Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN KASUS KEPANITRAAN UMUM

EKSTRAKSI GIGI 46 DENGAN ANESSTESI BLOK

ARIFURRAHMAN
J520100020

KEPANITRAAN UMUM PERIODE 9


FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2018
I. PENDAHULUAN

A. Definisi
Karies yang meluas dan tidak dirawat dapat mengakibatkan
hilangnya mahkota gigi sepenuhnya dan menyisakan akar (sisa akar)
atau disebut juga sebagai gangren radiks. dan dapat menyebabkan
nekrosis pulpa.
Pencabutan adalah salah satu perawatan pada gigi yang nekrosis.
Namun perlu diperhatikan bahwa penatalaksanaan pencabutan yang tidak
tepat dapat mengakibatkan kegagalan dalam menghilangkan lesi atau
dapat terjadi infeksi sekunder bahkan dapat terjadi kerusakan tulang
rahang akibat ekspansi kista radikular yang tidak terambil. Pencabutan gigi
merupakan tindakan bedah minor pada bidang kedokteran gigi yang
melibatkan jaringan keras dan jaringan lunak pada rongga mulut.
Pencabutan gigi merupakan pengeluaran suatu gigi yang utuh atau sisa
akar tanpa menyebabkan rasa sakit dan trauma.
B. Etiologi Penyakit
Karies yang meluas dan tidak dirawat dapat mengakibatkan
hilangnya mahkota gigi sepenuhnya dan menyisakan akar (sisa akar). Gigi
nekrosis dengan sisa akar biasanya memiliki lesi periapikal yang bersifat
kronis dengan tidak ada gejala. Beberapa lesi periapikal yang sering terjadi
di antaranya adalah, granuloma periapikal dan kista radicular. Gigi dengan
kondisi sisa akar yang kronis menyebabkan jaringan periapikal rentan
infeksi, karena jaringan pulpa yang mati merupakan media yang baik bagi
pertumbuhan mikroorganisme. Melalui foramen apikal gigi,
mikroorganisme penyebab infeksi pada jaringan pulpa dapat menjalar ke
jaringan periodontal di sekitar apeks gigi, menyebabkan keradangan atau
infeksi jaringan. Peradangan ini mengakibatkan pembentukan lesi pada
periapikal. Lesi periapikal yang sering terjadi adalah periapikal granuloma
dan juga kista radicular.
C. Patogenesis nekrosis pulpa
Derajat inflamasi pulpa sangat berhubungan intensitas dan
keparahan jaringan pulpa yang rusak. Iritan seperti pada karies yang dalam
dan prosedur operatif yang luas biasanya mengakibatkan perubahan
inflamasi yang lebih parah. Sel-sel inflamasi dalam jumlah besar ini akan
mengakibatkan peningkatan permeabilitas vaskular, statis vaskular, dan
migrasi leukosit ke tempat iritasi tersebut. Akibatnya, terjadi pergerakan
cairan dari pembuluh ke jaringan sekitarnya. Jika pergerakan cairan oleh
venul dan limfatik tidak dapat mengimbangi filtrasi cairan dari kapiler,
eksudat pun terbentuk. Peningkatan tekanan jaringan dari eksudat ini akan
menimbulkan tekanan pasif dan kolapsnya venul secara total di area iritasi
pulpa oleh karena jaringan pulpa dikelilingi oleh memiliki dinding yang
kaku. Selain itu, pelepasan sel-sel inflamasi menyebabkan nyeri langsung
dan tidak langsung dengan meningkatnya vasodilatasi arteriol dan
permeabilitas venul sehingga akan terjadi edema dan peningkatan tekanan
jaringan. Tekanan ini bereaksi langsung pada sistem saraf sensorik.
Meningkatnya tekanan jaringan dan tidak adanya sirkulasi kolateral ini
yang dapat mengakibatkan terjadinya nekrosis pulpa.
D. Gejala
 Gigi berlubang karena karies.
 Bau mulut (halitosis)
 Gigi berubah warna.
 Tidak merasakan sakit.
E. Tanda-tanda klinis
 Gigi berubah warna, menjadi abu-abu kehitam-hitaman.
 Terdapat lubang gigi yang dalam.
 Sondasi, perkusi dan palpasi tidak sakit.
 Biasanya tidak bereaksi terhadap tes elektrik dan termal.
 Peradangan pada jaringan sekitar sisa akar seperti gingivitis.
II. LAPORAN KASUS

