Anda di halaman 1dari 22

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

PT. KALBE FARMA TBK

PT. KALBE FARMA TBK


FINANCIAL STATEMENT ANALYSIS

Oleh :
Dela Fadhilah Durriyanthy
Program Wijawiyata Manajemen - 80
PROFIL PERUSAHAAN PT. KALBE FARMA TBK

Kalbe merupakan perusahaan farmasi yang didirikan pada tahun 1966. Dengan
berpedoman pada Panca Sradha sebagai nilai dasar perseroan, Kalbe berhasil meraih
pertumbuhan yang solid dan mencatatkan sebagai perusahaan publik tahun 1991 di Bursa
Efek Jakarta.
Melalui proses pertumbuhan organik serta merjer dan akuisisi, Kalbe telah
mengembangkan kegiatan usahanya dan bertransformasi menjadi penyedia solusi
kesehatan terintegrasi melalui empat kelompok divisi usahanya: divisi obat resep, divisi
produk kesehatan, divisi nutrisi, serta divisi distribusi dan logistik. Keempat divisi usaha
ini mengelola portofolio obat resep dan obat bebas yang komprehensif, produk-produk
minuman energi dan nutrisi, serta alat-alat kesehatan dengan dukungan jaringan distribusi
yang menjangkau lebih dari 1 juta outlet di seluruh kepulauan Indonesia.
Di pasar internasional, perseroan telah hadir di negara-negara ASEAN serta
Afrika, dan menjadi perusahaan produk kesehatan nasional yang mampu bersaing di
pasar ekspor. Kini, setelah 5 dekade, Kalbe adalah perusahaan produk kesehatan public
yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar sekita Rp 79 triliun
dan omset penjualan Rp 20 triliun di akhir 2017.
ANALISIS HORIZONTAL LAPORAN KEUANGAN
PT. Kalbe Farma Tbk.

Analisis horizontal laporan keuangan PT. Kalbe Farma Tbk.


Analisis horizontal merupakan teknik analisa laporan keuangan yang dilakukan
dengan membandingkan laporan keuangan untuk beberapa periode yang dinyatakan
dalam bentuk persentase sehingga terlihat perkembangan perusahaan dari satu periode ke
periode lainnya (Kasmir, 2016). Pada analisis horizontal ditetapkan satu tahun sebagai
based year dengan nilai sebesar 100 %. Analisis Horizontal laporan keuangan PT. Kalbe
Farma Tbk. dapat dilihat pada Grafik 1 dan Grafik 2.

Grafik 1. Trend Analysis

25,000,000
Assets
20,000,000 Current Assets
Non-current assets
15,000,000 Liabilities
Current Liabilities
10,000,000
Non-current liabilities
Equity
5,000,000
Net revenues

0 Cost of revenues
2013 2014 2015 2016 2017 2018
Grafik 2. Trend Analysis

160.00%

140.00% Assets

120.00% Current Assets


Non-current assets
100.00%
Liabilities
80.00%
Current Liabilities
60.00% Non-current liabilities

40.00% Equity
Net revenues
20.00%
Cost of revenues
0.00%
2013 2014 2015 2016 2017 2018

