Anda di halaman 1dari 38

INSTRUKSI KEPADA PENAWAR

(IKP)

E-Lelang
Pengadaan Jasa Satuan Pengamanan
…..Tahun 2016

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dasar Pengadaan dan Devinisi
A. Pengadaan Barang/Jasa melalui LPSE JASA MARGA ini berdasarkan :
1. Keputusan Direksi ……Dilingkungan…...
2. Keputusan Direksi ………
3. Surat Edaran ……nomor : 05/SE-DIR/2015 tanggal 12 Januari 2015 tentang Proses
Pengadaan Barang/Jasa untuk …mulai Tahun Anggaran 2015 melalui Layanan
Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik.
B. Dalam dokumen ini dipergunakan Pengertian, Istilah dan Devinisi sebagai berikut:
1. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah Direksi/Kepala
Unit Kerja/Pejabat pengguna anggaran dan pemrakarsa untuk melaksanakan
pengadaan barang/jasa sesuai dengan program kerja, tanggungjawab serta batas
kewenangannya masing-masing.
2. Layanan Pengadaan Secara Elektronik (E-Procurement System) yang selanjutnya
disebut LPSE…., adalah Pengelola/pelaksana teknis yang melayani proses pengadaan
barang/jasa secara elektronik di lingkungan …..yang kedudukannya berada di bawah
tanggung jawab/domain/sub domain …..
3. Sistem Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik yang selanjutnya disebut
SPSE adalah sistem pengadaan barang/jasa yang dilakukan secara elektronik yang
dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sesuai
peraturan yang berlaku.
4. Unit Layanan Pengadaan (ULP) adalah Unit Kerja yang berfungsi dan
bertanggungjawab daiam penyelenggaraan/pelaksanaan pengadaan barang/jasa.
5. Panitia Pengadaan/Pokja Layanan Pengadaan (Panitia) adalah Tim
Pengadaan yang dibentuk berdasarkan keputusan Direksi/Kepala Unit
Kerja/Pejabat berwenang……, untuk melaksanakan pemilihan/seleksi terhadap
Penyedia Barang/Jasa melalui Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik sesuai
Standard Operating Procedure (SOP) dan peraturan yang berlaku.
6. Penyedia Barang atau Jasa adalah badan usaha atau
p e r u s a h a a n perseorangan berbadan hukum yang kegiatan usahanya menyediakan
barang atau layanan jasa sesuai dengan kualifikasi masing-masing perusahaan, serta
telah memenuhi persyaratan teknis untuk terdaftar di E-Procurement System.
7. E-Lelang adalah proses Pelelangan Umum/Terbatas /Pemilihan Langsung melalui
sarana elektronik/E-Procurement System yang dapat diikuti oleh Penyedia
Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang telah memenuhi persyaratan,
prosedur dan peraturan yang berlaku, dalam pasal menyelesaikan suatu
pekerjaan sesuai Spesifikasi/TOR yang ditetapkan Panitia Pengadaan ;

8. Aplikasi SPSE adalah aplikasi lunak Sistem Pengadaan Secara Elektronik berbasis
web yang terpasang di Server LPSE dan dapat diakses melalui website LPSE.
9. Pengguna Sistem Pengadaan Secara Elektronik adalah Perorangan/ Badan
Usaha yang memenuhi persyaratan serta mentaati peraturan yang berlaku dan
memiliki hak akses kepada aplikasi SPSE, dipresentasikan oleh/dengan User ID dan
Password yang diberikan oleh Ketua LPSE kepada Pejabat Pembuat komitemen, Unit
Layanan Pengadaan/Pejabat Pengadaan, Panitia Pengadaan, Penyediaan Barang/Jasa
dan Auditor/Pemeriksa yang terdaftar di LPSE …….atau pada LPSE Lembaga Kebijakan
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
10. Registrasi adalah proses pendaftaran yang dilakukan oleh penyedia barang/jasa
atau pihak-pihak yang berkepentingan, untuk mendapatkan kode akses (User ID
dan Password) ke dalam sistem aplikasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik.
11. User ID adalah nama atau pengenal unik sebagai identitas diri yang digukana untuk
beroperasi di dalam suatu sistem elektronik.
12. Password adalah kumpulan karakter atau string yang digunakan oleh pengguna
jaringan atau sebuah sistem operasi multiuser (banyak pengguna) untuk
memverifikasi User ID kepada sistem keamanan yang dimiliki oleh jaringan atau
sistem tersebut.
13. From Isian Elektronik adalah tampilan/antarmuka pemakai berbentuk grafis berisi
komponen isian yang dapat diinput oleh pengguna aplikasi E-Procurernent System.
14. File adalah sekumpulan rekaman (records) data yang saling berhubungan dalam satu
dokumen dengan dokumen lainnya.
15. Spamkodok adalah Sistem Pengaman Komunikasi Dokumen yang dikembangkan oleh
Lembaga Sandi Negara dalam hubungannya dengan pelaksanaan
E-Procurement System.
16. Barang adalah setiap benda baik yang berwujud maupun tidak berwujud, bergerak
ataupun tidak bergerak, mengandung nilai uang dan dapat diperdagangkan serta
dipergunakan/dimanfaatkan oleh pengguna barang.
17. HPS (Owner Estimate/OE) adalah Harga Perkiraan Sendiri adalah harga barang
dan/atau jasa yang dikalkulasi secara keahlian berdasarkan data serta sumber yang dapat
dipertanggung jawabkan.
18. Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO) adalah kerja sama usaha antar
Penyedia/Penanggungjawab Perusahaan yang masing-masing pihak mempunyai hak,
kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis yang dibuat
dihadapan pejabat Notaris yang sah.

BAB II
INSTRUKSI KEPADA PENAWAR

Pasal 2
Informasi Umum dan Ketentuan Pengadaan Barang/Jasa

1. Jenis Pekerjaan : Jasa Pengadaan Satuan Pengamanan


2. Metode Pemilihan Penyedia : E-Lelang dengan Pasca/Pra kualifikasi metode 1
Jasa (satu) File, Sistim Gugur yang dilaksanakan secara
Elektronik (E-Procurement System) oleh Panitia
Pengadaan melalui LPSE.
3. Lokasi Pekerjaan :
4. Nilai HPS : Akan diumumkan bersamaan dengan diumumkannya
E-Lelang Pekerjaan Jasa ini, melalui Aplikasi
E-Procurement System yang dapat dilihat/diakses
oleh Penyedia secara Online pada Website.
5. Jangka Waktu Pelaksanaan : 1. Jangka waktu pelaksanaan kontrak pekerjaan
Pekerjaan pengadaan Satuan Pengamanan adalah 36
(tiga puluh enam) bulan, terhitung mulai 01
Juni 2016 sampai dengan 31 Mei 2019;
2. Penilaian kinerja atas hasil pekerjaan
Perusahaan Penyedia Jasa dilakukan setiap
satu bulan sekali (pada akhir bulan), dengan
hasil penilaian Baik atau Tidak Baik ;

6. Pengguna Jasa :
7. Panitia Pengadaan(Panitia) : Panitia Pengadaan yang dibentuk berdasarkan
Keputusan General Manager PT Jasa Marga (Persero)
Tbk Cabang Cawang Tomang Cengkareng, nomor :
028/KPTS/CJ/2015 , tanggal 20 Februari 2015.

8. Peserta Penawaran selaku : Badan Usaha yang memenuhi persyaratan dan


Penyedia Jasa dinyatakan LULUS Kualifikasi, serta terdaftar dan
memiliki kode akses (User ID dan Password) pada
LPSE.
9. Dokumen Pengadaan : Dokumen Pengadaan yang terdiri dari :
1. Addendum Dokumen Pengadaan (jika ada);
2. Instruksi Kepada Penawar;
3. Kerangka Acuan Kerja (KAK)/TOR dan Spesifikasi
Khusus
4. Rancangan Kontrak Pengadaan Jasa
5. Ketentuan Umum Kontrak (KUK) ;
6. Daftar Kuantitas dan Harga
10. Berita Acara Rapat : Adalah hasil Rapat Penjelasan atas ketentuan-
Penjelasan ketentuan dalam dokumen pengadaan, peserta
penawaran yang mengikuti penjelasan panitia
Pengadaan terhadap Peserta Penawaran sebelum
waktu Penyampaian Dokumen Penawaran. Berita
Acara ini ditandatangani sekurang-kurangnya 2 (dua)
orang Panitia. Semua peserta dianggap sudah
memahami semua penjelasan yang ada dalam IKP ini
sepanjang tidak ada pertanyaan dan atau Addendum
Dokumen Pengadaan dan Berita Acara penjelasan
tersebut selanjutnya akan discan dan diupload pada
E-Procurement System.
11. Addendum Dokumen : Adalah perubahan atas ketentuan-ketentuan didalam
Pengadaan Dokumen pengadaan dengan maksud untuk
merubah, menambah, menyempurnakan dan
memperjelas isi dari Dokumen Pengadaan yang
diupload pada E-Procurement System.
12. Penyampaian Dokumen : Adalah penyampaian Dokumen Penawaran dari
Penawaran Peserta Penawaran kepada Panitia Pengadaan yang
dilakukan secara On-line melalui LPSE , disertai
dengan Jaminan Penawaran sesuai dengan
persyaratan yang telah ditentukan.
13. Berita Acara : Adalah hasil Pembukaan Dokumen Penawaran yang
Pembukaan Dokumen dilaksanakan oleh Panitia Pengadaan terhadap
Penawaran Penawaran yang telah disampaikan sebelum batas
waktu penyampaian dokumen berakhir. Berita Acara
ini ditandatangani sekurang-kurangnya oleh 2 (dua)
Panitia Pengadaan, selanjutnya Berita Acara
penjelasan tersebut discan dan diupload pada
E-Procurement System.
14. Berita Acara : Adalah hasil Evaluasi Teknis dan Presentasi yang
Hasil Evaluasi Teknis telah disampaikan oleh Peserta Penawaran dalam
Berita Acara penjelasan, selanjutnya discan dan
diupload pada E-Procurement System.
15. Berita Acara : Adalah Hasil rapat pembukaan Dokumen Penawaran
Pembukaan Dokumen Harga yang dilakukan oleh Panitia Pengadaan dengan
Penawaran Harga Peserta Penawaran secara On-Line yang telah lulus
Evaluasi Teknis, selanjutnya dituangkan dalam Berita
Acara yang ditandatangani sekurang-kurangya oleh 2
(dua) Orang Panitia Pengadaan dan atau saksi,
selanjutnya discan dan diupload pada E-Procurement
System

16. Berita Acara : Adalah Hasil rapat klarifikasi yang diadakan oleh
Klarifikasi Penawaran Harga Panitia Pengadaan dengan Peserta Penawaran yang
mendapat nilai gabungan tertinggi terhadap penilaian
Teknis dan Harga selanjutnya dituangkan dalam
Berita Acara yang ditandatangani oleh Panitia
Pengadaan dan Peserta Penawaran yang diklarifikasi.

