Anda di halaman 1dari 12

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS BALEKAMBANG
Jl. Perkebunan Menteng, Rt. 03/03 Desa Bendungan, Kec. Jonggol
Kab. Bogor, Kode Pos 16830, Telp. 0815 8566 6376,
email upfbalekambang@gmail.com

KERANGKA ACUAN KERJA


PROGRAM GIZI MASYARAKAT PUSKESMAS BALEKAMBANG 2019
Nomor 440/ -KAK/Pkm.Blk/I/2019

A. PENDAHULUAN
Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah suatu tempat yang digunakan untuk
menyelenggarakan Upaya Pelayanan Kesehatan, baik promotif, preventif dan
kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah pusat. pemerintah
daerah dan masyarakat. Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan di
Puskesmas bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang :
1. Memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat.
2. Mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu.
3. Hidup dalam lingkungan yang sehat.
4. Memiliki derajat kesehatan yang optimal baik individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat.

Puskesmas merupakan penanggung jawab penyelenggaraan upaya


kesehatan tingkat pertama. Untuk menjangkau seluruh wilayah kerjanya,
puskesmas diperkuat dengan puskesmas pembantu, puskesmas keliling dan
Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang disebut sebagai
puskesmas dan jejaringnya.
Pelayanan gizi di puskesmas terdiri dari kegiatan pelayanan gizi di dalam
gedung dan diluar gedung. Pelayanan gizi di dalam gedung umumnya bersifat
individual dapat berupa pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
Kegiatan di dalam gedung juga meliputi perencanaan program pelayanan gizi
yang akan dilakukan diluar gedung. Sedangkan pelayanan gizi diluar gedung
umumnya pelayanan gizi pada kelompok dan masyarakat dalam bentuk promosi
dan preventif. Dalam pelaksanaan pelayanan gizi di puskesmas, diperlukan
pelayanan yang bermutu sehingga dapat menghasilkan status gizi yang optimal
dan mempercepat proses penyembuhan pasien.

B. LATAR BELAKANG
Upaya kesehatan wajib puskesmas adalah upaya yang ditetapkan
berdasarkan komitment nasional.Regional dan Global serta yang mempunyai
daya ungkit tinggi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Upaya
kesehatan wajib ini harus diselenggarakan oleh setiap puskesmas yang ada
diwilayah Indonesia. Upaya kesehatan wajib tersebut adalah :
a. Promosi Kesehatan
b. Kesehatan Lingkungan
c. Kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana
d. Perbaikan Gizi Masyarakat
e. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
f. Pengobatan

Pelayanan Gizi sebagai salah satu upaya kesehatan masyarakat essensial


yang harus diselenggarakan oleh setiap puskesmas untuk mendukung
pencapaian standar pelayanan minimal Kabupaten / Kota bidang kesehatan.
Pencapaian kegiatan program Gizi Masyarakat sebagai berikut :

No Indikator Target Pencapaian


2018
1. Cakupan K/S 85 % 84 %
2. Cakupan D/S 85 % 79 %
3. Cakupan N/S 85% 74 %
4. Cakupan N/D’ 85 % 98,1 %
5. Cakupan Vitamin A Biru 98 % 100 %
6. Cakupan Vitamin A Merah 85 % 81.35 %
7. Cakupan Vitamin A Nifas 90 % 98,5%
8. Cakupan Gizi Buruk Mendapat 100 % 1 anak
Perawatan
9` Cakupan Asi Eksklusif 44 % 36 %

Untuk Mewujudkan Visi Puskesmas Balekambang sebagai Terwujud


Masyarakat Wilayah Puskesmas Balekambang yang Mandiri untuk Hidup Sehat
dengan meletakkan misi mendorong pembangunan Buskesmas Balekambang
yang berwawasan Kesehatan, mendorong kemandirian masyarakat dan keluarga
untuk hidup sehat, memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang
bermutu merata dan terjangkau, meningkatkan kesehatan individu, keluarga,
masyarakat berserta lingkungannya, perlu di upayakan pengakuan atas visi dan
misi tersebut, petugas selalu membudayakan tata nilai yaitu “CERIA ( Muka
Berseri-seri )” dan Motto Puskesmas Balekambang “ Kepuasan anda adalah
kebanggan kami”

