Anda di halaman 1dari 8

Mekanika Perpatahan &

Analisa Kegagalan
TUGAS 04
Mohammad Ilham Daradjat-1606904964
1. Jelaskan jenis perpatahan
=
Jenis perpatahan bisa dibagi berdasarkan jejak perpatahannya atau fracture path
yang dapat dilihat dari permukaan patahnya, yang terdiri dari 4 bagian, yaitu :

a. Perpatahan Getas (Brittle Fracture)


Perpatahan yang terjadi tanpa adanya deformasi plastis dengan permukaan
patahan yang kristalin dan terang. Permukaan patahan getas umumnya berbentuk tegak
lurus dengan arah pembebanan dan terdapat ͟chevron marks͟ atau ͞hearing bone marks͟

Gambar 1. Bentuk Perpatahan Getas

b. Perpatahan Ulet (Ductile Fracture)


Perpatahan yang terjadi dengan adanya deformasi plastis, dimana permukaannya
terlihat kusam, buram, dan berserat. Pada bentuk patahan ulet, tegangan geser lebih

terlihat dominan ddengan bentuk patahan cup & cone͟ sebesar 45o.

Gambar 2. Bentuk pada patahan ulet cup and cone

c. Perpatahan fatik (fatigue fracture)


Perpatahan yang diakibatkan karena pembebanan yang dinamis (besar dan kecil)
Mekanika Perpatahan & Mohammad Ilham Daradjat
Analisa Kegagalan 1606904964
dan berulang sehingga material mengalami kelelahan. Ciri – ciri dari perpatahan
fatik yaitu memiliki deformasi plastis yang sedikit sekali atau bisa hampir tidak ada, lalu
perpatahannya yang progresif berawal dari adanya retak yang halus lalu merambat
kedalam karena adanya beban yang dinamis. Keretakan awal ini bisa dilihat dengan
adanya beach marks lalu merambat dengan adanya striasi, dan akan terlihat rachet
marks.

Gambar 3. Bentuk Perpatahan Fatik

d. Perpatahan dekohesif (decohesive fracture)


Perpatahan yang biasanya terjadi tanpa mengalami deformasi plastis dan perpatahan
ini merupakan hasil dari lingkungan yang reaktif atau mikrostruktur yang unik
sehingga terjadilah perpatahan yang terjadi di batas butir karena pada batas butir
merupakan sumber cacat yang ada di material.

Gambar 4. Bentuk Perpatahan Dekohesif


Mekanika Perpatahan & Mohammad Ilham Daradjat
Analisa Kegagalan 1606904964
2. Jelaskan perbedaan klasifikasi intercrystaline dan transcrystaline
=

a. Perpatahan intercrystalline
Perpatahan ini merupakan yang keretakannya terjadi pada batas butir.

Gambar 5. Bentuk dan Klasifikasi Perpatahan Intercrystalline

b. Perpatahan transcrystalline
Perpatahan yang keretakannya terjadi melewati bagian dalam butir
Mekanika Perpatahan & Mohammad Ilham Daradjat
Analisa Kegagalan 1606904964

Gambar 6. Bentuk dan Klasifikasi Perpatahan Transcrystalline

3. Jelaskan perbedaan ciri – ciri patah ulet dan patah getas


=
Perbedaan ciri – ciri dari perpatahan ulet dang etas yaitu sebagai berikut :
a. Perpatahan ulet (ductile fracture)
- Terdapat deformasi plastis
Mekanika Perpatahan & Mohammad Ilham Daradjat
Analisa Kegagalan 1606904964
- Permukaan patahannya berwarna buram, kusam, dan terlihat berserat
- Membentuk cup and cone pada sudut 45
- Adanya tegangan geser yang terlihat dominan
- Terdapat dimple atau lubang – lubang kecil

b. Perpatahan getas (brittle fracture)


- Tidak terjadi deformasi plastis (langsung patah)
- Permukaan patahannya terang dan kristalin
- Pada umumnya permukaan patahannya tegak lurus dari arah pembebanan yang
diberikan
- Terdapat tegangan tarik
- Terdapat chevron marks atau hearing bone marks

4. Jelaskan perbedaan dari striasi dan beach marks


=
Perbedaan dari beach marks dan striasi yaitu sebagai berikut :
a. beach marks
- merupakan bentuk awal dari patahan fatik.
- adanya deformasi plastis yang ada di ujung retakan.
- dari aspek ukuran, cukup besar dan bisa dilihat dengan kasat mata.
- penyebab terjadinya yaitu karena ada pembebanan yang berulang.
- mengakibatkan adanya lokasi posisi front yang retak setelah perpatahan terhenti.

