Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH DINAMIKA KELOMPOK

KONFLIK

Kelas III.C, Kelompok 5


218 240 075 NUR FADHILAH B. GANI
218 240 081 IIS SAHIDA
218 240 087 MELLYA AYU WIDYASTUTI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
TAHUN 2019

2
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT, karena berkat rahmat dan
karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah kami tepat sesuai
dengan waktu yang telah diberikan oleh dosen kepada kami. Dan tak lupa pula
shalawat berserta salam selalu tercurah buat Baginda Rasulullah Muhammad SAW
yang telah membawa risalah Islam dari sisi Allah sebagai penunjuk jalan hidup
sekalian ummat manusia.

Ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis sampaikan kepada semua
pihak yang telah memberikan ide dan gagasan serta bimbingan terhadap penyelesaian
makalah ini.

Kemudian dari pada itu, penulis berharap semoga kiranya makalah ini akan
bermanfaat bagi para pembaca, terutama bagi penulis sendiri dalam menambah
wawasan keilmuan mahasiswa-mahasiswi kelas III.C.

Sebagai insan yang dhoif, penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini
masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya
kritikan dan saran yang membangun dari para pembaca demi untuk perbaikan dimasa
yang akan datang.

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................ Error: Reference source not found
DAFTAR ISI..........................................................................Error: Reference source not found
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................Error: Reference source not found
B. Rumusan Masalah...................................................... Error: Reference source not found
C. Tujuan.........................................................................Error: Reference source not found
BAB II Pembahasan
A. Pengertian Konflik......................................................Error: Reference source not found
B. Teori – Teori Konflik.......................................................................................................5
C. Jenis – Jenis Konflik....................................................................................................... 6
D. Faktor Penyebab Konflik................................................................................................ 7
E. Dampak Konflik......................................................... Error: Reference source not found
F. Strategi Penyelesaian Konflik.................................... Error: Reference source not found
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan.................................................................Error: Reference source not found
B. Saran...........................................................................Error: Reference source not found
Daftar Pustaka....................................................................... Error: Reference source not found

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Konflik merupakan kondisi yang terjadi ketika dua pihak atau lebih
menganggap ada perbedaan posisi yang tidak selaras, tidak cukup sumber dan
tindakan salahsatu pihak menghalangi, atau mencampuri atau dalam beberapa hal
membuat tujuan pihak lain kurang berhasil.

Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar
anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan
hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. Konflik
dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu
interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri
fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya.
Dengan dibawa sertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik
merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat
pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan
kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan
hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan integrasi berjalan


sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan
integrasi. Sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apakah pengertian dari konflik itu?

2. Apa saja teori-teori yang mendasari konflik?

1
3. Apa saja jenis-jenis konflik?

4. Apakah faktor yang melatar belakangi terjadinya konflik?

5. Apa sajakah dampak yang dapat ditimbulkan oleh konflik?

6. Bagaimanakah strategi penyelesaian konflik?

C. TUJUAN

1. Untuk Mengetahui pengertian dari konflik itu.

2. Untuk Mengetahui teori-teori yang mendasari konflik.

3. Untuk Mengetahui jenis-jenis konflik.

4. Untuk Mengetahui faktor yang melatar belakangi terjadinya konflik.

5. Untuk Mengetahui dampak yang dapat ditimbulkan oleh konflik.

6. Untuk Mengetahui strategi penyelesaian konflik.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KONFLIK

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul.
Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang
atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan
pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Konflik dilatar belakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam
suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut
ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya.
Dengan dibawa sertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik
merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat
pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan
kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan
hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan integrasi berjalan sebagai


sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan
integrasi. Sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

Beberapa pengertian konflik menurut para ahli yakni sebagai berikut:

1. Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan


warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan
akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan
pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.

3
2. Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan
kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik.
Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki
kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu
sama lain.

3. Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi ditentukan


oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari
adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut
dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di
dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi
kenyataan.

4. Menurut minnery (1985), konflik organisasi merupakan interaksi antara


dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling
tergantung, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan.

Perbedaan pendapat tidak selalu berarti perbedaan keinginan. Oleh karena


konflik bersumber pada keinginan, maka perbedaan pendapat tidak selalu
berarti konflik. Persaingan sangat erat hubungannya denga konflik karena
dalam persaingan beberapa pihak menginginkan hal yang sama tetapi hanya
satu yang mungkin mendapatkannya. Persaingan tidak sama dengan konflik
namun mudah menjurus ke arah konflik, terutuma bila ada persaingan yang
menggunakan cara-cara yang bertentengan dengan aturan yang disepakati.
Permusuhan bukanlah konflik karena orang yang terlibat konflik bisa saja
tidak memiliki rasa permusuhan. Sebaliknya orang yang saling bermusuhan
bisa saja tidak berada dalam keadaan konflik.

Konflik sendiri tidak selalu harus dihindari karena tidak selalu negatif
akibatnya. Berbagai konflik yang ringan dan dapat dikendalikan (dikenal dan

4
ditanggulangi) dapat berakibat positif bagi mereka yang terlibat maupun bagi
organisasi.