C. TUJUAN
a. Tujuan Umum :
Terciptanya sistem pelayanan gizi yang optimal di puskesmas yang
menjadi dasar bagi pelaksanaan pelayanan gizi yang bermutu dalam rangka
mengatasi masalah gizi perorangan dan masyarakat diwilayah kerja
puskesmas Jonggol.

b. Tujuan khusus :
1. Terlaksananya pelayanan gizi di dalam gedung yang berkualitas di
puskesmas dan jejaringnya
2. Terlaksananya pelayanan gizi diluar gedung yang berkualitas di
puskesmas dan jejaringnya.
3. Terlaksananya pencatatan, pelaporan, monitoring dan evaluasi yang baik
di puskesmas dan jejaringnya.

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Pelayanan gizi di puskesmas dilakukan dengan pendekatan pelayanan
didalam gedung dan pelayanan diluar gedung.
NO KEGIATAN RINCIAN KEGIATAN
A. Pelayanan Gizi di dalam Gedung
1. Pelayanan gizi Pelayanan gizi rawat jalan merupakan serangkaian
rawat jalan kegiatan yang meliputi :
a. Pengkajian gizi (untuk identifikasi masalah gizi
dan faktor penyebab melalui pengumpulan
verifikasi dan interprestasi data antropometri,
pemeriksaan fisik, klinis, riwayat gizi.
pemeriksaan laboratorium secara sistimatis.
b. Penentuan diagnosa gizi (untuk
mengidentifikasi adanya masalah gizi, faktor
penyebab serta tanda dan gejala yang
ditimbulkan).
c. Intervensi gizi ( penentuan jenis diet sesuai
dengan kebutuhan gizi individu, edukasi gizi,
konseling gizi).
d. Monitoring dan evaluasi asuhan gizi
(perkembangan data antropometri, data hasil
pemeriksaan laboratorium terkait gizi, data fisik
/ klinis, data asupan makanan, diagnosa gizi,
perilaku dan sikap).
Tahapan pelayanan gizi rawat jalan diawali dengan
skrining gizi oleh tenaga kesehatan di puskesmas
untuk menetapkan pasien beresiko masalah gizi.
B. Pelayanan Gizi di Luar Gedung
1. Edukasi/Pendidikan Penyuluhan Pedoman Gizi Seimbang (PGS),
gizi melakukan pembinaan kader, menyusun laporan
kegiatan.
3. Pemantauan Memantau pertumbuhan balita oleh kader dengan
Pertumbuhan di menggunakan KMS, memberikan pembinaan kepada
Posyandu kader di posyandu agar mampu melakukan
pemantauan pertumbuhan di posyandu, membina
kader menyiapkan SKDN dan menyusun laporan
posyandu pada buku SIP.
4. Pengeloalaan dan Merencanakan kebutuhan vit A untuk bayi 6 – 11
pemantauan bulan dan balita 12-59 bulan serta pada bufas setiap
pemberian kapsul tahun, memantau kegiatan pemberian vit A,
Vitamin A Menyusun laporan pelaksanaan distribusi vit A.
5. Melaksanakan Memantau pelaksanaan Bulan Penimbangan Balita
Bulan Penimbangan untuk mendapat data status gizi balita, menyusun
Balita laporan kegiatan serta memvalidasi hasil Bulan
Penimbangan Balita.
6. Pengelolaan Merencanakan kebutuhan tablet Fe untuk kelompok
distribusi tablet FE sasaran selama 1 tahun serta memantau kegiatan
untuk ibu hamil, ibu pemberian tablet Fe, menyusun laporan pelaksanaan
nifas distribusi tablet Fe.
7. Edukasi Pemberian Memberikan pendidikan gizi agar remaja putri
tablet Fe dalam mengkonsumsi tablet Fe secara mandiri serta
rangka pencegahan memantau kegiatan pemberian tablet Fe dan
anemia pada remaja menyusun laporan pelaksanaan distribusi tablet Fe.
putri
8. Pengelolaan Merencanakan kebutuhan dan sasaran MP-ASI per
distribusi MP ASI desa selama 90 hari dan 180 hari untuk PMT
pada balita kurus Pemulihan serta memantau pelaksanaannya dan
dan Bumil KEK menyusun laporan pemberian MP ASI dan PMT
serta PMT Pemulihan.
Pemulihan Untuk
Balita gizi Buruk
( sangat Kurus)
9. Surveilance Gizi Petugas gizi berkoordinasi dengan pembina desa bila
ada temuan kasus gizi buruk langsung petugas gizi
melakukan pelacakan.
10. Pemantauan Melakukan pemantauan garam yodium di tingkat
konsumsi garam rumah tangga sebanyak 170 RT yg menjadi Sampel.
yodium tingkat
rumah tangga
11. Pembinaan Gizi Pembinaan Gizi di Sekolah tujuan memperbaiki
Institusi status gizi anak sekolah (edukasi gizi, penjaringan
status gizi di sekolah, Membina kantin, pelatihan
dokcil) membuat laporan program perbaikan gizi
disekolah.
12. Kerja sama lintas Melakukan kerja sama dengan lintas program dan
program dan lintas lintas sektor untuk mendapatkan dukungan serta
sektor dapat menggerakkan masyarakat dalam hal kegiatan
program gizi.

