Anda di halaman 1dari 3

INDIKATOR MUTU /UNIT

RAWAT INAP

1. Ketidak lengkapan sesmen medis dalam 24 jam


2. Ketidak lengkapan asesmen keperawatan dalam 24 jam
3. Ketidaklengkapan pendokumentasian asesmen nyeri secara kontinyu
4. Implementasi TBak SBaR
5. Tidak Dilakukannya Validasi SBAR oleh Dokter
6. Ketidakhadiran Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) untuk Visite Pasien.
7. Ketidaklengkapan pengisian Format informed consent
8. Keterlambatan Pengisian Berkas Resume Medis lebih 24 jam
LABORATORIUM
9. Kerusakan sampel darah
10. Keterlamabatan waktu lapor hasil kritis laboratorium
alur disincron SKP
11. Keterlambatan waktu tunggu laboratorium tidak lebih 120 menit
12. Ketelambatan hasil foto rawat jalan
RAWAT JALAN
13. Tidak dilakukan asesmen awal rawat jalan
KAMAR OPERASI
14. Tidak dilakukan penandaan lokasi operasi
15. Tidak adanya kejadian salah tindakan operasi
16. Operasi ulang dengan diagnisi sama atau komplikasinya
17. Kesalahan lokasi operasi
18. Ketidaklengkapan laporan operasi
19. Laporan operasi tak dapat dibaca
20. Tidak ada Insiden tertinggal instrument / kasa/benda lain saat operasi
21. Keterlambatan waktu PELAKSANAAN operasi > 60 menit
22. Ketidaklengkapan pengisian surgibal savety check list
23. Ketidak sesuaian diagnosis pre dan post operasi
24. Ketidaklengkapan informed consent
25. Infeksi daerah opersi (IDO)

26. Kesalahan pemebrian pembekalan farmasi


27. Insiden obat high alert
ICU
28. Ketidak cukupan tempat tidur untuk perawatan intensif
29. Ketidaklengkapan asesmen pre anastesi
30. Infeksi luka infus (ILI/ phlebitis)
31. Pneumonia akibat ventilator
32. Pasien kembali ke ICU dengan kasus yang sama KURANG DARI 72 JAM
33. Insiden kesalahan setting ventilator
34. Kejadian decubitus selama perawatan
35. Ketidaktepatan identifikasi pasien
36. Kejadian pulang APS
37. Ketidaklengkapan resume medis rj

38. Pasien stroke yang tidak mendapatkan antitrombotik KRS


39. Pasien IMA tak mendapat terapi antitrombotik dalam 24 jam MRS
PONEK
40. BBL tidak mendapat asi eksklusif
41. Ketidak patuhan pelaksanaan IMD pada BBL
42. Kematian ibu melahirkan karena eklamsi
43. Kematian ibu melahirkan karena perdarahan
44. Keterlambatan operasi SC
GIZI
45. Sisa makanan pada pasien non diit
46. Ketepatan waktu penyajian makanan
47. Ketidakadanya kesalahan diit
APOTIK
48. Keterlambatan penerimaan obat racikan  < 60 MENIT
49. Ketidaktepatan (5 tepat) pemberian obat
50. Keterlambatan penerimaan obat non racikan  < 30 MENIT
51. Kesalahan penulisan pada label darah
52. Kesalahan jenis komponen darah
RADIOLOGI
53. Kejadian pengulangan foto
54. Pasien rehab medic yang DO
55. Kesalahan pasien pada pemeriksaan radiologi
56. Kesalahan cetak film pada pemeriksaan Ro
57. Waktu tunggu hasil pelayanan Thoraks Foto  LEBIH 3 JAM
RM
58. Keterlambatan waktu penyediaan dokumen RM pelayanan R jalan lebih 10 menit
59. Keterlambatan waktu penyediaan dokumen RM pelayanan R inap  lebih 15 menit
60. Penomeran RM ganda
61. Kehilangan dokumen medis RJ

62. Dehisensi luka pada kunjungan rawat jalan pasca operasi


UGD
63. Ketidak patuhan asesmenen awal nyeri
64. Ketidak patuhan asesmenen awal resiko jatuh
65. Ketidak patuhan asesmenen awal gizI
INFORMASI DAN PENGADUAN
66. Ketidk patuhan dalam pemberian informasi biaya pada pasien rawat inap
67. Ketidk patuhan dalam pemberian informasi tatatertib pada pasien rawat inap
68. Ketidk patuhan dalam pemberian informasi hak dan kewajiban pada pasien rawat inap

UTD

69. Tidak terpenuhinya kebutuhan darah bagi setiap pelayanan transfuse


70. Adanya kejadian reaksi transfuse
LOUNDRI
71. Adanya kejadian linen hilang
72. Keterlambatan waktu penyediaan linen unruk ruang rawat inap
73. Keterlambatan waktu penyediaan linen unruk ruang kamar operasi
AMBULANS
74. Ketidaktepatan waktu pelayanan ambulan  lebih 24 jam
75. Ketidakpatuhan pelaksanaan SPO ambulance
PEMULASARAN JENAZAH
76. Ketidaktepatan waktu tanggap pelayanan pemulasaran jenazah - lebih 2 jam
NICU
77. Pasien tidak ditangani oleh PPA yang kompeten

Yang belum masuk 12 indikator Nas dari SKP

1. Komunikasi sBAR
2. Tepat Lokasi
3. Obat High Alert