Anda di halaman 1dari 3

Shalat adalah kewajiban setiap mukmin

sepanjang hidupnnya, selama akalnya masih sehat.


Bahkan Nabi SAW memberikan ancaman sangat
keras kepada orang yang meninggalkan shalat.
Sabda Nabi SAW :
1. Diwajibkan atas orang yang sakit untuk
sholat berdiri apabila mampu ُ‫صالَةُ َو َب ْينَهمُ َب ْينَ َنا الَّذِى ا ْل َعهْد‬ ُْ ‫َُك َف َُر فَقَ ُْد ت َ َر َك َها فَ َم‬
َُّ ‫ن ال‬
2. Orang sakit yang dikhawatirkan menambah
Artinya : “Perjanjian antara kami dan mereka
parah sakitnya diperbolehkan shalat dengan
(orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa
duduk
meninggalkannya maka dia telah kafir.” (HR.
3. Orang sakit yang tidak mampu melakukan
Ahmad, Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Dikatakan
shalat berdiri dan duduk maka boleh Disusun Oleh :
shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Misykatul
melakukannya dengan berbaring miring, PSIK A 2016
Mashobih no. 574)
menghadapkan wajahnya ke arah kiblat
Kelompok 3
4. Orang sakit yang tidak mampu berbaring
HUKUM SHALAT UNTUK ORANG SAKIT
miring, maka boleh melakukan shalat 1. Nina Diana 11161040000002
Jika seorang pasien sakit dan tidak mampu
dengan terlentang dan menghadapkan 2. Zulfa Nurmanita L 11161040000003
mengerjakan shalat sambil berdiri, maka dia boleh
kakinya ke arah kiblat
mengerjakan shalat sambil duduk, jika tidak mampu 3. Dhanny Pratiwi 11161040000006
5. Orang yang sakit wajib melakukan ruku dan
juga mengerjakan shalat sambil duduk, maka dia 4. Dea Putri Rahmadani 11161040000015
sujud dalam shalatnya. Bila tidak mampu
boleh mengerjakannya sambil berbaring.
maka bisa dengan isyarat anggukan kepala. 5. Intan Fauziah Dwi L 11161040000022
Sebagaimana yang diterangkan dalam Firman Allah
6. Apabila dalam ruku dan sujud tidak mampu
SWT : 6. Tika Rahmawati 11161040000024
lagi menundukkan kepalanya maka
menggunakan isyarat matanya. 7. Titania Nanda Safitri 11161040000030
7. Jika dengan anggukan dan isyarat mata juga 8. Pugi Wahyuni 11161040000033
sudah tidak mampu maka hendaknya ia Artinya : “(yaitu) orang-orang yang mengingat
9. Nur Wasilah 11161040000037
shalat dengan hatinya. Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam
keadaan berbaring.” (Ali ‘Imran : 191) 10. Sofia Dwi Mardianti 11161040000080

Program Studi Ilmu Keperawatan


UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Para Jumhur Fuqoha (sebagian besar Ahli Fiqh)
berpendapat bahwa orang yang koma tidak
wajib shalat dan tidak ada qadha baginya dan
Jamak adalah mengumpulkan dua shalat
tidak perlu digantikan oleh orang lain untuk
yaitu dzuhur ashar dan maghrib isya'
mengerjakan sholat baginya. Dalam sebuah
dalam satu waktu. Jamak taqdim
riwayat disebutkan bahwa Ibnu Umar RA
mengumpulkan shalat ashar di waktu
pernah pingsan sehari semalam dan tidak meng-
dzuhur dan isya' di waktu maghrib.
qadha shalat yang ditinggalkannya.
Sedang jamak ta'khir mengumpulkan
Jika operasi : wajib mengqada sebelum tiba shalat dzuhur di waktu ashar dan shalat
waktu sholat selanjutnya atau menjama nya maghrib di waktu shalat isya'.
sebelum atau sesudah operasi.
Shalat jamak dibolehkan bagi musafir,
Misalnya : operasi dilakukan pada sore hari dalam keadaan perang, atau bagi orang
pukul 4-6 sore maka, sholat bisa dilakukan sakit ini pendapat dari madzhab Maliki,
dijama pada waktu dzuhur. Hanbali dan sebagian madzhab Syafi'i
termasuk Imam Nawawi--salah satu
CONTOH SHALAT BERBARING MIRING ulama berpengaruh dalam madzhab
DAN DENGAN ISYARAT MATA Syafi'i.