Anda di halaman 1dari 20

BAB III

TATALAKSANA PELAYANAN

1. PERENCANAAN KEGIATAN UKM


Perencanaan tingkat Puskesmas akan memberikan pandangan
menyeluruh terhadap semua tugas, fungsi dan peranan yang akan dijalankan
dan menjadi tuntunan dalam proses pencapaian tujuan Puskesmas secara
efisien dan efektif. Perencanaan Puskesmas merupakan inti kegiatan
manajemen Puskesmas, karena semua kegiatan manajemen diatur dan
diarahkan oleh perencanaan. Dengan perencanaan Puskesmas,
memungkinkan para pengambil keputusan dan pimpinan Puskesmas untuk
menggunakan sumber daya Puskesmas secara berdaya guna dan berhasil
guna. Untuk menjadikan organisasi dan manajemen Puskesmas efektif dan
berkinerja tinggi diawali dari perencanaan efektif. Perencanaan Puskesmas
adalah fungsi manajemen Puskesmas yang pertama dan menjadi landasan
serta titik tolak pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen lainnya. Semua
kegiatan dan tindakan manajemen Puskesmas didasarkan dan/atau
disesuaikan dengan perencanaan yang sudah ditetapkan. Ini berarti, setelah
perencanaan disusun, kemudian struktur organisasi, tata kerja, dan
personalia Puskesmas yang akan melaksanakan tugas organisasi ditentukan
(fungsi pengorganisasian). Selanjutnya personalia yang bekerja dalam
organisasi Puskesmas digerakan dan diarahkan agar mereka bertindak dan
bekerja efektif untuk mencapai tujuan Puskesmas yang direncanakan (fungsi
penggerakan dan pelaksanaan).
Semua aktivitas personalia dan organisasi Puskesmas diawasi,
dipantau, dan dibimbing agar aktivitas tetap berjalan sesuai tujuan dan target
kinerja Puskesmas (fungsi pengawasan dan pengendalian). Akhirnya
dilakukan penilaian untuk mengetahui dan menganalisis kinerja pegawai dan
organisasi Puskesmas. Penilaian meliputi masukan, proses
transformasi/konversi yaitu pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dan
pelaksanaan program dan kegiatan 13 serta pelayanan kesehatan
Puskesmas. Kemudian hasilnya dibandingkan dengan tujuan dan terget
kinerja Puskesmas yang telah ditetapkan (fungsi penilaian).
Penyusunan rencana kegiatan Puskesmas dilakukan secara sistematis
untuk memecahkan masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.
Hal ini meliputi :
1. Upaya kesehatan wajib
2. Upaya kesehatan pengembangan
Kegiatan dalam proses perencanaan Upaya Kesehatan Masyarakat meliputi :
I. Survey Mawas Diri (SMD)
Pemberdayaan Masyarakat Adalah segala upaya fasilitasi yang
bersifat persuasif dan tidak memerintah yang bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku dan kemampuan
masyarakat dalam menemukan, merencanakan dan memecahkan
masalah, menggunakan sumber daya atau potensi yang mereka miliki
termasuk partisipasi dan dukungan tokoh masyarakat serta LSM yang
ada dan hidup di masyarakat. Pemberdayaan masyarakat bidang
kesehatan akan menghasilkan kemandirian masyarakat di bidang
kesehatan dengan demikian pemberdayaan masyarakat merupakan
proses sedangkan kemandirian merupakan hasil, karenanya
kemandirian 6 masyarakat dibidang kesehatan bisa diartikan sebagai
kemampuan untuk dapat mengidentifikasi masalah kesehatan yang
ada di masyarakat, kemudian merencanakan dan melakukan cara
pemecahannya dengan memanfaatkan potensi setempat tanpa
tergantung pada bantuan dari luar.
Survei Mawas Diri adalah kegiatan pengenalan, pengumpulan dan
pengkajian masalah kesehatan yang dilakukan oleh kader dan tokoh
masyarakat setempat dibawah bimbingan kepala Desa/Kelurahan dan
petugas kesehatan (petugas Puskesmas, Bidan di Desa).

Tujuan SMD :
a. Dilaksanakannya pengumpulan data, masalah kesehatan,
lingkungan dan perilaku. b. Mengkaji dan menganalisis masalah
kesehatan, lingkungan dan perilaku yang paling menonjol di
masyarakat.
c. Mengiventarisasi sumber daya masyarakat yang dapat mendukung
upaya mengatasi masalah kesehatan.
d. Diperolehnya dukungan kepala desa/kelurahan dan pemuka
masyarakat dalam pelaksanaan penggerakan dan pemberdayaan
masyarakat di Desa Siaga.

Sasaran SMD adalah semua rumah yang ada di desa/kelurahan


atau menetapkan sampel rumah dilokasi tertentu (± 450 rumah) yang
dapat menggambarkan kondisi masalah kesehatan, lingkungan dan
perilaku pada umumnya di desa/kelurahan.
Lokasi SMD dilaksanakan di desa/kelurahan terpilih
Pelaksana SMD dilaksanakan oleh kader dan tokoh masyarakat atau
sekelompok warga masyarakat yang telah ditunjuk pada pertemuan
tingkat desa.
Waktu SMD dilaksanakan sesuai dengan hasil kesepakatan pertemuan
tingkat desa/kelurahan.

