Anda di halaman 1dari 25

Gangguan Tulang Karena Kebiasaan Posisi

Tubuh Yang Salah


Skoliosis
Skoliosis adalah kondisi melengkungnya tulang belakang ke samping secara tidak
normal. Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak- anak sebelum masa pubertas
dengan kisaran usia 10 hingga 15 tahun.

Penyebab penyakit skoliosis, yaitu:

a. Cerebral palsy
Suatu kondisi yang mempengaruhi otak dan saraf dan terjadi selama atau
segera segera setelah lahir.
b. Distrofi otot
Suatu kondisi genetik yang menyebabkan kelemahan otot.
c. Neurofibromatosis
Suatu kondisi genetik yang menyebabkan tumor jinak tumbuh sepanjang saraf.
d. Cedera
Cedera tulang belakang atau infeksi.

Cara penanggulangan sederhana penyakit skoliosis, yaitu:


a. Melakukan metode akupuntur
b. Aromaterapi
c. Menghambat pertumbuhan bakteri
d. Komsumsi suplemen selenium
e. Melakukan fleksibilitas punggung
f. Melakukan stretching thoraxal
g. Latihan punggung
h. Menghindari kebiasaan melipat satu kaki
i. Komsumsi kalsium
j. Renang

Lordosis
Lordosisi adalah gangguan tulang belakang pada punggung bawah yang memiliki
kelengkungan berlebihan, tulang melengkung ke belakang secara berlebihan
sehingga seolah- olah tulang tertarik ke depan. Kondisi ini kebalikan dari “kifosis
(bungkuk).

Penyebab penyakit lordosis, yaitu:

a.Kondisi tubuh

Kondisi tubuh dari seseorang yang sejak anak-anak hingga orang dewasa bisa
menjadi salah satunya penyebab penyakit lordosis karena, bisa menjadi bawaan
hal yang buruk dari tulang belakangnya. Dengan begitu, jika individu tersebut
melakukan aktivitas dengan kesalahan kesalahannya akan dapat memperparah
penyakit pada pungggungnya yakni lordosis. Aktivitas aktivitas tersebut seperti
duduk sembarangan yang dapat merusak tulang punggung.

b. Berat badan yang berlebih

Salah satu penyebab terjadinya penyakit lordosis pada tulang punggung yakni
berat badan pada seseorang yang berlebih (obesitas). Hal tersebut akan menjadi
penyebab terjadinya lordois karena badan yang ada pada individu tersebut tidak
mampu menopang berat badan yang ada pada individu tersebut. Kondisi ini akan
membuat tulang pada punggungnya menjadi terbebani dan masuk ke dalam
punggung individu tersebut.

c. Serangan osteoporosis

Ketika saat tua, seseorang akan sangat mudah mengalami penyakit lordosis
tersebut. Seperti yang telah terjadi saat ini, banyak orang tua yang berjalan
dengan membungkuk. Hal ini di sebabkan badan yang sudah tidak kuat lagi dari
orang lansia menjadi beban yang sangat berat dan sudah mulai rapuh. Sehingga
tulang pungung mereka akan rawan sekali terkena penyakit lordosis tersebut.

Cara penanggulangan penyakit lordosis, yaitu:

a .Obat

untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak.

b. Terapi fisik

(untuk membantu membangun kekuatan otot) .

c. Yoga

(untuk meningkatkan kesadaran tubuh, kekuatan, fleksibilitas, dan berbagai


gerakan).

d.Menurunkan berat badan


untuk mengurangi beban tulang belakang Penyokong (pada anak-anak dan
remaja) .
e. Operasi
(pada kasus berat).

Kifosis
Kifosis adalah kelainan tulang belakang yang melengkung ke depan atau
cembung ke belakang secara berlebihan sehingga seseorang yang mengalaminya
akan menjadi bungkuk.

