Anda di halaman 1dari 5

A.

ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
Pada pengkajian dilakukan wawancara dan pemeriksaan laboratorium
untuk memperoleh informasi dan data yang nantinya akan digunakan sebagai
dasar untuk membuat rencana asuhan keperawatan klien.
a. Identitas
1) Identitas Klien
 Nama
 Usia
 Jenis Kelamin
 Agama
 Suku/ Bangsa
 Pendidikan
 Pekerjaan
 Alamat asal
 No. RM (Nomor Rekam Medik)
 Tanggal Masuk
 Tanggal Pengkajian
 Diagnosa Medik
 Golongan Darah
 Penanggung Jawab & Biaya, seperti, asuransi, BPJS (Badan Pelayanan
Jaminan Sosial) dan umum
2) Identitas Penanggung Jawab
 Nama
 Usia
 Jenis Kelamin
 Agama
 Suku/ Bangsa
 Pendidikan
 Pekerjaan
 Alamat Asal
 Hubungan dengan Klien
b. Keluhan Utama.
 Demam,
 Menggigil,
 Berkeringat dan dapat disertai sakit kepala,
 Mual dan muntah,
 Diare,
 Nyeri otot dan pegal-pegal.
c. Riwayat Penyakit Sekarang
a. Demam
Demam khas malaria terdiari atas 3 satdium
 Menggigil (15 menit- 1 jam)
 Puncak demam (2-6 jam)
 Berkeringat (2-4 jam)
b. Kejang-kejang
Pasien atau penderita malaria akan mengalami kejang-kejang karena
suhu yang tinggi (40-410C)
c. Anemia
Pengrusakan eritrosit oleh parasit, hambatan eritrope lesis sementara,
penghambatan pengeluaran retifolosit dan pengaruh sitotoksin,
menyebabkan suplai darah menurun.
d. Nafas sesak.
e. Gangguan kesadaran
f. Hilangnya nafsu makan
d. Riwayat Penyakit Dahulu
Kajia apakah klien pernah mengalami malaria di masa lalu (jika ada, apa
nama obatnya). Apakah pasien pernah berjalan atau berkunjung ke daerah
pegunungan (daerah yang sedang wabah malaria).
e. Riwayat Penyakit Keluarga
Dalam keluarga atau lingkungan sekitarnya, biasanya didapatkan ada
yang menderita penyakit malaria karena malaria merupakan penyakit yang
menular.
f. Pola Aktivitas/ Istirahat
Gejala : Keletihan, kelemahan, malaise umum
Tanda : Takikardi, Kelemahan otot dan penurunan kekuatan.
g. Sirkulasi
Tanda : Tekanan darah normal atau sedikit menurun. Denyut perifer kuat dan
cepat (fase demam) Kulit hangat, diuresis (diaphoresis ) karena vasodilatasi.
Pucat dan lembab (vaso kontriksi), hipovolemia,penurunan aliran darah.
h. Eliminasi
Gejala : Diare atau konstipasi; penurunan haluaran urin.
Tanda : Distensi abdomen.
i. Makanan Dan Cairan
Gejala : Anoreksia mual dan muntah
Tanda : Penurunan berat badan, penurunan lemak subkutan, dan Penurunan
masa otot. Penurunan haluaran urine, kosentrasi urine.
j. Neuro Sensori
Gejala : Sakit kepala, pusing dan pingsan.
Tanda : Gelisah, ketakutan, kacau mental, disorientas deliriu atau koma.
k. Pola Integritas Ego
Gejala :Stress, tergantung pada orang lain, masalah finasnsial yang
berhubungandengan kondisi.
l. Nyeri
Gejala : Nyeri yang dirasakan pada otot atau persendian.
m. Pernapasan.
Tanda : Tackipnea dengan penurunan kedalaman pernapasan .
Gejala : Napas pendek pada istirahat dan aktivitas
n. Penyuluhan/ Pembelajaran
Gejala : Masalah kesehatan kronis, misalnya hati, ginjal, keracunan alkohol,
riwayat splenektomi, baru saja menjalani operasi/ prosedur invasif, luka
traumatik.
Sumber : Doenges. Marilyn E. 2012.
o. Pemeriksaan Fisik
1. TTV
2. Kepala
a. Bentuk dan kebersihan kulit
b. Karakteristik rambut
c. Keluhan yang dirasakan pada kepala, apakah ada edema di kepala atau
tidak.
3. Mata
a. Konjungtiva : Apakah anemis atau tidak
