Anda di halaman 1dari 6

POLRI DAERAH JAWA BARAT

BIDANG KEDOKTERAN DAN KESEHATAN


RUMKIT BHAYANGKARA TK II SARTIKA ASIH BANDUNG

CLINICAL PATHWAY ASMA EKSASERBASI AKUT


Rumah Sakit Kelas B
No. RM : …………
NamaPasien : ……………………… BB : ………Kg
JenisKelamin : ………………………. TB : ………cm
TanggalLahir : ………………………. Tgl.Masuk : …………. Jam : ………..
DiagnosaMasuk RS : ………………………. Tgl.Keluar : …………. Jam : ………..
PenyakitUtama : ………………………. Kode ICD Lama Rawat : ……….Hari
PenyakitPenyerta : ………………………. Kode ICD : …………. Rencana Rawat
Komplikasi : ………………………. Kode ICD : …………. R. Rawat/ kelas : ……./…….
Tindakan : ………………………. Kode ICD : …………. Rujukan : Ya / Tidak
………………………. Kode ICD : ………….
Dietary Counseling and
Surveillance Kode ICD :

HARI
KEGIATAN URAIAN KEGIATAN 1 2 3 4 5 6 7 KETERANGAN
HARI
1. ASESMEN AWAL
ASESMEN AWAL MEDIS Dokter IGD √
Dokter spesialis √
ASESMEN AWAL KEPERAWATAN
2. LABORATORIUM Darah Rutin III √
Gula Darah Sewaktu USIA : > 40 Tahun √
Ureum USIA : > 40 Tahun ±
Kreatinin USIA : > 40 Tahun √
1
CLINICAL PATHWAY ASMA EKSASERBASI AKUT
SGPT USIA : > 40 Tahun √
SGOT ±
Elektrolit ±
Analisa Gas Darah ±
Diff count ±

3. RADIOLOGI / IMAGING Foto Rontgen thorax √


EKG √
4. KONSULTASI Sub bagian Paru -
Bagian Bedah ±
Bagian Gizi klinik ±
Bagian Saraf ±
Bagian Anestesi ±
5. ASESMEN LANJUTAN
a. ASESMEN MEDIS Dokter DPJP √ √ √ √ √ √
Dokter non DPJP/dr. Ruangan ± ± ± ± ± ±
b. ASESMEN KEPERAWATAN Alasan utama masuk rumah sakit, riwayat penyakit, status
psikologis, mental, sosial, ekonomi dan budaya,
pemeriksaan fisik, tingkat kesadaran, tanda-tanda vital,
riwayat alergi, skrining gizi, nyeri, status fungsional: index
bartel, resiko jatuh, resiko decubitus, kebutuhan edukasi
dan Discharge Planning
c. ASESMEN GIZI Tenaga Gizi (Nutrionis/ Dietisien)
d. ASESMEN FARMASI Pengkajian resep
Rekonsiliasi obat
Riwayat alergi obat
6. DIAGNOSIS
a. DIAGNOSIS MEDIS ASMA EKSASERBASI AKUT
b. DIAGNOSIS KEPERAWATAN 00132 Nyeri akut
00026 Kelebihan volume cairan
00085 Hambatan mobilitas fisik
c. DIAGNOSIS GIZI Asupan oral inadekuat berkaitan dengan perubahan fungsi
gastrointestinal ditandai dengan asupan kurang dari

