Anda di halaman 1dari 10

TUGAS MAKALAH HIV(VIRUS IMMUNODEFICIENCY VIRUS)

Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah IMUN


Di Bina Oleh :
Ns. Ardian Zakaria,S.Kep.M.Imun

Di Susun Oleh:
Oktavianus Bora Bulu
1501070402

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDEDES MALANG


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
T.A 2019

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
rahmatnya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Bahaya
HIV/AIDS” ini.
Kita semua mengetahui bahwa penyakit HIV/AIDS merupakan salah satu
penyakit yang sangat berbahaya. Jadi, kami mencoba untuk membahasnya dalam
makalah ini. Kami mengangkat masalah tentang AIDS karena ingin mengulas hal-
hal yang berkaitan dengan masalah HIV/AIDS yang kita semua ketahui
merupakan bukan masalah yang sepele.
Kami berharap dengan adanya makalah ini, para pembaca menjadi
semakin tahu apakah HIV/AIDS itu. Dan tahu apa saja gejala-gejala, cara-cara
penularan sampai pencegahan-pencegahan penyakit HIV/AIDS. Selain itu, dalam
makalah ini juga termuat kondisi HIV/AIDS di Indonesia dan usaha-usaha yang
dapat dilakukan apabila terinfeksi virus HIV. Pokoknya semua hal yang berkaitan
tentang AIDS akan kami bahas dalam makalah kami. Jadi, para pembaca akan
menjadi lebih mudah dalam mengenali maupun menghindari hal-hal yang dapat
menyebabkan terinfeksi virus HIV.
Dalam membahas masalah tentang AIDS ini, kami mendapatkan informasi
dari media elektronik khususnya media internet. Untuk itu, semua hal mengenai
HIV/AIDS kami muat dalam makalah ini. Mudah – mudahan dengan hadirnya
makalah ini dapat memberikan manfaat dan berkontribusi positif bagi kepentingan
pembaca.
Tiada gading yang tak retak. Atas segala kekurangan makalah ini, saya
mohon koreksi, kritik, dan saran dari pembaca ataupun dari Dosen pembimbing.
Akhir kata, saya ucapkan terima kasih.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.
Setiap insan dikaruniai oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan organ
tubuh yang canggih, seimbang dan teratur serta diberi anugrah pikiran,
supaya dapat digunakan untuk menimbang mana sesuatu yang baik
dan mana yang buruk untuk dirinya. Kesehatan adalah proses melalui
mana kita membentuk kembali dasar asumsi dan pandangan dunia
tentang kesejahteraan dan melihat kematian sebagai alami proses
kehidupan.
Saat ini lebih dari 250 negara melaporkan adanya infeksi - infeksi
HIV/AIDS dari berbagai penjuru dunia. Infeksi HIV/AIDS merupakan
Pandemi Global, dengan kasus yang terdapat hampir di semua
Negara. Pada akhir tahun 2007, dilaporkan terdapat 33 juta penduduk
terinfeksi HIV (UNAIDS). Hampir 95% dari penduduk yang terinfeksi
tersebut berada di Negara-negara berpendapatan rendah. 50% dari
jumlah ini adalah perempuan dan terdapat sekitan 2,5 juta anak-anak
usia kurang dari 15 tahun dari seluruh dunia terinfeksi HIV.
AIDS pertama kali dilaporkan di Amerika Serikat pada tahun 1981,
saat itu pusat pencegahan penyakit menular US (CDC) melaporkan
kejadian Pneumonia akibat Pneumocystis jiroveci (P. carinii) yang
tidak dapat dijelaskan pada beberapa orang homoseksual. Setelah
ditindaklanjuti penyakit tersebut ditemukan pula pada orang yang
pernah kontak seksual dan pengguna obat-obatan injeksi dengan
orang-orang tersebut. Human Immunodeficiency Virus (HIV) sendiri
baru berhasil diisolasi dari penderita dengan limfadenopati dan
terdiagnosa AIDS pada tahun 1983.
Dengan adanya kemajuan teknologi serta kecanggihan di bidang
teknologi laboratorium, perkembangan pesat dibidang
penatalaksanaan serta telah dikerahkannya berbagai upacaya
pencegahan, mestinya angka kesakitan akibat HIV dan kematian
akibat AIDS semakin menurun. Kenyataannya transmisi masih
senantiasa berlangsung, kesakitan dan kematian belum kunjung reda
bahkan cenderung meningkat.
Selain itu masalah sosial yang menyertai penyakit ini yakni stigma
negatif dan diskriminasi akan orang dengan penderita AIDS (ODHA)
semakin menambah berbagai permasalahan yang muncul sebagai
akibat baik secara langsung maupun tidak dari penyakit infeksi HIV
ini. Pendekatan secara holistik yang tepat menjadi salah satu kunci
sukses menjadikan pasien HIV positif mempertahankan hidup
dengan quality of life yang diharapkan. Tidak jarang pasien meninggal
lebih cepat dari yang seharusnya karena stress berat yang menurunkan
semangat hidup sekaligus makin mengaktifkan hormon yang makin
menekan serta melemahkan system immune. Dalam konsep
holistic nursing, pikiran menjadi komponen yang sangat besar
pengaruhya terhadap status kesehatan baik fisik, psikis maupun
spiritual.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah
penelitian:
1. Apakah HIV/AIDS itu?
2. Apa saja faktor penyebab HIV/AIDS?
3. Apa saja manifestasi yang ditimbulkan dari HIV/AIDS?
4. Bagaimana upaya untuk menigkatkan taraf hidup pasien
HIV/AIDS?