Berdasarkan Grafik 1. dan Grafik 2. dapat diketahui bahwa sepanjang periode


2014-2017 terjadi peningkatan pada semua akun kecuali akun liabilities dan current
liabilities. Liabilities mengalami peningkatan pada tahun 2015 dan 2016 namun
mengalami penurunan pada tahun 2017, sementara akun current liabilities mengalami
penurunan hingga tahun 2017.
Peningkatan total assets dari tahun 2014-2017 disebabkan oleh peningkatan kas
dan setara kas serta piutang usaha yang sejalan dengan pertumbuhan perusahaan.
Peningkatan non-current asset sebesar 14,6 % pada tahun 2015 didorong oleh
peningkatan asset tetap. Akun liabilities meningkat sebesar 3,10 % pada tahun 2015
disebabkan oleh peningkatan liabilitas jangka panjang yang memiliki kontribusi 14,2 %
terhadap total liabilitas sementara penurunan pada tahun 2017 sebesar 3,9 % disebabkan
oleh penurunan liabilitas jangka pendek yang memiliki kontribusi sebesar 81,8%
terhadap total liabilitas.
Non-current liabilities mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2015
yaitu sebesar 35,6 %. Hal tersebut dipengaruhi oleh long-term bank loan, deffered tax
liabilities, serta long-term liabilities for employees benefit yang mengalami kenaikan
sebanyak 21 miliar dari tahun 2014. Long-term bank loan merupakan pinjaman investasi
dalam mata uang rupiah kepada PT. Bank Central Asia yang diberikan untuk entitas anak
perusahaan Kalbe Farma, Tbk.
Peningkatan equity disumbangkan dari akumulasi saldo laba yang mengalami
kenaikan setiap tahunnya selama periode 2014-2017. Net sales mengalami peningkatan
sebesar 2,99 % pada tahun 2015. Peningkatan ini lebih rendah dibandingkan dengan
target pertumbuhan penjualan. Perlambatan pertumbuhan ini disebabkan oleh
melemahnya daya beli masyarakat, penarikan salah satu obat resep, dan berakhirnya
kontrak distribusi dengan salah satu pihak ketiga. Pertumbuhan net sales didukung oleh
peningkatan harga pada beberapa produk pada 4 segmen penjualan. Pada 2017,
pertumbuhan net sales didukung oleh peningkatan volume penjualan dan peningkatan
harga dengan mempertimbangkan nilai tukar rupiah yang relatif stabil dan tingkat inflasi
yang terkendali.
Peningkatan Cost of revenues pada periode 2014-2017 yang terdiri atas beban
produksi dan barang jadi yang dijual pada bisnis distribusi didukung oleh nilai tukar
rupiah yang relatif stabil. Namun perseroan menghadapi resiko fluktuasi mata uang asing
pada cost of revenues akibat tidak tersedianya bahan baku dari sumber local sehingga
hamper seluruh bahan diperoleh melalui impor.
Analisis Vertikal Laporan Keuangan PT.
Kalbe Farma Tbk
Analisis vertikal laporan keuangan PT. Kalbe Farma Tbk.
Analisis vertikal merupakan teknik analisa laporan keuangan dalam periode
tertentu dengan cara membandingkan satu akun dan akun lainnya . Analisis vertikal
membagi akun-akun kecil menjadi beberapa persentase bagian yang akan
dibandingkan dengan akun besar sehingga memenuhi proporsi 100%. Analisis
vertikal akan menunjukkan kontribusi suatu akun kecil terhadap akun besar yang
dinyatakan dalam persentase. Analisis vertikal laporan keuangan PT. Kalbe Farma Tbk.
dapat dilihat pada Grafik 3. , Grafik 4., dan Grafik 5.

Grafik 3. Common-size Graphic of assets component

Common-Size Graphic of Assets


Components
100% 4.14% 4.47% 4.70% 5.00%
90% 28.61%
29.65% 30.73%
80% 32.99% Other non-current assets
70% 5.64% 4.46% 4.09%
Fixed asset
60% 4.53%
25.97% 22.61% 22.56% Other current assets
50% 21.96%
40% Inventories
30% 18.33% 18.39%
19.72% 18.32%
Account Receiveable
20%
20.47% 19.53%
10% 15.92% 17.19% Cash and cash equivalents
0%
2014 2015 2016 2017

Berdasarkan Grafik 3. dapat diketahui bahwa terjadi perubahan proporsi pada


akun other non-current assets, fixed assets, other current assets, inventories account
receivable, cash and cash equivalents. Proporsi setiap akun kecil didapatkan dari nilai
setiap akun kecil dibagi dengan total assets pada tahun tersebut dan dikali 100 %. Grafik
3 menunjukkan proporsi akun-akun kecil terhadap akun besar setiap tahunnya, dalam hal
ini akun besar yang digunakan adalah total assets. Contohnya pada tahun 2014,
inventories memiliki proporsi sebesar 25,97 % terhadap total assets. Pada tahun
selanjutnya yaitu 2015 proporsi inventories berkurang. Hal tersebut disebabkan oleh
peningkatan proporsi cash and cash equivalent serta fixed assets. Peningkatan pada other
current assets umumnya disebabkan oleh pembelian bahan baku dan barang jadi serta
uang muka operasional. Peningkatan fixed asset sejalan dengan penambahan fixed asset
seperti tanah, mesin, dan peralatan kesehatan

