Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN KASUS KEPANITERAAN UMUM

PERAWATAN ULKUS TRAUMATIK

Nadia Yuniastuti Winarta


J520130039

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2018
PRESENTASI HASIL PERAWATAN
PERAWATAN ULKUS TRAUMATIK, D/ Traumatic Ulcer
Nadia Yuniastuti Winarta (J520130039)
Kepaniteraan Umum Periode 9

I. PENDAHULUAN

A. Definisi Penyakit
Ulkus adalah hilangnya seluruh ketebalan epitel sehingga jaringan ikat
dibawahnya terbuka yang disebabkan oleh peradangan yang menembus
membran mukosa atau kulit, sedangkan traumatik merupakan suatu kejadian
yang berhubungan dengan adanya trauma (Bakar, 2012)
B. Etiologi Penyakit
Ulkus traumatik disebabkan oleh trauma baik trauma fisik atau kimiawi.
Kerusakan fisik pada mukosa oral dapat disebabkan oleh permukaan yang tajam
di dalam mulut seperti komponen gigi tiruan, alat ortodontik, restorasi gigi atau
tonjol gigi yang berlebihan (Lewis dan Jordan.,2015).
C. Patogenesis
Patogenesis ulserasi berhubungan dengan multifaktorial dan melibatkan 5
fase biologis yaitu inisiasi, primary damage response, amplifikasi sinyal, ulserasi
dan penyembuhan. Epitel oral mempertahankan integritas struktural oleh proses
pembaharuan sel terus-menerus dimana sel-sel yang dihasilkan oleh pembelahan
mitosis dalam lapisan terdalam bermigrasi kepermukaan untuk menggantikan sel
yang membuka. Pembaharuan sel yang berlangsung cepat maka penyembuhan
luka akan cepat terjadi, namun kemungkinan untuk mutasi sel dan kerusakan
pada sel juga tinggi, disebabkan suplai darah yang melimpah dan kerapuhan sel
epitel, resiko untuk terjadinya infeksi, inflamasi dan trauma meningkat (Sunarjo
et al.,2015).
D. Gejala
Gejala dari ulkus traumatic yaitu nyeri, berwarna putih kekuningan dan
kemerahan tipis di sekitar lesi (Langlais et al.,2015).
E. Tanda-tanda klinis
Tanda klinis dari ulkus traumatic yaitu (Laskaris, 2014):
a. Ulser tunggal
b. Lesi teraba lunak pada saat di palpasi
c. Terlokalisir dan dalam
II. LAPORAN KASUS
1. IDENTITAS
Nama : Monica Ekania Ghaisani
Alamat : Pabelan
Umur : 21 Tahun
TTL : Kudus, 22 Februari 1996
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Mahasiswa
Agama : Islam

2. DATA MEDIK UMUM


Golongan Darah : A
Alergi : Tidak Ada
Penyakit Sistemik : Tidak Ada
Operator : Ismail Marzuki

A. Pemeriksaan Subjektif
CC :
Pasien datang dengan keluhan terdapat sariawan pada bibir kiri bawah.
PI :
Pasien merasakan keluhannya sejak 1 hari yang lalu. Pasien mengaku bibir pada
bagian tersebut tergigit ketika makan beberapa hari yang lalu. Pasien belum
memeriksakan keluhannya ke dokter gigi dan belum diobati.
PMH :
Pasien tidak menderita penyakit sistemik, tidak memiliki alergi makanan, obat-
obatan, dan cuaca.
PDH :
Pasien pernah ke dokter gigi untuk melakukan cabut gigi susu ketika SD,
menambal gigi belakang kiri bawah 3 tahun yang lalu, mencabut gigi geraham
bungsu kanan atas dan bawah 1 tahun yang lalu.
FH :
Umum
- Ayah : tidak memiliki riwayat penyakit sistemik dan tidak memiliki alergi
- Ibu : tidak memiliki riwayat penyakit sistemik dan tidak memiliki alergi
Gigi
- Ayah : pernah operasi pengambilan akar gigi sekitar 5 th yang lalu.
- Ibu : pernah menambalkan gigi.
SH :
Pasien menggosok gigi 3 kali sehari (pagi, sore, dan malam), Pasien tidak
memiliki kebiasaan buruk, jarang minum kopi dan teh.