Cara Pelaksanaan
a. Petugas Puskesmas, Bidan di desa dan kader/kelompok warga
yang ditugaskan untuk melaksanakan SMD dengan kegiatan
meliputi :
• Pengenalan instrumen (daftar pertanyaan) yang akan
dipergunakan dalam pengumpulan data dan informasi masalah
kesehatan.
• Penentuan sasaran baik jumlah KK ataupun lokasinya
• Penentuan cara memperoleh informasi masalah kesehatan
dengan cara wawancara yang menggunakan daftar pertanyaan.

b. Pelaksana SMD Kader, tokoh masyarakat dan kelompok warga


yang telah ditunjuk melaksanakan SMD dengan bimbingan petugas
Puskesmas dan bidan di desa mengumpulkan informasi masalah
kesehatan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

c. Pengolahan Data Kader, tokoh masyarakat dan kelompok warga


yang telah ditunjuk mengolah data SMD dengan bimbingan petugas
Puskesmas dan bidan di desa, sehingga dapat diperoleh perumusan
masalah kesehatan untuk selanjutnya merumuskan perioritas masalah
kesehatan, lingkungan dan perilaku di desa/kelurahan yang
bersangkutan.

II. Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)

MMD adalah pertemuan seluruh warga desa/kelurahan atau warga


masyarakat yang mewakili semua komponen masyarakat di
desa/kelurahan untuk membahas hasil survei mawas diri dan
merencanakan upaya penanggulangan masalah kesehatan, lingkungan
dan perilaku yang diperoleh dari hasil survei mawas diri.

1. Tujuan MMD :

a. Masyarakat mengenal masalah kesehatan di wilayahnya.

b. Masyarakat bersepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan


melalui penggerakan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Siaga.

c. Masyarakat membentuk forum Desa/Kelurahan Siaga dan


menetapkan Poskesdes sebagai koordinator pelaksanaan upaya
kesehatan bersumber daya masyarakat.

d. Masyarakat menyusun rencana kerja untuk menanggulangi masalah


kesehatan di wilayahnya.

e. Mempersiapkan pelatihan kader dalam rangka meningkatkan


pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengembangkan Desa
Siaga dan operasional Poskesdes.

2. Tempat pertemuan
Tempat pertemuan sebaiknya di desa, dengan memilih balai desa atau
tempat lain yang bisa menampung kurang lebih 20 - 30 orang peserta.

3. Peserta pertemuan

a. Peserta tingkat kecamatan meliputi Camat, TP-PKK kecamatan,


Kepala Puskesmas, Staf Puskesmas, Diknas, Departemen Agama ,
Lintas sektor terkait

b. Peserta tingkat desa meliputi Kepala Desa, TP-PKK Desa, Sekdes,


BPD, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat/Guru

4. Waktu

Waktu pertemuan segera setelah SMD atau disesuaikan dengan


kesediaan dan kondisi desa/kelurahan yang bersangkutan, agar
memungkinkan semua yang diundang dapat hadir serta cukup
memberikan kesempatan untuk tercapainya tujuan musyawarah
masyarakat desa.

5. Pelaksanaan

a. Kepala Desa/Kelurahan yang mengundang para peserta MMD.

b. MMD dibuka oleh kepala Desa/Kelurahan dengan menguraikan


maksud dan tujuan musyawarah.

c. Pengenalan masalah kesehatan oleh masyarakat sendiri melalui


curah pendapat dengan menggunakan alat peraga, poster dan lain-lain
dipimpin oleh petugas Puskesmas atau bidan di desa.

d. Penyajian hasil SMD oleh tokoh masyarakat/kader/kelompok SMD.

e. Perumusan dan penentuan perioritas masalah kesehatan atas dasar


pengenalan masalah (butir c) dan hasil SMD dilanjutkan dengan
rekomendasi tehnis dari petugas Puskesmas/bidan di Desa.

f. Penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dalam rangka


penanggulangan masalah kesehatan, dipimpin oleh kepala
Desa/Kelurahan, dilanjutkan dengan pembentukan forum Desa Siaga
dan penetapan Poskesdes sebagai koordinator UKBM.

g. Penutup

III. Survey Kebutuhan Mayarakat adalah pengukuran secara


komprehensif kegiatan tentang identifikasi kebutuhan masyarakat yang
diperoleh dari hasil pengukuran dan pendapat masyarakat dalam
memperoleh pelayanan dari penyelenggaraan pelayanan publik
dengan menggunakan instrumen lembar survey kebutuhan
masyarakat.

