Anda di halaman 1dari 11

PENDIDIKAN KHUSUS BAGI ANAK

BERBAKAT
April 7, 2018 By: Kang Ferdi

MODUL 3

PENDIDIKAN KHUSUS BAGI ANAK BERBAKAT

Kegiatan Belajar 1

Definisi dan Dampak Anak Berbakat

1. Definisi
2. Definisi versi Amerika

Anak berbakat adalah anak yang menunjukkan kemampuan atau penampilan yang
tinggi dalam bidang-bidang seperti intelektual, kreatif, seni, kapasitas kepemimpinan,
atau bidang bidang akademik khusus dan yang memerlukan pelayanan-pelayanan
atau aktivitas-aktivitas yang tidak biasa disediakan oleh sekolah agar tiap
kemampuan berkembang secara penuh.

2. Definisi versi Indonesia

Anak berbakat adalah mereka yang didefinisikan oleh orang-orang profesional


mampu mencapai prestasi yang tinggi karena memiliki kemampuan-kemampuan
luar biasa. Mereka menonjol secara konsisten dalam salah satu atau beberapa
bidang meliputi bidang intelektual umum, bidang kreatifitas, bidang seni atau kinetik,
dan bidang politik sosial atau kepemimpinan. Mereka memerlukan program
pendidikan yang berdiferensiasi dan atau pelayanan diluar jangkauan program
sekolah biasa agar dapat merealisasikan urusan mereka terhadap masyarakat
maupun terhadap diri sendiri.

1. Dampak Keberbakatan
2. Aspek akademik

Kecepatan perkembangan kognitif yang tidak sesuai dengan perkembangan dan


kekuatan fisik sehingga terjadi kesenjangan di antara keduanya dapat menimbulkan
perasaan tidak dekat pada diri anak. Perasaan semacam ini dapat mendorong anak
tidak peduli terhadap kegiatan kelompok sehingga dapat menimbulkan frustrasi
kecewa dan tidak puas terhadap kehidupan kelompok sebaya.

2. Aspek sosial atau emosi

Kemampuan anak berbakat untuk menyerap dan menghimpun Informasi yang tidak
diimbangi dengan perkembangan emosi dan kesadaran dapat menimbulkan
ketidakstabilan perkembangan emosi. Kondisi perkembangan seperti ini akan
membuat individu rawan terhadap kritik bersikap sinis dan menantang menentukan
nilai sendiri dan tujuan yang mungkin tidak realistik.

3. Dampak keberbakatan terhadap fisik atau kesehatan

Anak berbakat secara umum mempunyai tiga ciri yaitu

1. kemampuan kecerdasan jauh di atas rata-rata


2. kreativitas tinggi
3. tanggung jawab atau pengikatan diri terhadap tugas.

Kegiatan Belajar 2

Kebutuhan Pendidikan dan Jenis Layanan bagi Anak Berbakat

1. Kebutuhan pendidikan anak berbakat


2. Kebutuhan pendidikan dari segi anak berbakat itu sendiri
Oleh karena potensi yang dimiliki anak berbakat sedemikian hebatnya jika
dibandingkan dengan anak biasa maka untuk mengembangkan potensinya mereka
membutuhkan hal-hal berikut ini

1. anak berbakat membutuhkan peluang untuk mencapai aktualisasi


potensinya Melalui penggunaan fungsi otak yang efektif dan efisien.
Mereka tetap membutuhkan pengembangan fungsi otaknya
walaupun telah memiliki otak yang hebat. Apalagi penggunaan
kapasitas otak itu hanya 5% dari fungsi keseluruhannya. Melalui
pendidikan terjadi interaksi antara potensi bawaan individu dengan
lingkungannya.
2. membutuhkan peluang untuk dapat berinteraksi dengan anak-anak
lainnya sehingga mereka tidak menjadi manusia yang memiliki
superioritas intelektual saja tetapi merupakan manusia yang
mempunyai tingkat penyesuaian yang tinggi pula.
3. membutuhkan peluang untuk mengembangkan kreativitas dan
motivasi internal untuk belajar berprestasi karena usaha
pengembangan anak berbakat tidak semata-mata hanya pada aspek
kecerdasan saja.
4. Kebutuhan pendidikan yang berkaitan dengan kepentingan
masyarakat

Pendidikan anak berbakat membutuhkan dukungan dari masyarakat antara lain


sebagai berikut.