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1. Kepala puskesmas membentuk tim penyusun perencanaan tingkat puskesmas
yang anggotanya terdiri dari staf puskesmas. Kepala puskesmas kemudian
menjelaskan tentang pedoman perencanaan tingkat puskesmas kepada tim
agar dapat memahami pedoman tersebut demi keberhasilan penyusunan
perencanaan tingkat puskesmas.
2. Melakukan rapat / lokakarya mini puskesmas yang pertama. dalam rapat
tersebut dilakukan inventarisasi kegiatan puskesmas termasuk kegiatan diluar
gedung. dilakukan analisa beban kerja tiap petugas, dilakukan pembagian
tugas termasuk pembagian tanggung jawab daerah binaan dan penyusunan
RUK puskesmas berdasarkan hasil cakupan program 2 tahun kebelakang.
3. Melakukan monitoring kegiatan yang dilaksanakan (Secara bulanan / triwulan /
semesteran / tahunan) dan selanjutnya dilakukan penilaian kinerja puskesmas
setiap tahun.

F. SASARAN
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah nasional (RPJMN)
bidang kesehatan tahun 2015-2019 telah ditetapkan sasaran pokok
pembangunan sub bidang kesehatan dan gizi masyarakat yang bertujuan
meningkatnya status gizi masyarakat, dengan target indikator pada tahun 2019
sebagai berikut:
1. Anemia pada ibu hamil sebesar < 20 %
2. Bayi dengan berat badan lahir rendah ( BBLR) 8 %
3. Bayi Usia kurang dari 6 bulan yang mendapat Asi Ekslusif sebesar 50 %
4. Anak balita yang kurang gizi ( Underweight) sebesar < 5.06%
5. Anak balita yg Kurus (wasting) Sebesar <4.50 %
6. Anak baduta (dibawah 2 tahun) stunting ( pendek dan sangat pendek)
sebesar <4.12 %.

Untuk mencapai sasaran RPJM bidang kesehatan tahun 2015-2019 dalam


rencana strategi Kementrian Kesehatan tahun 2015-2019 disebutkan bahwa
sasaran kegiatan pembinaan gizi masyarakat adalah meningkatnya pelayanan
gizi masyarakat .Indikator pencapaian sasaran tersebut pada tahun 2019 adalah
:
1. Presentasi ibu hamil KEK yang mendapat makanan tambahan sebesar 95
%
2. Presentasi ibu hamil yang mendapat 90 tablet Fe selama masa kehamilan
sebesar 95 %
3. Presentasi bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI Ekslusif
sebesar 50 %
4. Presentasi bayi baru lahir mendapat Inisiasi Menyusu Dini ( IMD ) sebesar
50 %
5. Presentasi balita kurus yang mendapatkan makanan tambahan sebesar 90
%
6. Presentasi remaja putri yang mendapatkan tablet Fe sebesar 100 %