1. IDENTITAS
Nama Pasien : Candra Dewi
Tanggal Lahir : 30 Oktober 1984
Usia : 34 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Pringgolayan
Pekerjaan : Pedagang
Agama : Islam

2. DATA MEDIK UMUM


Golongan Darah : A
Alergi : Tidak Ada
Penyakit Sistemik : Tidak Ada
Operator : Hariansyah Buana Putra

A. Pemeriksaan Subjektif
CC :
 Pasien datang dengan keluhan ingin mencabutkan gigi belakang kanan
bawah
PI :
 Pasien merasakan keluhan sejak 1 thn yang lalu
 Pasien saat ini tidak merasakan sakit saat makan
PDH :
 Pasien tidak pernah berobat ke dokter gigi
PMH :
 Pasien pernah melakukan operasi cesar sekitar 17 thn yang lalu
 pasien tidak memiliki alergi ( makanan, obat, cuaca )
 saat ini pasien sedang tidak dalam perawatan dokter
 pasien tidak mempunyai riwayat penyakit sistemik
FH :
 Gigi
Ayah : menurut keterangan pasien ayah sering mencabutkan giginya ke
dokter gigi
Ibu : gigi ibu sering tanggal dengan sendirinya
 Umum,
Ayah : menurut keterangan pasien ayah tidak memiliki penyakit
sistemik.
Ibu : ibu memiliki penyakit gula darah

SH :
 Pasien menggosok gigi 2x sehari saat mandi dan sore
 Pasien mengaku sering mengkonsumsi teh 2x sehari
 Pasien tinggal dilingkungan bersih dan sehat

B. Pemeriksaan Objektif
Pemeriksaan Ekstraoral
 Kesan Umum Kesehatan Penderita
Jasmani: Sehat.
Mental : Sehat (komunikatif dan kooperatif)
 Vital Sign
Tekanan darah : 100/80 mmHg
Nadi : 80 X/ menit
Pernafapasan : 20 X/ menit
Suhu : Afebris
Berat badan : 67 Kg
Tinggi badan : 157 Cm
 Kesehatan Umum Berdasarkan Sistem Tubuh
o Sistem Endokrin : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Gastrointestinal : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Hepatopoetik : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Kardiovaskuler :
o Sistem Muskuloskeletal : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Neurologik : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Respirasi : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Urogenital : Tidak Ada Kelainan

 Pemeriksaan Ekstra Oral

Fasial Neuromuskular Kelenjar Kelenjar Tulang TMJ


Ludah Limfe Rahang
Deformitas TAK TAK TAK TAK TAK TAK
Nyeri TAK TAK TAK TAK TAK TAK
Tumor TAK TAK TAK TAK TAK TAK
Gangguan
TAK TAK TAK TAK TAK TAK
Fungsi
Bentuk muka : Lonjong, simetris
Profil : Cembung
Bibir : Sedang
Deskripsi lesi / kelainan yang ditemukan : -

 Pemeriksaan Intraoral
- Mukosa bibir : Normal, TAK
- Mukosa Pipi : Normal, TAK
- Dasar Mulut : Normal, TAK
- Gingiva : Terdapat warna kehitaman pada regio gigi
11,21,,31,32,33,41,42,43,44.
- Orofaring : Normal, TAK
- Oklusi : Normal bite
- Torus Palatinus : Tidak Ada
- Torus mandibula : Tidah ada
- Bentuk palatum : U, normal
- Frenulum
Frenulum Labialis RA : Sedang
Frenuum Labialis RB : Sedang
Frenulum Lingualis RA : Sedang
Frenulum Lingualis RB : Sedang
Frenulum Bukalis RA : Sedang
Frenulum Bukalis RB : Sedang
- Lidah : Normal
- Alveolus
Rahang Atas : Tinggi
Rahang Bawah : Tinggi
- Supernumerary teeth : Tidak Ada
- Diastema : 31/32/33/41/42/43
- Gigi Anomali : Tidak Ada
- Gigi Tiruan : Tidak Ada
- Oral Hygiene : 6,9 (Buruk)
 Pemeriksaan Jaringan Lunak

- 16, 17: Terdapat perubahan warna kehitaman regio gigi


11,21,,31,32,33,41,42,43,44.
D/ Rasial pigmentasi
 Pemeriksaan OHI

OHI : 6,9 ( kategori buruk )