Pasal 3
Sumber Dana
1. Pendanaan untuk Pekerjaan Jasa ini, bersumber dari RKAP Tahun 2016, Tahun 2017 Tahun
2018 dan Tahun 2019.
2. Semua Penyedia Jasa yang ikut serta dalam E-Lelang Pekerjaan Jasa ini, dianggap telah
mempunyai pengetahuan yang cukup dibidang teknis pengadaan barang/jasa melalui LPSE,
dan harus memahami sendiri persyaratan dan prosedur penyaluran dana dari untuk
pembiayaan Pekerjaan Jasa ini.

Pasal 4
Peserta Penawaran
Peserta Penawaran yang dapat menyampaikan Penawaran adalah :
1. Penyedia Jasa yang telah terdaftar serta dinyatakan lulus verifikasi oleh Verifikator LPSE dan
telah memiliki akun user id dan password dalam E-Procurement System.
2. Penyedia Jasa yang telah mendaftar sebagai peserta dari pekerjaan Jasa ini melalui LPSE (E-
Procurement System).
3. Untuk Penyedia Jasa yang melakukan Kerja Sama Operasi/Kemitraan (KSO) :
a. Wajib mempunyai Perjanjian Kerja Sama Operasi/Kemitraan yang dibuat dihadapan dan
disahkan oleh Notaris, atau Surat Keterangan dari Notaris yang menyatakan bahwa Akte
Perjanjian Kerja Sama Operasi/Kemitraan sedang dalam proses pembuatan. (Perjanjian
Kerja Sama Operasi/Kemitraan dimaksud wajib memuat prosentase operasi/kemitraan
dengan perusahaan yang mewakili Kerja Sama Operasi/Kemitraan (Lead Firm) tersebut);
b. Badan Usaha Asing wajib melakukan Kerja Sama Operasi/Kemitraan dengan Badan Usaha
Lokal. Badan Usaha Asing tersebut harus mengetahui dan memahami semua hukum dan
peraturan perundang-undanganyang berlaku di Negara Republik Indonesia antara lain
mengenai bea cukai, pajak, keimigrasian, ketenagakerjaan, impor barang dan komoditi, ijin
pemasukan barang dan peralatan, persyaratan ketenagakerjaan, penyimpanan,
penggunaan bahan.
4. Penyedia Jasa yang dimiliki oleh satu atau sekelompok orang yang sama, atau berada dalam
kepengurusan yang sama secara Hukum dilarang mengikuti E-Lelang pekerjaan ini secara
bersamaan.

Pasal 5
Dasar Penawaran
Peserta Penawaran yang mengikuti proses dalam Penawaran E-Lelang Pekerjaan Jasa ini, wajib
mentaati dan melaksanakan semua ketentuan yang terdapat pada Dokumen Pengadaan (IKP) ini
sebagai dasar Penawaran.

Pasal 6
Rapat Penjelasan
1. Rapat Penjelasan dilakukan secara on line melalui LPSE, dengan maksud agar Peserta
Penawaran mendapatkan pengertian serta pemahaman yang sama mengenai Lingkup
Pekerjaan, Volume Pekerjaan dan Spesifikasi Umum (Kerangka Acuan Kerja) yang tercantum
didalam Dokumen Pengadaan.
2. Panitia Pengadaan akan menyampaikan penjelasan kepada Peserta Penawaran secara on line
melalui LPSE sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan.
3. Rapat Penjelasan :
a. Panitia Pengadaan akan mengatur waktu kegiatan Penjelasan;
b. Peserta Penawaran yang tidak mengikuti kegiatan Penjelasan tersebut tidak digugurkan;
c. Semua Dokumen prosedur dan penjelasan pengadaan, termasuk lingkup Pekerjaan,
ketentuan mengenai tata cara Penawaran kepada Peserta Penawaran dan nilai HPS (Harga
Perkiraan Sendiri) dapat dilihat didalam website LPSE;
d. Dalam Rapat Penjelasan tersebut, Panitia Pengadaan akan menjawab semua pertanyaan
dari para Peserta Penawaran dalam waktu yang ditentukan.
4. Semua pertanyaan dari Peserta Penawaran harus diajukan secara On-Line kepada Panitia
Pengadaan dan Jawaban dari Panitia akan disampaikan secara On-Line melalui LPSE.
5. Berita Acara Penjelasan ditandatangani oleh sekurang-kurangnya oleh 2 (dua) orang Panitia
Pengadaan.
6. Jika terdapat hal-hal yang secara subtansi akan berpengaruh terhadap perubahan Dokumen
Pengadaan, maka perubahan Dokumen Pengadaan tersebut akan dinyatakan dalam bentuk
Addendum Dokumen Pengadaan yang akan disampaikan kepada Peserta Penawaran secara
On-Line.
7. Persetujuan dan atau pembicaraan secara lisan dengan Panitia Pengadaan, Pejabat dan atau
wakil dari Pengguna Jasa selama kegiatan pengadaan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 7
Addendum Dokumen Pengadaan

1. Segala sesuatu yang secara subtansi akan berpengaruh terhadap perubahan Dokumen
Pengadaan maka akan dinyatakan dalam Addendum Dokumen Pengadaan yang diterbitkan
secara resmi oleh Panitia Pengadaan. Panitia Pengadaan dan atau Pengguna Jasa tidak
bertanggungjawab dan tidak mengakui atas sesuatu perubahan terhadap Dokumen Pengadaan
yang dinyatakan dalam jenis dan atau bentuk lain selain Addendum Dokumen Pengadaan yang
telah ditetapkan oleh Panitia.
2. Setiap Addendum Dokumen Pengadaan yang diterbitkan akan disampaikan secara on-Line
kepada Peserta Penawaran yang telah memperoleh Dokumen Pengadaan. Addendum
Dokumen Pengadaan tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen
Pengadaan.
3. Peserta Penawaran yang telah menerima Addendum Dokumen Pengadaan harus menyatakan
telah menerima Addendum Dokumen Pengadaan dimaksud.
4. Dalam hal terjadi banyak perubahan subtansi pada Dokumen Pengadaan, maka Panitia
Pengadaan dapat mengubah batas waktu Penyampaian Dokumen Penawaran.

Pasal 8
Persiapan Dokumen Penawaran

1. Biaya dalam Penyiapan Dokumen Penawaran


a. Peserta sepenuhnya menanggung biaya dalam penyiapan dan penyampaian
penawaran.
b. Panitia Pengadaan tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang ditanggung
oleh peserta.
2. Bahasa Penawaran
a. Semua Dokumen Penawaran harus menggunakan Bahasa Indonesia.
b. Dokumen penunjang yang terkait dengan Dokumen Penawaran dapat menggunakan
Bahasa Indonesia atau bahasa asing.
c. Dokumen penunjang yang berbahasa asing perlu disertai penjelasan dalam Bahasa
Indonesia. Dalam hal terjadi perbedaan penafsiran, maka yang berlaku adalah
penjelasan dalam Bahasa Indonesia
3. Dokumen Penawaran meliputi :
a. Surat penawaran yang didalamnya mencantumkan;
1) tanggal;
2) masa berlaku penawaran;
3) harga penawaran;
4) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan; dan
b. Hasil pemindaian (scan) Jaminan Penawaran asli
c. Daftar Kuantitas dan Harga (DKH)
d. Hasil pemindaian (scan) Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila ada)
e. Dokumen Penawaran Teknis yang terdiri dari:
1) metode pelaksanaan;
2) jadwal waktu penyerahan;
3) asuransi
4) jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan
5) Daftar Personil Inti
6) Tenaga Teknis; dan
7) bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan.
f. Formulir rekapitulasi perhitungan TKDN sesuai ketentuan
g. Dokumen Isian Kualifikasi; dan
h. Dokumen lain yang dipersyaratkan.
4. Harga Penawaran
a. Harga penawaran ditulis dengan jelas dalam angka dan huruf.
b. Untuk kontrak lump sum, apabila dipersyaratkan, maka peserta harus mencantumkan
harga satuan untuk tiap mata pembayaran/ pekerjaan dalam Daftar Kuantitas dan
Harga.
c. Biaya overhead dan keuntungan serta semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain
yang sah serta biaya asuransi yang harus dibayar oleh penyedia untuk pelaksanaan
Paket Jasa Lainnya ini diperhitungkan dalam total harga penawaran.
d. Untuk kontrak yang masa pelaksanaannya lebih dari 12 (dua belas) bulan, Penyesuaian
harga diberlakukan sebagaimana diatur dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak.
5. Masa Berlaku Penawaran dan Jangka Waktu Pelaksanaan
a. Masa berlaku penawaran sebagaimana tercantum dalam dalam Lembar Dokumen
Penawaran (LDP).
b. Apabila evaluasi belum selesai dilaksanakan, sebelum akhir masa berlakunya
penawaran, Panitia Pengadaan dapat meminta kepada seluruh Peserta secara elektronik
untuk memperpanjang masa berlakunya penawaran tersebut dalam jangka waktu
tertentu.
c. Peserta dapat :
1) menyetujui permintaan tersebut tanpa mengubah penawaran.
2) menolak permintaan tersebut dan dapat mengundurkan diri secara tertulis dengan
tidak dikenakan sanksi.
3) Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan, tidak melebihi jangka
waktu yang ditetapkan dalam Lembar Dokumen Penawaran
6. Peserta Penawaran wajib mentaati semua ketentuan yang telah ditetapkan sebelum
Dokumen Penawaran disampaikan, dan Peserta Penawaran dianggap sudah mengerti,
memahami, dan menerima semua ketentuan-ketentuan serta persyaratan yang ditetapkan
oleh Panitia didalam Dokumen Pengadaan dan Penjelasan, termasuk semua risiko serta
kemungkinan yang dapat mempengaruhi biaya penyelesaian pekerjaan;
7. Pihak yang berwenang menandatangani Dokumen Penawaran dan Dokumen Kontrak :
a. Penandatangan Dokumen Penawaran dan Dokumen Kontrak adalah Direktur Utama dari
Peserta Penawaran, atau Direktur (yang tercantum dalam Akte Perusahaan dan Akte
Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan) yang diberi Kuasa oleh Direktur Utama yang
bertindak untuk dan atas namanya sebagai Penyedia Jasa.
b. Jika diperlukan Surat Kuasa sebagaimana dimaksud ketentuan ayat (7) huruf a Pasal ini,
maka Surat Kuasa dimaksud harus disertakan dalam Dokumen Penawaran (bermaterai
Rp 6.000).