Penyebab penyakit kifosis, yaitu:


a. Osteoporosis
Penyakit tulang yang memiliki sifat- sifat khusus berupa massa tulang yang
rendah, di sertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang
yang akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang dan berisiko menyebabkan kifosis.
b. Connective tissue disordes
Seperti sindrom Marfan, yang mungkin mempengaruhi kemampuan jaringan
ikat untuk menahan sendi pada posisi yang benar.
c. Degenerative arthritis of the spine
Yang dapat menyebabkan kerusakan pada tulang dan disk tulang belakang.
d. Ankylosing spondylitis
Sebuah inflammatory arthritis yang mempengaruhi tulang belakang dan
sekitar sendi.

e. Tuberkolosis
Infeksi tulang belakang lain yang dapat menyebabkan kerusakan sendi.
f. Kanker atau tumor jinak
Pada tulang belakang sehingga memaksa keluar dari posisi.
g. Cacat lahir
Pada bagian tulang belakang tidak sepenuhnya.
h. Polio
Menyebabkan tulang belakang menegang dan berakhir pada kelumpuhan.

Cara penanggulangan penyakit kifosis, yaitu:

a.Pengobatan kifosis tergantung pada penyebab, kondisi, tanda, dan gejala yang
muncul. Salah satu pilihan pengobatan adalah dengan latihan untuk
memperkuat otot punggung. Atau untuk kondisi kifosis yang cukup parah maka
dapat juga dikoreksi dengan operasi.

b.Pengobatan kifosis bawaan umumnya dilakukan pada saat penderita masih


balita. Hal ini karena kifosis disebabkan oleh adanya kelainan pada tulang
belakang saat bayi masih dalam janin ibu. Pembedahan sebaiknya dilakukan
seawal mungkin untuk membantu mencegah kondisi kifosis bertambah parah.

c.Terapi osteoporosis diperlukan untuk mencegah terjadinya fraktur di kemudian


hari pada kasus kifosis yang disebabkan oleh osteoporosis. Terapi lain seperti
olahraga, pengaturan pola makan dan asupan nutrisi dengan mengkonsumsi
susu berkalsium tinggi dua kali sehari atau sesuai dengan jumlah harian yang
direkomendasikan setiap hari juga dapat memperlambat atau menghentikan
progresifitas osteoporosis. Namun untuk kasus kifosis yang parah, pembedahan
merupakan pilihan terapi.
Gangguan Tulang Karena Penyakit

Polio
Polio (disebut juga poliomyelitis) adalah penyakit menular yang disebabkan virus
polio. Virus ini menyerang sistem saraf pusat, menyebabkan nyeri atau merusak
saraf motorik, sehingga menyebabkan kelumpuhan otot (ketidakmampuan untuk
menggerakan tungkai atau bagian tubuh lain).
Penyebab penyakit polio, yaitu:
a. Sistem sanitasi yang buruk
b. Berkunjung ke wilayah dimana polio masih beredar
c. Daya tahan tubuh menurun
d. Tidak melakukan vaksinasi
e. Serumah dengan penderita polio
f. Pasca operasi “Amandel”
g. Luka pada mulut, hidung, dan tenggorokan
h. Gizi buruk dan defisiensi protein
i. Stres
j. Kontak melalui feses

Cara penanggulangan penyakit polio, yaitu:


a. Cuci tangan sebelum memulai aktivitas (makan dan minum)
b. Fisioterapi
c. Olahraga atau latihan yang berada pada level ringan
d. Istrirahat total

Layuh Semuh
Layuh semuh adalah jenis penyakit tulang yang memiliki kerusakan pada
cakraefisien yang di akibtkan dari infeksi sifilis yang terjadi saat anak masih dalam
kandungan.

Penyebab penyakit layuh semu, yaitu:


Pada dasarnya, penyebab dari penyakit yang satu ini adalah akibat dari rusaknya
akraepifisis tulang anggota gerak. Sehingga, seseorang yang mengalami penaykit
tersebut, jika tidak segera ditangai, maka bisa terjadi kelumpuhan.

