Anda di halaman 1dari 9

PRINSIP DAN KODE ETIK

DALAM BISNIS
CHAPTER 6
Laura Millenia (125170310)
Elsa Florentia (125170320)

Kelas NY

Semester Ganjil 2018/2019

Page | 1
PENGERTIAN PROFESI

Definisi yang sangat luas dimana profesi adalah sebuah pekerjaan yang secara khusus dipilih,
dilakukan dengan konsisten, kontinu ditekuni, sehingga orang bisa menyebut kalau dia memang
berprofesi di bidang tersebut.

Definisi yang sangat sempit dimana profei adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan
keahlian (keterampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu.

Definisi yang lebih khusus lagi dimana profesi ditandai oleh tiga unsur penting, yaitu pekerjaan
pendidikan atau keterampilan khusus, dan adanya komitmen moral/nilai-nilai etis.

Ciri-ciri Profesi :
1. Profesi adalah suatu pekerjaan mulia.
2. Untuk menekuni profesi ini diperlukan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan tinggi.
3. Pengetahuan, keahlian,dan keterampilan diperoleh melalui pendidikan formal, pelatihan, dan
pengalaman langsung.
4. Memerlukan kode etik yang ketat.
5. Berdampak luas bagi kepentingan masyarakat umum.
6. Mampu memberikan penghasilan bagi penyandang profesi untuk hidup layak.
7. Ada organisasi profesi sebagai wadah untuk bertukar pikiran, mengembangkan program
pelatihan dan pendidikan berkelanjutan, serta menyempurnakan, menegakkan dan mengawasi
pelaksanaan kode etik di antara anggota profesi tersebut.
8. Ada ijin dari pemerintah untuk menekuni profesi ini.

BISNIS SEBAGAI PROFESI


Aktivitas bisnis menentukan pertumbuhan investasi dan produksi yang akan menciptakan dan
memperluas lapangan kerja, pendapatan masyarakat, pendapatan negara, bea masuk, dan cukai.
Namun bila bisnis dikelola oleh para pelaku bisnis yang tidak profesional, bisa menimbulkan suatu
krisis yang dapat mengganggu perekonomian nasional. Oleh karena itu, bisnis adalah suatu profesi
dan para pelaku bisnis dituntut untuk bekerja secara profesional.

Bisnis dapat dianggap sebagai profesi karena telah sesuai dengan definisi dan ciri-ciri dari suatu
profesi, yaitu :

1. Profesi adalah pekerjaan dan di dalam bisnis terdapat banyak jenis pekerjaan.
2. Sebagian besar jenis pekerjaan di dalam perusahaan menuntut pengetahuan dan keterampilan
tinggi, baik melalui pendidikan formal maupun melalui berbagai jenis pelatihan dan
pengalaman.
3. Profesi dan bisnis sama-sama menuntut penerapan kaidah moral/etika yang sangat ketat.
4. Tuntutan kaidah moral yang tinggi menjadi keharusan dalam bisnis, karena perilaku para
pelaku bisnis menentukan kinerja perusahaan baik secara positif maupun secara negatif.

PRINSIP-PRINSIP ETIKA BISNIS


John Naisbitt dengan yakin mengatakan bahwa kinerja ekonomi dan kinerja etis bukanlah dua
kutub yang bertentangan dari suatu kontinum, melainkan kinerja etis justru akan menjadi faktor
strategis dalam menentukan kinerja ekonomis.

Page | 2
Beberapa contoh prinsip-prinsip etika dari beberapa sumber :

1. Prinsip etika bisnis menurut Caux Round Table (dalam Alois A. Nugroho, 2001)
merupakan hasil dari pertemuan para eksekutif puncak bisnis dari Amerika, Eropa, dan Jepang
pada Juli 1994, yang berisikan :
a. Tanggung jawab bisnis : dari shareholders ke stakeholders.
b. Dampak ekonomis dan sosial dari bisnis : Menuju inovasi, keadilan dan komunitas
dunia.
c. Perilaku bisnis : dari hukum yang tersurat ke semangat saling percaya.
d. Sikap menghormati aturan.
e. Dukungan bagiperdagangan multilateral.
f. Sikap hormat bagi lingkungan alam.
g. Menghindari operasi-operasi yang tidak etis.

