Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN MINI RISET

MK.PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN

PRODI S1 PGSD

“KURANGNYA RASA PEDULI SISWA TERHADAP KEBUDAYAAN SEBAGAI


IDENTITAS NASIONAL INDONESIA”

Nama Kelompok 8 :Laila Majid (1181111034)

Alfani Heriani Saragih (1181111026)

Rosvilani Saragih (1181111024)

Damita Ajie Risky (1181111015)

Kelas : PGSD Reguler A 2018

Dosen Pengampu : Dra.Mariani Simorangkir, M.Pd

Mata Kuliah : Pendidikan Kewarganegaraan

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
September 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat
serta karunia-Nya kepada kami , sehingga kami berhasil menyelesaikan mini riset ini yang
berjudul “Kurangnya Rasa Peduli Siswa Terdapat Kebudayaan Sebagai Identitas Nasional
Indonesia”. Laporan Rekayasa Ide ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Pendidikan Kewarganegaraan yang di ampu oleh Ibu Dr.Mariani Simorangkir, M.Pd , kami
berharap semoga laporan Mini Riset ini dapat bermanfaat bagi pembaca, khususnya bagi kami
sendiri.

Kami menyadari bahwa Mini Riset ini masih jauh dari kata sempurna, karena
kesempurnaan hanya milik Tuhan dan kesalahan hanya milik manusia oleh karena itu kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan
makalah ini.

Medan, 01 September 2019

Kelompok VIII

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..............................................................................................2


DAFTAR ISI..............................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ...............................................................................4
Rumusan masaaah ..............................................................................................4
B. Tujuan Penelitian ..........................................................................................5
C. Manfaat Penelitian ........................................................................................5
BAB II LANDASAN TEORI ..................................................................................6
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis penelitian ..............................................................................................9
B. Tempat dan Waktu Penelitian .....................................................................9
C. Subjek Penelitian ...........................................................................................9
D. Teknik Pengumpulan Data ..........................................................................9
E. Teknik Analisis Data .....................................................................................9
BAB IV PEMBAHASAN .......................................................................................10
BAB V PENUTUP
A.Kesimpulan ...................................................................................................11
B.Saran ..............................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................12

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Indonesia adalah negeri yang luar biasa, negeri yang kaya akan suku bangsa,
bahasa, dan budaya. Budaya merupakan suatu unsur penting pembentuk identitas suatu
kumpulan orang banyak terlebih suatu bangsa. Kepribadian suatu bangsa akan tercermin
melalui budayanya.
Dunia sedang masuk dalam era globalisasi dimana tujuan dari globalisasi adalah
menyatukan penduduk dunia menjadi satu masyarakat dunia yang tunggal. Dengan
demikian, di era globalisasi ini makin terbukanya sekat – sekat pemisah antar suatu
negara terhadap negara lainnya. Terbukanya arus komunikasi dan informasi yang
didukung dengan majunya alat – alat komunikasi yang saat ini sudah mudah didapatkan
oleh setiap orang membuat begitu banyak kebudayaan asing masuk ke indonesia dan
semakin membuat posisi kebudayaan indonesia tergeser jauh dari idealnya.
Khususnya budaya indonesia banyak di dominasi oleh kebudayaan asing, dalam
hal ini budaya barat dan budaya korea. Contohnya cara berpakaian khususnya di
kalangan anak muda indonesia bahkan makanan yang di konsumsi sehari-hari anak
bangsa pun kebanyakan didominasi oleh kebudayaan barat dan korea. Nilai-nilai nasional
pun mulai luntur dan membuat identitas dari bangsa indonesia makin sulit dibaca oleh
banyak orang. Jika kita tidak mempertahankan budaya kita maka identitas bangsa kitapun
lambat laun akan menjadi pudar bahkan hanya menjadi catatan sejarah saja yang akan
dibaca oleh generasi mendatang

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu
“Mengapa rasa peduli siswa terhadap kebudayaan sebagai identitas nasional Indonesia
berkurang?”.