Rakhitis
Rakitis adalah penyakit pertumbuhan tulang pada anak yang umumnya
disebabkan oleh kekurangan vitamin D dan kalsium. Gejala utama penderita rakitis
adalah pelunakan atau pelemahan tulang. Tulang yang rapuh ini
menyebabkanpenderita rakitis menjadi lebih rentan mengalami patah tulang.
Penyebab penyakit rakhitis, yaitu:
Penyebab utama dari rakitis adalah kekurangan vitamin D. Vitamin D diperlukan
untuk penyerapan kalsium dari usus. Sinar Matahari, sinar ultraviolet terutama,
memungkinkan sel-sel kulit manusia mengkonversi vitamin D dari inaktif ke keadaan
aktif. Dengan tidak adanya vitamin D, kalsium tidak benar diserap, mengakibatkan
hipokalsemia, menyebabkan cacat tulang dan gigi dan gejala neuromuskuler,
misalnya hyperexcitability. Makanan yang mengandung vitamin D termasuk
mentega, telur, minyak hati ikan, margarin, susu dan jus, dan ikan berminyak seperti
tuna, ikan herring, dan salmon. Suatu bentuk yang jarang dominan terkait-X ada
yang disebut rakitis Vitamin D tahan. Selain faktor asupan makanan, kekurangan
kalsium dan vitamin D juga bisa terjadi karena:
a. Jarang terpapar sinar matahari
b.Menderita penyakit usus, hati, atau ginjal yang menghambat penyerapan mineral
dan vitamin
c. Cacat genetika yang berdampak kepada kinerja ginjal yang menghambat
penyerapan kalsium fosfat dalam tulang dan darah.
d.Kelahiran prematur
e. Mendapat asupan ASI dari ibu yang jarang terpapar sinar matahari dan
kekurangan vitamin D.
f. Efek samping obat- obatan antikejang yang dapat mengganggu kemampuan tubuh
dalam mengelola vitamin D.
Cara penanggulangan penyakit rakhitis, yaitu:
a. Memperbanyak komsumsi makanan atau minuman yang kaya akan kedua zat
tersebut.
b.Menjemurkan mereka dibawah sinar matahari secara rutin, yaitu sekitar 10- 15
menit setiap hari.
c. Mengomsumsi suplemen vitamin D dan kalsium jika asupan makanan kurang.
Kaku Sendi
Kaku sendi adalah rasa sakit pada bagian tubuh yang menghubungkan tulang
dengan tulang, menyebabkan pergerakan dan kualitas hidup Anda menjadi
terganggu. Nyeri sendi bisa berlangsung singkat atau lama. Tingkat keparahan rasa
sakitnya juga bervariasi, mulai dari ringan, menengah, hingga parah.

Penyebab penyakit kaku sendi,yaitu:

a. Chondromalacia patellae atau kerusakan tulang rawan di belakang tempurung


lutut.

b. Haemarthrosis atau pendarahan di dalam ruang sendi akibat retak lutut atau
ligamen robek. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang dalam pengobatan
warfarin (obat golongan antikoagulan).

c. Penyakit asam urat (gout). Kondisi yang dapat menyebabkan rasa sakit
berulang (kambuh), serta panas dan kemerahan pada kulit di sekitar sendi yang
mengalami inflamasi ini disebabkan oleh kristal-kristal tajam dari penumpukan
zat asam urat. Jempol kaki adalah sendi yang biasanya terkena pertama kali.
Selanjutnya, sendi-sendi lain juga dapat mengalaminya.
d. Pseudogout. Kondisi ini hampir mirip penyakit asam urat, namun kristal-kristal
tajam yang Traumatic synovitis atau peradangan pada jaringan yang melapisi
sendi dan tendon.

e. Penyakit Osgood-Schlatter. Kondisi ini ditandai dengan gejala nyeri dan


bengkak pada benjolan tulang yang terletak tepat di bawah tempurung lutut.

f. Patah tulang.

g. Septic arthritis.

h. Dislokasi sendi yang terjadi secara berulang.

i. Kanker.

j. Infeksi.

k. Penyakit hemofilia.

l. Avascular necrosis. Kondisi yang ditandai dengan gejala kerusakan tulang akibat
kurangnya pasokan darah.

