunakan orang (29%).dan berdasarkan jenis kelamin
ilmu statistik terapan yang disesuaikan menunjukkan bahwa responden yang
dengan tujuan yang hendak dianalisis. Pada berjenis kelamin laki-laki sebanyak 10 orang
penelitian ini, data yang telah terkumpul (32,2%) dan berjenis kelamin perempuan
dianalisis dengan teknik analisis univariat sebanyak 21 orang (67,7%).
dan bivariat.
Masalah etika penelitian merupakan Tabel 3
masalah yang sangat penting dalam Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan
penelitian, mengingat penelitian ini di Desa Minanga Tallu Wilayah Kecamatan
berhubungan langsung dengan manusia, Sukamaju Tahun 2018
maka segi etika penelitian harus Pengetahuan f %
senantiasa diperhatikan. Baik 13 41,9
Kurang 18 58,1
HASIL
Total 31 100
Jumlah responden yang memenuhi
syarat sebagai sampel penelitian sebanyak
31 responden. Pemaparan karakteristik Distribusi respoden berdasarkan
responden ini akan diuraikan dalam data pengetahuan menunjukkan bahwa responden
umum meliputi umur dan jenis kelamin yang memiliki pengetahuan baik sebanyak
responden. 13 orang (41,9%) dan pengetahuan kurang
Tabel 1 sebanyak 18 orang (58,1%).
Distribusi Responden Berdasarkan Umur di Distribusi responden berdasarkan
Desa Minanga Tallu Wilayah Kecamatan kejadian hipertensi menunjukkan bahwa
Sukamaju Tahun 2018 responden yang menderita hipertensi
Umur F % terkontrol sebanyak 15 orang (48,4%) dan
60-65 tahun 22 71 hipertensi tidak terkontrol sebanyak 16
orang (51,6%).
> 65 tahun 9 29
Tabel 5.4
Total 31 100 Distribusi Responden Berdasarkan Kejadian
hipertensi di Desa Minanga Tallu Wilayah
Kecamatan Sukamaju Tahun 2018
Tabel 2 Kejadian f %
Distribusi Responden Berdasarkan Jenis hipertensi
Kelamin di Desa Minanga Tallu Wilayah Terkontrol 15 48,4
Kecamatan Sukamaju Tahun 2018
Jenis Kelamin f % Tidak terkontrol 16 51,6

271 | Jurnal Fenomena Kesehatan, Volume 02 No 01 Mei 2019


Total 31 100 2 orang (6,5%) hipertensi tidak terkontrol.
Sedangkan responden yang memiliki
pengetahuan kurang sebanyak 18 orang
Dari segi hubungan menunjukkan
(58,1%), diantaranya terdapat 4 orang
bahwa responden yang memiliki
(12,9%) menderita hipertensi terkontrol dan
pengetahuan baik sebanyak 13 orang
14 orang (45,2%) menderita hipertensi tidak
(41,9%), diantaranya terdapat 11 orang
terkontrol.
(35,5%) menderita hipertensi terkontrol dan

Tabel 5.5
Hubungan Pengetahuan dengan Kejadian hipertensi Pada Lansia Hipertensi di Desa Minanga
Tallu Wilayah Kerja Kecamatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara Tahun 2018
Kejadian Hipertensi
Pengetahuan Total
Terkontrol Tidak terkontrol p
terkontrol
n % n % n %
Baik 11 35,5 2 6,5 13 41,9
Kurang 4 12,9 14 45,2 18 58,1 0,002
Jumlah 15 48,8 16 51,6 31 100

