Anda di halaman 1dari 4

Angklung dan Sepeda Presiden

Karya Heldi Yusup

Suatu pagi yang cerah, Rini memulai “Rumah saya di Desa sebelah, Bu.”
kegiatan sehari-hari dengan penuh semangat. Dia “Kamu pulang naik apa?”
berangkat sekolah setelah sholat shubuh. Dia sekolah “Saya jalan kaki Bu.”
di SMAN Ciwekuk yang berjarak 10 km dari “Jauh banget. Ya sudah kamu boleh pulang.”
rumahnya. Dia berjalan kaki menyusuri sawah, sungai, “Terimakasih Bu, Assalamualaikum.”
lembah dan ngarai. Dia berangkat sekolah seorang diri “Waalaikumsalam.”
sedangkan yang lain diantar orang tuanya
Rini pun pulang dengan berjalan kaki
menggunakan sepeda motor dan ada yang membawa
dengan letih. Rini kembali menyusuri pesawahan di
sepeda.
Di benak hati Rini, terkadang Rini merasa Desa Ciwekuk. Dia bertemu dengan para petani di
sedih karena tidak mempunyai kendaraan karena sawah. Mereka saling menyapa.
orang tuanya hanyalah seorang kuli tani serabutan. “Sore neng, baru pulang?”
Keadaan ekonomi keluarganya pas-pasan, orang “Iya Pak, tadi latihan angklung dulu.”
tuanya harus menafkahi 3 anaknya yang masih kecil. “Oh.”
“Andai saja aku memiliki sepeda, mungkin “Iya Pak, kalau begitu saya pulang duluan
aku bisa pergi ke sekolah dengan cepat.” ya Pak.”
Setelah sampai di sekolah, Rini masuk ke “Iya neng, hati hati di jalannya.”
kelas dan memulai pelajaran. Pak Guru masuk ke kelas “Assalamualaikum.”
dan memulai pelajaran seni. “Waalaikumsalam.”
“Hari ini, kita akan memulai pelajaran lagu Rini kembali melanjutkan perjalan ke rumah
daerah. Coba sebutkan, apa saja lagu daerah yang ada dengan muka yang letih. Sesampainya di rumah, Rini
di Jawa Barat!” disambut oleh adik-adiknya dan Ibunya. Rini pergi ke
Rini pun mengangkat tangannya. kamar untuk menggati pakaiannya. Setalah mengganti
“Saya, Pak!” Pakaian, Rini pergi ke dapur untuk mencuci piring
“Iya Rini coba apa saya lagu daerah yang ada yang kotor.
di Jawa Barat?” “Rini, makan dulu nanti sakit. Biar Ibu saja
“Manuk Dadali, Bubuy Bulan, Tokecang dan yang cuci piring.”
Bandung Lembang Pak.” “Nanti Bu, tanggung sebentar lagi juga
“Iya betul. Ada banyak lagu daerah yang selesai”
berasl dari Jawa Barat, tadi sudah disebutkan beberapa “Ya sudah, nanti jangan lupa makan.”
lagu daerah dari Jawa Barat oleh Rini. Sekarang Coba Setelah cuci piring dan makan Rini pergi ke
sebutkan Alat musik yang berasal dari Jawa Barat!” kamar untuk belajar. Dia belajar dengan sungguh-
Santi yang merupakan teman sebangku Rini sungguh sampai tidak mau diganggu oleh adik-
mengangkat tangannya dan menjawab. adiknya yang ingin bermain bersamanya. Saking
“Angklung Pak.” seriusnya, Rini sampai tertidur di tempat belajarnya
“Iya benar sekali. Angklung merupakan alat hingga pagi.
musik tradisional Jawa Barat.” Pagi pun tiba, Rini kembali memulai
Setelah beberapa saat, bel pulang pun kegiatannya seperti biasanya. Rini pergi ke sekolah
berbunyi, Rini yang mengikuti Ekstrakulikuler dengan berjalan kaki. Setelah sampai di sekolah, Rini
Angklung tidak langsung pulang, karena harus latihan seperti biasa belajar dengan sungguh-sungguh. Waktu
terlebih dahulu. istirahatnya dipakai untuk belajar karena ia ingin
Rini yang memegang angklung akom memperbaiki kehidupan keluarganya yang hidup pas-
bermain dengan semangat. Setelah beberapa saat pasan.
latihan, Rini meminta izin kepada pelatih untuk pulang Saat proses belajar sedang berlangsung,
lebih dulu karena harus pulang lebih awal agar tidak Kepala Sekolah masuk ke kelas dan memberi
terlalu sore sampai rumah. pengumuman.
“Bu, mohon maaf saya harus pulang lebih
dulu karena takut terlalu sore sampai rumah.
“Memangnya rumah kamu dimana?”