Tujuan dari survey kebutuhan masyarakat adalah

1. Mengetahui kebutuhan masalah atau kebutuhan program


puskesmas yang diinginkan masyarakat
2. Mengetahui berbagai sumber yang dapat dimanfaatkan untuk
mendukung pelaksanaan program puskesmas
3. Mempermudah dalam menyusun rencana program yang akan
dilaksanakan

Langkah-langkah pelaksanaan survei kebutuhan masyarakat

1. Persiapan yaitu menentukan pertanyaan yang ada dalam survei,


pelaksana survei, sasaran dan cara pengisian survei
2. Pelaksanaan yaitu penjelasan mengenai cara pengisian survei,
pendistribusian, proses pengisian instrumen survei, proses
pengumpulan hasil survei
3. Tindak lanjut yaitu proses rekapitulasi dan analisis data hasil survei

IV. Kotak/Lembar Saran

Merupakan salah satu fasilitas masyarakat untuk menyampaikan


keluhan,kritik dan saran mengenai penyelenggaraan pelayanan
puskesmas berupa kotak yang disediakan. Tujuan untuk
mengidentifikasi keluhan atau masukan dari masyarakat terkait
pelayanan program puskesmas.

V. Media Komunikasi

Media komunikasi yang melibatkan masyarakat yaitu sms, whatsapp,


Qlue atau media komunikasi lainnya

2. PELAKSANAAN KEGIATAN UKM

A. Promosi Kesehatan
Program Promosi Kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan
kemampuan masyarakat melalui proses pembelajaran dari, oleh, untuk
dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri,
serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat,
sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang
berawawasan kesehatan.
Kegiatan Pokok Promosi Kesehatan adalah melaksanakan sosialisasi
tahapan dan jadwal rencana kegiatan program kesehatan lingkungan
Rincian Kegiatan :
1. Penyuluhan Kesehatan
2. Pembinaan PHBS
3. Pertemuan pengurus RW Siaga Aktif
4. Pembinaan RW Siaga (SMD/MMD)
5. Program Prioritas
6. Pembinaan SBH
7. Pembinaan Kader Sekacamatan

B. Kesehatan Ibu dan Anak


Upaya Kesehatan Ibu dan Anak adalah upaya di bidang kesehatan yang
menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu
menyusui, bayi dan anak balita serta anak prasekolah dalam proses
tumbuh kembang.
Prirotas pelayanan KIA adalah meningkatkan derajat kesehatan ibu dan
anak dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan anak.
Tujuan program KIA adalah mewujudkan pelayanan berkualitas yang
didukung oleh ibu dan keluarga sehingga ibu memiliki kesmepatan yang
terbaik dalam waktu dan jarak angka kehamilan, melahirkan bayi sehat
yang aman dalam lingkungan yang kondusif sehat, dengan asuhan
antenatal yang adekuat, dengan gizi serta persiapan menyusui yang baik.
Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu, bayi, balita, anak usia pra sekolah
dan keluarga yang tinggal dan berada di wilayah kerja Puskesmas serta
yang berkunjung ke puskesmas.
Pelayanan KIA terdiri dari :
1. Pelayanan Kesehatan Asuhan Kebidanan meliputi :
a. Pemberian pelayanan kebidanan dasar dan KIE kepada ibu hamil
termasuk KB berupa pelayanan antenatal, pertolongan persalinan
dan pelayanan nifas serta perawatan bayi baru lahir
b. Memberikan pertolongan pertama penanganan kedaruratan
kebidanan dan neonatal serta merujuk ke fasilitas rujukan sesuai
kebutuhan
c. Memantau cakupan pelayanan kebidanan dasar dan penanganan
kedaruratan kebidanan neonatal
d. Memelihara peran serta masyarakat dalam program KIA yaitu
penyuluhan, kelas ibu hamil dan pembentukan kelas pendukung
ibu.
2. Pelayan Kesehatan bagi bayi, balita dan anak pra sekolah
a. Memberikan pelayanan kesehatan neonatal esensial seluruh bayi
baru lahir yang meliputi usaha pernafasan spontan, menjaga bayi
tetap hangat, menyusui dini dan ekslusif, tatalaksana neonatal sakit
b. Memelihara kesehatan kepada seluruh balita dan anak pra sekolah
yang meliputi perawatan bayi baru lahir, pemeriksaan kesehatan
rutin, pemberian imunisasi dna upaya perbaikan gizi.
c. Melaksanakan secara dini pelayanan program Stimulasi, Deteksi
dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK)
d. Melaksanakan managemen terpadu balita sakit yang datang
berobat ke fasilitas rawat jalan termasuk pelayanan pra rujukan dan
tindak lanjut

Keluarga Berencana
Merupakan upaya kesehatan primer yang menyangkut pelayanan dan
pemeliharaan kesehatan pasangan usia subur dalam menjalankan fungsi
reproduksi yang berkualitas. Prioritas pelayanan KB dewasa ini adalah
meningkatkan derajat kesehatan pasangan usia subur dan keluarganya
dalam pengaturan kehamilan, baik jumlah dan waktu kehamilan serta jaak
antar kehamilan guna menurunkan angka kelahiran nasional. Tujuan dari
program KB adalah mewujudkan pelayanan yang berkualitas sehingga
terwujud pasangan usia subur dalam mengatur jumlah, waktu dan jarak
kehamilan guna merecanakan dan mewujudkan suatu keluarga kecil,
bahagia dan sejahtera.
Sasaran dari kegiatan ini adalah :
1. Pasangan usia subur
2. Calon pasangan usia subur
3. Pasangan usia subur dengan wanita yang akan memasuki masa
menopause
4. Keluarga yang tinggal dan berada di wilayah kerja Puskesmas
5. WUS yang datang pada pelayanan rawat jalan Puskesmas yang
dalam fase intervensi pelayanan KB