4
C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui mengapa banyak siswa
yang kurang perduli dengan budaya sebagai identitas nasional indonesia.
D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan atau informasi
(referensi). Membangkitkan rasa peduli dan cinta terhadap budaya bangsa Indonesia.
Mengetahui cara untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap budaya bangsa Indonesia.
Mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menghadapi kejadian tersebut

5
BAB II

LANDASAN TEORI

A. Kebudayaan Indonesia Sebagai Identitas Nasional


Identitas Nasional secara etimologis berasal dari kata identitas dan nasional. Kata identitas
berasal dari bahasa Inggris identity yang memiliki pengertian harfiah; ciri, tanda atau jati diri
yang melekat pada seseorang, kelompok atau sesuatu sehingga membedakan dengan yang lain.
Kata nasional merujuk pada konsep kebangsaan. Jadi, identitas nasional adalah ciri, tanda atau
jati diri yang melekat pada suatu negara sehingga membedakan dengan Negara lain. Identitas
nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara
filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain.
Berdasarkan hakikat pengertian identitas nasional, maka identitas nasional suatu bangsa
tidak dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih populer disebut dengan
kepribadian suatu bangsa. Pengertian kepribadian sebagai suatu identitas sebenarnya pertama
kali muncul dari para pakar psikologi. Manusia sebagai individu yang sulit diapahami manakala
ia terlepas dari manusia lainnya. Oleh karena itu manusia dalam melakukan interaksi dengan
individu lainnya senantiasa memiliki suatu sifat kebiasaan, tingkah laku serta karakter khas yang
membedakan manusia tersbut dengan manusia lainnya.
B. Unsur-Unsur Pembentuk Identitas Nasional
- Suku Bangsa : Suku bangsa adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada
sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di Indonesia terdaat
banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang dari 300 dialek bahasa.
- Agama : Bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. Agama-agama yang
tumbuh dan berkembang di nusantara adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindhu, Budha dan Kong
Hu Cu.karena Indonesia merupakan Negara yang multi agama, maka Indonesia data dikatakan
sebagai Negara yang rawan terhadap disintregasi bangsa. Salah satu jalan yang dapat
mengurangi resiko konflik antar agama, perlunya diciptakan tradisi saling menghormati dan
menghargai perbedaan.
- Kebudayaan : Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya
adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh
pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan

6
digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-
benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.
- Bahasa : Merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. Bahasa dipahami sebagai
sistem perlambang yang secara arbitrer dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan
yang digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia. Di Indonesia terdapat beragam bahasa
daerah yang mewakili banyaknya suku-suku bangsa atau etnis.

Aspek kebudayaan yang menjadi unsur pembentuk identitas nasional meliputi 3 unsur,
yaitu: akal budi, peradaban (civility) dan pengetahuan (knowledge)
A. Akal Budi
Akal budi adalah sikap dan perilaku yang di miliki oleh bangsa Indonesia dalam
interaksinya antara sesama (horizontal) atau secara sebaliknya (vertikal).
B. Peradaban
Dapat dilihat dari beberapa aspek meliputi aspek ideologi (sila-sila dalam pancasila),
politik (demokrasi langsung dalam pemilu langsung presiden dan wakil presiden serta
kepala daerah tingkat I dan II kabupaten/kota, ekonomi (usaha kecil dan koperasi), dan
sosial (semangat gotong royong adalah sikap ramah tamah, murah senyum, setia
kawan).
C. Ilmu Pengetahuan
Pengetahuan yang menjadi unsur pembentuk identitas nasional meliputi:
a. Prestasi anak bangsa dalam bidag olahraga bulutngkis sedunia,
b. Karya anak bangsa dalam bidang teknologi pesawat terbang,
c. Karya anak bangsa dalam bidang teknologi kapal laut,
d. Prestasi Anak Bangsa dalam menjuarai lomba olimpiade Fisika dan Kimia

C. Kurang Pedulinya Terhadap Kebudayaan


Generasi muda Indonesia saat ini semakin kurang peduli dan kurang mencintai budaya
bangsanya sendiri. Karena sekarang ini semakin banyak kebudayaan asing yang masuk ke
Indonesia, sehingga minat generasi muda jauh lebih tertarik untuk mempelajari kebudayaan
asing tersebut. Salah satu yang menyebabkan kurangnya minat untuk mempelajari budaya sendiri
karena kurangnya informasi dan pengetahuan tentang kekayaan budaya yang dimiliki Bangsa

7
Indonesia, padahal Bangsa Indonesia memiliki banyak kebudayaan bahkan ada yang menjadi
warisan budaya dunia.
Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda.
Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehlangan kepribadian diri
sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala-gejala yang muncul dalam
kehidupan sehari-hari anak muda sekarang.
Hal lain yang membuat rasa peduli siswa terhadap budaya bangsa yaitu karena
Pembelajaran budaya di sekolah sangat minim diajarkan kepada para siswa. Kurangnya
kesadaran siswa akan nilai-nilai budaya indonesia, dan memilih untuk memilih mengikuti
budaya asing yang terkesan lebih modern, up-to-date, dan praktis. Lunturnya budaya asli bangsa
Indonesia sebagai identitas negara sangat terasa ketika budaya indonesia terkontaminasi dengan
budaya barat, sehingga negara ini kehilangan arah dalam mengimbangi kemajuan zaman.

