Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN KEPANITERAAN UMUM

KASUS GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN KLASIFIKASI

KENNEDY KLAS 1 MODIFIKASI 2

Disusun oleh:

Shafira Kurnia Rani Prabowo

J520140050

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2018

1
I. PENDAHULUAN

A. DEFINISI

Gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) adalah gigi tiruan yang menggantikan
satu atau lebih gigi asli yang hilang pada rahang atas atau rahang bawah dapat
dipasang atau dilepas oleh pasien. Perawatan dengan gigi tiruan sebagian
lepasan adalah perawatan yang dapat dipilih untuk merestorasi kehilangan gigi
oleh sebagian besar pasien yang kehilangan gigi sebagian karena biayanya yang
lebih terjangkau (Gunadi et al., 1991).
Menurut Applegate (1959), gigi tiruan sebagian lepasan adalah salah satu
alat yang berfungsi untuk mengembalikan beberapa gigi asli yang hilang dengan
dukungan utama jaringan lunak di bawah plat dasar dan dukungan tambahan
yaitu gigi asli yang masih tertinggal dan digunakan sebagai pegangan.

B. INDIKASI GTSL
Indikasi perawatan GTSL, antara lain:
a. Kehilangan gigi satu atau lebih
b. Gigi yang tertinggal dalam keadaan baik, dan memenuhi syarat di
gunakan sebagai pegangan
c. Keadaan processus alveolaris baik
d. Kesehatan umum dan kebersihan mulut pasien baik
e. Pasien mau dibuatkan gigi tiruan sebagian lepasan

C. KLASIFIKASI GTSL
Metode klasifikasi yang secara universal digunakan adalah klasifikasi
Kennedy yang diperkenalkan pada tahun 1923 oleh Dr. Edward Kennedy.
Applegate (1959) menyatakan bahwa klasifikasi menurut Kennedy adalah
klasifikasi yang dapat diterima secara universal dan memiliki tujuan yang jelas,
2
ringkas logis dalam pembuatan desain serta memungkinkan dengan cepat
melihat bagian rahang yang tidak bergigi sehingga dengan mudah diaplikasikan
pada berbagai keadaan tidak bergigi. Klasifikasi dibuat dengan tujuan untuk
memudahkan pengelompokkan daerah tidak bergigi sehingga memungkinkan
dokter gigi dapat berkomunikasi sejelas mungkin mengenai keadaan tersebut.
Kegunaan lain dari klasifikasi ini dapat memudahkan dalam memahami prinsip-
prinsip dasar pembuatan GTS.
Klasifikasi Kennedy terbagi menjadi 4 kelas:
1. Kelas 1 : Daerah tidak bergigi terletak di posterior dari gigi yang masih ada
pada kedua sisi rahang/ bilateral free end.
2. Kelas II : daerah tidak bergigi terletak di bagian posterior dari gigi yang
masih ada dan hanya pada satu sisi rahang/ unilateral free end.
3. Kelas III : daerah tidak bergigi terletak pada satu sisi di antara gigi-gigi yang
masih ada di bagian posterior dan anterior , atau unilateral bounded saddle.
4. Kelas IV: Daerah tak bergigi terletak pada bagian anterior dari gigi-gigi yang
masih ada dan melewati garis tengah rahang/ median line. Untuk kelas ini
tidak ada modifikasi.

D. BAGIAN-BAGIAN GTSL RESIN AKRILIK


Bagian-bagian dari GTSL resin akrilik, antara lain:
a. Basis gigi tiruan
Basis gigi tiruan disebut juga dasar atau sadel, merupakan bagian
yang menggantikan tulang alveolar yang sudah hilang dan berfungsi
mendukung gigi tiruan, melanjutkan tekanan oklusal ke jaringan
pendukung, menunjang kebersihan dan perbaikan estetis, menstimulasi
jaringan dibawahnya terutama pada kasus tooth borne dan memberikan
retensi dan stabilisasi.

