Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH TRANSFORMATOR (TRAFO)

23.18 ika april


TEORI TRAFO
1.1 PENGERTIAN TRANSFORMATOR
Transformator atau trafo adalah alat listrik melalui gandengan magnet memindahkan
daya listrik dari suatu rangkaian ke rangkaian lainya dengan frekuensi yang sama. Tegangan
dapat di naikan atau diturunkan sesuai dengan besar kecilnya arus yang mengalir dalam
rangkaian.
Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah
energi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain, melalui suatu
gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi-elektromagnet. Transformator digunakan
secara luas, baik dalam bidang tenaga listrik maupun elektronika.Penggunaan transformator
dalam
sistem tenaga listrik yaitu untuk menaikan tegangan dari pembangkit listrik, untuk
ditransmisikan. Transformator juga dipakai untuk menurunkan tegangan listrik akan
didistribusikan.

Dalam bidang elektronika, transformator digunakan antara lain sebagai gandengan


impedansi antara sumber dengan beban, untuk memisahkan satu rangkain dari rangkaian
yang lain; dan untuk menghambat arus searah sambil tetap melakukan atau mengalirkan arus
bolak-balik antara rangkaian. Berdasarkan frekuensi, transformator dapat dikelompokkan
sebagai berikut :
1. Frekuensidaya,50 - 60 kc/s
2. Frekuensi pendengaran, 50 - 20kc/s
3. Frekuensi radio, diatas 30 kc/s.
Dalam bidang elektronika pemakaian transformator dikelompokkan menjadi :
1. Transformator inti besi
2. Transformator inti feri
t
3. Transformator inti udara

1.2 BAGIAN-BAGIAN TRANSFORMATOR


Suatu transformator terdiri atas beberapa bagian, yaitu:
1. Bagian utama transformator
2. Peralatan Bantu
3. Peralatan Proteksi
Bagian utama transformator, terdiri dari:
a. Inti besi
Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluks, yang ditimbulkan oleh arus listrik
yang melalui kumparan. Dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis yang berisolasi, untuk
mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh arus pusar atau arus eddy
(eddy current).
b. Kumparan transformator
Beberapa lilitan kawat berisolasi membentuk suatu kumparan, dan kumparan tersebut
diisolasi, baik terhadap inti besi maupun terhadap kumparan lain dengan menggunakan
isolasi padat seperti karton, pertinax dan lain-lain.
Pada transformator terdapat kumparan primer dan kumparan sekunder.Jika kumparan
primer dihubungkan dengan tegangan/arus bolak-balik maka pada kumparan tersebut timbul
fluks yang menimbulkan induksi tegangan, bila pada rangkaian sekunder ditutup (rangkaian
beban) maka mengalir arus pada kumparan tersebut, sehingga kumparan ini berfungsi sebagai
alat transformasi tegangan dan arus.
c. Kumparan tertier
Fungsi kumparan tertier diperlukan adalah untuk memperoleh tegangan tertier atau
untuk kebutuhan lain. Untuk kedua keperluan tersebut, kumparan tertier selalu dihubungkan
delta atau segitiga. Kumparan tertier sering digunakan juga untuk penyambungan peralatan
bantu seperti kondensator synchrone, kapasitor shunt dan reactor shunt, namun demikian
tidak semua transformator daya mempunyai kumparan tertier.
d. Minyak transformator
Sebagian besar dari transformator tenaga memiliki kumparan-kumparan yang intinya
direndam dalam minyak transformator, terutama pada transformator-transformator tenaga
yang berkapasitas besar, karena minyak transformator mempunyai sifatsebagai media
pemindah panas (disirkulasi) dan juga berfungsi pula sebagai isolasi (memiliki daya tegangan
tembus tinggi) sehingga berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi.
Minyak transformator harus memenuhi persyaratan, yaitu:
1) kekuatan isolasi tinggi
2) penyalur panas yang baik, berat jenis yang kecil, sehingga partikel-partikel dalam minyak
dapat mengendap dengan cepat
3) viskositas yang rendah, agar lebih mudah bersirkulasi dan memiliki kemampuan
pendinginan menjadi lebih baik
4) titik nyala yang tinggi dan tidak mudah menguap yang dapat menimbulkan baha
5) tidak merusak bahan isolasi padat
6) sifat kimia yang stabil
e. Bushing
Hubungan antara kumparan transformator ke jaringan luar melalui sebuah bushing,
yaitu sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator, yang sekaligus berfungsi sebagai
penyekat antara konduktor tersebut dengan tangki transformator.
f. Tangki dan konservator
Pada umumnya bagian-bagian dari transformator yang terendam minyak
transformator berada atau (ditempatkan) di dalam tangki.Untuk menampung pemuaian pada
minyak transformator, pada tangki dilengkapi dengan sebuah konservator.
Terdapat beberapa jenis tangki, diantaranya adalah:
1) Jenis sirip (tank corrugated) Badan tangki terbuat dari pelat baja bercanai dingin yang
menjalani penekukan, pemotongan dan proses pengelasan otomatis, untuk membentuk badan
tangki bersirip dengan siripnya berfungsi sebagai radiator pendingin dan alat bernapas pada
saat yang sama. Tutup dan dasar tangki terbuat dari plat baja bercanai panas yang kemudian
dilas sambung kepada badan tangki bersirip membentuk tangki corrugated ini. Umumnya
transformator di bawah 4000 kVA dibuat dengan bentuk tangki corrugated.