8. Susunan dan Urutan Dokumen Penawaran


FILE JENIS DOKUMEN YANG DIUNGGAH (UPLOAD)
I. Pada halaman muka (cover) diberi tulisan
“DOKUMEN ADMINISTRASI dan TEKNIS”
DOKUMEN ADMINISTRASI
FILE 1

No DOKUMEN
1. Hasil pemindaian (scan) Akta Pendirian Usaha dan Surat Pengesahan Menteri dan
HAM
2. SURAT KUASA (jika ada) untuk Penandatangan Dokumen Penawaran dan Dokumen
Kontrak dari Pemimpin Utama jika Penandatangan Dokumen adalah Pemimpin (yang
tercantum dalam Akte Perusahaan dan Perubahannya).
Pemimpin dimaksud harus sama dengan Pemimpin yang melakukan tanda tangan
dalam Formulir Isian Kualifikasi.
3. Surat Pernyataan Minat
4. Surat Pernyataan tentang Berlakunya Penawaran; dan tidak akan mengundurkan
diri
5. Surat pernyataan yang menyatakan bahwa dokumen pelelangan sudah dinyatakan
benar, dipahami dan disetujui.
6. Hasil pemindaian (scan) Surat Ijin Penyedia Barang/Jasa, Pekerja/Buruh dari
Depnakertrans dan terdaftar sebagai anggota Jamsostek/BPJS yang masih
berlaku ;
7. Hasil pemindaian (scan) Surat Ijin Badan Usaha (SBU)/ Surat Ijin Operasi (SIO)
Penyedia Tenaga Pengamanan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia ;
8. Hasil pemindaian (scan) Bukti Wajib Lapor Penyelenggaraan Fasilitas
Kesejahteraan Pekerja/Buruh dari Departemen Tenaga Kerja ;
9. Surat keterangan memiliki Tenaga /Petugas di Bidang Keamanan dan
Bersertifikat;
10. Khusus untuk Peserta Penawaran dari BUMN/BUMD, Hasil pemindaian (scan) : Akte
Pengangkatan Pengurus Badan Usaha, yang masih berlaku;
11. Hasil pemindaian (scan) Jaminan Penawaran
DOKUMEN TEKNIS
No DOKUMEN
1. Struktur Organisasi Perusahaan Penyedia Jasa
2. Makalah tentang Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pengamanan
a. Jadwal Rencana Kerja Pengamanan
b. Rencana Persiapan Pekerjaan, Ketersediaan Petugas SATPAM, kelengkapan
Petugas SATPAM, peralatan Petugas SATPAM serta persiapan pelaksanaan
pekerjaan.
c. Sarana penunjang pelaksanaan pekerjaan (kendaraan operasional dll)
3. Pengalaman Kerja 5 (lima) Tahun terakhir (2011 s/d 2015)
4. Pekerjaan yang sedang dilaksanakan (on going) project.
5. Rekening Koran 3 (tiga) Bulan terakhir (Februari, Maret, April 2016)
6. Laporan Keuangan tahun 2014 dan 2015 yang masing-masing laporan keuangan
tersebut telah diaudit oleh kantor akuntan publik yang sah (dengan melampirkan
hasil pemindaian/scan surat keterangan ijin kantor akuntan publik) sesuai
peraturan yang berlaku.
II. Pada halaman muka (cover) diberi tulisan
“DOKUMEN PENAWARAN”
DOKUMEN PENAWARAN
No DOKUMEN
1. Surat Penawaran
2. Daftar Kuantitas dan Harga
3. Analisa Harga Satuan
KETERANGAN : Semua File diunggah dalam satu folder, dalam bentuk pdf.

Pasal 9
Pemasukan/ Penyampaian Dokumen Penawaran
1. Peserta menyampaikan Dokumen Penawaran kepada Panitia, dengan ketentuan :
a. Pertama-tama Peserta mengirimkan Data Kualifikasi melalui Form Isian Elektronik Data
Kualifikasi pada aplikasi SPSE (E-Procurement System) ;
b. Dilanjutkan dengan mengunggah file penawaran terenkripsi (*.rhs) hanya melalui
aplikasi SPSE sesuai jadwal yang ditetapkan ;
c. Peserta dapat mengirimkan data kualifikasi secara berulang sebelum batas akhir waktu
pemasukan Dokumen Penawaran. Data kualifikasi yang dikirmkan terakhir akan
menggantikan data kualifikasi yang telah terkirim sebelumnya.
2. Mekanisme untuk metode 1 (satu) File (sampul) sebagai berikut :
a. File Penawaran Administrasi, Teknis dan Harga dienkripsi menggunakan Apendo ;
b. Peserta mengunggah (upload) file penawaran Administrasi, Teknis dan Harga yang
telah terenkripsi (*.rhs) melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal yang ditetapkan ;
c. Peserta dapat mengunggah file Penawaran secara berulang sebelum batas akhir waktu
pemasukan Dokumen Penawaran. File penawaran terakhir akan menggantikan file
penawaran yang telah terkirim sebelumnya ;
3. Mekanisme untuk metode 2 (dua) File (sampul) sebagai berikut :
a. File penawaran Administrasi dan Teknis (file I) dienkripsi menggunakan Apendo,
selanjutnya peserta melakukan enkripsi terhadap file Penawaran Harga (file II)
menggunakan Apendo ;
b. Peserta pertama-tama mengunggah (upload) file I berupa file penawaran Administrasi
dan Teknis yang telah terenkripsi (*.rhs) melalui aplikasi SPSE, kemudian setelah file I
berhasil terkirim, Peserta melanjutkan dengan mengunggah (upload) file II berupa file
Penawaran Harga yang telah terenkripsi (*.rhs) melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal
yang telah ditetapkan ;
c. File I dan File II yang telah dienkripsi, kemudian diunggah (upload) melalui
tempat/fasilitas yang telah tersedia pada aplikasi SPSE ;
d. Peserta dapat mengunggah file penawaran (file I dan file II) secara berulang sebelum
batas akhir waktu pemasukan Dokumen Penawaran. File penawaran terakhir akan
menggantikan file penawaran yang telah terkirim sebelumnya.

4. Batas Akhir Waktu Pemasukan/Penyampaian Dokumen :


a. Penawaran harus disampaikan secara elektronik melalui aplikasi SPSE kepada Panitia
paling lambat pada waktu yang ditentukan oleh Panitia Pengadaan ;
b. Tidak diperkenankan mengubah waktu batas akhir pemasukan penawaran kecuali
keadaan kahar, atau terjadi gangguan teknis. Apabila terpaksa dilakukan perubahan
waktu batas akhir pemasukan penawaran maka Panitia harus menginputkan alasan
yang sebenarnya dan dapat dipertanggungjawabkan pada aplikasi SPSE.

5. Aplikasi SPSE secara otomatis menolak setiap file penawaran yang dikirimkan setelah batas
akhir waktu pemasukan penawaran.

Pasal 10
Jaminan Penawaran

1. Jaminan Penawaran adalah jaminan pada saat Penawaran yang wajib diberikan oleh Penyedia
Jasa. Jaminan Penawaran dimaksud adalah jaminan tertulis dalam bentuk Bank Garansi yang
dikeluarkan oleh bank devisa yang terdaftar dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan tentang
bank-bank yang mengatur penerbitan Bank Garansi.
2. Jaminan Penawaran ASLI dikirimkan oleh Peserta Penawaran kepada Panitia Pengadaan pada
saat Penyampaian Dokumen Penawaran.
3. Masa berlaku Jaminan Penawaran adalah selama 60 (enam puluh ) Hari Kalender yang
terhitung sejak selambat-lambatnya tanggal Penyampain Dokumen Penawaran. Jika
diperlukan, maka masa belaku Jaminan Penawaran dapat diperpanjang.
4. Besarnya nilai Jaminan Penawaran adalah antara 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga
persen) dari nilai HPS.
5. Jaminan Penawaran sebagaimana dimaksud ayat 1 dan 2 pasal ini disampaikan dalam bentuk
softcopy hasil pemindaian (scan) dan selanjutnya dimasukan kedalam Dokumen Penawaran.
6. Jaminan Penawaran Asli untuk E-Lelang dengan Pascakualifikasi disampaikan kepada
Pelaksana Pengadaan Barang/Jasa atau Panitia Pengadaan pada saat pembuktian Kualifikasi.
7. Dalam hal calon Pemenang tidak memberikan Jaminan Penawaran Asli sebagaimana dimaksud
ayat 1 dan 2 pasal ini, atau Jaminan Penawaran tidak dapat dicairkan atau Jaminan terbukti
palsu, maka akun (user id dan password) pada aplikasi E-Procurement System milik Penyedia
Barang/Jasa tersebut akan di nonaktifkan dan dimasukan kedalam daftar hitam (di Blacklist).

8. Hal-hal yang harus termuat dalam Jaminan Penawaran adalah :

a. Nomor dan Tanggal diterbitkannya Jaminan Penawaran;


b. Pihak Penjamin, yaitu Bank dan atau Pejabat Bank penerbit Jaminan Penawaran;
c. Pihak Penerima/Pemegang Jaminan, yaitu :
Selaku Pengguna Barang
Cq. Panitia E-Lelang
Pengadaan Jasa Petugas Satuan Pengamanan (SATPAM)
d. Pihak Yang Dijamin, yaitu Peserta Penawaran;
e. Masa Berlaku Jaminan Penawaran;
f. Nilai Jaminan Penawaran;
g. Pencairan Jaminan Penawaran akan dilakukan oleh Pihak Penerima/Pemegang, jika
Pihak yang Dijamin, yaitu Peserta Penawaran :
1) Menarik kembali Penawarannya sebelum selesainya jangka waktu masa
berlakunya Jaminan Penawaran; atau
2) Mengundurkan diri sebagai Pemenang dan atau ditunjuk menjadi Penyedia
Barang /Jasa untuk melaksanakan Pekerjaan; atau
3) Dalam hal Harga Penawarannya kurang dari 80% dari Harga Perkiraan Sendiri
dan selanjutnya menjadi Pemenang/ditunjuk menjadi Penyedia Jasa /Jasa untuk
melaksanakan Pekerjaan, namun Perusahaan bersangkutan tidak bersedia
menambah nilai Jaminan Pelaksanaan sesuai peraturan yang berlaku.
9. Setelah Pengumuman Pemenang, maka Jaminan Penawaran akan dikembalikan kepada
Peserta Penawaran yang tidak menjadi Pemenang.

