Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN KEPANITERAAN UMUM

PERAWATAN SCALLING USS (ULTRASONIC


SCALLER) PADA SELURUH GIGI

Muhammad Rosyid Abdul Hakim

J520140019

KEPANITERAAN UMUM PERIODE 10

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2018

1
I. PENDAHULUAN

A. DEFINISI PENYAKIT
Penyakit periodontal dibagi menjadi dua yaitu periodontitis dan gingivitis.
Gingivitis adalah peradangan gingiva yang merupakan penyakit paling umum
ditemukan pada jaringan mulut. Secara mikroskopis, gingivitis ditandai dengan
adanya eksudat inflamasi dan edema, kerusakan serat kolagen gingiva terjadi
ulserasi, proliferasi epitelium dari permukaan gigi sampai ke attached gingiva.
Gingivitis dapat bersifat kronis mamupun akut, yang lebih sering terjadi
adalah gingivitis kronis dan bersifat persisten, berjalan lama dan umumnya tidak
nyeri. Gingivitis seperti peradangan pada umumnya, terjadi akibat mekanisme
normal dari pertahanan tubuh terhadap masuknya mikrobial (antigen) ke dalam
tubuh kita.
Gingivitis (peradangan gingiva) yang diakibatkan plak adalah inflamasi
gingiva tanpa disertai kehilangan pelekatan.
B. ETIOLOGI
Plak menginduksi terjadinya penyakit gingiva. Plak yang menginduksi
terjadinya peyakit gingiva adalah hasil interaksi dari mikroorganisme yang
ditemukan di biofilm plak gigi dan jaringan, dan sel inflamasi host. Interaksi
plak-host ini dapat dipengaruhi oleh efek faktor lokal, faktor sistemik ataupun
keduanya.
C. PATOFISIOLOGI
Menurut Carranza dan Newman, Jenkins dan Allan, dikutip oleh Riyanti E,
gingivitis berawal dari daerah margin gusi yang dapat disebabkan oleh invasi
bakteri atau rangsang endotoksin. Endotoksin dan enzim dilepaskan oleh bakteri
gram negatif yang menghancurkan substansi interseluler epitel sehingga
menimbulkan ulserasi epitel sulkus. Selanjutnya enzim dan toksin menembus
jaringan pendukung dibawahnya. Peradangan pada jaringan pendukung sebagai
akibat dari dilatasi dan pertambahan permeabilitas pembuluh darah, sehingga
menyebabkan warna merah pada jaringan, edema, perdarahan, dan dapat disertai
eksudat. Perkembangan gingivitis dapat dibedakan atas empat tahap yaitu:
a. Tahap I
Manifestasi awal dari inflamasi gingiva berupa lesi inisial atau awal dengan
adanya perubahan vaskuler berupa dilatasi pembuluh darah kapiler dan

2
peningkatan aliran darah. Perubahan ini terjadi sebagai respon awal dari inflamasi
terhadap aktivasi mikroba leukosit dan stimulasi berikutnya sel endotel. Secara
klinis, respon awal gingiva untuk plak bakteri tidak terlihat perubahan.
Dapat juga sudah terjadi perubahan perlekatan epitelium junctional dan
jaringan ikat perivaskular pada tahap awal. Limfosit mulai menumpuk,
peningkatan migrasi leukosit dan berakumulasi di dalam sulkus disertai
peningkatan aliran darah cairan gingiva ke dalam sulkus. Jika keadaan berlanjut,
makrofag dan sel-sel limfoid juga terinfiltrasi hanya dalam beberapa hari.
b. Tahap II
Dengan berjalannya waktu, tanda-tanda klinis berupa lesi dini (early lesion)
mulai terlihat dengan adanya tanda klinis eritema. Eritema ini terjadi karena
proliferasi kapiler dan meningkatnya pembentukan loops capiler. Epitel sulkus
menipis atau terbentuk ulserasi. Pada tahap ini mulai terjadi perdarahan pada
probing. Ditemukan 70% jaringan kolagen sudah rusak terutama disekitar sel-sel
infiltrate.
Neutrofil keluar dari pembuluh darah sebagai respon terhadap stimulus
kemotaktik dari komponen plak, menembus lamina dasar ke arah epitelium dan
masuk ke sulkus. Sel-sel tersebut tertarik ke arah bakteri dan memfagositkannya.
Lisosom dikeluarkan dalam kaitan memproses bakteri. Dalam tahap ini fibroblas
jelas terlihat menunjukkan perubahan sitotoksik sehingga kapasitas produksi
kolagen menurun.
c. Tahap III
Pada tahap III, lesi mantap (establish lesion) disebut sebagai gingivitis kronis
karena pembuluh darah membengkak dan padat, sedangkan pembuluh balik
terganggu atau rusak, sehingga aliran darah menjadi lamban. Terlihat anoksemia
lokal sebagai perubahan warna kebiruan pada gingiva yang merah. Selanjutnya
sel darah merah keluar ke jaringan ikat, sebagian pecah sehingga haemoglobin
menyebabkan warna area perdarahan menjadi lebih gelap. Lesi ini dapat disebut
sebagai peradangan gingiva moderat hingga berat. Aktivitas kolagen sangat
meningkat karena kolagenase banyak terdapat di jaringan gingiva yang
diproduksi oleh sejumlah bakteri oral maupun neutrofil.
d. Tahap IV
Perpanjangan lesi ke dalam tulang alveolar ciri tahap yang keempat yang
dikenal sebagai lesi lanjut atau fase kerusakan periodontal.