2) Jenis tangki Conventional Beradiator, Jenis tangki terdiri dar badan tangki dan tutup
yang terbuat dari mild steel plate (plat baja bercanai panas) ditekuk dan dilas untuk dibangun
sesuai dimensi yang diinginkan, sedang radiator jenis panel terbuat dari pelat baja bercanai
dingin (cold rolled steel sheets). Transformator ini umumnya dilengkapi dengan konservator
dan digunakan untuk 25.000,00 kVA, )

3) Hermatically Sealed Tank With N2 Cushined, Tipe tangki ini sama dengan jenis
conventional tetapi di atas permukaan minyak terdapat gas nitrogen untuk mencegah kontak
antara minyak dengan udara luar

Peralatan Bantu, terdiri dari:


a. Pendingin
Pada inti besi dan kumparan-kumparan akan timbul panas akibat rugi-rugi besi dan
rugi-rugi tembaga. Bila panas tersebut mengakibatkan kenaikan suhu yang berlebihan, akan
merusak isolasi transformator, maka untuk mengurangi adanya kenaikan suhu yang
berlebihan tersebut pada transformator perlu juga dilengkapi dengan sistem pendingin yang
bergungsi untuk menyalurkan panas keluar transformator. Media yang digunakan pada sistem
pendingin dapat berupa
udara, gas, minyak dan air.
Sistem pengalirannya (sirkulasi) dapat dengan cara:
1) Alamiah (natural)
2) Tekanan/paksaan (forced).
b. Tap Changer (perubah tap)
Tap Changer adalah perubah perbandingan transformator untuk mendapatkan
tegangan operasi sekunder sesuai yang diinginkan dari tegangan jaringan/primer yang
berubah-ubah. Tap changer dapat dilakukan baik dalam keadaan berbeban (on-load) atau
dalam keadaan tak berbeban (off load), dan tergantung jenisnya.
c. Alat pernapasan
Karena adanya pengaruh naik turunnya beban transformator maupun suhu udara luar,
maka suhu minyak akan berubah-ubah mengikuti keadaan tersebut. Bila suhu minyak tinggi,
minyak akan memuai dan mendesak udara di atas permukaan minyak keluar dari dalam
tangki, sebaliknya bila suhu minyak turun, minyak menyusut maka udara luar akan masuk ke
dalam tangki. Kedua proses di atas disebut pernapasan transformator. Permukaan minyak
transformator akan selalu bersinggungan dengan udara luar yang menurunkan nilai tegangan
tembus pada minyak transformator, maka untuk mencegah hal tersebut, pada ujung pipa
penghubung udara luar dilengkapi tabung berisi kristal zat hygroscopis.
d. Indikator
Untuk mengawasi selama transformator beroperasi, maka perlu adanya indicator yang
dipasang pada transformator. Indikator tersebut adalah sebagai berikut:
1) indikator suhu minyak
2) indikator permukaan minyak
3) indikator sistem pendingin
4) indikator kedudukan tap, dan sebagainya
Peralatan Proteksi, terdiri dari:
a. Relay Bucholz
Relay Bucholz adalah relai yang berfungsi mendeteksi dan mengamankan terhadap
gangguan transformator yang menimbulkan gas.
Timbulnya gas dapat diakibatkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah:
1) Hubung singkat antar lilitan pada atau dalam phasa
2) Hubung singkat antar phasa
3) Hubung singkat antar phasa ke tanah
4) Busur api listrik antar laminasi
5) Busur api listrik karena kontak yang kurang baik.
b. Relai Tekanan Lebih
Relai ini berfungsi hampir sama seperti Relay Bucholz. Fungsinya adalah
mengamankan terhadap gangguan di dalam transformator.Bedanya relai ini hanya bekerja
oleh kenaikan tekanan gas yang tiba-tiba dan langsung mentripkan pemutus tenaga (PMT).
Alat pengaman tekanan lebih ini berupa membran yang terbuat dari kaca, plastik, tembaga
atau katup berpegas, sebagai pengaman tangki transformator terhadap kenaikan tekan gas
yang timbul di dalam tangki yang akan pecah pada tekanan tertentu dan kekuatannya lebih
rendah dari kekuatan tangki transformator
c. Relai Diferensial
Berfungsi mengamankan transformator terhadap gangguan di dalam transformator,
antara lain adalah kejadian flash over antara kumparan dengan kumparan atau kumparan
dengan tangki atau belitan dengan belitan di dalam kumparan ataupun beda kumparan.
d. Relai Arus lebih
Berfungsi mengamankan transformator jika arus yang mengalir melebihi dari nilai
yang diperkenankan lewat pada transformator tersebut dan arus lebih ini dapat terjadi oleh
karena beban lebih atau gangguan hubung singkat.Arus lebih ini dideteksi oleh transformator
arus atau current transformator (CT).
e. Relai Tangki Tanah
Alat ini berfungsi untuk mengamankan transformator bila ada hubung singkat antara
bagian yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan pada transformator.
f. Relai Hubung Tanah
Fungsi alat ini adalah untuk mengamankan transformator jika terjadi gangguan
hubung singkat satu phasa ke tanah.
g. Relai Thermis
Alat ini berfungsi untuk mencegah/mengamankan transformator dari kerusakan isolasi
pada kumparan, akibat adanya panas lebih yang ditimbulkan oleh arus lebih.Besaran yang
diukur di dalam relai ini adalah kenaikan suhu.
1.3 HUKUM HUKUM DASAR TRANSFORMATOR
a. Hukum Maxwell
Persamaan Maxwell apabila disederhanakan akan menjadi:
Hl=IN
Dimana: H = Kuat Medan Magnet
l = Panjang Jalur
I = Arus Listrik
N =Jumlah Lilitan
Hl=IN adalah GGM yang merupakan penghasil flux
b. Hukum induksi Faraday
Hukum utama yang digunakan pada prinsip kerja trafo adalah Hukum Induksi
Faraday Menurut Hukum Induksi Faraday, maka integral garissuatu gaya listrik melalui garis
lengkung yang tertutup adalah berbanding lurus dengan perubahan tersebut.Rumus Hukum
Faraday adalah sebagai berikut:
Dimana: E = Gaya listri yang disebabkan induksi (V/m)
dl = Unsur Panjang (m)
B = Induksi magnetik/kerapatan fluks (Webber/m2)
dA = Unsur luas (m2)
Sedangkan arus induksi (flux) adalah integral permukaan dari pada induksimagnit
melalui suatu luas yang dibatasi oleh garis lengkung tersebutdiatas. Rumus arus induksi
adalah:

Dimana : φ = Arus Induksi/fluks (weber)


B = Induksi magnet (weber/m2)
dA = Unsur luas
Apabila rumus hukum induksi disederhanakan

Dimana : e = Gaya gerak listrik


N = jumlah lilitan
φ = Arus induksi/Fluks(weber)

1.4 PRINSIP KERJA TRANSFORMATOR


Transformator terdiri atas dua buah kumparan (primer dan sekunder) yang bersifat
induktif.Kedua kumparan ini terpisah secara elektris namun berhubungan secara magnetis
melalui jalur yang memiliki reluktansi (reluctance) rendah.
Apabila kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik maka
fluks bolak-balik akan muncul di dalam inti yang dilaminasi, karena kumparan tersebut
membentuk jaringan tertutup maka mengalirlah arus primer. Akibat adanya fluks di kumparan
primer maka di kumparan primer terjadi induksi (self induction) dan terjadi pula induksi di
kumparan sekunder karena pengaruh induksi dari kumparan primer atau disebut sebagai
induksi bersama (mutual
induction) yang menyebabkan timbulnya fluks magnet di kumparan sekunder, maka
mengalirlah arus sekunder jika rangkaian sekunder di bebani, sehingga energi listrik dapat
ditransfer keseluruhan (secara magnetisasi).Prinsip dasar suatu transformator adalah induksi
bersama(mutual induction) antara dua rangkaian yang dihubungkan oleh fluks magnet.
Dalam bentuk yang sederhana,transformator terdiri dari dua buah kumparan induksi yang
secara listrik terpisah tetapi secara magnet dihubungkan oleh suatu path yang mempunyai
relaktansi yang rendah. Kedua kumparan tersebut mempunyai mutual induction yang tinggi. Jika
salah satu kumparan dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, fluks bolak-balik timbul
di dalam inti besi yang dihubungkan dengan kumparan yang lain menyebabkan atau menimbulkan
ggl (gaya gerak listrik) induksi ( sesuai dengan induksi elektromagnet) dari hukum faraday, Bila
arus bolak balik mengalir pada induktor, maka akan timbul gaya gerak listrik (ggl).

2. INTI TRAFO
Identifikasi Jenis –jenis Transformator, dilihat dari pemakaiannya digolongkan
kedalam 3 jenis :
a. Transformator inti udara dipakai pada rangkaian frekuensi tinggi.
Trafo inti Udara, banyak dipakai sebagai alat Interface Rangkaian matching
Impedansi dalam rangkaian Elektronik Frekuensi Tinggi.

b. Transformator inti ferit dipakai pada rangkaian frekuensi menengah


Trafo inti Ferit, banyak dipakai sebagai alat Interface Rangkaian matching Impedansi
dalam rangkaian Elektronik Frekuensi menengah.

c. Transformator inti Besi dipakai pada rangkaian frekuensi rendah.