G. PERAN LINTAS SEKTOR DAN LINTAS PROGRAM


LINTAS PROGRAM LINTAS SEKTOR
N
KEGIATAN Kesli Promk Cama Disdi
o P2 KIA PKK Pertanian
ng es t k
1. Pemberian Koo Tidak Penyul Memb Meng Men Tidak Promosi
Kapsul r ada uhan antu gerak gger ada tentang
Vitamin A dina tentan dalam kan akka bahan
pada bayi (6 si g distrib masy n makanan
– 11 bln) jika manfa usi Vit arakat mas yang
terj at A dan yara mengand
adi kapsul menda kat ung vit A
KLB vitamin ta
Ca A bagi sasara
mp bayi n
ak
2. Pemberian Koo Tidak Penyul Memb Meng Men Tidak Promosi
Kapsul r ada uhan antu gerak gger ada tentang
Vitamin A dina tentan dlm kan akka bahan
pada balita si g distrib masy n makanan
(12-59 bln jika manfa usi Vit arakat mas yang
terj at A dan yara mengand
adi kapsul menda kat ung vit A
KLB vitamin ta
Ca A bagi sasara
mp bayi n
ak
3. Pemberian Tida Tidak Penyul Pelaks Meng Men Tidak Promosi
kapsul Vit A k ada uhan anaan gerak gger ada tentang
pada bufas ada tentan kegiat kan akka bahan
g an masy n makanan
manfa arakat mas yang
at agar yara mengand
kapsul mau kat ung vit A
vitamin bersal agar
A bagi in di mau
Bufas nakes bers
alin
di
nake
s
4. Pemberian Tida Tidak Penyul Pelaks Meng Men Tidak Promosi
tablet Fe 90 k ada uhan ana gerak gger ada tentang
tablet pada ada tentan Kegiat kan akka bahan
ibu hamil g an masy n makanan
manfa arakat mas yang
at agar yara mengand
tablet mau kat ung zat
tamba periks agar besi
h a mau
darah kepos perik
bagi yandu sa
ibu atau kepo
hamil ke syan
nakes du
atau
ke
nake
s
5. Cakupan Pen Peny Penyul Detek Meng Men Tidak Promosi
balita yang yulu uluha uhan si dini gerak gger ada tentang
ditimbang han n tentan tumba kan akka pemanfaa
D/S tent tenta g ng masy n tan
ang ng PHBS balita arakat mas pekarang
pen lingku untuk yara an
yaki ngan datan kat
t sehat g ke untu
infe posya k
ksi ndu data
ng
ke
posy
andu