3
D. GEJALA
- adanya perdarahan pada ginggiva
- adanya rasa nyeri
- terjadi perubahan warna pada ginggiva
- perubahan tekstur permukaan ginggiva
- perubahan posisi dari ginggiva
- perubahan kontur dari ginggiva
E. TANDA-TANDA KLINIS
- Gingivitis disertai tanda-tanda klinis kemerahan dan pembesaran (edema)
jaringan gingiva
- Berdarah bila disentuh (tidak pada gingivitis ringan)
- Perubahan bentuk dan konsistensi
- Ada kalkulus dan atau plak mikrobial.

II. LAPORAN KASUS


A. IDENTITAS
Nama Lengkap : Retno Wulandari
Alamat : Perumahan Griya Adi II Sapen, Mojolaban, Sukoharjo
Telepon/Hp : 087805460600
Tempat / Tanggal Lahir : Surakarta, 19 Mei 1970
Usia : 48 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Agama : Islam

B. DATA MEDIK UMUM


Golongan Darah : B
Alergi : Dingin
Penyakit Sistemik : Tidak Ada
Operator : Monika Ekania

C. PEMERIKSAAN SUBJEKTIF
CC :
Pasien datang dengan keluhan gigi terasa kasar dan kotor serta ingin dibersihkan.

4
PI :
- Pasien merasakan keluhan tersebut sejak 1 tahun yang lalu
- Pasien mengaku pernah berdarah gusinya saat sikat gigi
PMH :
- Pasien mengaku memiliki alergi cuaca dingin.
- Pasien mengaku tidak memiliki penyakit sistemik
- Pasien mengaku tidak sedang dalam perawatan dokter
PDH :
- Pasien mengaku pernah ke dokter gigi untuk tambal gigi 11 tahun lalu
- Pasien mengaku pernah di kikir giginya 2 tahun lalu
FH :
Umum :
a. Ayah : Sudah meninggal karena menderita penyakit gula
b. Ibu : Sudah meninggal karena menderita stroke
Gigi dan Mulut :
a. Ayah : Pasien mengaku gigi Ayah pasien pernah memakai gigi tiruan
b. Ibu : Pasien mengaku gigi Ibu pasien pernah memakai gigi tiruan
SH :
- Pasien mengaku menggosok gigi 1x sehari
- Pasien mengaku sering minum kopi 1x sehari

D. PEMERIKSAAN OBJEKTIF
 Kesan Umum Kesehatan Penderita
Jasmani : Sehat
Mental : Sehat, kooperatif
 Vital Sign
Tekanan darah : 120 / 80 mmHg (Normal)
Nadi : 80 x / menit
Pernafasan : 16 x / menit
Suhu : 36,30
BeratBadan : 70 kg
Tinggi Badan : 155 cm

5
 Kesehatan Umum Berdasarkan Sistem Tubuh
o Sistem Endokrin : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Gastrointestinal : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Hepatopoetik : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Kardiovaskuler : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Muskuloskeletal : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Neurologik : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Respirasi : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Urogenital : Tidak Ada Kelainan
 Pemeriksaan Ekstra Oral