Trafo inti Besi, banyak dipakai sebagai alat Interface, Step Up, Step
Down Rangkaian matching Impedansi, Matching Voltage dalam rangkaian Elektronik
Frekuensi rendah.
Jenis-jenis transformator berbeda dalam cara di mana kumparan primer dan sekunder
disediakan sekitar inti baja laminasi . Menurut desain , transformator dapat diklasifikasikan
menjadi dua :
a. Core- Type Transformer
Dalam inti - jenis transformator , belitan diberikan kepada sebagian besar dari inti .
Kumparan yang digunakan untuk transformator ini adalah bentuk- luka dan jenis silinder .
Seperti jenis transformator dapat diterapkan untuk berukuran besar dan kecil berukuran
transformer . Pada tipe skala kecil , inti akan persegi panjang dalam bentuk dan kumparan
yang digunakan adalah silinder . Gambar di bawah menunjukkan jenis berukuran besar .
Anda dapat melihat bahwa kumparan bulat atau silinder yang luka sedemikian rupa untuk
menyesuaikan lebih bagian inti salib .
Dalam kasus kumparan silindris melingkar , mereka memiliki keuntungan wajar
memiliki kekuatan mekanik yang baik . Kumparan silinder akan memiliki lapisan yang
berbeda dan setiap lapisan akan terisolasi dari yang lain dengan bantuan bahan-bahan seperti
kertas, kain , papan micarta dan sebagainya. Pengaturan umum inti -jenis transformator
sehubungan dengan inti ditunjukkan di bawah ini . Kedua tegangan rendah ( LV ) dan
tegangan ( HV ) gulungan tinggi yang akan ditampilkan.
Gulungan tegangan rendah ditempatkan lebih dekat ke inti karena merupakan yang
paling mudah untuk melindungi . Daerah inti efektif dari transformator dapat dikurangi
dengan penggunaan laminasi dan isolasi .
b. Shell -Type Transformer
Di shell -jenis transformator inti mengelilingi sebagian besar dari gulungan .
Perbandingan ditunjukkan pada gambar dibawah .

Kumparan adalah bentuk - luka tetapi multi layer tipe disk biasanya luka dalam
bentuk pancake . Kertas digunakan untuk melindungi berbagai lapisan cakram multi-layer .
Berkelok-kelok terdiri seluruh cakram ditumpuk dengan ruang isolasi antara kumparan .
Ruang-ruang isolasi membentuk pendinginan horizontal dan isolasi saluran . Transformator
seperti ini mungkin memiliki bentuk persegi panjang sederhana atau mungkin juga memiliki
bentuk terdistribusi . Kedua desain yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini :
Shell Jenis Transformers Bentuk Rectangular
Sebuah bracing mekanik yang kuat kaku harus diberikan kepada core dan kumparan
transformator . Ini akan membantu dalam meminimalkan pergerakan perangkat dan juga
mencegah perangkat dari mendapatkan kerusakan isolasi . Sebuah transformator dengan
bracing yang baik tidak akan menghasilkan apapun suara dengungan selama bekerja dan juga
akan mengurangi getaran .
Sebuah platform perumahan khusus harus diberikan untuk transformator.Biasanya ,
perangkat ditempatkan dalam tangki logam lembaran yang terpasang rapat diisi dengan
minyak isolasi khusus . Minyak ini diperlukan untuk beredar melalui perangkat dan
mendinginkan kumparan . Hal ini juga bertanggung jawab untuk menyediakan isolasi lain
untuk perangkat ketika dibiarkan di udara .
Mungkin ada kasus ketika permukaan tangki halus tidak akan mampu menyediakan
area pendinginan yang dibutuhkan . Dalam kasus tersebut , sisi tangki yang bergelombang
atau disatukan dengan radiator di sisi perangkat. Minyak yang digunakan untuk tujuan
pendinginan harus benar-benar bebas dari alkali , sulfur dan yang paling penting kelembaban
. Bahkan sejumlah kecil kelembapan dalam minyak akan menyebabkan perubahan yang
signifikan dalam properti isolasi perangkat , karena hal itu mengurangi kekuatan dielektrik
minyak untuk sebagian besar . Matematis berbicara , kehadiran sekitar 8 bagian air dalam 1
juta mengurangi kualitas isolasi dari minyak ke nilai yang tidak dianggap standar untuk
digunakan.
Dengan demikian , tank dilindungi dengan menyegel mereka kedap udara dalam unit
yang lebih kecil . Ketika transformator besar digunakan , metode kedap udara praktis sulit
untuk diterapkan . Dalam kasus tersebut , ruang yang disediakan untuk minyak untuk
memperluas dan kontrak dengan meningkatnya suhu dan penurunan . Ini bernapas
membentuk penghalang dan menolak kelembaban atmosfer dari kontak dengan minyak .
Perhatian khusus juga harus diambil untuk menghindari sledging . Sledging terjadi ketika
minyak terurai akibat paparan ke oksigen selama pemanasan . Ini hasil dalam pembentukan
deposito besar dari materi gelap dan berat yang menyumbat saluran pendingin di
transformator .
Kualitas, daya tahan dan penanganan bahan-bahan isolasi menentukan kehidupan
transformator . Semua lead transformator dibawa keluar dari kasus mereka melalui bushing
yang sesuai . Ada banyak desain ini , ukuran dan konstruksi tergantung pada tegangan lead .
Bushing porselen dapat digunakan untuk mengisolasi lead , untuk transformator yang
digunakan dalam tegangan moderat. Bushing berisi minyak atau kapasitif -jenis yang
digunakan untuk transformator tegangan tinggi .
Pemilihan antara inti dan jenis shell dilakukan dengan membandingkan biaya karena
karakteristik serupa dapat diperoleh dari kedua jenis . Kebanyakan produsen lebih suka
menggunakan shell -jenis transformator untuk aplikasi tegangan tinggi atau untuk multi -
berliku desain . Bila dibandingkan dengan jenis inti , jenis shell memiliki panjang lebih lama
rata-rata turn coil . Parameter lain yang dibandingkan untuk pemilihan jenis transformator
adalah rating tegangan , kilo volt ampere , berat badan , stres isolasi, distribusi panas dan
sebagainya.

