Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Bahaya Kehamilan Risiko Tinggi


Sub Pokok Bahasan : Pengetahuan Mengenai Risiko Tinggi
Sasaran : Pasien Poliklinik Kandungan
Waktu : 30 menit
Hari/ Tanggal : Senin, 21 Oktober 2019
Tempat : Poli Kebidanan, RSUD Kab. Klungkung
Waktu : 09.00 Wita-09.30Wita

A. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit diharapkan peserta dapat mengetahui
bahaya kesehatan pada ibu yang mengalami kehamilan risiko tinggi.

B. Tujuan Khusus
1. Untuk Mengetahui Pengertian Kehamilan Risiko Tinggi.
2. Untuk Pengelompokan Faktor Kehamilan Risiko Tinggi.
3. Untuk Mengetahui Macam-macam Kehamilan Risiko Tinggi.
4. Untuk Mengetahui Keluhan Umum Yang Dirasakan Oleh Ibu Dengan Risiko Tinggi.

C. Materi
1. Pengertian Kehamilan Risiko Tinggi.
2. Pengelompokan Faktor Kehamilan Risiko Tinggi .
3. Macam-macam Kehamilan Risiko Tinggi
4. Keluhan Umum Yang Dirasakan Oleh Ibu Dengan Risiko Tinggi

D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi

E. Media/Alat
1. Power Point
2. Leaflet

1
F. Sumber Bacaan
1. Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonatal. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
2. Departemen Kesehatan RI. 2009. Pedoman Pelayanan Antenatal di Tingkat
Pelayanan Dasar. Jakarta: Depkes RI

G. Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan

1. Pembukaan 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam


(2 menit) 2. Menyampaikan tujuan 2. Mendengarkan

2. Inti Isi materi penyuluhan : 1. Mendengarkan


(30 menit) 1. Menjelaskan tentang Pengertian 2. Mendengarkan
Kehamilan Risiko Tinggi. 3. Mendengarkan
2. Pengelompokan Faktor 4. Mendengarkan
Kehamilan Risiko Tinggi .
3. Macam-macam Kehamilan
Risiko Tinggi
4. Keluhan Umum Yang
Dirasakan Oleh Ibu Dengan
Risiko Tinggi
3. Penutup 1. Tanya jawab 1. Mengajukan
(3 menit) 2. Mengakhiri penyuluhan pertanyaan
3. Salam 2. Menjawab
3. Mejawab salam

H. Evaluasi
Prosedur : Pre test
Post test

2
Bentuk : Lisan
Jenis : Tanya jawab

I. Pengorganisasian
1. Susunan Panitia
a. Moderator : Yuni Indriani
b. Penyaji : 1) Mara Kharisma
2) Lalu Fatria Zulhadi
3) Yuni Indriani
c. Notulen : Lalu Fatria Zulhadi
d. Dokumentasi : Mara Kharisma

2. Pengaturan Tempat Penyuluhan


Keterangan :
2 2 2 1. Moderator
2. Penyaji
2 3. Notulen
1
4. Dokumentasi
4
3

Materi Penyuluhan
Bahaya Kehamilan Risiko Tinggi
A. Pengertian
Kehamilan Risiko Tinggi adalah salah satu kehamilan yang di dalamnya kehidupan
atau kesehatan ibu atau janin dalam bahaya akibat gangguan kehamilan yang kebetulan
atau unik.

B. Pengelompokan Faktor Kehamilan Risiko Tinggi


a. Faktor risiko tinggi menjelang kehamilan. Faktor genetika yaitu faktor keturunan
dan faktor lingkungan yang dipengaruhi oleh pendidikan dan sosial.
b. Faktor risiko tinggi yang bekerja selama hamil atau keadaan yang dapat
merangsang kehamilan.

3
c. Kebiasaan ibu seperti merokok, minum minuman alkohol, kecanduan obat dll.
Penyakit yang mempengaruhi kehamilan misalnya hipertensi gestasional, toksemia
gravidarum.
d. Faktor risiko saat persalinan.
e. Faktor risiko pada neonatus.

C. Macam-macam Kehamilan Risiko Tinggi


Perdarahan sebelum bayi lahir, memberi dampak gawat dan darurat bagi jiwa ibu dan
atau banyinya, membutuhkan di rujuk tepat waktu dan tindakan segera untuk
penanganan adekuat dalam upaya menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya.
Ibu dengan faktor risiko dua atau lebih, tingkat risiko kegawatannya meningkat, yang
membutuhkan pertolongan persalinan di rumah sakit oleh dokter Spesialis.

Kehamilan Yang Perlu Diwaspadai:

1. Primi Muda
Ibu hamil pertama pada umur ≤ 16 tahun, rahim dan panggul belum tumbuh
mencapai ukuran dewasa. Akibatnya diragukan keselamatan dan kesehatan janin
dalam kandungan. Selain itu mental ibu belum cukup dewasa.
a. Bahaya yang mungkin terjadi antara lain:
b. Bayi lahir belum cukup umur
c. Perdarahan bisa terjadi sebelum bayi lahir
d. Perdarahan dapat terjadi sesudah bayi lahir.

