Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan 2016 Vol.01 No.

02 Halaman 53-58
Abdurrojak, H., Imanudin, I.

HUBUNGAN ANTARA REACTION TIME DAN KEKUATAN


MAKSIMAL OTOT LENGAN DENGAN KECEPATAN
PUKULAN PADA CABANG OLAHRAGA TINJU

Hanif Abdurrojak, Iman Imanudin

Program Studi Ilmu keolahragaan


Departemen Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi
Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan
Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi No. 299 Bandung

Email: hanifabdurrojak@gmail.com

Abstrak
Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji sejauh mana hubungan komponen-komponen
kondisi fisik seperti reaction time dan kekuatan maksimal otot lengan dengan kecepatan
pukulan pada cabang olahraga tinju. Metode yang digunakan adalah deskriptif korelasi.
Untuk menganalisis data menggunakan uji korelasi, agar diketahui hubungan antara
reaction time dan kekuatan maksimal dengan kecepatan pukulan pada cabang olahraga
tinju. Populasi pada penelitian ini adalah atlet rumah cemara boxing camp. Sampel diambil
menggunakan teknik sampling jenuh dimana sampel diambil dari keseluruhan jumlah
populasi yang berjumlah sebanyak 8 orang. Instrument yang digunakan yaitu, alat
discriminative reaction test of multiple performance type untuk tes reaction time, barbell
untuk tes kekuatan maksimal otot lengan dengan menggunakan tes bench press, stopwatch,
camera dan software kinovea untuk tes kecepatan pukulan. Hasil pengolahan data
menunjukan bahwa reaction time tidak memiliki hubungan dengan kecepatan pukulan
pada cabang olahraga tinju, kekuatan maksimal memiliki hubungan dengan kecepatan
pukulan pada cabang olahraga tinju. Hasil penelitian ini diperoleh tidak terdapat hubungan
antara reaction time dengan kecepatan pukulan pada cabang olahraga tinju, dan terdapat
hubungan antara kekuatan maksimal dengan kecepatan pukulan pada cabang olahraga
tinju.

Kata kunci: Waktu Reaksi, Kekuatan Maksimal, Komponen Kondisi Fisik, Kecepatan
Pukulan, Tinju.

PENDAHULUAN pukulan seorang petinju untuk


mejatuhkan/memukul Knock out. Seperti
Dalam olahraga tinju, pukulan memiliki
Mike Tison yang sering memukul K.O
peran yang sangat penting. Berbeda dengan
dengan pukulan Hook yang menjadi
cabang olahraga bela diri yang lain, tinju
andalannya.
hanya mengandalkan pukulan untuk
Komponen kondisi fisik didalam
mematikan lawan. Ada empat jenis pukulan
olahraga tinju sangatlah dibutuhkan untuk
dalam tinju seperti Jab, straight, Hook, dan
menunjang beberapa teknik dan bertinju
uppercut, dimana dari keempat pukulan ini
seorang atlet, karena olahraga tinju
salah satunya selalu dijadikan sebagai

53
Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan 2016 Vol.01 No.02 Halaman 53-58
Abdurrojak, H., Imanudin, I.