2. Prinsip etika bisnis menurut Sonny Keraf (1998) terdiri dari 5 prinsip yang dapat dijadikan
titik tolak pedoman perilaku dalam menjalankan praktik bisnis yaitu :
a. Prinsip Otonomi, yaitu sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan
dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk
dilakukan.
b. Prinsip Kejujuran, yaitu bisnis tidak akan dapat bertahan lama dan berhasil kalau tidak
didasarkan atas kejujuran.
c. Prinsip Keadilan, yaitu setiap orang harus diperlakukan secara sama sesuai dengan
aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional olyektif, serta dapat dipertanggung
jawabkan.
d. Prinsip saling menguntungkan, yaitu bisnis harus dijalankan sedemikian rupa sehingga
menguntungkan semua pihak.
e. Prinsip Integritas Moral, yaitu dihayati sebagai tuntuan internal dalam diri pelaku
bisnis/perusahaan, agar tetap menjaga nama baik pimpinan/orang-orangnya maupun
perusahaannya.

ETIKA LINGKUNGAN HIDUP


Isu Lingkungan Hidup
Masalah etika tidak hanya dipahami sebatas pengaruh perilaku manusia terhadap manusialainnya,
tetapi juga mempelajari hubungan dan keterkaitan antara manusia dengan alamdan pengaruh tindakan
manusia terhadap kerusakan lingkungan. Dari pertumbuhanekonomi secara global, saat ini telah
memunculkan enam persoalan lingkungan hidup yaitu :

1. Akumulasi bahan beracun.


2. Efek rumah kaca.
3. Perusakan lapisan ozon.
4. Hujan asam.
5. Deforestasi dan penggurunan.
6. Keanekaragaman hayati.

PARADIGMA ETIKA LINGKUNGAN

Berbagai isu lingkungan hidup tidak dapat lagi diabaikan bila ingin memahami dan
menyadari bahwa perilaku manusia juga berpengaruh terhadap keberadaan bumi beserta
seluruh isinya, bukan hanya menentukan keberadaan umat manusia saja.
Sehubungan dengan hal tersebut, ada beberapa paradigm (cara pandang/pola pikir) yang
berkembang dalam memahami etika dalam kaitannya dengan isu lingkungan, yaitu :

Page | 3
1. Etika kepentingan generasi mendatang, yang memandang bahwa suatu keputusan dan
tindakan hendaknya jangan hanya memikirkan kepentingan umat manusia pada generasi saat
ini saja,tetapi juga kepentingan umat manusia pada generasi-generasi mendatang.
2. Etika lingkungan biosentris, yang memandang perilaku etis bukan saja dari sudut
pandangmanusia, tetapi juga dari sudut pandang nonmanusia (flora, fauna, dan benda
buminonorganisme) sebagai satu kesatuan sistem lingkungan.
3. Etika ekosistem, menganggap Sang Pencipta (Tuhan) dan seluruh ciptaannya (bumi dan
seluruhisinya, sistem tata surya, sistem galaksi, dan sistem alam jagat raya) dianggap sebagai
moral patients.

KODE ETIK DI TEMPAT KERJA


Kode Etik Sumber Daya Manusia ( Human Resource)

Departemen SDM memegang peran kunci dan sangat startegis dalam setiap organisasi apapun,
baik itu dalam perusahaaan, lembaga/ organisasi nirlaba, maupun organisasi pemerintahan.

A.M.Lilik Agung mencatat setidaknya ada empat peran yang melekat pada Departemen SDM,
yaitu:

1. Peran Administrartif , peran Departemen SDM hanya pada seputar perekrutan karyawan dan
memelihara catatan gaji, upah serta data karyawan.
2. Peran Kontribusi , menekankan pada peningkatan produktivitas, loyalitas, dan lingkungan
kerja karyawan.
3. Peran Agen Perubahan, Departemen SDM berfungsi sebagai agen perubahan.
4. Peran Mitra Stratgis , Departemeen SD dilibatkan dalam merumuskan berbagai kebijakan
bisnis yang bersifat strategis.
Enam dimensi program etik agar kode etik dapat dipenuhi :

1. Kode etik formal : Kode etik yang dirumuskan/ditetapkan secara resmi oleh suatu organisasi
profesi, suatu lembaga/entitas tertentu dsb.
2. Kode Etika : Entitas yang mengembangkan kebijakan, mengevaluasi tindakan,
menginvestigasi, dan menghakimi pelanggaran-pelanggaran etika.
3. Sistem komunikasi etika : Cara untuk mensosialisasikan kode etik dan perubahannya,
termasuk isu-isu dan cara mengatasinya yang bersifat dua arah
4. Pejabat etika : Pihak yang mengkoordinasikan kebijakan, memberikan pendidikan, dan
menyelidiki tuduhan adanya pelanggaran etika
5. Program pelatihan etika : Program yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan
membantu karyawan dalam merespon masalah-masalah etika
6. Proses penetapan disiplin : dalam hal terjadi perilaku tidak etis.
Kode Etik Pemasaran