2. Primi Tua
a. Lama perkawinan ≥ 4 tahun
b. Ibu hamil pertama setelah kawin 4 tahun atau lebih dengan kehidupan
perkawinan biasa.
c. Suami atau istri tidak sering keluar kota.
d. Tidak memakai alat kontrasepsi (KB)

Bahaya yang terjadi pada primi tua:

a. Selama hamil dapat timbul masalah, faktor risiko lain oleh karena
kehamilannya, misalnya pre-eklamsia.

4
b. Persalinan tidak lancar.

Pada umur ibu ≥ 35 tahun

Ibu yang hamil pertama pada umur ≥ 35 tahun. Pada usia tersebut mudah terjadi
penyakit pada ibu dan organ kandungan yang menua. Jalan lahir juga tambah kaku.
Ada kemungkinan lebih besar ibu hamil mendapatkan anak cacat, terjadi persalinan
macet dan perdarahan. Bahaya yang terjadi antara lain.

a. Hipertensi/ tekanan darah tinggi.


b. Pre-eklamsia
c. Ketuban pecah dini: yaitu ketuban pecah sebelum persalinan.
d. Persalinan tidak lancar atau macet: ibu mengejan lebih dari satu jam, bayi
tidak dapat lahir dengan tenaga ibu sendiri melalui jalan lahir biasa.
e. Perdarahan setelah bayi lahir.
f. Bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) < 2500 gr.

Usia ibu hamil 35 tahun ke atas dapat berisiko mengalami kelainan-kelainan antara
lain:

a. Frekuensi mola hidantidosa pada kehamilan yang terjadi pada awal atau akhir
usia subur relatif lebih tinggi. Efek paling berat dijumpai pada wanita berusia
lebih dari 45 tahun.
b. Frekuensi abortus yang secara klinis terdeteksi meningkat 26% pada mereka
yang usianya lebih dari 45 tahun.
c. Wanita bukan kulit putih berusia 35 sampai 44 tahun lima kali lebih mungkin
mengalami kehamilan ektopik daripada wanita kulit putih berusia 15 sampai
24 tahun.
d. Anak terkecil < 2 tahun
Ibu hamil yang jarak kelahiran dengan anak terkecil kurang dari 2 tahun.
Kesehatan fisik dan rahim ibu masih butuh cukup istirahat. Ada kemungkinan
ibu masih menyusui. Selain itu anak masih butuh asuhan dan perhatian orang
tuanya. Bahaya yang dapat terjadi:
 Perdarahan setelah bayi lahir karena kondisi ibu lemah.

5
 Bayi prematur / lahir belum cukup bulan, sebelum 37 minggu.
 Bayi dengan berat badan rendah / BBLR < 2500 gr.

3. Primi tua sekunder


Ibu hamil dengan persalinan terakhir ≥ 10 tahun yang lalu. Ibu dalam
kehamilan dan persalinan ini seolah-olah menghadapi persalinan yang pertama
lagi.Kehamilan ini bisa terjadi pada:
a. Anak pertama mati, janin didambakan dengan nilai sosial tinggi.
b. Anak terkecil hidup umur 10 tahun lebih, ibu tidak ber-KB.

Bahaya yang dapat terjadi:

a. Persalinan dapat berjalan tidak lancer.


b. Perdarahan pasca persalinan.
c. Penyakit ibu: Hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes, dan lain-lain.
d. Grande multi
e. Ibu pernah hamil / melahirkan 4 kali atau lebih. Karena ibu sering melahirkan
maka kemungkinan akan banyak ditemui keadaan:
f. Kesehatan terganggu: anemia, kurang gizi.
g. Kekendoran pada dinding perut.
h. Tampak ibu dengan perut menggantung.
i. Kekendoran dinding Rahim

Bahaya yang dapat terjadi:

a. Kelainan letak, persalinan letak lintang.


b. Robekan rahim pada kelainan letak lintang.
c. Persalinan lama.
d. Perdarahan pasca persalinan. (Sarwono, 2010)

4. Grande Multipara
Grande multipara adalah wanita yang pernah melahirkan bayi 6 kali atau lebih
hidup atau mati. (Sarwono, 2010)
Pada grandemultipara bisa menyebabkan:
a. Solusio plasenta
6
b. Plasenta previa.
c. Umur 35 tahun atau lebih
d. Ibu hamil berumur 35 tahun atau lebih, dimana pada usia tersebut terjadi
perubahan pada jaringan alat-alat kandungan dan jalan lahir tidak lentur lagi.
Selain itu ada kecenderungan didapatkan penyakit lain dalam tubuh ibu.
Bahaya yang dapat terjadi:
e. Tekanan darah tinggi dan pre-eklamsia
f. Ketuban pecah dini
g. Persalinan tidak lancar / macet
h. Perdarahan setelah bayi lahir.
i. Tinggi badan 145 cm atau kurang

D. Keluhan Umum Yang Dirasakan Oleh Ibu Dengan Risiko Tinggi


a. Lemah badan, lesu, lekas lelah
b. Mata berkunang-kunang
c. Jantung berdebar
d. Dari inspeksi didapatkan keadaan ibu hamil:
 Pucat pada muka
 Pucat pada kelopak mata, lidah dan telapak tangan.
e. Ibu mudah sakit
f. Sesak napas
g. Dada terasa berat, kadang-kadang nyeri
h. Nadi cepat
i. Kaki bengkak
j. Nyeri ulu hati
k. Pengelihatan kabur