3
Basis gigi tiruan mendukung gigi pengganti dan efek perpindahan
tekanan oklusal pada jaringan pendukung dalam mulut. Meskipun fungsi
utama berhubungan dengan fungsi mastikasi basis gigi tiruan juga
memberikan efek estetik dengan memberikan kontur yang natural,
(Henderson dan Steffel, 1981).
b. Penahan
Penahan (retainer) merupakan bagian GTS yang berfungsi memberi retensi
dan mampu menahan protesa tetap pada tempatnya. Bagian ini pada GTS
resin akrilik disebut klammer.
c. Elemen gigi tiruan
Elemen atau gigi tiruan merupakan bagian GTS yang berfungsi
menggantikan gigi asli yang hilang. Seleksi gigi tiruan kadang-kadang
merupakan tahap yang cukup sulit dalam proses pembuatan protesa baik
mengenai ukuran, bentuk maupun warna. Seleksi ukuran dan bentuk sering
pula menjadi sulit karena ruangan yang tersedia sudah tak sesuai lagi, karena
migrasi atau rotasi gigi tetangganya. Elemen gigi tiruan juga harus
memulihkan fungsi menggigit dan mengunyah dan tidak boleh mengganggu
bicara serta baik secara estetis.

E. FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MEMBUAT DESAIN


GTSL
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan menentukan desain GTSL adalah sebagai
berikut:
a. Faktor Retensi
Retensi merupakan kemampuan gigi tiruan melawan gaya-gaya pemindahan
yang cenderung memindahkan protesa kearah oklusal. Contoh gaya
pemindah adalah aktivitas otot-otot pada saat bicara, mastikasi, tertawa,

4
menelan, batuk, bersin, makanan lengket atau gravitasi untuk geligi tiruan
atas. Retensi ini biasanya diberikan lewat lengan retentif, karena ujung
lengan ini ditempatkan pada daerah gerong gigi pegangan.Faktor-faktor
yang mempengaruhi retensi adalah panjang lengan, diameter, daerah
penampang melintang, bentuk dan sifat bahan terutama modulus
elastisitasnya.
b. Faktor Stabilisasi
Stabilisasi merupakan gaya untuk melawan pergerakan geligi tiruan dalam
arah horizontal. Dalam hal ini semua bagian cengkeram berperan kecuali
bagian terminal (ujung) lengan retentif.
c. Faktor Estetika
Dalam merestorasi penampilan pasien dengan geligi tiruan sebagian lepasan,
tujuan restorasi adalah untuk menggantikan semua jaringan yang sudah
rusak dengan protesa yang sangat mirip baik bentuk, warna dan teksturnya
dengan jaringan rongga mulut sehingga tidak mudah terdeteksi. Gigi-gigi
anterior pada geligi tiruan sebagian lepasan harus selalu mempunyai ukuran
yang sama dengan gigi-gigi asli tetangganya. Bentuk dan tekstur gigi-gigi
tiruan harus mirip dengan gigi-gigi asli yang tinggal, demikian juga warna
gigi tiruan harus mirip dengan gigi asli tetangganya. Sehingga gigi tiruan
yang dibuat memberikan estetis yang baik.

F. DUKUNGAN GTSL
Pada saat membuat desain gigi tiruan dapat pula ditentukan macam-macam
dukungan yang digunakan oleh gigi tiruan. Ada 3 macam dukungan gigi tiruan :
a. GTSL dukungan gigi
Yaitu dukungan yang diperoleh dari gigi dengan pertimbangan gigi
pendukungnya masih kuat, sehat dan baik, sadel tidak panjang dan jumlah

5
sadel tidak banyak. Sampai saat ini gigi tiruan sebagian lepasan dukungan
gigi asli masih dianggap terbaik dengan alasan gaya perpindahan kurang
bekerja pada dukungan gigi karena terdapat penahan langsung pada kedua
ujung daerah tidak bergigi, tidak terjadi pergerakan protesa ke arah jaringan
lunak sehingga tidak menimbulkan trauma pada jaringan dibawah basis,
fungsi utama gigi asli memang untuk menahan beban pengunyahan dan gaya
oklusal akan disalurkan ke tulang alveolar melalui akar gigi, ligamentum
periodontal berfungsi sebagai peredam kejut serta reseptor refleks yang
terdapat pada membran periodontal, otot dan sendi rahang berfungsi mengatur
pergerakan mandibula sehingga bila ada gaya oklusal yang melebihi gaya
fisiologik maka gigitan akan berhenti secara refleks.
b. GTSL dukungan jaringan
Yaitu gigi tiruan yang hanya mendapat dukungan jaringan mukosa.
Dukungan dari mukosa dipilih dengan pertimbangan penyaluran gaya oklusal
ke mukosa atau jaringan pendukung, jaringan mukosa dibawah sadel sehat
dan cukup tebal, tulang alveolar dibawah sadel padat dan sehat, tidak ada
penyakit sistemik pasien yang berkaitan dengan resorpsi tulang yang
progresif, serta untuk sadel yang berujung bebas sebanyak mungkin daerah
sadel tertutup untuk mengurangi beban
c. GTSL dukungan kombinasi
Yaitu gigi tiruan yang mendapat dukungan dari gigi asli dan jaringan
mukosa. Cara-cara yang dapat ditempuh untuk maksud tersebut antara lain
pengurangan gaya oklusal, penyaluran gaya oklusal pada gigi penyangga dan
mukosa melalui cetakan fungsional, penempatan sandaran menjauhi basis dan
perluasan basis distal