 Pemeriksaan Gigi Geligi


Elemen Ringkasan Hasil D atau DD ICD-10 Rencana Perawatan
pemeriksaan

17 Terdapat kavitas pada D/ Karies K02.0 Tp/ Restorasi klas I


bagian oklusal kedalaman email GV Black dengan
email Resin Komposit

16 Terdapat kavitas pada D/ Karies K02.0 Tp/ Restorasi klas I


bagian oklusal kedalaman email GV Black dengan
email Resin Komposit

15 Terdapat kavitas pada D/Karies K02.0 Tp/ Restorasi klas I


bagian oklusal kedalaman email GV Black dengan
email Resin Komposit

14 Terdapat kavitas pada D/ karies K.02.0 Tp/ Restorasi klas I


bagian oklusal kedalaman email GV Black dengan
email Resin Komposit

13 Terdapat sisa akar D/ Radices K08.3 Tp/ Ekstraksi

11 Terdapat patahan pada D/ Fraktur S03.0 Tp/ Restorasi klas


bagian mesial mencapai elis kelas 1 IV GV Black
email dengan Resin
Komposit

24 Terdapat kavitas pada D/ Karies K02.0 Tp/ Restorasi klas I


oklusal kedalaman email email GV Black dengan
Resin Komposit
25 Terdapat kavitas pada D/ Karies K02.0 Tp/ Restorasi klas I
bagian oklusal kedalaman email GV Black dengan
email Resin Komposit

26 Terdapat kavitas pada D/ Karies K02.0 Tp/ Restorasi klas I


bagian oklusal kedalaman email GV Black dengan
email Resin Komposit

37 Terdapat kavitas pada D/ Karies K02.1 Tp/ Restorasi klas I


bagian oklusal kedalaman dentin GV Black dengan
dentin Resin Komposit

35 Terdapat garis kehitaman D/ Karies K02.0 Tp/ Restorasi klas I


pada oklusal kedalaman email GV Black dengan
email Resin Komposit

34 Terdapat garis kehitaman D/ Karies K02.0 Tp/ Restorasi klas I


pada oklusal kedalaman email GV Black dengan
email Resin Komposit

31 Terdapat pengikisan pada D/ Atrisi K03.0 Tp/ Observasi


bagian insisial mencapai
email

41 Terdapat pengikisan pada D/ Atrisi K03.0 Tp/ Observasi


bagian insisial mencapai
email

45 Terdapat kavitas D/Pulpitis K04.0 Tp/PSA vital


kedalaman pulpa peda ireversibel
bagian mesial
Sondasi (-) palpasi (-)
Perkusi (+) vitalitas (+)
46 Terdapat kavitas pada D/Nekrosis K04.1 Tp/ Ekstraksi
bagian oklusal
kedalaman pulpa
Sondasi (-) palpasi (-)
Perkusi (+) vitalitas (-)

47 Terdapat kavitas pada D/ Karies K02.1 Tp/ Restorasi


bagian oklusal kedalaman dentin kavitas kelas 1 GV
dentin black dengan resin
Sondasi (-) palpasi (-) komposit
Perkusi (-) vitalitas (+)

C. Diagnosis
d/ nekrosis pulpa

D. Rencana Perawatan
TP/ -KIE
-Ekstraksi
-Medikasi
-kontrol
E. Tahapan Perawatan (Penjelasan secara detail)
 ALAT
a. Diagnostic set (sonde, kacamulut, pinset, ekscavator) : untuk
membantu pemeriksaan objektif.
b. Bengkok : sebagai wadah diagnostic set
c. Tang cabut mahkota RB : untuk mencabut mahkota gigi pada rahang
bawah
d. Bein : untuk memisahkan perlekatan epitel
e. Ekskavator : digunakan sebagai alat untuk separasi gingiva
f. Bone file : untuk menghaluskan tulang yang tajam
 BAHAN
a. Masker dan handscoon : sebagai alat pelindung diri
b. Cotton pellet, dan Tampon ; untuk membersihakn atau menahan
darah
c. Cotton roll : untuk isolasi mukosa
d. Pehacain : bahan anastesi lokal
e. Benzokain : anastesi topikal
f. Povidoniodin : sebagai cairan antiseptik untuk mensterilisasi area
yang akan di anastesi
g. Spuit injeksi : sebagai alat untuk melakukan anastesi