B. Pemeriksaan Objektif
Pemeriksaan Ekstra oral
 Kesan Umum Kesehatan Penderita
Jasmani : Sehat.
Mental : Sehat (komunikatif dan kooperatif)
 Vital Sign
Tekanan Darah : 110 / 70 mmHg (Normal)
Nadi : 80 x / menit
Pernafasan : 20 x / menit
Suhu : Afebris
Berat Badan : 48 kg
Tinggi Badan : 155 cm
 Kesehatan Umum Berdasarkan Sistem Tubuh
o Sistem Endokrin : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Gastrointestinal : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Hepatopoetik : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Kardiovaskuler : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Muskuloskeletal : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Neurologik : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Respirasi : Tidak Ada Kelainan
o Sistem Urogenital : Tidak Ada Kelainan
 Pemeriksaan Ekstra Oral

Fasial Neuromuskular Kelenjar Kelenjar Tulang TMJ


Ludah Limfe Rahang
Deformitas TAK TAK TAK TAK TAK TAK

Nyeri TAK TAK TAK TAK TAK TAK

Tumor TAK TAK TAK TAK TAK TAK

Gangguan
TAK TAK TAK TAK TAK TAK
Fungsi

Bentuk muka : Lonjong, simetris


Profil : Cembung
Bibir : Sedang
Deskripsilesi / kelainan yang ditemukan : -

 Pemeriksaan Intraoral
Mukosa bibir : Terdapat lesi ulseratif berwarna putih kekuningan
dengan tepi helo eritematus berbentuk irreguler dengan
diameter 5mm pada mukosa bibir kiri bawah.
Mukosa pipi :Terdapat garis putih setinggi oklusal seanjang M2-P2
kanan dan kiri
Dasar mulut :TAK
Gingiva : TAK
Orofaring :TAK
Oklusi : normal bite
Torus palatinus :TAK
Torus mandibula :TAK
Bentuk palatum : U, normal
Frenulum Labialis RA: Sedang
Frenuum Labialis RB : Sedang
Frenulum Lingualis : Sedang
Frenulum Bukalis RA : Sedang
Frenulum Bukalis RB : Sedang
Lidah
- Ukuran : Normal
- Aktvitas : Normal
Alveolus
- Rahang Atas : Tinggi
- Rahang Bawah: Tinggi
Supernumerary Teeth : tidak ada
Diastema : tidak ada
Gigi anomali : tidak ada
Gigi tiruan : tidak ada
OH : 1,67 (baik)
 Pemeriksaan Jaringan Lunak
 Pemeriksaan OHI
 Pemeriksaan Gigi Geligi
Ringkasan Hasil Pemeriksaan Diagnosis / Rencana
Elemen
Differential Perawatan
Diagnosis
Terdapat garis kehitaman di D/ Karies email TP/ Restorasi
27
bagian oklusal kedalaman (K02.0) kavitas klas I
email GV Black
dengan resin
komposit
Terdapat garis kehitaman di D/ Karies email - TP/
37
bagian oklusal dan bukal (K02.0) Restorasi
kedalaman email kavitas
klas I GV
Black
dengan
resin
komposit
Terdapat tumpatan sewarna
36 TP/
gigi di bagian oklusal
Observasi
Terdapat garis kehitaman di D/ Karies email TP/ Restorasi
46
bagian bukal kedalaman (K02.0) kavitas klas I
email GV Black
dengan resin
komposit
Terdapat tumpatan sewarna TP/ Observasi
47
gigi di bagian oklusal

C. Pemeriksaan Penunjang : -

D. Diagnosis
D/ Ulkus Traumatik
E. Rencana Perawatan
TP/1. KIE
2. Medikasi
3. Kontrol

Medikasi
R/ Alloclair gel 10 mg oint tube no. I

S.3dd lit in oris pc

F. Tahapan Perawatan
 ALAT
a. Diagnostic set
- Sonde : Berfungsi mencari karies dan mengukur
kedalamannya serta memeriksa adanya debris dan kalkulus.
- Kaca mulut : Berfungsi untuk melihat permukaan gigi yang tidak
dapat dilihat langsung oleh mata dan membantu memperluas daerah
pekerjaan yaitu dengan menahan pipi, lidah, dan bibir.
- Pinset : Berfungsi untuk menjepit kapas.
- Excavator : Berfungsi untuk membersihkan jaringan karies yang
lunak dan kotoran-kotorannya atau sisa-sisa makanan yang terdapat dalam
kavitas
- Bengkok : Berfungsi sebagai tempat alat.
 BAHAN
a. Masker dan handscoon : sebagai alat pelindung diri
b. Alkohol : untuk sterilisasi