6
BAB II
REKAM MEDIS
A. DATA PASIEN
NO. RM : J26714
Nama Lengkap : Laila Wati
Alamat : Ngasem,colomadu
Telepon/HP : 082329516422

Tempat/Tanggallahir : Jakarta, 23 Desember 1969


Jenis Kelamin : Perempuan

Pekerjaan : ibu rumah tangga

Agama : Islam

DATA MEDIK UMUM


1. GolonganDarah :O
2. Alergi : cuaca dingin,panas
Makanan : udang
Obat : asam mefenamat
3. Penyakit sistemik : Tidak ada

B. Pemeriksaan Subjektif
- CC (Chief Complaint) :
Pasien datang ingin dibuatkan gigi tiruan karena beberapa gigi bawahnya
telah dicabut sehingga merasa susah untuk mengunyah makanan.

7
- PI (Present Illnes) :
Menurut keterangan pasien, beberapa gigi rahang bawahnya dicabut karena
berlubang besar, dan lama kelamaan hanya tinggal akar, saat ini pasien
merasa susah untuk mengunyah makanan.
- PMH (Past Medical History) :
Pasien memiliki alergi cuaca panas ,dingin,alergi makanan udang dan alergi
obat asammefenamat.
Pasien pernah dirawat di rumah sakit karena melahirkan
Pasien tidak sedang mengkonsumsi obat dan tidak dalam perawatan dokter.
- PDH (Past Dental History) :
- Pasien pernah ke dokter gigi untuk menambalkan giginya sekitar 1 tahun
yang lalu
- FMH (Family Medical History)
Ayah : tidak memmiliki riwayat penyakit sistemik
Ibu : tidak memiliki riwayat penyakit sistemik
- FDH (Family Medical History) :
Ayah : tidak memiliki riwayat keluhan gigi
Ibu : tidak memiliki riwayat keluhan gigi
SH (Social History):
Pasien menyikat gigi 2-3 x sehari saat pagi dan malam
Pasien sering mengkonsumsi makanan manis seperti permen dan coklat
Pasien tinggal di rumah dengan lingkungan bersih

C. Pemeriksaan Objektif
Kesan Umum Kesehatan Penderita:
- Jasmani: Sehat, kooperatif

8
- Mental: Sehat, kooperatif dan komunikatif
Vital Sign :
- Tekanan Darah : 118/80 mmHg (Normal)
- Nadi : 78 x/menit
- Pernafasan : 18 x/menit
- Suhu : 36,2 C
- Berat Badan : 42 Kg
- Tinggi Badan : 155 Cm

Pemeriksaan Ekstra Oral :


Fasial Neuromuskular Kelenjar Kelenjar Tulang TMJ
Ludah Limfe Rahang
Deformitas TAK TAK TAK TAK TAK TAK
Nyeri TAK TAK TAK TAK TAK TAK
Tumor TAK TAK TAK TAK TAK TAK
Gangguan TAK TAK TAK TAK TAK TAK
Fungsi
Deskripsi lesi/ kelainan yang ditemukan : -
Pemeriksaan Intra Oral :
Mukosa Bibir : TAK
Mukosa Pipi : TAK
Dasar Mulut : TAK
Lidah : TAK
Gingiva : Terdapat pembesaran ginggiva ,ginggiva sewarna mukosa,
terdapat titik putih k ekuningan,diameter ±0,5 mm pada
gigi 14