1. Tanggung jawab (responsibilities), pelaku pemasaran harus bertanggungjawab atas


konsekuensi aktivitas mereka dan selalu berusaha agar keputusan, rekomendasi dan fungsi
tindakan mereka mengidentifikasi, melayani, dan memuaskan masyarakat (publik) yang
relevan : para pelanggan, organisasi dan masyarakat.
2. Kejujuran dan kewajaran (honesty and fairness), pelaku pemasaran harus menjaga dan
mengembangkan integritas, kehormatan dan martabat profesi pemasaran.
3. Rights and duties of parties (Hak (Rights) dan Kewajiaban (Duties), pihak- pihak).
4. Organizational relationships (Hubungan Organisasi)

Page | 4
Kode Etik Akuntansi

1. Kompetensi: Praktisi akuntansi manajemen dan manajemen keuangan mempunyai suatu


tanggung jawab untuk:
a) Memelihara tingkat kompetensi professional yang layak dengan mengembangkan
pengetahuan dan ketrampilan mereka
b) Menjalankan kewajiban professional dengan mematuhi hukum , peraturan dan
standar teknis yang relevan.
c) Menyipkan laporan dan rekomendasi yang lengkap dan jelas setelah melakukan
analisis terhadap informasi yang andal dan relevan,
2. Kerahasiaan: Praktisi akuntansi manajemen dan manajemen keuangan mempunyai tanggung
jawab untuk:
a) Menahan diri untuk membeberkan informasi rahasia yang diperoleh dalam pekerjaan,
kecuali ada izin dari atasan atau atas dasar kewajiban hukum.
b) Memberitahukan kepada bawahan mengenai kerahasiaan informasi yang diperoleh,
agar dapat menghindari bocornya rahasia perusahaan. Hal ini dilakukan juga untuk
menjaga pemeliharaan kerahasiaan
c) Menahan diri dari mengungkapkan informasi yang diperoleh untuk kepentingan
pribadi maupun kelompok secara ilegal melalui pihak ketiga.
3. Integritas : Praktisisi akuntans
 Mengharuskan untuk menghindari “conflicts of interest”, menghindari kegiatan yang
dapat menimbulkan prasangka terhadap kemampuan mereka dalam menjunjung etika.
Praktisi manajemen akuntansi dan manajemen keuangan memiliki tanggung jawab
untuk :
 Menghindari adanya konflik akrual dan menyarankan semua pihak agar terhindar dari
potensi konflik.
 Menahan diri dari agar tidak terlibat dalam kegiatan apapun yang akan mengurangi
kemampuan mereka dalam menjalankan tugas secara etis.
 Menolak berbagai hadiah, bantuan, atau bentuk sogokan lain yang dapat
mempengaruhi tindakan mereka.
 Menahan diri dari aktivitas negatif yang dapat menghalangi dalam pencapaian tujuan
organisasi.
 Mampu mengenali dan mengatasi keterbatasan profesional atau kendala lain yang
dapat menghalangi penilaian tanggung jawab kinerja dari suatu kegiatan.
 Mengkomunikasikan informasi yang tidak menguntungkan serta yang
menguntungkan dalam penilaian profesional.
 Menahan diri agar tidak terlibat dalam aktivitas apapun yang akan mendiskreditkan
profesi
4. Objektivitas:
 Mengomunikasikan informasi secara adil dan objektif
 Mengungkapan semua informasi relevan sepenuhnya yang diperkirakan dapat
memengaruhi pemahaman pihak pengguna atas laporan, komentar, dan rekomendasi
yang disampaikan
5. Resolusi atas Konflik Etis :Dalam menerapkan standar kode etik, praktisi akuntansi
manajemen dan manajemen keuangan mungkin menghadapi masalah dalam
mengidentifikasikan perilaku tidak etis atau di dalam memecahkan suatu konflik etis.
 Diskusikan masalah dengan atasan langsung , kecuali ada indikasi atasan langsung
terlibat
 Mengklarifikasikan isu etis yang relevan melalui diskusi rahasia dengan penasehat
yang tepat ( misalnya , Dewan Penasihat Kode Etik IMA ) untuk memperoleh
pemahaman jernih tenatng berbagai kemungkinan tindakan.
 Bila konflik etis masih muncul setelah bersusah payah mendapatkan pandangan
internal dari penjabat berbagai tingkatan, tidak ada jalan lain yang lebih baik selain
mengundurkan diri dari organisasi dan memberikan nonta memorandum kepada