Pelayanan yang dilakukan antara lain :

1. Memberikan pelayanan kontrasepsi yang berkualitas dan KIE kepada


pasangan usia subur dan keluarganya
2. Memberikan pertolongan pertama/penanganan efek samping dan
kegagalan metode kontrasepsi serta merujuk ke fasilitas rujukan
sesuai dengan kebutuhan
3. Memantau cakupan pelayanan kontrasepsi dan kegagalan metode
kontrasepsi
4. Memberikan kualitas pelayanan KB secara berkelanjutan
5. Menumbuhkan, mengoptimalkan dan memelihara peran serta
masyarakat dalam upaya KB berupa penyuluhan
6. Memberikan pelayanan kesehatan pasnagan usia subur, serta
anggota keluarga lain daam rangka meningkatkan kualitas kesehatan
fungsi reproduksinya
7. Melaksanakan managemen terpadu pelayanan kontrasepsi yang
datang berobat ke fasilitas rawat jalan termasuk pra rujukan dan tindak
lanjutan.
C. Gizi
Merupakan kegiatan untuk mengupayakan peningkatan status gizi
masyarakat dengan pengelolaan terkoordinasi dari berbagai profesi
kesehatan serta dukungan peran aktif masyarakat. Tujuan dari program
gizi adalah menanggulangi masalah gizi dan meningkatkan status gizi
masyarakat, kesehatan serta dukungan peran serta aktif masyarakat.
Sasaran upaya perbaikan gizi adalah kelompok-kelompok yang beresiko
menderita kelainan gizi antara lain :
 Bayi, anak balita, anak pra sekolah dan anak usia sekolah
 Wanita Usia Subur (WUS) termasuk calon pengantin, ibu hamil, ibu
nifas, ibu menyusui dan usia lanjut
 Semua penduduk rawan gizi
 Semua anak dan dewasa mempunyai maslaah gizi
 Pekerja penghasilan rendah
Kegiatan Program Upaya Perbaikan Gizi Puskesmas meliputi :
1. Upaya Perbaikan Gizi Keluarga
2. Upaya Perbaikan Gizi Institusi
3. Upaya Penanggulangan Kelaiann Gizi yang terdiri dari :
- Pencegahan dan Penanggulangan Gangguan Akibat
Kekurangan Yodium
- Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Besi
- Pencegahan dan Penanggulangan Kurang Kalori Energi
Protein dan Kurang Energi Kronis
- Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kekurangan
Gizi Mikro Lain
- Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Gizi Lebih
4. Sistem Kewasapadaan Pangan dan Gizi

D. Kesehatan Lingkungan
Program kesehatan lingkungan adalah salah satu program pokok
puskesmas yang berupaya untuk menciptakan kondisi lingkungan yang
mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia
dan lingkungan untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia
yang sehat dan bahagia.

Ada 5 upaya dasar yang dilakukan di bidang kesling yaitu :


1) Penyehatan sumber air bersih (SAB)
Kegiatan upaya penyehatan air meliputi ; surveilans kualitas air, inspeksi
sanitasi SAB, pemeriksaan kualitas air, pembinaan kelompok pemakai air.
2) Penyehatan lingkungan pemukiman (Pemeriksaan Rumah)
Sarana sanitasi dasar yang dipantau meliputi jamban keluarga (jaga),
saluran pembuangan air limbah (SPAL), dan tempat pengelolaan sampah
(TPS).
3) Penyehatan tempat-tempat umum (TTU)
Penyehatan tempat-tempat umum meliputi hotel dan tempat penginapan
lain, pasar, kolam renang dan pemandian umum lain, sarana ibadah,
salon dan pangkas rambut, dilakukan upaya pembinaan institusi rumah
sakit dan sarana kesehatan lain, sarana pendidikan dan perkantoran
4) Penyehatan tempat pengelola makanan (TPM)
Secara umum penyehatan TPM bertujuan untuk melakukan pembinaan
teknis dan pengawasan terhadap tempat penyehatan makanan dan
minuman, kesiap-siagaan dan penanggulangan KLB, keracunan,
kewaspadaan dini serta penyakit bawaan makanan
5) Pemantauan Jentik nyamuk dan PSN (pemberantasan Sarang
Nyamuk)
Petugas sanitasi puskesmas melakukan pemeriksaan terhadap tempat
yang mungkin menjadi perindukan nyamuk.
6) Konsultasi kesling klinik sanitasi
Pemberian konsultasi gratis kepada masyarakat/pasien yang menderita
penyakit yang berhubungan dengan lingkungan seperti; diare, kecacingan,
penyakit kulit, TB Paru, dan lainnya.