8
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini dilakukan dalam bentuk mini riset dengan menggunakan metode
diskusi. yang dimana pada metode diskusi dilakukan oleh seluruh anggota kelompok dengan
membahas tentang permasalahan yang tengah terjadi dimasyarakat.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian dilakukan di Universitas Negeri Medan, Jl. Williem Iskandar


Muda, Medan Estate.

C. Subjek Penelitian

Subjek penelitiannya yaitu siswa yang berada dilingkungan Universitas Negeri


Medan.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi tak berstruktur.

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan analisis domain.
Memperoleh gambaran yang umum dan menyeluruh dari obyek penelitian atau situasi
social.

9
BAB IV

PEMBAHASAN

A. Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan yaitu tentang kurangnya rasa peduli siswa
terhadap budaya sebagai identitas nasional bangsa terdapat beberapa hal yang membuat para
siswa tersebut menjadi kurang peduli terhadap budaya sendiri yaitu kurangnya informasi dan
pengetahuan tentang kekayaan budaya yang dimiliki Bangsa Indonesia, padahal Bangsa
Indonesia memiliki banyak kebudayaan bahkan ada yang menjadi warisan budaya dunia.juga
dikarenakan pembelajaran budaya di sekolah sangat minim diajarkan kepada para siswa.
Kurangnya kesadaran siswa akan nilai-nilai budaya indonesia, dan memilih untuk memilih
mengikuti budaya asing yang terkesan lebih modern, up-to-date, dan praktis. Lunturnya budaya
asli bangsa Indonesia sebagai identitas negara sangat terasa ketika budaya indonesia
terkontaminasi dengan budaya barat, sehingga negara ini kehilangan arah dalam mengimbangi
kemajuan zaman.

Upaya yang dapat dilakukan guru dalam meningkatkan rasa peduli siswa terhadap
budaya bangsa Indonesia yaitu dengan menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh,
misal semangat mencintai produk dalam negeri. menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai
Pancasila sebaik-baiknya, menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik-
baiknya, mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti
sebenar-benarnya dan seadil-adilnya. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik,
ideologi, ekonomi, social budaya bangsa.

10
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Diera Globalisasi seperti sekarang ini Identitas Nasional merupakan hal yang harus
diperhatikan, karena Identitas Nasional merupaka hal yang membuat bertahan atau tidaknya ciri
khas dan karakteristik suatu bangsa yang seharusnya menjadi kebanggan bangsa itu sendiri
karena, Identita Nasional merupakan salah satu senjata untuk bersaing kearah yang lebih positif
diera Globalisasi ini. adanya kebudayaan yang dimiliki sekelompok orang dapat menciptakan
teknologi baru, begitu juga sebaliknya adanya teknologi baru dapat menciptakan kebudayaan
yang baru pada masyarakat serta teknologi sebagai pertanda kemajuan kebudayaan. Semakin
berkembangnya teknologi dimana informasi apa saja bisa masuk dalam kehidupan masyarakat
kita yang ikut serta mempengaruhi tergesernya nilai-nilai budaya Indonesia ini.

Agar pengaruh tersebut dapat diambil sisi positifnya saja adalah dengan penyaringan
budaya yang masuk ke Indonesia dan pelestarian budaya bangsa. Dengan tertananamnya jati diri
bangsa pada setiap individu diharapkan mampu menjadi filter bagi kebudayaan asing yang bisa
masuk kapan saja dan dimana saja dan juga peneneman moral kepada para siswa.

B. Saran

Saran yang dapat kelompok kami berikan yaitu untuk membantu meningkatkan rasa peduli
peserta didik terhadap budaya bangsa Indonesia sebagai identitas nasional yaitu dengan
menjadikan guru dan orang tua sebagai model yang baik untuk di contoh dalam mencintai
budaya bangsa.

11
DAFTAR PUSTAKA

Agustin, Dyah Satya Yoga. 2011 : Penurunan Rasa Cinta Budaya Dan Nasionalisme Generasi
Muda Akibat Globalisasi. Jurnal Sosial Humaniora, Vol 4 No. 2, November
Sugiono.2010 : Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung : Penerbit Alfabeta
https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/73897666bed07ff50b5b2bf1ed73e60a.pd
f
http://lidya-amanda-dhita.blogspot.com/2012/01/kurang-pedulinya-generasi-muda-terhadap_605.html

12