Grafik 4. Common-size Graphic of Financing Components

Common-Size Graphic of Financing


Components
2.33% 2.86% 2.92% 2.98%
100%
17.27% 15.22% 13.40%
19.18%
80%

60% Non-current Liabilities

40% Current Liabilities


78.49% 79.86% 81.86% 83.62%
Equity
20%

0%
2014 2015 2016 2017
Grafik 5. Common-size Graphic of Income Statement

Grafik 4. dan grafik 5. memiliki penjelasan yang hampir sama dengan grafik 3.
Perbedaannya adalah pada akun besar yang digunakan. Grafik 4. menunjukkan proporsi
dalam persentase akun-akun current liabilities, non-current liabilities, dan equity
terhadap akun liability+equity. Pada Grafik 5. menunjukkan proporsi akun net profit, cost
of revenues, operating expense, financial expense, dan income taxes terhadap income
statement.
Analisis Ratio Laporan Keuangan PT. Kalbe
Farma Tbk.

Tabel 1. Financial Statement Analysis Ratios PT. Kalbe Farma Tbk.


PT. KALBE FARMA Tbk.
Financial Statement Analysis Ratios
December 31, 2014, December 31, 2015, December 31, 2016 and December 31, 2017
Ratio 2015 2016 2017
Liquidity and Efficiency
Current Ratio 3.7 to 1 4.1 to 1 4.5 to 1
Acid-Test ratio 2.2 to 1 2.5 to 1 2.7 to 1
Accounts receivable turnover 7.6 times 7.6 times 7.1 times
Inventory turnover 3.1 times 3.1 times 3.0 times
Accounts payable turnover 6.2 times 6.5 times 6.6 times
Days' sales uncollected 47.7 days 50.8 days 53.2 days
Days' sales in inventory 117.9 days 123.5 days 125.2 days
Days' purchase in account payable 55.6 days 56.1 days 51.8 days
Cash conversion cycle 110.0 days 118.2 days 126.6 days
Total asset turnover 1.4 times 1.3 times 1.3 times

Solvency
Debt ratio 0.2 to 1 0.2 to 1 0.2 to 1
Equity ratio 0.8 to 1 0.8 to 1 0.8 to 1
Debt-to-equity ratio 0.3 to 1 0.2 to 1 0.2 to 1
Times interest earned 110.9 times 94.3 times 90.2 times

Profitability
Profit margin ratio 11.6% 12.1% 12.1%
Gross margin ratio 48.0% 49.0% 48.6%
Return on total assets 15.9% 16.3% 15.3%
Return on ordinary shareholders' equity 19,0% 18,9% 17,6%
Basic earning per share 42.76 rupiah 49.06 rupiah 51.28 rupiah

Market Prospects
Price-earnings ratio 30.87 30.88 32.96
Divided yield 1.44 % 1.45 % 1.48 %
Hasil perhitungan analisis ratio laporan keuangan PT. Kalbe Farma, Tbk adalah sebagai
berikut :
1. Liquidity and Efficiency
a. Current Ratio
Current ratio mengalami peningkatan dari tahun 2015-2017. Hal tersebut
menunjukkan peningkatan kemampuan aktiva lancar perusahaan untuk
melunasi hutang lancar perusahaan. Semakin tinggi current ratio maka
kemampuan perusahaan untuk menutupi hutang jangka pendek juga semakin
tinggi.
b. Acid-test ratio
Acid-test ratio mengalami peningkatan dari tahun 2015-2017. Hal tersebut
menunjukkan peningkatan kemampuan aktiva lancar yang paling liquid untuk
melunasi hutang lancar.
c. Accounts Receivable Turnover
Account receivables turnover tahun 2015-2017 mengalami penurunan. Hal ini
menunjukkan penurunan jumlah piutang usaha yang dapat berputar dalam
setahun sehingga kemampuan perusahaan menambah kas dari piutang akan
menurun.
d. Inventory Turnover
Inventory turnover mengalami penurunan pada tahun 2017. Hal tersebut
menunjukkan penurunan kecepatan dana yang tertanam dalam persediaan
yang akan berputar kembali menjadi kas. Penurunan tersebut juga
menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala perputaran inventories di
dalam gudang sehingga pengendalian barang untuk dijual tidak efisien.
e. Accounts Payable Turnover
Accounts payable turnover meningkat pada tahun 2016 dan menurun pada
tahun 2017. Penurunan ratio menunjukkan perusahaan lebih lambat dalam
pembayaran hutang kepada supplier.
f. Days’ Sales Uncollected
Days’ Sales Uncollected tahun 2015-2017 mengalami peningkatan. Hal
tersebut menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan
atau mengubah piutang menjadi kas menjadi semakin bertambah.
g. Days’ Sales in Inventory
Days’ sales in inventory mengalami peningkatan dari tahun 2015-2017. Hal
tersebut menunjukkan peningkatan kecepatan produk atau barang terjual pada
periode tersebut.
h. Days Purchase In Account Payable
Days’ purchases in accounts payable mengalami peningkatan pada tahun 2016
dan penurunan pada tahun 2017. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin
lama waktu yang dibutuhkan untuk melunasi hutang terhadap pembelian
produk.
i. Cash Convension Cycle
Cash conversion cycle menunjukkan peningkatan selama periode 2014-2017
yang berarti bahwa terjadi peningkatan kemampuan perusahaan untuk
mengubah kas yang dimiliki untuk menjadi barang atau inventory untuk dijual
dan menjadi kas kembali.
j. Total Asset Turnover
Total Assets Turnover menurun pada tahun 2017. Hal ini menunjukkan
penurunan kemampuan perusahaan untuk mengelola atau dapat
mengoptimalkan assetnya.