Kelenjar Kelenjar Tulang


Fasial Neuromuskular TMJ
Ludah Limfe Rahang
Deformitas TAK TAK TAK TAK TAK TAK

Nyeri TAK TAK TAK TAK TAK TAK

Tumor TAK TAK TAK TAK TAK TAK

Gangguan TAK TAK TAK TAK TAK TAK


Fungsi

 Pemeriksaan Intra Oral


o Mukosa bibir : TAK
o Mukosa pipi : TAK
o Dasar mulut : TAK
o Gingiva : Terdapat perubahan warna kehitaman pada regio
31,32,33,41,42,43
o Orofaring : TAK
o Oklusi : Normal bite
o Torus palatinus : Ada
o Bentuk palatum : U, normal
o Frenulum
- Frenulum Labialis RA : Tinggi
- Frenuum Labialis RB : Tinggi
- Frenulum Lingualis : Tinggi

6
- Frenulum Bukalis RA : Sedang
- Frenulum Bukalis RB : Sedang
o Lidah
- Ukuran : Normal
- Aktivitas : Normal
o Alveolus
- Rahang Atas : Tinggi
- Rahang Bawah : Tinggi
o Supernumerary teeth : Tidak Ada
o Diastema : Tidak Ada
o Gigi Anomali : Tidak Ada
o Gigi Tiruan : Tidak Ada
o Oral Hygiene : 7,1 ; Buruk

 Pemeriksaan Jaringan Lunak

33,34 : Terdapat pewarnaan berwarna putih irreguler


d/ Geographic Tongue
17 : Terdapat perubahan warna pada regio gigi 31,32,33,41,42,43
d/ Rasial Pigmentation
13,14,15,16,11,18 : Terdapat pembesaran gingiva berwarna kemerahan, konsistensi
kenyal, unstipling
d/ Gingivitis et causa plak dan kalkulus

7
 Pemeriksaan Oral Hygiene Index

OHI Awal : 7,1 (Buruk)


 Pemeriksaan Gigi Geligi

KODE
RINGKASAN HASIL DIAGNOSIS/ RENCANA
ELEMEN DIAGNOSIS
PEMERIKSAAN DD PERAWATAN
(ICD-10)
13 Terdapat pengikisan D/ Atrisi K.03.1 Tp/ Observasi
pada incisal
12 Terdapat kavitas D/ Karies K.02.1 Tp/ Restorasi
kedalaman email Email kavitas Klas III
bagian distal GV Black dengan
Resin Komposit
23 Terdapat pengikisan D/ Atrisi K.03.1 Tp/ Observasi
pada incisal
28 Terdapat kavitas pada D/ Karies K.02.2 Tp/ Restorasi
bagian oklusal distal Dentin kavitas Klas II GV
kedalaman dentin Black dengan
dengan: palpasi -, Resin Komposit

8
sondasi +, perkusi –
dan CE +

36 Terdapat sisa akar D/ Radices K.04.0 Tp/ Ekstraksi

37 Terdapat kavitas D/ Karies K.02.2 Tp/ Restorasi


kedalaman dentin Dentin kavitas Klas I GV
bagian bukal dengan: Black dengan
palpasi-, sondasi +, Resin Komposit
perkusi -, CE +
46 Terdapat kavitas bagian D/ Karies K.02.1 Tp/ Restorasi
oklusal bukal Email kavitas Klas I GV
kedalaman email Black dengan
Resin Komposit
47 Terdapat kavitas bagian D/ Karies K.02.2 Tp/ Capping
oklusal bukal Dentin Pulpa, Restorasi
kedalaman dentin Onlay
dengan : palpasi -,
sondasi +, perkusi -,
CE +