3.PERHITUNGAN TRAFO
Prinsip kerja dari sebuah transformator adalah sebagai berikut. Ketika Kumparan
primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, perubahan arus listrik pada
kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah. Medan magnet yang berubah
diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder, sehingga
pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul ggl induksi. Efek ini dinamakan induktansi
timbal-balik (mutual inductance)
Pada skema transformator di samping, ketika arus listrik dari sumber tegangan yang
mengalir pada kumparan primer berbalik arah (berubah polaritasnya) medan magnet yang
dihasilkan akan berubah arah sehingga arus listrik yang dihasilkan pada kumparan sekunder
akan berubah polaritasnya.

Hubungan antara tegangan primer, jumlah lilitan primer,


tegangan sekunder, dan jumlah lilitan sekunder, dapat
dinyatakan dalam persamaan:

Keterangan :
Vp = tegangan primer (volt)
Vs = tegangan sekunder (volt)
Np = jumlah lilitan primer
Ns = jumlah lilitan sekunder
A. Simbol Transformator
Berdasarkan perbandingan antara jumlah lilitan primer dan jumlah lilitan skunder
transformator ada dua jenis yaitu:
1. Transformator step up yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik
rendah menjadi tinggi, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan
sekunder lebih banyak daripada jumlah lilitan primer (Ns > Np).
2. Transformator step down yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik
tinggi menjadi rendah, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan primer
lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder (Np > Ns).
Pada transformator (trafo) besarnya tegangan yang dikeluarkan oleh kumparan
sekunder adalah:
1. Sebanding dengan banyaknya lilitan sekunder (Vs ~ Ns).
2. Sebanding dengan besarnya tegangan primer ( VS ~ VP).
3. Berbanding terbalik dengan banyaknya lilitan primer,

Sehingga dapat dituliskan:

Transformator (trafo) digunakan pada peralatan listrik terutama yang memerlukan


perubahan atau penyesuaian besarnya tegangan bolak-balik. Misal radio memerlukan
tegangan 12 volt padahal listrik dari PLN 220 volt, maka diperlukan transformator untuk
mengubah tegangan listrik bolak-balik 220 volt menjadi tegangan listrik bolak-balik 12 volt.
Contoh alat listrik yang memerlukan transformator adalah: TV, komputer, mesin foto kopi,
gardu listrik dan sebagainya.
Penyelesaian:
Diketahui: Vp = 220 V
Vs = 10 V
Np = 1100 lilitan

Ditanyakan: Ns = ........... ?
Jawab:

Jadi, banyaknya lilitan sekunder adalah 50 lilitan

Efesiensi Transformator
Efisiensi transformator didefinisikan sebagai perbandingan antara daya listrik
keluaran dengan daya listrik yang masuk pada transformator. Pada transformator ideal
efisiensinya 100 %, tetapi pada kenyataannya efisiensi tranformator selalu kurang dari 100
%.hal ini karena sebagian energi terbuang menjadi panas atau energi bunyi.

Efisiensi transformator dapat dihitung dengan:

Contoh cara menghitung daya transformator:


Sebuah transformator mempunyai efisiensi 80%. Jika lilitan primer dihubungkan
dengan tegangan 200 V dan mengalir kuat arus listrik 5 A,
Tentukan:
a. daya primer,
b. daya sekunder

Penyelesaian:
Diketahui :

Ditanyakan:
a. Pp = ........... ?
b. Ps = ........... ?

Jawab:
a.

Jadi, daya primer transformator 1000 watt.


b.

Jadi, daya sekunder transformator 800 watt.

4. TRAFO 1 PHASE
Prinsip kerja dari sebuah transformator pada umumnya adalah sebagai berikut. Ketika
Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, perubahan arus listrik
pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah. Medan magnet yang
berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder,
sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul GGL induksi. Efek ini
dinamakan induktansi timbal-balik (mutual inductance).

Pada skema transformator di atas, ketika arus listrik dari sumber tegangan yang
mengalir pada kumparan primer berbalik arah (berubah polaritasnya) medan magnet yang
dihasilkan akan berubah arah sehingga arus listrik yang dihasilkan pada kumparan sekunder
akan berubah polaritasnya.
Hubungan antara tegangan primer, jumlah lilitan primer, tegangan sekunder, dan
jumlah lilitan sekunder, dapat dinyatakan dalam persamaan:

Dimana: Vp= tegangan primer (volt)


Vs = tegangan sekunder (volt)
Np = jumlah lilitan primer
Ns = jumlah lilitan sekunder
Prinsip kerja trafo 1 fasa adalah apabila kumparan primer dihubungkan dengan
tegangan (sumber), maka akan mengalir arus bolak balik I1 pada kumparan tersebut. Oleh
karena kumparan menpunyai inti, arus I1, menimbulkan fluks magnet yang juga berubah –
ubah, pada intinya.Akibat adanya fluks magnet yang berubah –ubah, pada kumparan primer
akan timbul GGL induksi ep. Untuk mencari GGL yang dibangkitkan maka persamaan yang
digunakan:

Kontruksi Trafo 1 Fasa

Dalam keadaan sederhana transformator mempunyai bagian-bagian sebagai berikut :


1. Kumparan Primer yaitu kumparan trafo yang dihubungkan ke sumber tegangan.
2. Kumparan Sekunder yaitu kumparan trafo yang dihubungkan dengan beban.
3. Inti yang dibuat dari lapisanplat dinamo.
Bagian Inti Trafo
Fungsi utama inti trafo adalah sebagai jalan atau penghantar garis-garis gaya magnit.
Karena fluksi magnet yang mengalir pada inti trafo adalah fluksi bolak-balik, untuk itu
diperlukan persyaratan agar kerugian histerisis dan arus pusar dapat ditekan sekecil mungkin.
Untuk itu biasanya inti trafo dibuat dari bahan plat baja silikon dengan kadar silikonnya 4-5%
dengan ketebalan 0,3 s/d 0,5mm.
Dipasaran tersedia bermacam-macam bentuk bentuk inti trafo dalam bermacam
ukuran.Yang perlu diperhatikan disini adalah cara penyusunan pelat-pelat inti trafo, harus
diusahakan serapat mungkin, sehingga tidak ada celah udara.
Untuk trafo satu fasa tersedia inti :
 Bentuk Core ( UI ) : efesiensinya rendah
 Bentuk Shell ( EI ) : efesiensinya dapat mencapai 80-90%
Yang dapat digunakan adalah inti yang tebalnya 0,5mm yang pada kerapatan fluksi
(B)= 1Wb/m2, mempunyai kerugian besi (Pf)=2,3watt/kg.
Luas Penampang Inti Trafo
Luas penampang inti trafo akan menentukan daya trafo. Jadi semakin luas penampang
suatu trafo akan mempunyai kapasitas daya yang semakin besar pula. Luas penampang inti
trafo harus mampu mengalirkan fluksi magnit seluruhnya tanpa menimbulkan panas yang
berlebihan. Untuk menentukan luas penampang inti yang diperlukan ,dapat digunakan rumus
emperis sebagai berikut :

Dimana: A = Luas penampang dalam satuan cm2


P = Daya out put trafo dalam Volt Amper
f = frekvensi (Hz)
Karena inti trafo berupa plat plat tipis untuk mencapai luas penampang tertentu, harus
disusun berlapis-lapis. Penampang inti trafo dapat berbentuk bujur sangkar atau empat
persegi panjang .apabila luas penampang inti telah diketahui dan lebar inti sudah di pilih
maka jumlah plat inti trafo dapat di hitung yaitu :
· Berat inti = volume bersih inti x berat jenis inti
· dimana berat jenis inti = 7,8.
Untuk inti bentuk shell [ EI ] ukuran luas inti di tentukan lebar kaki tengahnya.
Dipasaran tersedia bermacam-macam ukuran antara lain E25 , E32 , E38 , E44 dan
seterusnya. Angka dibelakang huruf E menunjukkan lebar kaki tengah inti , sedangkan huruf
E menandakan bentuk shell.
5. TRAFO 3 PHASE
Transformator 3 fasa pada dasarnya merupakan Transformator 1 fase yang disusun
menjadi 3 buah dan mempunyai 2 belitan, yaitu belitan primer dan belitan sekunder. Ada dua
metode utama untuk menghubungkan belitan primer yaitu hubungan segitiga dan bintang
(delta dan wye).Sedangkan pada belitan sekundernya dapat dihubungkan secara segitiga,
bintang dan zig-zag (Delta, Wye dan Zig-zag).Ada juga hubungan dalam bentuk khusus yaitu
hubungan open-delta (VV connection).

Pada sistem tenaga listrik 3 fase, idealnya daya listrik yang dibangkitkan, disalurkan
dan diserap oleh beban semuanya seimbang, P pembangkitan = P pemakain, dan juga pada
tegangan yang seimbang. Pada tegangan yang seimbang terdiri dari tegangan 1 fase yang
mempunyai magnitude dan frekuensi yang sama tetapi antara 1 fase dengan yang lainnya
mempunyai beda fase sebesar 120°listrik, sedangkan secara fisik mempunyai perbedaan
sebesar 60°, dan dapat dihubungkan secara bintang (Y,wye) atau segitiga (delta, Δ, D).

Gambar 1.sistem 3 fase.

Gambar 1 menunjukkan fasor diagram dari tegangan fase. Bila fasor-fasor tegangan
tersebut berputar dengan kecepatan sudut dan dengan arah berlawanan jarum jam (arah
positif), maka nilai maksimum positif dari fase terjadi berturut-turut untuk fase V1, V2 dan
V3.sistem 3 fase ini dikenal sebagai sistem yang mempunyai urutan fasa a – b – c . sistem
tegangan 3 fase dibangkitkan oleh generator sinkron 3 fase.

Konfigurasi Transformator 3 fasa:

· Transformator hubungan segitiga – segitiga (delta – delta)

Gambar 1.Hubungan delta-delta (segitiga-segitiga).