Pasal 11
Sanggahan

1. Peserta E-Lelang yang dapat mengajukan sanggahan adalah peserta yang telah memasukan
penawaran;
2. Peserta E-Lelang hanya dapat mengirim satu kali sanggahan kepada Panitia Pengadaan
melalui LPSE.
3. Panitia Pengadaan akan menjawab semua sanggahan melalui LPSE sesuai dengan ketentuan
dan jadwal yang ditetapkan.
4. Dalam hal terjadi ganguan teknis yang menyebabkan peserta E-Lelang tidak dapat
mengirimkan sanggahan secara online melalui Aplikasi LPSE dan/atau Panitia Pengadaan
tidak dapat mengirimkan jawaban sanggah secara online, maka sanggahan dapat dilakukan
diluar Aplikasi LPSE.
5. Dalam hal terjadi sanggah banding, maka Peserta dapat menyampaikan sanggahan banding
tersebut kepada Paniti Pengadaan melalui Aplikasi SPSE.

6. Kelalaian atau kealpaan dalam melakukan pemberitahuan sanggahan banding oleh peserta
sebagaiman dimaksud ayat 5 pasal ini, tidak menggugurkan proses sanggahan banding.
7. Dalam hal substansi Sanggahan Banding pada pelelangan yang diajukan Peserta Penawar
dinyatakan salah, maka Pengguna Jasa/Pantia berhak mencairkan Jaminan Sanggahan
Banding dan disetorkan ke kas Perusahaan, kecuali jawaban Sanggahan Banding melampaui
batas akhir menjawab Sanggahan Banding.

Pasal 12
Jaminan Sanggahan Pemenang

1. Jaminan Sanggahan Pemenang diserahkan pada saat Penyampaian Sanggahan Pemenang


dengan masa berlaku Jaminan Sanggahan Pemenang 30 (tiga puluh) Hari Kalender, terhitung
sejak selambat-lambatnya tanggal penyampaian Sanggahan Pemenang. Jika diperlukan, maka
masa berlaku Jaminan Sanggahan Pemenang dapat diperpanjang;
2. Besarnya nilai Jaminan Penawaran adalah antara 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga
persen) dari nilai HPS.

Pasal 13
Berlakunya Penawaran

1. Penawaran yang disampaikan akan tetap berlaku sejak Pembukaan Dokumen Penawaran
sampai dengan selesainya masa berlakunya Jaminan Penawaran.
2. Apabila Peserta Penawaran menarik kembali Penawarannya sebelum selesainya jangka waktu
masa berlakunya Jaminan Penawaran, maka Peserta Penawaran akan dikenakan Sanksi
berupa:
a. Jaminan Penawaran disita dan menjadi hak Pengguna Jasa; dan
b. Peserta Penawaran dimasukan dalam Daftar Hitam selama 2 (dua) tahun; dan
c. Peserta Penawaran tidak boleh mengikuti Pengadaan Barang/Jasa di untuk 2 (dua) tahun
berikutnya.

Pasal 14
Jaminan Pelaksanaan

1. Jaminan Pelaksanaan adalah jaminan pada saat Pelaksanaan Kontrak yang wajib diberikan
oleh Penyedia Jasa (Pemenang) yang ditunjuk untuk melaksanakan Pekerjaan. Jaminan
Pelaksanaan dimaksud adalah jaminan tertulis dalam bentuk Bank Garansi yang dikeluarkan
oleh Bank yang mempunyai ijin mengeluarkan produk Bank Garansi dari instansi yang
berwenang dan Bank Garansi tersebut harus diterbitkan oleh bank yang berdomisili di wilayah
lokasi Kantor Pusat dari Penyedia Jasa atau di wilayah dari lokasi Pengadaan Jasa atau di
wilayah dari lokasi pekerjaan.
2. Jaminan Pelaksanaan ASLI diserahkan langsung oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa
sebelum Penyedia Jasa dimaksud menerima Kontrak yang harus ditandatanganinya.

3. Besarnya nilai Jaminan Pelaksanaan sekurang-kurangnya adalah 5% (lima perseratus) dari nilai
Kontrak. Apabila Harga Penawaran kurang dari 80% dari Harga Perkiraan Sendiri, maka
terlebih dahulu akan dilakukan Klarifikasi terhadap Calon Penyedia Jasa dan nilai Jaminan
Pelaksanaan akan ditambah sebesar 5% dari Harga Perkiraan Sendiri.
4. Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan adalah terhitung sejak ditandatanganinya Kontrak sampai
dengan ditandatanganinya Berita Acara Serah Terima Sementara (PHO) ditambah 30 (tiga
puluh) Hari Kalender. Jika diperlukan, maka masa berlaku Jaminan Pelaksanaan dapat
diperpanjang oleh Penyedia Jasa.
5. Dalam hal terjadi perubahan nilai kontrak dan atau jangka waktu kontrak, maka akan
dilakukan penyesuaian atas besarnya nila dan jangka waktu masa berlaku Jaminan
Pelaksanaan.

Pasal 15
Pembukaan Dokumen Penawaran

1. Pada tahap pembukaan penawaran, Panitia mengunduh (download) dan melakukan dekripsi
file penawaran dengan menggunakan Apendo sesuai waktu yang telah ditetapkan.
2. Terhadap file penawaran yang tidak dapat dibuka (didekripsi), Panitia menyampaikan file
penawaran tersebut kepada LPSE untuk mendapat keterangan bahwa file yang bersangkutan
tidak dapat dibuka, dan bila dianggap perlu LPSE dapat menyampaikan file penawaran
tersebut kepada LKPP.
3. Berdasarkan keterangan dari LPSE atau LKPP, apabila file penawaran tidak dapat
dibuka/didekripsi, maka Panitia dapat menetapkan bahwa file penawaran tersebut tidak
memenuhi syarat sebagai penawaran, dan Penyedia Barang/Jasa yang mengirimkan file
penawaran tersebut dianggap tidak memasukkan penawaran. Apabila dapat dibuka, maka
Panitia akan melanjutkan proses atas penawaran yang bersangkutan ;
4. File yang dianggap sebagai penawaran, adalah dokumen penawaran yang berhasil dibuka,
dan dapat dievaluasi yang sekurang-kurangnya memuat :
a. SATU FILE : Harga Penawaran, Daftar Kuantitas dan Harga untuk Kontrak Harga
Satuan/Gabungan, jangka waktu penawaran dan deskripsi/spesifikasi barang/jasa yang
ditawarkan.
b. DUA FILE : Daftar Kuantitas dan Harga untuk kontrak harga satuan/gabungan, jangka
waktu penawaran, dan deskripsi/spesifikasi barang/jasa yang ditawarkan
5. File yang dianggap sebagai penawaran, adalah dokumen penawaran yang berhasil dibuka
dan dapat dievaluasi yang sekurang-kurangnya memuat:
a. SATU FILE : Harga Penawaran, Daftar Kuantitas dan Harga untuk Kontrak Harga
Satuan/Gabungan, jangka waktu penawaran, dan deskripsi/spesifikasi barang/jasa
yang ditawarkan.
b. DUA FILE : Daftar Kuantitas dan Harga untuk Kontrak Harga Satuan/Gabungan, jangka
waktu penawaran, dan deskripsi/spesifikasi barang/jasa yang ditawarkan
6. Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) peserta, maka pelelangan dinyatakan
GAGAL
7. Panitia tidak menggugurkan penawaran pada waktu pembukaan penawaran, kecuali untuk
file penawaran yang sudah dipastikan tidak dapat dibuka berdasarkan keterangan LPSE.

Pasal 16
Evaluasi Penawaran

1. Koreksi Aritmatik

Koreksi aritmatik dilakukan terhadap semua Dokumen Penawaran Harga yang dinyatakan SAH
pada saat Pembukaan Dokumen Penawaran. Koreksi Aritmatik dilakukan sebagai berikut :
a. Kuantitas Pekerjaan disesuaikan dengan Daftar Kuantitas dan Harga yang terdapat dalam
Dokumen pengadaan;
b. Kesalahan hasil perkalian Kuantitas Pekerjaan dengan Harga Satuan (dari Peserta
Penawaran) dibetulkan, tetapi Harga Satuan dimaksud tidak boleh dirubah;
c. Jenis Pekerjaan yang tidak diberi Harga Satuan/Harga Satuan Kosong dianggap sudah
termasuk dalam Harga Satuan Pekerjaan lain, dan Harga Satuan Kosong dimaksud tetap
dibiarkan kosong;
d. Hasil Koreksi Aritmatik dapat merubah Harga Penawaran dan urutan Penawaran dari
Peserta Penawaran;
e. Harga Penawaran dari Peserta Penawaran setelah Koreksi Aritmatik yang nilainya lebih
tinggi dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dinyatakan GUGUR.

Penawaran dari Peserta Penawaran akan dinyatakan GUGUR pada saat Koreksi Aritmatik,
apabila:
1. Harga Penawaran dari Peserta Penawaran setelah Koreksi Aritmatik (Harga Penawaran
Terkoreksi) nilainya lebih tinggi dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS); dan atau
2. Adanya jenis penyimpangan yang berpengaruh terhadap hal-hal yang sangat substantif
dan akan mempengaruhi lingkup, kualitas, dan hasil/kinerja pekerjaan; dan atau
3. Substansi kegiatan tidak konsisten dengan Dokumen Pengadaan; dan atau
4. Adanya persyaratan tambahan di luar ketentuan yang akan menimbulkan persaingan tidak
sehat/tidak adil dengan Peserta yang memenuhi syarat.
Selanjutnya terhadap sebanyak-banyaknya 3 (tiga) Harga Penawaran terendah setelah Koreksi
Aritmatik akan dilakukan Tahapan Evaluasi Penawaran sebagaimana dimaksud pada Ayat 3
dalam Pasal ini.