Hasil analisis statistik diperoleh nilai Hipertensi disebabkan karena adanya faktor
p = 0,002 < α = 0,05, berarti H0 ditolak dan genetik, selain itu hipertensi dapat
Ha diterima sehingga ada hubungan disebabkan karena gaya hidup, obesitas,
pengetahuan dengan kejadian hipertensi konsumsi rokok dan minum alkohol.
pada lansia. Masyarakat sering menganggap kalau
hipertensi pada kelompok lansia adalah hal
PEMBAHASAN biasa, tidak perlu diobati, karena sudah
Hasil penelitian menunjukkan merupakan hal yang wajar. Asumsi itu tidak
responden yang memiliki pengetahuan baik benar karena tekanan darah yang selalu
sebanyak 13 orang (41,9%), diantaranya tinggi bisa menyebabkan komplikasi seperti
terdapat 11 orang (35,5%) menderita serangan jantung atau stroke. Bahkan, kalau
hipertensi terkontrol dan 2 orang (6,5%) sudah berat dan kronis, penderita hipertensi
hipertensi tidak terkontrol. Sedangkan lansia bisa mengalami penurunan kesadaran
responden yang memiliki pengetahuan atau koma yang membuat pengobatannya
kurang sebanyak 18 orang (58,1%), akan makin sulit. Padahal pengobatan
diantaranya terdapat 4 orang (12,9%) hipertensi pada lansia akan lebih mudah bila
menderita hipertensi terkontrol dan 14 orang tidak disertai komplikasi atau ada penyakit
(45,2%) menderita hipertensi tidak pada organ lain secara bersamaan.
terkontrol. Hasil penelitian menunjukkan
Hipertensi merupakan penyakit sebagian besar responden tidak mengetahui
kardiovaskular kronik yang tidak berapa tekanan darah yang disebut
menunjukkan gejala, kondisi ini hipertensi, selain itu responden juga tidak
menyebabkan penderita tidak waspada mengetahui penyebab hipertensi, atau diet
bahkan tidak menyadari ancaman yang baik bagi penderita hipertensi selain itu
komplikasi hipertensi yang dapat banyak responden yang tidak mengetahui
mengakibatkan kematian, oleh sebab itu komplikasi dari hipertensi. Hal ini
hipertensi disebut juga sebagai silent killer. disebabkan sebagian besar responden

272 | Jurnal Fenomena Kesehatan, Volume 02 No 01 Mei 2019


berpengetahuan kurang lebih banyak pada olahraga yang teratur, dan menghindari
responden dengan pendidikan rendah. Hasil stres.
penelitian ini sesuai dengan pendapat Pengetahuan pasien mengenai
Notoadmojo (2010) pendidikan adalah suatu hipertensi juga berpengaruh pada kepatuhan
kegiatan atau proses pembelajaran untuk pasien dalam melakukan pengobatan. Pasien
mengembangkan atau meningkatkan dengan tingkat pengetahuan yang baik
kemampuan tertentu sehingga sasaran tentang hipertensi akan patuh terhadap
pendidikan itu dapat berdiri sendiri. Tingkat pengobatan. Seiring dengan meningkatnya
pendidikan turut pula menentukan mudah pengetahuan tentang hipertensi, pasien
tidaknya seseorang menyerap dan hipertensi dapat melakukan penatalaksanaan
memahami pengetahuan yang mereka penyakitnya sehingga pasien menjadi lebih
peroleh, pada umumnya semakin tinggi baik.
pendidikan seseorang makin semakin baik Hasil analisis statistik diperoleh nilai p
pula pengetahuanya. Pendidikan = 0,002 < α = 0,05, berarti H0 ditolak dan
mempengaruhi proses belajar, makin tinggi Ha diterima sehingga ada hubungan
pendidikan seseorang makin mudah orang pengetahuan dengan kejadian hipertensi
tersebut untuk menerima informasi. Dengan pada lansia.
pendidikan tinggi maka seseorang akan Hal ini sesuai dengan pernyataan yang
cenderung untuk mendapatkan informasi menyatakan bahwa pengetahuan merupakan
baik dari orang lain maupun media massa. hasil tahu yang diperoleh sesorang setelah
Semakin banyak informasi yang masuk mengadakan pengindraan terhadap suatu
semakin banyak pula pengetahuan yang obyek tertentu, pengetahuan merupakan
didapat tentang kesehatan. Pengetahuan domain yang sangat penting untuk
sangat erat hubungannya dengan pendidikan terbentuknya tindakan seseorang.
dimana diharapkan seseorang dengan Pengetahuan yang dimiliki oleh pasien akan
pendidikan tinggi maka orang tersebut meningkatkan rasa percaya diri dan
semakin luas pengetahuannya. menumbuhkan keyakinan pasien terhadap
Pengetahuan atau kognitif merupakan efektivitas pengobatan hipertensi.
domain yang penting untuk terbentuknya Pengetahuan atau kognitif merupakan
tindakan seseorang. Pengetahuan adalah domain yang penting untuk terbentuknya
faktor intern yang mempengaruhi tindakan seseorang. Pengetahuan adalah
terbentuknya perilaku. Perilaku seseorang faktor intern yang mempengaruhi
tersebut akan berdampak pada status terbentuknya perilaku. Perilaku seseorang
kesehatannya (Notoatmodjo, 2010). tersebut akan berdampak pada status
Berdasarkan konsep tersebut dapat kesehatannya (Notoatmodjo, 2010).
dijelaskan bahwa semakin meningkatnya Berdasarkan konsep tersebut dapat
pengetahuan pasien tentang hipertensi akan dijelaskan bahwa semakin meningkatnya
mendorong seseorang untuk berperilaku pengetahuan pasien tentang hipertensi akan
yang lebih baik dalam mengontrol hipertensi mendorong seseorang untuk berperilaku
sehingga tekanan darahnya tetap terkendali. yang lebih baik dalam mengontrol hipertensi
Perilaku yang baik tersebut bisa diterapkan sehingga tekanan darahnya tetap terkendali.
dengan mengubah gaya hidup seperti Perilaku yang baik tersebut bisa diterapkan
membatasi makanan yang berlemak, dengan mengubah gaya hidup seperti
mengurangi makanan bergaram, tidak membatasi makanan yang berlemak,
merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, mengurangi makanan bergaram, tidak
merokok, tidak mengkonsumsi alkohol,