Kegiatan utama yang harus dilakukan Puskesmas meliputi :


1. Penyehatan air
2. Penyehatan makanan dan minuman
3. Pengawasan dan pembuangan sampah dan limbah
4. Pengawasan pembuangan kotoran manusia
5. Penyehatan pemukiman
6. Pengawasan sanitasi tempat umum
7. Pengamanan pestisida
8. Klinik sanitasi

E. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit

Kegiatan yang dilakukan meliputi :


Kegiatan di dalam gedung :
1. Melakukan pemeriksaan dan tatalaksana penederita TB paru, Kusta,
Pneumonia dan Diare, HIV. Serta melakukan penjaringan suspek
TB,IVD,IMS,Kusta,HIV dan Malaria
2. Melakukan pemeriksaan dan tatalaksana penderita penyakit tidak
menular
3. Melakukan pemeriksaan dan tatalaksana penderita PES, leptospirosis,
Frambusia, Malaria
4. Melakukan rujukan diagnosis dan rujukan aksus yang tidak dapat
ditangani di puskesmas
5. Pengambilan obat dan Pengawasan menelan obat
6. Pelayanan Konseling
7. Membuat pencatatan dan pelaporan kegiatan
8. Melakukan Sistem Kewaspadaan Dini KLB

Kegiatan Luar Gedung

1. Melakukan pencarian kasus penderita secara aktif


2. Melakukan pelacakan aksus mangkir
3. Pemeriksaan Jentik Berkala di rumah-rumah atau tempat-tempat
umum
4. Penyuluhan Kepada Masyarakat melalui kegiatan yang ada di
kelurahan setempat
5. Melakukan Koordinasi Lintas Sektor dan tokoh masyarakat dalam
rangka pencegahan dna pengendalian penyakit menular dan tidak
menular
6. Melaksanakan fogging
7. Melakukan pelacakan dalam upaya penanggulangan KLB

F. Upaya Kesehatan Sekolah dan Upaya Kesehatan Gigi Sekolah

1. Upaya Kesehatan Sekolah


Dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal
79 menyatakan bahwa “Kesehatan Sekolah diselenggarakan untuk
meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan
hidup sehat sehingga peserta didik belajar, tumbuh dan berkembang
secara harmonis dan setinggi-tingginya menjadi Sumber Daya Manusia
yang berkualitas.
Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah untuk meningkatkan
mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan
perilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik dan
menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga’ memungkinkan
pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam
rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.
Sasaran pembinaan dan pengembangan UKS meliputi:
a. Sasaran Primer : peserta didik
b. Sasaran Sekunder : guru, pamong belajar/ tutor, komite sekolah/orang
tua, pengelola pendidikan dan pengelola kesehatan, serta TP UKS
disetiap jenjang
c. Sasaran Tertier : Lembaga pendidikan mulai dari tingkat prasekolah
sampai pada sekolah lanjutan tingkat atas, termasuk satuan pendidikan
luar sekolah dan perguruan agama beserta lingkungannya
Ruang lingkup dan kegiatan UKS adalah ruang lingkup yang tercermin
dalam Tiga Program Pokok Usaha Kesehatan Sekolah (TRIAS UKS),
yaitu sebagai berikut:
1) Penyelenggaraan Pendidikan Kesehatan, yang meliputi aspek:
a) Pemberian pengetahuan dan keterampilan tentang prinsip-prinsip hidup
sehat;
b) Penanaman perilaku/kebiasaan hidup sehat dan daya tangkal pengaruh
buruk dari luar;
c) Pelatihan dan penanaman pola hidup sehat agar dapat
diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
2) Penyelenggaraan pelayanan Kesehatan di sekolah antara lain dalam
bentuk:
a) pelayanan kesehatan;
b) pemeriksaan penjaringan kesehatan peserta didik
c) pengobatan ringan dan P3K maupun P3P;
d) pencegahan penyakit (imunisasi, PSN, PHBS, PKHS);
e) penyuluhan kesehatan;
f) pengawasan warung sekolah dan perbaikan gizi;
g) pencatatan dan pelaporan tentang keadaan penyakit dan status gizi
dan hal lainnya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan;
h) rujukan kesehatan ke Puskesmas;
i) UKGS;
j) Pemeriksaan berkala.
3) Pembinaan Lingkungan Kehidupan Sekolah Sehat, baik fisik, mental,
sosial maupun lingkungan yang meliputi:
a) Pelaksanaan 7K (kebersihan, keindahan, kenyamanan, ketertiban,
keamanan, kerinda-ngan, kekeluargaan );
b) pembinaan dan pemeliharaan kesehatan lingkungan;
c) pembinaan kerjasama antar masyarakat sekolah (guru, peserta didik,
pegawai sekolah, komite sekolah dan masyarakat sekitar).

