Anda di halaman 1dari 4

Persyaratan Penggambaran Konstruksi Jalan dan Jembatan

Referensi :

Modul SIB 04 : Membaca Gambar

Suatu gambar teknik sipil untuk perencanaan proyek jalan atau jembatan, misalnya, harus
dilengkapi dgambar-gambar yang mendukung terlaksananya proyek tersebut tanpa
menimbulkan konflik atau interpretasi yang berbeda bagi setiap unsur yang terlibat dalam
pelaksanaan proyek tersebut.

A. Gambar Desain Konstruksi Jalan


Gambar perencanaan jalan terdiri atas :
1. Halaman Sampul
Pada halaman ini tercantum keterangan tentang :
a. Siapa pemilik dari proyek tersebut atau yang biasa disebut dengan sebagai
Pengguna Jasa.
b. Apa nama proyek tersebut beserta keterangan-keterangannya apabila
diperlukan
c. Siapa konsultan perencananya
2. Daftar Gambar
gambar ini hampir sama dengan daftar isi pada buku. Pada lembar ini dimuat
daftar judul gambar secara ber-urutan. Setiap lembar gambar diberi kode
dengan menggunakan huruf kapital sebagai singkatan nama judulnya. Untuk
gambar yang sejenis diletakkan pada lembar yang saling berdekatan. Untuk
membedakan antara lembar satu dengan lainnya, pada tiap lembar diberi kode
nomor urut yang diletakkan setelah huruf kapital tersebut di atas. Nomor urut
tersebut menunjukkan jumlah lembarnya.
3. Daftar Singkatan dan Simbol
Agar tidak terjadi salah pengertian terhadap simbol, kode huruf maupun istilah
(khususnya istilah asing) maka perlu disediakan lembar gambar khusus yang
mencantum arti dari simbol, kode maupun istilah yang digunakan dalam
gambar perencanaan / kerja.
4. Gambar Situasi
Pada gambar situasi ini mengkaitkan letak proyek yang akan dibangun
terhadap daerah sekitarnya yang telah dikenal oleh masyarakat secara umum.
Biasanya gambar situasi ini merupakan gambar peta untuk suatu wilayah
tertentu. Untuk mempermudah dalam menentukan lokasi yang akan dibangun,
biasanya diberikan keterangan-keterangan seperlunya.
5. Denah Perencanaan Jalan (Plan)
Panjang suatu proyek jalan biasanya sampai ratusan meter atau beberapa
kilometer. Oleh karena itu gambar denah jalan dibagi-bagi menjadi beberapa
bagian. Biasanya pada sumbu jalan dipasang titik-titik pembantu dengan
interval jarak tertentu, misalnya setiap 50 m, titik-titik tersebut disebut station
atau disingkat STA. Angka dibelakang huruf STA menunjukkan jarak diukur
dari station yang pertama yaitu STA 0. Dari denah, dapat diketahui antara lain
: letak jalan, bentuk dan arah jalan, panjang dan lebar jalan serta fasilitas-
fasilitas jalan.
6. Potongan Memanjang (Profile)
Pada gambar potongan memanjang di samping gambar titik-titik station juga
disajikan ketinggian (peil/level) dari permukaan tanah yang ada, rencana
permukaaan jalan, dan rencana dasar saluran.
7. Potongan Melintang Jalan (Cross Section)
Potongan melintang digambar untuk jarak tertentu dari penampang jalan,
biasanya diambil potongan pada setiap station. Disamping itu dapat pula dibuat
potongan melintang diluar titik station apabila pada tempat tersebut ingin
ditampilkan hal-hal yang khusus, misalnya terdapat tiang penerangan jalan,
dsb. Dari potongan melintang ini dapat diketahui antara lain : bentuk lapisan
perkerasan jalan, ukuran lebar maupun tinggi, kemiringan jalan, fasilitas jalan,
misalnya saluran air, trotoir (side walk), dindng penahan tanah, pagar jalan,
penerangan jalan, dll.
8. Denah Perencanaan Drainase
Dari gambar denah drainase dapat diketahui antara lain : letak saluran air
terhadap badan jalan, arah pengaliran air, model konstruksi saluran terbuka
maupun saluran tertutup.
9. Potongan Memanjang Saluran
Pada potongan memanjang ini disamping letak titik-titik station juga
dicantumkan ketinggian permukaan tanah dan dasar saluran yang
direncanakan. Sehingga melalui gambar potongan ini dapat dihitung jumlah
galian maupun urugan tanah untuk pembuatan saluran air.
10. Gambar Detail
Gambar detail adalah gambar-gambar konstruksi dengan skala kecil misalnya
1 : 5, 1 : 10 atau 1 : 20. Pada gambar potongan dilengkapi ukuran-ukuran
dengan jelas dan lengkap disamping keterangan-keterangan gambar. Bahkan
dibuat tabel-tabel misalnya untuk kebutuhan pembesian pekerjaan beton.
Gambar detail biasanya meliputi pekerjaan : detail saluran air terbuka dan
tertutup, detail trotoir dan kanstin (side walk & curb), detail dinding penahan
tanah, detail pagar, pondasi, detail jembatan, pelat penutup saluran, dll.
11. Gambar Perencanaan Traffic Engineering
Traffic engineering dibuat dengan denah tersendiri agar tidak rancu dengan
gambar-gambar yang lainnya. Gambar perencanaan traffic engineering
memuat antara lain : perencanaan rambu lalu-lintas, marka jalan, penerangan
jalan, pengaturan traffic light, dll.