Pada gambar 1 baik belitan primer dan sekunder dihubungkan secara delta. Belitan
primer terminal 1U, 1V dan 1W dihubungkan dengan suplai tegangan 3 fasa.Sedangkan
belitan sekunder terminal 2U, 2V dan 2W disambungkan dengan sisi beban.Pada hubungan
Delta (segitiga) tidak ada titik netral, yang diperoleh ketiganya merupakan tegangan line ke
line, yaitu L1, L2 dan L3.

Dalam hubungan delta-delta (lihat gambar 1), tegangan pada sisi primer (sisi
masukan) dan sisi sekunder (sisi keluaran) adalah dalam satu fasa. Dan pada aplikasinya
(lihat gambar 2), jika beban imbang dihubungkan ke saluran 1-2-3, maka hasil arus keluaran
adalah sama besarnya. Hal ini menghasilkan arus line imbang dalam saluran masukan A-B-C.
Seperti dalam beberapa hubungan delta, bahwa arus line adalah 1,73 kali lebih besar dari
masing-masing arus Ip (arus primer) dan Is (arus sekunder) yang mengalir dalam lilitan
primer dan sekunder. Power rating untuk transformator 3 fasa adalah 3 kali rating
transformator tunggal.

Gambar 2. Diagram Hubungan Delta-Delta Transformator 3 Fasa Dihubungkan Pembangkit


Listrik dan Beban (Load)

· Transformator hubungan bintang – bintang (wye – wye )

Gambar 3. Hubungan Belitan Bintang-bintang.

Ketika transformator dihubungkan secara bintang-bintang, yang perlu diperhatikan


adalah mencegah penyimpangan dari tegangan line ke netral (fase ke netral). Cara untuk
mencegah menyimpangan adalah menghubungkan netral untuk primer ke netral sumber yang
biasanya dengan cara ditanahkan (ground), seperti ditunjukkan pada Gambar 4. Cara lain
adalah dengan menyediakan setiap transformator dengan lilitan ke tiga, yang pdisebut lilitan”
tertiary”. Lilitan tertiary untuk tiga transformator dihubungkan secara delta seperti
ditunjukkan pada Gambar 5, yang sering menyediakan cabang yang melalui tegangan dimana
transformator dipasang. Tidak ada beda fasa antara tegangan line transmisi masukan dan
keluaran (primer & sekunder) untuk transformator yang dihubungkan bintang-bintang.

Gambar 4.Hubungan bintang-bintang.

Gambar 5.Hubungan Bintang-bintang dengan belitan tertier.

· Transformator hubungan seitiga – bintang (delta – wye)

Pada hubungan segitiga-bintang (delta-wye), tegangan yang melalui setiap lilitan


primer adalah sama dengan tegangan line masukan. Tegangan saluran keluaran adalah sama
dengan 1,73 kali tegangan sekunder yang melalui setiap transformator. Arus line pada phasa
A, B dan C adalah 1,73 kali arus pada lilitan sekunder. Arus line pada fasa 1, 2 dan 3 adalah
sama dengan arus pada lilitan sekunder.

Gambar 6. Hubungan Segitiga-Bintang (Delta-wye).

Hubungan delta-bintang menghasilkan beda fasa 30° antara tegangan saluran


masukan dan saluran transmisi keluaran. Maka dari itu, tegangan line keluaran E12 adalah
30° mendahului tegangan line masukan EAB, seperti dapat dilihat dari diagram phasor. Jika
saluran keluaran memasuki kelompok beban terisolasi, beda fasanya tidak masalah. Tetapi
jika saluran dihubungkan paralel dengan saluran masukan dengan sumber lain, beda phasa
30° mungkin akan membuat hubungan paralel tidak memungkinkan, sekalipun jika saluran
tegangannya sebaliknya identik.

Keuntungan penting dari hubungan bintang adalah bahwa akan menghasilkan banyak
isolasi/penyekatan yang dihasilkan di dalam transformator. Lilitan HV (high
Voltage/tegangan tinggi) telah diisolasi/dipisahkan hanya 1/1,73 atau 58% dari tegangan
saluran.

Gambar 8. Skema Diagram Hubungan Delta-Bintang dan Diagram Phasor

· Transformatot hubungan segitiga terbuka (open delta)

Hubungan open-delta ini untuk merubah tegangan sistem 3 fasa dengan menggunakan
hanya 2 transformator yang dihubungkan secara open–delta.Rangkaian open–delta adalah
identik dengan rangkaian delta–delta, kecuali bahwa satu transformer tidak ada.
Bagaimanapun, hubungan open-delta jarang digunakan sebab hanya mampu dibebani sebesar
86.6% (0,577 x 3 x rating trafo) dari kapasitas transformator yang terpasang.

Gambar 7.Hubungan Open Delta.