Sedangkan macam-macam penyebab terjadinya nyeri di beberapa sendi tubuh


adalah:

a.Osteoarthritis atau pembengkakan jaringan di dalam dan sekitar sendi akibat


kerusakan permukaan pelindung tulang. Cedera serius pada sendi, obesitas,
dan faktor usia adalah hal-hal yang meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

b.Psoriatic arthritis. Kondisi yang menyebabkan gejala nyeri, kaku, bengkak, dan
inflamasi pada sendi ini biasanya dialami oleh satu dari lima orang penderita
psoriasis.

c.Rheumatoid arthritis. Gejala sakit pada kondisi ini kerap hilang dan timbul
secara silih berganti dan menyebabkan penderitanya lelah. Bagian sendi yang
mengalami inflamasi biasanya sendi jari-jari tangan, pergelangan tangan dan
pergelangan kaki.

d.Penyakit-penyakit yang bisa menyerang jaringan ikat, misalnya scleroderma


dan lupus.
e.Infeksi virus yang dapat menyebabkan radang sendi, misalnya rubella dan
hepatitis.

f.Arthritis yang tergolong langka, misalnya reactive arthritis, juvenile arthritis, dan
anklyosing spondylitis.

h.Efek samping obat-obatan, misalnya hydralazine, isoniazid, dan


steroidterbentuk berasal dari penumpukan kalsium di sekitar sendi. Sama
halnya dengan gout, pada awalnya kondisi ini biasanya mengenai jempol kaki.

Cara penanggulangan penyakit kaku sendi, yaitu:

a .Beristirahat dengan cukup.

b. Mengompres bagian sendi yang sakit dengan kantong es selama 15-20 menit.

c.Mengonsumsi obat-obatan antiinflamasi yang dijual bebas di apotek, seperti


naproxen sodium atau ibuprofen.

Untuk mencegah rasa sakit bertambah parah, hindarilah aktivitas fisik atau
gerakan-gerakan yang melibatkan sendi-sendi yang sedang meradang.

Apabila sakit tidak kunjung reda meskipun sudah melakukan langkah-langkah


perawatan sendiri (termasuk mengonsumsi obat antiinflamasi), timbul bengkak
berwarna kemerahan, serta muncul sensasi hangat di bagian sendi yang
meradang, Anda dianjurkan untuk menemui dokter.

Terlebih lagi jika Anda mengalami nyeri sendi yang disebabkan oleh cedera
sehingga timbul bengkak secara tiba-tiba, perubahan posisi sendi, rasa sakit yang
tidak tertahankan, serta membuat Anda sulit menggerakkan sendi, maka Anda
diharuskan untuk segera menemui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih
lanjut.

Kanker Tulang
Kanker tulang adalah jenis kanker yang menyerang tulang. Penyakit ini dapat
diidap oleh anak-anak hingga orang dewasa.Kanker tulang terbagi menjadi dua,
yaitu kanker tulang primer dan sekunder. Dinamakan kanker tulang primer
bilamana kanker tersebut muncul dan berkembang langsung di dalam tulang.
Sedangkan kanker tulang sekunder adalah kanker yang berasal dari bagian tubuh
lain yang menyebar ke tulang-tulang.

Penyebab penyakit kanker tulang, yaitu:

a.Paparan radiasi tinggi dari suatu pengobatan yang pernah dialami penderita,
misalnya radioterapi.

b.Pernah memiliki riwayat suatu jenis kanker mata yang disebut retinoblastoma
saat kecil.

c.Menderita sindroma Li-Fraumeni, sebuah kondisi genetika yang langka.

d.Menderita penyakit Paget, yaitu suatu kondisi yang dapat menyebabkan


melemahnya tulang.

e.Menderita penyakit hernia umbilitikus sejak lahir.

