Anda di halaman 1dari 1

1.

PT ABC memiliki lima karyawan yang bertanggung jawab untuk melakukan pemrosesan faktur
pembelian. Masing-masing karyawan mendapat bayaran gaji tetap sebesar Rp95..000.000 per
tahun dan mampu untuk memproses sebanyak 45.000 faktur per tahun jika bekerja secara
efisien. Sebagai tambahan dari pengeluaran berupa pembayaran gaji, PT ABC menghabiskan
biaya sebesar Rp 40.000.000 per tahun untuk membeli perlengkapan seperti formulir, ongkos
kirim, dan cek untuk kapasitas pemrosesan faktur sebanyak 20.000 faktur. Dalam tahun
berjalan ini, aktual faktur yang diproses adalah sebanyak 15.000 faktur.
Diminta:
a. Hitunglah tarif aktifitas untuk kegiatan aktivitas pemesanan pembelian. Pecah
aktivitas menjadi komponen tetap dan variabel.
b. Hitung kapasitas aktivitas yang tersedia, dan pecahlah menjadi komponen
aktivitas yang digunakan dan aktivitas yang tidak digunakan (menganggur).
c. Hitung total kos sumberdaya yang tersedia digunakan, dan pecah pula menjadi
aktivitas yang digunakan dan aktivitas yang tidak digunakan.
2. Berikan penjelasan saudara secara singkat apa yang dimaksud perhitungan biaya pelanggan
berdasarkan aktivitas?

Jawab :

1. a. Tarif Aktifitas = [(5 x Rp. 95.000.000) + Rp. 40.000.000

20.0000

= Rp. 25.750 per faktur

Tarif Aktifitas Tetap = Rp. 475.000.000 : 20.000 = Rp. 23.750 per faktur

Tarif Aktifitas Variabel = Rp. 40.000.000 : 20.000 = Rp. 2.000 per faktur

b. Ketersediaan Aktifitas = Aktifitas digunakan + Aktifitas tidak digunakan

20.000 faktur = 15.000 faktur + 5.000 faktur

c. Kos sumber daya yang tersedia digunakan = Kos aktifitas digunakan + Kos aktifitas tidak digunakan

Rp. 475.000.000 + (Rp. 2000 x 15.000) = (Rp. 25.750 x 15.000) + (Rp. 23.750 x 5.000)

Rp. 505.000.000 = Rp. 386.250.000 + Rp. 118.750.000

2. Perhitungan Biaya berdasarkan Aktivitas (Activity Based Costing) adalah metode perhitungan biaya
produksi dan nonproduksi berdasarkan aktivitas dan sumber daya yang dikonsumsi oleh produk yang
diproses dalam satu periode tertentu. Activity Based Costing dirancang untuk menyediakan informasi
biaya bagi manajer untuk keputusan strategis dan keputusan lainnya yang mungkin akan mempengaruhi
kapasitas dan juga biaya tetap. Activity Based Costing biasanya digunakan sebagai pelengkap, bukan
sebagai pengganti sistem biaya yang dipakai oleh perusahaan.