Page | 5
perwakilan organisasi yang tepat. Setelah berhenti, dpaata saja hal tersebut
diberitahukan kepada pihak pihak lainnya, tergantung sifat dari konflik etis tersebut.
Kode Etik Keuangan

Association for Investment Management and Research (AIMR) :

1. Bertindak berdasarkan integritas, kompetensi, martabat dan bertindak etis dalam berhubungan
dengan publik m pelanggan , calon pelanggan , atasan, karyawan, dan seama anggota profesi
2. Menjalankan dan mendorong pihak lain untuk bertindak etis dan professional yang akan
mencermikan kepercayaa anggota profesi dan profesi mereka
3. Berusaha keras untuk memeliharan dan meningkatkan kompetensi dan kompetensi pihak lain.
4. Menerapkan kehati-hatian dan menjalankan penilaian yang bersifat independen.
Standar – standar perilaku professional ini juga meliputi:

1. Tanggung jawab fundamental – memahami semua hukum, peraturan dan regulasi yang
terkait.
2. Hubungan dan tanggung jawab atas profesi – termasuk tidak mengikat diri dengan perilaku
tidak etis dan melarang melakukan plagiarisme
3. Hubungan dan tanggung jawab pada atasan – termasuk pengungkapan konflik dan pengaturan
kompensasi tambahan
4. Hubungan dan tanggung jawab pada pelanggan dan calon pelanggan - termasuk perwakila
yang masuk akal, independensi dan objektifitas, ttaggug jawab fiduciary dan dealing yang
wajar, memlihara kerahasiaan , dan pengungkapan konflik serta jasa rujukan.
5. Hubungan dan tanggung jawab kepada publik- termasuk larangan menggunakan informasi
bukan publik dan larangan atas penyesetan kinerja investasi
Kode Etik Teknologi Informasi

Association for Computing Machinary


Komitmen terhadap kode etik professional diharapkan bagi setiap anggota (anggota yang
mempunyai hak suara, anggota asosiasi dan anggota mahasiswa) dari Association for Computing
Machinary.

Kode ini mencakup 24 keharusan yang dirumuskan sebagai pernyataan tentang tanggung jawab
pribadi, mengidentifikasi unsur-unsur seperti komitmen.Itu mencakup banyak, tetapi tidak semua, isu-
isu profesi yang harus dihadapi. Kode etik dan pedoman terlampir dimaksudkan sebgai pedoman
pengambilan keutusan etis dalam menjalankan pekerjaan professional. Keduanya, kode ini sebgai
dasar untuk menilai ukuran suatu keluhan fomal atas pelanggaran standar etika profesi.

Keharusaan umum untuk anggota ACM mncakup kontribusi bagi masyarakat dan kesejahteraan
umat manusia, menghindari merugikan orang lain, bertindak jujur dan dapat dipercaya, adil dan tidak
melakukan diskriminasi, menghormati hak kekayaan , termasuk hak cipta dan hak paten , memberikan
penghargaan yang pantas bagi hak kekayaan intelektual , menghormati privasi orang lain, dan
menghargai kerahasiaan, Ketaantan terhadap kode etik ini bersifat sukarela. Akan tetapi, jika anggota
melanggar kode etik ini dengan melakukan perilaku tidak etis, keanggotaanya pada ACM akan
dicabut.

Kode Etik Fungsi Lainnya

Setiap elemen di dalam perusahaan akan berinteraksi satu dengan yang lainnya yang akan
memengaruhi perusahaan secara keseluruhan, sekecil apapun peran yang dimainkan oleh setiap
elemen tersebut. Misalnya bagian produksi di suatu perusahaan. Walaupun bagian produksi tidak
berhubungan langsung dengan pelanggan, namun kualitas produk yang dihasilkan sangat menentukan
kinerja fungsi pemasaran.