273 | Jurnal Fenomena Kesehatan, Volume 02 No 01 Mei 2019


olahraga yang teratur, dan menghindari Luwu Utara Utara Tahun 2018, dapat ditarik
stres. Pengetahuan pasien mengenai kesimpulan sebagai berikut:
hipertensi juga berpengaruh pada kepatuhan 1. Responden yang memiliki pengetahuan
pasien dalam melakukan pengobatan. Pasien baik sebanyak 13 orang (41,9%) dan
dengan tingkat pengetahuan yang baik pengetahuan kurang sebanyak 18 orang
tentang hipertensi akan patuh terhadap (58,1%).
pengobatan. Seiring dengan meningkatnya 2. Responden yang menderita hipertensi
pengetahuan tentang hipertensi, pasien terkontrol sebanyak 15 orang (35,5%)
hipertensi dapat melakukan penatalaksanaan dan hipertensi tidak terkontrol sebanyak
penyakitnya sehingga pasien menjadi lebih 16 orang (51,6%).
baik. 3. Terdapat hubungan tingkat pengetahuan
Pengetahuan dan kesadaran pasien dengan kejadian hipertensi pada lansia
mengenai hipertensi berhubungan secara di Desa Minanga Tallu Kecamatan
signifikan dengan kepatuhan pengobatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara Utara
hipertensi. Kurangnya pengetahuan pasien Tahun 2018, p = 0,002 < α = 0,05.
mengenai hipertensi menjadi salah satu Saran
penyebab tidak terkontrolnya tekanan darah Hendaknya perawat di Puskesmas
pasien. Penelitian lain menyatakan bahwa Sukamaju meningkatkan kemampuan
pengetahuan mengenai target tekanan darah, komunikasi mereka terhadap lansia di
adanya efek samping obat, pengukuran wilayah kerjanya, sehingga mereka memiliki
tekanan darah secara teratur, dan kemampuan untuk melakukan pendekatan-
pengetahuan risiko hipertensi adalah pendekatan psikologis lansia, sehingga
variable independen yang secara signifikan mampu melakukan perawatan lansia dengan
mempengaruhi kepatuhan pengobatan lebih baik.dan Bagi peneliti selanjutnya,
(Morgado, 2009). diharapkan dalam melakukan penelitian
Meskipun demikian ditemukan adanya selanjutnya menggunakan metode dan uji
penyimpangan, dimana terdapat 2 orang statistik yang berbeda dari penelitian ini
(6,5%) memiliki pengetahuan baik namun supaya hasil yang diperoleh lebih bervariasi
hipertensi tidak terkontrol. Menurut asumsi dan dapat digunakan sebagai bahan
peneliti, hal ini terjadi karena kondisi fisik perbandingan satu sama lain.
lansia yang mengalami penurunan daya
tahan tubuh. Demikian juga sebaliknya 4
orang (12,9%) memiliki pengetahuan kurang DAFTAR PUSTAKA
namun hipertensi terkontrol. Menurut Darmojo. 2009. Buku Ajar Geriatri (Ilmu
asumsi peneliti, hal ini karena adanya faktor Kesehatan Usia Lanjut). Jakarta:
lain yang menunjang terkontrolnya FKUI.
hipertensi pada lansia, seperti faktor Dharma, Kusuma Kelana. 2011. Metodologi
dukungan keluarga. Penelitian Keperawatan. Jakarta:
Trans Info Media.
SIMPULAN DAN SARAN Hapsari, Dea Prastika. 2016. Hubungan
Simpulan antara Pengetahuan dengan
Berdasarkan hasil analisa data dan Perilaku Manajemen Hipertensi:
pembahasan hasil penelitian Hubungan Aktivitas Fisik dan Diet DASH di
Tingkat Pengetahuan dengan Kejadian Desa Salam Rejo. Jurnal Repository
Hipertensi pada Lansia di Desa Minanga Umy.
Tallu Kecamatan Sukamaju Kabupaten