9
Orofaring : TAK
Oklusi : Normal bite
Torus Palatinus : Sedang , noduler.
Torus Mandibula : Tidak ada
Palatum : Sedang
Supernumerary Teeth : Tidak ada
Diastema : Tidak ada
Gigi Anomali : Tidak ada
Gigi Tiruan : Tidak ada
Oral Hygiene : 4,3 (SEDANG)
Lain-lain :-

A. HASIL PEMERIKSAAN JARINGAN LUNAK

13: Terdapat pembesaran ginggiva ,ginggiva sewarna mukosa ,terdapat titik


kekuningan diameter ±0,5 mm
DD/abses periapikal

10
A. PEMERIKSAAN ODONTOGRAM

B. DIAGNOSIS DAN RENCANA PERAWATAN ODONTOGRAM

Elemen Ringkasan Hasil Diagnosis / Rencana


Pemeriksaan Differential Perawatan
Diagnosis
17 Terdapat kavitas pada D/ karies dentin Restorasi kavitas
bagian oklusal dan mesial klas II GV Black
kedalaman dentin dengan resin
Sondasi : - komposit
Perkusi : -
Palpasi : -
CE :+
16 Terdapat kavitas pada D/ Karies dentin Restorasi Klas I GV
bagian mesial dengan black dengan resin
kedalamn dentin komposit
Sondasi –
Perkusi-
Palpasi –
Tes vitalitas +
15 Terdapat garis kehitaman D/ karies email Restorasi Klas I GV
pada bagian palatal dengan black dengan resin
kedalaman email komposit

11
13 Terdapat kavitas pada D/ Karies email Restorasi Klas I
permukaan oklusal dengan Resin Komposit
kedalaman email.

12 Terdapat garis kehitaman D/ Karies Email Restorasi Klas I


pit fissure permukaan resin komposit
oklusal dengan kedalaman
email.
11 Terdapat kavitas pada D/ Karies Email Restorasi Klas I
bagian oklusal dengan resin komposit
kedalaman email.
21 Terdapat pengikisan email D/ atrisi Observasi
pada bagian incisal
22 Terdapat pengikisan email D/ atrisi Observasi
pada bagian incisal
23 Terdapat pengikisan email D/ atrisi Observasi
pada bagian incisal
24 Terdapat kavitas pada D/karies email Restorasi kavitas
bagian oklusal dengan klas 1 GV black
kedalaman email dengan resin
komposit
25 Terdapat kavitas pada D/karies email Restorasi kavitas
bagian mesial dan distal klas 1 GV black
dengan resin
komposit
26 Terdapat kavitas pada D/karies email Restorasi kavitas
bagian oklusal dengan klas 1 GV black
kedalaman email dengan resin
komposit
27 Terdapat kavitas pada D/karies dentin Restorasi kavitas
bagian oklusal dan mesial klas II GV Black
kedalaman dentin dengan resin
Sondasi : - komposit
Perkusi : -
Palpasi : -
CE :+
28 Terdapat kavitas pada D/karies dentin Restorasi kavitas
bagian oklusal dan bukal klas 1 GV black
kedalaman dentin dengan resin

12
Sondasi : - komposit
Perkusi : -
Palpasi : -
CE :+
34 Terdapat garis kehitaman D/karies email Restorasi kavitas
pada bagian oklusal klas 1 GV black
kedalaman email dengan resin
komposit
32 Terdapat pengikisan pada D/atrisi Observasi
bagian incisal
31 Terdapat pengikisan pada D/atrisi Observasi
bagian incisal
41 Terdapat pengikisan pada D/atrisi Observasi
bagian incisal
42 Terdapat pengikisan pada D/atrisi Observasi
bagian incisal
43 Terdapat sisa akar D/radices Ekstraksi
44 Terdapat sisa akar D/radices Ekstraksi
45 Terdapat pengikisan pada D/abrasi Restorasi klas V GV
bagian bukal Black dengan RK