 Gingival Index

9
Gingival Index : 0,58
Derajat gingivitis : Gingivitis Ringan
 Periodontal Chart

 Plaque Control Record

Skor awal : 79%


E. PEMERIKSAAN PENUNJANG
-
F. HASIL KONTROL
G. DIAGNOSIS

10
D/ Gingivitis et causa plak dan kalkulus
H. RENCANA PERAWATAN
Tp 1/ Scaling USS
2/ Kontrol
I. TAHAPAN PERAWATAN
1) Sterilisasi dan persiapan alat serta bahan
2) Alat yang digunakan adalah:
a. Diagnostic set : kaca mulut untuk menjangkau bagian yang tidak terlihat
dan untuk menyibakkan mukosa, sonde untuk melakukan sondasi dan
explorasi, pinset untuk membantu operator mengambil bahan.
b. Handpiece high speed : untuk mengoperasikan brush
c. Scaller USS : untuk melakukan scaling
d. Scaller tip no 2,6,8 : ujung scaller yang membantu operator menghilangkan
kalkulus sesuai lokasi
e. Probe : untuk cek kedalaman socket gingiva
3) Bahan yang digunakan adalah:
a. Pasta : sebagai bahan profilaksis
b. Pumice : sebagai bahan profilaksis, penggunaannya dicampurkan dengan
pasta dan diaplikasikan menggunakan brush setelah tindakan scalling
dilakukan.
c. Disclossing agent : bahan untuk cek keberadaan plak, penggunaanya di
aplikasikan menggunakan cotton roll dan dioleskan ke seleuruh permukaan
gigi.
d. Cotton roll dan cotton pellet : sebagai bahan isolasi dan bahan pembantu
aplikasi bahan lainnya.
4) Melakukan pemeriksaan subjektif dan objektif
5) Menentukan diagnosis dan rencana perawatan
6) Memasang scaller tip sesuai lokasi kalkulus
7) Tindakan scaling diikuti dengan suction
8) Melakukan cek menggunakan kaca mulut
9) Melakukan profilaksis menggunakan pasta dan pumice diaplikasikan
menggunakan brush pada seluruh permukaan gigi
10) KIE kepada pasien

11
Komunikasi : menjelaskan diagnosis kepada pasien menggunakan bahasa
pasien
Informasi : menjelaskan perawatan kepada pasien
Edukasi : mengedukasi pasien untuk lebih menjaga kondisi rongga mulutnya
sperti cara menyikat gigi yang benar dan waktu yang tepat.
11) Kontrol

J. DOKUMENTASI

I. Alat dan Bahan

Keterangan:
1. Alat :
 Alat diagnostik set : sonde, kaca mulut, pinset
 Bengkok
 Ekskavator
 Handpiece low speed
 Tip scaler
 Brush
2. Bahan :
 Cotton roll
 Cotton pellet

12
 Pasta pumice
 Disclosing agent

TAHAPAN PERAWATAN

Pemeriksaan jaringan lunak Pemeriksaan gigi-geligi

Aplikasi Pasta Pumice dan Aplikasi Disclosing Agent


Brush

Scalling USS Pengecekan kembali setelah scaling

13
Foto gigi sebelum di lakukan tindakan Scalling USS

Foto gigi setelah di lakukan tindakan Scalling USS

Foto gigi setelah di lakukan kontrol seminggu setelah tindakan Scalling USS

14
KONTROL

Pemeriksaan Subjektif :
CC: Pasien datang untuk melakukan control pada giginya setelah dilakukan
pembersihan karang gigi minggu lalu
PI: Pasien sudah tidak merasakan keluhan giginya kasar dan kotor
Pemeriksaan Objektif :
1. Oral Hygiene Index

OHI : 0,6 (Baik)


2. Gingival Index

GI: 0.04

15
3. Plaque Control Record

PCR : 29%
4. Periodontal Chart

III. PEMBAHASAN

Perawatan yang dilakukan dinilai berhasil karena keadaan rongga mulut pasien
setelah kontrol menunjukkan nilai OHI : 0,6 ; kategori baik dari sebelumnya OHI: 7,1 ;
kategori buruk. Pasien juga telah merubah cara menyikat gigi dan waktu menyikat gigi.
Perawatan pada pasien hanya menggunakan bahan pasta dan pumice untuk
polishing, teknik scalling yang dilakukan untuk OHI pasien yang sedang sampai buruk
yaitu menggunakan Ultrasonic Scaling.
Scaling dapat dilakukan pada subgingiva, supragingiva, interdental. Terdapat dua
jenis perawatan scaling, yaitu menggunakan instrumen manual, dan scaler ultrasonik.
Scaler ultrasonik digunakan bersama semprotan air dingin karena vibrasi pada scaler
dapat menimbulkan panas. Semprotan air juga memberi efek pembersihan. Permukaan

