Anda di halaman 1dari 5

Kualitas Daya

I Putu Aditya Putra Wijaya


1705542027

Program Studi Teknik Elektro


Fakultas Teknik
Universitas Udayana
2019
Semakin tak tergantikannya manusia terhadap kebutuhan energi listrik dan di lain pihak
juga terdapat perkembangan teknologi yang mengakibatkan semakin canggihnya peralatan
yang menggunakan energi listrik, maka permasalahan energi listrik berhenti ketika suatu
system tenaga listrik telah dapat menyuplai apa yang dibutuhkan konsumen (beban). Sebab
seberapa baik power quality atau kualitas daya yang disuplai tadi juga sangat diperhitungkan.
Masalah power quality adalah persoalan perubahan bentuk tegangan, arus atau
frekuensi yang bisa menyebabkan kegagalan atau tidak berfungsinya peralatan sebagaimana
mestinya, baik peralatan milik PLN maupun milik konsumen. Sehingga dapat dikatakan
masalah Power Quality bisa merugikan pelanggan maupun PLN.
Kualitas daya listrik menjadi sangat penting untuk diperhatikan, ketika semakin
sensitifnya suatu peralatan baik di industri maupun di rumah tangga, kualitas daya listrik
menjadi suatu hal yang perlu diperhatikan. Hal ini untuk mengurangi kemungkinan kerusakan-
kerusakan peralatan sensitif tersebut.
Saat ini suatu sistem tenaga listrik dituntut agar dapat memenuhi syarat dasar kebutuhan
layanan (service requirement) konsumennya yaitu :

1. Dapat memenuhi beban puncak


2. Memiliki deviasi tegangan dan frekuensi yang minimum.
3. Menjamin urutan phase yang benar.
4. Menjamin distorsi gelombang tegangan dan harmonik yang minimum dan
5. bebas dari surja tegangan.
6. Menjamin suplai sistem tegangan dalam keadaan setimbang.
7. Memberikan suplai daya dengan keandalan tinggi dengan prosentase waktu layanan
yang tinggi dimana sistem dapat melayani beban secara efektif.

Hal-hal merupakan tolak ukur, apakah layanan yang diterima oleh konsumen sudah
baik atau belum. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kualitas daya menjadi semakin
menjadi perhatian dewasa ini, antara lain:

 Konsumen listrik menjadi semakin sadar akan masalah kualitas daya seperti adanya
fluktuasi tegangan, interupsi dan transient. Selain itu, banyak pemerintah di suatu
negara yang telah merevisi kebijakannya untuk semakin mendorong peningkatan
kualitas daya sesuai dengan batas dan standar yang ditetapkan.
 Penekanan pada efisiensi sistem tenaga listrik secara keseluruhan telah mendorong
pemakaianhigh-efficiency device, adjustable-speed motor drive dan kapasitor paralel
untuk mengoreksi faktor daya dan mengurangi losses. Sebagai akibatnya, muncul
peningkatan level harmonik pada sistem tenaga listrik yang mengancam operasi,
kehandalan dan keamanan sistem.
 Beban peralatan modern menggunakan pengendali berbasis mikroprosesor dan alat
elektronika daya yang lebih sensitif terhadap perubahan kualitas daya.
 Otomasi dan efisiensi bergantung pada komponen digital yang membutuhkan pasokan
arus searah. Oleh karena daya yang dibangkitkan dan dikirimkan berupa daya AC,
maka suplai daya AC harus diubah menjadi bentuk DC terlebih dahulu untuk dapat
digunakan oleh beban DC. Oleh sebab itu, akan banyak diperlukan adanya konverter
yang dapat semakin meningkatkan level harmonik dan dapat menyebabkan distorsi
gelombang fundamental menjadi semakin parah.

Identifikasi kualitas daya listrik perlu dilakukan untuk melakukan perbaikan atau
peningkatan kualitas daya. Beberapa permasalahan pada kualitas daya listrik antara lain :

 Tegangan Turun (Voltage Dip)


