Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

Nama : Azka Narari Khoerunnisa


Kelas : XI MIPA 8

SMAN 8 BANDUNG

TAHUN PELAJARAN
2019/2020
I. Judul
Tekanan osmosis pada kentang

II. Tujuan
1. Membuktikan peristiwa osmosis
2. Mengetahui efek dari potensial air pada sel yang diletakkan di larutan
hipotonis (encer/rendah) dan hipertonis (pekat/tiggi)
3. Melihat perubahan yang terjadi pada kentang setelah percobaan
4. Untuk mengetahui perbedaan pada percobaan proses osmosis pada
kentang, yaitu pada larutan gula (30%, 10%, 5%) dan aquades.

III. Landasan Teori


 Transpor pasif, merupakan transpor ion, molekul, dan senyawa yang
tidak memerlukan energi untuk melewati membran plasma yang
mencakup (osmosis dan difusi)
 Osmosis, adalah kasus khusus dari transpor pasif, dimana molekul ar
berdifusi melewati membran yang bersifat selektif permeabel dalam
sistem osmosis, dikenal larutan hipertonik (larutan yang memiliki
konsentrasi terlarut tinggi), larutan hipotonik (larutan yang memiliki
konsentrasi terlarut rendah0 dan larutan isotonik (dua larutan yang
mempunyai konsentrasi terlarut sama). Jika terdapat dua larutan yang
tidak sama konsentrasinya, maka molekul air melewati membran
sampai kedua larutan seimbang.
Dalam proses osmosis, pada larutan hipertonik, sebagian besar
molekul air terikat (tertarik) ke molekul gula (terlaut), sehingga hanya
sedikit molekul air yag bebas dan bisa melewati membran. Sedangkan
pada larutan hipotonik, memiliki lebih banyak molekul air yang bebas
(tidak terikat oleh molekul terlarut), sehingga lebih banyak molekul air
yang melewati membran.
 Difusi, difusi adalah peristiwa mengalirnya/ berpindahnya suatu zat
dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi kebagian yang
berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua
larutan gradien konsentrasi. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh
partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan
kesetimbangan dimana perpindahan moleul tetap terjadi walaupun
tidak ada perbedaan konsentrasi. Contoh yang sederhana adalah
pemberian gula pada cairan the tawar. Lambat laun cairan menjadi
manis.

IV. Rumusan Masalah


1. Adakah perubahan berat silinder umbi kentang sebelum dan sesudah
perlakuan
2. Apa sajakah faktor-faktor yang memengaruhi tekanan osmosis?
V. Hipotesis
1. Ada perubahan berat silinder umbi kentang sebelum dan sesudah
perlakuan (H1)
2. Tidak ada perubahan berat silinder umbi kentang sebelum dan
sesudah perlakuan (H0)

VI. Alat dan Bahan


1. Silet
2. Kertas saring
3. Gelas ukur
4. Stopwatch
5. Neraca
6. Kentang
7. Penggaris
8. Air Suling
9. Larutan Gula 30%
10. Larutan Gula 10%
11. Larutan Gula 5%
12. Pelubang Gabus

VII. Langkah Kerja


1. Bentuk kentang dengan alat berbentuk tabung silinder sebanyak 4
buah
2. Potong kentang dengan ukuran yang sama
3. Timbang masing masing kentang menggunkan neraca
4. Ukur panjang kentang dengan penggaris
5. Siapkan larutan
6. Sediakan 4 gelas ukur
7. Tuangkan 20 mL larutan gula 30%, 10%, 5% dan air aquades kedalam
gelas kimia
8. Masukkan potongan kentang secara bersamaan ke masing-masing
gelas ukur yang telah diberi tanda 1 (aquades), gelas ukur 2 (larutan
gula 5%), gelas ukur 3 (larutan gula 10%), dan gelas ukur 4 (larutan
gula 30%)
9. Biarkan potongan kentang terendam dalam masing-masing larutan
selama 20 menit
10. Setelah 20 menit angkatlah kemudian taruh diatas kertas saring.
11. Periksalah keadaan kentang, kemudian timbang ulang kentang
tersebut dan catat hasilnya.
VIII. Hasil Pengamatan
sebelum setelah sebelum setelah Keterangan
No. Jenis keadaan
gelas larutan B awal B akhir P awal P akhir kentang
(g) (g) (cm) (cm) keras/lembek
1. Aquades 2,2 2,0 3 2,9 Keras
2. Larutan 2,8 2,6 3 2,9 Agak lembek
gula 5%
3. Larutan 2,2 2,0 3 2,9 Agak lembek
gula 10%
4. Larutan 2,6 2,3 3 2,9 Lembek
gula 30%

IX. Analisis data


Sebelum dimasukkan ke dalam larutan, berat kentang 2,2 (gelas 1), 2,8
(gelas 2), 2,2 (gelas 3) dan 2,6 (gelas 4). Setelah direndam kedalam larutan
selama 20 menit, berat kentang berubah dan perubahan yang terjadi tidak
sama pada masing masing kentang dalam larutan yang berbeda:
a. Gelas 1 mengalami pegurangan sebanyak 0,2 g
b. Gelas 2 mengalami pengurangan sebanyak 0,2 g
c. Gelas 3 mengalami pengurangan sebanyak 0,2 g
d. Gelas 4 mengalami pengurangan sebanyak 0,3 g

Begitu juga dengan tekstur yang dimiliki kentang. Setelah perendaman,


tekstur kentang pada larutan gula 5% dan 10% menjadi agak lembek. Tekstur
kentang pada larutan gula 30% kondisinya menjadi lembek. Selain itu,
keduanya menunjukan pengurangan berat.

Sedangkan perendaman pada air suling (aquades), tekstur kentang menjadi


keras dan beratnya bertambah.

X. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1
(H1) dapat diterima.
XI. Lampiran

XII. Daftar Pustaka


https://idschool.net/sma/praktikum-bioloi-tekanan-osmosis-pada-kentang/
https://id.wikipedia.org/wiki/Transpor_pasif
https://www.kompasiana.com/anthony_2609/59a02d021772b04d8923f9d3/tra
nsportasi-sel-tumbuhan-dan-hewan?page=all
Buku Biologi Kelas 2 SMA Terbitan Erlangga