Anda di halaman 1dari 10

PEMBAHASAN

Analisis Tahun 2013

Pada tahun 2013 kas PT MAYORA INDAH Tbk mengalami kenaikan Rp


313.383.720.578,-. Kenaikan tersebut disebabkan karena jumlah penerimaan kas tahun tersebut
lebih besar daripada jumlah pengeluaran kas.

Jumlah penerimaan kas sebesar Rp14.410.612.237.346 masing-masing berasal dari


kegiatan operasi (penerimaan kas dari pelanggan, kas yang dihasilkan dari operasi,penerimaan
restribusi pajak ) sebesar dari Rp12.945.462.067.680 , dari kegiatan investasi (penerimaan
bunga, hasil penjualan asset tetap,) sebesar Rp28.692.080.475 dari kegiatan pendanaan
(penambahan hutang bank jangka pendek maupun jangka panjang dan, penambahan piutang lain-
lain – pihak berelasi) sebesar Rp1.440.000.000.000.

Jumlah pengeluaran kas sebesar Rp12.229.199.285.943 masing-masing untuk membiayai


kegiatan operasi (pembayaran kepada pemasok,kontraktor,karyawan dan lainnya, pembayaran
bunga, sukuk mudarabah, pembayaran imbalan kerja jangka panjang, pembayran pajak
penghasilan,pembayaran pajak final) sebesar Rp10.432.384.193.744, umtuk membiayai kegiatan
investasi (peningkatan uang jaminan, perolehan asset tetap, dan peningkatan uang muka
pembelian asset tetap) sebesar Rp638.670.921.420, dan untuk pembiayai kegiatan pendanaan
(utang bank jangka pendek, pinjaman bank jangka panjang, sukuk mudarabah, utang obligasi,
dividen) sebesar Rp1.503.660.670.000.

Jadi, pada tahun 2013 PT MAYORA INDAH Tbk berhasil dalam menjalankan kegiatan
operasi dan investasinya sehingga dapat meningkatkan jumlah kas begitupun menambah asset
tetap.

Analisis Tahun 2014

Pada tahun 2013 kas PT MAYORA INDAH Tbk mengalami penurunan Rp


1.156.218.755.689,-. Penurunan tersebut disebabkan karena jumlah penerimaan kas tahun
tersebut lebih kecil daripada jumlah pengeluaran kas.

Jumlah penerimaan kas sebesar Rp16.115.619.015.301,- masing-masing berasal dari


kegiatan operasi (penerimaan dari pelanggan, kas yang dihasilkan dari operasi, penerimaan
restribusi pajak) sebesar Rp 14.146.722.376.552, dari kegiatan investasi (penerimaan bunga,
hasil penjualan asset tetap) sebesar Rp 44.649.703.827, dan kegiatan pendanaan (utang bank
jangka pendek, pinjaman bank jangka panjang) sebsesar Rp1.936.238.763.654.

Jumlah pengeluaran kas sebesar Rp16.546.067.748.654 masing-masing untuk membiayai


kegiatan operasi (pembayaran kepada pemasok,kontraktor,karyawan dan lainnya, pembayaran
bunga, sukuk mudarabah, pembayaran imbalan kerja jangka panjang, pembayran pajak
penghasilan,pembayaran pajak final) sebesar Rp14.914.870.032.741, umtuk membiayai kegiatan
investasi (peningkatan uang jaminan, perolehan asset tetap, dan peningkatan uang muka
pembelian asset tetap) sebesar Rp860.241.981.170dan untuk pembiayai kegiatan pendanaan
(utang bank jangka pendek, pinjaman bank jangka panjang, sukuk mudarabah, utang obligasi,
dividen) sebesar Rp1.414.525.858.855.

Jadi, pada tahun 2014 PT MAYORA Tbk kurang berhasil dalam menjalankan kegiatan
investasinya, karena jumlah investasi yang dilakukan melebihi kas yang masuk dari kegiatan
operasi.

Analisis Tahun 2015

Pada tahun 2015 kas PT MAYORA INDAH Tbk mengalami kenaikan Rp


851.510.274.48,-. Kenaikan tersebut disebabkan karena jumlah penerimaan kas tahun tersebut
lebih besar daripada jumlah pengeluaran kas.

