Anda di halaman 1dari 6

[Type here]

Percobaan I
Parameter Gerbang Logika
Josua Marihot Panjaitan
(14S17048)
Tanggal Percobaan : 29/09/2018

[ELS2104] [Praktikum Sistem Digital]

[Laboratorium Sistem Digital] – Teknik Elektro

Institut Teknologi Del

II. LANDASAN TEORETIS


Abstrak—Pada percobaan praktikum ini yang
berjudul Parameter Gerbang Logika, praktikan
Gerbang logika adalah suatu entitas dalam
diperkenalkan oleh alat-alat yang telah disediakan pada elektronika dan matematika Boolean yang mengubah
Laboratorium Sistem Digital. Alat-alat tersebut berupa satu atau beberapa masukkan logic menjadi sebuah
Osiloskop, Generator Sinyal, komponen IC gerbang sinyal keluaran logic.
logika 7400, Project Board, Power Supply, kabel BNC-
BNC, kabel BNC-Jepit Buaya, kabel BNC-Banana, dan 2.1 KARAKTERISTIK VOLTAGE TRANSFER
lain-lain. Alat-alat tersebut mempunyai kegunaan yang
Karakteristik Voltage Transfer adalah plot dari
berbeda-beda tetapi tetap pada tujuan yang sama pada
gerbang logika. Sesuai dengan semua prosedur, pertama tegangan keluaran gerbang logika Vout dibandingkan
kami memastikan dan memeriksa semua alat-alat yang
dengan tegangan masukan gerbang logika Vin.
telah disediakan kemudian perhatikan datasheet setiap
IC yang digunakan pada modul ini, kemudian Secara matematis, kami praktikan bisa
mengamati setiap IC tersebut. Kami praktikan juga
mendeskripsikan karakteristik voltage transfer
diharapkan untuk memeriksa catu daya sebelum
diberikan terhadap rangkaiannya, sesuai yang kami sebagai Vout = f(Vin). Istilah statik digunakan disini
butuhkan yaitu +5VDC. Lalu, kami memasang IC pada karena tidak memperhitungkan factor waktu yang
rangkaian dengan mengukur kaki tegangan dan diantaranya adalah waktu tunda pada gerbang logika.
memeriksa kabel-kabel dan konektor.

Kata Kunci—Osiloskop, Power Supply, Generator


Sinyal, kabel BNC, Project Board.

I. PENDAHULUAN

Pada praktikum ini memberikan kami sebagai


praktikan gambaran akan persamaan dari gerbang
logika. Kami juga akan melakukan pengolahan input-
input berupa bilangan biner (hanya terdapat 2 kode
bilangan biner. Yaitu, 1 dan 0) dengan menggunakan Gambar 1 : (a) Karakteristik voltage transfer dan
Teorema Boolean sehingga dihasilkan sebuah sinyal (b) operating points
output yang dapat digunakan untuk proses berikutnya. Dari karakterisitik voltage transfer, kami bisa
mendapatkan beberapaa hal, yaitu Operating Point
dan Noise Margin.
[Type here]

Operating point merupakan nilai tegangan Sedangkan HIGH Noise Margin dirumuskan:
keluaran yang dihasilkan oleh gerbang logika yang
bisa diidentifikasi sebagai keluaran bernilai LOW atau NMH=VOH-VIH
bernilai HIGH. Karena tegangan keluaran bergantung
Dari semua hal diatas, kami dapat
pada tegangan masukan, maka untuk mendapatkan
menyimpulkan apakah yang disebut dengan nilai
nilai HIGH Operating Point secara utuh untuk
logika LOW dan HIGH baik untuk masukan maupun
keluaran inverter, nilai LOW operating Point harus
keluaran.
menjadi masukan Inverter. Begitu pula sebaliknya,
sehingga diperlukan konfigurasi umoan balik atau 2.2 GATE DELAY
yang menyerupai.
Dalam penjelasan berikut kami praktikan akan
Kemudian yang kedua adalah kami bisa membahas dua parameter gate delay yang penting.
mendapatkan nilai Noise Margin. Noise/derau Untuk mendefinisikan parameter ini, kami akan
didefinisikan sebagai tegangan efektif dari satu atau menggunakan inverter sebagai contoh. Kami akan
lebih masukan gerbang logika yang ditambahkan atau mengasumsikan sebuah pulsa diberikan kepada
dikurangi terhadap tegangan normal. Tegangan masukan inverter VIN seperti pada Gambar 3. Respon
normal adalah tegangan titik operasi yang stabil.
terhadap pulsa ini pada keluaran inverter adalah Vout
Noise Margin didefinisikan sebagai jumlah dari yang bisa dilihat nanti pada Gambar 3.
tegangan derau efektif yang bisa ditoleransi oleh input
tanpa mengubah nilai keluaran gerbang logika.

Gambar 3: Definisi parameter gate


Gambar 2: Noise Margin karakteristik transfer
delay.
voltage gerbang logika.