274 | Jurnal Fenomena Kesehatan, Volume 02 No 01 Mei 2019


Herdianti, N.S. 2013. Hubungan manajemen Notoatmodjo. 2010. Promosi Kesehatan,
stres pada remaja dengan frekuensi Teori dan Aplikasinya. Jakarta: PT.
olahraga di Universitas Rineka Cipta.
Muhammadiyah Yogyakarta.
Yogyakarta: Universitas Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Promosi
Muhammadiyah Yogyakarta. Kesehatan dan Perilaku Kesehatan.
Hidayat, Alimul AA. 2009. Metode Jakarta: Rineka Cipta.
Penelitian Keperawatan dan Teknik Nugroho. 2010. Keperawatan Gerontik.
Analisis Data. Jakarta: Salemba Jakarta: EGC.
Medika. Padila. 2013. Asuhan Keperawatan Penyakit
Ismanto, I. 2013. Hubungan Kebiasaan Dalam. Yogyakarta: Nuha Medika.
Olahraga terhadap Tekanan Darah Potter, Patricia A.& Perry, Anne G. 2010.
Penderita Hipertensi Rawat Jalan di Fundamentals of Nursing. Jakarta:
RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Salemba Medika.
Jurnal Fakultas Ilmu Kesehatan Price, S. A., & Wilson, Lorraine M. 2009.
UMS. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-
Jahja, Yudrik. 2011. Psikologi Proses Penyakit. Jakarta: EGC.
Perkembangan. Jakarta: Kencana Rofi’ie, Imam. 2010. Ragam Menu Sehat
Prenada Media Group. untuk Penderita Hipertensi.
Kartikasari, A. N. 2012. Faktor Risiko Yogyakarta: Buku Biru.
Hipertensi pada Masyarakat di Desa Ronny. 2010. Fisiologi Kardiovaskuler
Kabongan Kidul. Kabupaten Berbasis Masalah Keperawatan.
Rembang. Semarang: Universitas Jakarta: EGC.
Diponegoro. Saputra, Lyndon. 2014. Buku Saku
Kristianingsih, Dewi. 2011. Hubungan Keperawatan Pasien dengan
antara Dukungan Keluarga dengan Gangguan Fungsi Kardiovaskuler
Tingkat Depresi pada Lansia. Jurnal Disertai Contoh Kasus Klinik.
Keperawatan Volume 1 Nomer 1. Jakarta: Binarupa Aksara.
Kumala, M. 2014. Peran Diet Dalam Sari, Dessy Nella. 2015. Hubungan Tingkat
Pencegahan dan Terapi Hipertensi. Pengetahuan Pasien Tentang
Journal of Medicine. Vol. 13 No.1. Hipertensi dengan Kejadian
Kustanti, Norma. 2012. Kejadian hipertensi Hipertensi di Puskesmas Perkotaan
Lansia dengan Hipertensi di Wilayah Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi.
Kerja Puskesmas Karangmalang Jurnal Keperawatan Vol. 1 No. 1.
Kabupaten Sragen. Jurnal Publikasi Saryono. 2013. Metodologi Penelitian
Universitas Muhammadiyah Kualitatif dan Kuantitatif Dalam
Surakarta. Bidang Kesehatan. Jakarta: Nuha
La Ode, Sarif. 2012. Asuhan Keperawatan Medika.
Gerontik. Yogyakarta: Nuha Medika. Smeltzer, Suzanne C. dan Bare, Brenda G.
Mubarak. 2009. Promosi Kesehatan. 2013. Buku Keperawatan Medikal
Yogyakarta: Graha Ilmu. Bedah Brunner & Suddarth. Jakarta:
Nurarif dan Kusuma. 2015. Aplikasi Asuhan EGC.
Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Triyanto, E. 2014. Pelayanan Keperawatan
Medis dan NANDA NIC NOC. Bagi Penderita Hipertensi Secara
Yogyakarta: Mediaction. Terpadu. Yogyakarta: Graha Ilmu.

275 | Jurnal Fenomena Kesehatan, Volume 02 No 01 Mei 2019


Yogiantoro, 2011 Yogiantoro. 2011. Buku
Ajar Ilmu Penyakit Dalam: Hipertensi
Esensial. Jakarta: FKUI.

276 | Jurnal Fenomena Kesehatan, Volume 02 No 01 Mei 2019