Jumlah penerimaan kas sebesar Rp18.874.690.466.147 masing-masing berasal dari


kegiatan operasi (penerimaan kas dari pelanggan, kas yang dihasilkan dari operasi,penerimaan
restribusi pajak ) sebesar dari Rp17.497.701.517.095, dari kegiatan investasi (penerimaan bunga,
hasil penjualan asset tetap,) sebesar RP19.165.543.748 dari kegiatan pendanaan (penambahan
hutang bank jangka pendek maupun jangka panjang dan, penambahan piutang lain-lain – pihak
berelasi) sebesar Rp1.360.000.000.000.

Jumlah pengeluaran kas sebesar Rp14.694.828.147.819 masing-masing untuk membiayai


kegiatan operasi (pembayaran kepada pemasok,kontraktor,karyawan dan lainnya, pembayaran
bunga, sukuk mudarabah, pembayaran imbalan kerja jangka panjang, pembayran pajak
penghasilan,pembayaran pajak final) sebesar Rp12.244.976.607.103, umtuk membiayai kegiatan
investasi (peningkatan uang jaminan, perolehan asset tetap, dan peningkatan uang muka
pembelian asset tetap) sebesar Rp 559.778.910.877, dan untuk pembiayai kegiatan
pendanaan (utang bank jangka pendek, pinjaman bank jangka panjang, sukuk mudarabah, utang
obligasi, dividen) sebesar Rp2.304.661.855.805.

Jadi, pada tahun 2015 PT MAYORA INDAH Tbk berhasil dalam menjalankan kegiatan
operasi dan investasinya sehingga dapat meningkatkan jumlah kas begitupun menambah asset
tetap.

Analisis Tahun 2016

Pada tahun 2016 kas PT MAYORA INDAH Tbk mengalami penurunan Rp


98.265.274.387,-. Penurunan tersebut disebabkan karena jumlah penerimaan kas tahun tersebut
lebih kecil daripada jumlah pengeluaran kas.

Jumlah penerimaan kas sebesar Rp23.417.899.748.999 masing-masing berasal dari


kegiatan operasi (penerimaan kas dari pelanggan, kas yang dihasilkan dari operasi,penerimaan
restribusi pajak ) sebesar dari Rp18.953.011.986.753, dari kegiatan investasi (penerimaan bunga,
hasil penjualan asset tetap,) sebesar Rp17.598.286.464 dari kegiatan pendanaan (penambahan
hutang bank jangka pendek maupun jangka panjang dan, penambahan piutang lain-lain – pihak
berelasi) sebesar Rp4.450.000.000.000.

Jumlah pengeluaran kas sebesar Rp21.542.105.422.896 masing-masing untuk membiayai


kegiatan operasi (pembayaran kepada pemasok,kontraktor,karyawan dan lainnya, pembayaran
bunga, sukuk mudarabah, pembayaran imbalan kerja jangka panjang, pembayran pajak
penghasilan,pembayaran pajak final) sebesar Rp16.853.442.943.087, umtuk membiayai kegiatan
investasi (peningkatan uang jaminan, perolehan asset tetap, dan peningkatan uang muka
pembelian asset tetap) sebesar Rp764.149.952.506, dan untuk pembiayai kegiatan pendanaan
(utang bank jangka pendek, pinjaman bank jangka panjang, sukuk mudarabah, utang obligasi,
dividen) sebesar Rp4.459.787.805.520.

Jadi, pada tahun 2016 PT MAYORA INDAH Tbk berhasil dalam menjalankan kegiatan
operasi dan investasinya sehingga dapat meningkatkan jumlah kas begitupun menambah asset
tetap.

Analisi Tahun 2017

Pada tahun 2017 kas PT MAYORA INDAH Tbk mengalami kenaikan Rp


647.173.993.770 ,-. Kenaikan tersebut disebabkan karena jumlah penerimaan kas tahun tersebut
lebih besar daripada jumlah pengeluaran kas.

Jumlah penerimaan kas sebesar Rp27.249.291.089.924 masing-masing berasal dari


kegiatan operasi (penerimaan kas dari pelanggan, kas yang dihasilkan dari operasi,penerimaan
restribusi pajak ) sebesar dari Rp 21.387.798.381.148 , dari kegiatan investasi (penerimaan
bunga, hasil penjualan asset tetap,) sebesar Rp41.095.857.209, dari kegiatan pendanaan
(penambahan hutang bank jangka pendek maupun jangka panjang dan, penambahan piutang lain-
lain – pihak berelasi) sebesar Rp5.825.000.000.000.

