Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN MAKALAH SEMINAR

METODE INOVASI PERAWATAN LUKA AKUT

KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH III

NAMA ANGGOTA KELOMPOK 2

YUYUN BELLA RIA BR BATUBARA 17031047

SALISA ASHANITA RAHMATIKA 17031054

RISKI RIDHO RAMADHANI 17031069

DESI APRIANI 17031073

VIVI ANDRIANI 17031077

STEVEN ANDRESON 15031005

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

STIKes HANG TUAH PEKANBARU

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga
makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa juga kami mengucapkan
terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah memberikan kami waktu maupun
pikirannya dalam menyelesaikan makalah ini. Dan harapan penulis semoga makalah
ini dapat memberikan pengetahuan bagi para pembacanya.

Karena keterbatasan kemampuan pengetahuan pengalaman penulis, tentu saja


masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan
saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak


yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Terimakasih.

Pekanbaru, 10 September 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………..………………………………….………….......i

DAFTAR ISI…………………...…………………………………………………..ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang..………………...…………………………………..……..….1

1.2 Tujuan……………...………………………………………………………….1

1.3 Manfaat……………...……………….………………………………………..2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Definisi Luka Akut…………………………..………………….……..……...3

2.2 Analisa Jurnal…………...………………………………………………….....3

2.3 WOC……….………………………………………………………………….5

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan…………………...…………………………………………….....6

DAFTAR PUSTAKA……………..….……..……………………………………...7
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Luka adalah suatu cedera robek, terpotong atau tertusuk yang menyebabkan
kerusakan kontinuitas jaringan atau kulit, mukosa membran dan tulang atau organ tubuh
lain (Mansjoer, A., dkk., 2000). Luka memberikan angka morbiditas yang cukup besar,
terutama luka kronis karena mengganggu fungsi jaringan. Luka akut yang mengalami
penyulit dalam proses penyembuhannya dapat menjadi luka kronis sehingga perlu
mendapat penanganan yang baik untuk mengurangi angka morbiditasnya (Webster,
2012).
Manajemen perawatan luka diperlukan untuk meningkatkan penyembuhan, mencegah
kerusakan kulit lebih lanjut, mengurangi risiko infeksi, dan meningkatkan kenyamanan
pasien (Gayatri, 1999).
Episiotomi adalah insisi pudendum untuk melebarkan orifisium vulva sehingga
mempermudah jalan keluar bayi. Keuntungan episiotomi yaitu mencegah robekan
perineum, mengurangi tekanan kepala janin, mempersingkat kala dua persalinan dengan
menghilangkan tahanan otot-otot pudendum dan dapat diperbaiki dengan lebih
memuaskan dibanding robekan yang tidak teratur. Episiotomi biasa dilakukan pada
sebagian besar primipara dan pada banyak multipara (Jones, 2001).
Luka episiotomi menjadi sangat nyeri, nyeri tekan, bengkak, merah dan mengalami
indurasi. Pasien dapt merasakan panas didaerah perenium atau bisa tidak, kadangkadang
dari luka insisi mengalir cairan. Pada hari keempat atau kelima, tepi luka akan terpisah
(Forte & Oxorn 2010). Jahitan yang tidak sempurna juga bisa menyebabkan fistel, yaitu
timbulnya lubang yang menghubungkan anus dengan vagina. Akibatnya, saat buang air
besar, kotoran bukan hanya keluar di anus namun juga keluar dari vagina.
1.2 Tujuan
1. Mahasiswa mampu mengetahui metode dan inovasi baru dalam perawatan luka akut
2. Mahasiswa mampu mengetahui teknik perawatan perineum dengan memakai
antiseptik, teknik perawatan perineum tanpa antiseptik dan perawatan perineum
dengan cara sederhana atau cara tradisional.
3. Mahasiswa mampu mengetahui perawatan luka perineum menggunakan air rebusan
daun sirih.
1.3 Manfaat
Sebagai referensi informasi terhadap pemanfaatan daun sirih hijau sebagai obat berbahan
alami untuk perawatan luka perineum pada masa nifas.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Luka Akut

Luka adalah suatu cedera robek, terpotong atau tertusuk yang menyebabkan
kerusakan kontinuitas jaringan atau kulit, mukosa membran dan tulang atau organ tubuh lain
(Mansjoer, A., dkk., 2000). Luka akut adalah luka trauma yang biasanya segera mendapat
penanganan dan biasanya dapat sembuh dengan baik bila tidak terjadi komplikasi. Kriteria
luka akut adalah luka baru, mendadak dan penyembuhannya sesuai dengan waktu yang
diperkirakan. Luka akut yang mengalami penyulit dalam proses penyembuhannya dapat
menjadi luka kronis sehingga perlu mendapat penanganan yang baik untuk mengurangi angka
morbiditasnya (Webster, 2012).