Cara penanggulangan penyakit kanker tulang, yaitu:


a.Operasi pengangkatan tulang. Prosedur ini biasanya dilakukan jika kanker
belum menyebar keluar tulang. Bagian tulang atau sendi yang terinfeksi kanker
umumnya masih bisa direkonstruksi atau diganti dengan tulang atau sendi
buatan walau tidak jarang juga langkah amputasi harus tetap dilakukan. Operasi
pengangkatan ini juga masih bisa diterapkan jika kanker baru menyebar ke
jaringan-jaringan di sekitar tulang, misalnya pada sendi lutut.

b.Amputasi. Amputasi biasanya dilakukan jika kanker tidak berhasil ditangani


dengan operasi pengangkatan tulang atau jika kanker tulang telah menyebar,
misalnya menuju saraf, pembuluh darah, serta kulit. Amputasi mungkin juga
diperlukan jika terjadi infeksi pascaoperasi pengangkatan tulang. Penderita yang
harus melalui prosedur amputasi akan menggunakan tungkai buatan untuk
menggantikan tungkai yang diangkat. Penderita akan melalui tahap rehabilitasi
untuk mengembalikan fungsi organ pada anggota tubuh yang diangkat melalui
berbagai jenis terapi, salah satunya adalah fisioterapi.

Osteoporosis
Osteoporosis adalah kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun. Kondisi
ini membuat tulang menjadi keropos dan rentan retak.Osteoporosis umumnya
baru diketahui setelah ditemukan retak pada tulang, setelah pasien mengalami
jatuh ringan. Retak pada pergelangan tangan, tulang pinggul, dan tulang belakang
adalah kasus yang paling banyak ditemui pada penderita osteoporosis.

Penyebab penyakit osteoporosis, yaitu:

a.Adanya riwayat penyakit anggota keluarga yang mengidap osteoporosis

b.Sering mengonsumsi minuman keras dan merokok

c.Penyakit yang menyerang kelenjar penghasil hormon, seperti kelenjar tiroid


yang terlalu aktif (hipertiroidisme)

d.Malabsorpsi (ketidakmampuan usus untuk menyerap nutrisi dari makanan)

e.Pemakaian obat-obatan dalam jangka panjang yang memengaruhi kekuatan


tulang atau kadar hormon, seperti konsumsi prednisolon berkepanjangan.

f.Kondisi-kondisi yang diakibatkan oleh peradangan pada organ tubuh, seperti


rheumatoid arthritis, penyakit paru obstruktif kronis/COPD (chronic obstructive
pulmonary disease), dan penyakit Crohn.

cara penanggulangan penyakit osteoporosis, yaitu:


a. Mengomsumsi makanan dan minuman bergizi
b. Mengomsumsi susu dan produk olahan susu
c. Mengomsumsi sayuran
d. d.Mengomsumsi kurma
e. Mengomsumsi makanan yang mengandung vitamin D

TBC Tulang
TBC atau tuberkulosis (TB) tulang belakang dikenal juga dengan nama penyakit
Pott, yaitu tuberkulosis yang terjadi di luar paru-paru, di mana menjangkiti tulang
belakang. Penyakit ini umumnya menginfeksi tulang belakang pada area toraks
(dada belakang) bagian bawah dan vertebra lumbalis (pinggang belakang) atas.