Jumlah pengeluaran kas sebesar Rp23.454.558.244.091masing-masing untuk membiayai


kegiatan operasi (pembayaran kepada pemasok,kontraktor,karyawan dan lainnya, pembayaran
bunga, sukuk mudarabah, pembayaran imbalan kerja jangka panjang, pembayran pajak
penghasilan,pembayaran pajak final) sebesar Rp18.030.900.015.930, umtuk membiayai kegiatan
investasi (peningkatan uang jaminan, perolehan asset tetap, dan peningkatan uang muka
pembelian asset tetap) sebesar Rp567.412.488.282, dan untuk pembiayai kegiatan pendanaan
(utang bank jangka pendek, pinjaman bank jangka panjang, sukuk mudarabah, utang obligasi,
dividen) sebesar Rp5.444.720.000.000.
Jadi, pada tahun 2017 PT MAYORA INDAH Tbk berhasil dalam menjalankan kegiatan
operasi dan investasinya sehingga dapat meningkatkan jumlah kas begitupun menambah asset
tetap.

ANALISIS PROFITABILITAS

Rasio profitabilitas adalah rasio yang menunjukan besarnyanlaba yang diperoleh sebuah
perusahaan dlam periode tertentu. Rasio ini digunakan untuk menilai seberapa efisien dan efektif
pengelola perusahaan dapat mencari kruntungan atau laba untuk setiap penjualan yang
dilakukan. Efektifitas manajemen disini dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan
investasi perusahaan. Selain itu, rasio ini menunjukan kemampuan perusahaan dalam
memanfaatakan seluruh dana yang dimilikinya untuk mendapat keuntungan maksimal. Manfaat
yang diperoleh dari rasio profitabilitas adalah :

1) Mengetahaui posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang


2) Mengetahui perkembangan laba dari waktu ke waktu
3) Mengetahui besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri
4) Mengetahui produktivitas dari eluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal
pinjaman maupun modal sendiri, dll

ANALISIS

Keterangan 2013 2014 2015 2016 2017


RASIO PEMANFAATAN ASET
Total Asets Trun-over 1,24 2,19 2,12 2,27 11,12

Working Capital Trun-Over 3,05 3,52 3,19 3,20 3,06

Fixed Asets Trun-Over 3,66 4,01 3,86 4,55 4,94

Other Asets Trun-Over -3,86 1,39 1,35 1,49 1,47


RASIO KINERJA OPERASI 2013 2014 2015 2016 2017
Gros Profit Margin 0,24 0,18 0,28 0,27 0,24

Operating Profit Margin 0,11 0,06 0,13 0,13 0,12

Cost to Sales Ratio 0,76 0,82 0,72 0,73 0,76

Net Profit Margin 0,09 0,03 0,08 0,08 0,08

RASIO KEMBALIAN INVESTASI


ROA 0,11 0,04 0,12 0,11 0,12

ROE 0,27 0,10 0,24 0,22 0,22

PEMBAHASAN

RASIO PEMANFAATAN ASET

Total Assets Trun-Over

Kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan seluruh asset untuk mendukung kegiatan


operasi dalam rangka memperoleh laba pada tahun 2013 – 2017 cenderung naik. Hal itu dilihat
dari angka rasio total asset trun over tahun 2013 yang awalnya sebesar 1,24 naik di tahun 2014
menjadi 2,19, namun pada tahun 2015 mengalami penurunan walau tidak terlalu signifikan yaitu
menjadi 2,12, selanjutnya pada tahun 2016 naik menjadi 2,27 dan pada tahun 2017 mengalami
kenaikan yang signifikan yaitu menjadi 11,12.

Working Capital Trun-Over

Kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan asset lancar untuk memperoleh laba pada
tahun 2013 -2017 masih belum stabil. Hal itu dapat dilihat pada angka rasio working caital trun-
over tahun 2013 yang menunjukan angka 3,05 mengalami kenaikan di tahun 2014 menjadi 3,52,
namun ditahun 2015 mengalami penurunan menjadi 3,19, selanjutnya pada tahun 2016
mengalami kenaikan sebesar 3,20 dan pada tahun 2017 mengalami penurunan menjadi sebesar
3.06.

Fixed Asets Trun-Over

Kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan asset pada tahun 2013 – 2017 mengalami
peningkatan dari tahun ke tahun, yaitu angka rasio fixed asset trun-over pada tahun 2013
menunjukan angka 3,66, lalu di tahun 2014 naik menjadi 4,01, lalu pada tahun 2015 mengalami
penurunan menjadi 3,86, dan di tahun 2016 rasio ini mengalami kenaikan menjadi 4,55
begitupun dengan tahun 2017 naik menjadi 4,94. Jadi kemampuan perusahaan dalam
memanfaatkan asset tidak lancarnya cenderung efektif dan efisien.