merupakan olahraga beladiri berinterval sebuah sumber penelitian tentang ilmu


dan durasi waktu yang panjang sehingga keolahragaan terapan yang meliputi secara
memerlukan kondisi fisik yang sangat baik. luas mengenai persiapan seorang petinju
Baik itu daya tahan, kecepatan, kekuatan, profesional dalam partisipasinya pada
dan fleksibilitas. pertandingan. Pada penelitian ini, penulis
Reaction time dalam tinju diperlukan mempersembahkan sebuah hasil penelitian
untuk kecepatan gerak atau aksi memukul yang meliputi aspek fisiologi, kekuatan,
baik yang diawali stimulus atau tanpa dan conditioning dalam bentuk dasar
stimulus. Reaction time digunakan pada pengetahuan untuk orang-orang yang
saat lawan terbuka pertahanan atau ada terlibat dalam persiapan petinju profesional
celah untuk menyerang sehingga respon dalam menghadapi pertandingan.
yang cepat untuk menyerang sangatlah Berangkat dari uraian diatas hal ini yang
diperlukan dalam tinju, baik itu dalam menjadikan dasar peneliti untuk meneliti
keadaan menyerang ataupun menghindar. “hubungan reaction time dan kekuatan
(Iman imanudin, 2014) maksimal otot lengan dengan kecepatan
Untuk menghasilkan pukulan yang kuat, pukulan dalam olahraga tinju”. Dengan
atlet harus melatih kekuatan tangannya. harapan bisa membantu pelatih untuk
Dalam ilmu kondisi fisik, kekuatan meningkatkan kemampuan atlet sehingga
merupakan salah satu komponen yang dapat menentukan program latihan yang
sangat penting untuk menunjang kekuatan sesuai untuk mendapatkan pukulan yang
pukulan secara maksimal. Kekuatan baik.
maksimal diperlukan untuk menunjang
daya tahan kekuatan dan kekuatan yang METODE
cepat sehingga petinju bisa melakukan Penelitian ini adalah jenis penelitian
pukulan yang cepat, kuat, dan berulang pendekatan kuantitatif. Menurut Suhar
ulang. (Iman imanudin, 2014) Saputra, Uhar (2012) penelitian kuantitatif
Dari komponen-komponen diatas dalam adalah penelitian yang menggunakan
olahraga tinju untuk menunjang ketika angka-angka yang dijumlah sebagai data
melancarkan serang dan untuk mematikan yang kemudian dianalisis. Pada penelitian
lawannya, maka harus memiliki pukulan ini metode yang digunakan adalah metode
yang keras, cepat, dan bereaksi cepat ketika deskriptif korelasi. Analisis data yang
melihat celah yang terbuka untuk digunakan pada penelitian ini adalah
menyerang lawan. korelasi, korelasi yaitu menjelaskan tentang
Dari penelitian penelitian Ruddock, Alan hubungan antara dua atau lebih variabel
D. Csci., dkk. (2016). Olahraga ini yang diteliti. Menurut Arikunto Suharismi
merupakan olahraga intensitas tinggi yang (2006), koefesien korelasi adalah suatu alat
memerlukan karakteristik fisik mumpuni statistic yang dapat digunakan untuk
sebagai syarat untuk meraih kesuksesan membandingkan hasil pengukuran dua
dalam setiap performa. Perhatian serius pun variabel yang berbeda agar dapat
telah diberikan terhadap aspek medis dan menentukan tingkat hubungan antara
juga resiko kesehatan dari keikut sertaan variabel-variabel ini. Dimana dalam
seorang atlet dalam latihan maupun melaksanakan survei biasanya dibuat suatu
kompetisi. Akan tetapi, belum terdapat

54
Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan 2016 Vol.01 No.02 Halaman 53-58
Abdurrojak, H., Imanudin, I.

analisis kuantitatif terhadap data yang telah menggunakan SPSS V.21 dan akan
dikumpulkan. Astuti, Ria (2016). Pada dijadikan dalam bentuk tabel. Penelitian ini
penelitian ini peneliti akan mengungkap merupakan penelitian kuantitatif.
hubungan reaction time dan kekuatan Pengumpulan data dalam penelitian ini
maksimal dengan kecepatan pukulan dalam diperoleh dengan cara melakukan tes
olahraga tinju. Sehingga desain penelitian reaction time, kekuatan maksimal dan tes
yang digunakan adalah korelasi. kecepatan pukulan.
Populasi untuk penelitian ini adalah Penelitian ini menggunakan sampel 8
atlet tinju dari sasana Rumah Cemara orang atlet dari sasana rumah cemara
Boxing Camp yang berjumlah 8 orang. boxing camp. Sampel tersebut telah di tes
Dengan demikian jumlah instrument yang reaction time, kekuatan maksimal dan tes
akan digunakan dalam penelitian akan kecepatan pukulan.
tergantung pada jumlah variabel yang akan Pengolahan data dilakukan dengan cara
diteliti. mengolah data mentah yang telah
Berkaitan dengan penelitian ini maka terkumpul dan ditarik kesimpulan. Adapun
instrument yang digunakan dalam hasil dari pengolahan dan analisis peneliti
penelitian ini adalah sebagai berikut. uraikan padatabel berikut:
Tes Reaction Time Table 1 Nilai Rata-rata dan Simpangan
Discriminative reactiaon test of baku
multiple performance type. Yang bertempat Varibel Rata- Simpangan
di Lab Universitas Pendidikan Indonesia, rata baku
Fakultas Pendidikan Olahraga dan Reaction time 50.13 9.99
Kesehatan. Untuk mengetahui seberapa Kekuatan 65 kg 14.39
baik reaksi yang atlet miliki. maksimal otot
Tes Kekuatan Maksimal Otot Lengan lengan
Menggunakan barbell dengan tes Bench Kecepatan 15 kali 1.03
press 1 RM. Untuk mengukur kekuatan pukulan
maksimal.
Tes Kecepatan Pukulan Berdasarkan tabel 1. reaction time
Menggunakan alat stopwatch dan memiliki rata-rata =50.127538, dan
kamera, dengan Memukul secepat mungkin simpangan baku = 9.9932659, kekuatan
dan sebanyak mungkin dengan durasi maksimal otot lengan memiliki rata-rata =
waktu selama 4 detik. 65 kg dan simpangan baku 14.39, dan
Software Kinovea kecepatan pukulan memiliki rata-rata = 15
Untuk menghitung seberapa banyak kali dan simpangan baku 1.30.
pukulan atlet dari hasil video pengetesan Apabila telah diketahui nilai rata-rata
kecepatan pukulan dalam waktu 4 detik. dan simpangan baku dari data tersebut,
maka langkah selanjutnya adalah
HASIL DAN PEMBAHASAN menganalisis data dengan cara uji
Hasil penelitian yang didapat dari normalitas untuk mengetahui apakah data
pengumpulan data, setelah itu data yang berdistribusi normal atau tidak, apabila data
telah didapat dari sampel akan diolah berdistribusi normal maka dilakukan uji
korelasi menggunakan korelasi person