Penurunan nilai tegangan RMS pada kisaran 10-90% dalam kurun waktu antara
0,5 siklus hingga kurang dari satu menit. Penyebab kejadian ini antara lain adanya
kenaikan beban atau pengasutan motor kapasitas besar. Gejala ini berakibat pada
terganggunya rangkaian sensing pada komputer dan kontrol, serta terdapat beberapa
peralatan yang tidak dapat bekerja.
 Tegangan Swell
Peningkatan nilai tegangan RMS pada kisaran 110180% dalam kurun waktu
antara 0,5 siklus hingga kurang dari satu menit. Penyebab kejadian ini antara lain
kegagalan sistem, switching loads dan switching kapasitor.
 Transien
Penyimpangan sesaat yang tidak diinginkan dari tegangan supplya atau arus
beban.
 Harmonik
Merupakan distorsi sinusoidal periodik tegangan suplai atau arus beban yang
disebabkan oleh beban non linier. Akibat dari distorsi harmonik adalah overheating
pada motor berbeban, gangguan pada relai, dan rusaknya isolasi.
 Distorsi Tegangan
Bentuk gelombang arus mengandung distorsi periodik yang bersifat sinusoidal,
yang tidak merupakan kelipatan bilangan bulat dari frekuensi pasokan mendasar.
 Flicker
Istilah yng digunakan untuk menggambarkan efek visual variasi tegangan kecil
pada peralatan pecahayaan tegangan listrik.Rentang frekuensi gangguan yang
mempengaruhi perlatan pencahayaan , yang terdeteksi mata manusia adalah 1-30 Hz.
 Ketidakseimbangan Tegangan
Adanya perbedaan tegangan pada masing-masing phasa pada sisem tiga phasa,
dimana sudut normal antar phase adalah 120o. Akibat dari ketidakseimbangan tegangan
adalah timbul overheating pada perlatan tiga phasa.
 Deviasi frekuensi
Variasi frekuensi dari frekuensi pasokan nominal, di atas atau di bawah tingkat
yang telah ditentukan, biasanya ± 0,1 %.
 Gangguan Transien
Didefinisikan sebagai penurunan tegangan suplai atau arus beban, ke tingkat
yang kurang dari 10 % dalam waktu yang tidak lebih dari 1 menit. Kegagalan dapat
disebabkan oleh kesalahan sistem, kegagalan peralatan sistem atau kerusakan control
dan proteksi.
 Outage
Gangguan yang memiliki durasi lebih dari satu menit. Akibat dari gejala outage
adalah peralatan shutdown atau tidak bekerja.

Pengaruh kualitas daya pada sektor industri sangat berpengaruh pada aspek operasi
industri.
 Loss Produksi
Setiap kali produksi terganggu oleh adanya kualitas daya yang buruk, akan
berakibat pada hasil produksi yang buruk atau tidak sempurna, sehingga tidak dapat
dijual dan menyebabkan kerugian dari segi bisnis.
 Gangguan Manufaktur
Proses manufaktur yang terganggu, mengakibatkan tidak maksimalnya
performa mesin untuk menghasilkan proses produksi. Hal ini mengakibatkan kualitas
produk dan kuantitas yang dihasilkan berkurang atau tidak sesuai dengan target yang
telah direncanakan.
 Hilangnya Pendapatan
Adanya gangguan pada proses manufaktur dapat mempengaruhi hasil penjualan
karena jadwal produksi yang tidak sesuai perencanaan.
 Biaya Produktivitas
Tenaga kerja menganggur karena adanya gangguan, membersihkan area
operasi, atau pemeliharaan korektif dan pengalihan sumber daya, yang mana
menurunkan produktivitas dan meningkatkan biaya untuk hal tersebut.
 Daya Saing Menurun
Gangguan pada kualitas daya mempengaruhi ketidak puasan konsumen
dikarenakan produksi yang tidak maksimal, sehingga menurunkan daya saing bagi
manufaktur tersebut.
 Kehilangan Peluang
Gangguan pada produksi mengakibatkan hilangnya peluang dalam penjualan,
pertama produk baru tidak bisa diluncurkan pada waktunya, kedua penjualan terhadap
produk dengan permintaan tinggi tidak dapat terpenuhi secara maksimal.
 Produk Rusak
Gangguan kualitas daya terkadang mempengaruhi hasil akhir dari produk yang
rusak. Kerusakan produksi menjadikan bertambahnya biaya untuk bahan produksi
 Energi Terbuang
Adanya gangguan pada kualitas daya menjadikan banyaknya energi yang
terbuang, karena harus mengulang kembali proses produksi dari awal.
 Menurunkan umur peralatan
Energi yang besar, kecepatan kenaikan dan waktu transien dapat mengakibatkan
kerusakan rangkaian elektronik, bahkan menjadikan motor dan trafo menjadi overstress
dan memperpendek umur peralatan tersebut.