b. Reaksi terhadap cahaya : Apakah reaksi positif atau negatif
c. Rasa sakit : Apakah terasa sakit saat meglihat
d. Sklera : Apakah ikterik atau tidak
4. Hidung
a. Reaksi alergi : Apakah terdapat reaksi alergi
b. Kesulitan dalam penciuman : Apakah ada kesulitan dalam peciuman
c. Polip : Apakah terdapat polip
5. Mulut, tenggorokan dan leher
a. Ggi : Kebersihan gigi
b. Bentuk dan keadaan lidah : Bagaiman bentuk dan kebersihan lidah
c. Kesulitan menelan : Apakah ada kesulitan untuk menelan
d. Mukosa bibir : Apakah bibir klien tampak kering
6. Paru
a. Inpeksi : Melihat pergerakan dada simetris atau tidak, frekuensi
pernafasan, bentuk dada dan apak menggunakan otot bantu atau tidak
b. Palpasi : Apakah fremitus taktil simetris kiri dan kanan
c. Perkusi : Apakah sonor atau hipersonor
d. Auskultasi : Bagaimana bunyi nafas apakah ada wheezing
7. Jantung
a. Inpeksi : Melihat denyut ictus cordis
b. Palpasi : Untuk merasakan denyut iktus cordis dan apakh ada nyeri
tekan atau tidak
c. Perkusi : Untuk menentukan batas jantung baik kanan, kiri, atas dan
bawah
d. Auskultasi : Mendengarkan bunyi jantung, apakah teratur atau tidak,
apakah ada bunyi tambahan atau tidak
8. Nutrisi
a. BB : Bagaimana BB sebelum dan saat sakit
b. Nafsu makan : Bagaimana nafsu makan klien
c. Intake cairan : Bagaimana pemenuhan cairan
9. Abdomen
a. Inpeksi : Apakah permukaan perut pada keadaan datar
b. Palpasi : Apakah ada nyeri tekan atau edema
c. Auskultasi : Berapa frekuensi bising usus
d. Perkusi : Apakah ada kembung atau disteri abdomen
10. Eliminasi
a. BAB
 Frekuensi : Berapa kali frekuensi BAB
 Warna : bagaiman warna BAB
 Keluhan saat BAB : Apakah ada keluhan saat BAB
b. BAK
 Frekuensi : Berapa kali klien BAK
 Warna : Bagaimana warna BAK klien
 Kesulitan BAK : Apakah ada kesulitan saat BAK
 Alat bantu BAK : Apakah menggunakan alat bantu seperti
kateter
 Keringat : Apakah klien mengeluarkan keringat berlebihan
11. Genitalia dan anus
a. Inpeksi : Apakah terlihat membesar
b. Palpasi : Apakah terdapat benjolan (hemoroid)
12. Ekstremitas
a. Ekstremitas atas
 Inspeksi : Bagaimana pergerakan lengan dan otot
 Palpasi : Apakah ada nyeri tekan atau benjolan
 Motorik : Mengamati besar dan bentuk otot
 Reflek : Memulai reflek fisiologi
 Sensori : Apakah dapat membedakan nyeri dan sentuhan
b. Ekstermitas bawah
 Inspeksi : Bagaimana pergerakan kaki
 Palpasi : Apakah ada nyeri tekan atau benjolan
 Motorik : Mengamati besar dan bentuk otot
 Reflek : Memulai reflek fisiologi
 Sensori : Apakah dapat membedakan nyeri dan sentuhan
13. Integumen
a. Inpeksi : Bagaimana warna kulit, apakah ada bintik merah.
b. Palpasi : Apakah turgor kulit lembab atau kering

2. Diagnosa Keperawatan
1. Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit
2. Nyeri akut berhubungan dengan agens cedera biologis
3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebuhan tubuh berhubungan dengan
asupan makanan yang tidak adekuat, anoreksia mual/muntah.
4. Risiko ketidakseimbangan elektrolit berhubungn dengan respon inflamsi
sistemik, myalgia, atralgia, diaforesis.
5. Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak berhubungan dengan peningkatan
TIK.
6. Risiko syok (Hipovolemik) berhubungan dengan oksigen dalam darah
menurun.
7. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan umum.