2. Solvency
a. Debt ratio
Debt ratio tahun 2015-2017 stabil pada angka 0,2. Hal ini menunjukkan setiap
Rp. 1,- aktiva dibiayai oleh hutang sebesar 20 %. Angka tersebut
menunjukkan pembelian asset menggunakan hutang.
b. Equity ratio
Equity ratio tahun 2015-2017 stabil pada angka 0,8. Hal ini menunjukkan
bahwa sekitar 80 % nilai equity berasal dari modal pemilik.
c. Debt-to-equity ratio
Debt-to-equity ratio menurun dari tahun 2016-2017. Hal ini menunjukkan
peningkatan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka
panjang sehingga pendanaan perusahaan yang disediakan pemegang saham
cenderung akan meningkat.
d. Times interest earned
Times interest earned menurun pada tahun 2015-2017. Hal tersebut
menunjukkan bahwa terjadi penurunan kemampuan perusahaan untuk
membayar bunga pinjaman.

3. Profitability
a. Profit margin ratio
Profit margin ratio meningkat tahun 2015-2017. Hal ini menunjukkan bahwa
terjadi peningkatan laba bersih yang diperoleh perusahaan.
b. Gross margin ratio
Gross margin ratio menunjukkan perusahaan mengalami peningkatan
keuntungan kotor pada tahun 2016 dan penurunan pada tahun 2017.
c. Return of total assets
Return of total asset menunjukkan peningkatan efisiensi pada dana yang
digunakan dalam perusahaan tahun 2016 dan mengalami penurunan pada
tahun 2017.
d. Return on ordinary shareholder’s equity
Return on ordinary shareholder’s equity mengalami penurunan tahun 2015-
2017. Hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi penurunan kemampuan
perusahaan mengelola modal dari pemegang saham untuk menghasilkan
keuntungan.
e. Basic earning per share
Basic earning per share mengalami peningkatan tahun 2015-2017 yang
menunjukkan bahwa meningkatnya profitabilitas perusahaan.
4. Market Prospect
a. Price earning ratio
Price earning ratio cenderung meningkat dari tahun 2015-2017. Hal tersebut
menunjukkan pasar bersedia membayar lebih terhadap pendapatan perusahaan
yang mengindikasikan kinerja perusahaan yang semakin membaik.
b. Dividend yield
Dividend yield tahun 2015-2017 meningkat menunjukkan tingkat keuntungan
yang diberikan oleh perusahaan semakin bertambah.
KESIMPULAN

1. Berdasarkan analisa horizontal dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pada


semua akun kecuali akun liabilities dan current liabilities selama tahun 2015-2017.
Peningkatan atau penurunan nilai suatu akun pada laporan keuangan PT. Kalbe
Farma Tbk. terjadi akibat faktor internal dan eksternal. Contoh faktor internal adalah
peningkatan harga produk sementara untuk faktor eksternal contohnya adalah
melemahnya nilai tukar rupiah dan tingkat inflasi. Analisa vertikal menunjukkan
bahwa proporsi dan perubahan proporsi setiap akun-akun kecil seperti account
receivable, cash and cash equivalent berpengaruh terhadap akun-akun besar setiap
tahunnya. Analisis ratio terbagi atas liquidity and efficiency, solvency, profitability,
dan market prospect yang dapat menilai kinerja keuangan perusahaan.