Angklung dan Sepeda Presiden | 55


“Anak-anak, pada bulan depan Presiden “Ya sudah, sekarang kamu mandi dulu,
Indonesia, akan mengunjungi Desa kita untuk setelah itu makan dan istirahat.”
membagikan KIP dan KIS di desa kita. Juga sekalian “Baik Bu.”
untuk mengikuti panen raya di Desa kita. Maka dari Keesokan harinya, Rini kembali berlatih
itu, Pemerintah Desa menyuruh sekolah kita untuk angklung. Namun, Rini masih belum mahir untuk
menyambut kedatangan Pak Presiden.” memainkan lagu baru yang akan dibawakan. Tetapi,
Para siswa di kelas pun bersorak kegirangan Rini terus bersemangat agar bisa memainkan lagu
dan penuh bahagia. tersebut.
“Hore!” “Ayo yang semangat latihannya, jangan
Sahut paa siswa kegirangan. sampai kita tidak tampil maksimal dihadapan
“Untuk yang mengikuti ekstrakulikuler, Presiden.” Ucap Bu Guru
harap berlatih dengan bsungguh-sungguh karena ini “Baik bu.” Jawab para anggota angklung
merupakan kebanggan bagi SMAN Ciwekuk karena dengan kompak.
bisa menyambut Presiden Indonesia secara langsung.” Rini dan teman-temannya terus bersemangat
“Siap pak.” latihan untuk bisa tampil maksimal.
Kepala Sekolah kembali ke ruangannya dan Hari demi hari terus berlanjut. Persiapan
para siswa pun kembali belajar. Rini semakin kedatangan Presiden ke Desa terus dikebut siang dan
semangat belajar karena dia ingin bertemu dengan malam. Mulai dari upacara penyambutan, panggung,
Presiden dengan harapan bisa mendapatkan sepeda dan dekorasi jalan terus dikerjakan agar Presiden
dari Pak Jokowi. Indonesia dapat mengenang Desa Ciwekuk ini. Rini
Bel pulang pun berbunyi, Rini seperti biasa semakin tidak sabar untuk segera tampil dihadapan
harus latihan angklung terlebih dahulu. Karena akan orang nomor satu di Indonesia.
menyambut Presiden, Rini berlatih dengan sungguh- Hari kedatangan Presiden pun tiba. Para
sungguh. Pelatih menyiapkan empat buah lagu untuk penduduk desa menunggu sejak pagi untuk bisa
menyambut kedatangan Presiden dan hiburan untuk bertemu dengan Presiden Indonesia. Para wartawan
disela acara panen raya berlangsung. dan jurnalis sudah menunggu di setiap sudut untuk
“Kita akan membawakan empat buah lagu bisa mengambil foto Presiden.
untuk menyambut kedatangan Presiden ke Desa kita.” Rini yan sudah datang sejak pagi berkumpul
Ucap pelatih kepada para anak didiknya. di SMAN Ciwekuk untuk geladi resik. Setelah
“Lagu apa saja yang harus kami melakukan gelada resik, Rini dan teman-temannya
bawakan,Bu?” langsung berbaris di jalan dimana Presiden dan ibu
“Lagunya yaitu, Manuk Dadali, Bubuy negara berjalan bersama rombongannya.
Bulan, Panen Raya, dan Bangun Pemudi Pemuda.” Presiden pun tiba. Semua mata tertuju kepada
“Tapi Bu, dalam waktu satu bulan apakah Presiden termasuk Rini yang memainkan angklug di
cukup kita bisa menguasai empat buah lagu? dekat Presiden. Ini merupakan kali pertama dalam
“Maka dari itu, kita harus berlatih dengan hidup Rini bisa bertemu dengan Presiden secara
sungguh-sungguh selama satu bulan ini.” langsung.
“Baik Bu.” Setelah melalui upacara adat penyambutan,
Setelah Rini latihan, Rini kembali ke Presiden langsung duduk di kursi VIP untuk
rumahnya yang berjarak 10 km. Karea tidak pulang menyaksikan prsembahan tarian daerah dan
lebih awal, Rini sampai ke rumah setelah maghrib. penampilan angklung yang akan ditampilkan oleh Rini
Ibunya yang khawatir langsung menghampiri Rini. dan teman-temannya.
“Darimana saja kamu? Kenapa jam segini Setelah semuanya selesai, Kepala Desa
baru pulang?” Ucap Ibunya yang sangat khawatir. memberikan sambutan kepada Presiden. Kemudian
“Tadi saya harus latihan angklung untuk dilanjutkan pidato dari Bupati dan Gubernur. Setelah
menyambut kedatangan Presiden ke Desa Ciwekuk.” itu, tibalah saatnya Presiden untuk memberikan
“Memang Pak Presiden akan datang ke Desa pidatonya dihadapan masyarakat Desa Ciwekuk dan
Ciwekuk?” Ucap ibunya yang penuh dengan tanya. sekitarnya. Masyarakat Desa Ciwekuk dengan serius
“Iya bu, bulan depan akan datang untuk mendengarkan pidato yang disampaikan oleh Presiden
mengikuti panen raya. Saya harus menyambut Indonesia.
kedatangan Pak Presiden dan memberi hiburan disela
panen raya berlangsung.” Ucap Rini.