B. TEORI-TEORI KONFLIK

Teori-teori utama mengenai sebab-sebab konflik, dan sasarannya antara


lain :

1. Teori Hubungan Masyarakat

Menganggap bahwa konflik disebabkan oleh polarisasi yang terus


terjadi, ketidakpercayaan dan permusuhan di antara kelompok yang berbeda
dalam suatu masyarakat.

2. Teori Kebutuhan Manusia

Menganggap bahwa konflik yang berakar disebabkan oleh kebutuhan


dasar manusia (fisik, mental dan sosial) yang tidak terpenuhi atau dihalangi.
Hal yang sering menjadi inti pembicaraan adalah keamanan, identitas,
pengakuan, partisipasi, dan otonomi.

3. Teori Negosiasi Prinsip

Menganggap bahwa konflik disebabkan oleh posisi-posisi yang tidak


selaras dan perbedaan pandangan tentang konflik oleh pihak-pihak yang
mengalami konflik.

4. Teori Identitas

Berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh identitas yang terancam,


yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan di masa lalu
yang tidak diselesaikan.

5. Teori Kesalahpahaman Antar Budaya

5
Berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh ketidak cocokan dalam
cara-cara komunikasi di antara berbagai budaya yang berbeda.

6. Teori Transformasi Konflik

Berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh masalah-masalah


ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang muncul sebagai masalah sosial,
budaya dan ekonomi.

C. JENIS-JENIS KONFLIK

Konflik yang terjadi dalam suatu organisasi dapat dibedakan menjadi


beberapa macam, salah satunya dari segi pihak yang terlibat dalam konflik. Dari
segi ini konflik dapat dibedakan sebagai berikut, yaitu :

1. Konflik Intrapersonal

Konflik intrapersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri.


Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan
yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.

Ada tiga macam bentuk konflik intrapersonal yaitu :

 Konflik pendekatan-pendekatan, contohnya orang yang dihadapkan pada


dua pilihan yang sama-sama menarik.

 Konflik pendekatan-penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan


pada dua pilihan yang sama menyulitkan.

 Konflik penghindaran-penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan


pada satu hal yang mempunyai nilai positif dan negatif sekaligus.

6
2. Konflik Interpersonal

Konflik Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang


lain karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi
antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain.
Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam
perilaku organisasi. Karena konflik semacam ini akan melibatkan beberapa
peranan dari beberapa anggota organisasi yang tidak bisa tidak akan
mempngaruhi proses pencapaian tujuan organisasi tersebut.

3. Konflik individu dengan individu

Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan


individu pimpinan dari berbagai tingkatan. Individu pimpinan dengan individu
karyawan maupun antara individu karyawan dengan individu karyawan
lainnya.

4. Konflik individu dengan kelompok

Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan


kelompok ataupun antara individu karyawan dengan kelompok pimpinan.

5. Konflik kelompok dengan kelompok

Ini bisa terjadi antara kelompok pimpinan dengan kelompok karyawan,


kelompok pimpinan dengan kelompok pimpinan yang lain dalam berbagai
tingkatan maupun antara kelompok karyawan dengan kelompok karyawan
yang lain.

D. FAKTOR PENYEBAB KONFLIK

Beberapa faktor penyebab terjadinya konflik yakni sebagai berikut :

1. Perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.

7
Setiap manusia adalah individu yang unik, artinya setiap orang memiliki
perasaan, logika yang berbeda antara satu dan yang lain. Perbedaan inilah
yang sering menyebabkan konflik sosial, sebab dalam menjalani hidup sosial
seorang tidak selalu sejalan dengan orang yang lainnya. Misalnya ada acara
pesta hiburan ada yang merasa senang dengan pesta itu tetapi adapula yang
terganggu dengan acara itu karena berisik.

2. Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi


yang berbeda.

Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran


dan pendirian kelompoknya,pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada
akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.

3. Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.

Manusia memiliki pendirian, logika dan perasaan yang berbeda maupun


latarbelakang budaya yang berbeda. Oleh sebab itu,dalam waktu yang
bersamaan,masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang
berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama,tetapi
untuk tujuan yang berbeda.

4. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

Perubahan adalah suatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika
perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak,perubahan tersebut
dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya,pada masyarakat pedesaan
yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan
konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang
biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai
masyarakat industi.Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai

8
kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang
disesuaikan menurut jenis pekerjaannya.

E. DAMPAK KONFLIK

Sejatinya dampak konflik yang terjadi diantara seseorang dengan orang


lain ataupun dengan suatu kelompok dengan kelompok lain memberikan dua
dampak yakni bisa dampak positif ataupun bisa dampak negatif .

Dampak positif dari konflik yaitu:

1. Mendorong untuk kembali mengkoreksi diri : Dengan adanya konflik yang


terjadi, mungkin akan membuat kesempatan bagi salah satu ataupun kedua
belah pihak untuk saling merenungi kembali, berpikir ulang tentang kenapa
bisa terjadi perselisihan ataupun konflik diantara mereka.