 TAHAPAN PERAWATAN
a. Pasien dipersilahkan duduk di dental unit
b. Asisten operator menyiapkan alat dan bahan
c. Pemeriksaan subjektif
d. Pemeriksaan Objektif
e. Penentuan diagnosis
D/ nekrosis pulpa
f. Menentukan rencana perawatan
1. KIE
2. Rontgen
3. Ekstraksi gigi 46
4. Kontrol
g. Prosedur ekstraksi gigi 46:
1. Persiapan alat dan bahan yang di butuhkan
2. Pemberian topikal anastesi pada area yang akan dilakukan
anastesi dengan benzokain
3. Asepsis dengan povidoniodin pada area yang akan di lakukan
anastesi
4. Anastesi blok dengan spuit injeksi dan pehacain untuk nervus
alveolaris inferio, nervus lingualis
5. Anastesi infiltrasi pada area bucalis untuk nervus bucalis
6. Separasi dengan ekskavator untuk memisahkan perlekatan
gingiva dengan apeks gigi.
7. Elevasi dengan bein
8. Setelah gigi benar-benar sudah goyah lakukan pencabutan dengan
tang cabut mahkota rahang bawah.
9. Irigasi soket
10. Instruksikan untuk menggigit tampon
11. Edukasi pasca pencabutan.

F. Dokumentasi
Alat dan Bahan Kondisi gigi sebelum dilakukan pencabutan

Anastesi blok dan infiltrasi


Separasi dan elevasi

Gigi 46
Pencabutan dengan tang

Soket setelah pencabutan Kontrol dengan evaluasi


G. Pembahasan

Berdasarkan pemeriksaan subjektif, pemeriksaan objektif dan EPT


terdapat nekrosis pulpa pada gigi 46. Gambaran klinis pada gigi 46 terdapat
kavitas pada bagian oklusal yang sangat luas dengan kedalaman pulpa. Treatmen
planing yang akan dilakukan yaitu ekstraksi gigi 46 dengan anestesi blok dan
infiltrasi yang sebelumnya pasien diberikan edukasi. KIE yang diberikan pada
pasien memiliki tujuan untuk menginformasikan tentang keluhan yang dirasakan
oleh pasien dan informasi tentang pengobatan yang akan dijalani oleh pasien.
Perawatan terhadap pasien dikatakan berhasil karena setelah di ekstraksi dan
diberi medikasi, ketika kontrol kondisi luka setelah pencabutan mengami proses
penyembuhan dan terdapat jaringan granulasi. Pasien sudah membaik dan pasien
tidak memiliki keluhan saat kontrol.
Medikasi pada pasien dilakukan dengan pemberian resep Amoxcicilin tab
dan Asam mefenamat tab yang di minum secara teratur sesuai petunjuk.
Pemberian antibiotik Amoxcicilin tab ini bertujuan untuk mencegah terjadinya
infeksi bakteri. Sedangkan pemberian Asam mefenamat yang memiliki efek
analgesik.

H. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan pemeriksaan didapatkan pasien mengalami nekrosis pulpa


yang diakibatkan karena karies yang dibiarkan lama hingga kondisi mahkota
hampir habis. Rencana perawatan yang dilakukan KIE, ekstraksi dan medikasi
berupa pemberian Amoxcicilin dan Asam mefenamat yang bertujuan untuk
mencegah terjadinya infeksi bakteri, penghilang nyeri dan mencegah terjadinya
peradangan
Saran

Jika dalam 1-2 minggu,belum terjadi penutupan pada soket atau pasien
mengalami nyeri hebat atau perdarahan di sarankan untuk segera kembali
kedokter untuk memeriksakan kondisi soket. Pasien diharapkan tetap menjaga
kesehatan gigi dan mulutnya dan anjuran untuk pemeriksaan rutin ke dokter gigi
secara berkala.

I. DAFTAR PUSTAKA

Lande, Randy., Billy J.Kepel., Krista V. Siagian. 2015. Gambaran Faktor Risiko
Dan Komplikasi Pencabutan Gigi Di Rsgm Pspdg-Fk Unsrat. Jurnal e-
GiGi (eG). 3(2). pp:476-481
Langlais, Robert P., Craigs S. Miller., Jill S. Nield-Gehrig. 2015. Atlas Berwarna
Lesi Mulut Yang Sering Ditemukan Edisi 4. Jakarta : EGC.
Laskaris, G. 2014. Atlas Saku Penyakit Mulut. Jakarta : EGC.
Lewis, Michael A., Richard C.K. Jordan.2015. Penyakit Mulut : Diagnosis dan
Terapi. Jakarta : EGC.
Yuwono, Budi. 2010. Penatalaksanaan Pencabutan Gigi Dengan Kondisi Sisa
Akar (Gangren Radik). J.K.G Unej. 7(2). pp : 89-95.