2.2 Analisa Jurnal

2.2.1 Identitas Jurnal

1. Judul : Keefektifan Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas


Menggunakan Daun Sirih
2. Penulis : Ari Kurniarum dan Anik Kurniawati
3. Departemen Penulis : Kementerian Kesehatan Politeknik Kesehatan Surakarta
Jurusan Kebidanan
4. Penerbit : Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan
5. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh daun sirih terhadap
Penyembuhan luka perineum pada ibu nifas
6. Jenis Penelitian : Tidak Tertulis
7. Metode Penelitian : quasi experiment rancangan posttes

2.2.2 Ringkasan Jurnal

Perawatan luka perineum merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya
infeksi perlukaan jalan lahir. Perawatan perineum terdiri dari 3 teknik, yaitu teknik dengan
memakai antiseptik, tanpa antiseptik dan cara tradisional, salah satunya menggunakan air
rebusan daun sirih tersebut untuk membasuh agar luka perineum cepat sembuh dan bau darah
yang keluar tidak amis. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui pengaruh daun sirih
terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Daun sirih mengandung saponin yang
memacu pembentukan kolagen, yaitu protein struktur yang berperan dalam proses
penyembuhan luka. Chavicol adalah salah satu komponen yang terkandung dalam daun sirih
yang dapat berfungsi sebagai antiseptik, Khasiat antiseptik itu diduga erat berkaitan dengan
pemakaiannya sebagai penghambat pertumbuhan bakteri pada luka. Analisis data
menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. pengujian analisis bivariat pada
penelitian ini dilakukan dengan uji chi square.
Hasil menggunakan chi square antara responden yang menggunakan daun sirih dan
tidak menggunakan daun sirih terlihat perbedaan yang nyata, dimana dari 30 responden yang
menggunakan daun sirih setelah 7 hari post partum, terdapat 22 responden (73,3%) yang luka
perineumnya kering dan 8 responden (26,7%) yang masih basah sedangkan pada 30
responden yang tidak menggunakan daun sirih, setelah 7 hari post partum sebanyak 18
responden (60%) luka perineum masih basah dan 12 responden (40%) luka perineum kering.
Kandungan kimia dan sifat-sifat kimia daun sirih yang terdiri dari hidroksi chavicol,
kavibetol, estragol, eugenol, metileugenol, karvakrol memiliki daya pembunuh bakteri lima
kali lipat dari fenol biasa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kesembuhan luka
perineum pada responden yang menggunakan daun sirih cenderung lebih cepat dibandingkan
responden yang tidak menggunakan daun sirih, hal ini dikarenakan kandungan kimia dari
daun sirih yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka.

2.2.3 Analisa Jurnal

1. Kelebihan :
a. Literature dalam jurnal sangat lengkap dan bahasanya mudah dipahami.
b. Jurnal ini sangat bagus karena dengan membaca abstraknya saja pembaca bisa
mengetahui metode dan hasil dari penelitian serta manfaatnya pada pasien.
2. Kekurangan :
a. Dalam jurnal tidak dicantumkan berapa lama penelitian dilakukan.
b. Didalam abstrak tidak dijelaskan jenis dari penelitian yang dilakukan.

2.2.4 Pembahasan

Perawatan luka perineum merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya
infeksi perlukaan jalan lahir. Perawatan luka perineum bisa menggunakan teknik antiseptic,
tanpa antiseptic dan cara tradisional. Cara tradisional yang bisa digunakan untuk
penyembuhan luka perineum yaitu dengan air rebusan daun sirih. Kandungan dalam daun
sirih ini yaitu memiliki kandungan kimia dan sifat-sifat kimia dalam daun sirih yaitu minyak
atsiri yang terdiri dari hidroksi kavikol, kavibetol, estragol, eugenol, metileugenol, karvakrol.
Sepertiga dari minyak atsiri terdiri dari fenol dan sebagian besar adalah kavikol yang
memberikan bau khas daun sirih dan memiliki daya pembunuh bakteri lima kali lipat dari
bakteri fenol biasa. Daun sirih mengandung saponin yang memacu pembentukan kolagen,
yaitu protein struktur yang berperan dalam proses penyembuhan luka.
Chavicol adalah salah satu komponen yang terkandung dalam daun sirih yang dapat
berfungsi sebagai antiseptic. Kandungan daun sirih hijau adalah minyak atsiri yang
mengandung antara lain chavicol dan chavibetol, yaitu senyawa yang mempunyai khasiat
antiseptic. Khasiat antiseptic itu diduga erat berkaitan dengan pemakaiannya sebagai
penghambat pertumbuhan bakteri pada luka.

2.3 WOC

Kala Pengeluaran (Bagian terdepan dari anak)

Ruptur Perinium

Tingkat 1 (Robek Tingkat 2 (Robek Tingkat 3 (Robek Tingkat 4 (Robek


pada bagian luar mengenai otot- pada otot sampai mengenai kulit otot
dan jaringan kulit) otot) sampai dengan dan melebar sampai
spingter ani) spingter ani dan
mukosa rectum)

Cedera Jaringan Lunak Setelah Persalinan

Reparasi dengan Jahitan Perineum

Prosedur Invasive Terbentuknya Pintu Masuk


Virus dan Bakteri
Terputusnya Kontuinitas Jaringan
Resiko Terjadinya Infeksi
Nyeri
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Luka akut adalah luka trauma yang biasanya segera mendapat penanganan dan
biasanya dapat sembuh dengan baik bila tidak terjadi komplikasi. Kriteria luka akut adalah
luka baru, mendadak dan penyembuhannya sesuai dengan waktu yang diperkirakan. Luka
akut yang mengalami penyulit dalam proses penyembuhannya dapat menjadi luka kronis
sehingga perlu mendapat penanganan yang baik untuk mengurangi angka morbiditasnya.

Perawatan luka perineum merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya
infeksi perlukaan jalan lahir. Perawatan luka perineum bisa menggunakan teknik antiseptic,
tanpa antiseptic dan cara tradisional. Cara tradisional yang bisa digunakan yaitu air rebusan
daun sirih. Chavicol adalah salah satu komponen yang terkandung dalam daun sirih yang
dapat berfungsi sebagai antiseptic.
DAFTAR PUSTAKA

Kurniarum, Ari & Anik Kurniawati. 2015. Keefektifan Penyembuhan Luka Perineum pada
Ibu Nifas Menggunakan Daun Sirih. Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan, Volume 4, No 2

http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/INJ/article/download/1590/1471