1.3 Tujuan
2. Untuk mengetahui definisi HIV/AIDS.
3. Untuk mengetahui faktor penyebab HIV/AIDS.
4. Untuk mengetahui manifestasi yang ditimbulkan dari HIV/AIDS.
5. Untuk mengetahui upaya untuk meningkatkan taraf hidup pasien
HIV/AIDS.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi HIV/AIDS


HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang memperlemah
kekebalan tubuh manusia. HIV menyerang tubuh manusia dengan cara
membunuh atau merusak sel-sel yang berperan dalam kekebalan tubuh
sehingga kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan kanker menurun
drastis (Sunaryati, 2011).
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan
gejala dan infeksi sindrom yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan
tubuh. Selain itu AIDS juga dapat menimbulkan komplikasi penyakit
lainnya, seperti penyakit paru-paru, saluran pencernaan, saraf dan
kejiwaan, tumor ganas (malignan) dan infeksi oportunistik
lainnya (Sunaryati, 2011).

2.1 Faktor penyebab HIV/AIDS


AIDS disebabkan oleh Human Immunodeficiency virus (Nasronudin,
2007). Secara umum penyebab penyakit AIDS hanya dibagi dalam 4
kategori umum, yaitu :
1. Penggunaan Jarum Suntik yang tidak Steril.
Penggunaan jarum suntik yang tidak steril sangat mampu
mendorong seseorang terkena penyakit AIDS, para pengguna Narkoba
yang terkadang saling bertukar jarum suntik sangat rentan tertular
penyakit ini, karena penularan HIV AIDS sangat besar presentasenya
terjadi karena cairan pada tubuh penderita yang terkena HIV AIDS
berpindah ke tubuh normal (sehat).
2. Seks Bebas serta seks yang kurang sehat dan aman.
Berhubungan intim yang tidak sehat dan tidak menggunakan
pengaman adalah peringkat pertama terbesar penyebab menularnya
virus HIV AIDS, transmisi atau penularan HIV (Human
Immunodeficiency Virus) dalam hubungan seksual peluang terjadinya
sangat besar, karena pada saat terjadi kontak antara sekresi pada cairan
vagina pada alat kelamin.
Hubungan seksual kurang aman dan tanpa dilengkapi pelindung
(Kondom) akan lebih sangat berisiko dibandingkan hubungan seksual
yang tanpa dilengkapi pelindung (Kondom) dan risiko hubungan seks
anal lebih besar dibanding hubungan seks biasa dan oral seks,
meskipun tidak berarti bahwa kedua jenis seks tersebut tidak beresiko.
3. Penyakit Menurun.
Seseorang ibu yang terkena AIDS akan dapat menurunkan
penyakitnya pada janin yang dikandungnya, transmisi atau penularan
HIV melalui rahim pada masa parinatal terjadi pada saat minggu
terakhir pada kehamilan dan pada saat kehamilan, tingkat penularan
virus ini pada saat kehamilan dan persalinan yaitu sebesar 25%.