2. PT. Kalbe Farma Tbk mengalami penurunan kinerja keuangan pada tahun 2015 yang
disebabkan oleh perlambatan ekonomi dan ketidakstabilan nilai tukar Rupiah.
Namun, pada tahun 2016-2017 kinerja keuangan mengalami pemulihan dan
mempertahankan pertumbuhan yang positif ditunjukkan dengan peningkatan laba
bersih. Salah satu faktor penyebabnya adalah kondisi perekonomian Indonesia dan
global yang membaik bahkan diperkirakan akan berlanjut di tahun 2018.
DAFTAR PUSTAKA

Kasmir. 2016. Pengantar Manajemen Keuangan: Edisi Kedua. Prenada Media, Jakarta.

PT. Kalbe Farma Tbk. 2016. Laporan Tahunan PT. Kalbe Farma Tbk Tahun 2015 :
Landasan yang Lebih Kuat untuk Hari Esok yang Lebih Baik. PT. Kalbe Farma
Tbk, Jakarta.

PT. Kalbe Farma Tbk. 2017. Laporan Tahunan PT. Kalbe Farma Tbk Tahun 2016 : 50
Tahun Kalbe Perjalanan Penuh Makna. PT. Kalbe Farma Tbk, Jakarta.

PT. Kalbe Farma Tbk. 2018. Laporan Tahunan PT. Kalbe Farma Tbk Tahun 2017 :
Terdepan melalui Inovasi dan Kualitas. PT. Kalbe Farma Tbk, Jakarta.

Sugiono, A. dan Untung, E. 2016. Panduan Praktis Dasar Analisa Laporan Keuangan.
PT. Grasindo, Jakarta.
LAMPIRAN

1. Trend analysis
TREND ANALYSIS
IDR million 2014 2015 2016 2017
Assets 12,439,267 100.00% 13,696,416 110.11% 15,226,009 122.40% 16,616,239 133.58%
Current Assets 8,120,805 100.00% 8,748,491 107.73% 9,572,529 117.88% 10,043,950 123.68%
Non-current assets 4,318,462 100.00% 4,947,925 114.58% 5,653,479 130.91% 6,572,288 152.19%
Liabilities 2,675,166 100.00% 2,758,130 103.10% 2,762,162 103.25% 2,722,207 101.76%
Current Liabilities 2,385,920 100.00% 2,365,880 99.16% 2,317,161 97.12% 2,227,336 93.35%
Non-current liabilities 289,246 100.00% 392,250 135.61% 445,000 153.85% 494,871 171.09%
Equity 9,764,101 100.00% 10,938,285 112.03% 12,463,847 127.65% 13,894,031 142.30%
Net revenues 17,368,532 100.00% 17,887,464 102.99% 19,374,230 111.55% 20,182,120 116.20%
Cost of revenues 8,892,725 100.00% 9,295,887 104.53% 9,886,262 111.17% 10,369,836 116.61%

2. Common-size Graphic for Total Assets


Total Assets 2014 2015 2016 2017
Cash and cash equivalents 1,894,609 2,718,619 2,895,582 2,784,705
Account Receiveable 2,346,942 2,434,080 2,725,805 2,967,692
Inventories 3,090,544 3,003,149 3,344,404 3,557,496
Other current assets 670,747 592,640 606,735 734,054
Fixed asset 3,404,457 3,938,494 4,555,756 5,342,659
Other non-current assets 492,295 594,151 697,514 810,054

TOTAL 11,899,594 13,281,133 14,825,796 16,196,660

3. Common-size Graphic for Total Liabilities and Total Assets


Total Liabilities + Equity 2014 2015 2016 2017
Equity 9,764,101 10,938,285 12,463,847 13,894,031
Current Liabilities 2,385,920 2,365,880 2,317,161 2,227,336
Non-current Liabilities 289,246 392,250 445,000 494,871

TOTAL 12,439,267 13,696,415 15,226,008 16,616,238


4. Common-size Graphic for Income Statement
Income Statement 2014 2015 2016 2017
Cost of revenues 8,892,725 9,295,887 9,886,262 10,369,836
Operating expense 5,810,230 6,031,949 6,542,830 6,695,427
Financial expense 52,009 23,918 28,148 36,391
Income taxes 642,915 663,186 740,303 787,935
Net profit, other operating income, and
financial income 2,266,518 2,289,230 2,532,231 2,619,974