B. Gambar Desain Konstruksi Jembatan


Gambar Konstruksi Jembatan terdiri atas :
1. Sampul luar (cover) dan sampul dalam
2. Daftar isi
3. Peta lokasi proyek
4. Peta lokasi sumber bahan material (quarry)
5. Daftar simbol dan singkatan
6. Daftar bangunan pelengkap
7. Daftar rangkuman volume pekerjaan
8. Alinyemen Horizontal (plan)
Digambar di atas peta situasi skala 1 : 500 untuk jembatan dengan interval
garis tinggi 1 meter dan dilengkapi dengan data yang dibutuhkan.
9. Alinyemen Vertikal (profile)
Digambar dengan skala horizontal 1 : 500 untuk jembatan dan skala vertikal 1
: 100 yang mencakup data yang dibutuhkan.
10. Potongan Melintang (Cross Section)
Digambar untuk setiap titik STA (maximum interval 50 meter), dibuat dengan
skala horizontal 1 : 100 dan skala vertikal 1 : 50.
Dalam gambar potongan melintang harus mencakup :
a. Tinggi muka tanah asli dan tinggi rencana muka jalan dan jembatan
b. Profil tanah asli dan profil / dimensi RUMIJA (ROW) rencana
c. Penampang bangunan pelengkap yang diperlukan
d. Data kemiringan lereng galian / timbunan (bila ada)
11. Potongan Melintang Tipikal (Typical Cross Section) harus digambar dengan
skala yang pantas dan memuat semua informasi yang diperlukan antara lain :
a. Gambar konstruksi existing yang ada
b. Penampang pada daerah galian dan daerah timbunan pada ketinggian yang
berbeda-beda
c. Penampang pada daerah perkotaan dan daerah luar kota
d. Rincian konstruksi perkerasan
e. Penampang bangunan pelengkap
f. Bentuk dan konstruksi bahu jalan, median
g. Bentuk dan posisi saluran melintang (bila ada)
12. Gambar standar yang mencakup antara lain gambar bangunan pelengkap,
drainase, rambu jalan, marka jalan, dan sebagainya.
13. Gambar detail bangunan bawah dan bangunan atas jembatan
14. Keterangan mengenai mutu bahan dan kelas pembebanan