Sebagai contoh, jika 2 transformator 50 kVA dihubungkan secara open–delta,


kapasitas transformator bank yang terpasang adalah jelas 2x50 = 100kVA. karen terhubung
open-delta, maka transformator hanya dapat dibebani 86.6 kVA sebelum transformator mulai
menjadi overheat (panas berlebih). Hubungan open–delta utamanya digunakan dalam situasi
darurat. Maka, jika 3 transformator dihubungkan secara delta–delta dan salah satunya rusak
dan harus diperbaiki/dipindahkan, maka hal ini memungkinkan

· Transformator hubungan zig – zag

Transformator dengan hubungan Zig-zag memiliki ciri khusus, yaitu belitan primer
memiliki tiga belitan, belitan sekunder memiliki enam belitan dan biasa digunakan untuk
beban yang tidak seimbang (asimetris) - artinya beban antar fasa tidak sama, ada yang lebih
besar atau lebih kecil-

Gambar 9. Hubungan Bintang-zigzag (Yzn5)

Gambar 9 menunjukkan belitan primer 20 KV terhubung dalam bintang L1, L2 dan


L3 tanpa netral N dan belitan sekunder 400 V merupakan hubungan Zig-zag dimana
hubungan dari enam belitan sekunder saling menyilang satu dengan lainnya. Saat beban
terhubung dgn phasa U dan N arus sekunder I2 mengalir melalui belitan phasa phasa U dan
phasa S. Bentuk vektor tegangan Zig-zag garis tegangan bukan garis lurus,tetapi bergeser
dengan sudut 60°.

Daya pada Sistem 3 Fase


1. Daya sistem 3 fase Pada Beban yang Seimbang
Jumlah daya yang diberikan oleh suatu generator 3 fase atau daya yang diserap oleh
beban 3 fase, diperoleh dengan menjumlahkan daya dari tiap-tiap fase. Pada sistem yang
seimbang, daya total tersebut sama dengan tiga kali daya fase, karena daya pada tiap-tiap
fasenya sama.
Gambar 4.Hubungan Bintang dan Segitiga yang seimbang.
Jika sudut antara arus dan tegangan adalah sebesar θ, maka besarnya daya perfasa
adalah :

Pfase = Vfase.Ifase.cos θ
sedangkan besarnya total daya adalah penjumlahan dari besarnya daya tiap fase, dan dapat
dituliskan dengan :
PT = 3.Vf.If.cos θ
Pada hubungan bintang, karena besarnya tegangan saluran adalah 1,73Vfase maka
tegangan perfasanya menjadi Vline/1,73, dengan nilai arus saluran sama dengan arus fase, IL
= If, maka daya total (PTotal) pada rangkaian hubung bintang (Y) adalah :
PT = 3.VL/1,73.IL.cos θ = 1,73.VL.IL.cos θ
Dan pada hubung segitiga, dengan besaran tegangan line yang sama dengan tegangan
fasanya, VL = Vfasa, dan besaran arusnya Iline = 1,73Ifase, sehingga arus perfasanya
menjadi IL/1,73, maka daya total (Ptotal) pada rangkaian segitiga adalah :

PT = 3.IL/1,73.VL.cos θ = 1,73.VL.IL.cos θ

Dari persamaan total daya pada kedua jenis hubungan terlihat bahwa besarnya daya
pada kedua jenis hubungan adalah sama, yang membedakan hanya pada tegangan kerja dan
arus yang mengalirinya saja, dan berlaku pada kondisi beban yang seimbang.

2. Daya sistem 3 fase pada beban yang tidak seimbang


Sifat terpenting dari pembebanan yang seimbang adalah jumlah phasor dari ketiga
tegangan adalah sama dengan nol, begitupula dengan jumlah phasor dari arus pada ketiga
fase juga sama dengan nol. Jika impedansi beban dari ketiga fase tidak sama, maka jumlah
phasor dan arus netralnya (In) tidak sama dengan nol dan beban dikatakan tidak seimbang.
Ketidakseimbangan beban ini dapat saja terjadi karena hubung singkat atau hubung terbuka
pada beban.
Dalam sistem 3 fase ada 2 jenis ketidakseimbangan, yaitu :
1. Ketidakseimbangan pada beban.
2. Ketidakseimbangan pada sumber listrik (sumber daya).
Kombinasi dari kedua ketidakseimbangan sangatlah rumit untuk mencari pemecahan
permasalahannya, oleh karena itu kami hanya akan membahas mengenai ketidakseimbangan
beban dengan sumber listrik yang seimbang.

Gambar 5.Ketidakseimbangan beban pada sistem 3 fase.


Pada saat terjadi gangguan, saluran netral pada hubungan bintang akan teraliri arus
listrik. Ketidakseimbangan beban pada sistem 3 fase dapat diketahui dengan indikasi naiknya
arus pada salahsatu fase dengan tidak wajar, arus pada tiap fase mempunyai perbedaan yang
cukup signifikan, hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan.

BAB III. PENUTUP


KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat di ambil adalah, bahwa transformator merupakan komponen
elektronik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga/ daya listrik dari tegangan tinggi ke
tegangan rendah atau sebaliknya (mentransformasikan tegangan). Sebuah transformator
terdiri dari dua atau lebih lilitan yang saling dikaitkan medan magnet bersama.
Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik.Tegangan masukan
bolak-balik yang membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua
bersambung dengan lilitan sekunder.Fluks bolak-balik ini menginduksikan GGL dalam lilitan
sekunder. Jika efisiensi sempurna, semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan
sekunder.