Anda di halaman 1dari 4

F1.

UPAYA PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT


“PENYULUHAN KATARAK DI KELOMPOK PROLANIS PUSKESMAS
BARINGENG”

Disusun Oleh:

dr. Reski Mulia

Pembimbing:

dr. Hj. Markani Daharu

PROGRAM INTERNSHIP DOKTER INDONESIA


PUSKESMAS BARINGENG WATANSOPPENG
SULAWESI SELATAN
2019
F1.UPAYA PROMOSI KESEHATAN
DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
“PENYULUHAN KATARAK di KELOMPOK PROLANIS PUSKESMAS BARINGENG
KABUPATEN SOPPENG”

I. LATAR BELAKANG
Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat
hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa terjadi akibat kedua –
duanya (Ilyas, 2009).

Ada 45 juta penderita kebutaan di dunia, di mana sepertiganya berada di Asia


Tenggara. Diperkirakan 12 orang menjadi buta tiap menit di dunia, dan 4 orang di
antaranya berasal dari AsiFa Tenggara, sedangkan di Indonesia diperkirakan setiap
menit ada satu orang menjadi buta (Renstra PGPK, 2010).

Prevalensi tertinggi kasus kebutaan akibat katarak di Indonesia berada di Aceh


(3,7%), Sumatera Barat (3,3%), Jambi (2,8%), Sulawesi Selatan (2,6%), Nusa Tenggara
Timur (1,4%), dan Bengkulu (1,3%), (Renstra PGPK, 2010).

Berbagai faktor dapat mengakibatkan tumbuhnya katarak lebih cepat. Adapun


faktor – faktor intrinsik yang berpengaruh antara lain adalah umur, jenis kelamin,
penyakit diabetes melitus, faktor genetik dan etnik / ras. Sedangkan faktor ekstrinsik
yang berpengaruh antara lain pendidikan dan pekerjaan yang berdampak langsung pada
status sosial ekonomi dan status kesehatan seseorang serta faktor lingkungan, dalam
hubungannya dengan paparan sinar ultra violet serta kebiasaan merokok, alkohol dan
obat – obatan (Tana, 2006).

Di Kota Soppeng khususnya di Puskesmas Baringeng pendataan penyakit katarak


hanya bersumber dari pasien yang datang ke puskesmas saja. Maka diharapkan setelah
dilakukan penyuluhan wawasan pasien mengenai katarak akan bertambah sehingga
kesadaran pasien untuk berobat semakin tinggi mengingat bahwa katarak dapat
menurunkan produktivitas serta secara ekonomi dapat menyebabkan kerugian, sehingga
pasien dengan keluhan pada mata dapat mengerti penyakit yang dideritanya.

II. PERMASALAHAN DIMASYARAKAT


Katarak merupakan penyakit yang sering terjadi di masyarakat terutama di
usia tua, namun masih banyak masyarakat yang enggan ke puskesmas untuk
memeriksaan matanya. Banyak yang memiliki keluhan penglihatan berawan namun
tidak ke puskesmas untuk berobat, hal ini bisa diakibatkan karena kurangnya
pemahaman masyarakat tentang penyakit yang dideritanya, sehingga tingkat
kesadaran untuk berobat juga kurang.
III. PEMILIHAN INTERVENSI

Oleh karena permasalahan yang terjadi diatas, maka diadakan penyuluhan dengan
materi “Katarak”. Pada penyuluhan tersebut, diuraikan tentang definisi, faktor risiko,
patogenesis, gejala klinik serta terapi dan tindakan selanjutnya apabila pasien menderita
katarak.

IV. PELAKSANAAN

Penyuluhan Katarak diadakan di ruang pertemuan Puskesmas Baringeng Kecamatan


Lilirilau Kabupaten Soppeng pada tanggal 2 Juli 2019. Setelah itu dilanjutkan dengan
diskusi tanya jawab antara pemateri dengan audiens. Audiens terdiri dari anggota
program PROLANIS Puskesmas Baringeng Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng

V. EVALUASI

a. Evaluasi Struktur

Dokter dan petugas puskesmas lainnya datang tepat waktu dimana masyarakat
yang akan mengikuti kegiatan penyuluhan sudah berkumpul.

b. Evaluasi Proses
Pada penyuluhan ini, jumlah peserta yang hadir sebanyak 20 orang.
Pelaksanaan penyuluhan berjalan sebagaimana yang diharapkan dimana peserta
antusias memberikan pertanyaan kepada pemateri, dan para peserta menjawab
pertanyaan yang diajukan pemateri. Hampir sebagian besar peserta menjadi lebih
memahami definisi katarak, faktor risiko, gejala klinis serta pengobatan katarak.

c. Evaluasi Hasil
Pada penyuluhan ini, lebih dari 80% dari peserta yang hadir mampu menjawab
pertanyaan dari Dokter tentang materi yang disampaikan. Hal ini membuktikan bahwa
peserta memperhatikan materi yang disampaikan.

Baringeng, Juli 2019

PESERTA PENDAMPING

dr. Reski Mulia dr. Hj. MarkaniDaharu


NIP. 19770626 200502 2 003