Anda di halaman 1dari 6

ANCAMAN KEDAULATAN NEGARA

Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam negeri
maupun luar negeri, yang dinilai membahayakan kedaulatan negara,
keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman
nonmiliter atau nirmiliter memiliki karakteristik yang berbeda dengan
ancaman militer​, yaitu tidak bersifat fisik serta bentuknya tidak terlihat
seperti ​ancaman militer​, karena ancaman ini berdimensi ​ideologi​,
politik​, ​ekonomi​, ​sosial ​budaya​, ​teknologi​, ​informasi serta ​keselamatan
umum​.

Ancaman di bidang ekonomi

Ekonomi merupakan salah satu penentu posis tawar setiap negara


dalam pergaulan Internasional. Kondisi ekonomi sangat menentukan
dalam pertahanan negara. Ancaman berdimensi ekonomi terbagi
menjadi ​internal​ dan eksternal.

➢ Ancaman dari internal dapat berupa:

1. Inflasi

Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum


dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang
dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi
masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang
memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat
adanya ketidaklancaran distribusi barang.
Penyebab terjadinya inflasi, antara lain karena adanya hubungan
ekspor impor antarnegara dan teori mengenai uang beredar. Akibatnya,
dapat merugikan orang yang berpenghasilan tetap, harga
barang-barang ekspor menjadi mahal, dan orang-orang segan untuk
menabung karena nilai nyata uang merosot.

Contoh kasus inflasi adalah kenaikan harga tahu , kenaikan harga


cabe,kenaikan harga daging, dan lain-lain.

2. Pengangguran

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang


tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari
dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha
mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya
disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja
tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang
mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah
dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran,
produktivitas dan pendapatan ​masyarakat akan berkurang sehingga
dapat menyebabkan timbulnya ​kemiskinan dan masalah-masalah
sosial lainnya. Contoh pengangguran yaitu meningkatnya jumlah
pengangguran dari sekitar 4,5 juta orang atau 5% pada 1997
(menjelang krisis ekonomi), menjadi sekitar 6,5 juta orang atau 7%
pada 2000, dan 9,5 juta orang atau 9,5% pada 2003. Demikian juga
jumlah setengah pengangguran meningkat dari 29 juta orang pada
1997 menjadi sekitar 31 juta orang pada 2000-2003.

3. Infrastruktur yang tidak memadai


Infrastruktur ​fisik dan ​sosial adalah dapat didefinisikan sebagai
kebutuhan dasar fisik pengorganisasian sistem struktur yang diperlukan
untuk jaminan ekonomi sektor publik dan sektor privat sebagai layanan
dan fasilitas yang diperlukan agar perekonomian dapat berfungsi
dengan baik. Contoh kasus infrastruktur yang tidak memadai yaitu:

pembangunan infrastruktur Palembang belum maksimal


Palembang (ANTARA Sumsel) - Anggota DPRD Sumatera Selatan
menyampaikan penilaiannya bahwa pembangunan infrastruktur di Kota
Palembang masih belum maksimal, khususnya yang berada di
lorong-lorong sempit kawasan seberang uIu di kota tersebut.

➢ Ancaman dari eksternal dapat berbentuk:

1. Kinerja ​ekonomi​ yang buruk

Kinerja ekonomi yang buruk adalah pengukuran buruknya keadaan


ekonomi dalam suatu keadaan.

Contoh: ​Skalanews -Adanya defisit neraca perdagangan,menurut


Anggota DPR-RI Habib Nabiel Almusawa, menunjukkan kinerja
pemerintahan Indonesia bidang perekonomian buruk. "Pemerintah
hendaknya merasa tercambuk, menyusul neraca perdagangan Juni
2014 yang diprediksi mengalami defisit 300 juta dolar AS," ujarnya
dalam keterangan pers kepada wartawan di Banjarmasin, Kamis malam
(17/7).

Legislator asal daerah Kalimantan Selatan itu berharap, agar


pemerintah dan segenap aparaturnya bekerja lebih keras, agar defisit
tidak berlanjut pada bulan-bulan berikut.

