Anda di halaman 1dari 4

Kualitas Daya

Resume Materi Kelompok 1

I Putu Aditya Putra Wijaya


1705542027

Program Studi Teknik Elektro


Fakultas Teknik
Universitas Udayana
2019
A. Pengertian Kualitas Daya
Masalah Power quality adalah persoalan perubahan bentuk tegangan, arus atau
frekuensi yang bisa menyebabkan kegagalan atau misoperation peralatan, baik peralatan milik
PLN maupun milik konsumen; artinya masalah Power Quality bisa merugikan pelanggan
maupun PLN.

B. Syarat Sistem Tegangan Listrik


1. Dapat memenuhi beban puncak
2. Memiliki deviasi tegangan dan frekuensi yang minimum.
3. Menjamin urutan phase yang benar.
4. Menjamin distorsi gelombang tegangan dan harmonik yang minimum dan bebas
dari surja tegangan.
5. Menjamin suplai sistem tegangan dalam keadaan setimbang.
6. Memberikan suplai daya dengan keandalan tinggi dengan prosentase waktu
layanan yang tinggi dimana sistem dapat melayani beban secara efektif.

C. Kualitas Tegangan Listrik Dan Pengaruhnya Terhadap Komponen Dan Peralatan Listrik
Kualitas tegangan listrik yang diterima konsumen memerlukan lebih banyak aspek
yang harus ditinjau. Kualitas tegangan listrik menyangkut parameter listrik dalam keadaan ajek
( steady state ) dan parameter dalam keadaan peralihan (transient).

D. Parameter Keadaan Ajek (Steady-state)


1. Distorsi Gelombang Distorsi ini umumnya disebabkan oleh perilaku beban elektronika
daya. Hal yang perlu diperhatikan adalah cacat harmonik karena berdampak negatip
terhadap sumber tegangan (PLN) maupun beban (konsumen).
2. Fluktuasi Tegangan Fluktuasi tegangan ( Voltage Fluctuation) adalah perubahan
tegangan secara random 0,9 s/d 1,1 pu. Dampak dari fluktuasi ini adalah terjadinya
flicker pada lampu. Ini umumnya terjadi karena pembusuran listrik.
3. Ketidakseimbangan Tegangan Ketidakseimbangan tegangan ini merupakan deviasi
maksimum dari ratarata tegangan atau arus tiga fase, dinyatakan dalam prosen.
Besarnya deviasi adalah 0,5 s/d 2%.
4. Deviasi Frekuensi Daya Deviasi frekuensi daya ( Power frekuensi ) merupakan deviasi
dari frekuensi dasarnya. Untuk sistem Jawa-Bali deviasi yang diijinkan adalah 0,5Hz
sedangkan daerah lain 1,5 Hz.
5. Harmonik Harmonik adalah gangguan (distorsi) bentuk gelombang tegangan atau
bentuk gelombang arus sehingga bentuk gelombangnya bukan sinusoida murni lagi.
Distorsi ini umumnya disebabkan oleh adanya beban non-linier. Pada dasarnya,
harmonik adalah gejala pembentukan gelombang-gelombang dengan frekuensi berbeda
yang merupakan perkalian bilangan bulat dengan frekuensi dasarnya.

E. Permasalahan Kualitas Daya


Permasalahan kualitas daya meliputi permasalahan-permasalahan seperti berikut ini:
1. Transient
2. Short-duration variation
3. Long-duration variation
4. Voltage Unbalance
5. Waveform distortion
6. Voltage Fluctuation
7. Power Frequency variation

F. Parameter Keadaan Peralihan Transient


1. Parameter keadaan peralihan diukur berdasarkan lamanya gangguan yang terjadi
(duration of disturbance ),digolongkan menjadi 3 kelompok, yaitu : Tegangan lebih
peralihan yang tajam dan bergetar : Tegangan paku (spike) positip atau negatip 0,5 –
200 mikrodetik dan bergetar sampai sekitar 16,7 milidetik dengan frekwensi 0,2 – 5
KHz atau lebih. Gangguan ini misalnya surge , spike, notch.
2. Tegangan lebih diatas 110 % nominal dan tegangan rendah kurang 80% , berlangsung
dalam waktu 80 milidetik (4 cycle ) sampai 1 detik. Gangguan ini misalnya sag, dips,
depression, interuption, flicker, fluctuation.
3. Tegangan rendah dibawah 80 – 85 % nominal selama 2 detik. Gangguan seperti ini
disebut outage, blackout, interuption.

G. Trainsient
Transient merupakan perubahan variabel (tegangan, arus) yang berlangsung saat
peralihan dari satu kondisi stabil ke kondisi yang lain. Penyebab terjadinya transient antara
lain :
1. Load switching (penyambungan dan pemutusan beban)
2. Capacitance switching
3. Transformer inrush current
4. Recovery voltage

H. Variasi Tegangan Durasi Pendek (Short Duration Voltage Variation)


Variasi yang terjadi meliputi 3 macam :
1. Interruption, ( V< 0,1 pu )
2. Sag ( Dip), ( V= 0,1 s/d 0,9 pu )
3. Swell, ( V=1,1 s/d [1,8;1,4;1,2] pu )

I. Berdasarkan lamanya kejadian dibagi :


1. Instantaneus, (0,01 second s/d 0,6 second)
2. Momentary, (0,6 second s/d 3 second)
3. Temporary, (3 second s/d 1 min)

J. Penyebab terjadinya variasi ini adalah :


1. Gangguan ( fault )
2. Starting beban besar
3. Intermittent losse connections pada kabel daya.

K. Long Duration Deviation Variasi ini meliputi:


1. Interruption, sustained, ( > 1 min; 0,0 pu )
2. Under voltage ( > 1 min; 0,8 s/d 0,9 pu )
3. Over voltage ( > 1 min; 1,1 s/d 1,2 pu )