2. Sistem Evaluasi Penawaran memakai Sistem Evaluasi Biaya Terendah;

3. Tahapan Evaluasi Penawaran

Tahap 1. Evaluasi Administrasi


1. Evaluasi Administrasi dilakukan terhadap kelengkapan syarat administrasi;
2. Unsur yang dievaluasi berdasarkan pada ketentuan yang telah ditetapkan
3. Evaluasi Administrasi menghasilkan kesimpulan :
 LULUS (memenuhi syarat); atau
 GUGUR (tidak memenuhi syarat). Bagi Peserta yang GUGUR tidak dilakukan
tahap Evaluasi Penawaran selanjutnya.

Tahap 2. Evaluasi Teknis

1. Evaluasi Teknis dilaksanakan terhadap Penawar yang LULUS Evaluasi Administrasi;


2. Metode Penilaian :
a) Jadwal Rencana Kerja Pengamanan, Bobot 20%
b) Rencana Persiapan Pekerjaan, Ketersediaan Petugas SATPAM, kelengkapan
Petugas SATPAM, peralatan Petugas SATPAM serta persiapan pelaksanaan
pekerjaan, Bobot 50%
c) Sarana penunjang pelaksanaan pekerjaan (kendaraan operasional dll), Bobot
30%
3. Ambang batas nilai minimal untuk Evaluasi Teknis adalah 60. Peserta dinyatakan
LULUS Evaluasi Teknis jika nilai Evaluasi Teknis lebih dari atau sama dengan ambang
batas nilai yang telah ditetapkan, dan dinyatakan GUGUR jika nilai Evaluasi Teknis
kurang dari ambang batas nilai yang telah ditetapkan.
4. Seluruh personil penyedia jasa yang dinyatakan LULUS tidak sedang melaksanakan
kegiatan pada proyek lainnya.

Tahap 3. Evaluasi Harga


1. Evaluasi Harga dilakukan terhadap Penawaran yang LULUS Evaluasi Adminstrasi;
2. Evaluasi Harga dilakukan secara Koreksi Aritmatik dan Penilaian Kewajaran harga;
3. Bobot Penilaian untuk Evaluasi harga (setelah koreksi aritmatik) adalah 100%;
4. Perhitungan nilai untuk Harga Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah

Harga Penawaran Terendah


(setelah koreksi aritmatik)
Yang ditawarkan oleh Peserta Penawaran
Nilai = ------------------------------------------------------- X 100
Harga Penawaran
(setelah koreksi aritmatik)
yang ditawarkan oleh Peserta Penawaran

5. Selanjutnya di susun Daftar urutan Penawaran dimulai dari harga Penawaran Terendah.
Peserta dengan Harga Penawaran Terendah dinyatakan sebagai Peserta Penawaran
urutan Peringkat I dan seterusnya. Jika terdapat Harga Penawaran yang sama, maka
Peserta dengan nilai yang lebih tinggi dalam Evaluasi Teknis adalah Peserta yang
mempunyai urutan peringkat lebih tinggi;

6. Terhadap Peserta Penawaran urutan Peringkat I sampai dengan Peringkat III akan
dilakukan Evaluasi Teknis.

Tahap 4. Penilaian Kewajaran Harga dan Klarifikasi


1. Penilaian Kewajaran Harga akan dilakukan terhadap Peserta Penawaran urutan
Peringkat I dan/atau sampai dengan Peringkat III;
2. Jika Harga Satuan Penawaran > 110% dari Harga Satuan dalam Harga Perkiraan
Sendiri, maka dilakukan klarifikasi. Bila setelah dilakukan klarifikasi ternyata Harga
Satuan Penawaran dimaksud dinyatakan sebagai Harga Satuan Timpang, maka Harga
Satuan Timpang tersebut hanya berlaku untuk kuantitas awal (dinyatakan dalam
Berita Acara Harga Satuan Timpang yang ditandatangani oleh Panitia Pengadaan
dan Peserta Penawaran);

3. Jika Harga Penawaran < 80% dari Harga Perkiraan Sendiri, maka dianggap Harga
Penawaran tersebut terlalu rendah dan dilakukan klarifikasi apakah Peserta Penawaran
tetap mampu melaksanakan Pekerjaan seandainya menjadi Pemenang (dinyatakan
dalam Berita Acara Klarifikasi Kemampuan Melaksanakan Pekerjaan yang
ditandatangani oleh Panitia Pengadaan dan Peserta Penawaran). Jika setelah dilakukan
klarifikasi dan ternyata Peserta Penawaran dimaksud tetap menyatakan mampu
melaksanakan Pekerjaan seandainya menjadi Pemenang (dinyatakan dalam Surat
Pernyataan Kemampuan Melaksanakan Pekerjaan dengan meterai secukupnya
oleh Peserta Penawaran), maka :
a) Peserta Penawaran yang bersangkutan harus bersedia memberikan Jaminan
Pelaksanaan dengan nilai sebesar sekurang-kurangnya sama dengan 5% (lima
perseratus) dari Harga Perkiraan Sendiri; atau
b) Jika Peserta Penawaran yang bersangkutan tidak bersedia memberikan Jaminan
Pelaksanaan dimaksud, maka :

1) Penawaran dinyatakan GUGUR; dan


2) Jaminan Penawaran disita dan menjadi hak Pengguna Jasa; dan
3) Peserta Penawaran dimasukan dalam Daftar Hitam selama 2 (dua)
tahun; dan
4) Peserta Penawaran tidak boleh mengikuti Pengadaan Jasa di. untuk 2
(dua) tahun berikutnya;

4. Pada mata pembayaran yang tidak diberi Harga Satuan/Harga Satuan Kosong dilakukan
klarifikasi bahwa Pekerjaan tersebut tetap harus dilaksanakan dengan dianggap Harga
Satuannya sudah termasuk dalam Harga Satuan mata pembayaran pekerjaan lain
(dinyatakan dalam Berita Acara Harga Satuan Kosong yang ditandatangani oleh
Panitia Pengadaan dan Peserta Penawaran).

5. Gugurnya Penawaran Pada Saat Evaluasi Penawaran


Penawaran akan langsung digugurkan jika ada Penyimpangan yang bersifat
penting/pokok atau penawaran bersyarat, yaitu :
a) Jenis penyimpangan yang berpengaruh terhadap hal-hal yang sangat substantif
dan akan mempengaruhi lingkup, kualitas, dan hasil/kinerja pekerjaan;
dan/atau ;
b) Substansi kegiatan tidak konsisten dengan Dokumen Pengadaan; dan/atau
c) Adanya persyaratan tambahan di luar ketentuan yang akan menimbulkan
persaingan tidak sehat/tidak adil dengan Peserta yang memenuhi syarat;
dan/atau ;
d) Apabila terdapat perubahan yang cukup mendasar mengenai data-data yang
berbeda dengan yang disampaikan dalam Formulir Isian Kualifikasi, termasuk
perubahan kuantitas dan atau perubahan Mitra Kerja Sama jika melakukan
Kerja Sama Operasi.

Pasal 17
Evaluasi Kualifikasi
1. Dalam hal SATU FILE, Evaluasi kualifikasi dilakukan terhadap Calon Pemenang Lelang, serta
Calon Pemenang Cadangan 1 dan 2 (apabila ada) ;
2. Dalam hal DUA FILE (sampul), Evaluasi kualifikasi dilakukan terhadap peserta yang
memenuhi persyaratan teknis ;
3. Evaluasi Data Kualifikasi dilakukan dengan menggunakan metode SISTEM GUGUR.
4. Pakta Integritas telah diisi dan ditandatangani oleh peserta sebelum pemasukan penawaran
(untuk peserta yang melakukan konsorsium/kemitraan/bentuk kerjasama lain)
5. Tata cara evaluasi kualifikasi dilakukan sesuai ketentuan ;
6. Apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas, maka dilakukan klarifikasi secara
tertulis namun tidak boleh mengubah substansi formulir isian kualifikasi.
7. Evaluasi kualifikasi dalam proses pascakualifikasi sudah merupakan ajang kompetisi, maka
data yang kurang tidak dapat dilengkapi.
8. Apabila tidak ada yang LULUS EVALUASI KUALIFIKASI, maka pelelangan dinyatakan GAGAL.

Pasal 18
Pembuktian Kualifikasi
1. Pembuktian Kualifikasi dilakukan sebelum tahap Evaluasi Penawaran terhadap Peserta
Penawaran .
2. Pembuktian Kualifikasi dilakukan dengan cara memeriksa semua kebenaran dokumen-
dokumen asli yang diperlukan terhadap data yang disampaikan dalam Kualifikasi. Hasil dari
Pembuktian Kualifikasi kemudian dinyatakan dalam Berita Acara Pembuktian Kualifikasi
yang ditandatangani oleh Panitia Pengadaan.
3. Apabila pada saat Pembuktian Kualifikasi ditemukan penipuan/pemalsuan atas data yang
disampaikan, maka berdasarkan Surat Pernyataan Kebenaran Data Formulir Isian
Kualifikasi (Surat Pernyataan dimaksud sudah disampaikan oleh Peserta Penawaran dalam
Formulir Isian Kualifikasi) terhadap Peserta Penawaran yang bersangkutan dikenakan sanksi
berupa :
a. Penawaran langsung dinyatakan gugur; dan
b. Jaminan Penawaran disita dan menjadi hak Pengguna Jasa; dan
c. Peserta Penawaran dimasukkan dalam Daftar Hitam di sekurang-kurangnya 2 (dua)
tahun ;
d. Peserta Penawaran tidak boleh mengikuti Pengadaan Barang/Jasa di untuk 2 (dua)
tahun berikutnya; dan
e. Peserta Penawaran diancam/dapat dituntut secara perdata dan pidana sesuai
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 19
Pengumuman Pemenang
Pengumuman Pemenang disampaikan kepada Peserta Penawaran secara On-Line melalui Sistem
Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (E-Procurement System) dan akan diumumkan pula
melalui papan pengumuman untuk umum di .