Penyakit ini tergolong penyakit yang dapat dirutunkan oleh sang ibu
terhadap anaknya, menyusui juga dapat meningkatkan resiko penulaan
HIV AIDS sebesar 4%.
4. Tranfusi darah yang tidak steril.
Cairan didalam tubuh penderita AIDS sangat rentan menular
sehingga dibutuhkan pemeriksaan yang teliti dalam hal transfusi darah
pemilihan dan penyeleksian donor merupakan tahap awal untuk
mencegah penularan penyakit AIDS, Resiko penularan HIV AIDS di
sangat kecil presentasenya di negara-negara maju, hal ini disebabkan
karena dinegara maju keamanan dalam tranfusi darah lebih terjamin
karena proses seleksi yang lebih ketat.

2.2 Manisfestasi Klinis.


Tanda-tanda gejala-gejala secara klinis pada seseorang penderita
AIDS adalah diidentifikasi sulit karena simptomasi yang ditujukan pada
umumnya adalah bermula dari gejala-gejala umum yang lazim didapati
pada berbagai penderita penyakit lain. Namun secara umum dapat
dikemukakan sebagai berikut:

a. Rasa lelah dan lesu.


b. Berat badan menurun secara drastis.
c. Demam yang sering dan berkeringat diwaktu malam.
d. Mencret dan kurang nafsu makan.
e. Bercak-bercak putih di lidah dan di dalam mulut.
f. Pembengkakan leher dan lipatan paha.
g. Radang paru-paru.
h. Kanker kulit
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang
memperlemah kekebalan tubuh manusia. HIV menyerang tubuh
manusia dengan cara membunuh atau merusak sel-sel yang berperan
dalam kekebalan tubuh sehingga kemampuan tubuh untuk melawan
infeksi dan kanker menurun drasts. AIDS (Acquired Immuno
Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala dan infeksi sindrom
yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh.
Cara penularan HIV/AIDS sangat bervariasi dapat dengan
penggunaan jarum suntik yang tidak steril, seks bebas serta seks yang
kurang sehat dan aman, penyakit menurun, dan tranfusi darah yang
tidak steril.

3.2 Saran
Dengan adanya karya tulis ilmiah ini penulis menyarankan bahwa
sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh kita agar tidak terkena
penyakit HIV/AIDS. Dan juga dapat menghindari penyebab
HIV/AIDS serta dapat dengan siap menanggapi adanya penyakit
HIV/AIDS.

DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI.1997.AIDS dan Penanggulangannya (Ed. 3).Jakarta:PUSDILANKES


& The Ford Foundation

Hanwari, D.2009.Global Effect HIV/AIDS Dimensi Psikoreligi.Jakarta:FKUL

Nasronudin.2007.HIV & AIDS Pendekatan Biologis Molekuler, Klinis &


Sosial.Surabaya:Airlangga University Press Nursalam, Kurniawati, D,

N.2009.Asuhan Keperawatan pada Pasien HIV/AIDS.Jakarta:Salemba Medika


Sunaryati, S. S.2011.