b. striasi
- merupakan bentuk lanjutan dari beach marks, yaitu adanya garis – garis rambatan.
- retak akan merambat dan akan meninggalkan tonjolan striasi pada permukaan.
- ukurannya kecil, dapat dilihat dengan jelas menggunakan SEM.
- mengakibatkan adanya kemajuan rambatan retak karena sekali pembebanan.
Mekanika Perpatahan & Mohammad Ilham Daradjat
Analisa Kegagalan 1606904964

Gambar 7. Gambar dari beach marks (B) dan striasi (S)

5. Jelaskan mekanisme tahapan perpatahan akibat fatik berikut gambar


=
Mekanisme terjadinya perpatahan fatik yaitu sebagai berikut :
a. Inisiasi keretakan (crack initiation)
Adanya inisiasi keretakan pada salah satu bagian di permukaan akan memicu adanya
perpatahan fatik saat pembebanan dinamis terjadi. Pada permukaan patahan, beach marks
yang menandakan lokasi adanya inisiasi keretakan

b. Perambatan keretakan (crack propagation)


Merupakan lanjutan dari inisiasi keretakan yang terus menjalar. Pada permukaan patahan,
adanya striasi yang menandakan daerah terjadinya perambatan keretakan.

c. Patahan akhir (final fracture)


Merupakan akhir dari keretakan yang terjadi, terdapat deformasi plastis dimana material
akhirnya terjadi kegagalan karena pembebanan dinamis. Pada permukaan patahan akan
terdapat daerah final failure yang akan menunjukan daerah terakhir terjadinya failure.

Gambar 8. Ilustrasi dari Mekanisme Perpatahan Fatik.

6. Jelaskan beberapa pencegahan agar terhindar dari patah fatik!


Mekanika Perpatahan &
Analisa Kegagalan

- Menjauhkan atau menghindari permukaan material dengan ujung material lain


yang tajam, jika terkena ujung tersebut bisa terdapat stress concentration sehingga
adanya inisiasi keretakan
- Mengurangi atau menghilangkan residual stress pada permukaan material
setelah proses manufaktur
- Meningkatkan ketelitian dalam proses produksi dan fabrikasi saat penyambungan
- Mencegah adanya cacat atau diskontinuitas selama proses produksi material
- Menghindari proses perlakuan permukaan (surface treatment) seperti plating
- Melakukan proses shot peening pada komponen sehingga terdapat
compression residual stress yang berguna untuk ketahanan fatik

7. Jelaskan mekanisme patahan akibat perapuhan (embrittleness) & beri beberapa


contoh yang saudara ketahui

a. Mekanisme intergranular (disebabkan oleh factor temperature)


- Quench age embrittlement -> ada presipitat karbida
- Strain age embrittlement -> proses aging

- Tempered embrittlement -> terdapat pengotor (Sb, Sn, As) pada suhu 370 – 575oC

- Blue brittleness -> adanya penguatan presipitat (pada suhu 230 - 370oC)

- HAZ graphitization -> pada las baja karbon di suhu 425oC dan waktu lama

- Sigma phase embrittlement -> pada Stainless Steel di suhu 560 - 980oC

- Intermetallic compound embrittlement -> baja galvanis pada suhu 420oC, dan
pada waktu lama -> senyawa intermetalik Fe-Zn

b. Mekanisme intergranular (faktor lingkungan)


- Hydrogen embrittlement -> karena adanya pickling, electroplating,pengelasan,
H2S, exposure
Mekanika Perpatahan & Mohammad Ilham Daradjat
Analisa Kegagalan 1606904964

- neutron embrittlement -> radiasi neutron pada reactor nuklir


- stress corrosion embrittlement -> karena adanya lingkungan yang korosif
- liquid metal embrittlement -> bisa terjadi pada salt-bath process (pada
proses pembuatan glass)

8. Apakah setiap jenis perpatahan material disebabkan oleh hanya satu jenis
perpatahan. Jelaskan menurut saudara dengan memberikan beberapa contoh?
=
Perpatahan yang terjadi pada material tidak hanya terjadi karena satu jenis
perpatahan, bisa juga karena adanya perpatahan lain tergantung dari perilaku
terhadap materialnya dan lingkungannya. Contoh dari perpatahan yang lebih dari
satu jenis perpatahan yaitu pada komponen kendaraan yang memiliki perpatahan
campuran antara ulet dan getas secara bersamaan. Kejadian ini bisa terjadi karena
faktor material dan proses pembebana serta kondisi lingkungan atau kondisi
operasinya.