Anda di halaman 1dari 11

Ketua Umum Assosasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI)

Disampaikan di Acara Thursday Morning Coffee ARSSI , Hotel NAM kemayoran 10 oktober 2019
I. PENDAHULUAN

II. DAMPAK PMK No. 30 TAHUN 2019


BAGI RS SWASTA

III. TANTANGAN RS SWASTA


▪ Rumah Sakit Swasta menjadi bagian integral dalam sistem pelayanan kesehatan

▪ Perkembangan RS Swasta sangat pesat yang saat ini berjumlah 1955 RS (67,7 %) dari
jumlah total RS (2887 RS)

▪ Klasifikasi RS Swasta banyak di RS tipe C dan D

▪ Di eraJKN RS Swasta sebagai fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan kerjasama


dengan BPJS kesehatan tiap tahun meningkat (70 %)

▪ Kesiapan RS Swasta dalam implementasi PMK No. 30 tahun 2019 tentang Perijinan dan
klasifikasi Rs perlu melakukan strategi pengembangan RS secara matang

▪ Dampak PMK No. 30 tahun 2019 sangat besar ke pelaku bisnis Rumah Sakit
DATA RUMAH SAKIT

SUMBER DATA : RS ONLINE KEMENTRIAN KESEHATAN RI 2019


Regulasi perijinan dan
klasifikasi RS

SDM dan SARPRAS Pelayanaan


spesialistik
Perlu disesuaikan regulasi
Ketersediaan Dokter Spesialis Batasan maksimal pelayanan
dan subspesialis spesialistik

SOSIOBUDAYA , MODAL, INVESTASI

PERUBAHAN SISTEM PELAYANAN DI RS


• Berdampak pada PASIEN terhadap akses pelayanan ke RS akan terhambat
• RS Tipe C jenis pelayanan spesialis TERLALU SEDIKIT batas maksimalnya :
➢ RS jenis pelayanan spesialis banyak → BERPOTENSI MENINGKATKAN KELAS RS
(butuh biaya investasi yang besar)
➢ RS yang terkendala Biaya Investasi → Pemutusan kerjasama dengan dokter
spesialis & SDM RS
• RS tipe B membutuhkan investasi SDM dan sarpras yang banyak serta
sulitnya mencari dokter supspesialis di daerah
• Sistem rujukan berjenjang RS tipe B berdampak pada jumlah rujukan
pasien yang akan turun sehingga perlu dipikirkan biaya investasi dan
beban operasional RS Swasta
• Waktu peralihan peraturan TERLALU PENDEK (1 tahun) :
– Untuk persiapan SDM , Sarpras dan biaya investasi bagi RS yang MENINGKATKAN
KELAS
– Proses pengurangan layanan RS dan SDM bagi RS yang tidak meningkatkan kelas
RS
→berpengaruh pada penurunan produktivitas
− Pemodal besar merupakan peluang karena mudah dalam meningkatkan kelas Rumah
Sakit ,namun bila pemodal kecil akan kesulitan untuk meningkatkan kelas RS
→ANCAMAN RS yang memiliki modal kecil akan kolaps dan RS dengan modal besar
mendominasi bisnis RS

− Batasan maksimal pelayanan spesialistik akan berdampak


a. Pasien : menghambat akses pelayanan pasien ke RS yang sudah rutin di kunjungi, dan harus pindah
RS yang ada
pelayanan spesialis yang dituju
b. SDM : pengurangan SDM ,karena ada pengurangan pelayanan (untuk RS yang tidak naik kelas) ,
investasi peningkatan
kompetensi SDM tdk dapat dimanfaatkan RS
c. Dokter : Pemutusan hubungan kerja dokter spesialis karena batasan maksimal sudah terpenuhi
d. Keuangan : penurunan produktivitas RS karena pelayanan spesialistik dikurangi dan pelayanan
penunjang medis terkait
PERBEDAAN RS PEMERINTAH DAN RS SWASTA
RS PEMERINTAH RS SWASTA
• Investasi : dari pemerintah • Investasi : mandiri tanpa subsidi pemerintah

• Modal : dari pemerintah • Modal : mandiri tanpa subsidi pemerintah

• SDM dan dokter : pengangkatan • SDM dan dokter : pengangkatan oleh


oleh Pemerintah ,lebih mudah institusi swasta dan terikat dengan RS
tertentu,bila mengurangi SDM dampak resiko
dalam melakukan mutasi penugasan
PHK karyawan dan pengakhiran perjanjian
antar faskes Pemerintah kontrak
− Perubahan strategi RS oleh pemilik RS dan managemen RS dalam
pengembangan pelayanan dan kemampuan investasi UNTUK
MENINGKATKAN KELAS RS atau TETAP dengan klasifikasi kelas yang
sudah ditetapkan
− Meningkatkan peran kepemimpinan untuk menyikapi dampak PMK
No. 30 tahun 2019 terhadap perubahan pelayanan yang akan
berdampak kepada SDM, dokter dan keuangan RS
− Kecepatan beradaptasi terhadap perubahan regulasi yang sering
berubah,yang berdampak perubahan dalam sistem pelayanan
• Implementasi PMK No. 30 Tahun 2019 MASA PERALIHAN 3 TAHUN
• Pengaturan kebutuhan pelayanan spesialis dan sub spesialis dan fasilitas
kesehatan sesuai kelas RS DISESUAIKAN KEBUTUHAN DAERAH/WILAYAH dan
perlu disosialisasikan kepada seluruh dinas kesehatan dengan melibatkan
Asosiasi RS dan Organisasi profesi
• Tiap tiap daerah/wilayah perlu dilakukan MAPING KEBUTUHAN LAYANAN
pada awal implementasi PMK 30 th 2019 dengan melibatkan Asosiasi RS dan
Organisasi profesi
• Sosialisasi oleh DINAS KESEHATAN KEPADA MASYARAKAT terkait jenis
pelayanan yang ada di RS
• SURAT JAMINAN (KEMENKES) → pelayanan spesialis dalam masa peralihan
dan masa periode investasi alat →untuk klaim ke BPJS
• Ada Kesepakatan antara Kemenkes, BPJS, Asosiasi RS → Implementasi PMK
No. 30 Tahun 2019