Angklung dan Sepeda Presiden | 56


Setelah memberikan pidatonya, Presiden “Saya ikut eskul angklung pak.”
merayakan panen raya bersama seluruh masyarakat “Oh yang tadi main di jalan tadi ya?”
dengan memotong padi di sawah. “Iya pak.”
Selesai memotong padi, Presiden seperti “Nah, kamu mau dapat sepeda ngga?”
biasa akan membagikan sepeda sepeda kepada “Mau pak.” Jawab Rini dengan penuh
masyarakat yang hadir di acara tersebut. Ada 10 semangat.
sepeda yang akan dibagikan. Yang pertama diberikan “Kenapa kamu memilih untuk mengikuti
kepada petani yang berhasil menjawab pertanyaan dari ekstrakulikuler angklung?” Tanya Presiden kepada
Presiden. Rini terus mencoba untuk bisa maju kedepan Rini.
agar mendapatkan sepeda dari Presiden. “Karena saya ingin meneruskan dan
melestarikan budaya para leluhur agar tidak tenggelam
didalam arus globalisasi dan saa ingin
memperkenalkan angklung ke seluruh dunia bahwa
angklung merupakan salah satu budaya Indonesia
yang sangat luar biasa.” Ucap Rini dengan singkat
padat dan jelas.
Presiden dan para hadirin yang hadir di acara
tersebut kagum mendengar jawaban yang dilontarkan
oleh Rini.
“Rini, silakan ambil sepedanya.” Ucap
Presiden kepada Rini.
Rini langsung bersujud syukur karena bisa
mendapatkan sepeda yang diberikan langsung oleh
Presiden kepadanya. Ia memeluk Presiden sambil
menangis bahagia.
Pertanyaan demi pertanyaan terus diberikan “Terima kasih pak.”
dan sebanyak itupun Rini mengacungkan tangannya “Iya sama-sama, sudah jangan nangis ya.”
agar bisa naik ke panggung. Saat pertanyaan terakhir, Ucap Presiden sembari memeluk Rini.
Rini akhirnya terpanggil oleh Presiden untuk naik ke Rini akhirnya mendapatkan sebuah sepeda
panggung. yang dimpikannya selama ini dan didapat langsung
“Iya kamu, ayo naik kesini.” dari Presiden Indonesia. Rini merasa bangga dan
Dengan wajah yang gembira akhirnya Rini berterima kasih kepada Presiden.
bisa naik ke panggung. Presiden bertanya kepada Rini. Setelah acara selesai, Rini langsung pulang
“Namanya siapa?” menuju rumahnya dan memberitahu kepada ibunya
“Rini Maesaroh pak.” bahwa dia telah mendapatkan sepeda. Ibunya ,erasa
“Nama panggilannya apa?” sangat bangga kepada Rini.
“Rini.” “Alhamdulillah ya Allah.”
“Lidi?” Itulah yang bisa di ungkapkan oleh sang Ibu
“Rini pak.” Ucapnya Rini sambil tertawa. kepada Rini.
“Oh Rini. Saya kira lidi tadi. Rini kelas Setelah mendapatkan sepeda, kini Rini tiak perlu
berapa kamu?” Tanya Presiden. berangkat pagi buta karena takut kesiangan. Kini ia
“Kelas sebelas pak.” bisa pergi bersama teman-temannya ke sekolah
“Naik apa ke sekolah?” dengan menggunakan sepeda pemberian Presiden.
“Jalan kaki pak.” Rini berjanji untuk sekolah lebih giat lagi dan
“Jarak dari rumah ke sekolah berapa?” terus berusaha untuk meraih cita-cita dan masa depan
“10 km pak.” yang lebih baik.
“Hah, 10 km? yang benar?” Tanya Presiden Inilah kisah hidup dari Rini seorang gadis
yang kaget mendengar jarak antara rumah Rini dan SMA yang mendapatkan sebuah keberuntungan dari
sekolahnya. Angklung dan Sepeda Presiden.
“Iya pak.”
“Jauh banget. Di sekolah kamu ikut eskul
apa?”

Angklung dan Sepeda Presiden | 57


Angklung dan Sepeda Presiden | 56