1. membutuhkan kepedulian dari masyarakat terhadap pengembangan


potensi anak berbakat. Apabila kepedulian ini kurang atau tidak ada
maka potensi anak tersebut menjadi mubazir Maksudnya anak
berbakat berada di bawah potensi kemampuannya.
2. membutuhkan pengembangan sumber daya manusia berbakat.
Usaha pengembangan sumber daya manusia berbakat merupakan
akomodasi and serta pengembangan aset bangsa Karena anak
berbakat ini dapat menjadi penopang dan pendorong kemajuan
bangsa Karena potensi yang dimilikinya berkembang secara optimal.
3. anak berbakat membutuhkan keserasian antara kemampuannya
dengan pengalaman belajar.
4. membutuhkan usaha untuk mewujudkan kemampuan anak berbakat
secara nyata melalui latihan yang sesuai dengan segi keberbakatan
anak berbakat itu sendiri.
5. Jenis-jenis layanan bagi anak berbakat

Beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam memberi layanan kepada anak
berbakat adalah sebagai berikut
1. Komponen sebagai persiapan penentuan jenis layanan
2. Pengidentifikasian anak berbakat

Karakteristik anak berbakat diharapkan dapat memperlancar usaha penemuan dan


penempatan anak berbakat. Alat-alat yang digunakan dalam identifikasi berfokus
pada beberapa hal yaitu kelancaran kelenturan dan pemurnian.

1. Tujuan umum pendidikan anak berbakat

Tujuan program pendidikan anak berbakat adalah

1) anak-anak berbakat harus menguasai sistem konseptual yang penting ada pada
tingkat Kemampuan mereka dalam berbagai bidang mata pelajaran.

2) anak-anak berbakat harus mengembangkan keterampilan dan strategi yang


memungkinkan mereka menjadi mandiri kreatif dan memenuhi kebutuhan dirinya.

3) anak-anak berbakat harus mengembangkan suatu kesenangan dan kegairahan


tentang belajar yang akan membawa mereka melalui kerja keras dan kerutinan yang
merupakan bagian proses yang tidak dapat dihindarkan.

1. Kebutuhan pendidikan anak berbakat baik itu kepentingan individu


anak berbakat itu sendiri maupun untuk kepentingan masyarakat.
2. Komponen sebagai alternatif implementasi jenis layanan
3. Ciri khas layanan yang sesuai dengan kebutuhan anak berbakat

1) adaptasi lingkungan belajar

Hampir semua anak mengadaptasi lingkungan belajar dirancang untuk membawa


anak-anak berbakat bersama-sama dengan teman seusianya dalam jangka waktu
tersebut. Hubungan dengan adaptasi lingkungan belajar ini ada beberapa cara
sebagai berikut.

1. a) kelas pengayaan, guru kelas melaksanakan suatu program tanpa


bantuan petugas dari luar.
2. b) guru konsultan, pelaksanaan program pengajaran dalam kelas
bisa dengan bantuan konsultan khusus yang terlatih.
3. c) ruangan sumber belajar, siswa berbakat meninggalkan ruang
kelas biasa ke ruangan sumber untuk menerima pengajaran dari
guru yang terlatih.
4. d) studi mandiri, siswa memilih proyek-proyek dan mengerjakannya
Di bawah pengawasan seorang guru yang berwenang.
5. e) kelas khusus, siswa berbakat dikelompokkan bersama-sama di
sekolah dan diajar oleh guru yang dilatih khusus.
6. f) sekolah khusus, siswa berbakat menerima pengajaran di sekolah
khusus dengan staf guru yang dilatih secara khusus.

2) Adaptasi program

Adaptasi program dilakukan dalam beberapa cara diantaranya sebagai berikut.

1. melalui percepatan atau akselerasi siswa.


2. b) melalui pengayaan.
3. c) melalui pencapaian materi pelajaran
4. d) pembaruan
5. e) modifikasi kurikulum sebagai alternatif.
6. Strategi pembelajaran dan model layanan

1) Strategi pembelajaran

Strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak berbakat sangat


mendorong anak tersebut untuk berprestasi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam menentukan strategi pembelajaran adalah sebagai berikut.

1. a) pembelajaran anak berbakat harus diwarnai dengan kecepatan


dan tingkat kompleksitas yang lebih sesuai dengan kemampuan
yang lebih tinggi dari anak normal.
2. b) pembelajaran pada anak berbakat tidak saja mengembangkan
kecerdasan intelektual semata tetapi pengembangan kecerdasan
emosional juga patut mendapat perhatian.
3. c) pembelajaran anak berbakat berorientasi pada modifikasi proses
isi dan produk.