Pasal 20
Sanggahan Pengumuman Pemenang

1. Peserta Penawaran yang berkeberatan atas Pemenang yang diumumkan, dalam jangka
waktu selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja sejak tanggal Pengumuman Pemenang
dapat mengajukan sanggahan secara On-Line kepada Panitia Pengadaan, disertai bukti yang
sah dan menyerahkan Jaminan Sanggahan Pemenang sesuai ketentuan ;
2. Panitia Pengadaan akan memberikan jawaban tertulis atas sanggahan tersebut ayat 1 pasal
ini selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender sejak tanggal diterimanya
sanggahan.
3. Jaminan Sanggahan Pemenang sebagaimana dimaksud Pasal 10 dalam Dokumen Kontrak ini
dikembalikan kepada Pihak Penyanggah apabila sanggahannya terbukti benar secara hukum,
dan Jaminan Sanggahan Pemenang dimaksud disita dan menjadi hak Pengguna Jasa apabila
sanggahan terbukti tidak benar secara hukum.
4. Alamat pengajuan Sanggahan :
Kepada Yth.
Ketua Panitia E-lelang
Pengadaan Jasa Satuan Pengamanan

Pasal 21
Surat Penunjukan Penyedia Jasa

1. Pengguna Jasa menerbitkan surat Penunjukan Pelaksanaan Pekerjaan (Gunning) diluar


aplikasi SPSE (offline).
2. Surat Penunjukan Penyedia Jasa akan dikeluarkan oleh Pengguna Jasa kepada Pemenang
Peringkat I untuk melaksanakan pekerjaan.
3. Pemenang Peringkat I yang ditunjuk sebagai Penyedia Jasa, berhak menerima penunjukan
tersebut dan wajib melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan.
4. Dalam hal Pemenang Peringkat I mengundurkan diri, maka Pemenang Peringkat II akan
ditunjuk sebagai Penyedia Jasa untuk melaksanakan pekerjaan dimaksud, demikian
seterusnya sampai dengan Pemenang Peringkat III.
5. Dalam hal ternyata Pemenang Peringkat I dan atau sampai dengan Peringkat III
mengundurkan diri, maka terhadap Peserta Penawaran yang mengundurkan diri tersebut
akan dikenakan Sanksi sebagai berikut :
1) Jaminan Penawaran disita dan menjadi hak Pengguna Jasa; dan
2) Peserta Penawaran yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Hitam (Blacklist) di
sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun; dan
3) Peserta Penawaran yang bersangkutan dilarang mengikuti Pengadaan Barang/Jasa di k
selama 2 (dua) tahun berikutnya.

Pasal 22
Surat Pernyataan Kehendak (Letter Of Intent)

Jika dianggap perlu, setelah dilakukan Penunjukan Penyedia Jasa (Gunning), Pengguna Jasa dapat
menerbitkan Surat Pernyataan Kehendak (letter of intent) kepada Penyedia Jasa yang ditunjuk
atau sebaliknya, dengan maksud untuk melaksanakan pekerjaan persiapan, sambil dilakukan
proses tanda tangan Kontrak/Perjanjian.

Pasal 23
Penandatanganan Kontrak dan Dokumen Kontrak
1. Penyedia Jasa yang ditunjuk wajib menyerahkan Jaminan Pelaksanaan sesuai ketentuan,
sebelum Penyedia Jasa menandatangani Kontrak ;
2. Penyedia Jasa wajib menandatangani Kontrak dan menyerahkan Kontrak yang sudah
ditandatangani tersebut kepada Pengguna Jasa selambat-lambatnya 7 (tujuh) Hari Kerja
terhitung sejak Kontrak ditandangani oleh Penyedia Jasa.
3. Jika Penyedia Jasa GAGAL memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini,
maka Penyedia Jasa yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri dan akan dikenakan
Sanksi sesuai ketentuan dalam Instruksi Kepada Penawar (IKP) ini ;

Pasal 24
E-Lelang Gagal dan E-Lelang Ulang

1. Pelaksanaan E-Lelang dinyatakan GAGAL, apabila jumlah Peserta yang memasukan


Dokumen Penawaran kurang dari 3 (tiga) Peserta.
2. Tidak ada Penawaran yang LULUS evaluasi penawaran
3. Apabila E-Lelang GAGAL karena ayat 1 dan 2 pasal ini, maka :
a. Panitia Pengadaan akan Pelelangan Ulang dan mengundang ULANG semua Peserta
Penawaran yang tercantum dalam Daftar Peserta Penawaran, untuk menyampaikan
Dokumen Penawaran ULANG secara lengkap ;
b. Jika setelah dilakukan undangan Penyampaian Dokumen Penawaran ULANG
sebagaimana dimaksud pada ayat 3 huruf a pasal ini, ternyata :
1) Penawar yang menyampaikan Dokumen Penawaran ULANG hanya 2 (dua)
Peserta, maka langsung dilakukan Pembukaan Dokumen Penawaran, Evaluasi
Penawaran, Pembukaan Dokumen Penawaran Harga, Pembuktian Kualifikasi
hanya terhadap 2 (dua) Peserta Penawaran tersebut, dan selanjutnya Klarifikasi
dan Negosiasi sebagaimana ketentuan dalam IKP ini dan/atau ;
2) Dalam hal yang menyampaikan Dokumen Penawaran ULANG hanya 1 (satu)
Peserta Penawaran, maka langsung dilakukan Pembukaan Dokumen Penawaran,
Evaluasi Penawaran, Pembukaan Dokumen Penawaran Harga, dan Pembuktian
Kualifikasi hanya dilakukan terhadap 1 (satu) Peserta tersebut, selanjutnya
dilakukan Klarifikasi dan Negosiasi sesuai ketentuan ;

4. E-Lelang dinyatakan GAGAL oleh Panitia Pengadaan, apabila:


a. Penawaran yang disampaikan tidak ada yang memenuhi syarat seperti yang telah
ditentukan; atau
b. Semua Harga Penawaran LEBIH TINGGI dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
5. Apabila E-Lelang GAGAL karena ayat 3 pasal ini, maka :
a. Panitia Pengadaan akan mengundang ULANG Peserta Penawaran untuk menyampaikan
Dokumen Penawaran ULANG secara On-Line;
b. Jika setelah dilakukan penyampaian Dokumen Penawaran ULANG sebagaimana
dimaksud ayat 4a pasal ini, namun tetap GAGAL, maka dilakukan E-lelang ULANG dari
tahap awal sekali lagi dan jika dianggap perlu dapat dilakukan perubahan Dokumen
Pengadaan, atau Lingkup Pekerjaan, Metode Evaluasi dan atau dengan mengundang
Peserta baru.
6. E-Lelang dengan Pascakualifikasi dinyatakan GAGAL oleh Panitia Pengadaan, apabila pada
saat Pembuktian Kualifikasi terhadap Peserta urutan Peringkat I sampai dengan Peringkat III
ditemukan dugaan penipuan atau pemalsuan atas data yang disampaikan.
7. E-Lelang dengan Pascakualifikasi dinyatakan GAGAL oleh Pengguna Jasa/Panitia Pengadaan,
apabila Dokumen Pengadaan yang disampaikan oleh Peserta tidak sesuai atau menyimpang
dari Dokumen Pengadaan yang telah ditetapkan Panitia Pengadaan ;
8. E-Lelang dengan Pascakualifikasi dinyatakan GAGAL oleh Pengguna Jasa/Panitia Pengadaan,
apabila setelah diulang ternyata tidak didapatkan Pemenang dan atau tidak diminati oleh
Penyedia Jasa.
9. E-Lelang dengan Pascakualifikasi dinyatakan GAGAL oleh Pengguna Jasa/Panitia Pengadaan,
apabila SANGGAHAN dari Peserta Penawaran ternyata BENAR ;
10. Jika terjadi E-Lelang Gagal dan E-Lelang dengan alasan ayat 1 sampai dengan ayat 9 pasal
ini, maka Peserta Penawaran tidak dapat menuntut ganti rugi dalam jumlah dan bentuk
apapun kepada Pengguna Jasa.

Pasal 25
Klarifikasi dan Negosiasi

1. Klarifikasi dan Negosiasi hanya dilakukan jika terjadi E-Lelang Gagal dan E-Lelang Ulang
sebagaimana dimaksud pada Pasal 23 ayat 1 dan ayat 3.
2. Klarifikasi dan Negosiasi hanya dilakukan terhadap Peserta urutan Peringkat I sampai terjadi
kesepakatan. Jika ternyata tidak terjadi kesepakatan dengan Peserta urutan Peringkat I,
maka selanjutnya Klarifikasi dan Negosiasi dilakukan terhadap Peserta urutan Peringkat II
(jika ada).
3. Dalam Klarifikasi dan Negosiasi tidak boleh dihadiri oleh Peserta lain.
4. Untuk Kontrak Harga Satuan, Klarifikasi dan Negosiasi dilakukan terhadap harga satuan
item-item pekerjaan yang lebih tinggi dari Harga Perkiraan Sendiri.

Pasal 26
Daftar Pemeriksaan Dokumen Penawaran

Maksud utama disediakannya Daftar Pemeriksaan (check list) Dokumen Penawaran adalah untuk
membantu para Peserta Penawaran untuk menyusun Dokumen Penawaran secara sistematis dan
sesuai dengan ketentuan. Dengan demikian Daftar Pemeriksaan dimaksud akan memudahkan para
Peserta Penawaran untuk memastikan bahwa seluruh Dokumen Penawaran yang akan
disampaikan sudah sesuai ketentuan.

Pasal 27
Surat Pernyataan R1 dan atau R2

1. Surat Pernyataan bentuk R1 diselenggarakan sebagai suatu kelengkapan dari proses


Pelelangan yang disampaikan kepada Pengguna Jasa dan atau Direktur Utama selama masa
kegiatan Pemilihan Penyedia Jasa. Surat Pernyataan R1 jika diperlukan dapat disampaikan oleh
Penyedia Jasa bila dianggap oleh Penyedia Jasa yang bersangkutan terdapat hal-hal yang tidak
sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam kegiatan Pengadaan;
2. Surat Pernyataan bentuk R2 diselenggarakan sebagai suatu kelengkapan dari proses
Pelaksanaan Kontrak yang disampaikan kepada Pengguna Jasa dan atau Direktur Utama PT
Jasa Marga (Persero), Tbk selama Masa Kontrak. Surat Pernyataan R2 jika diperlukan dapat
disampaikan oleh Penyedia Jasa bila dianggap oleh Penyedia Jasa yang bersangkutan terdapat
hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku selama Pelaksanaan Kontrak;
3. Penyampaian Surat Pernyataan R1 dan atau R2 tidak akan mengakibatkan Penyedia Jasa yang
bersangkutan masuk dalam Daftar Hitam dan merupakan kewajiban bagi Penyedia Jasa jika
menemukan sesuatu yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
4. Surat Pernyataan R1 dan atau R2 dianggap sah dan memenuhi syarat apabila ditandatangani
oleh Penyedia Jasa dan disertai bukti yang kuat sebagai pendukungnya;
5. Hal-hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari penyampaian Surat Pernyataan R1 dan R2
agar langsung dilaporkan kepada Pengguna Jasa dan atau Pada saat penyampaian Surat
Pernyataan R1 dan atau R2 tersebut, Penyedia Jasa wajib meminta tanda terima.

