Anda di halaman 1dari 3

Tugas Personal 2

(Minggu 7 / Sesi 11)

Yasmin Pambudi Putri (2201815420)

Tulislah 2 halaman (Spasi 1,5/Times New Roman/Font 12) konsep sekularisme dan sejauh mana
sekularisme dewasa ini mempengaruhi Anda khususnya dalam aspek hidup keagamaan dan
keimanan Anda! Apa yang dapat Anda lakukan untuk tetap teguh beriman di tengah derasnya arus
zaman sekularisme yang berpotensi melemahkan imanmu?

Jawaban :

Secara bahasa, sekuler berasal dari bahasa Latin, saeculum yang bermakna ganda, yakni 'ruang'
dan 'waktu'. Istilah ruang merujuk pada pengertian dunia atau duniawi, sedangkan waktu
mengandung pengertian sekarang atau kini. Kata secular akhirnya berkembang menjadi sebuah
istilah yang bermakna atau bersifat duniawi atau kebendaan.

Istilah sekularisme pada awal kemunculannya digunakan dalam filsafat praktis bagi manusia yang
menafsirkan dan mengorganisir kehidupan tanpa bersumber dari supernatural. Setelah itu,
pengertian sekularisme secara terminologis mengacu kepada doktrin atau praktik yang menafikan
peran agama dalam fungsi negara (Webster Dictionary).

Dengan tinjauan istilah sekularisme di atas, dapat diketahui bahwa, ideologi ini merupakan sebuah
kepercayaan bahwa agama dan ajaran-ajarannya tidak boleh memasuki fungsi negara, khususnya
dalam pendidikan publik. Oleh sebab ini, doktrin sekularisme menjadi sistem dan praktik yang
menolak bentuk apa pun dari keimanan dan upacara ritual keagamaan. Jadi, makna sekularisme,
secara terminologis, adalah paham pemisahan agama dari kehidupan, yakni pemisahan agama dari
segala aspek kehidupan.

Dilihat dari konsep sekularisme, secara tidak sadar sekularisme sedikit banyak mempengaruhi
kehidupan saya, mengutip dari tulisan Lectur Note Week 11, “sekularisme juga berkembang
seiring dengan pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengglobal”. Dengan
perkembangan teknologi yang ada, contohnya media elektronik yang menyediakan berbagai
informasi dan tulisan, sekularisme mulai masuk dengan mudahnya.

CHAR6021 – Character Building: Agama


Salah satu contohnya, menurut saya LGBT merupakan hal yang sah-sah saja untuk di anut, kita
tidak perlu merasa terganggu atas dasar kemanusiaan. Walaupun saya tidak sepenuhnya setuju
untuk melegalkan pernikahan sesama jenis. Tetapi atas dasar kemanusiaan, saya membebaskan
mereka untuk dapat hidup serta diterima ditengah masyatakat sebagaimana manusia pada
umumnya. Karena saya merasa bahwa hanya Allah yang mampu memberikan kita surga atau
neraka di kemudian hari, dan kita sebagai manusia hanya perlu melakukan hal-hal baik dalam
memperlakukan sesama manusia

Mungkin secara tidak sadar, saya mulai melupakan ajaran-ajaran agama tetapi tetap beragama.
Padahal dalam islam Allah SWT dan Rasulullah SAW benar-benar melaknat perbuatan LGBT.
Hal ini di tunjukkan bagaimana Allah SWT menghukum kaum Nabi Luth yang melakukan
penyimpangan dengan azab yang sangat besar dan dasyat, membalikkan tanah tempat tinggal
mereka, dan diakhiri dengan hujanan batu yang membumihanguskan mereka, sebagaimana
dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Hijr ayat 74: “Maka kami jadikan bagian atas kota itu terbalik
ke bawah dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras (QS. Al Hijr : 74)”.

Dalam kehidupan beragama, saya masih menjalankan kewajiban-kewajiban saya untuk beribadah
kepada Allah, saling mengasihi sesama manusia, dan berusaha untuk tidak mementingkan godaan
kekuasaan serta godaan materi. Tetapi dalam parktiknya secara tidak sadar terdapat beberapa
pemikiran sekularisme untuk hal-hal tertentu bahwa kegiatan yang kita lakukan harus terpisah dari
agama atas dasar kemanusiaaan atau aspek lainnyaa seperti yang saya jelaskan sebelumnya.

Walaupun sering kali berbeda pendapat dengan tokoh agama atau orang sekitar, saya menjadikan
hal tersebut sesuatu yang lumrah, karena kita hidup bersosialisasi dan perbedaan merupakan hal
yang wajar untuk dilakukan. Saya tidak dapat mendefenisikan apakah keimanan saya berkurang
dengan adanya sedikit perbedaan pemikiran serta pendapat, karena menurut saya hanya Allah yang
mampu mengukur tingkat keimanan seseorang. Toh nyatanya dalam kehidupan saya masih
memegang teguh ajaran agama serta beribadah kepada Allah.

Hal yang saya lakukan untuk teguh beriman ditengah arus sekularisme, saya berusaha untuk selalu
mendekatkan diri pada Allah. Selalu bersikap rendah hati dan berdoa mohon kepada Allah untuk
membantu mengatasi kelemahan-kelemahan manusiawi saya.

Saling menjaga satu sama lain seperti yang dijelaskan di Lectur Note Week 11 juga dapat menjadi
cara lainnya untuk tidak tergerus pemikiran-pemikiran sekularisme. Perlu peduli terhadap sesama
untuk terus saling mengingatkan agar tidak terjerumus kepada hal-hal duniawi.

CHAR6021 – Character Building: Agama


Source :

- https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-sekularisme-dalam-kehidupan-bernegara-
dan-alasannya/
- Lecture Note Week 11

CHAR6021 – Character Building: Agama