 TAHAPAN PERAWATAN
Kunjungan I
a. Pasien dipersilahkan duduk di dental chair
b. Operator menyiapkan alat dan bahan
c. Pemeriksaan subjektif (anamnesis CC, PI, PDH, PMH, FH dan SH )
d. Pemeriksaan Objektif
Ekstraoral : pemeriksaan kepala, wajah, bibir, pipi, TMJ, neuromuscular
dan tulang rahang.
Intraoral : pemeriksaan jaringan lunak, mukosa, gingiva, dasar mulut ,
orofaring, oklusi, torus palatinus, torus mandibular, palatum,
frenulum, lidah dan OHI.
e. Penentuan diagnosis dan differential diagnosis
D/ Ulkus Traumatik
Gambaran Umum: Terdapat lesi ulseratif berwarna putih kekuningan dengan
tepi helo eritematus berbentuk irreguler dengan diameter 5mm
pada mukosa bibir kiri bawah.
DD/ Recurrent Apthous Stomatitis
f. Menentukan rencana perawatan
1. KIE
Komunikasi: Pasien dijelaskan diagnosis dari perawatannya adalah ulkus
traumatik
Informasi: Ulkus traumatik dapat diobati menggunakan alloclair gel
Edukasi: Ulkus traumatik tidak berbahaya, bisa sembuh dengan sendirinya
selama 10-14 hari.
2. Medikasi
R/ Alloclair gel 10 mg oin tube no. I
s.3dd lit in oris pc

3. Kontrol

NO FOTO KETERANGAN
1

Operator
menyiapkan alat dan
bahan
2

Pemeriksaan
subjektif dan
objektif.

3
D/ Ulkus Traumatik

Kunjungan II (Kontrol)

1. Persiapan alat dan bahan


2. Penggunaan alat pelindung diri
3. Melakukan pemeriksaan area
Pemeriksaan subjektif: pasien datang untuk melakukan kontrol bibirnya yang
mengalami sariawan.
Pemeriksaan objektif: terdapat bekas lesi ulseratif berwarna putih kekuningan
dengan tepi kemerahan berbentuk ireguler diameter 2mm yang mengalami
penyembuhan pada mukosa bibir bawah dan tidak sakit.
4. Melanjutkan medikasi karena masih terdapat kemerahan pada bekas lesi
R/ Alloclair gel 10 mg oin tube no. I
s.3 d.d pc lit in oris

III. HASIL PERAWATAN


Sebelum Sesudah

Pembahasan

Perawatan yang dilakukan dikatakan berhasil, karena pada saat kontrol pasien
sudah tidak mengeluhkan rasa sakit pada bagian ujung lidah sebelah kiri. Diagnosis
ditetapkan berdasarkan pada pemeriksaan subjektif pasien yang menyatakan bahwa
muncul ulkus traumatik karena tergigit pada saat makan. Pemeriksaan objektif
menunjukkan lesi ulser yang berwarna putih dikelilingi halo eritematous dengan
dengan diameter ±5mm dengan batas irreguler sehingga dapat ditetapkan diagnosis
nya yaitu ulkus traumatik.

Medikasi yang diberikan untuk ulkus traumatik berupa alloclair gel yang
dioleskan pada bagain ulser. Alloclair gel tube ini tersedia dalam bentuk salep. Cara
penggunaan nya dioleskan secara tipis pada bagian ulkus 3 kali sehari yaitu pada saat
setelah makan dan sebelum tidur. Cara kerja alloclair gel sesuai dengan kandungan
yang terdapat dalam obat tersebut yaitu Polivinil phyrolidin (PVP) , Asam
Hialuronat dan Aloevera.