Untuk mendapatkan nilai Noise Margin,


kami memerlukan dua nilai tegangan yang didapatkan Pada kasus rangkaian yang sama dimana
dari grafik karakteristik transfer yaitu dua tegangan bentuk gelombang keluaran sama dengan gelombang
input yang memiliki gradient = -1 seperti yang
masukan tPHL adalah waktu yang diukur dari level
ditandai pada Gambar 1. Tegangan yang lebih rendah
tegangan ini ketika falling input waveform hingga
dari kedua tegangan ini disebut V input LOW yang
dituliskan VIL dan yang lebih tinggi disebut V input t
falling output waveform, sedangkan PLH diukur dari
level tegangan ini ketika rising input waveform hingga
HIGH yang dituliskan VIH. Kedua tegangan ini
rising output waveform.
merupakan tegangan perkiraan yang dianggap sebagai
tegangan batas yang masih dikenali sebagai jenis Perhatikan bahwa subscript pada parameter
masukan logika HIGH atau LOW. ini mencerminkan arah perubahan tegangan dari sinyal
keluaran. Sebagai tambahan kita akan mendefinisikan
Dengan menggunakan tegangan ini beserta paramteter kedua yaitu worst case propagation delay
tegangan VOH dan VOL, kami bisa mendapatkan yang dirumuskan:
static voltage noise margin untuk gerbang logika.
Untuk LOW Noise Margin dirumuskan : tPD = maximum(tPHL,tPLH).
NML=VIL-VOL
[Type here]

Patut diperhatikan bahwa tingkat 50% yang III. HASIL DAN ANALISIS
kita gunakan disini bukan sesuatu yang umum dalam
3.1 HASIL PERCOBAAN :
pengukuran delay. Untuk tPD(average) kita akan a. Percobaan VOLTAGE TRANSFER DAN
merumuskannya sebagai nilai rata-rata dari tPHL NOISE MARGINS dari IC 74LS04
b. Mencari nilai NML dan NMH
t
dan PLH yang dirumuskan:

tPD(average) = (tPHL+tPLH)/2.
Jenis-jenis gerbang logika:

A. Gerbang AND : Apabila semua/salah satu


input merupakan bilangan biner (berlogika)
0, maka output akan menjadi 0. Sedangkan
jika semua input adalah bilangan biner
(berlogika) 1, maka output akan berlogika 1.
B. Gerbang OR : Apabila semua/salah satu input
merupakan bilangan biner (berlogika) 1,
maka output akan menjadi 1. Sedangkan jika
semua input adalah bilangan biner
(berlogika) 0, maka output akan berlogika 0.
C. Gerbang NOT : Apabila Fungsi Gerbang
NOT adalah sebagai inverter (pembalik).
Nilai output akan berlawanan dengan
intputnya. Gambar percobaan 1a dan 1b.
D. Gerbang NAND : Apabila semua/salah satu
input bilangan biner (berlogika) 0, maka
outputnya akan berlogika 1. Sedangkan jika
semua input adalah bilangan biner
(berlogika) 1, maka output akan berlogika 0.
E. Gerbang NOR : Apabila semua/salah satu
input bilangan biner (berlogika) 1, maka
outputnya akan berlogika 0. Sedangkan jika
input adalah bilangan biner (berlogika) 0,
maka output akan berlogika 1.
F. Gerbang XOR : Apabila input berbeda
(contoh : input A = 1, input B = 0), maka
output akan berlogika 1. Sedangkan jika
input adalah sama, maka output akan
berlogika 0.
G. Gerbang XNOR : Apabila input berbeda
(contoh : input A = 1, input B = 0), maka
output akan berlogika 0. Sedangkan jika
input adalah sama, maka output akan
berlogika 1. Gambar percobaan 1a dan 1b.
[Type here]

Gambar percobaan 1a dan 1b. Gambar percobaan 1a dan 1b.

Gambar percobaan 1a dan 1b. Gambar percobaan 1a dan 1b.

Gambar percobaaan 1a dan 1b.


Gambar percobaan 1a dan 1b.
[Type here]

c. Percobaan DELAY PROPAGASI

Gambar percobaan 1c. Gambar percobaan 1c.

Gambar percobaan 1c. Gambar percobaan 1c.


[Type here]

3.2 ANALISIS DATA LAMPIRAN

Pada praktikum ini yang berjudul Parameter


Gerbang Logika, praktikan telah melakukan beberapa
percobaan. Percobaan tersebut berupa percobaan 1a
sampai percobaan 1f.

Namun pada kelompok ini, kami hanya bisa


menyelesaikan beberapa percobaan, yaitu percobaan
1a sampai percobaan 1c. Dikarenakan alat-alat yang
digunakan pada laboratorium Sistem Digital rusak
seperti kabel BNC-Jepit Buaya, IC Gerbang Logika,
kabel jumper, kabel BNC-Probe Kait, kabel BNC-
Banana, dan masih banyak lagi.

Sehingga membuat kami untuk lama memulai dan


melakukan percobaan.

IV. KESIMPULAN

Gerbang logika yang riil memiliki keterbatasan


tertentu yaitu memiliki propogation time sehingga
gate feeding harus dibatasi agar tidak melebihi waktu
tunda rangkaian dan noise margin yang merupakan
toleransi agar input pada gate masih dalam rentang
nilai logika HIGH 1 atau LOW 0. Kami dapat
menentukan fungsi dari sebuah gate dengan membuat
truth table (Tabel Kebenaran) dan memverifikasi
fungsinya.

REFERENSI

[1] Frank Vahid, Digital Design, Hal. 50-62, John


Wiley & Sons Inc., California, 2007

[2] https://www.logicgates.id/blogs/news/pengertian-
dan-jenis-gerbang-logika-logic-gates.

[3] Sebagian dari Modul Praktikum

[4] Z. Vranesic, Fundamentals of Digital Logic, Hal.


119-123, McGraw-Hill,New York, 2005