6. Cakupan Tida Tidak Melaks Pemb Meng Men Tidak Promosi


Keluarga k ada anaka erian gerak gger Ada tentang
sadar gizi ada n Suple kan akka pemanfaa
pendat men masy n tan
aan Gizi arakat mas pekarang
PHBS (Vit A, yara an
dan Tablet kat
Kadarz FE)
i dan
promo
si Asi
eklusif
7. Pemberian Me Mem Promo Mema Koordi Pend Tidak Promosi
MP-ASI ma bantu si ntau nasi ampi ada tentang
baduta BGM nta koordi PHBS perke linsek ngan pemanfaa
dari Gakin u nasi mbang terkait kelu tan
per deng an arga pekarang
kem an balita kasu an
ban lintas s
gan sektor
balit dalam
a mem
perba
iki
lingku
ngan
balita
BGM
8. Pemantaua Tida Tidak Penyul Tidak Meng Men Tidak Tidak ada
n garam k ada uhan ada gerak gger ada
beriodium ada garam kan akan
beriodi masy mas
um arakat yara
kat
9. Pelacakan Koo Koord Promo Koordi Koordi Pend Tidak Promosi
dan validasi rdin inasi si nas nasi ampi ada tentang
balita gizi asi jika PHBS jika linsek ngan pemanfaa
buruk jika ditem ditemu terkait kelu tan
dite ukan kan arga pekarang
muk kasus kasus kasu an
an s
kas
us
10 Bulan Tida Tidak Penyul Sweep Meng Men Tidak Tidak ada
. Penimbanga k ada uhan ing gerak gger ada
n balita ada pentin bila kan akka
gnya balita masy n
menim tidak arakat mas
bang hadir yara
di kat
posyan
du
11 Pemberian Koo Tidak Penyul Penyul Koordi Men Mend Tidak ada
. tablet Fe rdin ada uhan uhan nasi data ata
pada asi pentin tentan linsek wus sasar
Rematri bila gnya g an
dite minum reprod
muk tablet uksi
an Fe remaja
kas
us
12 Kunjungan Tida Koord Promo Meruju Meng Men Tidak ada
gerak gger
. Pozi/CKG k inasi si k Tidak
kan akka
ada
ada dgn PHBS balita masy n
arakat mas
klinik 2T dan
yara
sanita BGM kat
si
untuk
dilaku
kan
konse
ling

H. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

2019

Des
Mei

Sep
Okt
Mar
Apr

Ags

Nov
Jan
Feb

Jun
Jul
No Kegiatan

1. Menyusunan rencana usulan kegiatan √

2. Menyusun rencana pelaksanaan √


kegiatan
3. Pemberian Kapsul Vitamin A pada √ √
bayi (6-11 Bulan)
4. Pemberian Kapsul Vitamin A pada √ √
bayi (12-59 Bulan)
5. Pemberian Kapsul Vitamin A pada √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Bufas
6. Pemberian Tablet Fe 90 pada ibu √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
hamil
7. Cakupan balita yg ditimbang D/S √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
8. Pemberian MP-ASI baduta BGM dan √ √ √ √ √ √
ibu hamil KEK dari gakin
9. Pemantauan garam beryodium √ √
10. Pelacakan dan validasi balita gizi √ √
buruk
11. Bulan Penimbangan balita √
12. Pemberian Tablet Fe pada rematri √ √
13. Kegiatan CKG √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
14. Laporan PKP √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
15. Laporan Eksekutif √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
16. Laporan Tahunan

I. MONITORING EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN.


Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap akhir bulan dalam lokakarya
mini bulanan. Evaluasi dilakukan oleh petugas gizi bersama penanggung jawab
program.
J. WAKTU PELAKSANAAN JAN S/D DESEMBER
No. Kegiatan Waktu
1. Mengkaji status gizi pasien berdasarkan rujukan Harian
2. Penyuluhan Perorangan & Kelompok diluar gedung Bulanan
3. Konsultasi gizi perorangan didalam gedung & diluar Bulanan
gedung
4. Pembinaan Posyandu Bulanan
5. Penanganan Kasus Bumil KEK Bulanan
6. Penanganan Kasus Gizi Buruk Bulanan
7. Penanganan Kasus Gizi Kurang Bulanan

K. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI


a. Pencatatan kegiatan dilaksanakan oleh Programer / Pelaksana kegiatan
dengan menggunakan komputer metode entri dan olah data.
b. Pelaporan dilakukan setiap bulan melalui lokmin puskesmas,dan dikirimkan
kepada Dinas Kesehatan secara berjenjang dengan menggunakan laporan
bulanan.
c. Evaluasi kegiatan meliputi evaluasi proses yakni cakupan perbulan dan
evaluasi hasil dilakukan pada akhir tahun sebagai bentuk kinerja program
Pencatatan kegiatan program Gizi Masyarakat dilakukan pada setiap tahapan
kegiatan pada buku register kegiatan, pelaporan dan evaluasi dilaksanakan
setiap akhir bulan.

Mengetahui, Petugas Gizi


Kepala Puskesmas Balekambang Puskesmas Balekambang

drg. NUGRAHARDANI APRILIA NUR AZIZAH, S.Gz


NIP. 197804192011012002

Anda mungkin juga menyukai