Pasal 28
Lain-Lain
1. Dalam hal diperlukan Tinjauan Lapangan, maka jadwal kegiatan Peninjauan
Lapangan dan termasuk Jadwal Presentasi Pekerjaan Jasa ini akan
diberitahukan/diumumkan kepada para Peserta Penyedia Jasa pada aplikasi
SPSE, dan bagi Peserta yang tidak mengikuti kunjungan lapangan maka dianggap sudah
memahami kondisi lapangan.
2. Jika dalam Dokumen Pengadaan terdapat halaman-halaman kurang lengkap atau hilang,
maka Peserta Penawaran wajib melaporkan kepada Panitia Pangadaan untuk dilakukan
penyempurnaan halaman tersebut, selanjutnya dalam keadaan bagaimanapun Peserta
Penawaran tidak dapat menuntut ganti rugi dalam jumlah dan bentuk apapun sebagai
akibat kurang lengkapnya atau hilangnya halaman-halaman Dokumen Pengadaan.

Lampiran IKP
(FIK-01)
Kop Surat Perusahaan

SURAT PENGANTAR PENAWARAN


Nomor :

Tanggal :

Yth,
Ketua Panitia E-lelang
Pengadaan Jasa Petugas Satuan Pengamanan (SATPAM)

Memperhatikan pengumuman E-lelang dengan Pascakualifikasi pada website lpse.jasamarga.com


tanggal…. sd……2016, perihal Pengadaan Jasa Satuan Pengamanan , dengan Dokumen Pengadaan
yang terdiri dari :

1. Instruksi Kepada Penawar (IKP)


2. Ketentuan Umum Kontrak (KUK)
3. Rancangan Kontrak
4. Daftar Kuantitas dan Harga
5. Addendum Dokumen (bila ada)

Bersama ini kami sampaikan Dokumen Penawaran untuk Pekerjaan Jasa dimaksud ;

Demikian kami sampaikan, atas perhatian Bapak diucapkan terima kasih.

..........., .................. 2016

PT/CV, ………………………….

stempel
ttd

(…..................................)

(FIK-02)
Kop Surat Perusahaan

SURAT PENAWARAN
Nomor :

Tanggal :

Yth,
Ketua Panitia E-lelang
Petugas Satuan Pengamanan (SATPAM)
Memperhatikan pengumuman E-lelang dengan Pascakualifikasi pada website lpse.jasamarga.com
tanggal… sd…… 2016, perihal Pengadaan Jasa Satuan Pengamanan pada, bersama ini kami sampaikan
:

1. Dokumen E-lelang Umum dengan Pascakualifikasi yang terdiri dari :


a. Instruksi Kepada Penawar
b. Ketentuan Umum Kontrak (KUK)
c. Rancangan Kontrak

2. Spesifikasi
a. Daftar Kuantitas dan Harga
b. Addendum Dokumen E-lelang Umumdengan Pascakualifikasi (bila ada)
c. dan setelah mempelajari dokumen-dokumen tersebut, maka saya yang bertanda tangan di
bawah ini,

1. Nama : Nama Pemimpin Utama/Pemimpin yang diberi Kuasa


2. Pemegang KTP No. : .................................................
3. Jabatan : Jabatan
4. Bertindak untuk : Nama Penyedia Barang
dan atas nama

5. Alamat : Alamat Penyedia Barang


6. Berdasarkan : (Surat Keputusan Pengangkatan sebagai Pemimpin Utama)

3. berdasarkan :
- Surat Persetujuan dari Pemegang Saham Nomor : ………….. tanggal .........................
Surat Kuasa dari Direktur Utama Nomor :…………………… tanggal ...........................
dengan ini mengajukan penawaran untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan
syarat dan ketentuan di dalam dokumen-dokumen tersebut di atas, dengan jumlah
harga Rp ------------------------------- (------------------------) termasuk PPN 10%, dan pajak
lainnya sesuai peraturan yang berlaku.

4. Kami setuju bahwa syarat-syarat dan jumlah harga penawaran akan tetap berlaku dalam
jangka waktu 60 (enam puluh) hari kalender, sejak hari pembukaan pembukaan penawaran dan
tidak akan berubah selama jangka waktu pelaksanaan pekerjaan.
5. Selama Kontrak Perjanjian Kerja dalam proses untuk ditandatangani, maka Surat
Penawaran ini akan merupakan perjanjian yang mengikat antara kami dengan Manajemen
.
6. Surat Penawaran ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga), 1 (satu) asli dan 2 (dua) copy, termasuk
lampiran-lampirannya sesuai dengan ketentuan di dalam Instruksi Kepada Penawar.

Demikian penawaran ini kami sampaikan, kiranya Panitia dapat mempertimbangkan.

-------------------------- 2016

Nama Perusahaan
Meterai Rp 6.000,-

(-----------------------------------)

(FIK-03)
Kop Surat Perusahaan

SURAT KUASA
Nomor :
Tanggal :

Yang bertandatangan di bawah ini :

1. Nama : Nama Pemimpin Utama/Pemimpin yang diberi Kuasa


2. Pemegang KTP No. : .................................................
3. Jabatan : Jabatan
4. Bertindak untuk dan atas nama : Nama Penyedia Barang
5. Alamat : Alamat Penyedia Barang
6. Berdasarkan : (Surat Keputusan Pengangkatan sebagai Pemimpin Utama)
Selaku PEMBERI KUASA, dengan ini memberikan Kuasa kepada :

1. Nama : Nama Pemimpin Utama/Pemimpin yang diberi Kuasa

2. Pemegang KTP No. : .................................................

3. Jabatan : Jabatan

4. Bertindak untuk dan atas nama : Nama Penyedia Barang

5. Alamat : Alamat Penyedia Barang

6. Berdasarkan : (SK. Pengangkatan sebagai Pemimpin Utama)

Selaku PENERIMA KUASA


untuk melakukan pendaftaran/registrasi, mengambil, menyerahkan dan membayar biaya Dokumen
Lelang Pengadaan, menghadiri rapat-rapat pada proses pengadaan, menandatangani dokumen-dokumen
yang diperlukan, menyampaikan Dokumen Formulir Isian Kualifikasi kepada Panitia Pengadaan, dan
melaksanakan tugas lainnya sesuai batas kewenangan yang diberikan oleh PEMBERI KUASA tekait
keikutsertaannya pada perihal Pengadaan Jasa Satuan Pengamanan dengan ketentuan bahwa Kuasa ini
diberikan tanpa Hak Subtitusi dan tanpa Hak Retensi.

Lokasi, Tanggal-Bulan-Tahun

PENERIMA KUASA PEMBERI KUASA

meterai Rp.6.000,-
tanggal
tanda tangan & cap Penyedia Barang
tanda tangan & cap Penyedia Barang

Nama Pemimpin Nama Pemimpin Utama

Jabatan Jabatan

(FIK-04)
Kop Surat Perusahaan

S U R A T PERNYATAAN
BERLAKUNYA PENAWARAN DAN
TIDAK AKAN MENGUNDURKAN DIRI

Yang bertanda tangan di bawah ini,

1. Nama :

2. Jabatan :

3. Nama Perusahaan :
4. Alamat Perusahaan :

5. No. Telepon :

6. No. Fax :
Dalam rangka perihal Pengadaan Jasa Satuan Pengamanan pada PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Cabang
Cawang Tomang Cengkareng, dengan ini menyatakan bahwa :
1. Penawaran yang disampaikan akan tetap berlaku sejak Pembukaan Dokumen
Penawaran sampai dengan selesainya masa berlakunya Jaminan Penawaran;
2. Dalam hal PT/CV............. menjadi Pemenang dan ditunjuk menjadi Penyedia
Barang/Jasa untuk melaksanakan Pekerjaan, maka PT/CV......... tidak akan
mengundurkan diri

Jika PT/CV. ...........


1. Menarik kembali Penawaran yang telah disampaikan sebelum selesainya jangka waktu masa
berlakunya Jaminan Penawaran; dan/atau
2. Mengundurkan Diri menjadi Pemenang dan ditunjuk menjadi Penyedia Barang/Jasa; maka PT/CV.
........... bersedia diberikan sanksi berupa :
a. Jaminan Penawaran dari PT/CV. ........... disita dan menjadi hak untuk dicairkan;
b. PT/CV. ........... dimasukan dalam Daftar Hitam di bk selama 2 (dua) tahun
c. PT/CV. ...........tidak boleh mengikuti Pengadaan Barang/Jasa di untuk 2 (dua) tahun
berikutnya
Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya, tanpa tekanan dari pihak manapun dan
untuk dipergunakan sebagaimanamestinya.
……......,................. 2016

Nama Perusahaan
meterai Rp 6.000,-
stempel
ttd
(..................................)

(FIK-05)
Kop Surat Perusahaan

SURAT PERNYATAAN
KESANGGUPAN BEKERJA SAMA DENGAN
USAHA KECIL/KOPERASI KECIL

Yang bertandatangan di bawah ini :

1. Nama : Nama Pemimpin Utama/Pemimpin yang diberi Kuasa


2. Pemegang KTP No. : .................................................
3. Jabatan : Jabatan
4. Bertindak untuk dan atas nama : Nama Penyedia Barang
5. Alamat : Alamat Penyedia Barang
6. Berdasarkan : (Surat Keputusan Pengangkatan sebagai Pemimpin Utama)
Menyatakan kesanggupan untuk bekerja sama dengan Usaha Kecil/Koperasi Kecil sesuai ketentuan
dalam Dokumen Kontrak jika Nama Penyedia Barang/Jasa ditunjuk menjadi Penyedia
Barang/Jasa untuk melaksanakan perihal Pengadaan Jasa Satuan Pengamanan pada PT
Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya, tanpa tekanan dari pihak manapun dan
untuk dipergunakan sebagaimanamestinya.

