Anda di halaman 1dari 5

PENGERTIAN PENGUKURAN DAN PENILAIAN

A. PENGUKURAN
Sebelum seorang evaluator menilai tentang proses sebuah pendidikan, maka langkah awal
yang dilakukan adalah melakukan sebuah pengukuran. Dalam penilaian pendidikan,
evaluator harus mengatahui standar penilaian yang telah telah ditetapkan oleh pemerintah
sebagai acuan dasar, sehingga dari situ evaluator mampu melakukan pengukuran sesuai
dengan apa yang seharusnya diukur dalam bidang pendidikan. Umumnya sebuah pengukuran,
akan dapat dilakukan dengan baik apabila evaluator mengetahui dengan pasti objek apa yang
akan diukur, dengan begitu evaluator dapat menentukan instrument yang digunakan dalam
pengukuran.

Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap suatu
standar atau satuan pengukuran. Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik, tetapi
juga dapat diperluas untuk mengukur hampir semua benda yang bisa dibayangkan, seperti
tingkat ketidakpastian, atau kepercayaan konsumen.
Pengukuran adalah proses pemberian angka-angka atau label kepada unit analisis untuk
merepresentasikan atribut-atribut konsep. Proses ini seharusnya cukup dimengerti orang
walau misalnya definisinya tidak dimengerti. Hal ini karena antara lain kita sering kali
melakukan pengukuran

Pengertian pengukuran menurut beberapa ahli:

1. Ign. Masidjo (1995: 14) pengukuran sifat suatu objek adalah suatu kegiatan menentukan
kuantitas suatu objek melalui aturan-aturan tertentu sehingga kuantitas yang diperoleh
benar-benar mewakili sifat dari suatu objek yang dimaksud.
2. Cangelosi (1991) pengukuran adalah proses pengumpulan data melalui pengamatan
empiris yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan
yang telah ditentukan.
3. Wiersma & Jurs (1990) bahwa pengukuran adalah penilaian numeric pada fakta-fakta
dari objek yang hendak diukur menurut criteria atau satuan-satuan tertentu. Jadi
pengukuran bisa diartikan sebagai proses memasangkan fakta-fakta suatu objek dengan
fakta-fakta satuan tertentu (Djaali & Pudji Muljono, 2007).
4. Endang Purwanti (2008: 4) pengukuran dapat diartikan sebagai kegiatan atau upaya yang
dilakukan untuk memberikan angka-angka pada suatu gejala atau peristiwa, atau benda,
sehingga hasil pengukuran akan selalu berupa angka.
5. Alwasilah et al.(1996), measurement (pengukuran) merupakan proses yang
mendeskripsikan performa siswa dengan menggunakan suatu skala kuantitatif (sistem
angka) sedemikian rupa sehingga sifat kualitatif dari performa siswa tersebut dinyatakan
dengan angka-angka.
6. Arikunto dan Jabar (2004) menyatakan pengertian pengukuran (measurement) sebagai
kegiatan membandingkan suatu hal dengan satuan ukuran tertentu sehingga sifatnya
menjadi kuantitatif.
7. Sridadi (2007) pengukuran adalah suatu prose yang dilakukan secara sistematis untuk
memperoleh besaran kuantitatif dari suatu obyek tertentu dengan menggunakan alat ukur
yang baku.
8. Georgia S. Adams (1964) merumuskan pengukuran sebagai “nothing more than careful
observations of actual performance under staandar conditions”.
9. Akmad Sudrajat pengukuran (measurement) adalah proses pemberian angka atau usaha
memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan di mana seorang peserta didik telah
mencapai karakteristik tertentu.
Dari pendapat beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa pengukuran adalah suatu
kegiatan yang dilakukan untuk menentukan fakta kuantitatif yang disesuaikan dengan
kriteria-kriteria tertentu sesuai dengan objek yang akan diukur.

KESIMPULAN TENTANG PENGERTIAN PENGUKURAN:

 Kegiatan pengukuran dilakukan dengan membandingkan hasil belajar dengan suatu


ukuran tertentu.
 Dilakukan dengan proses sistematis.
 Hasil pengukuran berupa besaran kuantitatif (sistem angka).
 Pengukuran menggunakan alat ukur yang baku.

B. PENILAIAN
Penilaian dalam Bahasa Inggris dikenal dengan istilah Assessment yang berarti menilai
sesuatu. Menilai itu sendiri bararti mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan mengacu
pada ukuran tertentu seperti menilai baik atau buruk, sehat atau sakit, pandai atau bodoh,
tinggi atau rendah, dan sebagainya (Djaali & Pudji Muljono, 2007).

Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat
penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau
ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Penilaian menjawab
pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik.Hasil penilaian
dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa
angka). Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif
tersebut.
Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah mempermasalahkan bagaimana pengajar (guru)
dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Pengajar harus mengetahui sejauh
mana pebelajar (learner) telah mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana
tujuan/kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. Tingkat
pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan itu dapat dinyatakan dengan nilai.

Penilaian adalah kegiatan menentukan nilai suatu objek, seperti baik-buruk, efektif-tidak
efektif, berhasil-tidak berhasil, dan semacamnya sesuai dengan kriteria atau tolak ukur yang
telah ditetapkan sebelumnya.

Istilah asesmen (assessment) diartikan oleh Stiggins (1994) sebagai penilaian proses,
kemajuan, dan hasil belajar siswa (outcomes). Sementara itu asesmen diartikan oleh Kumano
(2001) sebagai “ The process of Collecting data which shows the development of learning”.

Pengertian penilaian menurut beberapa ahli:

1. Endang Purwanti (2008: 3) Secara umum, asesment dapat diartikan sebagai proses untuk
mendapatkan informasi dalam bentuk apapun yang dapat digunakan untuk dasar
pengambilan keputusan tentang siswa baik yang menyangkut kurikulumnya, program
pembelajarannya, iklim sekolah maupun kebijakan-kebijakan sekolah.
2. Akhmad sudrajat (2008) Penilaian atau asesment adalah penerapan berbagai cara dan
penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana
hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta
didik. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar
seorang peserta didik.
3. Ign. Masidjo (1995: 18) penilaian sifat suatu objek adalah suatu kegiatan
membandingkan hasil pengukuran sifat suatu objek dengan suatu acuan yang relevan
sedemikian rupa sehingga diperoleh kuantitas suatu objek yang bersifat kualitatif.
4. Sudiono, Anas (2005) mengemukakan bahwa secara harfiah kata evaluasi berasal dari
bahasa Inggris evaluation, dalam bahasa Indonesia berarti penilaian. Akar katanya adalah
value yang artinya nilai. Jadi istilah evaluasi menunjuk pada suatu tindakan atau suatu
proses untuk menentukan nilai dari sesuatu.
5. Frey, Barbara A., and Susan W. Alman. (2003): Evaluation The systematic process of
collecting, analyzing, and interpreting information to determine the extent to which
pupils are achieving instructional objectives. (Artinya: Evaluasi adalah proses sistematis
pengumpulan, analisis, dan interpretasi informasi untuk menentukan sejauh mana siswa
yang mencapai tujuan instruksional).
6. Mardapi, Djemari (2003), penilaian adalah kegiatan menafsirkan atau mendeskripsikan
hasil pengukuran.
7. Zainul, Asmawi dan Noehi Nasution (2001), mengartikan penilaian adalah suatu proses
untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui
pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun nontes.
8. Buana mengemukakan bahwa: assessment adalah alih-bahasa dari istilah penilaian.
Penilaian digunakan dalam konteks yang lebih sempit daripada evaluasi dan biasanya
dilaksanakan secara internal. Penilaian atau assessment adalah kegiatan menentukan nilai
suatu objek, seperti baik-buruk, efektif-tidak efektif, berhasil-tidak berhasil, dan
semacamnya sesuai dengan kriteria atau tolak ukur yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dari beberapa pengertian menurut para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa penilaian adalah
suatu kegiatan membandingkan atau menerapkan hasil pengukuran untuk memberikan nilai
terhadap objek penilaian.

Dalam pengertian pendidikan terdapat dua arti untuk penilaian, yaitu penilaian dalam arti
evaluasi (evaluation) dan penilaian dalam arti asesmen (assessment). Penilaian pendidikan
dalam arti evaluasi merupakan penilaian program pendidikan secara menyeluruh. Dalam
pengertian ini, evaluasi pendidikan menelaah komponen-komponen dan saling keterkaitannya
dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan.Sedangkan asesmen merupakan bagian
dari evaluasi karena merupakan penilaian sebagian komponen yang menyangkut penilaian
hasil belajar yang berhubungan dengan komponen kompetensi lulusan dan penguasaan
substansi serta penggunaannya.

Penilaian Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui sejauh
mana kemampuan siswa dalam memahami pelajaran yang telah disampaikan guru. penerapan
berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang
sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan)
peserta didik dengan memiliki bebrapa tujuan.

KESIMPULAN TENTANG PENGERTIAN EVALUASI:

 Evaluasi berasal dari akar kata bahasa Inggris value yang berarti nilai, jadi istilah
evaluasi sinonim dengan penilaian.
 Evaluasi merupakan proses sistematis dari mengumpulkan, menganalisis, hingga
interpretasi (menafsirkan) data atau informasi yang diperoleh.
 Data atau informasi diperoleh melalui pengukuran (measurement) hasil belajar.melalui
tes atau nontes.
 Evaluasi bersifat kualitatif.