Other Assets Trun-Over

Kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan asset lain-lain pada tahun 2013 – 2017
mengalami ketidak stabilan dari tahun ke tahun. Hal ini diliat dari angka rasio tahun 2013
sebesar -3,86 mengalami penurunan pada tahun 2014 menjadi 1,39 lalu dengan tahun 2015
mengalami penuruan kembali menjadi 1,35 sedangkan tahun 2016 mengalami peningkatan
menjadi 1,49 dan selanjutnya pada tahun 2017 mengalami penurunan menjadi 1,47.

RASIO KINERJA OPERASI

Gross Profit margin

Kemampuan PT. Mayora Indah Tbk dalam memperoleh laba kotor dari kegiatan operasi
(penjualan) yang dilakukan tahun 2013 sampai dengan 2017 mengalami ketidak stabilan. Hal itu
dapat dilihat dari hasil perhitungan gross profit margin ratio tahun 2013 sebesar 0,24, mengalami
penurunan di tahun 2014 menjadi 0,18, sedangkan tahun 2015 naik menjadi sebesar 0,28, lalu pada
tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 0,27, selanjutnya pada tahun 2017 mengalami penurunan
kembali sebesar 0,24.

Operating Profit Margin

Kemampuan PT. Mayora Indah Tbk dalam memperoleh laba operasi dari kegiatan operasinya
(penjualan) yang dilakukan tahun 2013 ke tahun 2017 cukup stabil karena perubahanya tidak terlalu
mencolok. Hal ini dapat dilihat dari angka rasio pada tahun 2013 sebesar 0,11 mengalami penurunan
pada tahun 2014 menjadi 0,06, lalu kembali naik di tahun 2015 menjadi 0,13, selanjutnya pada tahun
2016 tidak mengalami perubahan rasio ini tetap sebesar 0,13 dan pada tahun 2017 mengalami
penurunan sebesar 0,12.

Cost To Sales Ratio

Rasio harga pokok penjualan atas penjualan bersih dari tahun 2017 (0,76) mengalami penuruan
yang cukup stabil. Pada tahun 2013 rasio ini sebesar 0,76 lalu pada tahun 2014 mengalami kenaikan
sebesar 0,82, selanjutnya pada tahun 2015 rasio ini mengalami penurunan 0,72 lalu pada tahun 2016
mengalami kenaikan 0,73 dan pada tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,76. Dengan demikian
perusahaan dikatakan dapat beroperasi secara efisien.
Net Profit Margin

Kemampuan PT. Mayora Indah Tbk dalam memperoleh laba berih dari kegiatan
operasinya (penjualan) yang dilakukan tahun 2013 ke tahun 2017 cenderung stabil (tetap). Hal
ini dapat dibuktikan dari hasil perhitungan net profit margin pada tahun 2013 menunjukan 0,09
lalu pada tahun 2014 turun menjadi 0,03 selanjutnya pada tahun 2015 naik menjadi 0,08 dan pada
tahun 2016 tidak mengalami perubahan sama seperti rasio tahun sebelumya sebesar 0,08 sedangkan
begitu juga degan tahun 2017 rasionya tetap sama sebesar 0,08.

RASIO KEMBALIAN INVESTASI

Retrun on Total Asets

Tahun 2013 nilai ROA sebesar 0,11 atau 11% menunjukan bahwa perusahaan mampu
menghasilkan laba bersih yang bernilai 11% dari total asetnya. Tahun 2014 nilai ROA sebesar 0,04 atau
4%. Tahun 2015 mengalamai kenaikan menjadi 0,12 atau 12% selanjutnya pada tahun 2016 mengalami
penurunan menjadi 0,11 atau 11% sedangkan pada tahun 2017 mengalami kenaikan menjadi 0,12 atau
12%.

Retrun on Equity

Tahu 2013 nilai rasio ROE sebesar 0,27 atau 27% menunjukan bahwa perusahaan mampu
menghasilkan laba bersih yang bernilai 11% dari total ekuitas yang dimiliki (modal sendiri). Tahun 2014
nilai rasio ROE mengalami penurunan 0,01 atau 0,1% menjadi 0,10 atau 10% , lalu pada tahun 2015
mengalami kenaikan 0,14 atua 14% menjadi 0,24 atau 24%, sedangkan pada tahu 2016 mengalami
penurunan 0,02 atau 2% menjadi 0,22 atau 22% dan pada tahun 2017 tidak mengalami perubahan dari
tahun sebelumnya sama seperti tahun 2016 yaitu rasio sebesar 0,22atau 22%.
.