PVP berfungsi sebagai protektif yaitu melindungi ulser dari mikroba


(melapisi ulser) , gel ini akan melekat pada permukaan mukosa rongga mulut dan
kerongkongan, membentuk lapisan tipis dan bertindak sebagai barier untuk
melindungi ujung saraf yang terkena dan menjadi lebih sensitive dari nyeri yang
ditimbulkan dari kegiatan makan, minum dan bahkan berbicara. Aloevera berfungsi
sebagai wound healing yaitu penyembuhan luka untuk memperbaiki jaringan yang
rusak (re-epitelialisasi), serta asam hialuronat dengan merangsang sintesis matriks
ekstraseluler termasuk kolagen pada jaringan dalam proses penyembuhan luka dan
anti-inflamasi (Chindo, 2015).

Penelitian sebelumnya oleh Jornet et al (2010), dengan judul Clinical

Evaluation of Polyvinylpyrrolidone Sodium Hyalonurate Gel and 0.2%

Chlorhexidine Gel for Pain After Oral Mucosa Biopsy: A Preliminary Study.

Sebanyak 90 pasien berturut-turut dengan lesi yang memerlukan analisis

histopatologis dipelajari. Pasien ini dibagi secara acak menjadi 3 kelompok.

Kelompok I (kelompok kontrol) tidak mendapat perlakuan topikal. Untuk kelompok

II, lokasi intervensi bedah diobati secara topikal dengan gel polivinilpirolidon

natrium hyalonurate (Aloclair; Sinclair Pharma, Surrey, Inggris) 3 kali sehari selama
1 minggu. Kelompok III diobati sama dengan kelompok II namun dengan gel

chorhexidine digluconate 0,2%. Dengan menggunakan skala analog visual, kami

menentukan interval di mana nyeri pascaoperasi maksimal, dan bagian mana dari

mulut yang paling banyak mengalami komplikasi pasca operasi. Hasil penelitian

menunjukan yang paling intens dari nyeri maksimal dicatat pada kelompok kontrol,

dengan nyeri maksimal terjadi 2 jam (median 2,2, kisaran 0 sampai 8,5) setelah

operasi, setelah itu cenderung berkurang secara bertahap selama periode penelitian.

Tingkat nyeri maksimal secara signifikan lebih rendah pada kelompok II dan III

daripada kelompok kontrol (P = .048 dan P = 0,0054). Kesimpulan Aplikasi topikal


polivinilpirolidon natrium hyalonurate dan chlorhexidine digluconate mengurangi
gejala biopsi mukosa mulut.

IV. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Pasien mengalami traumatic ulkus dengan diameter ±5mm di mukosa bibir
sebelah kiri dengan batas irreguler dengan etiologi trauma tergigit pada saat makan.

Saran
Pasien diharapkan tetap menjaga kesehatan gigi dan mulutnya dan anjuran
untuk pemeriksaan rutin ke dokter gigi secara berkala.
V. DAFTAR PUSTAKA

Bakar, Abu. 2012. Kedokteran Gigi Klinis. Yogyakarta: CV. Quantum Sinergis
Media

Chindo, Nycho Alva. 2015. Benefits Of Aloe Vera Subtanceas Anti-Inflammatory Of


Stomatitis. Lampung : J Majority. Vol. 4, No.2 : 83-86.

Jornet, L.,Alonso, C., Canovas, M. 2010. Evaluation of Polyvinylpyrrolidone

Sodium Hyalonurate Gel and 0.2% Chlorhexidine Gel for Pain After Oral

Mucosa Biopsy: A Preliminary Study. Journal of Oral and Maxillofacial


Surgery. Pages 2159-2163.

Langlais, Robert P., Craigs S. Miller., Jill S. Nield-Gehrig. 2015. Atlas Berwarna
Lesi Mulut Yang Sering Ditemukan Edisi 4. Jakarta : EGC.

Laskaris, G. 2014. Atlas Saku Penyakit Mulut. Jakarta : EGC.

Lewis, Michael A., Richard C.K. Jordan.2015. PenyakitMulut : Diagnosis


danTerapi. Jakarta : EGC.

Sunarjo, Lanny., Salikun Hermien., Rimbyastuti. 2015. Peranan Pasta Manggis


Terhadap Kesembuhan Ulkus Akibat Luka Gores (Pemeriksaan Histo Patologi
Anatomi). Semarang : Jurnal Riset Kesehatan. Vol. 4,
No.2 : 779-785.