2. Upaya Kesehatan Gigi Sekolah


Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) merupakan bagian integral
dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang melaksanakan pelayanan
kesehatan gigi dan mulut secara terencana pada para siswa terutama
siswa Sekolah Tingkat Dasar (STD) dalam suatu kurun waktu tertentu dan
diselenggarakan secara berkesinambungan melalui paket UKS yaitu paket
minimal, paket standar dan paketoptimal (Depkes RI, 1996). Menurut
Depkes (1983 cit.Priyono, 1995) UKGS merupakan sarana utama dalam
rangka meningkatkan kesehatan gigi dan mulut anak-anak sekolah.
Melalui UKGS dapat ditanamkan sikap yang baik terhadapkesehatan gigi
dan mulut lewat kegiatan penyuluhan dan pendidikan kesehatanyang
dilakukan serta tindakan dan perawatan yang ada.
Kegiatan UKGS meliputi

o Kegiatan promotif:

Upaya promotif dilakukan dengan pelatihan guru dan petugas kesehatan


dalam bidang kesehatan gigi serta pendidikan/penyuluhan kesehatan gigi dan
mulut yang dilakukan oleh guru

o Kegiatan preventif

Upaya preventif meliputi sikat gigi masal minimal untuk kelas I, II dan kelas
IIIdengan memakai pasta gigi yang mengandung fluor minimal 1 kali/ bulan
dan penjaringan kesehatan gigi dan mulut
G. Lansia
Upaya Pemerintah dalam rangka mengusahakan masa tua yang berbahagia
dan mas atua yang berguna, sehingga para lanjut usia tidak menjadi beban
bagi masyarakat yang mencakup upaya preventif, promotif, kuratif dan
rehabilitatif. Dalam penanganan masalah usia lanjut, perlu dilakukan
pendekatan yang tepat, koordinasi dan keterpaduan. Tujuan dari kegiatan ini
adalah meningkatkan derajat kesehatan usia lanjut dan mencapai amsa tua
yang bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat
dalam mencapai mutu kehidupan lanjut usia yang optimal.
Kegiatan yang dilakukan adalah :
1. Pelayanan kesehatan lanjut usia secara holistik
2. Penyuluhan Kesehatan Usia Lanjut
3. Pemeriksaan dan pembinaan kesehatan oleh Puskesmas
melalui Posyandu Lansia
4. Keperawatan Kesehatan Dasar
5. Penyuluhan yang berkaitan dengan masalah kesehatan
6.
H. Perkesmas
Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) merupakan
salah satu upaya puskesmas yang mendukung peningkatan derajat
kesehatan masyarakat dengan memadukan ilmu/ praktik keperawatan
dengan kesehatan masyarakat lewat dukungan peran serta aktif
masyarakat mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara
berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif
secara menyuluh dan terpadu, ditujukan kepada individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat untuk ikut meningkatkan fungsi kehidupan
manusia secara optimal sehingga mandiri dalam upaya kesehatannya.
Kegiatan pelayanan Perkesmas dapat dilaksanakan di dalam dan di luar
gedung puskesmas. Di dalam gedung, perawat melakukan asuhan
keperawatan bagi individu yang datang ke puskesmas sedangkan
kegiatan di luar gedung, perawat dapat melakukan asuhan keperawatan
keluarga maupun asuhan keperawatan kelompok khusus/ rawan
kesehatan di daerah binaan Perkesmas. Berbagai masalah kesehatan
yang memerlukan pelayanan Perkesmas antara lain; kasus penyakit
menular (Tuberkulosis, Malaria, HIV/AIDS) penyakit tidak menular
(Hipertensi, DM, Paska Stroke, Jantung), masalah kesehatan gizi (gizi
kurang dan gizi buruk) atau asuhan keperawatan kepada kelompok
lansia, kelompok balita, kelompok calon jemaah haji, kelompok dengan
penyakit tertentu. Jenis kegiatan yang dilakukan selama memberikan
pelayanan perkesmas seperti; deteksi dini, penyuluhan kesehatan,
konseling, perawatan kesehatan dasar, dan rujukan ke pelayanan
kesehatan terdekat.

I. Kesehatan Jiwa
Masalah kesehatan jiwa masyarakat dewasa ini semakin meningkat, yaitu
dengan semakin meningkatnya tindak kekerasan, tingginya kenakalan
remaja, meningkatnya penyalahgunaan NAPZA, meningkatnya tawuran
dan pengangguran merupakan indikasi keadaan masyarakat yang sakit.
untuk penanganan masalah ini, masyarakat perlu mendapatkan informasi
yang luas tentang kesehatan jiwa baik dalam permasalahan maupun
pencegahan dan penangananya. Kesehatan jiwa masyarakat merupakan
suatu orientasi kesehatan jiwa yang mencakup semua kegiatan yang
dilaksanakan di masyarakat.
Tujuan dari program ini adalah terwujudnya derajat kesehatan jiwa yang
optimal bagi seluruh masyarakat. Sasaran program ini adalah semua
pasien yang memperoleh pelayanan kesehatan yang diduga dan atau
terdiagnosis gangguan jiwa.
Kegiatan Program Kesehatan Jiwa adalah :
1. Penyuluhan
2. Pelayanan Pengobatan

3.EVALUASI KEGIATAN UKM


Adalah suatu proses untuk menilai tercapai atau tidaknya target kegiatan sehingga
menimbulkan peluang inovasi dan menemukan usulan kebutuhan masyarakat. Hasil
kegiatan dilakukan dalam bentuk monitoring program UKM sebulan sekali. Setia 3
bulan sekali melakukan evaluasi indikator kinerja.