55
Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan 2016 Vol.01 No.02 Halaman 53-58
Abdurrojak, H., Imanudin, I.

(korelasi person digunakan jika data maka akan semakin tinggi nilai kecepatan
berdistribusi normal) dan terakhir pukulan, sebaliknya semakin rendah nilai
dilakukan uji regresi untuk mengetahui kekuatan maksimal makan akan semakin
seberapa erat hubungan antara variabel rendah nilai kecepatan pukulan.
independen dan variabel dependen. Diskusi temuan ini menguraikan tentang
Uji normalitas dilakukan untuk perihal permasalahan dan penemuan yang
mengetahui variabel yang akan dianalis itu muncul selama melakukan penelitian
berdistribusi normal atau tidak. Peneliti hubungan antara reaction time dan
menggunakan teknik analisis Kolmogorov kekuatan maksimal dengan kecepatan
smirnov untuk mengetahui normalitas data. pukulan dalam cabang olahraga tinju
Untuk reaction time hasil uji normalitas berlangsung. Berikut ini beberapa
p = 0.627 > 0.05, data reaction time penemuan yang dirumuskan peneliti
berdistribusi normal. Untuk kekuatan sebagai berikut:
maksimal otot lengan p = 0.750 > 0.05, Gambaran hasil penelitian yang telah
data kekuatan maksimal berdistribusi dilakukan oleh peneliti yang ingin
normal. Dan untuk kecepatan pukulan p = mengetahui hubungan antara reaction time
0.832 > 0.05, data kecepatan pukulan dengan kecepatan pukulan dalam cabang
berdistribusi normal. olahraga tinju. Hasil dari penelitian ini
Uji korelasi dilakukan untuk mengetahui adalah sebagai berikut:
apakah terdapat hubungan antara reaction Tidak terdapat hubungan yang signifikan
time (variabel bebas) dan kekuatan antara reaction time dengan kecepatan
maksimal (variabel bebas) dan kecepatan pukulan.
pukulan (variabel terikat) yang diteliti. Karena reaction time yang bekerja
Setelah data melewati tahap uji adalah syaraf atau perintah yang mencakup
normalitas, dapat diketahui bahwa data dari terjadinya rangsangan sampai saat
berdistribusi normal. Apabila data terjadinya kontraksi otot yang pertama.
berdistribusi normal maka menggunakan Sedangkan kecepatan pukulan yang bekerja
koefisien korelasi pearson. adalah otot atau sudah ke pelaksanaan.
Nilai korelasi reaction time dengan Tetapi kedua komponen ini termasuk
kecepatan pukulan pada cabang olahraga kedalam komponen kondisi fisik. Dalam
tinju adalah, r = 0.602, p = 0.114 < 0.05, buku Imanudin Iman (2014:87 dan 92)
maka Ho diterima. Tidak terdapat Terdapat hubungan yang signifikan. Karena
hubungan yang positif dan signifikan antara kekuatan maksimal otot lengan termasuk
reaction time dengan kecepatan pukulan kedalam kondisi fisik untuk menujang
dalam cabang olahraga tinju. kekuatan dan cepatnya pukulan.
Nilai korelasi kekuatan maksimal otot Hasil analisis data yang didapat dari
lengan dengan kecepatan pukulan dalam pengolahan data, sesuai dengan hipotesis
cabang olahraga tinju adalah r = 0.815, p = yang telah diajukan oleh peneliti yaitu tidak
0.14 < 0.05, Ho ditolak. Terdapat hubungan terdapat hubungan yang signifikan antara
yang positif dan signifikan antara kekuatan reaction time dengan kecepatan pukulan
maksimal otot lengan dengan kecepatan dalam cabang olahraga tinju. Dan terdapat
pukulan dalam cabang olahraga tinju. hubungan yang signifikansi antara kekuatan
Semakin tinggi nilai kekuatan maksimal