2) Model-model layanan

1. a) model layanan kognitif afektif


2. b) model layanan perkembangan moral
3. c) model perkembangan nilai
4. d) layanan berbagai bidang khusus. Bidang-bidang khusus ini adalah
kepemimpinan seni rupa dan seni pertunjukan.

1. Layanan perkembangan kreativitas.

Pengembangan kreativitas terdiri dari beberapa tingkat seperti berikut.


1) Tingkat kreativitas pertama, ditandai oleh fleksibilitas organel it is serta
keterbukaan terhadap masalah yang disertai keberanian mengambil resiko.

2) Tingkat kreativitas kedua, ditandai oleh adanya pemetaan masalah dengan


mencari pemecahan masalah secara teratur atau terorganisasi.

3) Tingkat kreativitas ketiga, dengan mengadakan perumusan masalah berdasarkan


asumsi tertentu seperti mencari berbagai informasi tentang hal tertentu analisis
desain yang sistemik serta meramalkan sesuatu atau hipotesis kemudian
membuktikan kebenaran suatu ramalan dan membuat proyek Mandiri tentang topik
tersebut.

1. Stimulasi imajinasi dan proses inkubasi.

Hal lain yang perlu dilakukan adalah mengembangkan stimulasi imajinasi kreatif
dalam proses inkubasi.

1. Desain pembelajaran

Kita perlu merencanakan desain pembelajaran yang khusus. Langkah-langkah


penting untuk diperhatikan dalam mendesain pembelajaran adalah sebagai berikut
seleksi dan latihan guru pengembangan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan
belajar dalam segi akademik maupun seni Prosedur identifikasi jamak pematokan
sasaran program orientasi kerja samapersonal rencana evaluasi dan peningkatan
administratif.

1. Evaluasi

Proses evaluasi pada anak berbakat tidak berbeda dengan anak pada umumnya
Namun karena kurikulum atau program pelajaran anak berbakat berbeda dalam
cakupan dan tujuannya maka dibutuhkan penerapan evaluasi yang sesuai dengan
keadaan tersebut. Instrumen dan prosedur yang digunakan mengacu pada
ketentuan belajar adalah pengejawantahan dari keputusan layanan pendidikan anak
berbakat hasil umpan balik untuk keperluan tertentu pemantulan tingkat kemantapan
penguasaan suatu materi sesuai dengan sifat keterampilan dan kemampuan
maupun kecepatan belajar seseorang. Model pengukuran sepatu tersebut adalah
pengukuran acuan kriteria. Sebaliknya ada pengukuran acuan norma yang
membandingkan keberbakatan seseorang dengan temannya. Kedua cara tersebut
tidak selalu menunjuk hasil akhir yang diinginkan melainkan merupakan petunjuk
bidang mana yang sudah dikuasai individu sehingga memberikan keterangan
mengenai Tara kemampuan yang dicapai tanpa tergantung pada kinerja. Penting
untuk diperhatikan bahwa sebaiknya disertai dengan saran mengenai model
evaluasi yang perlu diterapkan Apakah tes atau non tes.

MODUL 4

PENDIDIKAN ANAK TUNANETRA

Kegiatan belajar 1

Definisi Klasifikasi Penyebab dan Cara Pencegahan Terjadinya Ketunanetraan

1. Definisi dan klasifikasi tunanetra.

Orang tunanetra adalah mereka yang tidak memiliki penglihatan sama sekali atau
buta total hingga mereka yang masih memiliki kisah penglihatan tetapi tidak mampu
menggunakan penglihatannya untuk membaca tulisan biasa berukuran 12 poin
dalam keadaan cahaya normal meskipun dibantu dengan kacamata atau kurang
awas. Ini berarti bahwa seorang tunanetra mungkin tidak mempunyai penglihatan
sama sekali meskipun hanya untuk membedakan terang dan gelap.

1. Penyebab terjadinya ketunanetraan

Berikut ini adalah beberapa kondisi umum yang dapat menyebabkan ketunanetraan
yang diurut secara alfabetis.