Page | 6
PERBANDINGAN KODE ETIK
American Marketing Institute of Association for Association for
Association (AMA) Management Investment Computing Machine
Accountants Management and (ACM)
Research (AIMR)
Tanggung Jawab Kompetensi Kompetensi Tanggung jawab dan
komitmen
Kejujuran dan Integritas Integritas, Martabat Jujur dan dapat
Kewajaran (dignity) dipercaya
Hak dan Kewajiban Kerahasiaan, Kerahasiaan, Kerahaasiaan,
Objektivitas Objektivitas , Menghormati hak
Independensi kekayaan inteklektual
Hubungan Organisasi Resolusi atas konflik Kehati-hatian; Adil dan tidak
etis Larangan diskriminatf ;
menggunakan Menghormati privasi
informasi nonpublik orang lain

Beberapa konsep yang biasamuncul dalam pedoman kode etis suatu profesi :

1. Integritas
 Keutuhan atau keseimbangan (dalam hal kecerdasan/ kesehatan fisik, mental, dan
spiritual ; atau pengetahuan , keterampilan, serta sikap dan perilaku)
 Menjadi dasar/ fondasi untuk membangun kepercayaan
 Meliputi banyak atribut atau kualitas terkait untuk membangun karakter/ pribadi utuh,
antara lain : pengetahuan, keterampilan , kejujuran , kekukuhan , konsistensik, tindakan
benar, tanggung jawab, kematangan , loyalitas, ketekunan dan keaktifan, sifat tidak korup
dan sebagainya.

2. Whistleblowing
Sonny Keraf ( 1998) adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang
karyawan untuk membocorkan kecurangan entah yang dilakukan oleh seseorang atau
beberapa orang karyawan untuk membocorkan kecurangan entah yang dilakukan oleh
perusahaan atau atasannya kepada pihak lain

3. Kompetensi
Penguasaan ilmu/ pengetahuan (knowledge), dan keterampilan ( skill) yang mencukup ,
serta mempunyai sikap dan perilaku ( attitude) yang sesuai untuk melaksanakan pekerjaan/
porofesinya.

4. Objektivitas dan Independensi


Objektif berarti sesuai tujuan , sesuai sasaran , tidak berat sebeah , selalu didasarkan atas
fakta ataau bukti yang mendukung.
Dalam rofesi akuntan publik , istilah indepedensi dikelompoka menjadi dua gologan ,
yaitu :
1. Independence in fact artinya secara mental , yang bersangkutan bersifat independen
2. Independence in appearance artinya menurut pandangan orang lain –terutama dilihat dari
sudut pandang hubungan secra fisik-yang bersangkutan dragukan independensinya,
walaupun mungkin seca mental yang bersangkutan tetap bersifat independen

Page | 7
KASUS
CEO Tokopedia Akui 49 Barang Dicurangi Pegawai saat Flash Sale1

Kompas.com - 28/08/2018 - Perusahaan e-commerce Tokopedia dikabarkan memecat sejumlah


karyawan yang melakukan tindak kecurangan dalam kampanye flash sale peringatan hari ulang
tahunnya yang ke-9. CEO Tokopedia William Tanuwijaya membenarkan adanya pemecatan ini.
Melalui akun Instagramnya, William mengatakan setidaknya ada 49 produk dalam kampanye flash
sale yang diperoleh tidak mengikuti prosedur umum oleh oknum pegawai Tokopedia. Kampanye ini
dilakukan pada tanggal 15 - 17 Agustus lalu. "Rasanya sangat terpukul dan kecewa ketika mendapati
ada beberapa anggota team yang melakukan pelanggaran sebanyak total 49 buah produk dari
kampanye promosi Tokopedia," tulis William di akun Instagramnya.

Menurut William, jumlah produk yang dicurangi memang kecil sekali dibanding puluhan juta produk
yang terjual setiap bulannya, namun bagi Tokopedia bukan persoalan seberapa kecil pelanggarannya
Berdasarkan pantauan KompasTekno, ada sejumlah kategori barang yang dijual saat flash sale
peringatan ulang tahun ke-9 Tokopedia berlangsung. Mulai dari kosmetik wanita, alat rumah tangga,
makanan ringan, hingga smartphone. Ke semua produk tersebut dijual dengan harga yang sangat jauh
dari harga biasa yakni mulai dari Rp 99.999 sampai dengan Rp 999.999.

Menurut William, untuk pelanggaran sekecil apapun, hal tersebut adalah kegagalan integritas dalam
menjaga titipan kepercayaan yang diberikan kepada Tokopedia. "Maka tanggal 24 Agustus kemarin,
Tokopedia telah dengan tegas memberhentikan seluruh anggota tim yang terbukti terlibat dalam
pelanggaran ini," lanjut William.