56
Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan 2016 Vol.01 No.02 Halaman 53-58
Abdurrojak, H., Imanudin, I.

maksimal otot lengan dengan kecepatan Selanjutnya terdapat hubungan yang


pukulan. signifikan antara kekuatan maksimal otot
lengan dengan kecepatan pukulan dalam
cabang olahraga tinju. Peneliti
KESIMPULAN menyarankan untuk pelatih agar lebih
Berdasarkan hasil pengolahan dan memperhatikan setiap unsur-unsur
analisis data yang telah diuraikan pada komponen kondisi fisik seperti reaction
BAB IV, dapat dijabarkan kesimpulan dari time dan kekuatan maksimal yang
hasil penelitian yang dilakukan. Adapun menujang dalam melakukan pukulan dan
simpulan yang diperoleh adalah tidak menyerang.
terdapat hubungan yang signifikan antara Bagi peneliti selanjutnya yang akan
reaction time dengan kecepatan pukulan meneliti khususnya tentang cabang
dalam cabang olahraga tinju. Dikarenakan olahraga beladiri. Masih banyak beberapa
reaction time dan kecepatan pukulan cara hal yang perlu diperbaiki dan dilengkapi.
kerjanya berbeda, karena reaction time Contohnya pada penelitian ini membahas
yang bekerja adalah syaraf atau perintah tentang unsur komponen kondisi fisik
untuk melakukan gerakan yang mencakup seperti reaction time dan kekuatan
waktu dari terjadinya rangsangan sampai maksimal untuk menunjang kemampuan
saat terjadinya kontraksi otot yang pertama. atlet dicabang olahraga beladiri.
Sedangkan kecepatan pukulan yang bekerja Direkomendasikan untuk peneliti
adalah otot atau sudah pada tahap selanjutnya meneliti tentang daya tahan,
pelaksanaan dari awal kontraksi otot fleksibilitas dan lainya yang belum diteliti.
sampai selesai.T Karena komponen kondisi fisik harus
terpenuhi untuk menunjang dalam aktivitas
beladiri.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharismi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT
Rineka Cipta.
Baley, James A. 1986. Pedoman Atlet Teknik Peningkatan Ketangkasan dan Stamina.
Semarang : Bahasa Prise
Bompa, T. O. (1999). Periodezation Training For Sport. York, University
Dr. Kardjono. (2008). Modul Pembinaan Kondisi Fiisik. Bandung: Universitas Pendidikan
Indonesia.
Harsono. (1988). Coaching dan Aspek-Aspek Psikologi dalam Coaching. Bandung: CV.
Tambak Kusuma
Hatmaker, M. & Werner, D. (2004). Boxing Mastery (Advanced Technique, Tactics and
Strategies From The Sweet Science). California: Sandiego.
Imanudin, I. (2014). Bahan Ajar Ilmu Kepelatihan Olahraga. Bandung: I Imanudin M. Pd.

57
Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan 2016 Vol.01 No.02 Halaman 53-58
Abdurrojak, H., Imanudin, I.

Rahayu, N. I. & Suherman, A. (2014). Modul Statistika untuk Ilmu Keolahragaan. edisi
kedua, Bandung :
Ruddock, Alan D. Csci., dkk. (2016). Strength and Conditioning for Professional Boxing:
Recommendations for Physical Preparation. Strength & Conditioning Journal,
38 (3).
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif , dan
R&D). Bandung: Alfabet.
Suharno HP.1985. Ilmu Kepelatihan Olahraga. Yogyakarta.1978. Ilmu Coaching Umum.
Yogyakarta: Yayasan STO
Hasan, Zulkifli. (2014). Jurnal. Hubungan koordinasi mata-kaki dan kecepatan reaksi
dengan keterampilan juggling freestyle soccer (studi deskriptif pada komunitas
freestyle soccer Bandung). Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Juhanis. (2013). Analisis Korelasi Kecepatan Reaksi Kaki dan Daya Ledak Tungkai dengan
Kemampuan Lari 100 Meter Siswi SMK Negeri 6 Makassar. Skripsi, Fakultas
Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Makassar.
Eka Sari Oktaviani, E. S. (2013). Artikel Tinju. Diakses dari
http://ekasario.blogspot.co.id/2013/09/artikel-tinju.html.
Kirom, M. H. (2014). Teknik Dasar Pukulan dalam Tinju. Diakses dari
http://labonlen.blogspot.co.id/2014/03/teknik-dasar-pukulan-dalam-tinju.html.
Riswan. (2014). Artikel Olahraga Tinju. Diakses dari
http://artikelolahraga89.blogspot.co.id/2014/04/artikel-olahraga tinju.html.

58