Anda di halaman 1dari 13

(CRITICAL JURNAL REPORT) PENDIDKAN

BAHASA INDONESIA
PEMBELAJARAN EFEKTIF

DOSEN PENGAMPU
DIAH EKA SARI,SPd.,M.Pd.

DISUSUN:

OLEH
SAMUEL MARDIAN MANULLANG
5183321015
FAKULTAS TEKNIK
PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya
yang memberikan kesehatan dan hikmat kepada penulis sehingga makalah ini dapat
diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Penulis berharap semoga makalah ini dapat
menambah pengetahuan dan wawasan bagi para pembaca yang ingin mendalami materi yang
terdapat dalam makalah ini. Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam
menyelesaikan tugas ini. Namun, penulis menyadari masih banyak kelemahan yang terdapat
dalam makalah ini. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat
membangun dari pembaca untuk makalah ini.

Medan, Oktober 2019

Penuli
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................. i

DAFTAR ISI........................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................... 1
A. Rasionalisasi Pentingnya CJR....................................................... 1
B. Tujuan Penulisan CJR.................................................................. 1
C. Manfaat CJR................................................................................. 2
D. Identitas Jurnal yang Direview....................................................... 2

BAB II RINGKASAN ISI JURNAL......................................................... 3


A. Pendahuluan................................................................................. 3
B. Deskripsi Isi.................................................................................. 4

BAB III PEMBAHASAN/ANALISIS....................................................... 9


A. Pembahasan Isi Jurnal................................................................. 9
B. Kelebihan dan Kekurangan Isi Jurnal......................................... 11
BAB IV PENUTUP.......................................................................................12
A. Kesimpulan.................................................................................. 12
B. Rekomendasi.............................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi Pentingnya CJR

Critical Journal Review (CJR) merupakan suatu hal yang penting bagi mahasiswa karena
mempermudah dalam membahas inti hasil penelitian yang telah ada. Terdapat beberapa hal
penting sebelum kita mereview jurnal, seperti menemukan jurnal yang sesuai dengan topik
yang diangkat, membaca keseluruhan dari isi jurnal dan mencoba untuk menuliskan kembali
dengan bahasa sendiri pengertian dari jurnal tersebut. Jurnal memiliki beberapa ciri-ciri,
seperti dibatasi sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh organisasi penerorganisasi yang
memuat jurnal ilmiah; memiliki judul dan nama penulis serta alamat email dan asal
organisasi penulis; terdapat abstract yang berisi ringkasan dari isi jurnal, introduction,
metodologi yang dipakai sebelumnya dan metodologi yang diusulkan, implementasi,
kesimpulan dan daftar pustaka.

Langkah penting dalam mereview sebuah jurnal, yaitu mengemukakan bagian pendahuluan,
mengemukakan bagian diskusi, mengemukakan bagian kesimpulan. Hal-hal yang perlu
ditampilkan dalam critical journal review, yaitu mengungkapkan beberapa landasan teori
yang digunakan oleh peneliti sebagai acuan dalam penelitiannya dan tujuan apa yang ingin
dicapai; mengungkapkan metode yang digunakan, subjek penelitian, teknik pengumpulan
data, alat pengumpul data, dan analisis data yang digunakan; mengambil hasil dari penelitian
yang telah dilakukan dengan memberikan deskripsi secara singkat, jelas, dan padat; serta
menyimpulkan isi dari jurnal.

B.Tujuan Penulisan CJR


-Memahami dan menganalisis kelebihan dan kekurangan dari suatu jurnal.
- Mempermudah dalam membahas inti hasil penelitian yang telah ada.
-Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam suatu jurnal.

C.Manfaat CJR
· Membantu semua kalangan dalam mengetahui inti dari hasil penelitian yang terdapat dalam
suatu jurnal.
·Menjadi bahan evaluasi dalam pembuatan suatu jurnal di penerbitan berikutnya.
BAB II
I. RINGKASAN JURNAL
A. Jurnal Pertama
Judul Jurnal : PEMBELAJARAN EFEKTIF DAN PRODUKTIF BERBASIS LITERASI:
Analisis Konteks, Prinsip, dan Wujud Alternatif Strategi Implementasinya di Sekolah
Penyusun : Suyono (Sastra Indonesia Fak. Sastra Universitas Negeri Malang)