2. Daya saing rendah

Daya saing adalah kapasitas bangsa untuk menghadapi


tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau
meningkatkan pendapatan rill-nya (Council Of Competitiveness,
Washington, DC, 2006)

​ lobalisasi
3. Ketidaksiapan menghadapi g

Ketidaksiapan menghadapi globalisasi adalah sikap


seseorang yang belum bisa menerima proses penyebaran
unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara
mendunia melalui media cetak dan elektronik

4. Ketergantungan terhadap pihak asing

Ketergantungan terhadap pihak asing adalah Keadaan yang


tidak dapat memikul tanggung jawabnya sendiri yang selalu
bergantung pada pihak asing.
Komentar:

Ancaman itu merupakan hal yang harus diwaspadai oleh bangsa. Inflasi
sangat sering terjadi di Indonesia, contohnya harga BBM yang sering
meningkat. Pemerintah menaikkan harga BBM karena ketersediaan
sumber minyak yang sudah mulai habis atau langka. Tapi banyak
masyarakat yang bersikap anarkis dengan berdemo kepada pemerintah
didepan khalayak umum, padahal kenaikan tersebut bukan sepenunya
salah pemerintah .kenaikan tersebut juga karena keberadaan sumber
minyak tersebut barada di daerah atau tempat-tempat yang terisolir.
Jadi untuk membawa minyak tersebut ke tempat pengumpulan minyak
cukup jauh dan pastinya memerlukan biaya transportasi yang tidak
sedikit. maka proses penyaluran minyak dari sumber minyak ke tempat
pengumpulan minyak tersebut cukup panjang.
Begitu juga dengan pemerintah, seharusnya pemerintah harus cepat
tanggap dalam mengatasi inflasi kenaikan harga bbm ini , yaitu
melakukan upaya lain dengan mengadakan penyuluhan kepada
masyarakat untuk mencari bahan bakar alternative seperti buah jarak
untuk kendaraan bermotor. Pemerintah juga harus membatasi jumlah
kendaraan bermotor kebijakan itu dimulai dari pemerintah dan pejabat
tinggi Negara agar masyarakat juga ikut mengikutinya karena mereka
adalah salah satu percontohan masyarakat. Dampak inflasi
berpengaruh besar pada masyarakat, terutama pada masyarakat
menengah kebawah yang pendapatannya belum tentu dapat
mencukupi kebutuhan pokoknya sehari-hari.
Berbeda dengan masyarakat menengah kebawah, masyarakat
menengah keatas seperti para pejabat tinggi negara tentu tidak akan
berpengaruh besar bagi mereka. karena terjadinya inflasi atau tidak
mereka tetap bisa memenuhi kebutuhannya sehari hari, tentu itu
dikarenakan pendapatan mereka yang bisa di katakan melebihi
kebutuhan mereka sendiri.
Seperti dikatakan pada kalimat di atas bahwa inflasi sangat
berpengaruh kepada masyarakat menengah ke bawah, contoh nya
seperti para pengangguran. Jumlah pengangguran saat ini sangat besar
baik di desa maupun di kota besar seperti Jakarta. Pengangguran terjadi
di karenakan jumlah penduduk yang melebihi kapasitas yang
semestinya. Berbicara mengenai pengangguran tentu tidak ada
habisnya kalau pemerintah juga belum bertindak tegas. Dalam
mengatasi masalah pengangguran, solusinya tidak hanya mambuat
lapangan pekerjaan baru, tetapi bisa saja dengan cara memberikan
penyuluhan atau pengajaran tambahan kepada para pengangguran
untuk menciptakan suatu produk yang bisa bermanfaat bagi mereka
atau masyarakat lainnya. Produk yang mereka ciptakan bisa di jual
kemudian hasilnnya akan mereka nikmati nantinya. Dengan kata lain
mereka bisa menjadi wirausaha. Jika produk mereka semakin di kenal
dan semakin bagus kemungkinan bisa saja produk yang mereka buat
bisa di ekspor ke negara asing, dan bisa menambah devisa negara.
Dengan begitu pemeriintah sendiri yang akan di untungkan dan jumlah
penganguran semakin lama akan berkurang jika semua itu dilaksanakan
dengan sungguh-sungguh dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Yang di maksud dengan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan sesuai
prosedur yang berlaku disini ialah tidak adanya kecurangan-
kecurangan yang di lakukan oleh aparat pemerintah. Jika
kecurangan-kecurangan itu tetap terjadi, siapa yang bisa menjamin
kalau negara Indonesia akan menjadi negara yang maju, kalau dari
pemerintah nya sendiri sudah berlaku curang dan tidak adil. Padahal
pemerintah merupakan contoh bagi masyarakat. Kecurangan yang
terjadi contohnya seperti korupsi. Tentu kita tahu bahwa banyak sekali
pejabat tinggi negara yang tersangkut kasus korupsi. Korupsi