Anda di halaman 1dari 4

Makalah Audit Sektor Publik

“KASUS PT SUNPRIMA NUSANTARA PEMBIAYAAN (SNP)”


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Audit Sektor Publik
Dosen Pengampu : Komarudin Achmad , S.E.,M.Si.,Ak.

Kelompok 12

Astrinadya Rahmayanti 165020300111032

Nur Latifathuz Zahra 165020300111035

Haifa Shabirah HS 165020300111040

Audit Sektor Publik - CC

AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2018
Menteri Keuangan Menjatuhkan Sanksi Deloitte Indonesia atas Audit SNP Finance

8/28/2018 1:47:19 PM

JAKARTA 28/8/2018 PPPK - Menteri Keuangan Republik Indonesia menjatuhkan


sanksi administratif kepada masing-masing Akuntan Publik Marlinna, Akuntan Publik
Merliyana Syamsul, dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Satrio Bing, Eny & Rekan
(Deloitte Indonesia). Sanksi ini diberlakukan sehubungan dengan pengaduan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) yang menginformasikan adanya pelanggaran prosedur audit oleh KAP.

Berangkat dari pengaduan tersebut, Kementerian Keuangan dalam hal ini Pusat
Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) melakukan analisis pokok permasalahan dan
menyimpulkan bahwa terdapat indikasi pelanggaran terhadap standar profesi dalam audit
yang dilakukan oleh kedua akuntan publik dalam pelaksanaan audit umum atas laporan
keuangan PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP Finance) tahun buku 2012 s.d. 2016.

Untuk memastikan hal tersebut, PPPK melakukan pemeriksaan terhadap KAP dan dua
akuntan publik dimaksud. Hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa Akuntan Publik
Marlinna dan Merliyana Syamsul belum sepenuhnya mematuhi Standar Audit-Standar
Profesional Akuntan Publik dalam pelaksanaan audit umum atas laporan keuangan SNP
Finance.

Hal-hal yang belum sepenuhnya terpenuhi adalah pemahaman pengendalian sistem


informasi terkait data nasabah dan akurasi jurnal piutang pembiayaan, pemerolehan bukti
audit yang cukup dan tepat atas akun Piutang Pembiayaan Konsumen dan dalam meyakini
kewajaran asersi keterjadian dan asersi pisah batas akun Pendapatan Pembiayaan,
pelaksanaan prosedur yang memadai terkait proses deteksi risiko kecurangan serta respons
atas risiko kecurangan, dan skeptisisme profesional dalam perencanaan dan pelaksanaan
audit.

Selain hal tersebut, sistem pengendalian mutu yang dimiliki oleh KAP mengandung
kelemahan karena belum dapat melakukan pencegahan yang tepat atas ancaman kedekatan
berupa keterkaitan yang cukup lama antara personel senior (manajer tim audit) dalam
perikatan audit pada klien yang sama untuk suatu periode yang cukup lama. Kementerian
Keuangan menilai bahwa hal tersebut berdampak pada berkurangnya skeptisisme
profesional.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Menteri Keuangan mengenakan sanksi
administratif kepada Akuntan Publik Marlinna dan Akuntan Publik Merliyana Syamsul
berupa pembatasan pemberian jasa audit terhadap entitas jasa keuangan (semisal jasa
pembiayaan dan jasa asuransi) selama dua belas bulan yang mulai berlaku tanggal 16
September 2018 sampai dengan 15 September 2019. Sementara KAP Satrio Bing Eny &
Rekan dikenakan sanksi berupa rekomendasi untuk membuat kebijakan dan prosedur
dalam sistem pengendalian mutu KAP terkait ancaman kedekatan anggota tim perikatan
senior sebagaimana disebutkan di atas. KAP juga diwajibkan mengimplementasikan
kebijakan dan prosedur dimaksud dan melaporkan pelaksanaannya paling lambat 2
Februari 2019.

Penulis: Rifqi Hamid | Penyunting: Suryadi | Fotografer: Rifki A. Mulyawan

HASIL ANALISIS

Berdasarkan kasus tersebut, terdapat pelanggaran etika dan prinsip profesi akuntansi yang
telah dilanggar, yaitu pada prinsip kedua mengenai kepentingan publik. Seharusnya
seorang akuntan tidak hanya mementingkan kepentingan klien saja, namun harus
mementingan kepentingan publik juga. Selain itu, kap juga melanggar prinsip yang ke
empat yaitu obyektivitas dimana setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas
dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Prinsip
obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual,
tidak beprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh
pihak lain. Namun hal ini berbeda dengan kasus yg terjadi, disini terdapat kedekatan
antara personel senior (manajer tim audit) dalam perikatan audit pada klien yang sama
untuk suatu periode yang cukup lama.

BENTUK PUNISHMENT

Kementerian Keuangan menjatuhkan sanksi administratif kepada Akuntan Publik


Marlinna dan Merliyana Syamsul berupa pembatasan pemberian jasa audit terhadap entitas
jasa keuangan selama 12 bulan yang mulai berlaku tanggal 16 September 2018 sampai
dengan 15 September 2019. Selain itu, punishment juga diberikan oleh OJK kepada
Deloitte, yaitu sanksi administrasi berupa pembatasan pemberian jasa audit terhadap
entitas jasa keuangan selama 12 bulan yang mulai berlaku tanggal 16 September 2018
sampai dengan 15 September 2019.

Kementerian Keuangan juga turut menghukum Deloitte Indonesia. Mereka diberi sanksi
berupa rekomendasi untuk membuat kebijakan dan prosedur dalam sistem pengendalian
mutu akuntan publik terkait ancaman kedekatan anggota tim perikatan senior. Deloitte
Indonesia juga diwajibkan mengimplementasikan kebijakan dan prosedur serta
melaporkan pelaksanaannya paling lambat 2 Februari 2019.

Sanksi juga diderita oleh SNP Finance. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekukan
kegiatan usaha mereka terhitung sejak 14 Mei lalu. OJK bisa mencabut izin usaha SNP
Finance pada November 2018 nanti. Pencabutan izin dilakukan jika perusahaan
melakukan kegiatan usaha sebelum berakhirnya sanksi pembekuan kegiatan usaha sesuai
dengan ketentuan POJK 29 (dicabut).