RINGKASAN :
Ringkasan yang dapat saya ambil dari jurnal ini adalah literasi dapat dijadikan sebagai basis
pengembangan pembelajaran efektif dan produktif di sekolah. Konteks yang mendasarinya
adalah dengan literasi sebagai basis pengembangan pembelajaran efektif dan produktif
memungkinkan siswa banyak membaca dan terampil mencari dan mengolah informasi, serta
kemampuan siswa dalam membaca dan menulis juga berkembang. Selain itu, siswa terampil
menghubung-hubungkan antarmateri pelajaran, lancar mengembangkan gagasan, memahami
dan memecahkan masalah dan pada akhirnya dapat menguasai kompetensi pembelajaran
lebih baik.
Ditemukan delapan prinsip yang mendasari dijadikannya literasi sebagai basis pengembangan
pembelajaran efektif dan produktif di sekolah, yakni prinsip membangun akses bahan bacaan
yang beragam, mengondisikan munculnya beragam pandangan siswa terhadap setiap materi
pelajaran yang sedang dipelajari, membangun persemaian perilaku berliterasi, dan
membangun tempat pelayanan bagi siswa untuk menjadi pembaca-penulis yang kritis, kreatif,
cepat, dan efektif. Selain itu, juga didasari oleh prinsip mengondisikan percepatan gerakan
membaca-menulis lintas kurikulum, mengondisikan kemudahan dan ketuntasan pemecahan
kesulitan membacamenulis setiap saat, mengondisikan terwujudnya komunitas belajar yang
mendorong perilaku berliterasi, dan membangun terwujudnya interaksi yang intensif
antarsiswa dan siswa dengan sumber belajar. Wujud strategi pembelajaran efektif dan
produktif di sekolah yang ditemukan melalui kajian ini adalah membaca-menulis lintas
kurikulum dan pemberdayaan komunitas pembelajaran berbasis kegiatan ilmiah. Strategi
yang pertama mementingkan pemanfaatan membaca-menulis untuk mendalami substansi
mata pelajaran dan strategi yang kedua mementingkan kegiatan ilmiah sebagai basis untuk
mengembangkan komunitas pembelajaran di sekolah.Berdasarkan simpulan di atas
disarankan hal-hal berikut. Guru hendaknya terus berusaha keras untuk mewujudkan
pembelajaran berbasis literasi sesuai dengan tujuh konteks dan delapan prinsip yang telah
dikemukakan di atas agar pembelajaran di sekolah lebih efektif dan produktif. Membaca-
menulis lintas kurikulum dan pemberdayaan komunitas belajar berbasis kegiatan ilmiah
disarankan untuk dilaksanakan di sekolah. Peneliti lanjutan disarankan untuk
mengujicobakan dua strategi pembelajaran efektif dan produktif di sekolah dengan
memperhatikan konteks dan prinsip-prinsip yang mendasari dijadikannya literasi sebagai
basis pengembangan pembelajaran
B. Jurnal Kedua
Judul jurnal : PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK
TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP KIMIA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR
KRITIS
Penyusun : Ida Ayu Kade Sastrika, I Wayan Sadia, dan I Wayan Muderawan (Program
Studi Pendidikan IPA, Program Pascasarjana, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja-
Bali, Indonesia)
RINGKASAN :
Model pembelajaran berbasis proyek mampu memberikan nilai pemahaman konsep dan
keterampilan berpikir kritis yang lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran
konvensional. Pembelajaran berbasis proyek merupakan metode yang menggunakan belajar
kontekstual, dimana para siswa berperan aktif untuk memecahkan masalah, mengambil
keputusan, meneliti, mempresentasikan, dan membuat dokumen. Pembelajaran berbasis
proyek dirancang untuk digunakan pada permasalahan kompleks yang diperlukan siswa
dalam melakukan investigasi dan memahaminya. Pembelajaran berbasis proyek memiliki
kecocokan terhadap konsep inovasi pendidikan, terutama dalam hal sebagai berikut, pebelajar
memproleh pengetahuan dasar (basic sciences) yang berguna dalam memecahkan masalah,
pebelajar secara aktif dan mandiri dengan sajian materi terintegrasi dan relevan dengan
kenyataan sebenarnya, pebelajar mampu berpikir kritis dan mengembangkan inisiatif
Pembelajaran berbasis proyek memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja
berkelompok atau secara individual dan memberikan kesempatan untuk mengembangkan ide-
ide dan solusisolusi realistik, sehingga pembelajaran berpusat pada siswa bukannya berpusat