Penyebab penyakit TBC Tulang, yaitu:

a.Faktor sosial ekonomi yang rendah atau buruk, turut memengaruhi standar
kualitas hidup, misalnya orang-orang yang tinggal di area yang kumuh dan
padat.

b.Tinggal di area yang memiliki tingkat kasus tuberkulosis tinggi atau endemik.

c.Orang yang kekurangan nutrisi.

d.Orang-orang kelompok lanjut usia.

e.Terinfeksi HIV yang mengakibatkan rendahnya sistem kekebalan tubuh.

f.Orang dengan sistem kekebalan tubuh menurun lainnya, misalnya pengidap


kanker, penyakit ginjal stadium lanjut, dan diabetes.
g.Pecandu minuman keras atau pengguna obat-obatan terlarang.

cara penanggulangan penyakit TBC Tulang, yaitu:

Sedikit berbeda dengan kondisi tuberkulosis, pengobatan TBC tulang belakang


berkemungkinan memerlukan tindakan operasi sebagai bentuk perawatan
tambahan selain antibitiotik yang diberikan untuk mengobati tuberkulosis.
Penderita TBC tulang belakang juga mungkin disarankan untuk tidak
menggerakkan tulang belakangnya hingga suatu periode tertentu. Hal ini
dilakukan dengan mengenakan bebat atau alat khusus untuk waktu yang lama.
Selain itu, serangkaian terapi fisik akan disarankan untuk diikuti demi mengurangi
nyeri serta melatih kekuatan dan fleksibilitas tulang.

Pada pengobatan TBC tulang belakang, pemberian antibiotik tetap dilakukan


hingga periode pengobatan yang telah ditentukan dan harus dihabiskan. Beberapa
jenis antibiotik yang umumnya digunakan, antara lain rifampicin dan ethambutol.
Efek samping yang mungkin timbul dari obat-obatan ini, antara lain sakit kuning,
demam, ruam, gatal-gatal, menurunnya nafsu makan, dan urine berwarna gelap.
Obat pereda rasa sakit mungkin diresepkan oleh dokter juga. Terapi pengobatan
TBC tulang belakang dapat berlangsung hingga lebih dari enam bulan, tergantung
kepada tingkat keparahan dan kondisi fisik pasien.

Walau masa penyembuhan dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga


bertahun-tahun, TBC tulang belakang tetap dapat disembuhkan selama segera
bisa dideteksi dan ditangani dengan benar. Tujuan lain dari penanganan cepat ini
adalah untuk mengurangi risiko pasien terkena komplikasi, berupa berbagai jenis
kelainan atau cacat pada tulang belakang hingga mengalami kelumpuhan.

Osteomalasia
Secara harfiah, osteomalacia berarti “tulang lunak”. Pada osteomalacia, proses
mineralisasi tulang mengalami gangguan, sehingga tulang tidak dapat mengeras
dan menjadi rentan bengkok atau bahkan patah. Kondisi ini umumnya disebabkan
oleh kekurangan (defisiensi) vitamin D.Meskipun sama-sama dapat menyebabkan
patah tulang, osteolamacia berbeda dengan osteoporosis. Osteomalacia terjadi
akibat tidak sempurnanya proses perkembangan tulang sehingga tulang tidak
mengeras, sedangkan osteoporosis adalah pengeroposan tulang yang sudah jadi.

Penyebab penyakit osteomalasia, yaitu:

a.Defisiensi Vitamin D. Sinar matahari akan memicu produksi vitamin D pada kulit
manusia. Seseorang yang jarang terkena sinar matahari atau yang mengenakan
tabir surya secara berlebihan akan kekurangan vitamin D dan berisiko
menderita osteomalacia.

b.Efek samping penggunaan obat-obatan. Contohnya adalah fenobarbital dan


fenitoin yang merupakan kelompok obat antikejang.

c.Gangguan fungsi ginjal atau hati. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan
berkurangnya kemampuan tubuh dalam menyerap vitamin D.

d.Penyakit celiac. Orang yang menderita penyakit ini akan mengalami kerusakan
pada lapisan usus halusnya sehingga tidak mampu menyerap nutrisi dari
makanan. Penyakit celiac merupakan kondisi autoimun yang biasanya
disebabkan oleh konsumsi makanan yang mengandung gluten.
e.Operasi gastrektomi. Proses penyerapan vitamin D dan mineral lainnya di usus
berisiko terganggu pada orang yang menjalani operasi gastrektomi (prosedur
bedah untuk mengangkat sebagian atau seluruh lambung).