Lokasi, Tanggal-Bulan-Tahun
Nama Penyedia Barang/Jasa

meterai Rp.6.000,-
tanggal

tanda tangan & cap Penyedia Barang/Jasa


Nama Pemimpin Utama atau
Pemimpin yang Diberi Kuasa
Jabatan
(FIK-06)
Kop Surat Perusahaan

DATA PERUSAHAAN &


LANDASAN HUKUM PENDIRIAN BADAN USAHA
I. Data Perusahaan
1 Nama Badan Usaha :

2 Status Badan Usaha : Pusat/Wilayah/Cabang *)

3  Alamat Badan Usaha :


 Nomor Telepon :
 Nomor Fax :

4  Alamat Kantor Pusat Badan Usaha :


 Nomor Telepon :
 Nomor Fax

5 Surat Keterangan Domisili Perusahaan


 Nomor, Tanggal :
 Tanggal Masa Berlaku :

6 Sertifikasi Asosiasi

7 Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)


Menengah
:
Nomor dan Tanggal
:
Gred
:
Masa Berlaku

8 Surat Badan Usaha (SBU) / Se


 Nomor, Tanggal :
 Klasifikasi Bidang/Sub Bidang, Gred. :
 Masa Berlaku :
9 Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
 Nomor :
 Kegiatan Usaha :
 Tanggal Masa Berlaku :
10 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

11 Nomor Surat Pengukuhan Pengusaha Kena :


Pajak (SPPKP)

12 SPPT tahun terakhir :


13 Laporan Keuangan Perusahaan Audited :
Tahun 2014 dan Tahun 2015

*) diisi sesuai dengan status Badan Usaha yang bersangkutan


(FIK-07)
Kop Surat Perusahaan

II. LANDASAN HUKUM PENDIRIAN BADAN USAHA

1 Akte Pendirian Perusahaan


 Nomor :
 Tanggal :
Pengesahan Menteri (WAJIB ADA)
 Nomor :
 Tanggal :

2 Perubahannya (Jika Ada)


 Nomor :
 Tanggal :
Pengesahan Menteri (wajib ada)
 Nomor :
 Tanggal :

3. Tambahan Berita Negara, Nomor/Tanggal :

Lokasi, Tanggal dan Tahun

Nama Penyedia Barang

tanda tangan & cap Penyedia Barang (tanpa meterai)

Nama Pemimpin Utama atau


Pemimpin yang Diberi Kuasa
Jabatan
(FIK-08)
Kop Surat Perusahaan

NAMA KOMISARIS DAN PENGURUS PERUSAHAAN

I. Komisaris Perusahaan

DASAR KEPUTUSAN
NO NAMA JABATAN
SURAT PENGANGKATAN

II. Direksi/Pimpinan Perusahaan

DASAR KEPUTUSAN
NO NAMA JABATAN
SURAT PENGANGKATAN

Lokasi, Tanggal dan Tahun


Nama Penyedia Barang

tanda tangan & cap Penyedia Barang


(tanpa meterai)

Nama Pemimpin Utama atau


Pemimpin yang Diberi Kuasa
Jabatan
Kop Surat Perusahaan (FIK-09)

DATA PENGALAMAN PEKERJAAN


TERMASUK PENGALAMAN PEKERJAAN SUB KONTRAK
Dalam Kurun Waktu 5 (lima) Tahun Terakhir
Tahun 2011 – 2015

KONTRAK
Jangka Waktu
Nama Pemberi Nilai Kontrak Nilai Sharing Badan
No. Nomor dan Pelaksanaan
Pekerjaan Kerja/Tugas Tanggal Akhir Terakhir Usaha bersangkutan
Tanggal Mulai (bulan)
Rp Rp
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
I
1
dst
II PEKERJAAN LAINNYA
1
dst

1. Keterangan :
 Kolom (2) : diisi Nama Pekerjaan
 Kolom (3) : diisi yang bertindak sebagai Pemberi Kerja/Tugas
 Kolom (4) : diisi Nomor dan Tanggal Kontrak
 Kolom (5) : diisi Nilai Kontrak Akhir (Addendum Terakhir, jika ada)
 Kolom (6) : diisi Nilai Sharing Badan Usaha yang bersangkutan
 Kolom (7) : diisi Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
2. Data agar dibuat dalam format Spreadsheet (Ms. Excel/Lotus/Sejenis)
3. Foto Kopi Bukti Kontrak/Referensi Kerja TIDAK PERLU dilampirkan

Lokasi, Tanggal-Bulan-Tahun

Nama Penyedia Jasa

tanda tangan & cap Penyedia Jasa


(tanpa meterai)

Nama Pemimpin Utama atau


Pemimpin yang Diberi Kuasa
Jabatan
Kop Surat Perusahaan (FIK-10)

DATA PEKERJAAN YANG SEDANG DILAKSANAKAN


(ON GOING PROJECT)

KONTRAK
Jangka Waktu
Nama Pemberi Nilai Kontrak Nilai Sharing Badan
No. Nomor dan Pelaksanaan
Pekerjaan Kerja/Tugas Tanggal Akhir Terakhir Usaha bersangkutan
Tanggal Mulai (bulan)
Rp Rp
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
I
1
dst
II PEKERJAAN LAINNYA
1
dst

4. Keterangan :
 Kolom (2) : diisi Nama Pekerjaan
 Kolom (3) : diisi yang bertindak sebagai Pemberi Kerja/Tugas
 Kolom (4) : diisi Nomor dan Tanggal Kontrak
 Kolom (5) : diisi Nilai Kontrak Akhir (Addendum Terakhir, jika ada)
 Kolom (6) : diisi Nilai Sharing Badan Usaha yang bersangkutan
 Kolom (7) : diisi Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
5. Data agar dibuat dalam format Spreadsheet (Ms. Excel/Lotus/Sejenis)
6. Foto Kopi Bukti Kontrak/Referensi Kerja TIDAK PERLU dilampirkan

Lokasi, Tanggal-Bulan-Tahun

Nama Penyedia Jasa

tanda tangan & cap Penyedia Jasa


(tanpa meterai)

Nama Pemimpin Utama atau


Pemimpin yang Diberi Kuasa
Jabatan
Kop Surat Perusahaan
CONTOH :

STRUKTUR ORAGANISASI
PERUSAHAAN PENYEDIA BARANG/JASA (PT)

KETERANGAN :
Susunan/Struktur Organisasi Badan Usaha disesuaikan dengan Akta Anggaran Dasar dan
Perubahan Perusahaan bersangkutan.
Lampiran Surat Pernyataan R1 (Jika Diperlukan)
Kop Dan Nama Penyedia Barang/Jasa

SURAT PERNYATAAN RAHASIA R1


Kepada Yth. :

dan Selaku Pengguna Jasa


atau Pengadaan Jasa Satuan Pengamanan

Yang bertandatangan di bawah ini :

1. Nama :
2. Jabatan :
3. Perusahaan :
4. Alamat :
5. Nomor Telepon :

Menyatakan dengan sesungguhnya dan dengan penuh rasa tanggung jawab bahwa pada proses kegiatan Tahun
2016, pada Tahap Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dan atau Penyusunan Dokumen Kontrak telah terjadi permintaan
di luar peraturan sebagai berikut :

Kegiatan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dan atau


Permintaan di Luar Peraturan
Penyusunan Dokumen Kontrak

Uang (Rp) atau


No Tahap Kegiatan Oleh Atas Nama
Bentuk Lain
A Tahap Pasca Kualifikasi
1 Pengambilan Dokumen Pengadaan
2 Rapat Penjelasan
3 Evaluasi Administrasi dan Teknis
4 Pengumuman Pasca Kualifikasi
5 Rapat Penjelasan
6 Peninjauan Lapangan
7 Penyampaian Dokumen Penawaran
8 Evaluasi Penawaran
9 Pembuktian Kualifikasi
10 Pengumuman Pemenang

Kegiatan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dan atau


Permintaan di Luar Peraturan
Penyusunan Dokumen Kontrak

Uang (Rp) atau


No Tahap Kegiatan Oleh Atas Nama
Bentuk Lain
B Tahap Penyusunan Dokumen Kontrak
1 Penunjukan Penyedia Barang/Jasa
2 Penandatangan Kontrak
3 Penyusunan Dokumen Kontrak
4 Penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja
C Lain-Lain
1
2
3

Demikian Surat Pernyataan Rahasia R1 ini disampaikan dengan penuh rasa kesadaran dan kejujuran, dengan itikad
baik dan tidak untuk merusak nama baik seseorang.

Lokasi, Tanggal-Bulan-Tahun

Nama Perusahaan

meterai Rp.6.000,-
tanggal
tanda tangan & cap Penyedia Barang/Jasa

Nama Pembuat Pernyataan


Jabatan

Lampiran Surat Pernyataan R1 (Jika Diperlukan)

Kop Dan Nama Penyedia Barang/Jasa

SURAT PERNYATAAN RAHASIA R2


Kepada Yth. :
dan General Manager
atau Selaku Pengguna Jasa
Pengadaan Jasa Satuan Pengamanan

Yang bertandatangan di bawah ini :


1. Nama :
2. Jabatan :
3. Perusahaan :
4. Alamat :
5. Nomor Telepon :

Menyatakan dengan sesungguhnya dan dengan penuh rasa tanggung jawab bahwa pada proses kegiatan Pengadaan
Jasa Satuan Pengamanan Pada 2016, pada Tahap Pelaksanaan Kontrak telah terjadi permintaan di luar peraturan
sebagai berikut:

Kegiatan Pelaksanaan Kontrak Permintaan di Luar Peraturan

Uang (Rp) atau


No Tahap Kegiatan Oleh Atas Nama
Bentuk Lain
1 Pembayaran Uang Muka
2 Pembayaran Pekerjaan, Tagihan No.......
3 Proses Addendum Kontrak No.........
4 Serah Terima Sementara Pekerjaan
5 Serah Terima Akhir Pekerjaaan
6 Penilaian Kinerja Penyedia Barang/Jasa

Demikian Surat Pernyataan Rahasia R2 ini disampaikan dengan penuh rasa kesadaran dan kejujuran, dengan itikad
baik dan tidak untuk merusak nama baik seseorang.

Lokasi, Tanggal-Bulan-Tahun

Nama Perusahaan

meterai Rp.6.000,-
tanggal
tanda tangan & cap Penyedia Barang/Jasa

Nama Pembuat Pernyataan


Jabatan