pada guru. Perubahan peran guru merupakan salah satu kunci dalam proses pembelajaran
inovatif, dimana perubahan guru dari sebagai sumber pengetahuan dengan seorang fasilitator
pembelajaran. Proses penyelidikan mendorong siswa untuk mengidentifikasi apa yang
mereka sudah tahu, sehingga mereka dapat mengidentifkasi kebutuhan belajar mereka
sendiri. Sifat eksplorasi dalam proses pembelajaran berbasis proyek penyelidikan
memungkinkan siswa untuk melihat ide-ide dalam cara yang berbeda dan mempromosikan
pemikiran kritis tentang masalah yang mereka hadapi. Model pembelajaran berbasis proyek
memberikan peluang kepada siswa secara bebas melakukan kegiatan untuk kegiatan
percobaan, mengkaji literatur di perpustakaan, melakukan browsing di internet, dan
berkolaborasi dengan pendidik. Oleh karena itu sumber belajar menjadi lebih terbuka dan
bervariasi, termasuk dalam mengeksplorasi lingkungan. Akibatnya, siswa akan belajar penuh
dengan kesungguhan karena termotivasi oleh keinginan untuk menjawab pertanyaan yang
telah diajukan
e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi IPA
(Volume 3 Tahun 2013)
sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna. Pembelajaran berbasis proyek
juga dapat membantu siswa dalam mengembangkan banyak kemampuan seperti kemampuan
fisik, intelektual, sosial, emosional, dan moral yang merupakan kemampuan siswa yang perlu
dikembangkan. Terutama dalam hal ini kemampuan berpikir kritis siswa akan terlatih jika
digunakan model pembelajaran berbasis proyek dalam pembelajaran. Hal ini sejalan dengan
penelitian Yesildere & Turnuklu (2006) yang menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis
proyek dapat menuntun seseorang untuk berlatih dan memahami berpikir kompleks dan
mengetahui bagaimana mengintegrasikannya dalam bentuk keterampilan yang sering
dikaitkan dengan kehidupan nyata, mampu memanfaatkan pencarian berbagai sumber,
berpikir kritis, dan mempunyai keterampilan pemecahan masalah dengan baik, akan mampu
melengkapi proyek mereka. Penugasan-penugasan pada pembelajaran berbasis proyek akan
merangsang seluruh indra siswa untuk mengerjakan tugas-tugas ataupun permasalahan-
permasalahan yang diberikan oleh pengajar, sehingga siswa akan terbiasa aktif dan kreatif
dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Dengan demikian, model pembelajaran
berbasis proyek memberikan hasil pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa
yang lebih baik daripada model pembelajaran konvensionalBerdasarkan hasil pengujian
hipotesis dan hasil pembahasan, dapat ditarik suatu simpulan sebagai berikut. (1) Terdapat
perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa antara siswa yang
mengikuti pembelajaran berbasis proyek dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran
konvensional. (2) Terdapat perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti
pembelajaran berbasis proyek dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran
konvensional. (3) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang
mengikuti pembelajaran berbasis proyek dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran
konvensional
C. Jurnal Ketiga
Judul Jurnal : PENGARUH PENDEKATAN MULTIPLE INTELLIGENCES
MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP SIKAP DAN HASIL
BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI I TELLU LIMPOE
Penyusun : Safitri1, H. Bancong, H. Husain (Jurusan Pendidikan Kimia, Universitas
Negeri Makassar. Prodi Pendidikan Fisika, Pascasarjana, Universitas Negeri Makassar)
RINGKASAN :
Hasil identifikasi kecerdasan peserta didik pada kelas eksperimen menunjukkan terdapat
empat kecenderungan kecerdasan yang dimiliki peserta didik, yaitu kecerdasan logis –
matematis, verbal – linguistic, intrapersonal dan interpersonal. Kecerdasan yang
teridentifikasi akan dihadirkan dalam aktifitas pembelajaran. Artinya, aktifitas pembelajaran
disesuaikan dengan kecerdasan peserta didik yang terdapat pada kelas eksperiman. Berbeda
halnya dengan kelas kontrol, aktifitas pembelajaran peserta didik tidak disesuaikan dengan
kecerdasan mereka. Pada kelas kontrol aktifitas pembelajaran seperti halnya pada model