Cara penanggulangan penyakit osteomalasia, yaitu:

a.Asupan suplemen vitamin D. Umumnya penderita osteomalacia akan


dianjurkan mengonsumsi suplemen vitamin D oleh dokter selama beberapa
minggu hingga beberapa bulan.

b.Pengaturan pola makan. Dokter akan menyarankan penderita untuk lebih


banyak mengonsumsi makan yang kaya akan kandungan vitamin D dan fosfat.

c.Penyerapan vitamin D dari sinar matahari. Penderita biasanya akan diminta


untuk lebih sering menjemur badan di bawah sinar matahari. Namun pastikan
untuk menggunakan tabir surya secukupnya sebelum berjemur.

d.Asupan suplemen kalsium atau fosfor. Jika kadar kalsium atau fosfor di dalam
tubuh penderita rendah, maka dokter dapat meresepkan salah satu dari kedua
suplemen mineral tersebut.

Artritis

Arthritis adalah penyakit bersifat kronis dan terjadi seumur hidup dan
biasanya menyerang pria dan wanita yang berusia di atas 55 tahun. Pasien
dengan arthritis menderita pembengkakan dan kekakuan pada sendi sehingga
menyebabkan gerakan tubuh menjadi sulit dan menyakitkan. Jika dibiarkan
tanpa dirawat atau ditangani, penyakit ini biasanya akan menyebabkan
kerusakan jaringan.

Penyebab penyakit artritis, yaitu:

a.turunan genetik atau sejarah keluarga

b.cedera lama

c.reaksi alergi atau infeksi

d.pekerjaan dengan banyak tekanan pada fisik, seperti pekerjaan dengan gerakan
berat dan berulang dengan tekanan pada sendi.

e.Kegemukan (berat badan berlebih dapat memberikan tegangan berlebih pada


sendi)

f.Penyakit otoimun yaitu ketika tubuh sepertinya menyerang dirinya sendiri

Cara penanggulangan penyakit artritis, yaitu:

a.Aspirin untuk mengendalikan rasa sakit dan gejala-gejalanya


b.Terapi panas untuk mengurangi pembengkakan

c.Istirahat yang cukup untuk memberikan kesempatan pada sendi untuk sembuh

d.Olahraga yang tepat

e.Terapi kerja dan fisik

f.Kebiasaan makan yang sehat

g.Pengurangan berat badan

Mikrosefalus

Mikrosefali adalah gangguan sistem saraf langka yang menyebabkan kepala


bayi menjadi kecil dan tidak sepenuhnya berkembang. Otak anak berhenti tumbuh
sebagaimana mestinya. Hal ini dapat terjadi saat bayi masih dalam kandungan ibu
atau dalam beberapa tahun pertama kelahiran.

Penyebab penyakit mikrosefalus, yaitu:


a.infeksi virus, termasuk rubella (campak Jerman), cacar, dan mungkin Zika, yang
disebarkan oleh nyamuk

b.Infeksi Parasit, seperti toksoplasmosis atau sitomegalovirus

c.Bahan kimia toksik seperti timbal

d.Tidak mendapatkan makanan atau nutrisi yang cukup(gizi buruk)

e.Alkohol

f.Obat-obatan

Mikrosefali akuisita juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain, termasuk:

a.Perdarahan atau penyumbatan pembuluh darah otak pada bayi baru lahir

b.Cedera pada otak setelah lahir

c.Cacat medulla spinaslis atau otak

Cara penanggulangan penyakit mikrosefalus, yaitu:

a.Obat-obatan untuk mengontrol kejang dan hiperaktif dan untuk meningkatkan


fungsi saraf dan otot

b.Terapi berbicara

c.Terapi fisik
Gangguan Atau Kelainan Tulang Karena
Kecelakaan