1. Albinisme adalah kondisi yang herediter di mana terdapat


kekurangan pigmen pada sebagian atau seluruh tubuh. Rambut
menjadi putih warna kulit sangat terang dan iris mata berwarna putih
atau putih kemerahan. Orang yang mengidap albinisme biasanya
penglihatannya buruk retinanya berkembang secara tidak sempurna
terlalu peka terhadap cahaya dan mengalami nistagmus yaitu
gerakan otot yang abnormal yang mengakibatkan matanya terus
menerus berkedip.
2. Amblyopia yaitu penglihatan yang buruk yang tidak diakibatkan oleh
suatu penyakit yang dapat teramati dan yang tidak dapat dikoreksi
dengan kacamata. Kondisi ini dapat bersifat bawaan atau mungkin
berkembang kemudian.
3. Buta warna
Kondisi ini lebih menonjol kejadiannya pada laki-laki dan pada umumnya merupakan
karakteristik yang diwariskan berdasarkan garis kelamin melalui kromosom jantan
meskipun dapat pula terjadi akibat keracunan atau penyakit retina. Pada umumnya
kebutaan warna ini mengenai ke-12 mata sering kali berupa hilangnya persepsi
terhadap satu atau dua warna dasar buta warna merah hijau merupakan jenis
bawaan yang paling umum tetapi kadang-kadang buta warna itu total sehingga
pengidapnya hanya melihat dalam hitam dan putih.

4. 4. Cedera dan radiasi

Pada masa dimana penyembuhan terhadap penyakit senantiasa terus


dikembangkan contoh tetap merupakan penyebab utama kecacatan dan cedera
pada mata tidak terkecuali. Pelindung mata yang memadai seharusnya senantiasa
dipakai pada saat mengelas di pabrik-pabrik dan laboratorium dan dalam situasi-
situasi lain di mana bahaya radiasi panas atau Cara lainnya dapat terjadi. Anak-anak
harus diajari untuk tidak mengarahkan benda-benda tajam dan barang barang
berbahaya lainnya ke wajahnya. Petani yang menggunakan amonia atau zat kimia
lainnya harus memperhatikan peringatan tentang keselamatan ya karena terkena zat
kimia merupakan penyebab utama cedera mata di daerah pertanian.

5. Defisiensi vitamin A merupakan salah satu penyebab utama


ketunanetraan pada anak-anak di Indonesia. Defisiensi vitamin A
dapat mempengaruhi fungsi organ-organ tubuh lainnya selain dari
mata.
6. Glaukoma yaitu cairan bening di dalam bagian depan mata tidak
mengalir keluar sebagaimana mestinya sehingga tekanan yang
berlebihan terjadi di dalam bola mata. Jika tekanan tersebut tidak
dikendalikan struktur mata yang lunak itu akan semakin rusak dan
akibatnya penglihatan menjadi kabur bidang pandang menjadi sempit
dan akhirnya buta total. Gejala gejala glukoma dapat berupa sering
salah lihat mual tidak dapat menyesuaikan mata pada ruangan gelap
melihat lingkaran berwarna mengelilingi lampu dan peringatan ke
samping berkurang.
7. Katarak adalah kekeruhan atau kekurangan pada lensa mata
sehingga menghambat masuknya cahaya ke dalam mata. Meskipun
bentuk-bentuk katarak tertentu bersifat bawaan sejak lahir namun
kemungkinan berkembang yang meningkat seiring dengan
bertambahnya usia.

8 Kelainan mata bawaan artinya semua kasus dari berbagai jenis kondisi yang
tercantum pada bagian ini. Beberapa kondisi mata bawaan seperti retinoblastoma
merupakan kondisi yang benar-benar herediter sedangkan kondisi-kondisi lainnya
merupakan akibat dari suatu penyakit atau defisiensi pada saat kehamilan misalnya
campak Jerman atau rubella.

9. Miopia terjadi apabila bola mata lebih panjang daripada yang normal
atau apabila terdapat perubahan di dalam bola mata sehingga
mengakibatkan Sinar membelok secara abnormal.

10.Nistagmus yaitu gerakan gerakan otot mata yang menghentak-hentak secara tak
sadar dan terus menerus. Gerakan-gerakan ini dapat ke semua arah atau hanya ke
arah tertentu saja tetapi biasanya lebih jelas ke arah tertentu pada individu tertentu.

11.Ophthalmia neonatorum yang artinya peradangan pada mata bayi baru lahir.
Penyakit ini pernah sangat ditakuti dan merupakan Penyebab umum ketunanetraan
tetapi kini dapat dicegah dengan ilmu kesehatan dan kedokteran modern.