A. Pemeriksaan Penunjang
Foto Rontgen

13
Foto Klinis

B. Diagnosis
Klasifikasi klas 1 modifikasi 2

C. RENCANA PERAWATAN
TP/ Gigi tiruan sebagian lepasan akrilik
Desain:
Klasifikasi Daerah Tak Bergigi: Klasifikasi Kennedy Klas I
1) Gigi penyangga: gigi 34, 42 dan 45
2) Retainer
a. Direk: Klamer C pada gigi 34, 42 dan 45
b. Indirek: Plat akrilik setinggi cingulum dan buccal flange
3) Plat dasar: Plat berbahan akrilik dengan perluasan ke distal
4) Gigi artifisial: Gigi 36, 37, 33, 43, 44, 46, 47
5)

14
A. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
a. Diagnostic set
b. Crown mess
c. Bowl
d. Spatula
e. Sendok cetak
f. Penggaris
g. Lampu spiritus
h. Tang potong
i. Bur finishing
j. Bur polishing
k. Amplas
l. Mesin trimer
m. articulator
2. Bahan
a. Bahan cetak alginat
b. Gips stone
c. Gips plaster
d. Malam merah
e. Spiritus
f. CMS
g. Acrylic Resin (Powder dan Liquid)
h. Anasir gigi
i. Shade guide VITA

15
II. RENCANA PERAWATAN

A. Kunjungan I.

1) Anamnesa dan pemeriksaan obyektif


2) Membuat studi model
3) Membuat desain gigi tiruan
B. Kunjungan II

1. Membuat model kerja


2. Membuat catatan gigitan
3. Mencocokkan warna gigi dengan shade guide
4. Pembuatan base plate & klamer
C. Kunjungan III

1. Try in base plate


2. Penyusunan gigi
D. Kunjungan IV
1. Tryin penyusunan gigi
2. Pengecekan terhadap retensi, stabilisasi, oklusi, warna gigi serta penyusunan
gigi
E. KunjunganV
1. Insersi GTSL resin akrilik
2. Pemeriksaan retensi, yang perlu diperhatikan adalah :
a. Gigi tiruan tidak terlepas pada waktu dipasang.
b. Tepi plat protesa harus menempel pada cingulum gigi asli.
3.Stabilisasi, yang perlu diperhatikan adalah: Protesa tidak terlepas pada saat
dilakukan gerakan fungsi rahang.
4. Koreksi Oklusi
16
5. Instruksi pada pasien
a. Mengenai cara memasang dan melepas protesa.
b. Pasien harus beradaptasi dengan gigi tiruannya selama 2x24 jam tidak
dilepas, hanya dilepas pada waktu membersihkan dan menggosok gigi.
c. Kebersihan protesa dan rongga mulut selalu dijaga.
d. Bila timbul rasa sakit setelah pemasangan, harap segera kontrol.
e. Kontrol setelah satu minggu pemakaian protesa.

F. KunjunganVI
Kontrol :
1. Pemeriksaan subyektif: Ditanyakan kepada pasien apakah ada keluhan,
seperti rasa sakit selama pemakaian, dipakai untuk makan,berbicara
mengganggu atau tidak.
2. Pemeriksaan obyektif :
a. Koreksi gangguan oklusi.
b. Koreksi bagian protesa yang menyebabkan trauma atau menekan
jaringan.

DESAIN ALAT

17
Keterangan
a. Plat akrilik setinggi cingulum dan bukalflange
b. Gigi artificial (gigi 37,36, 33, 43, 44, 46, 47)
c. Sandaran oklusal atau oklusal rest (pada gigi 35 dan 45
d. Klamer c (gigi 35, 42 dan 45)

18
III. DAFTAR PUSTAKA

Applegate, C.O., 1959. Essentials of Removable Partial Denture Prosthesis, 2nd


Ed. W.B. Saunders Co. Philadelphia. P:9-28.
Bakar, Abu, 2013, Kedokteran Gigi Klinis Edis 2, Yogyakarta : CV. Quantum
Sinergis Media.
Bates, F.J., 1970.Partial Denture Construction.John and Sons L.T.D. Bristol. P:1-
4.

Baum, Philip, Lund, 2012, BukuAjarIlmuKonservasi Gigi, Jakarta, EGC.


Gunadi, H., Margo., dkk. 2012, Buku Ajar Ilmu Gigi Tiruan Sebagian Lepasan
Jilid 1, Hipokrates.
Gunadi, A.H., Margo, A., Burhan, K.L., Suryatenggara,F., dan Setiabudi, I.,
1991.Ilmu Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Jilid 1. Hipokrates. Jakarta.P:143-
239.

19