16
yang kasar merupakan daerah deposisi plak dan kalkulus sehingga permukaan gigi
harus dihaluskan agar bebas dari kalkulus, plak, dan stain. Setelah scaling dilakukan,
harus dibersihkan dengan pasta pumice menggunakan brush.
Perhitungan yang dilakukan sebelum scaling adalah perhitungan OHI (Oral
Hygiene Index), Gingival Indeks (GI), Plaque Control Record (PCR). Masing-masing
perhitungan sudah ada skor masing-masing. Kriteria Gingival Index adalah :
0 : Gingiva normal
1 : Inflamasi ringan, sedikit perubahan warna, edema ringan, tidak berdarah pada
palpasi
2 : Inflamasi sedang, kemerahan, edema, mengkilap, berdarah pada palpasi
3 : Inflamasi berat, warna merah jelas, edema, ulserasi, pendarahan spontan Skor
gingival indeks dari pasien menunjukkan 0,58 menunjukkan gingivitis ringan dilihat
dari derajat gingivitis yang sudah ditentukan yaitu :
0,1 – 1,0 : Gingivitis ringan
1,1 – 2,0 : Gingivitis sedang
2,1 – 3,0 : Gingivitis berat
Laporan studi dengan judul Effects of Scaling and Root Planing on Gingival
Status during Menstrual Cycle oleh Rathore dkk, 2015 mengalisis beberapa parameter
klinis. Penelitian ini dilakukan pada 30 wanita pada 3 bulan dimana bulan pertama
dilakukan analisis parameter klinis tanpa dilakukan scaling sebelumnya, dan bulan
berikutnya dilakukan scaling terlebih dahulu. Dari jurnal tersebut disimpulkan scaling
dapat mengurangi peradangan gingiva. Hasil yang didapat, subyek yang dianalisis
mengalami penurunan nilai Plaque index, Gingival Index, dan Probing depth.
Terdapat jurnal laporan kasus dengan judul Non-surgical Periodontal
Management of Severe Generalized Gingival Enlargement in a Human
Immunodeficiency Virus-positive Patient oleh Bhimani dkk, 2017 melaporkan kasus
pada pasien wanita berusia 32 tahun yang memiliki infeksi HIV dan memiliki skor OHI
4.3. Pasien mengalami pembesaran gingiva dan dirawat dengan non-surgical
periodontal management yaitu scaling. Keterangan jurnal menyatakan perawatan ini
dinyatakan berhasil dengan jalan menghilangkan faktor etiologi dari keluhan pasien.

17
IV. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan:
Scalling merupakan langkah penting pada perawatan gingivitis dan bertujuan
untuk mengembalikan kesehatan gusi dengan cara membuang semua elemen yang
menyebabkan radang gusi baik plak maupun kalkulus dari permukaan gigi.
Saran:
Perlunya pemberian DHE yang baik pada pasien sehingga pasien diharapkan
dapat menjaga oral hygiene agar tetap bersih dan bebas dari kalkulus, debris dan plak.

18
V. DAFTAR PUSTAKA

Walmsley. 2015. Ultrasonic In Dentistry. School of Dentistry, University of


Birmingham, Birmingham, United Kingdom, pp: 202.
Rathore, S. Khuller, N. Dev, YP. Singh, P. Basavaraj, KG. 2015. Effects of Scaling and
Root Planing on Gingival Status during Menstrual Cycle-A Cross-Sectional
Analytical Study. Journal of Clinical and Diagnostic Research. 9(10): ZC35-
ZC39
Cornain, TZ. Suwelo, SS. 1995. Jurnal kedokteran gigi universitas Indonesia. 3(2)
Bhimani, R. Menaka, KB. Metgud, R. Munot, V. Nayakar, R. 2017. Non-surgical
Periodontal Management of Severe Generalized Gingival Enlargement in a
Human Immunodeficiency Virus-positive Patient: A Case Report. International
Journal of Scientific Study 5: 250-255
Bamadi, Masood. 2013. Gingivitis and the Environmental Health. Department of
Periodontology. Iran. Journal of Scientific Research.18(3):288

19