12.Penyakit kornea dan pencangkokan kornea. Kornea adalah lapisan transparan


pada bagian depan bola mata berfungsi sebagai selaput jendela pembias dan
pelindung tempat lewatnya Sinar cahaya yang akan masuk ke retina. Kurnia tidak
mengandung pembuluh darah tetapi mengandung banyak saraf rasa sakit sehingga
cedera pada mata akan menimbulkan rasa sakit yang sangat. Disamping itu salah
lihat dapat terjadi sebagai akibat cedera pada kornea atau gangguan di dalam
kornea.

13.Retinitis pigmentosa. Kondisi ini ditandai dengan degenerasi retina dan koloid
biasanya disertai dengan perkembangan pigmen yang berlebihan. Kelainan
herediter dengan pola pewarisan dan perkembangan yang bervariasi.

14.Retinopati diabetika. Diabetes jangka panjang sering mengakibatkan perubahan


di dalam pembuluh pembuluh darah halus pada retina mata. Terdapat dua bentuk
retinopati diabetika.

15.Retinopati of prematurity yang kadang-kadang berkembang menjadi suatu


kondisi yang dikenal dengan istilah retrolental fibroplasia pernah diduga merupakan
akibat dari pembedahan bayi yang baru lahir terhadap terlalu banyak oksigen di
dalam inkubator tetapi kini para ahli tidak sepakat mengenai kepastian
penyebabnya.

16.Sobeknya dan lepasnya retina. Kadang-kadang sebagai bagian dari proses


penuaan kadang-kadang karena kecenderungan ke arah ini sudah diwarisi dari
orang tuanya dan kadang-kadang karena sebab-sebab lain ada orang yang
mengalami sobekan pada retina nya yang akhirnya sering mengakibatkan terpisah-
pisah nya berbagai lapisan retina itu.

17.Strabismus. Kondisi ini yang lebih dikenal dengan sebutan Mata juling pada
umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan otot-otot mata. Namun kelainan ini
dapat juga diakibatkan oleh trauma pada saat kelahiran faktor faktor herediter atau
karena gangguan gangguan lain.

18.Trakoma adalah penyakit menular disebabkan oleh sejenis virus yang menyerang
kelopak mata dan kornea. Penyakit ini masih banyak berjangkit di negara-negara
berkembang.

19.Tumor. Tidak semua tumor dan daging jadi adalah kanker. Sebuah tumor jinak
tidak banyak berbeda dengan jaringan di sekelilingnya. Dia berhenti tumbuh setelah
mencapai kebesaran tertentu dan tidak menyebar ke bagian-bagian tubuh lainnya.
Akan tetapi ada pula tumor jinak yang mengganggu penglihatan atau menyebabkan
rasa sakit.

20.Uveitis. Peradangan pada usia yaitu lapisan Tengah mata antara sklera dan
retina disebut uveitis. Gejala-gejalanya mencakup terlalu peka terhadap cahaya
penglihatan kabur rasa sakit dan mata merah.

1. Pencegahan terjadinya ketunanetraan.

Vision 2020 akan memungkinkan masyarakat internasional untuk memerangi


kebutaan yang dapat dihindari melalui.

1. Pencegahan dan pemberantasan penyakit.


2. Pelatihan personel.
3. Memperkuat infrastruktur perawatan mata yang ada.
4. 4. Penggunaan teknologi yang tepat dan terjangkau.
5. Mobilisasi sumber-sumber.

Disamping itu ada strategi untuk mencegah ketunanetraan pada anak yaitu

1. Pencegahan berjangkitnya penyakit.


2. Pencegahan timbulnya komplikasi yang mengancam penglihatan bila
penyakit telah berjangkit.
3. Meminimalisasi ketunanetraan yang diakibatkan oleh penyakit atau
Cedera yang telah dialami.
Strategi lainnya dikenal dengan perang modern melawan faktor penyebab
ketunanetraan ya itu profilaksis imunisasi perawatan kehamilan yang tepat
perawatan neonatal perbaikan gizi pendidikan masyarakat penyuluhan genetika
ketentuan-ketentuan yang mengatur produksi dan pengadaan barang barang
mainan yang berbahaya deteksi dan intervensi Dini serta meningkatkan higienitas
dan perawatan kesehatan.

Anda mungkin juga menyukai