2
CLINICAL PATHWAY ASMA EKSASERBASI AKUT
kebutuhan (NI- 2.1)

\ Penurunan kebutuhan lemak berkaitan dengan perubahan


fungsi hati ditandai dengan nilai lab terkait fungsi hati tidak
sesuai standar (NI – 5.3)
7. DISCHARGE PLANNING Identifikasi kebutuhan edukasi & latihan selama perawatan
Identifikasi kebutuhan di rumah
Hand hygiene
Diet
8. EDUKASI TERINTEGRASI
a. EDUKASI/ INFORMASI MEDIS Penjelasan diagnosis √
Rencana terapi √
Informed consent √
b. EDUKASI & KONSELING GIZI Diet Rendah Lemak, tinggi protein, pembatasan natrium
Konseling nutrisi/ pola makan
c. EDUKASI KEPERAWATAN Pola istirahat
Relaksasi napas dalam
d. EDUKASI FARMASI Informasi obat
Konseling obat
PENGISIAN FORMULIR INFORMASI Lembar edukasi terintegrasi
DAN EDUKASI TERINTEGRASI √ √
9 .TERAPI / MEDIKAMENTOSA
a. Penggantian cairan kristaloid (NaCL 0,9%/RL √ √ √ √ √ √ √
b. Nebulizer Fenoterol 0.2 mg dan/atau Ipratropium 0.8 mg/8jam √ √ √ √ √ √ √
c. Aminophilin drip 0,5-0,9
mg/KgBB/jam ± ± ± ± ± ±
d. Steroid Dexamethason 5mg/8j atau metilprenisolon 60-80mg/24
jam √ √ √ √ √ √
e. Antibiotik Cefotaxim 1gr/12jam atau Ceftazidime 1gr/12 jam atau
Ceftriaxon 2gr/24 jam atau Ciprofloxacin 200 mg/12 jam √ √ √ √ √ √
f. Expektoran 3x1 C √ √ √ √ √ √
g. Paracetamol 500 mg (bila perlu) √ √ √
10. TATA LAKSANA/INTERVENSI

3
CLINICAL PATHWAY ASMA EKSASERBASI AKUT
a. TATA LAKSANA/ INTERVENSI Oksigenasi untuk mencapai SpO2 > 90% √ √ √ √ √ √
MEDIS Nebulizer: Fenoterol 0.2 mg dan/atau Ipratropium 0.8
mg/20 menit √ √ √ √ √ √
Pemasangan Infus √ √ √ √ √ √
APE Harian ± ± ± ± ± ±
Spirometri saat kondisi stabil ± ± ± ± ±
b. TATALAKSANA/INTERVENSI 1400 manajemen nyeri
KEPERAWATAN 2210 pemberian analgetik
4120 manajemen cairan
4120 pemantauan cairan
0221 manajemen mobilisasi
c. TATA LAKSANA/INTERVENSI Diet makanan lunak atau makanan biasa dengan diet
GIZI Rendah Lemak, tinggi Protein (BCAA) dengan pembatasan
Natrium
d. TATA LAKSANA/ INTERVENSI Rekomendasi kepada DPJP
FARMASI
11. MONITORING& EVALUASI
a. DOKTER DPJP Monitoring perkembangan klinis √ √ √ √ √ √ √
b. KEPERAWATAN Monitoring tanda – tanda vital pasien
Monitoring skala nyeri
Monitoring status hidrasi
Monitoring ADL
c. GIZI Monitoring Asupan Makan
Monitoring Antropometri
Monitoring Biokimia
Monitoring Fisik/klinis
d. FARMASI Monitoring Interaksi Obat
Monitoring Efek Samping Obat
Pemantauan Terapi Obat

12. MOBILISASI / REHABILITASI


a. KEPERAWATAN
b. FISIOTERAPI
4
CLINICAL PATHWAY ASMA EKSASERBASI AKUT
13. OUTCOME/HASIL
a. MEDIS Tegaknya diagnosis sementara √ √ √ √ √ √ √
Mencegah komplikasi √ √ √ √ √ √ √
Manajemen cairan mengendalikan asites √ √ √ √ √ √ √
Memberikan asupan nutrisi optimal √ √ √ √ √ √ √
b. KEPERAWATAN Nyeri terkontrol
Status hidrasi
Aktivitas mandiri
b. GIZI Asupan Makan Membaik
Status gizi optimal
c. FARMASI Terapi obat sesuai indikasi
Obat rasional
14. KRITERIA PULANG Hemodinamik stabil Bebas dari serangan / sesak
minimal 1x24 jam
Komplikasi tertangani Bisa menggunakan alat
bronkodilator / ns inhalusi
dengan baik dan benar
15. RENCANA PULANG / EDUKASI Edukasi optimalisasi nutrisi
PELAYANAN LANJUTAN Kontrol berkala
VARIAN

Bandung , 20..
Dokter Penanggung Jawab Pelayanan Perawat Penanggung Jawab Pelaksana Verifikasi

___________________________ ___________________________ ___________________________

Keterangan
 Yang harus dilakukan
+/- Bisa atau tidak

5
CLINICAL PATHWAY ASMA EKSASERBASI AKUT
Lingkari bila sudah dilakukan

6
CLINICAL PATHWAY ASMA EKSASERBASI AKUT