4.KOORDINASI LINTAS PROGRAM DAN LINTAS SEKTOR


Kerja sama lintas program merupakan kerja sama yang dilakukan antara beberapa
program dalam bidang yang sama untuk mencapai tujuan yang sama. Kerja sama
lintas program yang diterapkan di puskesmas berarti melibatkan beberapa program
terkait yanG ada di puskesmas. Tujuan khusus kerja sama lintas program adalah
untuk menggalang kerja sama dalam tim dan selanjutnya menggalang kerja sama
lintas sektoral.
Kerja sama lintas sektor melibatkan dinas dan orang- orang di luar
sektor kesehatan yang merupakan usaha bersama mempengaruhi faktor yang
secara langsung atau tidak langsung terhadap kesehatan manusia. Kerja sama tidak
hanya dalam proposal pengesahan, tetapi juga ikkut serta mendefinisikan
masalah, prioritas kebutuhan, pengumpulan, dan interpretasi informasi serta
mengevaluasi. Lintas sektor kesehatan merupakan hubungan yang dikenali antara
bagian atau bagian-bagian dari sektor yang berbeda, dibentuk utnuk mengambil
tindakan pada suatu masalah agar hasil yang tercapai dengan cara yang lebih
efektif, berkelanjutan atau efisien disbanding sektor kesehatan bertindak sendiri
(WHO 1998). Prinsip kerja sama lintas sektor melalui pertalian dengan
program di dalam dan di luar sektor kesehatan untuk mencapai kesadaran yang
lebih besar terhadap konsekuensi kesehatan dari keputusan kebijakan dan praktek
organisasi sektor-sektor yang berbeda.

PERAN LINTAS PROGRAM DAN LINTAS SEKTORAL

A. LINTAS PROGRAM

NO PIHAK TERKAIT PERANAN PIHAK TERKAIT KET

1 Kepala - Konsultan program/Pengarah program


Puskesmas - Motivator
- Penggerak
- Penanggung jawab program
2 Admen - Pembuatan berbagai SK
- Surat Menyurat
- SOP berbagai pertemuan
- Pengarsipan
- Sosialisasi peraturan peraturan dan perubahan
regulasi
3 Yanmed - Koordinasi pelayanan
- Rujukan Klinik/Laborat/radiologi
- Mengkoordinir dan mengoreksi SOP Klinis
- Sosialisasi perubahan prosedur
4 Gizi - Penyuluhan gizi
- Penatalaksanaan gizi buruk pada bayi dan balita
- Mendeteksi GAKY pada WUS, ibu hamil dan
anak
- Penatalaksanaan kasus gizi buruk/ KW
- Penatalaksanaan KK pada ibu hamil dan ibu
nifas
5 P2P - Imunisasi capeng, Bumil, Balita
- Penyuluhan penyakit menular dan tidak menular
6 Promkes - Penyuluhan Kesehatan
- Pemetaan PHBS
- Pembinaan Posyandu
- Pembinaan UKBM
- Pendataan Strata Posyandu
7 Kesling - Penyuluhan kesehatan lingkungan
- Pemetaan rumah sehat
- Cakupan jamban keluarga dan SPAL
- Pemetaan air bersih
8 Bidan Wilayah - Penggerakan masyarakat
- Penyuluhan KIA-KB
- Pembinaan Posyandu
- Pembinaan UKBM
- Pemetaan PHBS
- Pendataan Strata Posyandu
- Pembinaan Kader Kesehatan