Tokopedia diberitakan telah memecat sejumlah karyawan. Tindak kecurangan ini sangat merugikan
konsumen karena para pembeli tidak dapat membeli barang murah yang dijual pada kampanye flash
sale secara adil. KompasTekno pun mencoba mengonfirmasi kabar ini pada pihak Tokopedia. Lewat
pernyataan resminya, Head of Corporate Communications Tokopedia Priscilla Anais hanya
mengatakan mengatakan bahwa nilai yang dianut Tokopedia sendiri adalah membangun kepercayaan.
"Setiap titipan kepercayaan adalah sebuah amanah yang harus dijaga bersama oleh seluruh Nakama
(sebutan karyawan Tokopedia) tanpa terkecuali," tulis Priscilla.

1
", https://tekno.kompas.com/read/2018/08/28/19480017/ceo-tokopedia-akui-49-barang-
dicurangi-pegawai-saat-flash-sale.
Penulis : Yudha Pratomo
Editor : Reza Wahyudi

Page | 8
PENDAPAT
Bedasarkan Kasus Tokopedia yang terjadi pada saat flash sale 15-17 Agustus 2018 ini yaitu adanya
49 produk yang “ditahan” oleh para karyawan dari situs tersebut sehingga konsumen tidak dapat
membelinya . Aspek perlindungan kepentingan konsumen dan Kode Etik Pemasaran menjadi yang
utama bagi pelaku usaha ketika menjalankan bisnisnya baik itu di perusahaan perdagangan offline
maupun e-commerce seperti yang diatur dalam UU Perlindungan Konsumen.

Kasus ini melanggar 2 kode etik pemasaran, yaitu

1. Tanggung jawab (responsibilities), pelaku pemasaran harus bertanggungjawab atas


konsekuensi aktivitas mereka dan selalu berusaha agar keputusan, rekomendasi dan fungsi
tindakan mereka mengidentifikasi, melayani, dan memuaskan masyarakat (publik) yang
relevan : para pelanggan, organisasi dan masyarakat.

2. Kejujuran dan kewajaran (honesty and fairness), pelaku pemasaran harus menjaga dan
mengembangkan integritas, kehormatan dan martabat profesi pemasaran.

Kedua hal diatas, telah dilanggar oleh beberapa karyawan Tokopedia dengan cara membeli untuk
kepentingan pribadi sebanyak 49 produk promo yang seharusnya ditawarkan kepada konsumen secara
bebas saat masa flash sale.

Dalam Pasal 7 UU Perlindungan Konsumen, disebutkan berbagai kewajiban yang harus dipenuhi
perusahaan salah satunya yakni prinsip itikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya. Dalam kasus
ini, Tokopedia berupaya menunjukkan itikad baiknya dengan mengambil langkah pemecatan terhadap
beberapa karyawan yang diduga bertindak curang.

Tindakan beberapa karyawan yang menahan produk promosi untuk kepentingan diri sendiri juga
bertentangan dengan Pasal 12 UU Perlindungan Konsumen. Dalam pasal itu disebutkan, pelaku usaha
dilarang menawarkan, mempromosikan atau mengiklankan suatu barang dan/atau jasa dengan harga
atau tarif khusus dalam waktu dan jumlah tertentu, jika pelaku usaha tersebut tidak bermaksud
melaksanakannya sesuai waktu dan jumlah (produk) yang ditawarkan, dipromosikan, atau diiklankan.

Berdasarkan Kasus yang dialami oleh Tokopedia , kami menilai pemecatan tersebut merupakan
keputusan yang tepat sebagai salah satu komitmen perusahaan memberi perlindungan kepada
konsumennya, karena dalam bisnis online memang benar bahwa kepercayaan adalah landasan nomor
1 dan hal tersebut susah untuk di dapatkan dan dipelihara dari saat bisnis tersebut baru dibangun
sampai saat ini. Hal ini harus lebih diperhatikan oleh para pembisnis online lainnya, seharusnya
perusahaan digital memiliki kemudahan dalam mengaudit transaksi, sehingga perusahaan dapat
melakukan pencatatan lebih rinci sehingga dapat lebih meminimalisir terjadinya kecurangan seperti
ini. Namun dalam hal penanganan pelanggaran yang secara tegas tanpa tolerir juga dapat di contoh
oleh perusahaan lainnya, karena hal tersebut akan membuat perusahaan semakin disiplin dan
mengurangi tindakan pelanggaran yang ada.

Page | 9