pembelajaran langsung pada umumnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Multiple Intelligences berpengaruh
terhadap sikap peserta didik. Hal ini disebabkan kapeserta didik. Hal ini disebabkan ka. Hal
ini disebabkan karena pendekatan pembelajaran yang didasarkan pada teori Multiple
Intelligences dapat memberikan suasana yang menyenangkan sehingga peserta didik tidak
merasa jenuh dan bosan. Hasil obser tidak merasa jenuh dan bosan. Hasil obserHasil obser
observasi aktivitas pembelajaran yang dilakukan observer menunjukkan rata-rata keaktifan
siswa sela menunjukkan rata-rata keaktifan siswa selamenunjukkan rata-rata keaktifan siswa
selama proses pembelajaran pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.
Pelibatan kecerdasan peserta didik selama proses pembelajaran membuat peserta didik
antusias untuk belajar sehingga memudahkan mereka memahami materi yang diajarkan. Hal
ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sugiharti (2005) yang menyatakan bahwa
penerapan teori multiple intelligence dapat meningkatkan aktivitas dan rasa senang para
peserta didik terhadap mata pelajaran. Menurutnya, hal ini disebabkan karena diterapkannya
cara-cara yang menarik dan sangatmenyenangkan sesuai dengan kecerdasan yang dimiliki
peserta didik.Hasil penelitian yang lain dilakukan oleh Sartika (2010) memberikan
kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang didasarkan
pada keragaman kecerdasan (Multiple Intelligences) dapat meningkatkan keaktifan peserta
didik dalam pembelajaran sehingga hasil belajarnyamenjadi lebih baik. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa ketika peserta didik menerima materi, keaktietika peserta didik
menerima materi, keaktipeserta didik menerima materi, keakti menerima materi, keaktifan
peserta didik meningkat yang menunjukkan respon peserta didik yang positif terhadap mata
pelajaran Kimia.Pendekatan Multiple Intelligences ini dapat membantu peserta didik merasa
lebih percaya diri dan tidak merasa tersisihkan oleh teman-temannya yang dianggap cerdas di
kelas. Teori Multiple Intelligences menyatakan bahwa tidak ada peserta didik yang bodoh
tapi yang ada adalah peserta didik yang menonjol pada satu atau lebih kecerdasan tertentu.
Artinya, dengan mengajar peserta didikyang disesuaikan dengan dominan kecerdasan di
kelas, maka peserta didik akan termotivasi untuk belajar, lebih aktif, dan mampu menerima
dan mengelolah informasi yang diperoleh. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta didik
bertanya, mengemukakan pendapat, bekerja sama dengan temannya, dan menyelesaikan soal-
soal latihan yang diberikan dengan benar. Sehinggadiperoleh hasil belajar Kimiapeserta didik
menjadi lebih baik setelah diajar dengan pendekatan Multiple Intelligences melalui model
pembelajaran langsung. Jika dilihat hubungan antara sikap peserta didik dan hasil belajar
kimia diperoleh bahwa ter diperoleh bahwa terdiperoleh bahwa terdapat hubungan yang
cukup berarti. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sikap peserta didik pada kelas
eksperimen positif dan hasil belajarnya juga lebih baik. Hal ini berarti bahwa jika peserta
didik memiliki sikap positif maka maka hasil belajarnya akan lebih baik.
BAB III
KRITIKAN
A. Kritikan Jurnal Pertama
1. Bagian pendahuluan yang disajikan dalam jurnal sangat baik, karena menjelaskan
secara lengkap mulai dari pengertian belajar efektif dan produktif sampai pada pengertian
literasi. Ide-ide yang disajikan cukup sama dan mendukung dengan kenyataan yang ada saat
ini.
2. Metode yang digunakan adalah metode kajian pustaka. Saya kurang tau bagaimana
penelitian ini karena baru saya tau, namun berdasarkan pembahasan yang disajikan, metode
ini adalah metode yang berdasarkan penelaahan terhadap bahan-bahan pustaka yang
berkaitan dengan pembahasan. Namun didalam metode ini tidak disajikan secara langsung
apa-apa saja kajian pustaka yang dipakai. Sebaiknya langsung disajikan agar pembaca lebih
tau dan lebih memahaminya
3. Hasil dari penelitian ini cukup bagus karena dibagi dalam 3 bagian, yang mana setiap
bagian dijelaskan secara lengkap. Namun kelemahan Jurnal ini adalah tidak menyajikan nama