LINTAS SEKTORAL

NO PIHAK TERKAIT PERAN PIHAK TERKAIT KET


1 Camat Cilandak - Kepala Wilayah Kecamatan Cilandak
- Pelindung Semua Program di Tingkat
Kecamatan
- Motivator
- Penentu Kebijakan di tingkat Kecamatan
- Pemegang Otoritas Wilayah
2 POLSEK Cilandak - Mengeluarkan Surat Perintah Visum, jika diminta
- Penanganan KDRT, jika da laporan dari
puskesmas/masyarakat
- Mendampingi Puskesmas dalam Ketertiban dan
keamanan di Wilayah
3 TP PKK Kec. - Motor penggerak
Cilandak - Pelaksana pemberdayaan perempuan
- Pelaksana Monitoring dan Evaluasi ( Monev )
kegiatan kader
4 Lurah - Pemegang otoritas wilayah kelurahan
- Pelindung program/ proyek di tingkat Kelurahan
- Penentu kebijakan di tingkat kelurahan
- Motor penggerak di tingkat Kelurahan
5 PLKB Kec. - Motor penggerak program Keluarga Berencana
Cilandak di Wilayah Kecamatan
6 KUA Kec. Cilandak - Pelaksana penyuluh calon pengantin
- Menganjurkan Caten untuk melakukan imunisasi
TT ke Puskesmas
7 Seksi Pendidikan - Pelaksana penyuluh kesehatan tingkat
Kec. Cilandak pendidikan
- Pelaksana monev
8 Seksi Kelautan - Membina toga masyarakat di wilayah kerja
Pertanian dan - Mengelola penyakit pada binatang yang terkait
Ketahanan Pangan dengan masalah kesehatan
- Membina Toga masyarakat di wilayah pelaksana
kegiatan
9 Seksi Perekonomian - Pelaksana kegiatan pemberdayaan masyarakat
dan Kesejahteraan di wilayah
Rakyat - Pelaksana monev terkait pemberdayaan
masyarakat
10 Seksi - Pemberian surat keterangan lahir untuk urus
Kependudukan dan Akte Kelahiran
catatan Sipil
11 Dinas Kelautan - Membina toga masyarakat di wilayah
Pertanian dan - Pelaksana kegiatan
Ketahanan Pangan (
KPKP )

5.INDIKATOR PROGRAM

NO INDIKATOR PROGRAM TARGET

1 Promkes 1. Cakupan RW Siaga 90 %

1. TTU yang memenuhi


2 85 %
syarat

3 2. TPM yang memenuhi 85 %

Kesling
4 3. Rumah bebas jentik 95%

5 4. Sosialisasi STBM 100 %

6 5. Penanganan 100%
Sampah infeksius

7 1. Balita Gizi buruk 100 %


GIZI mendapat perawatan

8 2. Bayi kurang dari 6 39 %


bulan mendapat ASI
Exklusif
3. Balita 6-59 bln
9 mendapatkan kapsul 90 %

Vit A
4. Ibu hamil yang
mendapat tablet
10 tambah darah ( TTD ) 82 %

minimal 90 tablet
selama kehamilan
5. Ibu hamil yang kurang

11 energi kronik (KEK) 13 %


yang maendapat
makanan tambahan
6. Balita kurus yang
12 mendapat makanan 70 %

tambahan

13 7. Ibu nifas mendapat 95 %


kapsul vitamin A
14 8. Ibu hamil anemea < 25 %

1. Contraceptif
15 Prevalensi Rate ( KB 80 %
KB Aktif )

16 2. Cakupan peserta KB 100 %


Baru
17 1. Cakupan K1 100 %

18 2. Cakupan K4 98 %

KIA 3. Penanganan
19 Komplikasi pada ibu 88 %

hamil

20 4. Persalinan tenaga 98 %
kesehatan
21 5. Kunjungan Nifas 98 %

22 6. KN1 100 %

23 7. KN 97 %

24 8. Penanganan 100 %
komplikasi Neonatus
25 9. Kunjungan bayi 97 %

26 10. Kunjungan balita 92 %

27 MTBS 11. Kunjungan balita sakit 92 %


ke MTBS
28 1. DPT Hb 95 %

29 2. Polio 95 %

30 3. Campak 95 %

31 IMUNISASI 4. DO DPT HB <5%

32 5. DO Campak <5%

33 6. BIAS pada kelas 1 95 %

34 7. TT WUS 80 %

35 1. Case Detection Rate ( ≥ 90 %


CDR )

36 2. Angka Kesembuhan ( ≥ 85 %
Cute rate )
TB 3. Angka keberhasilan
37 pengobatan TB ( 80 %

Succes Rate )

38 4. Angka Proporsi TB 10 %
Anak
39 DBD 1. Insiden Rate 55/100.000 pddk
Deteksi gangguan jiwa
40 JIWA yang berkunjungan ke 15 %

puskesmas

ISPA Penjaringan Pneumonia (


41 dr Jumlah Penduduk usia 4,24 %
balita )

42 HIV Kepatuhan ODHA


mengambil ARV
Penemuan penderita

43 DIARE diare 10 % ( 10 % x 10 %
Insiden Rate diare x jlh
penduduk )
Penjaringan Murid Kelas

44 I ( Siswa Baru ) 95 %

UKS terskreening

45 Penjaringan SMP-SMA 45 %

46 Penjaringan TK 70 %

Jumlah SD UKGS yang


47 UKGS 100 %
terlayani

48 Perkesmas Cakupan kasus resti 100 %

Posyanu Lansia 12 kali


49 Lansia 100 %
setahun
BAB VII

PENUTUP

Dokumen peningkatan pedoman Upaya Kesehatan Masyarakat sudah


tersusun, dimana dapat digunakan sebagai acuan dalam penerapan dan
pemeliharaan sistem Upaya Kesehatan Masyarakat Puskesmas Kecamatan
Cilandak, dengan adanya pedoman ini dapat meningkatkan pelayanan puskesmas
kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan pemeliharaan derajat kesehatan
dan memberikan pelayanan prima.

Kepala Puskesmas Kecamatan Cilandak

dr. LUIGI
NIP : 197909082006042007