2. Meningkatkan Prestasi : Dengan adanya konflik, bisa saja membuat orang


yang termajinalkan oleh konflik menjadi merasa mempunyai kekuatan extra
sendiri untuk membuktikan bahwa ia mampu dan sukses dan tidak pantas
untuk “dihina”.

3. Mengembangkan alternative yang baik : Bisa saja dengan adanya konflik yang
terjadi diantara orang per orang, membuat seseorang berpikir dia harus mulai
mencari alternatif yang lebih baik dengan misalnya bekerja sama dengan
orang lain mungkin.

Dampak negatif dari konflik yakni :

1. Menghambat kerjasama : Sejatinya konflik langsung atau tidak langsung


akan berdampak buruk terhadap kerjasama yang sedang dijalin oleh kedua
belah pihak ataupun kerjasama yang akan direncanakan diadakan antara
kedua belah pihak.

9
2. Apriori : Selalu berapriori terhadap “lawan”. Terkadang kita tidak meneliti
benar tidaknya permasalahan, jika melihat sumber dari persoalan adalah
dari lawan konflik kita.

3. Saling menjatuhkan : Ini salah satu akibat paling nyata dari konflik yang
terjadi diantara esame orang di dalam suatu organisasi, akan selalu muncul
tindakaan ataupun upaya untuk saling menjatuhkan satu sama lain dan
membuat kesan lawan masing-masing rendah dan penuh dengan masalah.

No Lama (Dampak Baru (Dampak


Negatif) Positif)

1 Semua konflik Konflik dapat


berakibat negative berakibat positif dan
negative

2 Harus dihindari Harus dikelola


(tradisional)

3 Berdampak negative Berdampak positif


bagi organisasi bagi organisasi
(disfunctional) (functional)

4 Mengganggu norma Merevisi dan


yang sudah mapan memperbarui norma

5 Menghambat Meningkatkan
efektifitas organisasi efektifitas organisasi

6 Mengganggu Menambah intin


hubungan kerja hubungan
sama (menghambat
komunikasi)

7 Mengarah ke Menuju ke integrasi


disintegrasi

8 Menghabiskan Menghemat waktu

10
waktu dan tenaga dan tenaga

9 Stress, frustrasi, Mampu


tegang, kurang menyesuaikan diri,
konsentrasi, dan dan meningkatkan
kurang puas kepuasan

10 Tidak mampu Mampu


mengembalikan mengembalikan
tindakan tindakan

F. STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK

Pendekatan penyelesaian konflik oleh pemimpin dikategorikan dalam dua


dimensi ialah kerjasama/ tidak kerjasama dan tegas/ tidak tegas. Dengan
menggunakan kedua macam dimensi tersebut ada 5 macam pendekatan
penyelesaian konflik ialah :

1. Kompetisi

Penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau


mengorbankan yang lain. Penyelesaian bentuk kompetisi dikenal dengan
istilah win-lose orientation.

2. Akomodasi

Penyelesaian konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin


yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada
usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik
perdamaian.

3. Sharing

11
Suatu pendekatan penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok
dan kelompok damai. Satu pihak memberi dan yang lain menerima sesuatu.
Kedua kelompok berpikiran moderat, tidak lengkap, tetapi memuaskan.

4. Kolaborasi

Bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak.


Usaha ini adalah pendekatan pemecahan problem (problem-solving approach)
yang memerlukan integrasi dari kedua pihak.

5. Penghindaran

Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu
konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang
dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi
yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan
diri. Manajer perawat yang terlibat didalam konflik dapat menepiskan isu
dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk
memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi”.

12
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Konflik dilatar belakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu


dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah
menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan
lain sebagainya. Dengan dibawa sertanya ciri-ciri individual dalam interaksi
sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak
satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau
dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan
dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan integrasi berjalan


sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan
integrasi. Sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

Konflik sendiri tidak selalu harus dihindari karena tidak selalu negatif
akibatnya. Berbagai konflik yang ringan dan dapat dikendalikan (dikenal dan
ditanggulangi) dapat berakibat positif bagi mereka yang terlibat maupun bagi
organisasi.

B. SARAN

Kami menyadari bahwa apa yang telah dibahas dalam makalah ini belumlah
lengkap, oleh karena itu disarankan kepada semua pihak untuk menambah
referensi dari sumber lain untuk memperkaya wawasan materi terkait.

13
DAFTAR PUSTAKA

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Konflik

https://www.google.com/amp/s/imbang88.wordpress.com/2010/04/01/teori-
konflik/amp/

https://www.kajianpustaka.com/2017/08/pengertian-jenis-penyebab-dan-
tahapan-konflik.html?m=1

https://www.google.com/amp/s/dambagas02.wordpress.com/2017/06/08/strateg
i-penyelesaian-konflik/amp/

14