sekolah yang diteliti. Pembahasannya lebih kepada pembahasan umum, seharusnya penelitian
ini dilakukan di sebuah sekolah agar menerapannya semakin mendukung data
4. Kajian pustaka yang dipakai cukup banyak baik itu buku yang berbahasa Inggris, buku
yang berbahasa Indonesia dan juga alamat Link yang mendukung pembahasan
5. Simpulan yang disajikan cukup relevan dengan isi jurnal. Namun saran yang diuat lebih
mengacu pada guru. Seharusnya mengacu pada guru dan peserta didik, karena kalau kedua
pihak tersebut bekerja sama, maka akan menghasilkan proses belajar yang lebih efektif dan
produktif.
B. Kritikan Jurnal Kedua
1. Pendahuluan yang disajika lebih kepada berpikir kritis dalam bidang kimia. Dikatakan
dalam pendahuluan jurnal ini “Dalam proses pembelajaran kimia membutuhkan keterampilan
berpikir kritis untuk menganalisis gejala-gejala maupun fenomena-fenomena yang muncul”.
Memang betul kalimat tersebut, tetapi harus kita akui dalam kehidupan kita sehari-hari bahwa
berpikir kritis juga diperlukan dalam semua aktivitas kita tanpa terkecuali
2. Metode Penelitian yang dipakai adalah eksperimen. Pemakaian metode ini sangatlah
cocok dengan judul jurnal ini karena membahas mengenai berpikir kritis dalam pembelajaran
kimia. Karena dalam pembelajaran kimia memerlukan banyak eksperimen agar data yang ada
bisa dibuktikan kebenarannya
3. Hasil yang disajikan cukup lengkap karena terdapat banyak perbedaan berpikir kritis
siswa yang belajar dengan menggunakan proyek dan juga belajar secara konvensional. Jika
belajar dengan proyek, kemampuan berpikir kritis mereka semakin tampak dan semakin
meningkat. Pembahasan yang disajikan dilengkapi dengan data yang mendukung
4. Kajian pustaka yang dipakai cukup lengkap dan memuat semua informasi yang
dibutuhkan untuk melengkapi pembahasan
5. Simpulan yang disajikan terbilang masih sedikit dan kurang lengkap. Saran yang
diajukan cukup baik dan jelas
6. Namun yang menjadi kelemahan jurnal ini sama seperti jurnal sebelumnya, penelitian
yang dilakukan tidak disebuah sekolah karena di jurnal ini tidak ada terlihat dicantumkan
nama sekolah yang diteliti
C. Kritikan Jurnal Ketiga
1. Jurnal ini cuku bagus karena abstrak yang disajikan dibuat dalam bahasa Indonesia dan
bahasa Inggris agar pembaca yang tidak mengetahui bahasa Inggris dapat membaca abstrak
dalam bahasa Indonesianya
2. Pendahuluan yang disajikan cukup baik karena sesuai dengan kenyataan dan langsung
dikaitkan dengan suasana sekolah yang akan diteliti
3. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen sama seperti jurnal kedua
tadi. Penggunaan metode ini cocok karena jurnal ini juga membahas mengenai sikap terhadap
pembelajaran kimia.
4. Pembahasan yang disajikan sudah cukup lengkap karena disertai dengan hasil uji dan
juga menunjukkan grafik persetujuan siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol
5. Kajian pustaka yang dipakai ada beberapa, namun semua bukunya sepertinya buku
bahasa Inggris. Sebaiknya buku yang berbahasa Indonesia juga dipakai agar menambah
pembahasan.
BAB IV
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan ketiga jurnal yang saya baca diatas, semuanya mengarah kepada bagaimana agar
pembelajaran itu semakin membaik. Semua cara dilakukan agar proses pembelajaran semakin
membaik serta efektif juga produktif agar kesuksesan pembelajaran dicapai. Pada jurnal
pertama disajika bagaimana agar belajar efektif dan produktif menggunakan literasi yang
memang sangat mendukung proses pembelajaran itu sendiri. Jurnal kedua menyajikan
bagaimana pengaruh pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar kimia yang hasilnya
juga cukup baik, yang artinya pembelajaran berbasis proyek ini sangat mendukung proses
berpikir kritis anak didik. Jurnal ketiga menyajikan Pengaruh Pendekatan Multiple
Intelligences Melalui Model Pembelajaran Langsung Terhadap Sikap Dan Hasil Belajar
Kimia. Dan hasilnya juga cukup baik dan sangat membantu.
Dapat saya simpulkan, bahwa jika suatu proses pembelajaran didukung oleh berbagai hal
yang menunjang kegiatan belajar itu sendiri, maka proses pembelajaran itu akan berjalan
sukses.